Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya
Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU, agar bisa memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB di belakang Pasar Tanjung.
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sejumlah perwakilan kelompok dan petugas pengatur air desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara mendatangi Kantor Unit Pelayanan Terpadu UPTD Tanjung untuk mengadu nasip “Kelompok Tani Sokong Sari” kesulitan dengan air irigasi yang cukup jauh dari sumbernya.
Tidak jarang mereka tidak bisa mengolah lahan secara bersamaan dalam mengikuti pola tanam di musim kemarau, lantaran kesulitan pembagian air untuk bisa menjangkau lokasi.
Nurtip selaku Ketua P3A Mekar dan Tigarto Ketua “Kelompok Sokong Sari” mengatakan pada wartawan media ini, Kamis (14/10/21).
Menurutnya, sudah bersurat ke BWS Provinsi Nusa Tenggara Barat melaui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lombok Uatara pada tanggal 11 Mei 2021.
Namun hingga saat ini belum ada jawaban, padahal petani “Kelompok Sokong Sari” sangat membutuhkan untuk pengairan seluas 25 hektare.
Senada dengan I Wayan Sudanta, Bendahara Kelompok Sokong Sari. Ia prihatin dengan anggotanya terutama di musim kemarai seperti sekarang ini, tuturnya.
I Wayan Sudanta mengaku sudah mencoba juga menyedot air dari kali Sokong. Namun karena keterbatasan sarana yang menunjang, kekuatan mesin tidak seimbang dengan luasan sawah yang diairi, sehingga usahanya kandas dan tidak maksimal.
Karena itu pula “Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU untuk diberikan memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB yang berlokasi di belakang Pasar Tanjung.
Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, sangat mendukung niat baik petani untuk bisa memanfaatkan Sumur Bor yang ada di seputaran persawahan Sokong Tanjung.
Daripada nganggur dan tidak di rawat, lebih baik berikan kepercayaan kepada kelompok taniuntuk di manfaatkan di musim kesulitan air seperti ini, kata Aki Suharti.
“Saya juga bersyukur dengan cara mereka datang ke kantor untuk berdiskusi mengenai masalah mereka. Sayangnya hingga saat ini belum ada respon dari pihak BWS provinsi NTB, terkait pemanfaatan Sumur Bor ini untuk mengurangi beban petani kita disini,” ungkapnya.
@ng
Event HK EC 123k, Kegiatan Besar Di Tengah Pandemi
NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi jelang berlangsungnya world superbike dan MotoGP
MATARAM.lombokjournal.com ~ Ini event besar lainnya jelang world superbike atau WSBK, yaitu Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC).
Event ini semula akan dilangsungkan awal bulan Agustus lalu, tapi terkendala pandemi Covid-19 karena itu tertunda. Akhirnya dilakukan reschedule, dan kini akan digelar tanggal 15-17 acara puncak di bulan Oktober tahun 2021.
Melalui Konferensi Pers di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (13/10/21), Ketua Panitia HKEC, Okta menjelaskan terkait ppenundaan itu. Dan ia pun menegaskan, kegiatan HK Endurance Challenge sudah sekelas Asia dan direncanakan sekelas dunia.
Menurutnya, kegiatan ini dinamakan HKEC, karena ini adalah olahraga triathlon.
“Tentunya diselenggarakan dan diikuti oleh atlet atlet yang sudah berpengalaman,” jelas Okta.
Hk Endurance Challenge direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km. Start dari Gili Air sampai DI Pantai Sire menempuh sekitar 2 km, kemudian lanjut bersepeda sampai dengan masuk kawasan ITDC Mandalika yang panjangnya kurang lebih 100km.
Setelah itu dilanjutkan dengan run atau berlari sepanjang 20 km, sehingga di namakan HKEC dalam satu dekade itu 123km atau 123.Hampr dipastikan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini jumlahnya sekitar 100 peserta dari 18 negara internasional yang notabene semuanya sudah tinggal di Indonesia. Asal peserta yang dari 18 negara itu mewakili 5 benua Eropa.
Ketua Panitia HKEC Lombok Series itu juga menjelaskan, ada 100 peserta yang terdiri dari 60 peserta asal Indonesia dan 40 peserta adalah WNA yang menetap di Indonesia.
Partisipan asing yang bergabung berasal dari 18 negara yang mewakili 5 benua.
