Sembilan Besar PON XX, Menuju Lima Besar PON XXII

Setelah sukses meraih prestasi sembilan besar di PON XX di tanah Papua, Gubernur NTB mulai canangkan target masuk lima besar tahun 2028, bila NTB jadi tuan rumah PON XXII

Setelah sembilan besar, Menuju Lima Besar di PON XXII
Oleh: Lalu Gita Aryadi (Sekda NTB)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rasa syukur, bangga dan bahagia terlihat jelas di raut wajah Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE MSc dan ibu Hj. Niken Saptarini Widyawati SE MSc.

Ekspresi yang sama juga tampak di wajah Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah MPd, anggota Forkopimda Provinsi dan semua yang hadir pada acara penyambutan kepulangan atlet PON XX.

Penyambutan para ksatria olahraga yang sukses berlaga di PON XX di tanah Papua itu, diadakan hari Minggu (17/10/21) di halaman Kantor Gubernur NTB.

Dalam suasana euforia, Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para atlet, pelatih dan official yang semuanya sudah berjuang maksimal. Capaian 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu serta berada di peringkat 9 nasional adalah sebuah capaian yang patut disyukuri dan dibanggakan.

BACA JUGA: Selamat Datang Sang Juara

Selain apresiasi, 3 point penting juga disampaikan Gubernur dalam sambutannya.

Pertama, bonus untuk atlet. Kedua, perhatikan masa depan atlet. Ketiga, canangkan target masuk 5 besar nasional bila kelak tahun 2028, NTB bernasib jadi tuan rumah PON XXII.

Memang Pemerintah Propinsi NTB saat ini sedang berjuang keras menjadi tuan rumah kembar bersama NTT atau bersama Pemprov Sunda Kecil – Provinsi Bali, NTB dan NTT.

Setelah PON XX Papua, PON berikutnya akan diadakan di Propinsi Atjeh dan Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Mengingat tahun 2024 tahun politik momentum penyelenggaraan Pemilu, Pilpres dan Pilkada serentak, bisa jadi PON XXI diundur ke tahun 2025.

Seperti halnya PON XX Papua mestinya dilaksanakan tahun 2020. Berhubung tahun 2020 Republik ini dilanda Covid 19 maka pesta olahraga nasional empat tahunan itu ditunda ke tahun 2021.

Lalu apa yang harus dilakukan pasca suka cita penyambutan atlet PON XX Papua?

Terkait pemberian bonus, Pemerintah Provinsi NTB sedang berjuang keras memenuhinya sebagai apresiasi atas perjuangan yang dilakukan para atlet. Para patriot olahraga memang luar biasa. Mereka sudah tunjukkan wirage, wirase, wirame yang prima.

Pertama, mereka berjuang mengendalikan emosi diri agar tetap tampil penuh konsentrasi. Kedua, berjuang mengalahkan musuh di depan mata. Ketiga, berjuang melawan Covid-19 atau di-‘covidkan’. Keempat, berjuang melawan takut adanya ancaman gangguan keamanan di tanah papua.

Pemberian bonus juga bisa bermakna stimulus agar ke depan, atlet terus termotivasi menunjukkan prestasi terbaiknya. Pèmberian bonus kepada atlit, tiap daerah berbeda-beda. Tèrgantung kemampuan keuangan masing-masing. Pemberian bonus mempedomani berbagai ketentuan yang ada. Termasuk merujuk Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Inonesia nomor 21 tahun 2020 atau ketentuan lainnya.

BACA JUGA: Membanggakan, NTB Meraih Peringkat 9 STQ XXVI di Maluku

Menyangkut masa depan atlet, Gubernur memberi atensi khusus. Atlet harus memiliki masa depan yang bagus. Jangan sampai atlet dipuja bagai dewa kala jaya tapi merana dihari tua. Karenanya Gubernur berjanji memfasilitasi atlet ke dunia kerja baik di jajaran Pemerintah Daerah, BUMD maupun institusi lain.

Beberapa atlet bahkan ada yang langsung minta dan siap bergabung menjadi KOWAD maupun Polwan. Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal SIK MH dan Danrem 162 Wirabhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani langsung merespon dengan sigap untuk diprioritaskan.

Selanjutnya, pasca PON XX apa yang harus disiapkan? Menghadapi PON XXI mau tidak mau kita harus mulai persiapan sejak tahun 2022. Mengapa demikian ?

Pertama, banyak atlet kita yang “Peak Performance” nya sudah lewat dan bisa jadi prestasi terakhirnya di PON XX. Secara alamiah kemampuan fisik dan mental atlet akan menurun. Atlet yang akan pensiun harus dicari gantinya.

