RSUD KLU Sudah Memiliki UPL UKL, Termasuk IPAL

Meski sudah IPAL dengan teknologi baru, namun pengoperasinya di RSUD Tanjung masih menunggu Izin Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ RSUD Tanjung, Kabupaten Lombok Utara sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baru. Rumah sakit milik Pemkab Lombok Utara ini menjadi satu-satunya rumah sakit yang sudah memiliki IPAL dengan teknologi baru.

Hanya saja pengoperasian IPAL ini masih menunggu Izin Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

Kelengkapan usulan mulai dari daerah Kabupaten Lombok Utara dan kelengkapan dari Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah dikirim ke pihak berwenang di Pusat.

RSUD tANJUNG SUDAH PUNYA ipal
dr Made Suasa

“Kita masih menunggu izin itu,” tutur Direktur RSUD tanjung, dr I Made Suasa di ruang kerjanya, Jum’at (15/10/21).

Mengenai Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPKL-UPL) adalah Dokumen Lingkungan Hidup (DLH) yang harus disusun oleh pelaku usaha yang kegiatan usahanya tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup

BACA JUGA: 

Pembentukan Panitia Pilkades Samba, Sarjono: Sistem PAW Pertama di KLU

Menurut Made Suasa, RSUD Lombok Utara tidak serta merta mengoperasikan IPAL tanpa seizin yang berwenang.

Karena izin belum keluar dan harus mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), tambah dr. Made Suasa, saat ditrmui wartawan media ini.

Direktur RSUD Tanjung ini saat ditanya soal hasil pengolahan air limbah jika sudah beroperasi dimanfaatkan untuk apa? Dikatakan, hasil pengolahannya akan digunakan untuk menyiram tanaman di beberapa titik yang ada di lingkungan RSUD dan sekitarnya.

“IPAL di RSUD ini akan ditangani oleh orang-orang yang ahli di bidangnya,” terang Made Suasa.

Dijelaskan lebih lanjut, RSUD Tanjung cukup banyak menghasilkan limbah, utamanya limbah cair.

Limbah cair RS adalah semua limbah cair yang berasal dari RS yang mengandung Mikro Organisme, bahkan bahan kimia beracun dan radioaktif.

“Sumber-sumber limbah cair berasal dari ruang rawat inap, ruang rawat jalan, Instalasi IGD, Instalasi Hemodialisa dan penunjang lainnya seperti Laboratorium, Farmasi, Gedung Administrasi, ruang kantor dan lain yang ada di RS saat ini,” paparnya.

Sarana IPAL masih bagus dan belum pernah dipakai sama sekali, sementara ini pihaknya sedang membenahi administrasi termasuk karyawannya.

“Saya tidak mungkin bisa bekerja sendiri kalau tidak didukung oleh petugas RSUD dan pihak pihak lain yang berkepentingan,” ungkapnya.

Terlebih ia baru saja diberi kepercayaan sebagai Direktur RSUD Tanjung oleh Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH. Karena baru bertugas, maka banyak hal yang harus dipelajarinya.

Ditambahkan, IPAL sebagai sistem membrane semua limbah yang ada akan terkondisi dengan baik. Dan dapat menurunkan zat organik dalam air limbah (BOD,COD) ammonia, padatan tersuspensi serta phosphate dan lainnya bisa turun secara signifikan.

Sehingga  output hasil dari proses IPAL dapat memenuhi peraturan yang disyaratkan pemerintah.

Tahap-tahap proses penyaluran air limbah menggunakan pipa. Penampungan air limbah masuk ke bak kontrol dan bak sampit.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Air limbah dalam bak kontrol dan bak sampit dipompa ke bak Equalisasi/bak penampung, selanjutnya masuk ke bagian proses pengolahan dengan mesin dengan sistem Aerob dan Anaerob, setelah itu hasil outputnya masuk ke kolam yang ada.

Kembali dijelaskan oleh dr I Made Suasa, oprasional IPAL masih menunggu izin dari Kementerian LH Jakarta, pungkasnya.

@ng




Pembentukan Panitia Pilkades Samba, Sarjono: Sistem PAW Pertama di KLU

Kepala Desa Sambik BangkoL (Samba) terpilih meninggal dunia, dan untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kades dilakukan Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) tahun 2021

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Permusyawaratan Desa Sambik Bangkol (BPD Samba), Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara menggelar rapat Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) tahun 2021.

PAW semestinya dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Namun karena regulasi di tingkat kabupaten yang belum ada, sehingga baru bisa diselenggarakan tahun ini.

Rapat pembentukan panitia kepala desa PAW

Ketua BPD Samba, Madhan, S.Pd.I mengatakan itu saat rapat pembentukan Panitia Pilkades PAW di Balai Desa setempat, Sabtu (16/10/21).

Rapat dihadiri Penjabat Kades Samba, Sarjono, para anggota BPD, Sekdes Samba Hadianto, Kasi Pemerintahan Samba, Hamzah.

Hadir juga sejumlah Perangkat Desa Samba, Ketua MKD, Ketua LPM, unsur PKK, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Samba.