Diterangkan, usia peserta termuda berusia 19 tahun berasal dari NTB dan yang tertua adalah partisipan WNA berusia 65 tahun.
Jumpa wartawan dalam kegiatan HC Endurance Challence, menurut Kadis Pariwisata NTB yang hadir saat itu, diharapkan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi.
Harapannya, melalui konferensi pers, seluruh informasi terkait dengan penyelenggaraan HKEC ini bisa paripurna diberitakan.
Ist
.
Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19
Di saat pandemi Covid-19, warga Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung panen hasil kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). walau dengan skala kecil
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 hingga saat ini, persoalan pangan dan ketahanan pangan menjadi trending isu menarik yang dibicarakan.
Menjawab persoalan pangan di tengah terpaan pandemi Covid-19 saat ini, tentu peran sektor pertanian akan memberikan jawaban.
Berdasarkan Undang–Undang (UU) No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kabupaten Lombok Utara dalam mengimplementasikan UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah”.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, pada media ini, Rabu (13/10/21) saat melakukan monitoring ke delapan (8) titik progeram P2L yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Utara Rabu 13/10-2021.
Menurutnya, di Lombok Utara urusan pangan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU.
Sugiartadi mengatakan, setidaknya ada 5 kegiatan yang sedang berjalan pada tahun 2021, yaitu:
Program Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman
Program Pengembangan Pengawasan, Kerjasama dan Informasi Keamanan Pangan,
Program Pengawasan dan Pengujian Pangan Segar
Program Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, dan
Program Distribusi dan Cadangan Pangan.
Salah satu program yang mendukung ketahanan pangan sebagai sumber pangan keluarga adalah program pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman dengan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Kegiatan ini merupakan program kerja yang digagas oleh Kementerian Pertanian yang digerakan sejak tahun 2010 dengan nama Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan didaerah oleh oleh Dinas DKPPP kabupaten Lombok Utara.
Kegiatan ini dilaksanakan dIdukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting.
Atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.
Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga.
Seain itu, berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan minta kepada seluruh Pemerintah Daerah dari gubernur hingga tingkat desa, agar mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
“Manfaat Pekarangan Pangan Lestari (P2L), antara lain Pemenuhan Pangan dan Gizi keluarga, dan Peningkatan Perekonomian/pendapatan keluarga. Serta Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan rawan pangan dan gizi,” tutur Sugiartadi.
Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) terbukti mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan warga desa di tengah merebaknya wabah covid 19 yang terjadi saat ini, tuturnya.
Senada dengan Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, yang didampingi PPL, Sofian,S.Pt dan Kepala Seksi Bidang Penyuluhan, I Made Dody mengatakan, ternyata sangat dirasakan manfaatnya oleh Kelompok Wanita Tani (KArdikaWT) “PadaMara”, Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung.
Dusun itu merupakan salah satu binaan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan KLU dalam kegiatan P2L.
Ketua KWT Hj. Kartini mengungkapkan, manfaat kegiatan P2L saat pandemi ketika, ada social distancing dan pembatasan kegiatan.
“Saat kita tidak boleh keluar, kelompok saya panen terus walau dengan skala kecil, saya kalau membutuhkan cabe, sayur tinggal petik dipekarangan dan untuk ikan lele tinggal ambil saja, bahkan saya bisa menjual bibit sayuran ke warga sekitar “ katanya.
KWT “PadaMara” ini adalah salah satu kelompok yang telah mendapatkan bantuan program kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Kementerian Pertanian pada tahun 2021.
Dengan jumlah anggota KWT yang berjumlah 30 orang ini mempunyai lahan demplot yang dikerjakan bersama, tuturnya pada wartawan media ini, hRabu.
@ng
Vaksinasi Lintas Agama Oleh Muhammadiyah KLU
Pemerintah menargetkan vaksinasi masyarakat harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk, karena itu semua instansi bergerak termasuk Muhamadiyah
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi Vaksinasi Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Muhamadiyah Lombok Utara, di Kantor PDM Muhamadiyah Dusun Lekok Desa Gondang, Rabu (13/10/21).
Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah KLU Drs. Parthu MSc, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH,Plt.Kepala Dinas Kesehatan dr.H Abdul Kadir,Plt Kepala DLHPKP H Husnul Hadi SKm, serta undangan lainnya.
