Bekali Santri Masa Kini Dengan Ilmu Masa Depan

Menko PMK Muhadjir Effendy saat bersilaturahmi ke Ponpes Nurul Hakim, Lombok Barat, minta agar santri tak hanya diajarkan imu agama, tapi juga immu bekal masa depan

LOBAR.lombokjournal.com ~ Pondok Pesantren tidak boleh eksklusif hanya mengajarkan materi agama kepada para santri.

Pondok Pesantren diminta mengikuti perkembangan zaman dan mengajarkan ilmu-ilmu terapan termasuk teknologi informasi.

Santri harus juga dibekali ilmu masa depan

Menko PMK minta santri bukan hanya dibekali ilmu agama

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Hakim, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (04/12/21).

BACA JUGA: ASDEKSI Adakan Workshop Nasional Peran Sekretariat DPRD

Dalam silaturahminya itu Menko PMK disambut pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim TGH. Muharrar Mahfudz, serta menyampaikan tausyiah di hadapan Santri dan Asatidz Pondok Pesantren Nurul Hakim.

“Bekalilah santri ini bukan hanya ilmu agama, tetapi bekal ilmu umum terutama ilmu masa depan dan teknologi informasi agar mereka betul-betul siap berkompetisi dengan lulusan lain untuk memajukan Indonesia,” ujarnya.

Menko Muhadjir menyampaikan, tantangan santri masa kini harus mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu agama dengan penguasaan ilmu umum dan teknologi informasi.

“Berarti jadi santri sekarang lebih berat daripada santri jaman dulu. Kemampuan santri harus lebih unggul, memadai, dan menguasai teknologi informasi,” ujarnya.

“Para santri harus bekerja ekstra. Untuk mereka yang sekolah tidak berbasis agama bisa fokus ke penguasaan ilmu umum. Sementara santri harus menguasai dua hal itu,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok Barat, kata Muhadjir, adalah contoh teladan pondok pesantren yang mampu bertransformasi menjadi inklusif dan menyeimbangkan materi ilmu akhirat dan ilmu dunia.

Penyeimbangan ilmu akhirat dan ilmu dunia, menurut Muhadjir, adalah wujud keyakinan terhadap Islam Rahmatan lil’alamin yang cinta damai dan ikut menjadikan Indonesia Maju.

BACA JUGA: Ramainya Even Internasional, NTB Harus Siapkan Infrastruktur

“Jika umat islam atau santri mampu melakukannya, maka kalian akan menjadi investasi dunia. Dan keberhasilan dunia akan menentukan keberhasilan di akhirat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Nurul Hakim dibangun pada tahun 1948 pimpinan Tuan Guru Muharrar Mahfudz. Selain melayani pendidikan agama, di pesantren yang berdiri diatas lahan 9.2 hektar itu juga melaksanakan pendidikan reguler mulai TK sampai Perguruan Tinggi. (*)

Nn




ASDEKSI Adakan Workshop Nasional Peran Sekretariat DPRD

Penyelenggaraan Workshop Nasional, memberikan materi, bagaimana peran sekretariat mendukung Tugas dan Fungsi DPRD.

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Asosiasi Sekretariat DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI) mengadakan Workshop Nasional terkait Peran Sekretariat DPRD, Sabtu. (04/12/21).

Workshop menghadirkan beberapa narasumber ahli dari berbagai latar dan keahlian. Berlangsung selama empat hari di Jakarta Barat, dengan empat sesi utama yang diikuti oleh para Sekretaris DPRD beserta jajaran se-Indonesia.

penyelenggaraan workshop nasionnal yang disellenggarakan ASDEKSI

Dalam acara tersebut, dikukuhkan pula kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Asdeksi Provinsi Riau oleh Pengurus DPN Asdeksi.

Ketua Dewan Pengurus Nasional Asdeksi Widyo Prayitno, SH.mengatakan, workshop diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang kesekretariatan, sesuai dengan perkembangan regulasi yang ada.

Selain itu, pada kegiatan workshop berharap pandemi jangan diabaikan, Prokes tetap diterapkan.

Materi yang disampaikan pada ajang workshop itu, bagaimana peran sekretariat dalam mendukung Tugas dan Fungsi DPRD.

Khususnya dalam Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, serta materi Motivasi Pengembangan Diri dalam Pelayanan Publik. Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD pada Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI

workshop nasionnal dengan narasumber beberapa ahli

Drs. Andi Bataralifu, MSi., menyatakan peran Sekretariat DPRD dalam mendukung tugas dan fungsi legislatif memerlukan sistem Standar Operasional Prosedur.

Ini menunjang penyelenggaraan fungsi dan peran DPRD serta perlunya kode etik dan tata beracara sebagai basis regulasi, agar tak menyalahi prosedural.