Misalnya untuk bola voli putri, akan terjadi regenerasi. Ajang pencarian bibit atlet muda berbakat harus segera di lakukan dan ditangani dengan baik. Kejuaraan dan pertandingan singleevent dan multievent secara berjenjang di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus diagendakan dan terjadwal dengan baik.

Kini pengurus Cabor harus kerja keras mengangkat atlet lapis junior menjadi tumpuan melalui pelatda terprogram dalam 3 tahun ini.

Kedua, harus segera dilakukan evaluasi yang cermat untuk proyeksi target ke depan. PON XX memberi pesan kuat ada cabor yang tetap produktif sebagai langganan medali emas seperti volly pantai, tinju, atletik.

Ada cabor yang memberi kejutan baru yang tidak terlalu diunggulkan sebelumnya yaitu Balap Motor. Ada pula cabor yang dulunya selalu jadi pundi-pundi medali emas tapi di PON Papua tak mampu berbuat sebagaimana diharapkan.

Pencak silat misalnya. Dulu menjadi cabor andalan. Kini nyaris tak terdengar. Dulu kita berhasil melahirkan pesilat-pesilat tangguh seperti Maryati, Milasari, Mardiansyah, Nurhidayati, Syaiful, Wahyu dan lain sebagainya.

Kini kenapa cabor Pencak Silat melempem? Apa yang terjadi dengan IPSI? Tampaknya dinamika internal IPSI perlu diatensi. Sejatinya cabor ini pernah berjaya dan langganan medali emas.

Medali emas Balap motor punya makna tersendiri. Cabor ini bila ditangani sungguh-sungguh akan memiliki prospek bagus sekaligus bisa jadi anak tangga untuk lahirkan pembalap berkelas dunia. Hal ini relevan dengan icon pariwisata sport tourism MotoGP kita yang telah memiliki Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombok Tengah. Dari IMI NTB harus mampu lahirkan Valentino Rossi baru di masa datang.

Ketiga, bila ada cabor yang tidak lagi efektif, konflik internal yang tak berkesudahan, harus ada keberanian untuk segera perbaikan total agar atlet tidak dirugikan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi, Ketua KONI dan segenap pengurus Cabor harus mampu berkomunikasi dan konsolidasi yang baik agar target-target medali yang sudah ditentukan dapat diraih dengan baik. Ego dan konflik dalam kepengurusan Cabor harus dihentikan karena sungguh merugikan atlet dan juga daerah.

Keempat, kita harus fokus menentukan cabor unggulan yang potensial merebut medali emas. Tinju, Tarung Derajat, Kempo, Karate, Muathay dan olahraga keras lainnya bisa jadi ladang emas yang potensial, terutama pada mata lomba yang tidak kental penilaian subyektifnya.

Cabor Atletik masih jadi primodona. Di Atletik tidak kurang ada peluang 40 an Medali Emas. Pengurus PASI harus tetap solid. Pelatih harus bekerja keras lahirkan atlet tangguh seperti Lalu Zohri.

Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang merupakan wadah pembinaan dan pelatihan atlet berbakat dan potensial untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi, harus terkelola dengan baik sebagai embrional lahirkan atlet unggul. Bakat alam yang dimiliki banyak atlet kita bagaimanapun harus mendapatkan sentuhan managemen olahraga modern.

Kelima, Cabor dan nomor pertandingan peraih medali emas perak dan perunggu segera ditetapkan sebagai cabor Unggulan melalui pelatda jangka panjang dengan pelatih kaliber nasional. Dengan pelatih yang handal skill atlet akan meningkat. Try out untuk menimba pengalaman dan mengasah mental agar tidak demam panggung menjadi sesuatu yang penting. Pemberian gizi yang memadai, latihan fisik, pendampingan psikologi, dokter khusus selama pelatda adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Kesemuanya membutuhkan dukungan anggaran yang tidak bisa dibilang kecil. Karena nya pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus bersinergi mendukung atlet untuk fokus ke upaya peningkatan prestasi.

Keenam, sarana prasarana latihan atlet harus segera dibenahi. Disinilah makna strategis perjuangan dan keuntungan menjadi tuan rumah. Akan terbangun sarana prasarana olahraga yang berstandar nasional/internasional. Karenanya bidding tuan rumah PON XXII tahun 2028 mendatang harus dipersiapkan dengan baik.

Bila berhasil menangkan bidding sebagai tuan rumah kembar bersama provinsi tetangga, kita harus canangkan Tri Sukses PON. Pertama, sukses penyelenggaraan. Semua peserta puas. Sportivitas terjaga. Sillaturrahmi nasional lewat olahraga tercipta.

