Wanita Gantung Diri di Pohon Ketapang Pinggir Pantai

Wanita yang tewas gantung diri di tepi Pantai Demung itu ditemukan bekas jeratan tali di bagian leher dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wanita berinisial SI, seorang ibu rumah tangga, berusia 45 tahun, asal Nyiuh Bubut, Dusun Sempak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, ditemukan tewas menggantug diri, Rabu (01/12/21).

wanita korban gantung diri di pohon ketapang

Seorang nelayan yang hendak menjaring ikan, pada pukul 07.30 wita menemukan wanita malang itu

Wanita malang itu ditemukan dalam posisi tergantung dengan seutas tali nylon berwarna hijau sepanjang 2 meter pada sebuah pohon ketapang di tepi pantai Demung, Dusun Prawira, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

“Saya melihat di pinggir pantai, ada sandal dan sebuah handphone tergeletak, dan saat saya melihat ke arah pantai, korban sudah bergantung dan sudah tidak bernyawa,” ujar saksi.

Misteri wanta yang tewas tergantung di tepi Pantai Demung itu akhirnya terkuak.

Dari hasil identifikasi Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Lombok Utara yang sudah diturunkan, memaparkan, korban berinisial SI, seorang ibu rumah tangga itu,  tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. .

BACA JUGA: Bupati Djohan Hadiri Penganugerahan Kampung Sehat Awards

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban, wanita yang memiliki tinggi 155 cm tersebut, ditemukan bekas jeratan tali di bagian leher dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Made Sukadana, S.H., M.H.

Made Sukadana membenarkan, hasil pemeriksaan korban dan barang bukti yang ditemukan di TKP, bahwa korban melakukan bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya dengan menggunakan tali yang diikat di pohon ketapang.

“Dari hasil visum, korban murni gantung diri,” tegas Made Sukadana.

Demikian pula warga di sekitar pantai, pernah melihat korban mengambil jerami di sawah pinggir Pantai Demung.

BACA JUGA: Evaluasi Dana Desa, Wagub Imbau Fokus Program Bersama

“Menurut keterangan keluarga korban, korban stress karena terlilit hutang,” kata Kasat Reskrim saat dikonfirmasi.

Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.

@ng

 




Gerakan 1000 Pohon, Upaya Selamatkan Sumber Air di KLU

Gerakan 1000 pohon ini merupakan upaya penyelamatan sumber air yang banyak hilang akibat gempa bumi 7.0 SR tahun 2018 lalu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) akan ikut andil melakukan Gerakan menanam “1000 Pohon” untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia atau World Environment Day 2021 sekaligus Tahun Baru 2022.

Dalam gerakan lingkungan ini, OPAL didukung komunitas Tionghoa (INTI NTB), WALHI NTB, Perwakilan Dokter, Ormas, dan Pewakilan Pemuda Desa Senaru.

Gerakan 1000 rencananya dipusatkan di dua lokasi yaitu, Desa Senaru Kecamatan Bayan dan Desa Medana (Pantai Himpos) Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, padai akhir tahun 2021, atau awal tahun baru 2022 mendatang.

Ini merupakan kegiatan rutinitas memperingati 14 Tahun hari lahirnya Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL KLU – Akte Notaris No. 28 Tgl. 07 Maret 2007) sekaligus perayaan Hari menanam sedunia.

BACA JUGA: Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani Tanjung 2021

Kegiatan dilaksanakan secara swadaya ini juga membantu pemerintah dalam melakukan penghijauan lingkungan.

Penanaman pohon yang digagas dan dilakukan dan digagas oleh OPAL KLU tidak hanya pada saat perayaan hari lahirnya Organisasi.

Pada hari hari lain pun dilakukan kegiatan yang sama,  baik penghijauan sebagaimana yang sudah di lakukan di hutan adat Baru Murmas, Lenek, Kalipuncak, Buani, termasuk kegiatan penyelamatan ratusan tukik (anaknya penyu) di Pantai Bangsal Pamenang, Pantai Sedayu Lekok, dan lain lain.

jenis tanaman yang akan menyelamatkan sumber air Tanaman untuk selamatkan sumber air

Ketua OPAL KLU Jaharudin mengatakan, pihaknya melakukan penanaman 1000 bibit pohon dengan memilih lokasi di hutan adat dan beberapa lokasi lainnya.

Upaya ini penyelamatan sumber mata air yang banyak hilang akibat gempa bumi 7.0 skr tahun 2018 lalu, dan Lombok Utara  merupakan daerah rawan bencana.