Menurut Andi, Sekretariat DPRD dalam penerapan agenda-agenda kesekretariatan sebagai jembatan antara Pimpinan Daerah dan Pimpinan Dewan.

BACA JUGA: Even Internasional Makin Ramai, NTB Harus Siapkan Insfrastruktur 

Mekanisme langsung maupun mekanisme tak langsung, aturan perlu dibuat secermat mungkin dalam pembuatan tata tertib dewan.

Tiap Alat Kelengkapan Dewan (AKD) mengakomodir peraturan dan supporting kelompok pakar, semisal pada AKD Bapemperda.

“Aturan dibuat rinci, relevan, dapat dipertanggungjawabkan dan diterima para pihak,” tutur aNDI.

Sedangkan narasumber dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Hilman Rosyada, S.AP., M.AP yang menyampaikan kajian Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun mengatakan, pengguna anggaran dalam pelaksanaannya, ada yang bersifat mandatori, delegasi dan ada pula yang bersifat atribusi.

Diperlukan perencanaan yang baik dalam penyusunan APBD dan berkomitmen terhadap apa yang ada pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah tahunan.

“Saat perencanaan anggaran yang baik saja, belum tentu pelaksanaan dan pelaporannya baik. Oleh karena itu, perencanaan harus tetap baik yang memungkinkan agar pelaksanaan serta pelaporannya baik serta akuntabel,” urainya.

Pada sesi workshop hari berikutnya, pihak Asdeksi menghadirkan Ahli Motivator Kesehatan Paliatif dr. Agus Ali Fauzi, PGD., Pall. Med., yang menyemangati peserta workshop dengan spirit pelayanan untuk bekerja dengan menyertakan pikiran dan hati.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

Dikatakan, menyertakan hati, pikiran bisa lebih tenang, lebih rileks dan pelayanan bisa maksimal.

Dicontohkan pula, tiap orang punya tingkatan kecerdasannya yang berbeda-beda, berupaya berempati dan membahagiakan.

Lanjutnya, senantiasa mengingat Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur semua unsur kehidupan, termasuk dalam bekerja pada profesi apapun, dengan memudahkan bukan mempersulit.

Sedangkan pada sesi akhir dipaparkan pula Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di Sekretariat DPRD.

Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, Dr Sugeng Hariyono menyatakan, kedudukan Setwan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Sedangkan landasan SPIP sesuai PP nomor 60 tahun 2008 tentang SPIP.

Diuraikannya, unsur-unsur SPIP meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian.

Peserta workshop nasional Asdeksi mengikuti acara dengan penerapan Prokes.

Workshop bertujuan dapat menyajikan pemahaman melalui peningkatan etos kerja dan penguatan relasi antara eksekutif dan legislatif.

@ng

 




Dekranasda Award Memotivasi Perajin Agar Terus Berkarya

Dekranasda Award diberkan pada perajin daerah agar jangan berhenti berkarya, terus meningkatkan kreativitas karyanya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB menggelar Dekranasda Award 2021, untuk memberikan apresiasi kepada perajin daerah, atas hasil kreativitas dan inovasi dari karyanya.

“Dekranasda Award, sebagai apresiasi atas kreativitas perajin dalam berkarya dan mempromosikan potensi kerajinan (kriya) daerah,” kata Ketua Dekranasda NTB yang diwakili Hj. Lale Priyatni, M.Si.

acara penilaian Dekranasda Award karya-karya yang dinilai untuk Dekranasda Award

Hal itu disampaikannya pada acara pembukaan sekaligus penilaian Dekranasda Award 2021, Sabtu (04/12/21) di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB.

BACA JUGA: Selain Pariwisata, NTB Perlu Kembangkan Gastronomi

Wakil Ketua Umum Dekranasda NTB, Hj. Lale Priyatni, M. Si mengatakan, Dekranasda Award tahun 2021 diberikan agar memotivasi semangat para perajin, sehingga terus mengaupdate skillnya.

“Jangan berhenti berkarya, tingkatkan terus kemampuannya,” kata Ketua Persatuan Dharma Wanita NTB tersebut.

Menurutnya, di era sekarang, produk kerajinan bermunculan. Sehingga diharapkan juga acara ini dapat meningkatkan daya saing di pasar domestik atau pasar internasional.

Apalagi NTB sekarang menjadi pusat perhatian dunia, dengan berbagai event dan kegiatan Nasional hingga Internasional, ke depan akan banyak diselenggarakan di NTB.

“Termasuk MotoGP, akan menjadi magnet dikunjungi oleh ribuan orang, maka sebagai daerah pariwisata, kita harus siap,” terang istri Sekda NTB.

Dekranasda Award 2021 diikuti oleh 44 kriya atau pengrajin se NTB, mulai dari Bima, Sumbawa, Mataram dan Lombok. Menampilkan 51 karya perajin.

