Sebutan ‘Inaq-Amaq’ Masyarakat Sasak, Punya Akar Tasawuf

Salah satu keturunan Alawiyyin, Dr. H. S. Ali Jadid al-Idrus, M. Pd mengatakan, sebutan Amaq, sebutan Inaq itu merupakan simbol-simbol tradisi tasawuf

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Meski tidak banyak, ada juga sebagian masyarakat Sasak Lombok di era sekarang, ada yang gengsi memanggil orang tuanya dengan panggilan Inaq-Amaq (bhs Ind. Ibu-Bapak).

Anak-anak Sasak (suku asli di Lombok) di masa kini lebih banyak memanggil orang tuanya dengan panggilan ibu-bapak, ayah-bunda, mama-papa, dan mami-papi.

Padahal panggilan Inaq-Amaq memiliki makna yang mendalam jika dikaji melalui ilmu tasawuf.

Munculnya berbagai tradisi di Lombok tidak terlepas dari pengaruh penyebaran Islam di pulau ini. Salah satu tradisi tersebut adalah sebutan Inaq-Amaq untuk panggilan pada Ibu-Bapak.

BACA JUGA;

Menparekraf Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Desa Senaru

“Sebutan Amaq, sebutan Inaq itu sebuah bentuk simbol-simbol tradisi tasawuf yang sangat dalam,” kata salah satu keturunan Alawiyyin, Dr. H. S. Ali Jadid al-Idrus, M. Pd, (Kamis, 29 Juni 2017) yang lalu.

Jadi ucapan Ali Jadi Al Idrus itu tentu sudah berlangsung lama.

Kata “Inaq” berakar dari kata Bahasa Arab “Inaun” yang berarti wadah. Sederhananya kata inaq-amaq memiliki makna orang yang mewadahi.

Inilah salah satu tradisi yang mempertemukan tradisi muslim dari Timur Tengah dengan masyarakat lokal.

“Inaq, amaq itu kalau dalam ilmu tasawuf itu orang yang mewadahi. Di situlah titik temunya tradisi kami dengan Lombok ini khususnya,” jelas dosen di UIN Mataram ini.

Seperti diketahui penyebaran Islam ke Nusantara, khususnya Lombok salah satunya melalui strategi pendekatan tasawuf.

Di samping itu, selain tradisi panggilan inaq-amaq, masih banyak lagi tradisi di Pulau Lombok yang mengandung nilai tasawuf.

“Tinggal nanti bisa diukur tradisi Lombok itu banyak mengandung tasawuf. Orang-orang Lombok itu sangat cinta dengan tasawuf. Di situlah titik temu mereka itu,” jelasnya.

Sehingga Jadid menegaskan, orang memanggil orang tuanya dengan panggilan inaq-amaq bukanlah orang kampungan atau jadul.

BACA JUGA: Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

“Jadi jangan berpikir orang sebut inaq, orang sebut amaq itu orang second line. Tidak. Tidak ada strata seperti itu,” tegasnya.

@ng




Olahraga Menjanjikan Insentif Elektoral yang Besar

Patut diapresiasi politisi yang berkecimpung memina olahraga secara profesional, dan mereka akan memperoeh insentif elektoral

MATARAM.lombokjournal.com ~ Fenomena politisi NTB yang marak terjun langsung membina pengembangan olahraga secara profesional di Bumi Gora patut diapresiasi.

Langkah tersebut dipastikan akan menjadikan industri olahraga NTB kian pesat. Sementara bagi politisi, olahraga juga menjanjikan insentif elektoral yang besar.

“Olahraga itu bisa menyempurnakan karir politik seseorang,” kata Bambang Mei Finarwanto, SH, Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 di Mataram, Kamis (4/11/2021).

Didu, begitu Bambang Mei karib disapa mengemukakan, sudah banyak bukti bagaimana karir politik seseorang bisa melejit setelah terjun langsung membina pengembangan olahraga.