Waktu pelaksanaan direncanakan Hari Ju’at 10 Desember 2020 yang dihadiri Bupati -Wkl. Bupati, OPD Terkait Dan Perwakilan Ormas di KLU.

Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana, menyiapkan lokasi penghijauan seluas 1,5 Hektare,  lokasi tersebut merupakan pusat wisata yang baru baru ini di kunjungi dua Menteri yaitu Kemendes dan Menteri Pariwisata.

BACA JUGA: Infrastruktur Jalan di NTB, Desember Tahun ini Selesai

Dukungan Swadaya lainnya dari R. Akriabuana berupa 500 batang bibit kayu keras berbagai jenis. Namun menurutnya, ada hal yang diharapkan dan masih kurang.

“Yang kurang itu bantuan dari pihak yang peduli berupa, bibit Flamboyan, Ketapang Kencana atau Palem Ekor Tupai yang khusus untuk sepanjang jalan ke lokasi Desa Senaru Kecamatan Bayan,” tuturnya Kades Senaru.

“Selain itu juga dekat dengan lokasi wisata sebab untuk menggerakkan perekonomian di sekitar lokasi penanaman karena menghadirkan pemuda dari berbagai kelompok,” katanya.

Pengurus Komunitas Tionghwa INTI NTB, S. Wijanarko didampingi H. Rudi segera menanggapi permintaan Kades Senaru itu.

Wijanarko mengatakan,  untuk kekurangan bibit berupa, Ketapang Kencana, Flamboyan dan Palm Ekor Tupai untuk tanaman sepanjang jalan Desa Senaru sudah disiapkan sekitar kurang lebih seratusan bibit dari tiga jenis yang dimaksud.

Sementara bibit buah dan Kayu kayuan di siapkan oleh Lembaga OPAL KLU dan Kepala Desa Senaru dan semuanya murni suadaya.

Sebelum melakukan penanaman pohon, akan digelar seremonial penyerahan dari Pemda KLU, kepada Kepala Desa Senaru, Ketua OPAL KLU, Organisasi Pemuda Desa Senaru, Ketua INTI NTB, Perwakilan Tokoh Adata Senaru dan WALHI NTB, dan Perwakilan Komunitas Pecinta Alam.

Menurut Jaharudin, giat ini untuk mendukung program penghijauan, banyak manfaat diperoleh dengan penanaman pohon.

“Pohon yang ditanam merupakan pohon keras berupa berupa Kayu Putih, Sawo lokal, Gemelina, Sengon, Ketapang Kencana yang dapat dimanfaatkan,” ujar Jaharudin.

@ng




Fraksi-Fraksi DPRD KLU Sampaikan Pandangan Umum

Perda Nomor 6 tahun 2010 Retribusi Perizinan Tertentu yang telah ditetapkan DPRD KLU mengalami perubahan menjadi Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung

TANJUNG.lombokjournal.com ~ DPRD Kabupaten Lombok Utara mengadakan Rapat Paripurna dengan agenda Pemandangan Umum (Pandum) Fraksi-fraksi di DPRD KLU terhadap dua raperda yang diajukan Eksekutif.

Kedua Raperda tersebut adalah Raperda Pelestarian Tradisi dan Budaya Daerah, serta Raperda Retribusi Pesetujuan Bangunan Gedung. Kegiatan berlangsung di Aula Paripurna DPRD KLU, Selasa (30/11/21).

Ketua DPRD KLU menyampaikan sambutan

Sidang Paripurna DPRD KLU terkait dua Raperda usulan eksekutif

Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto R, ST., M.Eng., dalam penjelasannya menguraikan, Raperda tentang Pelestarian Tradisi dan Budaya Daerah merupakan suatu keharusan, sebab Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya.

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang masing-masing suku bangsa, memiliki perbedaan dan keunikan, baik dari segi bahasa daerahnya, adat istiadatnya, kebiasaannya dan berbagai hal lain yang memperkaya keanekaragaman budaya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Hadiri Penganugerahan Kampung Sehat Awards

Lanjutnya, demikian pula dengan pembahasan Raperda tentang Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung, hal ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang berasal dari retribusi daerah.

Retribusi itu potensial untuk peningkatan pendapatan daerah.

Sebelumnya, eksekutif bersama DPRD KLU telah menetapkan Perda Nomor 6 tahun 2010 tentang Retribusi Perizinan Tertentu yang mengatur pula tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.