Kedua, sukses prestasi dengan indikator masuk ranking 5 besar nasional dengan koleksi medali emas yang meningkat signifikan didukung atlet handal berlevel nasional dan internasional. Ketiga, sukses ekonomi dan promosi daerah.

Dengan menjadi tuan rumah, orang dari berbagai penjuru akan datang banjiri daerah kita. Sektor perdagangan dan jasa menggeliat. Hotel restourant terisi, cinderamata terbeli, taxi ojek wira wiri. Aneka transaksi terjadi, potensi dan peluang investasi terealisasi. Bidding jadi tuan rumah PON XXII harus terbukti. Vini vidi vici.***




Penyelenggaraan WSBK & MotoGP 2022,  Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

Studi Komparasi ke Itali yang diakukan tim Studi Komparasi Pemprov NTB, tujuannya agar penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022 bisa berlangsung sukses

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Pemprov NTB dikirim ke Italia untuk melakukan Studi Komparasi, agar sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan event MotoGP seperti Itali.

Italia merupakan negara yang telah puluhan kali sukses menjadi tuan rumah penyelenggaa MotoGP,  karena itu Provinsi NTB perlu belajar banyak pada negara tersebut.

disamut kepolisisan Remini di Itaili saat studi penyelenggaraan MotoGP2022 Ridwansyah dan dr Jack studi penyelenggaraan Motogp2022

Studi Komparasi ke negeri pizza itu berlangsung pada hari kamis-jumat, tanggal 21-22 Oktober 2021. Di hari pertama, kedatangan Tim Studi Komparasi Pemprov NTB diterima oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.

BACA JUGA: Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri

Di hari kedua, Tim Studi Komparasi Pemprov NTB mengunjungi Missano Circle Circuit MotoGP Marco Simoncelli dengan melihat langsung di lapangan dan didampingi oleh jajaran Kepolisian Daerah Remini, Italia.

“Italia sudah puluhan tahun menyelenggarakan MotoGP. Kita (di NTB) bahkan di Indonesia belum punya pengalaman untuk itu. Karena itu, kita harus banyak mencontoh sistem yang diterapkan Italia,” jelas Ridwansyah, Kepala Dinas PUPR yang melakukan studi komparasi tersebut, didampingi Direktur RSUD NTB.

Kegiatan tersebut menghasilkan beberapa hal, di antaranya Pemprov NTB akan mengadopsi berbagai tehnis dan sistem penyelenggaraan acara.

Mulai soal Ruang Command Center, apabila terjadi kontijensi, keamaan, penempatan medical center, screening penonton, hingga berbagai regulasi lainnya.

Serta, keamanan protokol kesehatan yang biasa dilakukan saat penyelenggaraan event tersebut. Seperti, setiap penonton diwajibkan untuk mengisi aplikasi kesehatan (semacam aplikasi pedulilindungi Indonesia).

BACA JUGA: Membanggakan, NTB Peringkat KE-9 STQ Nasional XXVI

“Kita perlu bangun sistem screening penonton berbasis IT untuk pemeriksaan kesehatan/PCR atau antigen sesuai prokes,” tandas dr. Jack, sapaan Direktur RSUD Provinsi NTB.

diskominfotikntb

 




Balita Lahir Tanpa Anus, HBK PEDULI Bantu Biaya Operasi

Melalui Yayasan HBK PEDULI, Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, HBK istiqomah membantu masyarakat dan kaum dhuafa, termasuk baiaya operasi balita yang lahir tanpa anus

MATARAM.lombokjournal.com  ~ Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK), melalui Yayasan HBK PEDULI, istiqomah membantu masyarakat tidak mampu di Pulau Seribu Masjid.

Rannya Agustyra Kristiono menjenguk balita yang lahir tanpa anusa

Baru-baru ini, HBK melalui yayasannya membantu biaya operasi seorang balita bernama Muhammad Ramdan, usia 6 bulan tinggal  di Desa Batulayar, Dusun Batulayar Utara, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang lahir tanpa dubur.

“Saya tidak memiliki pretensi apapun, murni saya ingin membantu. Adalah hak setiap anak NTB untuk bisa menjalani hidup secara normal,” kata HBK, Sabtu (23/10/21).

Ceritanya, sebuah pesan berantai masuk ke telepon genggamnya yang dikirim seseorang  yang menceritakan kondisi seorang balita di Batulayar, Lobar yang terlahir tanpa anus.

Dituturkan, balita tersebut sempat dibawa dan dirawat ke Rumah Sakit. Kemudian Dokter membuatkan anus pengganti, semacam lubang di bagian perutnya sebelah kiri.