Didu tak hendak menyebut satu persatu. Namun contoh nyata tak hanya di Indonesia. Tapi juga di luar negeri. Di Italia misalnya. Bagaimana Silvio Berlusconi, Presiden klub sepakbola ternama Negeri Pizza, AC Milan, bisa menapaki karir politik cemerlang hingga menduduki kursi Perdana Menteri Italia.

Sementara di tanah air bagaimana sejumlah politisi mampu meraih kursi Kepala Daerah, atau duduk di lembaga legislatif di daerah hingga pusat, berkat keterlibatannya yang all out membina pengembangan olahraga.

Didu menegaskan, dirinya tak hendak mendorong politisasi olahraga. Justru sebaliknya, ia hendak mendorong agar pengembangan olahraga di NTB kian bergairah, kian profesional, sehingga bisa menjadi industri yang akan memberi nilai tambah tinggi bagi daerah.

Para politisi mapan NTB yang notabene memiliki sumberdaya finansial, adalah salah satu pihak yang bisa memberi daya ungkit untuk mewujudkan hal tersebut.

Sama seperti kalangan swasta dan para pengusaha yang juga memiliki daya ungkit serupa.

“Soal insentif elektoral, jangan dikhawatirkan. Hal itu pasti akan datang dengan sendirinya seiring dengan prestasi olahraga yang datang,” kata Didu.

Dicontohkan, bagaimana seorang Nazaruddin Dek Gam, tokoh muda di Aceh, minim pengalaman politik, bisa membalikkan posisi dari semula tokoh yang tak diperhitungkan, kini malah terpilih menjadi Anggota DPR RI dengan perolehan suara yang signifikan.

Padahal nomor urut yang diperoleh dalam Pemilu 2019 lalu bukanlah nomor urut yang diidamkan para politisi. Semua bermula dari pilihan Nazarudin yang terjun mengelola klub sepakbola Persiraja Banda Aceh.

Tangan dingin Nazaruddin menjadikan Persiraja promosi ke Liga 1, liga sepakbola kasta tertinggi di Indonesia. Persiraja pun kini tercatat sebagai klub sepakbola tanah air yang disegani.

Padahal sebelumnya sudah berbilang tahun selalu berkutat di liga kasta terbawah. Persiraja pun menjadi buah bibir dan menghadirkan kebanggaan kolektif bagi warga Aceh.

Didu menerangkan, Nazaruddin tak ngoyo berkampanye saat Pileg 2019, juga tak mempolitisasi Persiraja. Misalnya memanfaatkan klub dan para pemainnya yang diidolai publik di Tanah Rencong untuk berkampanye.

Sebaliknya justru Nazarudin fokus dan menyibukkan diri meningkatkan prestasi klub.

Hasilnya, para penggemar Persiraja memberi apresiasi dengan memilihnya saat Pileg berlangsung. Nazaruddin pun melenggang ke Senayan.

“Olahraga dan politik memiliki perbedaan habitat. Namun, pencapaian Nazaruddin membuktikan betapa olahraga seksi secara politis karena menjadi media perekat yang bisa mewujudkan kebersamaan,” tandas Didu.

Mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini menekankan, ibarat kendaraan, olahraga yang dikelola secara profesional dan mampu menghadirkan kebanggaan dan prestasi bagi daerah, adalah kendaraan yang bisa mengantar seseorang mencapai harapan dan cita-citanya.

“Dan ingat. Sebagai kendaraan, olahraga itu kendaraan yang istimewa. Sebab ia adalah kendaraan indah dengan kapasitas yang sangat besar,” tandas Didu.

Karena itu, dia menekankan memang di tahap awal, butuh pengorbanan besar. Termasuk dari sisi finansial. Namun, Didu memastikan investasi tersebut tak akan pernah sia-sia.

“Sudah pasti akan mendatangkan kebaikan bagi daerah. Kebaikan bagi masyarakat, dan kebaikan sang owner itu sendiri ,” kata Didu.

Itu sebabnya, ia pun mendorong para politisi mapan NTB untuk mengambil peran dalam memajukan olahraga lain di NTB, yang juga menanti sentuhan-sentuhan tangan dingin sehingga bisa berprestasi di tingkat regional, nasional, dan bahkan internasional.