Secara substansi, terdapat dua jenis retribusi pada golongan Retribusi Perizinan Tertentu yaitu Retribusi Izin Mendirikan Bangunan dan Retribusi Izin Gangguan mengalami perubahan menjadi Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung.

“Ketentuan mengenai Retribusi IMB menjadi Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung tersebut, dapat lebih besar manfaatnya dalam memberi kewenangan Pemda memungut retribusi untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan PBB sesuai ketentuan perundang-undangan pengenaan Retribusi PBG,” tuturnya.

Sementara itu, Fraksi Gabungan yang terdiri dari tujuh fraksi, melalui juru bicaranya H. M. Yusuf, M,Pd.I., menyampaikan pemandangan umumnya, Pemerintah Kabupaten  berwenang mengelola kebudayaan pelestarian tradisi dan pembinaan lembaga adat.

Adapun bentuk pelestarian tradisi, lanjutnya, meliputi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan keberagaman budaya,

“Kami mengusulkan supaya ke depannya tradisi dan budaya daerah, bisa menjadi salah satu (obyek) destinasi wisata unggulan di Lombok Utara,” tandasnya.

BACA JUGA: Evaluasi Dana Desa, Wagub NTB Imbau Fokus Program Bersama

Pada akhir penyampaiannya, terkait Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung, berharap supaya besaran retribusi bisa menyesuaikan dengan keadaan di tengah suasana perekonomian yang serba sulit seperti sekarang, ungkap Yusuf.

@ng

 




Bupati Djohan Hadiri Penganugerahan Kampung Sehat Awards

Penganugerahan Kampung Sehat 2 Awards 2021 Program Kampung Sehat “Nurut Tatanan Baru” berbasis lomba yang diinisiasi Polda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu menghadiri Penganugerahan Kampung Sehat 2 Awards Tahun 2021 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pemberian anugerah Kampung Sehat 2 Tingkat Provinsi

Program Kampung Sehat “Nurut Tatanan Baru” berbasis lomba yang diinisiasi oleh Polda NTB

Program Kampung Sehat “Nurut Tatanan Baru” berbasis lomba yang diinisiasi oleh Polda NTB.

Puncak kegiatan lomba ditandai dengan pemberian Anugerah Kampung Sehat 2 Awards yang dilaksanakan di Hotel Prime Park – Udayana, Selasa (30/11/21).

BACA JUGA: Fraksi-fraksi DPRD KLU Soroti Pemulihan Ekonommi Pascapandemi

Hadir pada acara Penganugerahan Kampung Sehat 2 Awards 2021 Kepala Baharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB  Irjen. Pol. M. Iqbal, Kasrem 162/WB , Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Para Bupati dan Wali Kota Se-NTB serta Undangan lainnya.

Dalam Lomba kampung sehat Jilid 2 ini terdapat beberapa katagori seperti Katagori Kampung Sehat NTB 2, Katagori Tokoh Kampung Sehat, Katagori Tokoh Favorit vaksinasi dan Penghargaan khusus Tokoh Tangguh Vaksinasi dengan indikator penilaian Aspek Kesehatan, Sosial dan Keamanan.

BACA JUGA: Ini Menarik, Perayaan HUT Desa Santong Diisi dengan Dialog Publik

Dalam penghargaan ini Kabupaten Lombok Utara meraih beberapa penghargaan, di antaranya Juara II Katagori  Tokoh Desa Atau Kelurahan diraih oleh Kepala Desa Jenggala. Juara II Katagori Tokoh Kapolsek diraih oleh Kapolsek Tanjung, serta Juara I Tokoh Danramil diraih oleh Danramil Bayan.

@ng

 




Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani Tanjung 2021

Diharapkan ke depan, keberagaman kelas Kelompok Tani makin meningkat, seiring dengan pendampingan yang dilaksanakan penyuluh di WKPP masing-masing

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kelompok Tani merupakan organisasi yang tidak bisa terpisahkan dalam pencapaian sukses pembangunan pertanian.

Bahkan keberhasilan pembangunan pertanian di suatu wilayah selalu dikaitkan dengan keberadaan dan keragaman dari kelompok tani. Tidak peduli kelas kelompok itu pemula, lanjut, madya maupun utama.

Penilai Kelompok Tani UPTD Tanjung yang terdiri berbagai unsur

Penilaian kelas kelompok tani

Kepala UPTD Tanjung, Aki Suharti,SP mengatakan, penilaian kelas kemampuan Kelompok Tani Kecamatan Tanjung dilakukan di semua Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) yang terbagi di 8 Desa.