BACA JUGA: Statemen Presidium KAHMI Lobar, Lalu Winengan, Dinilai Ngawur

Butuh biaya yang tidak sedikit untuk operasi pembuatan anus balita tersebut. Namun, kedua orang tuanya, Iran dan Mahnim yang hanya bekerja serabutan setiap hari tidak mampu membiayai.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan tidak bisa mengcover biaya operasi tersebut. Orang tuanya akhirnya memilih memboyong sang buah hati kembali ke rumah. Mendapat perawatan seadanya, kondisi balita tersebut kian hari kian memprihatinkan.

HBK tak bertanya banyak, politisi Partai Gerindra tersebut langsung memastikan untuk membantu balita malang tersebut.

Tokoh yang dikenal humble dan dermawan ini memerintahkan langsung Tim HBK PEDULI untuk mempersiapkan semua apa yang dibutuhkan untuk memperlancar proses operasi balita dari Gumi Patut Patuh Patju tersebut.

Selain membantu biaya pengobatan balita tersebut, HBK Peduli juga akan membantu asupan nutrisinya agar kondisi kesehatan dan imun tubuhnya tetap terjaga dengan baik selama masa perawatan.

Bantuan Alsintan untuk Petani

Pekan ini merupakan pekan yang padat sekali untuk HBK Peduli. Sejumlah bantuan diserahkan kepada masyarakat, antara lain bantuan alat industri pertanian untuk kelompok tani di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang meliputi lima Hand Traktor, Power Treasure, dan tiga Cultivator.

Selain Alsintan, pada saat sama HBK juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Penyerahan bantuan dilakukan Sekretaris Yayasan HBK PEDULI, Rannya Agustyra Kristiono yang disaksikan Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Al Khairi.

Bantuan ini melengkapi bantuan Alsintan yang sebelumnya diserahkan kepada kelompok tani di Mataram dan  Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Dan kemudian akan menyusul bantuan serupa untuk kelompok tani daerah lain.

Rannya Agustyra Kristono mengatakan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk memberdayakan masyarakat petani di Pulau Seribu Masjid. Sekaligus membantu masyarakat dan kaum dhuafa, mengingat kesulitan hidup yang terus mendera di tengah pandemi Covid19.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

“Mohon jangan dilihat dari nilai bantuannya. Ini adalah salah satu ikhtiar pak HBK yang ingin melihat para petani di Pulau Lombok bisa hidup sejahtera,” kata Rannya.

Bantuan tersebut disambut antusias dan rasa syukur oleh para petani. Sukaman, perwakilan kelompok tani  dari Sengkol mengemukakan, bantuan yang telah diterima akan sangat memberi nilai tambah untuk para petani.

Bantuan Usaha Jamur Tiram

Dari penyerahan bantuan alat pertanian ini, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB Ali Al Khairy didampingi Sekretaris HBK Peduli, Rannya Agustyra Kristiono  kemudian meninjau usaha budidaya jamur tiram yang dikelola masyarakat di Kelurahan Leneng, Loteng. Usaha budidaya tersebut mendapat bantuan langsung dari HBK PEDULI.

HBK PEDULI membantu alat press baglok untuk budidaya jamur tiram ini. Diserahkan pula bantuan alat sterisasi media (open jamur) dan rumah jamur yang mampu menampung 3.000 baglok, juga bantuan modal untuk pembibitan dan budi daya.

Usaha jamur tiram yang dibantu HBK PEDULI pada saat ini sudah kian eksis. Satu unit usaha milik masyarakat bisa mendulang omzet hingga Rp 4 juta sebulan.

Jamur dikemas dalam kemasan higienis dan dijual dengan harga sangat terjangkau yakni Rp. 1.000,- untuk setiap kemasan sehingga menjadi idola bagi masyarakat.

“Langkah ini selain sebagai strategis pemasaran, juga untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses sumber pangan yang bergizi namun harganya tidak mencekik,” kata Budiman, Ketua Sentra Jamur HBK Peduli Kab. Loteng.

Pada Jumat pagi, HBK PEDULI juga menggelar aksi bagi-bagi telur segar untuk keluarga tidak mampu di Kota Mataram. Bantuan serupa digelar untuk masyarakat yang bermukim di Kab. Lobar pada Sabtu, 23/10/2021, bertempat di kawasan sekitaran kediaman HBK di Jalan Loco – Senggigi.

HBK dan Rannya terjun langsung ikut mendampingi Tim HBK Peduli Kab. Lobar menyalurkan bantuan telur segar tersebut.