BACA JUGA: RSUD KLU Sudah Memiiki UPKL dan UKL, Termasuk IPAL

Dalam kesempatan itu, Madhan menerangkan dua sistem Pilkades yaitu sistem reguler dan sistem Pergantian Antar Waktu (PAW).

Pilkades reguler dilaksanakan periodik enam tahunan, seperti di 13 desa saat ini. Sementara Pilkades PAW itu melanjutkan sisa masa jabatan kepala Desa yang diganti.

PAW diselenggarakan karena (i) Kepala Desa berhenti dan/atau diberhentikan dengan sisa masa jabatan lebih dari 1 (satu) tahun; atau (ii) Kepala Desa terpilih meninggal dunia/berhalangan tetap sebelum dilantik.

Dalam konteks Desa Samba, lanjut Madhan, dilakukannya PAW karena Kepala Desa meninggal dunia.

“PAW diadakan untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kades yang diganti. Masa jabatan kades yang terpilih lewat PAW ini nanti nyaris kurang lebih 1,5 tahun,” kata Madhan.

Menurutnya, rujukan hukum Pilkades PAW itu adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 13 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu.

BACA JUGA: Selamat Datang Sang Juara 

“Komposisi panitia yang dibentuk terdiri dari unsur perangkat desa dan unsur tokoh masyarakat,” tutupnya.

Penjabat Kades Samba, Sarjono, mengungkapkan pentingnya nakhoda desa guna terselenggaranya fungsi Pemerintahan Desa dan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, ruang pemerintahan dalam sistem NKRI ada empat yaitu di Pusat dipimpin Presiden, di Provinsi dipimpin Gubernur, di Kabupaten/Kota dipimpin Bupati dan Walikota, serta di tingkat desa (otonomi murni) dinakhodai Kepala Desa.

Ia meminta semua pihak mengawal seluruh tahapan Pilkades PAW hingga dilantiknya Kepala Desa terpilih.

“Saya harap Pilkades sistem PAW ini harus berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Desa kita yang pertama menerapkan sistem Pergantian Antar Waktu ini. Menjadi Pilot Project di KLU, maka harus sukses dan meninggalkan kesan baik. Ini tugas kita bersama,” harap Pj. Kades Samba itu.

Oleh karena itu, demi kelancaran suksesi pimpinan desa setempat, kata Sarjono, panitia yang terbentuk nantinya harus cerdas dan memahami utuh regulasi PAW agar dikemudian hari tidak menimbulkan riak-riak demokrasi. Meskipun riak-riak dalam demokrasi itu, diakuinya, sebagai dinamika menuju masturitas dalam berdemokrasi.

“Kesuksesan Pilkades PAW ini nantinya dilihat dari dua indikator, yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses hasil (terpilihnya Kades) yang sesuai dengan harapan masyarakat dan mampu memimpin desa ini lebih baik ke depan,” terang Pj Kades yang juga Mantan Ketua IPMLU Yogyakarta itu.

Pj Kades Samba itu lantas berpesan panitia yang terpilih nanti bisa melaksanakan segala aturan perundang-undangan pemilihan, berlaku adil, bekerja secara profesional, netral dan kredibel.

“Ini semua agar kita bisa menciptakan suasana damai dan tentram sehingga siapapun yang terpilih jadi kades Samba bisa diterima masyarakat dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kasubbag Kompim pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda KLU ini mengajak multipihak untuk bersinergi dan bekerja sama satu dengan lainnya. Sebab, tegasnya, tanpa sinergi akan berat sesuatu bisa dilakukan.

“Pada berbagai kesempatan saya kerap sampaikan secerdas apapun orang tidak mungkin bisa melakukan sendiri apa yang diinginkannya tanpa kerjasama dengan orang lain. Kuncinya sinergi dan gotong royong,” pungkasnya.

Rapat pembentukan Panitia PAW itu berlangsung lancar, berkat koordinasi dan komunikasi yang baik, mulai dari acara pembukaan hingga pengambilan sumpah/janji panitia yang terpilih.

@ng




Selamat Datang Sang Juara

Ucapan selamat patut disampaikan pada para Kesatria Oahraga yang meraup medali 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua

ucapan selamat untuk atlet PON
Oleh: Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tidak ada pesta yang tiada berakhir. Sang Kesatria (Olahraga) telah berjuang keras mempertaruhkan jiwa raga bertempur di arena PON Papua, kehormatan dan kebanggaan telah dipertaruhkan.

Besok saatnya Sang Juara pulang dengan kepala tegak. Rakyat dan Pemprov NTB bangga (atas prestasi yang diukir) dan menyampaikan terima kasih. Para Kestria NTB pulang memboyong medali, meraup 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu.

Perolehan medali itu merupakan hasil yang istimewa dan membanggakan. Peringkat Sembilan adalah capaian yang paripurna. Jauh melebihi hasil pada PON-PON sebelumnya.

Sabtu (16/10) pagi, dari Jayapura, Ketua Kontingen, Bpk Mori Hanafi melaporkan dan koordinasi dengan Sekda tentang rencana kepulangan kontingen.