BACA JUGA: Fraksi-fraksi DPRD KLU Soroti Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Penilaian kelas kemampuan kelompok tani merupakan salah satu bentuk pembinaan, untuk memotivasi kelompok agar lebih berprestasi dalam hal mencapai kelas kemampuan yang lebih tinggi.

Selain itu dapat diketahui kelemahan-kelemahan kelompok yang dinilai sehingga memudahkan untuk melakukan pembinaan

“Pada setiap Desa masing masing dinilai 6 kelompok tani, baik itu kelompok tani tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan, KWT maupun KEP,” kata Aki Suharti, Selasa (30/11/21)

.Keanggotaan tim penilai terdiri dari Penyuluh Pertanian, Pendamping Perkebunan serta Petugas Peternakan yang ada di wilayah kerja masing masing UPTD di tiap Kecamatan.

Aki Suharti, berharap ke depan keberagaman kelas Kelompok Tani makin meningkat, seiring dengan pendampingan yang dilaksanakan penyuluh di WKPP masing-masing yang semakin baik dan intensip.

Ia menambahkan, jadwal kegiatan di lakukan di setiap desa masing masing UPTD di setiap Kecamatan. Caranya, dengan menggabungkan semua kelompok tani di satu tempat untuk mempermudah dalam penilaian tim.

Sementara yang dihadirkan adalah Pengurus kelompok dan beberapa perwakilan anggota dengan membawa kelengkapan administrasi.

Penilaian berupa kuesioner yang ditanyakan terdiri dri lima aspek yaitu kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasi, Kemampuan melaksanakan kegiatan, kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, dan Kemampuan mengembangkan kepemimpinan.

BACA JUGA: Ini Menarik, Perayaan HUT Desa Santong Diisi Diskusi Publik

Tiap item tersebut terdiri dari beberapa pertanyan yang berisi nilai di tiap jawaban masing masing kelompok tani.

Selanjutnya nanti total nilai keseluruhan 1.000. Sementara kuesioner yg dipertanyakan terdiri dri 5 aspek yaitu Kemampuan merencanakan diberikan nilai 0-200, Kemampuan mengorganisasikan nilai 0-150,.

Sedang kemampuan melaksanakan kegiatan nilai 0-400, kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan nilai 0-100, dan kemampuan mengembangkan kepemimpinan nilai 0-150.

@ng

 




Evaluasi Dana Desa, Wagub NTB Imbau Fokus Program Bersama

Penggunaan dana desa selain pembangunan berkelanjutan dan fokus progam bersama, juga harus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Provinsi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penggunaan dana desa harus dioptimalkan peruntukannya, bukan hanya pembangunan fisik.

Selain diperuntukkan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), juga harus fokus pada tujuan dan program bersama.

Wagub ikut mengevaluasi dalam rakor Dana Desa
Wagub Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengingatkan itu saat membuka rapat koordinasi evaluasi Dana  Desa 2021 di Hotel   Lombok Astoria, Senin (29/11/21).

Menurut wagub, perencanaan pembangunan desa harusnya selaras dan bersinergi dengan program Pemerintah Daerah dan Provinsi.

“Karena kebutuhan masyarakat juga menjadi persoalan mendasar di desa,” jelas Wagub

BACA JUGA: Program Beasiswa NTB, Investasi Dunia Pendidikan

Dijelaskan, persoalan pendidikan, kesehatan dan lingkungan serta sosial ekonomi yang wujudnya pelayanan Posyandu Keluarga, bank sampah, desa tangguh bencana dan lain lain, akan tertangani lebih teratur dan terorganisasi, yang dikelola oleh desa dengan anggaran yang cukup.

“Kita semua tentu menginginkan standar kesehatan, pendidikan dan kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik. Tujuannya agar semua desa di NTB menjadi desa mandiri dan berkontribusi membangun NTB dengan menyelesaikan masalah lebih dini di desa,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, H Ashari, DH, MH mengatakan, progres penggunaan dana desa 2021 sebesar Rp 1 triliun 247 miliar lebih untuk 1005 desa sudah dicairkan.

“Tinggal tahap ketiga sedang dalam proses untuk 724 desa,” terangnya.

Adapun progres program unggulan Pemerintah Provinsi yang dianggarkan dalam Dana Desa, BumDes atau badan usaha milik desa telah seratus persen dibentuk di semua desa, dengan 283 bank sampah dan 183 unit di luar BumDes.