“Semoga bantuan ini akan secara konsisten kita lakukan sehingga HBK PEDULI dapat terus melayani rakyat dengan semangat cinta, silaturahmi, dan kesetiaan,” tutup Rannya dengan gestur milenialnya.***

Me




Maulid Adat di Bayan, Lombok Utara, Dihadiri Gubernur NTB

Saat mengikuti Maulid Adat, Gubernur juga ke desa adat Bayan. Selain memiliki destinasi wisata budaya, tempat ini disebut punya sejarah panjang masuknya islam di Pulau Lombok

BAYAN,KLU.lombokjournal.com ~  Di berbagai tempat di Kabupaten Lombok Utara, masyarakat adatnya sedang memperingati Maulid Rasululah, yang penyeenggaraannya berlangsug di Masjid Kuno yang ada di masing-masing desa.

Gubernur mengikuti upacara Maulid Adat di Bayan

Di antara maraknya penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, salah satunya dan dianggap paling lengkap prosesi ritualnya yakni yang berlangsung di Masjid Kuno di Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Hari Kamis (21/10/21), Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Bayan Kabupaten Lombok Utara.

“Berkunjung ke Bayan adalah perziarahan panjang menembus batas dan waktu,” kata Gubernur Zul saat menghadiri Maulid Adat di Bayan Lombok Utara.

BACA JUGA: Maulid Adat Tiap Tahun Juga Berlangsung di Desa Pansor 

Ia juga mengajak masyarakat untuk berkunjung ke desa adat Bayan. Menurut catatan sejarah, selain memiliki destinasi wisata budaya tempat ini memiliki sejarah panjang tentang masuknya islam di Pulau Lombok.

“Sesekali datanglah ke Bayan di Lombok Utara untuk bersilaturrahim dengan kearifan,”ajaknya.

Maulid Adat Bayan merupakan kegiatan adat terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Dilaksanakan selama 2 hari oleh masyarakat adat Bayan sebagai bentuk penghormatan terhadap Rasulullah.

“Acara yang sangat luar biasa,” puji gubernur saat bersama Bupati, Wakil Bupati dan Sekda KLU.

BACA JUGA: Wabup Danny Hadiri Peringatan Maulid Adat di Dusun Batu Lilir

Gubernur NTB ini juga menyampaikan rasa terima kasih atas undangan dan sambutannya yang luar biasa, kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda KLU dan masyarakat adat Bayan KLU.

Diskominfotik




Membanggakan, NTB Peringkat Ke-9 STQ Nasional XXVI

Prestasi Provinsi NTB dalam STQ Nasional XXVI cukup membanggakan karena perjuangan berat telah menorehkan catatan penting meraih Peringkat Ke – 9

MALUKU.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB berhasil meraih peringkat ke – 9 dari 34 Provinsi se – Indonesia yang mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXVI di Sofifi, Provinsi Maluku Utara.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh peserta yang telah berjuang dan berhasil membawa harum nama NTB pada kancah nasional.

Prestasi membanggakan dilarih para Kafilah NTB di STQ Nasional di Maluku

“Luar biasa kontingen STQN kita mewakili NTB di Maluku Utara,” tutur Bang Zul pada postingan Facebooknya, Jum’at (22/10).

Senada dengan Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan mendoakan agar perjuangan seluruh peserta mendapatkan berkah dari Allah SWT.

BACA JUGA: Bunda PAUD Kecamatan dan Desa se Lombok Utara Dikukuhkan

“Alhamdulillah, selamat kepada Yuni Wulandari, Salah satu Qori’ah NTB, telah meraih juara satu pada Cabang Tilawah Golongan Dewasa di STQ Nasional Maluku Utara..InsyaAlloh berkah..,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. NTB, Dra.Hj.Baiq Eva Nurcahyaningsih,M.Si selaku Ketua Rombongan Kafilah NTB mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah dan seluruh stakeholder serta masyarakat NTB yang telah mendukung dan mendoakan seluruh peserta STQ.

“Alhamdulillah, terimakasih atas semua dukungan dan do’anya, Provinsi NTB berhasil meraih peringkat ke 9,” tutur Bunda Eva.

STQ Nasional XXVI Tahun 2021, Kota Sofifi Prov. Maluku Utara yang berlangsung tanggal 16 – 25 Oktober 2021. Provinsi NTB berhasil meraih beberapa juara, di antaranya dari Cabang Tilawah Golongan Dewasa Putri, Provinsi NTB berhasil meraih Qoriah Terbaik 1 atas nama Yuni Wulandari dengan nilai 97,66.

Cabang Hifzhil Quran Golongan 5 Juz dan Tilawah diraih oleh  Hafidzah Harapan 1 atas nama Arfah Wulandari.