Pak Mori Hanafi bersama 122 orang atlet dan official hari ini akan meninggalkan tanah Papua. Dari Jayapura transit semalam di surabaya. Keesokan harinya, Minggu (17/10) rombongan tiba di BIZAM sekitar pukul 09.15.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Sambil menunggu rombongan yang berangkat dari Timika tiba di bandara BIZAM, rombongan akan menjalani protokol kesehatan berupa sweb antigen. Bila hasilnya negatif dapat pulang karantina mandiri. Bila hasilnya positif, akan di karantina di tempat yang sdh disiapkan. 5 hari ke depan dilakukan RT-PCR.

Ucapan selamat untuk atet PON NTB
Sprinter Muhammad Zohri meraih dua emas di PON XX Papua 2021 / Foto: Laman PON XX Papua 2021

Rombongan lain yang berangkat dari Timika, sebanyak 35 orang dipimpin Bpk H. MNS Kasdiono dan Bapak Suhaimi. Kloter ini akan melewati rute kepulangan dari Timika ke Makasssar dan transit bermalam di Makassar. Dari Makassar terbang ke Bandara Ngurah Rai Denpasar selanjutnya akan tiba di BIZAM hari Minggu pukul 12.00.

Rombongan kloter pertama yg tiba pukul 09.15, menunggu kedatangan rombongan kloter kedua krn di kloter Timika banyak juga peraih medalinya.

Kepulangan atlet yang berlaga di PON Papua ini memang tidak sekaligus. Bergantung jadwal bertandingnya. Atlet futsal misalnya sudah tiba beberapa hari yang lalu. Disusul beberapa cabor lainnya yg sdh lebih awal selesaikan pertandingan.

Ada juga atlet yang tidak pulang ke lombok tapi langsung terbang ke jakarta. Menyelesaikan Pemusatan latihan karena akan mengikuti event2 internasional.

Setelah 2 kloter ditambah atlet2 yang sudah pulang lebih dulu terkumpul,
panitia menyiapkan defile/arak-arakan atlet PON.

Rute konvoi/arak-arakan, dari BIZAM, putar masuk Kota Praya, menuju Puyung, Ubung, Kediri, Sweta, Cakra, Mataram dan finish di lapangan Sangkareang Kota Mataram.

Mobil konvoi antara lain mobil calling diskominfotik, vooreijder polisi, bus city tour berisi atlet peraih emas, mobil terbuka offroad, jeep, komunitas sepeda motor, mobil pimpinan OPD da lain-lain. Konvoi dipersiapkan dan tanggung jawab Kadispora dan Kadis Perhubungan.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Santong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

Dari lapangan Sangkareang disambut dan diiringi dengan aneka tetabuhan: Gendang Beleq, drum band dan lain-lain untuk menciptakan kemeriahan dan tanda suka cita.

Komunitas masyarakat Papua di Kota Mataram direncanakan ikut menyambut
Pahlawan yang sudah mengharumkan nama daerah. Khusus peraih medali emas direncanakan akan diusung dengan jaran kamput.

Prosesi arak-arakan dari lapangan sangkareang menuju Kantor Gubernur dipersiapkan dan menjadi tanggung jawab Kadis Dikbud. Karo Kesra melakukan pengaturan penyiapan musik-musik penyambutan dari sekolah-sekolah terpilih di Kota Mataram.

Penyambutan, ramah tamah, santap siang dan pembubaran kontingen di Kantor Gubernur. Gubernur, Wakil Gubernur bersama Forkopimda, Bupati/Walikota dan tamu undangan lainnya menunggu arak-arakan dan diundang ke Kantor Gubernur pukul 15.00. Acara ini disiapkan dan menjadi tanggung jawab Karo Umum, Karo Ekonomi dan Karo Adpim.

Acara syukuran dan pemberian bonus direncanakan pada saat syukuran/peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober seminggu setelah kedatangan.

Selesai acara para Bupati/Walikota membawa pulang atletnya dengan kendaraan dari daerah masing-masing. Untuk antisipasi agar atlet tidak pulang dengan angkutan umum open cup apalagi ojek seperti yang viral terjadi di daerah lain, Dinas Perhubungan ProVinsi sudah menyiapkan bus-bus Damri yang memang disiapkan untuk mengantar pulang atlet sampai kantor Bupati/Walikota.

Dari kantor Bupati/Walikota setempat diantar ke rumah masing-masin atlet oleh kendaraan dinas Pemda masing-masing.

Diantisipasi juga dari Pemprov yang akan mengantar pulang hingga ke titik akhir rumah atlet. Persiapan dan tehnis kepulangan di bawah koordinasi dan tanggung jawab Inspektur Provinsi.***

catatan; Lalu Gita Ariadi adalah Sekretaris Daerah (Sekda) NTB




MTQ Kabupaten Lombok Utara Ditutup Hari Ini

Penyelenggaraan MTQ IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara sudah berakhir, dan Bupati Djohan mengungkapkan senangnya karena banyak para santri dari Pomdok Pesantren di KLU yang berpartisipasi dalam MTQ kali ini

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH sangat mengapreasi prestasi yang dicapai peserta lomba Musabaqah Tilawatil Wur’an (MTQ) IX Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021 M/1443 H, yang berakhir hari Jum’at (15/10/12).