Juri pada penilian ini dari SMKN 5 Kota Mataram. Ada 3 juri yang spesifikasi kompetensinya menilai logam, kayu dan serat alam.

BACA JUGA: Banyaknya Even Internasional, NTB Harus Siapkan Infrastruktur

Kegiatan ini merupakan rangkian dari Lombok-Sumbawa Tenun Festival. Berlangsung sejak Oktober dan puncak acaranya  tanggal 11 Desember 2021.

Hasil kriya pemenang juga akan diikutkan pada pameran “Dekranas Award” dan pameran Internasional lainnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua harian Dekranasda, Kadis Koperasi dan UMKM, Sekdis Perdagangan, pengurus Dekranasda NTB dan para perajin kriya NTB.

Nn

 




Unggul Telak, Lombok FC Menggilas Selaparang Raya 4-1

Lombok FC unggul telak lawan Selaparang Raya 4-1, kemenangan ini membuat posisinya di klasemen naik di posisi ketiga

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok FC ungguli Selaparang Raya dengan skor 4-1 dalam pertandingan lanjutan Liga 3 Asprov PSSI NTB yang mempertemukan Lombok FC dengan PS Selaparang Raya.

Jalannya babak pertama, kedua tim berupaya mengambil inisiatif serangan. Hingga pertengahan babak pertama, serangan kedua tim kandas oleh para pemain bertahan masing-masing tim.

Pemain LFC sempat drop akhirnya bangkit dan unggul telak

Semangat pemain LFC bangkit dan di babak dua unggul telak

Pelanggaran pemain Lombok FC di menit 34 menghasilkan tendangan bebas bagi PS Selaparang Raya. Lalu Abdul Ghani yang mengambil tendangan bebas langsung mengarahkan bola ke kiper Khaerul.

Tendangan Lalu Abdul Ghani gagal ditangkap Kahirul dengan sempurna. Bola yang terlepas disapu  oleh Naufal, skor 1-0 untuk keunggulan PS Selaparang Raya.

BACA JUGA: Bertanding Melawan PS Daygun, Lombok FC Unggul 2-0

Gol ini membuat pemain Lombok FC tersengat. Anak-anak asuh S. Margono langsung menyerang total, namun sampai babak pertama usai, PS Selaparang Raya masih unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, striker andalan Lombok FC, Paulus Issac Ona masuk ke lapangan. Daya gedor Lombok FC semakin kencang.

Pemain Lombok FC Lodrico mengirim tendangan jarak jauh. Bola lepas dari tangkapan kiper. Paul tanpa ampun menceploskan bola.

Skor 1-1 di menit 53. Dominasi pemain-pemain Lombok FC semakin tinggi. Serangan sayap dari Agus maupun Edwin silih berganti mengirim umpan silang ke tengah lapangan.

Menit 62 pemain Lombok FC, Vijay mengirim umpan silang. Bola sundulan Agus yang membentur tiang disapu oleh Rudi. Skor 2-1 untuk keunggulan Lombok FC.

Tiga menit kemudian, lagi-lagi melalui umpan silang pemain Lombok FC, Nanda Juanda menggandakan skor. Sundulannya gagal ditahan oleh kiper PS Selaparang Raya.

Unggul 3-1 tak membuat serangan Lombok FC mengendorkan tekanannya. PS Selaparang Raya yang berupaya memperkecil kedudukan justru kembali kebobolan.

Di menit 75 memanfaatkan serangan balik Paul mengirim umpan kepada Edwin. Pemain nomor punggung 89 itu memainkan skill.

Setelah melewati dua pemain belakang, ia menendang keras ke kiper. Bola terlepas dan mengarah ke Rudi, dan gol kembali tercipta.

Kemenangan Lombok FC ini membuat posisi di klasemen naik satu tingkat, menggeser posisi Perslotim di posisi ketiga yang sehari sebelumnya bermain imbang.

Dari Istanbul, Turki, Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono, melalui sambungan telephone menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pelatih juga para pemain LFC yang terus ngotot berjuang dengan penuh semangat untuk membalikkan keadaan.

“Sesuai arahan Presiden LFC, para pelatih dan pemain telah memperlihatkan kwalitas permainannya yang semakin matang. Dan diucapkan selamat, serta terima kasih kepada tim pelatih dan para pemain LFC atas kemenangannya.

“Pertahankan, dan tingkatkan terus performa tim, pertandingan belum selesai,” kata Rannya melalui sambungan telpnya.

BACA JUGA: Kader PKK Jadi Fasilitator Administrasi Masyarakat

Sementara itu usai pertandingan pelatih LFC , S Margono mengatakan skuad tim LFC dibabak pertama banyak mendapat peluang goal tapi tembakannya  beberapa membentur mistar gawang.

“Tercatat ada 4 kali peluang, tapi masih belum beruntung  membuahkan gol,” imbuhnya.