Cabang Hifzhil Quran Golongan 30 Juz Putra diraih oleh Hafidz Terbaik 3 atas nama L. Muh. Khairurrazzaq Al Hafizi  dengan nilai 95,50.

BACA JUGA: Bupati Djohan Terima Kunker Dirjen Kebudayaan Himar Farid

Cabang Hifzhil Quran Golongan 30 Juz Putri diraih oleh Hafidzah Harapan 3 atas nama Salwa Salsabila. Cabang Tafsir Golongan Bahasa Arab Putri diraih oleh Mufassirah Harapan 2 atas nama Annisa Maulida.

Diskominfotik




Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri 

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC, yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit tanggal 12 – 14 November 2021, kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan IATC (Idemitsu Asian Talent Cup), digelar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Jumat (22/10/21), di Pendopo Gubernur NTB.

Pelaksanaan IATC bulan November

Event Idemitsu Asian Talent Cup (IATC) yang akan digelar bulan November 2021, di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit, penyelenggaraannya diserahkan ke Pempov NTB.

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

Dengan catatan bertanggungjawab terkait keamanan fasilitas di arena Sirkuit, menjamin kebersihan dan pemberlakuan Protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh penonton.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Syaratnya, mewajibkan penonton divaksin 2 kali, melakukan rapid antigen dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, jumlah penonton IATC diperkirakan sebanyak 15.000 penonton, terdiri dari masyarakat NTB dan Anak-anak SMA/SMK dan Santri di NTB.

“Yang ditangani oleh Dorna hanya event World Superbike (WSBK) dan MotoGP, sedangkan IATC diserahkan pelaksanaannya sepenuhnya kepada pemerintah daerah,” jelas Bang Zul.

Seluruh OPD terkait lingkup Provinsi NTB, diminta untuk mengambil bagian untuk mensukseskan pelaksanaan event tersebut.

Event ini merupakan ajang untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan pelajar kita, untuk memberikan kesempatan kepada junior, memancing minat mereka terhadap dunia motor sport.

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penonton, gubernur meminta agar standarisasi terkait protap keamanan, dan pemberlakuan Protokol kesehatan pada event IATC disamakan dengan event WSBK.

“Ini wujud partisipasi, supaya kita tidak jadi penonton di tempat sendiri,” ujarnya.

Sebelum event IATC dilaksanakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, akan mengerahkan siswa-siswa SMA/SMK untuk melakukan pembersihan dan kegiatan penghijauan di sekitar Sirkuit Mandalika.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Gubernur meminta agar event ini dapat dibuat semeriah mungkin, melibatkan masyarakat, melibatkan penyanyi lokal kita, tentunya dengan tetap menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas di Sirkuit.

Event ini juga akan dijadikan ajang untuk pameran produk lokal UMKM NTB, seperti produk sektor kesehatan, Motor Listrik dan berbagai jenis produk-produk lokal NTB.

“Ini dari kita, oleh kita untuk kita, prinsipnya,” tutupnya.

Diskominfotikntb




Statemen Presidium KAHMI Lobar, Lalu Winengan, Dinilai Ngawur

Presidium KAHMI Lobar yang menyampaikan statemen aksi HMI Cabang Mataram menyambut 2 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf tidak menyenangkan masyarakat, dibalas dengan kecaman

MATARAM.lombokjournal.com ~ Aksi Demonstrasi HMI Cabang Mataram menyambut 2 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf di DPRD NTB, Jum’at (22/10/21) membuat 3 kader HMI terluka dan satu bocor di bagian kepala, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Meski menimbulkan peserta demo terluka, namun aksi  itu justru menuai kecaman, yang dilontarkan Presedium KAHMI Lombok Barat, Lalu Winengan.

Ia mempertanyakan dan menyayangkan sikap HMI Cabang Mataram yang turun aksi, yang mengusung isu tidak menyenangkan rakyat.

Terlebih dengan aksi membakar ban dan merusak fasilitas tidaklah mencerminkan kelompok terpelajar.

HMI Kmisariat UMMAT mengecam statemen Lalu Winengan
Muhammad Iqbal Kharisma

Kecaman Winengan itu lantas dibantah Muhammad Iqbal Kharisma, Ketua Umum HMI Komisariat UMMAT.

Kharisma mengatakan, apa yang dilakukan HMI Cabang Mataram sebaliknya justru membuat masyarakat senang.