Penyelenggaraan MTQ IX tingkat Kabupaten Lombok Utara berlangsung mulai tanggal 11 sampai dengan 15 Oktober 2021 di Kecamatan Tanjung.

Bupati serahkan hadia pada salah satu pemenang dalam MTQ IX Penyerakan hadiah pada MTQ IX di Tanjung

Dalam acara penutupan itu, Bupati Djohan Sjamsu berharap agar prestasi yang dicapai di tingkat kabupaten, diteruskan sampai ke tingkat provinsi.

BACA JUGA:

Penyaluran Batuan Pedagag Kaki Lima dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

“Para juara di tingkat provinsi akan mendapatkan hadiah khusus dari Pemda Lombok Utara, agar menjadi semangat untuk terus berprestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” kata Bupati Djohan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Djohan juga langsung menyerahkan piala dan piagam penghargaan, serta hadiah kepada para pemenang lomba MTQ ke IX itu.

Bupati Djohan mengungkapkan rasa senangnya dengan banyaknya Pondok Pesantren yang tersebar di Lombok Utara, yang ikut berpartisipasi dalam lomba MTQ IX kali ini.

“Dengan adanya MTQ ini, makin terbumikan alquran sebagai pedoman dalam bermasyarakat,” ujar Bupati Djohan Sjamsu

Dewan Hakam MTQ IX telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Nomor: 02/DH/MTQ-KLU/IX/2021, tentang Peserta Terbaik dan Juara Umum MTQ IX KLU.

BACA JUGA: Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limba Berbahaya

Dalam SK penetapan pemenang itu juga disebutkan, peserta yang ditetapkan menjadi Juara I MTQ IX Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021, tidak otomatis diutus mewakili Kabupaten Lombok Utara pada MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2022 yang recananya berlngsung di Kabupaten Lombok Timur.

Kecamatan Pamenang keluar sebai Juara UMUM MTQ IX Kabupaten Lombok Utara.

Berikut nama-nama Peserta Terbaik pada MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021.

CABANG TILAWAH

Golongan Tartil Putra:                            

Juara I      L. Alil Assabil     (Kec. Bayan)
Juara II     Adam Abri Yuda (Kec Tanjung)
Juara III    Qianu Alfaris     (Kec Pemenang)

 Golongan Tartil Putri:

Juara I Naisa Afika                  (Kec Pemenang)                                                                Juara II Adika Rahmatul Aula   (Kec Kayangan)                                                                Juara III Baitka Anna Ahari      (Kec Tanjung)

Golongan Tartil Anak-Anak Putra:

Juara I  Ziyad Malik Alhakim       (Kec Kayangan)
Juara II Halimi                          (Kec Gangga)
Juara III M. Nabil Umami           (Kec Pemenang)

Golongan Tartil Anak-anak Putri:

Juara I Lina Safitri                         (Kec Pemenang)
Juara II Iswatun Hasanah              (Kec Tanjung)
Juara III Annur Handayani             (Kec Bayan)

Golongan Tartil Remaja Putra:

Juara I Irawan Hadi                        (Kec Pemenang)
Juara II Aditya Zulfi F                     (Kec Gangga)
Juara III Raden Joy Jaya P               (Kec Tanjung)

Golongan Tartil Remaja Putri:

Juara I Lia Wardani                          (Kec Pemenang)
Juara II Nila Rahmatin                      (Kec Gangga)
Juara III Laeli Cahyati                       (Kec Kayangan)

Golongan Tartil Dewasa Putra

Juara I Anamudin                              (Kec Kayangan)
Juara II Husna Hadi Yusron                (Kec Bayan)
Juara III Datu Yartijati                       (Kec Tanjung

Golngan Tartil Dewasa Putri:

Juara I Rahmawati                             (Kec Pemenang)
Juara II Denda Niaturrahmi                 (Kec Tanjung)
Juara III Hayati                                  (Kec Bayan)

II. CABANG QIRA’AT AL QUR’AN

Golongan Murottal Remaja Putra:

Juara I Toni Adrian                              (Kec Pemenang)
Juara II Nabil Abdul Majid                    (Kec Tanjung)
Juara III Suhaemi                               (Kec Kayangan)

Golongan Murottal Remaja Putri :

Juara I Novita Sari                                (Kec Pemenang)
Juara II Yunda Dewi                              (Kec Tanjung)                                              Juara III Baiq Siti Nurbayani                  (Kec Kayangan)

Golongan Murottal Dewasa Putra:

Juara I Ahul Hijar                                   (Kec Pemenang)
Juara II Ahmad Ridwan                           (Kec Kayangan)
Juara III Rifaldi                                      (Kec Gangga)

Golongan Murottal Dewasa Putri:

Juara I Baiq Esti Arin                               (Kec Kayangan)
Juara II Kudusiah                                    (Kec Pemenang)
Juara III Fitri Hidayah                              (Kec Tanjung)

Gol. Mujawwad Remaja Putra:

Juara I Adi Pratama                                 (Kec Tanjung)
Juara II Furkon Hatami                            (Kec Pemenang)
Juara III

Gol. Mujawwad Remaja Putri:

Juara I Dina                                             (Kec Pemenang)
Juaea II Mariani                                        (Kec Tanjung)
Juara III

Gol. Mujawwad Dewasa Putra:

Juara I Edi Pranata                                    (Kec Pemenang)
Juara II Sadam Faksindra                          (Kec Tanjung)
Juara III

Gol. Mujawwad Dewasa Putri

Juara I Yunika Sari                                     (Kec Pemenang)
Juara II Baiq Dewi Marina                           (Kec Kayangan)
Juara III Zurriyatun Insani                          (Kec Tanjung)

III. CABANG HIFDZIL QUR’AN

Golongan. 1 Juz dan Tilawah Putra:

Juara I Walfaizin                                        (Kec.Tanjung))
Juara II Haikal Aiman                                 (Kec Pemenang)
Juara III Wizarul Izarul Argi                        (Kec Kayangan)

Gol. 1 Juz dan Tilawah Putri

Juara I Yuina Safitri                                    (Kec Tanjung)
Juara II Adinda Aprilia P                              (Kec.Pemenang)
Juara III Satla Arrofifah                              (Kec Bayan)

Dewan Hakam MTQ IX tingkqt Kabupaten Lombok Utara                                           Ketua, TGH. DR. L. Muksin Efendi, MA

Ditetapkan di Tanjung
Pada tanggal,15 Oktober 2021

CATATAN: Masih banyak Cabang mata lomba dalam MTQ IX KLU yang tidak dicantumkan disini.red

@ng

 




Penyaluran Bantuan Pedagang K5 dan Warung, NTB Dinilai Terbaik

Dalam kujungannya di Kota Mtaram, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi pemberian BTPKLW di NTB, sebagai salah satu provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pujian menyenangkan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU, yang menilai Provinsi Nusa Tenggara Barat salah satu terbaik dalam penyaluran bantuan untuk pedagang kaki lima dan warung.

Menteri Hartarto menyampaikan itu saat meninjau dan memberikan langsung Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) kepada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang, Kamis (14/10/21).

Menteri Nilai NTB baik dalam penyaluran bantuan pedagang K5
Menko Airlngga dan Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam kunjungan itu, Menteri Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si.  dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

Seperti diketahui,  Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu.

“Saya sangat mengapresiasi pemberian BTPKLW di Provinsi NTB, hal ini menjadikan NTB sebagai provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan,” ungkap Airlangga.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovatif

Sebanyak  8.482 paket bantuan yang direalisasikan melalui Kodim 1606 Mataram sebanyak 1.300 paket bantuan paket  dan Kapolres Mataram sebanyak 7.182 paket bantuan. Setiap paket bantuan senilai Rp. 1.200.000 per paket bantuan.

Airlangga juga menuturkan bahwa program BTPKLW sebagai bentuk bantuan dari pemerintah kepada pedagang kaki lima dan warung yang pada saat PPKM tidak bisa berjualan.

Menurutya, program ini untuk membantu para PKL dan Warung yang saat PPKM dilarang berjualan. BPTKLW tersebut diharapkan mampu membantu usaha para pedagang kaki lima dan pengusaha warung di sekitaran kota Mataram, tambah menteri.

Salah satu pedagang kaki lima, Sahnan yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang mengaku berterima kasih kepada pemerintah karena telah berupaya membantu masyarakat untuk bertahan dan bisa berjualan kembali.

Sahnan menuturkan, selama pandemi pendapatannya hany sekitar 15.000. Padahal biasanya  pendapatannnya mencapai 300.000.

BACA JUGA: Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, ini bisa jadi modal kami,” kata Sahnan Penjual Jus dan minuman ringan.

Nn

 




Triathlon Mulai Dikenalkan 101 Tahun Lalu di Prancis

Lombok jadi ajang penyelenggaraan Triathlon dalam event Hutama Kaya Endurance Challence (HK Endurance Challence) yang direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km, ini pertama kali dikenalkan Triathlon

MATARAM.lombokjournal.com ~  Event HK Endurance Challence semula akan dberlangsung awal bulan Agustus lalu, tapi karena pandemi Covid-19 dilakukan reschedule, dan kini digelar tanggal 15-17 Oktober tahun 2021.

Triathlon atau yang disebut juga dengan Trilomba merupakan kompetisi dari serangkaian cabang olahraga seara berkesinambungan, yaitu renang, balap sepeda, dalam satu kesatuan waktu.

triathlon yang makin populer

Pemenan lomba Trilomba ini ditentukan ini juga merupakan kompetisi kecepatan waktu di mana peserta harus dapat membagi tenaga dalam setiap tahapnya.

Mungkin kita perlu megetahui sedikit sejarah Triathlon, mulai kapan jenis lomba ini diselenggarakan, siapakah pencetusnya?

BACA JUGA: Event HK EC 123K, Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

Lomba dalam tiga cabang sekaigus ini pertama kali dikenalkan oleh Scott Tinley. Pertama kali dikenalkan di Prancis sekitar pada 1920-an. Awalnya Trilomba ini diadakan merupakan bagian dari latihan bagi para atlet lari. Trilomba pertama kali diadakan di Pelabuhan Mission San Diego pada 1974.

Urutan perlombaan triathlon ini dilakukan secara berkesinambungan dengan transisi di antara renang ke sepeda dan sepeda ke Lari. Pemenang perlombaan ini dihitung berdasarkan penamat lomba tercepat termasuk waktu transisi.