Didu menekankan, olahraga memiliki nilai-nilai universal. Olahraga itu mempersatukan.

Di sisi lain, daya akomodasi olahraga sangat strategis dalam menggeliatkan akselerasi sektor lain dalam proses pembangunan daerah. Pendek kata, olahraga bisa menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saatnya sekarang olahraga menjadi sentral magnetik oleh para “ilmuwan dan seniman” politik NTB,” tandas Didu.

Me




Menparekraf RI Menganugerahkan Desa Wisata Terbaik di Senaru

Pengnugerahan Desa Wisata Indonesia 2021 dilakukan langsung Menparekraf Sandiaga Salahudinn Uno di Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Tahun ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan kegiatan “Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021″ dengan tema Indonesia Bangkit.

Pengaugerahan ini bertujuan mendorong dan mengembangkan Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Bupati Djohan bersama Menparekraf Sandiaga

Bupati dan Wakil Bupati berbincang dengan Menparekraf

Dari total 1.831 Desa Wisata ADWI tahun 2021, setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri sejak April lalu, hasilnya Desa Senaru, Kecamatan Bayan masuk 50 Besar ADWI.

Penganugerahan langsung dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, yang disaksikan oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dan Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, di Desa Senaru pada Kamis (04/11/21).

BACA JUGA: Desa Senaru Sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik 2021

Tampak hadir pula Kasrem 162 WB, Kadispar NTB, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansah SH, Ketua PKK KLU Hj. Galuh Nurdyiah SH,Kepala OPD KLU,serta undangan lainnya.

Menparekraf RI Sandiaga Uno menyampaikan, Kegiatan Penganugerahan Desa wisata sebagai awal dari kebangkitan Parawisata Indonesia di masa Pandemi.

“Saya mendapatkan momen luar biasa di Senaru ini dimana ada women guide dan ini bagian dari promosi yang luar biasa di miliki Desa Senaru,” tuturnya Sandiaga.

Dengan keindahan luar biasa Wisata Senaru, akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Terlebih dengan ada event Internasional WSBK dan Moto Gp di Mandalika, dengan keindahan yang dimiliki Desa Senaru nantinya akan dipromosikan di Internasional Simposium yang akan diikuti oleh 23 Negara.

Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan ucapan selamat datang di Desa Senaru pada Menparekraf.

Seperti diketahui, Desa Senaru menjadi salah satu dari 6 Desa Wisata di Kabupaten Lombok Utara.

“Harapan kita, pandemi Covid 19 berakhir dan Pariwisata kita bangkit kembali seperti dulu,” harapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Danny mengutarakan, dengan masuk Senaru 50 Besar ADWI akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan daerah ke depan.

Dengan masuknya Desa Senaru 50 besar ADWI Sinergitas antara Pemda dengan Pemerintah Pusat dalam pengembangan desa wisata terus ditingkatkan ,mengingat di KLU memiliki 6 desa wisata.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity Melalui Vaksin OTR

“Selamat saya ucapkan kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Senaru yang masuk dalam 50 ADWI Tahun 2021, dan kita jadikan momen ini sebagai pendorong semangat dalam peningkatan pariwisata di daerah khususnya di Senaru,” kata Wabup Danny,

Kegiatan ADWI di Desa Senaru berlangung meriah, dengan pertunjukan kesenian khas Bayan dan pameran stan UMKM dan lainnya.

@ng




Pengumpulan Data Kependudukan, NTB Sukses 100 Persen

Suksesnya Provinsi NTB dalam pengumpulan data kependudukan bermanfaat dalam perencanaan pembangunan mewujudkan NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.comPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dinobatkan sebagai provinsi yang sukses 100 persen pengumpulan data menggunakan smartphone, dalam Launching Pendataan Keluarga 2021 (PK21) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB.

“Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua tim pendataan keluarga. Kader, Supervisor, dan Manajer provinsi sampai dengan lini lapangan seluruh kabupaten/kota se-NTB,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd saat menerima penghargaan itu secara daring di ruang kerjanya, Kamis (04/11/21).