“Tuntutan yang diusung untuk kepentingan masyarakat dan memperjuangkan nasib masyarakat. Dan itu sesuai tujuan HMI, mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridho’i Allah SWT,” kata Kharisma.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Menurutnya, HMI Cabang Mataram pun melakukan kajian isu yang jelas sesuai dengan data yang ada. Dalam pembahasan isu bukan hanya persoalan di NTB saja, namun juga membahas dari Sabang sampai Merauke.

Soal pembakaran ban yang dilakukan masa aksi adalah bentuk kekecewaan terhadap DPR Provinsi NTB yang tidak menemui masa aksi.

“Dengan tegas saya membantah, tidak ada fasilitas yang dirusak oleh massa aksi HMI Cabang Mataram,” tegasnya.

Dan Kharisma menegaskan pula, statemen yang disampaikan Presedium KAHMI LOBAR telah melukai Hati Kader HMI se-Indonesia.

Lebih-lebih kader Komisariat yang berada di Muhammadiyah, karena Sekretaris Umum Komisariat M. Darwis Universitas Muhammadiyah Mataram yang menjadi korban.

M. Darwis teah mendapatkan tindakan refresif dari pihak kepolisian, sehingga mendapatkan 5 jahitan di kepala.

Lebih lanjut, Winengan diminta membaca dulu rilis dan tuntutan yang dibawa oleh HMI Cabang Mataram.

“Agar tidak asal berstatemen, yang bagi saya, sangat ngawur,” kata Kharisma.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Apa yang dilakukan Winengan dinilai tidak mencerminkan sekali sebagai alumni HMI, yang dimana harus membela kebenaran.

“Bukan malah tunduk kepada kekuasaan dan yang paling penting yang harus diingat KAHMI tidak akan ada tanpa HMI,” katanya.

Nn




Maulid Adat Juga Berlangsung Tiap Tahun di Desa Pansor

Selama ini Maulid Adat di Kabupaten Lombok Utara yang banyak jadi perhatian media hanyalah di Bayan, padahal Maulid Adat tiap tahun juga berlangsung di Desa Pansor, Kecamatan Kayangan

PANSOR,KLU.lombokjournal.com ~ Perhelatan Maulid Adat di KLU, menjadi salah satu identitas yang dibanggakan oleh masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Khususnya di Bayan, perhelatan Maulid Adat yang berangsung tiap tahun selalu jadi perhatian media.

Para tetua ada pada saat berlangsungya Maulid Adat

Padahal upacara Maulid Adat tidak hanya berlangsung di Bayan, tapi juga berlangsung di Desa Pansor, Kayangan, yang rutin dilakukan tiap tahun meski jarang terekspos media.

Masyarakat Adat Lombok Utara menggelar upacara Maulid Adat yang berpusat di masjid kuno atau Masjid Adat di beberapa lokasi, salah satunya di Desa Pansor, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Nilai-nilai adat tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Pansor demi melestarikan warisan nenek moyang mereka.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau Dilakukan Masif di KLU

Upacara Maulid Adat di Desa Pansor dilaksanakan hari Kamis hingga hari Jum’at  (21 – 22/10/22), dengan berbagai rangkaian upacara adatyang berfokus di masjid adat desa Pansor.

Penghulu Adat Desa Pansor, JP Kuswara menjelaskan, Masjid Adat Desa Pansor awalnya berdiri di “genggirang” pada hutan “alas bana” yang kemudian dipindahkan ke tengah-tengah pemukiman warga desa Pansor.

Masjid Adat Desa Pansor diselenggarakan betujuan untuk mempersatukan masyarakat desa Pansor baik masyarakat adat maupun masyarakat pendatang.

Kemudian upacara Maulid Adat Desa Pansor tidak digelar dengan beberapa agenda atau ritual adat yang diwarisi secara turun temurun.

“Beberapa tahun yang lalu sempat ada selisih faham sehingga menjadi kendala dalam upacara Maulid Adat, kemudian sekarang kami dapat bersatu kembali dalam melestarikan adat budaya yang ada di Desa Pansor ini,” jelas Kuswara

Kemudian Kuswara sangat berharap, ada perhatian lebih dari pemerintah terkait adat budaya, hingga situs-situs yang menjadi peninggalan nenek moyang dapat dilestarikan secara baik.

Dan itu bisa tetap menjadi warisan berharga bagi setiap generasi di kabupaten Lombok Utara.

“Kami berharap kepada pemerintah bahwa setiap upacara atau warisan adat budaya bisa dilestarikan, termasuk yang ada di desa Pansor ini.” kata Kuswara

Pada kesempatan yang sama, Kuswara juga menyampaikan harapannya kepada setiap pemuda agar tidak merasa malu atau enggan untuk melestarikan adat budaya yang ada di desa Pansor khususnya.