S Margono mengakui setelah kebobolan satu goal lewat tendakan bebas, mental pemain LFC langsung drops.

“Anak-anak mental mainnya masih labil, belum stabil,” ujarnya.

Kemudian saat turun main, kata Margono , tim pelatih LFC lainnya Gerard Pangkali dan Nanang hidayat memberikan motivasi dan spirit untuk bermain tenang dan tidak mudah down.

“Hasilnya LFC unggul 4 – 1 berkat kerjasama timwork yang mulai rapi,” tambah Gerard Pangkali.

Tim Pelatih LFC yakni S Margono, Gerard Pangkali dan Nanang Hidayat berharap untuk bertandingan liga kedepan masalah jadwal pertandingan perlu diperhatikan agar para pemain mendapat istirahat yang cukup.

“Dengan jadwal pertandingan yang tiada jeda yang cukup , sulit memulihkan kondisi stamina pemain yang fit dan bugar,” tukas S Margono sembari menambahkan idealnya waktu istirahat pertandingan setiap tiga atau 4 hari.

“Anak-anak mental mainnya masih labil, belum stabil,” ujarnya.

Kemudian saat turun main, kata Margono, tim pelatih LFC lainnya Gerard Pangkali dan Nanang hidayat memberikan motivasi dan spirit untuk bermain tenang dan tidak mudah down.

“Hasilnya LFC unggul 4 – 1 berkat kerjasama timwork yang mulai rapi,” tambah Gerard Pangkali.

Tim Pelatih LFC yakni S Margono, Gerard Pangkali dan Nanang Hidayat berharap untuk bertandingan liga kedepan masalah jadwal pertandingan perlu diperhatikan agar para pemain mendapat istirahat yang cukup.

“Dengan jadwal pertandingan yang tiada jeda yang cukup , sulit memulihkan kondisi stamina pemain yang fit dan bugar,” tukas S Margono sembari menambahkan idealnya waktu istirahat pertandingan setiap tiga atau 4 hari.

Me

 




Selain Pariwisata, NTB Perlu Kembangkan Potensi Gastronomi

Pasca pelaksanaan IATC dan WSBK beberapa media meliput makanan-makanan enak di Lombok, suatu aktifitas jurnalistik yang sangat dibutuhkan pembaca, khususnya para pengunjung Lombok-Sumbawa, itu disebut gastronomi.

Mengulas seputar Gastronomi
By : Karman BM ; Aktivis Kepemudaan, Asal NTB Tinggal Di Jakarta & Relawan Jokowi 2019

lombokjournal.com ~ Gastronomi yaitu ilmu tata boga atau pengetahuan tentang makanan dan minuman yang baik. Ada juga mendefinisikan sebagi hal ihwal seputar makanan minuman enak dan tata cara menikmatinya.

Dalam ilmu public relation ada istilah tambahan Gastro branding dan atau gastro diplomacy. Sebuah kajian tentang strategi menciptakan citra yang baik melalui sajian-sajian makanan dan minuman yang khas dan enak, sehingga penikmat sajian itu memiliki pengalaman baru yang tidak dapat terlupakan.

Goalnya adalah citra yang baik. Komentar saya di sini seputar itu.

BACA JUGA: Ramainya Even Internasional, NTB Harus Siapkan Infrastruktur

Saya teringat ketika diajak oleh kawan saya menemani tamu dari pulau Jawa setelah nonton balapan di Mandalika, untuk makan, tempatnya berpindah-pindah. Kebetulan para tamu itu hobi kuliner, karena keterbatasan informasi, kami hanya ajak makan ayam Taliwang seputaran Cakra dan seafod di lembar di waktu yang berbeda.

Saya dapat memahami, mungkin tamu-tamu teman saya akan kecewa, karena tak cukup memuaskan hobi kulinernya. Sampai-sampai mereka nanya, di mana tempat makan babi enak? Seperti di Bali katanya. Saya tentu jawab tidak tau. Untuk menghindari jawaban yang asal tebak dan tunjuk saja. Karena memang saya tidak tau sama sekali.

Nah menurut saya, literasi gastronomi bagi masyarakat NTB pada umumnya penting ditingkatkan. Mengingat akan banyaknya kunjungan wisatawan ke daerah ini nanti dan pasti akan mendapat pertanyaan serupa.

Berangkat dari itu, menurut saya: Pertama, Pemerintah perlu mempublikasi besar-besaran dan secara berkala daftar makanan dan minuman yang khas dari NTB, baik melalui media lokal hingga internasional.

NTB itu punya ragam makanan khas yang sangat cocok di lidah orang Indonesia. Seperti Lombok punya Pelecing, Ares, Serebuk, minuman tuak manis dan lainnya.

Sumbawa juga punya, Singang, Palumara, Sepat, Daging Rusa dan seterusnya.