Kelompok kerja (Pokja) Posyandu Keluarga terdata di 960 desa, dan sebanyak 338 desa telah memiliki peraturan desa (Perdes) tentang Posyandu Keluarga.

BACA JUGA:

Ini Menarik, Peringatan HUT Desa Santong Diisi Dengan Dialog Publik 

“Harapannya, dalam perencanaan dana desa 2022 bisa dikejar setelah pendataan desa dengan SDG’s 18 rampung,” ujar Ashari.

Data Posyandu Keluarga, tercatat 7.542 dari 7.582 Posyandu se NTB yang secara kualitas juga akan  terus ditingkatkan melalui dana desa.

Mas

 




MotoGP dan MXGP Sudah Pasti di NTB, Giliran F-1 Diperjuangkan

Peyelenggaraan MotoGP dan MXGP, balap motor cross paling elit di dunia, sudah dikonfirmasi akan diselengarakan di NTB, kini gelaran F-1 diperjuangkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Berbagai gelaran internasional sedang diperjuangkan untuk bisa diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satunya adalah ajang balap Formula – 1 (F1).

Sebelumnya peyelenggaraan MotoGP dan MXGP, balap motor cross paling elit di dunia, sudah dikonfirmasi akan diselengarakan di NTB.

setelah memastikan penyelenggaraan MotoGP di NTB, kini giliran perjuangkan F-1 agar di NTB

“Rencananya kami akan ke Abu Dhabi untuk menindaklanjuti pembicaraan kemungkinan Mandalika akan menjadi host untuk F1, ini akan sangat menarik, selain itu kita juga akan menjadi tuan rumah untuk MXGP,” tutur Bang Zul.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB menyampaikan itu saat menerima audiensi IDN Times Indonesia di Pendopo Gubernur NTB, Senin (29/11/21).

BACA JUGA: MXGP, Motocross Paling Elit di Dunia, Tahun 2022 di NTB

Adanya gelaran – gelaran internasional yang akan berlangsung di Provinsi NTB diharapkan terus menumbuhkan prekonomian masyarakat.

“Jangan sampai yang berjualan orang Malaysia atau singapura, tetapi harus para UMKM kita bisa siap juga, masyarakat lokal juga ekonominya semakin menggeliat,” harapnya.

Orang nomor satu di NTB tersebut juga menyampaikan,  Pemerintah tengah serius mempersiapkan gelaran MotoGP 2022 yang akan berlangsung pada bulan Maret di Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Perkiraannya, event MotoGP akan menjadi gelaran yang skalanya sepuluh kali lebih besar dibandingkan WSBK 2021 yang sukses digelar kemarin.

“Perkiraannya MotoGP akan sepuluh kali lebih besarnya dan sekitar 200 Ribu orang akan datang menyaksikan MotoGP. Semoga dengan waktu tiga bulan ini kita bisa maksimal mempersiapkan ” jelas Bang Zul.

Ia sempat mengatakan, saat rapat terbatas dengan Presiden dan Menteri – menteri di Bogor beberapa waktu lalu, gelaran Superbike telah mampu menyedot perhatian dunia.

Karenanya, bukan saja sirkuit yang akan terus dipermak, namun fasilitas penunjang juga akan diperhatikan oleh Pemerintah Pusat.

BACA JUGA: Bukan Hanya MotoGP, Tahun 2022 NTB Tuan Rumah MXGP

Para pengunjung gelran IATC dan WSBK sudah eyaksikan, Sirkuit Mandalika sangat indah.

“Kalau disempurnakan, bukan mustahil ini akan menjadi ikon yang mengantarkan kita untuk dikenal dunia secara lebih luas apalagi kalau pelaksanaan motoGP sukses,” ungkap Bang Zul.

Nn

 




LFC Berbenah, Setelah Tersandung 1-2 Lawan PS Bima Sakti

Meski dikalahkan 1-2 lawan PS Bima Sakti, namun peluang LFC untuk mencapai target menjuarai Liga 3 NTB juga masih terbuka lebar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemain, pelatih, dan manajemen Lombok Football Club (LFC) terus berbenah menyusul kekalahan 1-2 dari PS Bima Sakti dalam laga kedua Liga 3 NTB, akhir pekan lalu.

Para pemain dan pelatih dipastikan akan tetap mendapatkan bonus dan asuransi selesai gelaran Liga 3 NTB.

