UMKM Luar Jualan di Mandalika, Produk Lokal Harus Dibela

Dalam perhelatan MotoGP bulan Maret mendatang, akan diramaikan datangnya UMKM luar daerah, diharapkan Pemprov NTB membela produk lokal

MATARAM.lombokjournal.com ~ 100 UMKM dari luar daerah dengan berbagai produk akan ikut dilibatkan berjualan saat berlangsungnya perhelatan MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah, bulan Maret.

Kabarnya, tim dari Kementerian Koperasi dan UMKM sengaja mengundang pelaku UMKM dari luar NTB. Alasannya tidak semua produk yang dibutuhkan konsumen saat berlangsungnya MotoGP bisa dipenuhi produk UMKM lokal.

Produk UMKM Kerajinan lokal

Apalagi, UMKM local yang bisa berjualan pada event internasional itu sangat terbatas. Lokasi stan memang sudah disiapkan pihak ITDC, namun belum bisa dipastikan berapa jumlah UKM yang nanti bisa ditampung berjualan. Pihak ITDC yang menentukan.

Sebab yang bisa berjualan harus melalui proses kurasi atau seleksi, mulai dari kualitas produk, termasuk sudah memiliki izin badan usaha dan semacamnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Masyuri mengatakan, pelaku UMKM  yang sudah terdata itu ada 50 UMKM, mulai dari kerajinan, pakaian dan kaos, dan industri lainnya seperti sepeda atau motor listrik, dan yang paling dominan kuliner.

“Jumlah masih bisa bertambah, tergantung kurasi lagi. Sebab yang bisa berjualan itu UKM yang sudah melalui kurasi atau seleksi, sehingga tidak sembarang,” kata Masyuri seperti dikutip Repulika.com, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Gubernur NTB Yakin, Ajang MotoGP 2022 Sukses di NTB

Gubernur Harus Seleksi UMKM Luar

Sementara itu, Asosiasi Pelaku UMKM NTB mempertanyakan pihak Kementerian Koperasi dan UMKM yang menggandeng pelaku UMKM dari luar NTB.

Saat dihubungi, Ketua Asosiasi Pelaku UMKM NTB, Aris Andi Baso Ence, SH mengatakan kalau memang mengandeng pelaku UMKM dari luar NTB, harus yang usaha atau produknya beda dengan UMKM local.

“Kalau sama akan menutup kesempatan lokal,” kata Aris.

Menurutnya, UMKM dari luar (misalnya dari Surabaya Jogja, Jakarta dan lainnya, red), misalnya yang bergerak usaha pakaian atau kaos, lebih dekat dengan bahan baku, pasti bisa menjual lebih murah..

“Pilihlah UKM yang produknya tidak ada di UKM lokal, biar UKM lokal bangkit,” tambah Aris.

Kalangan pelaku UMKM berharap, agar gubernur menseleksi pelaku UKM luar daerah yang dilibatkan.

“Kami berharap gubernur menentukan keberpihakan lokal. Kan Pemprv NTB punya program Bela Beli produk lokal. Mudah-mudahan itu bukan sekedar lips service,” katanya

Diketahui, Gubernur Zul sering dalam berbagai kesempatan mengungkapkan, produk local harus dibela dan dilinduni.

Pelaku UMKM umumnya masih terbatas dalam permodalan yang berdampak lemahnya dalam persaingan.

Dari sisi produk, UKM dari luar umumya lebih bagus dan siap, karena sudah memiliki jam terbang lebih panjang. Karena itu, mereka bisa bersaing dengan harga murah karena menguasai bahan baku.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Pintu Masuk Mataram Harus Bersih dan Indah

Pelaku UMKM luar daerah bisa membeli bahan baku dari tangan pertama, sedang yang lokal dari tangan kedua atau ketiga, pasti lebih tinggi kos produksinya.

“Gubernur harus mengkomunikasikan ke kementerian, jangan sembarang menggandeng UMKM luar,” pintanya.***

 




Wagub NTB Silaturahmi dengan Pengurus DPD APWI NTB

Silaturrahmi singkat Wagub NTB dengan Pengrus DPD APWI NTB berlangsung hangat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Silaturahmi Kepala BPSDMD Provinsi NTB dan Pengurus DPD Asosiasi Profesi Widyaswara Indonesia (APWI) Provinsi NTB dengan Dr. Hj Rohmi Jalilah, Wakil Gubernur Provinsi NTB, Rabu (12/01/22) di Pendopo Wakil Gubernur Provinsi NTB.