Bima juga tak kalah punya Bingka Dolu, Uta Londe Puru, Daging Ikan Napoleon terbaik dunia, dan banyak lagi.

Jadi, Promosi gastronominya ditingkatkan.

Kedua, Pemerintah perlu untuk memfasilitasi warga membangun tempat kuliner khas Lombok dan Sumbawa perlu ditingkatkan.

Sentra-sentra kuliner di Lombok ini sangat terbatas ragamnya. Sebut saja kawasan cakra dan karang taliwang untuk masakan ayamnya. Nasi Puyung sudah jelas di Puyung dan sekitaran. Terus aresnya di mana? Seafoodnya di mana? Singangnya di mana? Sate pusutnya di mana? Dan sebagainya.

Menurut saya, Inilah saatnya semua komponen di NTB menghadirkan semua potensi kekayaan kuliner yang dipunya.

BACA JUGA: Bertanding Melawan PS Daygun, LFC Unggul 2-0

Sehingga orang yang datang ke NTB akan mendapatkan unforgettable dan infinity experience dengan menikmati makanan dan minuman khas seperti motto pariwisata NTB.

Kita tunjukkan selain Wisata alam dan budaya, NTB juga punya potensi gastronomi yang sangat kaya. Sehingga Citra NTB semakin baik.

Semoga Mandalika benar-benar akan jadi brand Baru Indonesia di mata Dunia.

Jakarta, 04 Desember 2021

 

 

 




Bunda Niken Lantik Pengurus PPI Kabupaten/Kota, Ini Pesannya

Saat melantik pengurus PPI, Bunda Niken mengungkapkan, perempuan muda perlu mendapat info tepat, tentang kesehatan dan info penting lainnya dari pengurus PPI

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) Empat Kabupaten/Kota se Pulau Lombok masa bakti 2021-2026, dilantik di gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB, Sabtu (04/12/21).

Pengurus PPI yang dilantik diminta bekerja dengan inovasi

Ketua dan pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) yang dilantik masing-masing Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengan dan Lombok Timur, dihadiri juga Kadis Kesehatan Provinsi, Kepala BPKBN Perwakilan NTB.

Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, saat pelantikan itu mengugkapkan, pengurus PPI Pusat, memiliki anggota yang terdiri dari pakar dan akademisi.

Mereka selalu melalukan kajian, riset dan membagikan info tentang kesehatan Ibu dan Anak.

Terkait NTB berdasarkan data bonus demograsi, penduduknya hampir 53 persen terdiri dari perempuan. Lebih banyak perempuan dibanding laki-laki.

BACA JUGA: Dekranasda Award Memotivasi Perajin untuk Terus Berkarya

“Setengahnya terdiri dari perempuan muda. Nah, perempuan muda ini perlu mendapat info yang tepat, tentang kesehatan dan info penting lainnya dari pengurus PPI,” tambah Ketua Dekranasa NTB.

Bunda Niken berharap, pengurus PPI terus bekerja dengan kreativitas dan inovasi untuk terus menjaga dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Karena masih terdapat, ibu hamil, menyusui dan balita yang masih memprihatinkan. Ibu yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Balita yang belum terpenuhi gizinya.

Selain itu, membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat, memperluas jejaring  dengan organisasi/lembaga dan individu.

Dan sangat penting memotivasi kegiatan masyarakat/lembaga yang peduli, membangun budaya yang mengarah pada keselamatan dan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas, serta bayi baru lahir dan anak.

“Ini bagian dari PR kita semua,” pesan Istri Gubernur NTB.

Diakuinya, bila ibu dalam keluarga sehat, maka seluruh kekuarga akan sehat juga. Begitupun keadaan perempuan dalam suatu negara.

“PPI ini Organisasi sosial kemasyarakatan, hanya orang yang peduli dan punya jiwa sosial yang akan mampu bekerja maksimal,” kata Ketua TP.PKK NTB.

Untuk itu, mendidik generasi dan membangun generasi itu memerlukan kebersamaan dan sinergi dengan semua pihak. Tidak mungkin PPI dapat bekerja sendiri.

“Selamat bekerja, kita tingkatkan kesehatan perempuan, ibu, ibu hamil, anak-anak dan balita, menjadikan NTB semakin Gemilang,” tutupnya.

BACA JUGA: Kader PKK Jadi Fasilitator Administrasi Masyarakat

Asisten 1 Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih mengatakan bahwa atas nama Pemrov. NTB menyampaikan selamat.

“Semoga komitmen pengurus PPI 4 Kabupaten/Kota dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerahnya,” terang Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih.

Ia juga mengapresiasi peran pengurus lelaki yang masuk komposisi pengurus. Karena kesehatan Ibu dan anak bukan hanya tugas perempuan, namun tugas lelaki juga.

Ketua PPI Mataram, Hj. Waridah Mujiburahman menyampaikan, jabatan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan baik.