HBK melupakan kekalahan LFC dari PS Bima, dan siap bangkit hadapi Liga 3 NTB

“Tidak ada kekalahan yang diinginkan. Tentu, hasil pertandingan tersebut sangat melukai kami. Tapi sejujurnya, ada banyak aspek bagus yang telah ditunjukkan tim, kecuali hasil akhirnya,” kata Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono, di Mataram, Senin (29/11/21).

LFC sebetulnya unggul lebih dulu dalam pertandingan di GOR 17 Desember Mataram tersebut. Namun, keunggulan itu tak mampu dipertahankan LFC. Sejumlah peluang yang dimiliki LFC juga belum mampu terkonversi menjadi gol.

BACA JUGA: Main di Tengah Hujan, LFC Sikat PSLT 2-0

PS Bima Sakti kemudian menyamakan kedudukan dan berbalik leading di pertandingan 3 menit tambahan waktu, untuk menyudahi laga dengan kemenangan tipis PS Bima Sakti 1-2.

Rannya menegaskan, LFC segera melupakan kekalahan tersebut, dan kini LFC tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi laga-laga lanjutan.

LFC, kata Rannya, masih memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang di 8 pertandingan sisa. Peluang LFC untuk mencapai target menjuarai Liga 3 NTB juga masih terbuka lebar.

“Kejuaraan ini tidak ditentukan oleh hasil akhir satu atau dua laga. Ini baru pertandingan kedua, masih ada delapan laga sisa yang harus dimainkan. LFC sudah pasti akan menegakkan kepala untuk menyambut laga-laga berikutnya,” imbuh Rannya.

Dara yang masih menempuh pendidikan di Brunnei University, London, Inggris tersebut memastikan, hasil akhir melawan PS Bima Sakti tak akan mempengaruhi apapun dari target yang telah ditetapkan manajemen bersama Presiden LFC sebelumnya.

Malah, manajemen LFC sudah menyiapkan bonus besar untuk para pemain dan pelatih. Selain itu, LFC juga tengah menyiapkan asuransi untuk seluruh pemain dan tim pelatih.

“Manajemen juga telah menyiapkan bonus akhir tahun untuk bekal para pemain pulang ke kampung halamannya masing-masing pada saat jeda kompetisi,” kata Rannya.

Sementara itu, sebelum bertolak menuju Turki untuk memimpin Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI, Presiden LFC H. Bambang Kristiono, SE (HBK) telah mengumpulkan tim pelatih dan manajemen LFC di salah satu rumah makan seafood di daerah Lembar, Lombok Barat, usai laga dengan PS Bima Sakti.

BACA JUGA: Infrastruktur Jalan di NTB, Desember Tahun Ini Selesai

Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk melakukan koreksi dan evaluasi kemudian memastikan pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan menyambut laga-laga berikutnya.

“LFC bersiap bangkit dari kekalahan melawan PS Bima Sakti,” kata HBK.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut menegaskan, bahwa jalan untuk sampai ke titik dimana sang juara ditentukan itu masih sangat panjang.

Total ada sepuluh pertandingan yang harus dilakoni LFC.

Karena itu, HBK menegaskan, kesempatan LFC untuk berbenah dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada masih sangat terbuka, sehingga target yang telah dicanangkan manajemen LFC masih dapat dicapai.

Politisi Partai Gerindra yang dikenal humble ini memastikan, LFC committed untuk membangun klub sepakbola profesional yang akan menjadi kecintaan dan kebanggaan masyarakat NTB.

Karena itu, andai pun tahun ini takdir menentukan lain, dimana LFC belum berhasil menjadi juara Liga 3 NTB, kemudian tidak dapat lolos ke putaran berikutnya di tingkat nasional, maka LFC akan legowo dan mempersilakan klub manapun untuk mewakili NTB melanjutkan kiprahnya di level nasional.

Dan LFC akan mengonsentrasikan budget dana yang awalnya disiapkan untuk bertarung di level Nasional akan dialihkan kepada penyiapan infrastruktur LFC, sekaligus melakukan pembiaaan dan meningkatkan kesejahteraan skuadnya.

“Apa pun posisi akhir LFC pada kejuaraan Liga 3 NTB ini, tidak akan melunturkan komitmen dan semangat LFC untuk menempa diri menjadi klub kecintaan dan kebanggaan masyarakat NTB,” tandas HBK.