Di ajang olimpiade Trilomba ini memiliki jarak yang bervariasi. Pertama ada Sprint Distance di mana jarak 750m untuk renang, 20km untuk sepeda dan 5km untuk lari. Kemudian ada Standard atau Olympic Distance dengan jarak 1500m untuk renang, 40km untuk sepeda dan 10km untuk lari.

Umumnya Trilomba ini pada digelar dekat perairan terbuka seperti laut, danau, sungai, dan kolam buatan outdoor. Kemudian rute sepeda bisa mengambil lokasi di jalan raya ataupun offroad untuk cross triathlon. Untuk rute lari sendiri bisa dilakukan di jalan raya, pedestrian, pantai, tanah dan di pegunungan.

Hingga kini Trilomba ini sangat populer di Indonesia. Meski harus diakui, karena dalam lomba olahraga ini membutuhkan stamina tinggi dan tentu pengalaman, biasanya para pemenang adalah para atlet yang sudah terlatih baik.

BACA JUGA: Triathlon Makin Ngetrend, Ollahraga Uji Daya Tahan Tubuh

Lombok juga menjadi tempat yang diminati dalam peyelenggaraan lomba olahraga ini. Tempat lain yang sudah kerap dilaksanakan antara lain di Jakarta, Bogor, Surabaya, Bali, Bintan, Palembang, Pariaman, Sungailiat, Belitung, Jepara, Sibolga, Tapanuli tengah, dan Pangandaran.

Tapi Lombok memang jadi tempat favorit bagi atlet-atlet berpengalaman, tentu saja bagi yang sekaligus ingin menikmati keindahan panorama.

Ist

 




Triathlon yang Makin Ngetrend, Olahraga Uji Daya Tahan Tubuh

Triathlon sering disebut juga dengan Trilomba, sudah ada sejak lama. Olahraga yang dipertandingkan dalam Triathlon ini adalah berenang, bersepeda dan juga lari

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tidak lama lagi Lombok menjadi tempat berlangsungnya HK Endurance Challence, merupakan olahraga Triathlon yang akan menempuh jarak kurang lebih 123 km.

Event HK Endurance Challence, tergolong event berskala Asia bahkan direncanakan menuju kelas dunia, seiring dengan ditetapkannya Lombok menjadi ajang MotoGP 2022.

lari merupakan bagian dari triathlon lari merupakan bagian dari triathlon

Triatlon makin menjadi olahraga yang ngetrend dan melejit di Indonesia. Meski sekarang pun banyak orang yang tengah menggalakkannya untuk melakukan pola hidup sehat, tentu saja olahraga ini memerlukan persiapan fisik yang memadai.

BACA JUGA: Event HK EC 123K, Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

Bayangkan, event HK Endurance Challence saja akan menempuh jarak 125 km, dan tentu diikuti atlet yang berpengalaman. Daya tahan fisik benar-benar akan diuji, karena peserta selain menempuh jarak panjang juga butuh persiapan utuk berlari, bersepeda dan berenang

Mengenal apa itu Triatlon?

Di Indonesia, Triathon sudah ada cukup lama, olahraga yang satu ini kian melejit dan memiliki banyak peminat.

Triathlon sering disebut juga dengan Trilomba, seperti bisa dikuti di wikipedia. Olahraga ini menggabungkan tiga cabang olahraga menjadi satu kesatuan.

Dalam praktiknya, olahraga yang dipertandingkan dalam Triathlon ini adalah berenang, bersepeda dan juga lari. Ketiga olahraga ini dilakukan secara berkesinambungan atau berkelanjutan dan harus diselesaikan dalam satu waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Triathlon sendiri adalah olahraga yang menggabungkan antara kecepatan dan juga ketangkasan untuk menyelesaikannya. Untuk dapat menyelesaikan olahraga ini, dibutuhkan stamina yang cukup besar.

Hal itu dikarenakan, Triathlon ini merupakan cabang olahraga yang cukup menguras energi apalagi seseorang harus dapat menyelesaikan tiga olahraga sekaligus dalam satu waktu.

Seseorang itu pun juga diwajibkan berpacu dengan waktu agar semua olahraga dapat dituntaskan dengan baik.

Selain sudah mulai dipertandingkan pada ajang Asian Games 2018 yang lalu, Triathlon juga telah dilombakan pada ajang Olimpiade. Hanya saja, untuk di Olimpiade sendiri Triathlon juga masih terbilang baru karena baru saja diperlombakan pada ajang beberapa Olimpiade yang lalu.

Maka tak heran, Triathlon pun kian dikenal oleh masyarakat luas saat ini.

Ketentuan Triathlon

Mengutip dari sini Triathlon sendiri paling umum dilakukan dengan urutan renang – sepeda – lari. Namun, urutan ini dapat divariasi tergantung dari format kompetisi yang akan ditentukan.

Sehingga, Triathlon sendiri juga tergolong menjadi salah satu olahraga yang cukup fleksibel dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

Berbeda dengan olahraga lain khususnya estafet, dalam Triathlon sendiri dilakukan secara berurutan namun tetap ada jeda istirahat selama transisi dari olahraga satu ke yang lainnya.