PK21 merupakan kegiatan pengumpulan data primer tentang data kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

BACA JUGA: Lansia di NTB Diharap Tetap Produktif di Masa Tua

Data-data yang telah dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk menentukan dan memetakan keluarga mana yang berisiko melahirkan anak stunting.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, SpOG (K).

“Data PK21 memetakan keluarga sasaran berpotensi risiko stunting dengan penapisan keluarga pra sejahtera, sanitasi, akses air bersih, rumah tidak layak huni, dan pendidikan ibu rendah,” katanya.

Ummi Rohmi berharap, ke depan hasil pendataan keluarga di NTB dapat berguna dan bermanfaat dalam perencanaan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kami berharap selanjutnya hasil pendataan keluarga ini dapat bermanfaat dalam perencanaan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat demi mewujudkan Indonesia Maju menuju NTB Gemilang,” jelas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity Melalau Vaksin OTR

Dengan diluncurkannya Pendataan Keluarga tahun 2021, para stakeholders dapat memetakan resiko stunting anak di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di NTB.

Nn

diskominfotikntb




Lansia di NTB Diharap Tetap Produktif di Masa Tua

Para lansia dan pralansia di NTB dapat terus diberdayakan dan diperhatikan sehingga bisa tetap produktif dan mandiri di masa tuanya

MATARAM.lombokjournalcom ~ Kelumpok lanjut usia (lansia) di Prov NTB diharapkan dapat tetap produktif di masa tua mereka.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati saat menerima kedatangan Kelompok Kebugaran Lansia dan Pralansia Indonesia (KLPI) di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (04/11/21).

Ketua Kelompok Kebugaran Lansia bertemu Hj Niken

“Semoga dengan adanya komunitas ini, para lansia dan pralansia di NTB dapat terus diberdayakan dan diperhatikan sehingga bisa tetap produktif dan mandiri di masa tuanya,” ucap Bunda Niken.

Ibu Lale G. Ariadi, Ketua KLPI menyampaikan rasa terimakasihnya atas dukungan yang diberikan pemerintah terhadap komunitasnya.

“Tentunya kami sangat berterimakasih kepada Bunda Niken dan pihak terkait karena telah membantu komunitas kami berkembang. Dengan adanya KLPI, kami akan terus berusaha untuk menaungi para lansia di NTB agar menjadi lebih sehat, produktif dan tidak menjadi tua yang tidak berguna di masa tua,” jelasnya.

BACA JUGA: Pengumpulan Data Kependudukan, NTB Sukses 100 Persen

Selain itu, Bunda Niken menambahkan, ia akan terus mendukung pembentukan KLPI sehingga nantinya para lansia dan pralansia mempunyai tempat pulang untuk menghabiskan waktu bersama.

“Kita siap mendukung komunitas ini agar semakin berkembang ke depan, sehingga KLPI dapat menjadi rumah bagi para lansia dan pralansia di NTB untuk saling bertemu, beraktifitas, mengisi waktu dan juga bersosialisasi bersama,” tambahnya.

BACA JUGA: Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Bunda Niken juga mengingatkan Kelompok KLPI agar ke depan terus bersinergi dengan pemerintah secara umum, dan masyarakat luas secara khusunya.

Nn

diskominfotikntb




Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity melalui Vaksin OTR

Untuk mensukseskan penyelenggaraan IATC dan WSBK Pemprov NTB akan lakukan vaksinasi dengan vaksin OTR

MATARAM.lombokjournal.com ~ Upaya meningkatkan capaian Herd Immunity (Kekebalan kelompok) dilakukan dengan meningkatan vaksinasi melalui Vaksin On The Road (OTR) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

kegiatan vaksin OTR dilakukan Pemprov NTB untuk capaian vaksinasi 70%

Upaya pnigkatan vaksinasi itu dilakukan Pemerintah Provinsi NTB untuk menyambut gelaran IATC dan WSBK 2021.

dr. I Nyoman Wijaya Kusuma, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Provinsi NTB mengatakan, kegiatan Vaksin OTR berlangsung di berbagai lokasi dan bekerjasama dengan beberapa stakeholder, seperti TNI dan Polda.