“Maka untuk mensukseskan berbagai program PPI, maka sinergi dan kerjasama harus terus ditingkatkan,”ucapnya.

Nn

 




Ramainya Even Internasional, NTB Harus Siapkan Infrastruktur

Banyak penyelenggaraan even internasional yang berlangsung di NTB, harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur untuk kenyamanan pengunjung

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Berbagai even yang terselenggara di Provinsi NTB dapat menjadi pendorong perekonomian daerah, namun penting menyiapkan infrastruktur yang baik kepada para pengunjung sehingga merasa nyaman.

Gubernur tekankan pentingnya kesiapan infrastruktur
Gubernur H Zulkieflimansyah

semua pihak dimminta sering berkomunikasi tentang infrastruktur

“Kita ingin banyak event hadir di daerah kita, tetapi jangan sampai daerah kita tidak menyiapkan infrastruktur, tempat wisata kita indah pantainya yang membuat orang nyaman ke tempat kita. Banyak , bagus gunungnya, tetapi kalau kita datang ke toiletnya sangat tidak layak untuk kita datangi,” tutur Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Kader PKK Jadi Fasilitator Administrasi Masyarakat 

Bang Zul menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam acara Penyerahan DIPA K/L dan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Kantor Bupati Sumbawa, Jum’at (03/12/21).

Bang Zul menghimbau, kepada seluruh Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota, untuk sama – sama berdiskusi, sehingga dapat menemukan jalan keluar dan langkah yang bisa diambil.

“Semoga dengan seringnya kita bertemu dan berjumpa akan menambah pengalaman, berbagai cerita untuk lebih bagaimana NTB menjadi tempat yang layak untuk tamu-tamu kita di masa yang akan datang,” tuturnya.

Bicara MXGP, Bang Zul masih mengupayakan agar perhelatan motocross paling elit itu bisa dilaksanakan di pulau Sumbawa tepatnya di Tambora.

Namun jumlah penonton MXGP sekitar 300 ribu, dan logistiknya lebih besar dari WSBK, sehingga harus benar-benar dipersiapkan dengan matang.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

“Kalau kita tidak mulai menaruh event di pulau Sumbawa maka makin lama pulau Sumbawa ini akan tertinggal sekali, dengan adanya MotoGP pak presiden menginstruksikan agar seluruh menteri membantu,” kata Gubernur Zul.

Nn

 




Kader PKK Jadi Fasilitator Admnistrasi Masyarakat

Pelatihan Layanan Administrasi Berbasis Kewenangan Desa (LABKD) merupakan tahapan kader PKK untuk memasuki tupoksi program, yang mendorong semua kader melayani administrasi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Identitas diri merupakan syarat penting untuk mendapatkan layanan dasar dari pemerintah, Baik layanan dasar kesehatan, pendidikan, bantuan sosial serta kebutuhan lainnya.

Mendorong kader PKK jadi pelayan administrasi msyarakat
Bunda Niken

Tidak sedikit masyarakat yang kurang mampu jarang bahkan sulit mendapatkan berbagai bantuan sosial dari pemerintah. Karena sebabnya, masyarakat banyak yang tidak memiliki KTP, KK, Surat Nikah maupun identitas lainnya.

Soal identitas diri itu jadi sorotan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Rakornas Pengembangan  Lima DPSP, Mandalika Jadi Prioritas Pusat

“Hal ini (harus) jadi perhatian kita semua, terutama peran kader PKK untuk mendorong masyarakat agar memiliki identitas seperti KTP, KK dan lainnya,” harap Bunda Niken.

Hal itu diungkapkannya saat membuka pelatihan master trainer kader PKK NTB dan kabupaten sebagai fasilitator Layanan Administrasi Berbasis Kewenangan Desa (LABKD) di hotel Lombok Plaza Mataram, Jumat (03/12/21).

Menurut Bunda Niken, PKK NTB sudah memasuki tupoksi program yang mendorong semua kader PKK di kabupaten/kota se-NTB, untuk terlibat dalam kegiatan

Khususnya yang merasa kesulitan untuk mengurus dokumen kependudukan melayani administrasi masyarakat, yang difokuskan kepada masyarakat yang kurang mampu.

SebagIan besar orang tua di desa-desa banyak yang belum memiliki surat nikah. Karena banyak yang menikah secara agama tapi tak menghiraukan dokumen sah dari hukum negara yang berlaku.

Akibatnya, banyak anak-anak yang terancam masa depannya karena belum memiliki KK, Akta kelahiran serta identitas diri lainnya.

“Misalnya, ada kejadian kemarin. Salah seorang anak ingin daftar jadi Akmil tapi persahabatannya tidak lolos karena belum memiliki kartu keluarga. Untuk itu, kita tidak ingin anak tidak bisa melanjutkan cita-citanya karena kelalain orang tua,” tuturnya.