Pemenang sendiri akan ditentukan berdasarkan orang yang berhasil menyelesaikan seluruh lomba dengan waktu yang paling cepat termasuk juga waktu jeda yang dihitung.

Manfaat Triathlon

Manfaat dari olahraga Triathlon ini sangat besar dan tak bisa Anda anggap remeh. Bersumber dari Planetsports, ada segudang manfaat Triathlon yang wajib Anda ketahui.

Manfaat pertama yang jelas bisa diperoeh dari Triathlon adalah menguatkan tubuh dengan maksimal. Pasalnya, dengan mulai melakukan olahraga Triathlon, secara tak langsung seluruh otot dan saraf Anda pun akan menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.

Apalagi, Anda pun akan langsung mendapatkan manfaat dari tiga olahraga sekaligus.

Selain itu, seluruh bagian tubuh juga akan jauh lebih kuat dengan melakukan olahraga Triathlon ini. Berenang sendiri akan membantu menguatkan tubuh bagian atas dan tulang Anda.

Sementara itu, untuk bersepeda dan lari sendiri akan menguatkan tubuh bagian bawah sekaligus membantu untuk melatih ketangkasan Anda.

Manfaat berikutnya,  membuat energi tubuh menjadi lebih kuat. Triathlon merupakan olahraga yang membutuhkan energi besar.

Maka dari itu, dengan Anda rutin berlatih olahraga ini secara tak langsung juga akan membantu untuk meningkatkan energi tubuh dan ketahanan tubuh Anda dengan baik.

BACA JUGA:

Berlatih Triathlon juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan kombinasi olahraga renang, sepeda dan lari ini sangat cocok untuk menjaga organ tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.

Sehingga, berbagai penyakit pun tak dapat masuk ke tubuh Anda sekaligus juga dapat meredakan stres.

Bagi yang saat ini mungkin tertarik untuk melakukan olahraga Triathlon ini, maka sangat penting untuk memerhatikan asupan makanan dan vitamin.

ist




Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limbah Berbahaya

Memanfaatkan fasilitas Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat penting, sebab air limbah yang dibuang bebas tanpa pengolahan sangat berbahaya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan bagian penting dalam mengolah limbah cair di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Kabupaten Lombok Utara.

Namun masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui pentingnya fasilitas IPAL termasuk prosedur operisionalnya sebagaimana RSUD Tanjung saat ini.

Masyarakat belum paham fasilitas IPAL
dr Made Suasa

Direktur RSUD Tanjungr. dr.I Made Suasa menuturkan, air limbah yang dibuang secara bebas tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu sangat berbahaya bagi masyarakat yang terpapar.

“Contohnya saja kegiatan rumah sakit yang limbahnya infeksius. Jadi bisa menimbulkan penyakit,” ucapnya pada Kamis, (14/10/21).

Made menuturkan, belum lagi misalnya senyawa organik yang terkandung di dalam air limbah bisa menyebabkan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) atau BOD (Biological Oxygen Demand) tinggi.

BACA JUGA: 

Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Sumber Air Irigasi Jauh Lokasinya

Senyawa itu kalau terlepas di lingkungan dapat menyebabkan konsumsi oksigen sangat tinggi.

Adanya IPAL di RSUD ini bukan berati tidak berfungsi atau rusak, namun masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

“Kita tidak bisa memanfaatkan fasilitas tanpa mengikuti prosedur, namun pihak RSUD sudah melengkapi segala kelengkapan yang berkaitan dengan usulan baik di daerah hinggga ke Kementerian LH di Pusat, “ tutur dr. Made.

dr Made juga sedang menata dan membenahi internal karyawan maupun administrasi, karena Ia baru saja ditugaskan di tempat yang baru.

“Saya ingin bekerja untuk masyarakat kita di Lombok Utara sesuai bidang saya, dan saya butuh waktu yang tidak sedikit untuk membenahi internal RSUD ini,” katanya.

Ia berharap, semua pihak saling menjaga dan kalau ada suara sumbang terdengar di luar sana, perlu didiskusikan untuk mencari solusi terbaik.

“Saya juga manusia biasa dan tak lepas dari kekurangan, namaun saya senang kalau kita sama sama saling mengingatkan jika ada hal yang perlu sisampaikan,” imbuhnya.

Khusus berkaitan dengan IPAL ini memang sesuatu yang sangat vital katanya.  Itu pun bukan saja di RSUD, namun juga di Puskesmas, Perhotelan dll.

Belum lagi kegiatan-kegiatan yang menghasilkan limbah berupa nutrien, misalnya fosforus dan nitrogen.

BACA JUGA: Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19

Contohnya rumah makan, itu kan menghasilkan air limbah yang mengandung fosforus dan nitrogen itu kalau lepas ke lingkungan dapat menyebabkan eutrofikasi.

“Tapi saya tidak menyentuh kesana,  dan itu kira kura gambaran lain selain di RSUD ini,” tutur Direktur RSUD yang belum genap satu bulan menjabat ini.