Bupati Lombok Utara menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya memotong rantai penularan Covid 19 di Indonesia, khususnya KLU.
“Pemerintah sendiri menargetkan masyarakat yang divaksin harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk yang ada saat ini,”ungkapnya
Ikhtiar kita untuk melakukan vaksinasi harus menyeluruh tidak bisa setengah-setengah dan membutuhkan partisipasi untuk membebaskan masyarakat kita dari Covid 19.
Terlebih target 70 persen sudah banyak upaya dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Stekholder lainnya dengan rata-rata masyarakat harus tervaksin 5000 orang setiap harinya.
“Semua instansi bergerak dalam hal ini termasuk Muhamadiyah yang melakukan vaksinasi lintas agama ini,” ungkapnya
Covid 19 suatu virus yang tidak nampak namun dampak sangat kita lihat di sekitar kita.
“Terimakasih kepada pimpinan muhammadiyah yang bekerja sama dengan pimpinan pusat yang melakukan vaksinasi kepada masyarakat Lombok Utara,” ujarnya
Sementara itu PDM KLU, Drs H Parthu mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan oleh jajaran Muhammadiyah di seluruh Indonesia sebagai bentuk ikhtiar dari muhamadiyah yang secara serius memutus rantai Pandemi.
Covid-19 melanda kita semua sejak 2020 lalu, banyak dampak yang kita rasakan pada kehidupan masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan vaksinasi ini nantinya terwujud target capaian yang diinginkan pemerintah bisa terpenuhi, gunanya mewujudkan masyarakat bebas beraktivitas sehari-hari,” jelasnya.
@ng
Menanam Pohon Waru, Alternatif Cegah Abrasi
Dengan menanam pohon Waru, Wabup Danny berharap berdampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wabup Lombok Utara, Danny Karter Fenrianto Ridawan ST MEng Tanam Pohon Waru di Pantai Penyambuan Desa Jenggala, Selasa (12/10/21).
Hadir pada acara tersebut Kalaksa BPBD, M Zaldi Rahadian ST, Kepala Desa Jenggala, Fahruddin SPd, Danramil Tanjung, Kapten Inf zainul Fahri, Barisan Relawan Siaga encana serta undangan lainnya.
Wabup Danny menyampaikan, program pencegahan bencana harus memiliki management yang bagus.
Permasalahan serius terhadap sempadan pantai, dibutuhkan langkah strategis untuk mengantisipasinya salah satunya dengan penanaman pohon waru.
“Ini akan menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian alam di beberapa titik yang ada di KLU. Tidak hanya menanam lalu di tinggalkan begitu saja, tapi bagaimana merawat apa yang kita tanam,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Wabup Danny, populasi manusia semakin meningkat sedangkan sumber mata air mulai berkurang, yang disebabkan pemanasan global dan banyaknya menebangan pohon secara besar-besaran.
Sedangkan ketersediaan air bersih selalu di butuhkan oleh masyarakat, ke depan dibutuhkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Harapan saya dari kegiatan yang di laksanakan oleh BPBD nantinya dapat memberikan dampak positif dan signifikan untuk kelestarian lingkungan di sepadan pantai Lombok Utara,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kalaksa BPBD KLU Zaldi juga menambahkan, pihaknya akan melaksanakan penanaman bibit pohon waru di sepanjang pantai dari pemenang sampai Bayan.
“Kami sudah melaksanakan kegiatan ini dari hari Minggu kemarin, mulai dari pesisir Pantai wilayah pemenang dan hari ini penyambuan kemudian dilanjutkan ke pantai di wilayah Kayangan,” ungkapnya.
Acara berjalan dengan lancar dan di akhiri dengan penanaman bibit pohon waru serta tetap menggunakan protokol kesehatan secara ketat.
@ng
Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide inovasi
71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional, Pemkab Lombok Utara lokus pertama yang melaunching inovasi
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sejarah baru terukir di Kabupaten Lombok Utara, dengan dilaunchingnya Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dan Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Inovasi, di Aula Bupati Lombok Utara, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/10/21).
Bupati H. Djohan Sjamsu
Kegiatan itu merupakan wujud kreativitas dan kerja keras dalam melayani masyarakat.