“Vaksin OTR ini juga bersinergi dengan berbagai stakeholder, seperti TNI, Polda NTB dan kita menyediakan berbagai jenis vaksin, tergantung yang tersedia pada saat itu,” jelas dokter Wijaya, saat dihubungi secara daring, Kamis (04/11/21).

Sementara itu, cakupan vaksinasi yang ditargetkan sebanyak 70%, namun saat ini cakupan vaksinasi Covid-19 di Provinsi NTB per tanggal 3 November 2021 telah mencapai 2.452.261 atau 62,71% untuk dosis 1, dan sebanyak 1.164.379 atau 29,77% untuk dosis 2.

BACA JUGA:

Kegiatan Vaksin OTR dilakukan setiap hari, lokasinya dapat dilihat melalui kanal Facebook PPID RSUD Provinsi NTB, melalui link:

https://www.facebook.com/rumahsakitumumdaerahprovinsintb/
.

Nn

Diskominfotikntb




Desa Senaru Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno datang ke Lombok untuk mendorong Desa Senaru menjadi berkelas dunia

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng menyambut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kamis (03/11/21).

Sadiaga mendorong Desa Senaru jadi desa wisata kelas dunia

Kunjungan Kementerian Pariwisata dalam rangka mendorong dan mengembangkan Desa – Desa Wisata di Indonesia untuk menjadi Destinasi Pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya ke Desa Senru, Meparekraf Sndiaga disambut Wbup Danny

Dari 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, salah satunya yang terpilih adalah Desa Senaru.

BACA JUGA:

“Selamat datang di Lombok Utara Pak Manteri selamat menikmati indahnya Gumi Tioq Tata Tunaq,” ucap Wabup Danny.

@ng




Rakernas I JMSI, Peserta Dijamin Kerasan di Semarang

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyelenggarakan Rakernas I, selain menyusun program organisasi juga menyusun peta-jalan (road map) kampanye penanggulangan Covid-19

SEMARANG.lombokjournal.com ~ Jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Panitia Pelaksana langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah untuk guna menjamin kenyamanan pelaksanaan Rakernas mendatang.

Panitia Rakernas dalam pertemuan dengan Kapolda Jateng

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Rakernas I JMSI, Jayanto Arus Adi usai bertemu Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (03/11) di Mapolda Jateng.

‘’Saya siap hadir dan menjamin keamanan serta kelancaran acara rakernas,’’ ujar Kapolda Jateng.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Rakernas yang juga Ketua Bidang Kerjasama Pengurus Pusat JMSI Jayanto Arus Adi, Sekretaris Panitia yang juga Ketua JMSI Jateng Stefy Thenu, Agus Hermanto (Wakil Ketua JMSI Jateng) dan Damar Sinuko (Pembina JMSI Jateng).

Kapolda Jateng berharap acara Rakernas akan menghasilkan keputusan yang baik bagi organisasi perusahan pers tersebut.

BACA JUGA: Pembalap MotoGP Junior Tiba di Mandalika Pada 11 November 

Kehadiran media siber, kata Kapolda, menjadi media yang berperan sangat vital di era digital dewasa ini.

‘’Media Siber dapat menjadi katalisator dan penyaring kabar negatif atau hoax yang banyak bertebaran di media sosial,’’ ujar Kapolda, yang didampingi Kabid Humas Kombes M Iqbal Alqudusy.

Jayanto Arus Adi, yang juga menjabat Pokja Dewan Pers, melaporkan Rakernas I JMSI akan digelar di Semarang pada 10-12 November 2021, dihadiri sekitar 200 orang dari 30 pengurus daerah JMSI dan tamu undangan.

Rakernas merupakan amanat Munas JMSI yang digelar di Riau dan Jakarta secara virtual pada 29 Juni 2020.