Terkait dirinya yang hendak memimpin kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Turki, HBK menyampaikan bahwa Dubes RI di negara Turki saat ini adalah Lalu Muhamad Iqbal,  putra asli Lombok Tengah.

HBK mengatakan, saat uji kepatutan dan kelayakan Dubes Lalu Muhamad Iqbal di Komisi I DPR RI, dirinyalah yang memimpin langsung pelaksanaan fit and proper test Iqbal. HBK pun menegaskan, dirinya mengawal dan memberi dukungan penuh pencalonan Iqbal sebagai Dubes RI di Turki.

Me

 




Fraksi-fraksi DPRD KLU Soroti Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Pendapat akhir fraksi-fraksi di DPRD KLU juga menyoroti perlunya Pemda KLU mensinkronisasi antara anggaran dan pendapatan dengan hitungan yang akurat dan efisien.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Upaya pemulihan perekonomian Lombok Utara pascapandemi mendapat sorotan Fraksi-fraksi saat menyampaikan pendapat akhir fraksinya atas Rancangan Peraturan Derah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 dalam rapat paripurna, Senin (29/11/2021).

Wabup menanggapi pendapat akhir fraksi-fraksi
Wabup Danny Karter

sidang paripurna pendapat akhir fraksi-fraksi

Selain itu fraksi-fraksi juga menyoroti penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga penanganan Rumah Tahan Gempa (RTG).

BACA JUGA: Peringatan HUT KORPRI KE-50 dan PGRI KE 76 di KLU

Dalam pendapat akhir yang disampaikan oleh Fraksi Gerindra, Fraksi Golkar, Fraksi Gabungan PKB, PDIP, dan PBK, serta Fraksi Gabungan PAN dan Demokrat terhadap Raperda APBD tahun anggaran 2022, juga menyoroti perlunya Pemda KLU melakukan sinkronisasi antara anggaran dan pendapatan dengan hitung-hitungan yang akurat dan efisien.

Lebih dari itu, fraksi-fraksi mendorong perlunya Pemda KLU mensegerakan pembuatan regulasi terkait potensi di masing-masing kecamatan, agar berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ditekankan pula, dalam penyusunan APBD tahun 2012 mesti tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Pemerintah daerah perlu mendorong peningkatan pendapatan daerah yang stabil, agar kemampuan keuangan daerah Kabupaten Lombok Utara di masa yang akan datang, lebih baik dalam memenuhi kebutuhan belanja daerah yang semakin pesat.

Secara umum, seluruh fraksi menyetujui RAPBD tersebut menjadi APBD 2022.

Sambutan Kepala Daerah

Dalam sambutan Kepala Daerah yang disampaikan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto ST, M.Eng, menanggapi Pendapat Akhir Fraksi terhadap Raperda APBD 2022 menegaskan, Pemda bersama DPRD KLU mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan terhadap masyarakat untuk berupaya menyediakan alokasi anggaran fiskal yang ideal.

BACA JUGA: Ini Menarik, Peringatan HUT Desa Santong Diisi Dialog Publik

Termasuk melalui APBD 2022 yang telah dibahas bersama Banggar dan berterima kasih atas lancarnya RAPBD menjadi APBD.

“Terima kasih yang setulus-tulusnya kepada pimpinan dan anggota DPRD KLU yang telah memberikan masukan dan pemikiran yang konstruktif terhadap RAPBD tahun anggaran 2022, baik terhadap komponen pendapatan belanja dan pembiayaan maupun pengawasan di dalam pelaksanaannya,” tuturnya.

Lanjut wabup, diharapkan ada manfaat dari capaian kinerja Pemerintah Daerah yang mengelola keuangan daerah yang efisien dan efektif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Ke depan, akan berdampak positif secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat. Melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat banyak, pada semua aspek,” kata Wabp Danny.

@ang

 




Infrastruktur Jalan di NTB, Desember Tahun Ini Selesai 

Infrastruktur jalan di NTB makin mantap, 13 paket proyek konstruksi jalan dan jembatan ditargetkan tuntas pada Mei 2022, baik jalan dan jembatan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari 1400 kilometer jalan provinsi di Nusa Tenggara Barat (TB) sudah mencapai kemantapan 84 persen jalan yang sudah bangun dan diperbaiki.

“Tidak ada lagi jalan yang tidak tersambung di seluruh kabupaten kota se-NTB,” kata Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah yang akrab disapa Dae Iwan.