Diharapkan seluruh kader PKK selalu terdepan mengedukasi masyarakat tentang penting identitas diri secara hukum. Sebab, pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta bahwa identitas diri menjadi syarat utama.

Pelatihan master trainer kader PKK NTB dan kabupaten sebagai fasilitator Layanan Administrasi Berbasis Kewenangan Desa (LABKD) dihadiri oleh 30 peserta dari kader PKK di empat kabupaten se-pulau Lombok.

BACA JUGA: Buka Festival Budaya, Wabup Danny Ajak Pemuda Lestarikan Adat

Kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 3-5 Desember 2021.

Pelatihanjuga akan dilaksanakan di kota Bima yang akan diikuti oleh kader PKK kabupaten se-pulau Sumbawa yang dijadwalkan pada 22 Desember mendatang.

Ikp

Kominfo

 




Penyuluhan dan Penanaman Bibit Pohon di Hari Pohon Sedunia

Kegiatan penyuluhan dan penanaman bibit pohon yang berlangsung di Desa Senaru untuk memperingati Hari Pohon Sedunia, bibit pohon yang ditanam sejumlah 100 pohon

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peringatan Hari Pohon Sedunia (2021) dan Hari Lahirnya Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) KLU ke 14, sejumlah Ormas dan Komunitas Tionghoa (INTI NTB) serta Kepala Desa Senaru, melakukan penyuluhan dan penanaman bibit pohon.

Bibit pohon untuk penanaman bibit

Kegiatan itu didukung Pemda Kabupaten Lombok Utara melalui Kantor Lingkungan Hidup KLH, yang melakukan kegiatan penanaman di seputar lingkungan seluas 1,5 hektar awal bulan Desember 2021, Jum’at (03/12/21) pagi.

OPAL mendistribusikan ratusan bibit berupa Sawo, Sirsak dan bibit kayu putih ke Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten, Lombok Utara.

Bukan hanya itu, akan menyusul bantuan suadaya dari INTI – NTB, di bawah koordinator S. Widjanarkko dan H Rudi, salah seorang dedengkot wartawan senior NTB.

“Kegiatan ini juga dalam rangka HUT NTB yang ke 17, sebagai Kepedulian terhadap lingkungan, menciptakan lingkungan yang asri dan penyelamatan sumber mata air di sebagai hajat hidup masyarakat KLU dan mahluk hidup lainnya,” tutur ketua OPAL KLU,  Jahahudin.

Senada dengan itu, Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana, menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan penanaman bibit pohon. Kegiatan tersebut mengambil tema “Peduli Lingkungan Hijaukan Alam Senaru Bayan”.

BACA JUGA: Penetapan Balon PAW Desa Samba Berlangsung Lancar

berbagai jenis bibit pohon untuk penanaman bibit

mahasiswa yang terlibat dalam penanaman bibit

Sebelum menanam bibit pohon, warga yang menjadi sasaran kegiatan akan diberikan penyuluhan lebih dulu, yang akan dilangsungkan di Aula Kantor Desa Senaru Kecamatan Bayan.

Jaharudin dan Kades Senaru sekaligus narasumber menyampaikan pentingnya melaksanakan penghijauan lingkungan.

“Terlebih di kondisi pemanasan global saat ini,” kata Jaharudin.

Setiap tahun saat mulai pergantian musim hujan ke musim kemarau, warga sering mengalami kekurangan air untuk konsumsi rumah tangga.

Hilangnya sejumlah sumber mata air itu akibat gempa bumi yang terjadi di Lombok tahun 2018 lalu. Selain itu akibat pemanasan global, juga akibat rusaknya lingkungan hutan.

Selain itu, juga dijelaskan bagaimana cara menanam bibit pohon yang baik dengan menyesuaikan kondisi tanah serta lingkungan.

Desa Senaru berada di wilayah bawah dataran Gunung Rinjani, dan memiliki kondisi tanah yang sangat mendukung untuk ditanami bibit pohon buah-buahan, termasuk bibit pohon berbagai jenis yang akan ditanam dalam kegiatan ini.

Akriabuana, menyampaikan terima kaih kepada OPAL KLU, INTI, Pemda KLU serta semua Ormas dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan yang bertema “Peduli Lingkungan Hijaukan Alam Senaru Bayan”.

Sehari setelah pemberian penyuluhan, masyarakat Desa Langlang dan mahasiswa KKN UM yang jumlahnya mencapai 40-an orang, langsung menuju lokasi penanaman.

Lokasi berada di Sumber Mata Air Pakis Uceng Dusun Langlang 1, bibit pohon yang ditanam sejumlah 100 pohon.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

Kegiatan penanaman bibit pohon ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada lingkungan Desa Senaru dan sekitarnya, terutama pada untuk penyelamatan sumber air terjun Sindanggila Bayan ini, ungkapnya.