@ng




Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Air Irigasi Jauh Lokasinya

Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU, agar bisa memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB di belakang Pasar Tanjung.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sejumlah perwakilan kelompok dan petugas pengatur air desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara mendatangi Kantor Unit Pelayanan Terpadu UPTD Tanjung untuk mengadu nasip “Kelompok Tani Sokong Sari” kesulitan dengan air irigasi yang cukup jauh dari sumbernya.

Kelompok Tani akan memanfaatkan sumur bor yang ada di Tanjung

Tidak jarang mereka tidak bisa mengolah lahan secara bersamaan dalam mengikuti pola tanam di musim kemarau, lantaran kesulitan pembagian air untuk bisa menjangkau lokasi.

Nurtip selaku Ketua P3A Mekar dan Tigarto Ketua “Kelompok Sokong Sari” mengatakan pada wartawan media ini, Kamis (14/10/21).

Menurutnya, sudah bersurat ke BWS Provinsi Nusa Tenggara Barat melaui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lombok Uatara pada tanggal 11 Mei 2021.

BACA JUGA: Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limbah Berbahaya

Namun hingga saat ini belum ada jawaban, padahal petani “Kelompok Sokong Sari” sangat membutuhkan untuk pengairan seluas 25 hektare.

Senada dengan I Wayan Sudanta, Bendahara Kelompok Sokong Sari. Ia prihatin dengan anggotanya terutama di musim kemarai seperti sekarang ini, tuturnya.

I Wayan Sudanta mengaku sudah mencoba juga menyedot air dari kali Sokong.  Namun karena keterbatasan sarana yang menunjang, kekuatan mesin tidak seimbang dengan luasan sawah yang diairi, sehingga usahanya kandas dan tidak maksimal.

Karena itu pula “Kelompok Tani Sokong Sari” bersurat ke BWS Provinsi NTB melalui PUPR KLU untuk diberikan memanfaatkan Sumur Bor bantuan BWS NTB yang berlokasi di belakang Pasar Tanjung.

Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti, S.Pt, sangat mendukung niat baik petani untuk bisa memanfaatkan Sumur Bor yang ada di seputaran persawahan Sokong Tanjung.

Daripada nganggur dan tidak di rawat, lebih baik berikan kepercayaan kepada kelompok tani untuk di manfaatkan di musim kesulitan air seperti ini, kata Aki Suharti.

BACA JUGA: Event HKEC 123k, Kegiatan Besar di Tengah Pandemi

“Saya juga bersyukur dengan cara mereka datang ke kantor untuk berdiskusi mengenai masalah mereka. Sayangnya hingga saat ini belum ada respon dari pihak BWS provinsi NTB, terkait pemanfaatan Sumur Bor ini untuk mengurangi beban petani kita disini,” ungkapnya.

@ng

 




Event HK EC 123k, Kegiatan Besar Di Tengah Pandemi

NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi jelang berlangsungnya world superbike dan MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ini event besar lainnya jelang world superbike atau WSBK, yaitu Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC).

Event ini semula akan dilangsungkan awal bulan Agustus lalu, tapi terkendala pandemi Covid-19 karena itu tertunda. Akhirnya dilakukan reschedule, dan kini akan digelar tanggal 15-17 acara puncak di bulan Oktober tahun 2021.

Melalui Konferensi Pers di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (13/10/21), Ketua Panitia HKEC, Okta menjelaskan terkait ppenundaan itu. Dan ia pun menegaskan, kegiatan HK Endurance Challenge sudah sekelas Asia dan direncanakan sekelas dunia.
Menurutnya, kegiatan ini dinamakan HKEC, karena ini adalah olahraga triathlon.

“Tentunya diselenggarakan dan diikuti oleh atlet atlet yang sudah berpengalaman,” jelas Okta.

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Hk Endurance Challenge direncanakan menempuh jarak kurang lebih 123 km. Start dari Gili Air sampai DI Pantai Sire menempuh sekitar 2 km, kemudian lanjut bersepeda sampai dengan masuk kawasan ITDC Mandalika yang panjangnya kurang lebih 100km.

Setelah itu dilanjutkan dengan run atau berlari sepanjang 20 km, sehingga di namakan HKEC dalam satu dekade itu 123km atau 123.Hampr dipastikan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini jumlahnya sekitar 100 peserta dari 18 negara internasional yang notabene semuanya sudah tinggal di Indonesia. Asal peserta yang dari 18 negara itu mewakili 5 benua Eropa.

Ketua Panitia HKEC Lombok Series itu juga menjelaskan, ada 100 peserta yang terdiri dari 60 peserta asal Indonesia dan 40 peserta adalah WNA yang menetap di Indonesia.
Partisipan asing yang bergabung berasal dari 18 negara yang mewakili 5 benua.

Diterangkan, usia peserta termuda berusia 19 tahun berasal dari NTB dan yang tertua adalah partisipan WNA berusia 65 tahun.

BACA JUGA: Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19 

Jumpa wartawan dalam kegiatan HC Endurance Challence, menurut Kadis Pariwisata NTB yang hadir saat itu, diharapkan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, NTB bisa menyelenggarakan event besar di tengah pandemi.

Harapannya, melalui konferensi pers, seluruh informasi terkait dengan penyelenggaraan HKEC ini bisa paripurna diberitakan.

Ist
.