“Sesuatu yang selama ini dirasa sulit menjadi mudah, dan yang selama ini lambat menjadi cepat,” kata Dr. Tri Widodo W. U., MA, Deputi Kajian dan Inovasi Administrasi Ne
gara, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dalam acara launching itu.
Menurutnya, melalui inovasi kita berupaya menghadirkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara-cara baru.
Dicontohkan tentang pelayanan Arsip Keliling, mungkin di suatu tempat pelayanan kearsipan hanya bisa dilakukan di kantor arsip.
“Namun yang terlihat dari ide inovasi di Kabupaten Lombok Utara adalah dengan turun di lapangan dan membangun kesadaran serta literasi terhadap kearsipan. Itulah sebuah gagasan yang bisa kita sebut sebagai not bussiness as usual,” terang Tri Widodo.
Lebih lanjut Tri Widodo memberikan contoh lain dari inovasi yang digagas oleh Puskesmas Tanjung yaitu Ketupra TB (Ketuk Pintu Rumah Pasien TB) yang dilatar belakangi oleh masalah penyakit TB.
Kalau dibiarkan akan menjadi berbahaya dengan banyaknya pasien yang tidak terdeteksi sehingga muncul cluster keluarga.
Di Puskemas Tanjung, sudah berkomitmen bahwa tidak boleh satupun pasien yang terlewat untuk diketuk pintunya dan dirawat. Ini merupakan bentuk aktualisasi pelayanan publik, yang menghadirkan Negara bukan hanya sebagai semboyan dan tagar.
Bukan hanya itu, menurut Tri, semangat untuk pemberdayaan saya tangkap dari Dinas PU yaitu inovasi Beriuk Merikek Jalan (Perbaikan Jalan dan Jembatan berbasis Peran Serta Masyarakat). Inilah yang dimaskud dengan mobilisasai dan orkestrasi.
“ Saat ini tugas kita sebagai Pemerintah bukan hanya sebagai juru bayar, namun dituntut untuk mampu melakukan mobilisasi dan orkestrasi. Ketika kita terkendala dengan anggaran, maka solusinya kita harus berkolaborasi dengan yang lain, termasuk masyarakat”, tutupnya.
71 ide inovasi
Bupati Lombok Utara, Bapak H. Djohan Sjamsu, S.H., dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan arahan kepada seluruh OPD untuk dapat melaksanaan 71 ide-ide inovasi tersebut.
Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dalam rangka mengingkatkan daya saing daerah.
“Kabupaten Lombok Utara lahir 13 tahun yang lalu memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi yaitu 43,14%. Dalam 10 tahun terakhir ini telah berubah menjadi 26.9%. Kami meyakini bahwa dengan adanya inovasi-inovasi ini nantinya akan dapat membawa perubahan. Inilah yang menjadi pemicu kami, agar kita secara bersama-sama dapat keluar dari daerah tertinggal”, ungkapnya.
Senada dengan Tri Widodo, Djohan Sjamju menekankan, inovasi bukanlah hal yang tabu, namun suatu keharusan yang mesti dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemajuan daerah.
“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada LAN yang telah mendampingi segenap OPD kami. Semoga segala ikhtiar yang kita lakukan dapat meningkatkan daya saing Kabupaten Lombok Utara”, tutupnya.
Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara (PIAN) LAN RI, Dra. Isti Heriani, MBA,.
Ia menyampaikan laporan penyelenggaraan Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional 2021 dengan tema “Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kepala Daerah Kabupaten Lombok Utara beserta jajarannya, terutama kepada Bappeda yang telah bersemangat dan berkomitmen tinggi mengawal tahapan demi tahapan. Harapannya kegiatan ini dapat segera diimplementasikan dan dikawal sehingga dapat meningkatkan indeks inovasi daerah,” katanya.
Laboratorium inovasi yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara ini merupakan Program Prioritas Nasional 2021 yang dibiayai oleh APBN bersama 3 Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Sorong.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menjadi lokus pertama yang melakukan kegiatan launching inovasi.
Total sebanyak 71 ide inovasi dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilahirkan dari Laboratorium Inovasi Program Prioritas Nasional ini.
Dalam perjalanannya, LAN melalui PIAN telah melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara baik secara virtual dan klasikal sejak awal bulan April 2021.