Selain untuk manfaat penghijauan alam, diharapkan setelah bibit pohon tumbuh besar masyarakat  dapat memanfaatkan buah-buahan yang dihasilkan dari penanaman pohon itu.

Lebih lanjut, berorientasi pada perencanaan Desa Wisata Senaru dalam menciptakan lingkungan yang Asri, panorama juta taman Gunung Rinjani (TGR) sebagai penunjang destinasi wisata bertaraf Internasional, tuturnya.

@ng

 




Penetapan Balon PAW Desa Samba Berlangsung Lancar

Panitia Pilkade PAW Desa Samba akan melakukan penetapan balon menjadi calon pada 8 Desember mendatang sesuai jadwal tahapan Pilkades PAW

GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~  Musyawarah Desa (Musdes) penetapan bakal calon (Balon) Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Sambik Bangkol (Samba) Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Tahun 2021, berlangsung di Aula Balai Desa Samba Rabu (01/12/2021).

Penetapan Balon Kades PAW yang dihadiri unsur masyarakat

Musdes yang diselenggarakan dengan agenda penetapan bakal calon kades PAW setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh panitia pemilihan.

Selanjutnya panitia akan menetapkan balon menjadi calon pada tanggal 8 Desember mendatang sesuai dengan jadwal tahapan Pilkades PAW.

Acara penetapan balon Kades PAW itu dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Gangga, unsur Kepolisian Sektor Gangga, Pimpinan dan Anggota BPD Samba, Pj Kepala Desa Samba Sarjono, Babhinkamtibmas Desa Samba, Panitia Pemilihan PAW, dan para Kepala Dusun serta tokoh masyarakat di Samba.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

“Hasil penetapan nantinya menjadi calon yang akan dipilih oleh 99 orang pemilih dari 14 Dusun yang ada di wilayah Samba,” jelas Pj Kepala Desa Samba, Sarjono, Rabu (02/12/21).

Sarjono menyampaikan apresiasi Pemdes Samba atas kinerja panitia Pilkades PAW dalam melaksanakan tahapan penjaringan sampai dengan penetapan calon kades antar waktu.

”Terima kasih atas kerja keras panitia Pilkades PAW Desa Samba sehingga tahapan-tahapan mulai penjaringan sampai penetapan calon kades antar waktu berjalan dengan baik dan kondusif,” tuturnya.

Pj Kades Samba itu  meminta semua pihak bersinergi untuk mengawal proses Pilkades sampai selesai, serta balon dapat tetap menjaga ritme demokrasi di aras desa dengan baik sesuai lokus dan tempusnya.

Kasubbag Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Lombok Utara ini mengungkapkan, tokoh yang maju dalam PAW tahun ini adalah putra terbaik yang dimiliki Desa Samba.

Mereka adalah putra desa setempat. Apalagi ini, katanya, Samba adalah desa pertama di Lombok Utara menghelat Pilkades PAW dan tahapan penetapan balon kades tersebut dapat melancarkan tahapan-tahapan selanjutnya.

Sarjono pun berpesan, siapa balon yang ditetapkan menjadi calon dan terpilih nantinya, dapat merangkul semua elemen masyarakat dan mampu membangun Desa Samba menjadi lebih baik dan maju.

Dikatakan pula bahwa resep ampuh kepemimpinan ada pada kemampuan mengakomodir semua pihak serta menjalin sinergi dengan seluruh stakeholder.

“Harapan kami pelaksanaan Pilkades PAW ini berjalan baik dan lancar sesuai dengan amanat regulasi, dipilih melalui sistem permusyawaratan untuk kemufakatan. Musyawarah mufakat ini tradisi luhur bangsa kita. Proses ini perlu sinergi dan dukungan semua pihak agar pilkades di tengah pandemi Covid-19 aman, lancar, sukses tanpa ekses dan sehat,” harapnya.

BACA JUGA: Buka Festival Budaya, Wabup Danny Ajak Pemuda Lestarikan Adat

Ketua Panitia Sukyadi, menuturkan kepanitiaan Pilkades telah bekerja sesuai peraturan yang berlaku.

Mulai dari tahapan penjaringan hingga tahapan penetapan bakal calon hari ini (kemarin-red) yang akan mengikuti tahapan penetapan calon dan pemilihan melalui musdes nantinya.

Adapun hasil penetapan bakal calon kades PAW dalam berita acara dari 2 orang yang mendaftar dan keduanya lolos verifikasi administrasi yaitu Sajudin, S.Sos. dan H. Ropi’i.

“Setelah melalui tahapan-tahapan kedua orang ini kita tetapkan menjadi bakal calon kades PAW yang akan mengikuti tahapan penetapan calon dan berhak dipilih dalam musyawarah desa pemilihan PAW 19 hari kedepan,” jelasnya.

Sar