Karena generasi muda adalah harapan bagi setiap warisan budaya yang ada, jika tidak dilestarikan secara turun temurun maka lambat laun setiap adat dan budaya yang ada bisa saja terlupakan.

BACA JUGA: Wabup Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Dusun Batu Lilir

“Harapan saya selaku orang tua, generasi muda bisa turut melestarikan adat secara baik karena pemuda yang sungguh-sungguh melestarikan adat dengan baik maka pemuda itu bisa menjadi pemuda yang baik dan tangguh.” Jelas Kuswara

Han




STQ Nasional di Maluku, Wulandari dan Khairurrazak Melaju

Dari 16 peserta asal Provinsi yang berangkat mengikuti STQ Nasional XXVI di kota Sofifi Maluku Utara, hanya 2 orang yang lolos melaju ke final

MALUKU.lombokjournal.com ~  Yuni Wulandari dan Lalu Muhammad Khairurrazak Al-Hafiz,  peserta STQ asal NTB, masing-masing dari cabang Tilawah Golongan Dewasa, dan Cabang Hifzil Quran Golongan 30 Juz,  melaju ke babak final.

Dua peserta NTB yang melaju ke final STQ Nasional di Maluku

Kafilah NTB yang berangkat mengikuti STQ Nasional XXVI di kota Sofifi Maluku Utara, sebanyak 16 orang. Mereka sudah berjuang menampilkan kemampuan terbaik dengan perjuangan yang luar biasa.

Peserta asal Provinsi NTB hanya menyisakan 2 orang, yang masuk final di Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional XXVI tahun 2021 di Kota Sofifi Provinsi Maluku Utara.

“Alhamdulillah terdapat dua peserta yang masuk final. babak final akan berlangsung hari ini,” jelas Kepala Biro Kesra Setda NTB, Drs. Sahnan M, Kamis (21/10/21)

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Bu Risma

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan babak final hari bisa mengunjungi channel YouTube STQHN XXVI Malut 2021 hari ini.

Di tempat terpisah, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah minta doa dari masyarakat NTB, agar kedua peserta yang melaju ke final itu mendapatkan hasil yang terbaik dan bisa mengharumkan nama NTB.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

“Mohon doa semua masyarakat NTB, semoga keduanya mendapatkan hasil yang terbaik,” harap gubernur di Mataram, hari Kamis.

Ikp

@diskominfotik).




Pelaksanaan FGD Pasca Gempa, Wabup Danny Jadi Narasumber

Dalam pelaksanaan FGD, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara, Dany Karter ungkapkan dampak gempa bumi di KLU hampir 80% infrastruktur luluh lantah, baik rumah penduduk, jalan raya hingga sarana perkantoran maupun fasilitas umum

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST MEng menjadi salah satu Narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, Kamis (21/10/21).

Pelaksanaan FGD yang diinisiasi Unram BPD NTB

FGD yang bertemakan “Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Fisik Sektor Pemukiman dan Infrastruktur,” dihadiri Perwakilan BPBD Provinsi NTB Ilham Ardiansyah ST MT, BPKP NTB Dwi Winarno SE MAP, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unram Muhamad Ali PhD serta undangan lainnya.

Kegiatan FGD ini merupakan inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB bekerjasama dengan Universitas Mataram.

Wakil BupatiLombok Utara, Danny Karter dalam peyampaiannya mengatakan, Lombok Utara menjadi bagian terdampak paling utama pada gempa bumi 7,0 skr 2018 silam hingga menelan korban jiwa mencapai ratusan orang.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Temakau, Dilakukan Masif di KLU

“Dampak gempa bumi saat itu hampir 80% infrastruktur luluh lantah, baik rumah penduduk, jalan raya hingga sarana perkantoran maupun fasilitas umum lainnya,” kata Dany di depan para undangan.

Ia menjelaskan, tentang progres dan upaya pemulihan dan peningkatan fisik sektor pemukiman dan infrastruktur di Kabupaten Lombok Utara, yang hingga saat ini masih berjalan.

Sementara Ketua LPPM UNRAM Muhamad Ali PhD, pada laporannya menyampaikan “bahwasanya UNRAM melakukan pendampingan baik ekonomi, sosial, politik maupun fisik dalam rangka percepatan pemulihan”.

“Unram dalam hal ini adalah penghubung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, diharapkan mampu bekerja secara maksimal,”ungkapnya.

BACA JUGA: Wabup Danny dan Kepala DKPPP Serap Aspirasi Petani Tegalan  

Selepas pemaparan beberapa Narasumber, acara dilanjutkan dengan diskusi terkait penyampaian Narasumber.

@ng