@ng
Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur
Semula jadi ejekan, tapi kerja keras dan keuletan Taufik dan kelompok taninya menakjubkan, yaitu mengubah tanah nonproduktif jadi kebun sayur yang meningkatkan pendapatan petani
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Lahan pertanian seluas sekitar 1.17 hektar yang semula dianggap nonproduktif, disulap jadi kebun sayuran segar.
Keberhasilan mengolah lahan di Dusun Batu Ampar, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara itu, tak lepas dari tekad dan kerja keras Taufik Hidayat dan kawan-kawannya di KelompoK Tani “Berkah Bersama”, di bawah binaan Kepala Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Tanjung, Aki Suharti, S.Pt dan PPL Desa Sokong Yody Cahyanto.
Melihat lahan nonproduktif, Taufik dan kelompoknya menggagas untuk menanam sayur-sayuran, termasuk menanam cabe.
Alasannya, sayur-sayuran menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan bernilai ekonomi tinggi. Dan para petani pun punya perhatian menanam sayuran pada areal persawahan maupun perkebunan, karena bisa meningkatkan pendapatan.
Menggagas menanam sayur-sayuran akhirnya juga menyasar kebun kurang produktif di Dusun Sokong, yang merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh UPTD Tanjung.
Semula Taufik menanam sayuran seluas kurang lebih 25 are sejak peristiwa gempa bumi 7,0 skr menimpa Lombok Utara.
Kemudian menanam sayuran dikembangkan lagi hingga 1,17 Ha, kerja sama dengan pemilik kebun warga setempat yang terletak di Dusun Batu Ampar, Tanjung yang jadi salah satu contoh gagasan Taufik Hidayat selaku Ketua Kelompok Tani “Berkah Bersama”.
Taufik sendiri bersama keluarga pernah ikut progeram transimigrasi ke Kalimantan Utara dan kembali ke tempat asalnya karena peristiwa Perang Sampit.
Tanah yang semula non produkrtif jadi kebun sayur yang menakjubkan
Ia termasuk petani ulet yang tidak gampang menyerah meski dalam kegiatannya pernah jadi gunjingan orang-orang di dusunnya.
Semula upaya menanam sayuran itu tak berjaan mulus, karena Taufik sering diejek dan diragukan keberhasilan. Namun Taufik dan kawan-kawanya tak putus asa, dan keuletan dan kerja keras itu merubah lahan yang tidak produktif menjadi produktif.
“Alhamduillah, akhirnya tanah yang tak produktif itu bisa bernilai ekonomi,” kata Taufik kepada lombokjournal.com yang sempat mewawancarinya, Selasa (12/10/21).
Modal 60 juta
Taufik menuturkan, modal sebanyak 60 juta rupiah disiapkan untuk memulai menanam sayur-sayuran. Mulai biaya pengembangan tanah nonproduktif itu. Dimulai dari pembersihan lokasi, pengolahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan untuk tanaman sayuran.
“Ternyata dengan modal 60 jutaan dan hasilnya cukup bagus. Kami sudah jalani sejak September 2018,” tutur Taufik.
Manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh warga setempat dan laku di pasar Tanjung. Karena banyak permintaan hingga ke luar daerah KLU, maka kami mencoba kerja sama dengan pemilik kebun sistim bagi hasil dan kerja kelompok, tuturnya.
“Sayurnya bagus, segar, tidak mengandung bahan kimia, serta harganya terjangkau bahkan lebih murah dibanding beli di pasar. Keuntungannya bisa metik sendiri, pilih sayur yang disukai sendiri dan juga bisa foto-foto sama keluarga,” ungkap Taufik Hidayat.
Taufik pun mengaku hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah atas usaha bertani yang dilakukan bersama anggotanya. Ia berharap mendapatkan bantuan hand traktor dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DKPPP – KLU).
Rencananya, pada panen perdana yang diperkirakan di awal bulan Januari 2022 akan mengundang Bupati dan OPD terkait, untuk bersama sama menyaksikan langsung usaha yang di lakukannya, tutur Taufik.
@ng
Duta Petani Milenial KLU Diskusi dengan Wabup
Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter mengunjungi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan, untuk mita saran dan masukan dari kelompok tani
SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Dani Karter Febrianto Ridawan, S.T., M. Eng. melakukan kunjungan dalam rangka berdiskusi dengan tim Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM – DPA) KLU, di Dusun Lokoq Tujan Desa Sesait, Senin (11/10/21).