Pelaksanaan Rakernas I JMSI di Kota Semarang, kata Jayanto, yang juga Pemimpin Umum Kantor Berita RMOL Jateng, tidak hanya membuat sejumlah program penting organisasi.

Lebih dari itu juga akan menyusun peta-jalan kampanye penanggulangan Covid-19, termasuk di dalamnya kampanye sadar vaksin dan protokol kesehatan.

‘’Saat ini, ada sekitar 1.000 lebih media di Tanah Air, mulai dari Sabang sampai Merauke, yang berada di bawah naungan JMSI,’’ kata Jayanto.

Jayanto menambahkan, Komitmen JMSI menjadikan anggotanya kredibel dan profesional melalui kelembagaan yang tersertifikasi dan terverifikasi oleh Dewan Pers.

Dari 30 provinsi yang memiliki pengurus daerah JMSI, 23 telah terverifikasi dan 12 diantaranya telah terverifikasi secara faktual oleh Dewan Pers. Selebihnya, tengah menjalani proses verifikasi.

‘’Kami sedang menunggu hasil pleno Dewan Pers terkait JMSI sebagai konstituen Dewan Pers,’’ kata Jayanto.

Rakernas I JMSI dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, dan dijadwalkan dihadiri Ketua Dewan Pers M Nuh, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menko PMK Muhadjir Effendy.

Rakernas juga akan dihadiri Ketua KPK Firly Bahuri, yang membawakan sesi khusus tentang pencegahan korupsi.

Beberapa agenda yang dilaksanankan di tengah gelaran Rakernas di antaranya penandatanganan naskah kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), ATR/BPN, UPN Yogyakarta, dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Apresiasi untuk Kapolda Jateng dan Kapolrestabes Semarang pada penutupan Rakernas, JMSI akan memberikan apresiasi kepada Kapolda Jateng atas prakarsa penanaman bibit magrove secara massal bertajuk.

BACA JUGA: Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

‘’Mageri Segara’’ yang viral dan trending topic Twitter, serta kepada Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar yang sukses dalam pelayanan berbasis IT lewat aplikasi Libas (Polisi Hebat Semarang) dan Command Center.

@ng

Rundown Sementara Rakernas I Semarang                                                       Agenda 10-12 Nov 2021

Rabu, 10 Nov 2021

10.00 – 13.30
Registrasi dan pembagian kamar Hotel Metro Park View dan Makan siang

13.30-17.30
City Tour dengan Bus Pemkot Semarang
Pakaian bebas yang nyaman dan sopan.

17.30-18.30
Kembali ke Hotel mandi dll

19.00-21.00
Welcome Diner bersama Walikota Semarang Hendrat Prihadi, ramah tamah dan hiburan

Kamis, 11 Nov 2021

08.00-08.30
persiapan pembukaan Rakernas I JMSI

09.00-11.00
Pembukaan Rakernas oleh Ketua DPR RI dan para undangan lainnya.

11.00-12.30
Pleno I Rakernas

12.30-13.30
Ishoma

13.30-15.00
Dialog Nasional bersama Bapak Firly Bahuri, Ketua KPK RI

15.00-15.30
Coffe break

15.30 -17.30
Pembagian Komisi dan sidang2 Komisi

17.30-18.30
Break mandi magrib dll

18.30-19.30
Makan Malam

19.30 – 21.00
Pleno 2

21.00 – 22.30
Agenda khusus dan perumusan

23.00 Istirahat

Jumat, 12 Nov 2021

08.00-10.00
Dialog Nasional Kedua

10-11.30
Pelantikan JMSI Jateng dan penutupan Rakernas

12.00 – 13.00
Selesai peserta kembali ke daerah masing2.

Catatan
Jadwal bisa berubah sewaktu2

Catatan
Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu




Membangun Landfill baru, untuk Perluas TPAR Kebon Kongok

Rapat yang digelar Pemerintah Provinsi NTB terkait masalah meningkatnya volume baru dan beum ada TPA baru, solusinya adalah membangun Landfill baru

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bertambahnya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, akhrya ditemukan solusinya

Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat pembahasan masalah TPAR Kebon Kongok pun digelar pada tanggal 29 Oktober dan 1 November 2021 lalu.