Kadis PUPR bicara soal infrastruktur jala
H. Ridwan Syah

Wagub NTB memuji infrastruktur jalan NTB yang mantap
Wagub Hj Sitti Rohmi

Dae  Iwan menyampaikannya pada Talk Show Hari Bhakti PU ke 76 tahun 2021  dengan tema “Infrastruktur Mantap, NTB Gemilang.” di halaman kantor Dinas PUPR NTB, Senin (29/11/21).

BACA JUGA: Bukan Hanya MotoGP, Tahun 2022 NTB Juga Jadi Tuan Rumah MXGP

Menurutnya, tanpa infrastruktur tidak ada yang namanya investasi, tanpa investasi tidak ada pembangunan.

Dan tanpa pembangunan tidak ada lagi penyerapan tenaga kerja, dan tanpa penyerapan tenaga kerja tidak akan mampu mempercepat penurunan kemiskinan yang masih menjadi PR pemerintah Provinsi NTB.

Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini menjelaskan, infrastruktur jalan akan dibangun secara merata baik yang ada di pulau Lombok dan Sumbawa.

Misalnya, wilayah Tambora tidak ada lagi jembatan putus tahun ini dan semua jalannya dalam kategori hotmix. Begitupun jalan lintas Karumbu-Sape, Rembige-Kayangan (sedang dikerjakan) dan begitu jalan provinsi lainnya di seluruh kabupaten kota.

Mewujudkan infrastruktur jalan mantap tersebut, semua sudah masuk dalam 13 paket proyek infrastruktur jalan dan jembatan provinsi.

13 paket proyek konstruksi jalan dan jembatan tersebut dibiayai lewat dana pinjaman program pemulihan ekonomi nasional (PEN) Daerah sebesar Rp250 miliar.

“Insya Allah ditargetkan tuntas pada Mei 2022, baik jalan dan jembatan. Untuk jalan, Desember tahun ini sudah selesai,” ucapnya.

Dae Iwan menjelaskan, pembangunan  infrastruktur jalan di Provinsi NTB menjadi  visi misi pertama dalam membangun NTB gemilang yang tertuang kedalam RPJMD yaitu, NTB tangguh dan mantap yang di dalamnya fokus percepatan pembangunan infrastruktur jalan.

“Semangat inilah yang harus terus kita hidupkan, agar masyarakat bisa menikmati jalan yang aman dan menghidupkan perkonomian,” tegasnya.

BACA JUGA:

Persiapan MotoGP, Gubernur Temui Presiden dan Menko Perekonomian

Selain itu, lanjutnya, pembangunan jalan nasional yang dibangun di NTB, hampir semua sudah mantap.

Kemantapan itu menjadikan NTB sebagai provinsi yang memiliki jalan infrastruktur yang terbaik selama tiga tahun berturut-turut secara nasional.

Selain memantapkan infrastruktur jalan, Dae Iwan menegaskan, Provinsi NTB telah menjadi identitas bangsa setelah hadirnya Sirkuit Mandalika dan event MotoGP.

Tentu hal itu, menjadikan NTB sebagai kiblat pembangunan pemerintah pusat serta seluruh kementerian dan lembaga untuk mempercepat infrastruktur jalan, fasilitas serta saranan dan prasarana di NTB menjelang event balapan dunia tersebut.

“Tanpa dukungan infrastruktur jalan, permukiman, perumahan dan sumber daya air. Perhelatan MotoGP tidak akan berjalan dengan baik. Ini menjadi PR kita bagaimana segala persiapan harus betul-betul disiapkan sebaik mungkin agar NTB siap menjadi tuan rumah MotoGP Maret 2022 mendatang,” lanjutnya.

NTB makin maju

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengenakan, infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang perekonomian dan pembangunan di Provinsi NTB.

Mengingat NTB sebagai tempat yang akan dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara secara berkala hingga setiap tahun.

“Tercapainya NTB gemilang, infrastruktur harus mantap dan NTB semakin maju,” ungkap Ummi Rohmi usai membuka Talk Show dalam rangka Hari Bhakti PU ke 76  dengan tema “Infrastruktur Mantap, NTB Gemilang.”

Untuk itu, Ummi Rohmi berharapkolaborasi, sinergi dan kerja sama semua pihak agar semua pembangunan infrastruktur dapat diwujudkan di NTB dan berjalan sesuai harapan.

“Semangat buat dinas PUPR, semoga infrastruktur di NTB semakin mantap menuju NTB yang gemilang,” harapnya Wagub NTB.

Ikp

@kominfo