Kunjungan sekaligus diskusi berlokasi di kediaman Ismu Ningrat, Koordinator Daerah DPM-DPA KLU yang telah dikukuhkan dan mendapatkan S.K langsung dari Kementerian Pertanian pada 6 Agustus 2021 lalu.
Ismu Ningrat menjelaskan bahwa agenda tersebut digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan tentang Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.
“Agenda kami hari ini dalam rangka memperkenalkan diri kepada pihak pemerintah kabupaten Lombok Utara dan juga kami sangat berharap bisa bersinergi dengan pihak Dinas Pertanian di kabupaten Lombok Utara ini.” jelas Ningrat.
Pihak DPM-DPA KLU menjelaskan juga, telah membentuk kelompok-kelompok binaan dari beberapa desa dengan pendanaan pembinaan masih swadaya atau hasil dari iuran masing-masing tim dari Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM-DPA) KLU.
“Tim kami yang masih berjumlah 7 orang ini rata-rata telah memiliki kelompok-kelompok binaan di wilayah masing-masing dan karena kami ini statusnya relawan jadi pendanaannya swadaya atau iuran,” kata Ningrat
Kemudian pada sesi diskusi, Wabup Dani Karter menjelaskan, pihak pemerintah telah mengupayakan agar pengembangan sektor pertanian di daerah Lombok Utara bisa mendapatkan perhatian dari dinas-dinas terkait maupun pihak lain di luar pemerintahan.
Namun Dani mengungkapkan bahwa pihak pemerintah juga sangat membutuhkan saran atau masukan dari masyarakat maupun kelompok-kelompok tani guna meningkatkan pengembangan pertanian di daerah Kabupaten Lombok Utara pada umumnya.
“Kami juga butuh masukan-masukan dari semua pihak, terkait bagaimana mengembangkan sektor pertanian kita di KLU ini,” kata Dany
Peningkatan dalam bidang pertanian, dijelaskan bahwa perlu juga adanya pendataan setiap aspek yang ada di sektor pertanian tersebut.
Pendataan dari tingkat desa haruslah benar-benar sesuai dengan keadaan dilapangan agar pihak pemerintah dapat melakukan pembenahan secara tepat sesuai data yang didapatkan.
“Sebagai langkah pembenahan, kami juga sangat menghimbau agar pihak-pihak pemerintahan yang bekerja pada lingkup desa untuk memberikan data – data yang valid agar nanti ketika membuat SOP terkait peningkatan pengembangan setiap sektor termasuk juga sektor pertanian bisa tepat sasaran,” tutup Dani.
Han
MTQ IX Lombok Utara Digelar 11 – 15 Oktober 2021
Penyelenggaraan MTQ IX untuk mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara akan digelar mulai tanggal 11 Oktober hingga -15 Oktober 2021.
Hal itu diungkapkan Kabag Kesra, Alwi Agusto, S.Si., M.Pd, bahwa MTQ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara resmi digelar tanggal 11-15 Oktober 2021.
Penekanan kegiatan kali ini adalah mengukur perkembangan peserta Lombok Utara, untuk berjuang di tingkat yang lebih tinggi, mulai level Provinsi hingga Internasional.
Sehingga bisa menentukan metode pembinaan secara efektif dan berkesinambungan baik dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.
”Meskipun MTQ IX tahun ini digelar secara sederhana, karena masih pandemi Covid -19, namun kita berharap besar agar seluruh kafilah yang mengikuti nantinya dapat menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama Kabupaten Lombok Utara baik di tingkat Provinsi nantinya,” kata Alwi Agusto.
Alwi Agusto menambahkan, jumlah peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok utara ini sebanyak 193 kafilah yang terbagi sesuai jadwal kegiatan.
Plt. Sekda, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM selaku Ketua Dewan Hakam MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara mengatakan, kegiatan MTQ IX yang mulai digelar akan diselenggarakan secara sederhana dan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan.
Meskipun dilaksanakan sederhana, namun tetap kita mengharapkan kualitas maksimal dengan mengedepankan keadilan dan profesionalitas.
Adapun lokasi perlombaan dibagai dalam 7 (tujuh) arena, yaitu di Masjid Baiturrahim Islamic Center, Masjid Borok Samaguna, Masjid Al Muttaqin Kandang Kaoq, TPQ Nurul Hidayah dan 3 arena lainnya di SMPN 1 Tanjung.