Diperlukan membangun Landfil baru untuk solusi di TPAR Kebon Kongo

Solusi belum adanya TPA baru, padahal kapasitas sampah sudah melebihi batas, maka dilakukan perluasan tanah TPAR Kebon Kongok untuk membangun Landfill baru.

Menurut Ida Bagus Gede S., Kepala Seksi Operasional UPTD Kebun Kongok, kapasitas sampah melebihi batas dan belum ada TPA baru, maka dilakukan perluasan tanah TPAR Kebon Kongok dengan membangun IandfiII baru.

BACA JUGA: Bata Plastik Buatan NTB Akan Dipamerkan Saat WSBK

“Sesuai rapat terdahulu, diputuskan untuk mengisi jalan akses pada landfill dan diharapkan bisa bertahan hingga akhir desember 2021,” jelas Ida Bagus Gede S, Rabu (03/11/21).

Gede mengatakan, bila konstruksi landfill bisa selesai dalam waktu 6 bulan, dan konstruksi mulai paling lambat Februari 2022, diharapkan landfill baru bisa operasi mulai Agustus 2022.

“Apabila konstruksi TPSTR SRF/RDF yang akan dibangun Kementerian PUPR selesai Juni 2022, diharapkan mulai Juli 2022 TPAR bisa menerima 120 ton sampah per hari,” tambahnya.

Dengan kondisi di atas, TPAR akan tutup (tidak menerima sampah) mulai Januari sampai dengan TPSTR SRF/RDF atau landfill baru siap digunakan.

BACA JUGA: Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Tak hanya itu, berdasarkan rapat sebelumnya, beberapa langkah untuk mengurangi sampah di TPAR Kebun Kongok telah dilakukan.

Di antaranya, sampah organik sudah banyak masuk kegiatan pengomposan. Sampah yang masuk ke TPA juga sudah dikurangi dengan kegiatan daur ulang.

Nn

diskominfotikntb




Pembalap MotoGP Junior Tiba di Mandalika pada 11 November

Para pembalap yang dipastikan turun itu berasal dari beberapa Negara, yakni Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Qatar, Thailand dan Turki

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pembalap muda dari berbagai negara Asia dalam waktu dekat akan menjajal sirkuit Pertamina Street Circuit Mandalika sebelum perhelatan World Superbike yang dijadwalkan akan digelar tanggal 19-21 November 2021.

Para pembalap Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) atau MotoGP Junior itu dijadwalkan tiba di Sirkuit Mandalika hari Senin tanggal 11 November mendatang.

Head of OperationsSporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato, semua persiapan untuk menggelar event IATC sudah beres. Kendaraan yang akan digunakan pembalap sudah tiba di sirkuit, pekan lalu.

BACA JUGA: Sinergitas Perangkat Daerah Digalang, untuk Sukseskan WSBK

“Logistiknya sudah disiapkan semua,” katanya seperti dilangsir dari Lombok post, Selasa (03/11/21).

Delapan perwakilan negara yang dipastikan turun pada event Asia Talent Cup 2021 yang akan digelar di sirkuit Mandalika itu, di antaranya,  Australia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Qatar, Thailand dan Turki.

Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi pembalap muda paling berbakat di Asia sebagai langkah awal menuju MotoGP. Ada empat pembalap muda asal Indonesia yang akan berlaga di event ini.

Tentu ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia untuk menonton aksi-aksi mereka sepekan sebelum perhelatan WSBK.

BACA JUGA: Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Seperti diketahui, para pembalap IATC akan menggunakan Honda NSF250R. Kendaraan ini didukung tenaga mesin 4-tak berpendingin cairan, silinder tunggal, dengan bore dan stroke 78,0 x 52,2 mm.

Kapasitas mesin motor ini adalah 249,3 cc yang dirancang khusus untuk tujuan balap.

Diskominfotik