“Semua peserta musabaqah tidak diperkenankan untuk menonton di arena lomba, melainkan di ruangan,” kata Anding.
Selebihnya masyarakat bisa menyaksikan melalui link atau Facebook Diskominfo yang disiapkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara.
Para wartawan media cetak dan elektronik di Lombok Utara turut mendukung agar informasi bisa diakses masyarakat luas, ungkapnya.
Di masing masing arena sesuai mata lomba selama 3 (tiga) hari pelaksanaan perlombaan yaitu pada tanggal 12, 13 dan 14 Oktober 2021.
Jumlah masing masing peserta Kecamatan Pemenang sebanyak 46 Kafilah, Kecamatan Tanjung 49 Kafilah, Kecamatan Gangga 25 Kafilah, Kecamatan Kayangan 45 Kafilah, dan Kecamatan Bayan 28 Kafilah.
Pelaksanaan lomba pada tanggal 12 Oktober 2021 adalah kafilah dari Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung.
Sedangkan tanggal 13 Oktober 2021 Kafilah Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Bayan.
Untuk penentuan final akan diadakan pada tanggal 14 Oktober 2021.
Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, mengharapkan dengan pelaksanaan MTQ kali ini dapat menghasilkan para juara juga melahirkan generasi qur’ani yang dalam dirinya mereka bumikan al Qur’an, sehingga Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah yang religious dan sejahtera.
“Sebagaimana VisiI-Misi Lombok Utara, InsyaAllah dan mohon dukungan semua pihak agar kegiatan MTQ IX KLU kali ini berjalan sebagaimana harapan,” katanya.
@ng
Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria KLU Dibuka Bupati
Rapat koordinasi atau rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Lombok Utara merumuskan banyak hal berkaitan tugas pokok gugus tugas reforma agraria
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021, di aula Kantor Bupati, Senin (11/10/21).
Hadir pula dalam rakor tersebut, Pj. Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, Kepala BPN KLU, H. Supardi, SH, MH, para Kepala OPD, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, serta para undangan.
Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, menyambut baik Rakor GTRA itu, salah satu tugas yang dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga terkait.
“Sebagai kepala daerah tentu saya menyambut baik rapat koordinasi yang diagendakan hari ini, dalam rangka merumuskan banyak hal berkaitan dengan tugas pokok gugus tugas reforma agraria” ungkapnya.
Bupati mengingatkan,reforma agraria itu tugas yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui hal yang berkaitan dengan pertanahan.
Maka atas dasar itu, terangnya, telah dibentuk tim di seluruh lini pemerintah yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional.
“Melalui kegiatan ini kita bisa menghindari konflik masalah pertanahan yang sering terjadi,” jelas bupati.
Dijelaskan pula, Gugus Tugas Reforma Agraria tersebut menunjukkan kehadiran negara atas berbagai permasalahan terkait aspek agraria, sosial, ekonomi, politik maupun pertahanan dan keamanan, bertujuan menata aset dan akses
“Saya mengharapkan hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pedoman, di samping aturan yang berlaku mengingat masih banyaknya wilayah yang belum tersentuh oleh pensertifikatan lahan di KLU,” pungkasnya.
Semantata itu, Kepala BPN KLU H. Supriadi, SH, MH mengungkapkan, ada dua kegiatan besar GTRA yaitu legalisasi aset, dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai sekarang
Dan telah menerbitkan sebanyak 28.807 bidang tanah bersertifikat dan ada 23.800 bidang tanah yang belum terdaftar atau bersertifikat sesuai data DHKP KLU tahun 2017.
“Dengan roadmap penyelesaiannya ditargetkan selesai pada tahun 2025, maka rata-rata penerbitan sertipikat per tahun sebanyak 5.950 bidang, sehingga seluruh bidang tanah yang ada di KLU sudah terdaftar seluruhnya,”pungkasnya.
Kegiatan lain, menurut Supriadi, penataan akses, melalui program pemberdayaan masyarakat dilakukan pada tahun 2018 di Desa Genggelang dengan komoditi durian Channe, pengembangan dan labeling bibit durian jenis unggulan lainnya, sehingga dapat dijadikan ikon Argowisata Lombok Utara kedepan.