Pertemuan itu berlangsung singkat namun dalam suasana hangat. Pertemuan di antaranya membahas rencana Pengukuhan Pengurus DPD APWI NTB Periode 2020-2024 oleh Ketua Umum DPP APWI.

Dalam pertemuan itu Wagub memperoleh penjelasan dari Ir Lalu Hamdi, M.Si, Kepala BPSDMD terkait kegiatan BPSDMD Provinsi NTB sepanjang Tahun 2021.

Kegiatan itu di antaranya adalah menyelenggarakan kegiatan diklat kepada 3.136 ASN NTB, yang 70 persen dari total jumlah itu melalui diklatsar CPNS.

Sementara itu, Ir H. A. Mackhul, M.Si, Ketua DPD APWI NTB menjelaskan, transformasi profesionalitas yang diemban oleh APWI sejak terjadi perubahan keorganisasian dari Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) menjadi Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI).

“Kiprah Widyaiswara tidak lagi hanya pada Dikjartih seperti sebelumnya, melainkan bisa lebih luas membantu Pemerintah baik di Pusat maupun di Daerah untuk mengembangkan kebijakan baik di lingkungan birokrasi (OPD) maupun di masyarakat (Sosio Kultural),” urai H. A. Mackhul.

BACA JUGA: Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan

Secara ringkas Machsul mencontohkan pendampingan kegiatan Analisa Jabatan di beberapa OPD.

Wagub menyambut baik pertemuan dengan para widyaiswara, dan berharap bisa hadir dalam pelantikan dan pengukuhan yang direncanakan pada tanggal 20 Januari 2022.

“Tinggal dikoordinasikan dengan pihak protokol tentang jadwal yang sudah direncanakan itu,” ujar Wagub.

BACA JUGA: Panitia Nasional MotoGP Fokus Selesaikan 9 Isu

Pertemuan memang tidak sempat dilanjutkan dengan dialog karena Wagub sudah teragendakan dengan kegiatan lain.***

 




Gubernur Zul Yakin, Ajang MotoGP 2022 Sukses di NTB

Penyelenggaraan ajang MotoGP di NTB, menurut Gubernur Zul, akan sukses sesui harapan dengan kehadiran panitia dari pusat yang ikut mempersiapkan event internasionaal itu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, memastikan berbagai persiapan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk mensukseskan dan menyambut perhelatan Internasional MotoGP pada Maret 2022 mendatang.

“Kami meyakini penyelenggaraan MotoGP berjalan lancar sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Gubernur NTB.

Gubernur Zul bersama Menparekraf dalam rapat sinkronisasi

Ia menyamaikannya saat Rapat Sinkronisasi Panitia Nasional Pendukung Penyelenggaraan MotoGP Tahun 2022, yang akan dilaksanakan secara hybrid, dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Sandiaga Uno dan komandan lapangan persiapan MotoGP Mandalika Marsekal Purn. Hadi Tjahjanto, Selasa (11/1/2022) di Novotel Mandalika Lombok Tengah.

BACA JUGA: Panitia Nasional MotoGP Fokus Selesaikan 9 Isu

Dengan kehadiran Panitia Nasional, memberikan dorongan dan semangat Pemda, untuk bersama Pemerintah pusat menggesa pembangunan berbagai sarana dan prasarana, serta berbagai fasilitas pendukung penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika yang akan digelar pada 18-20 Maret 2022

“Sehingga dapat membangkitkan pariwisata dan bermanfaat bagi geliat Ekonomi NTB,” tambah Gubernur Zul di depan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Kapolda, Danrem, sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov. NTB dan Pemkab Lombok Tengah.

Ia mengatakan akan terus menggesa vaksinasi diseluruh Kabupaten/kota se pulau Lombok dan beberapa kabupaten di pulau Sumbawa hingga 70 persen lebih.

“Kami terus intens berkoordinasi juga dengan Danrem, Kapolda dan Kabupaten Kota,” ujarnya.

Termasuk hal penting lain, untuk mendukung promosi produk UMKK lokal di NTB, jajarannya terus berkoirdinasi juga dengan Kemenparekraf dan Kementerian Koperasi dan UMKM RI.

Begitupun infrastrustrur jalan, huntara yang saat ini dalam proses pengerjaan untuk segera diselesaikan sebelum praujicoba MotoGP bulan Februari mendatang.

“Begitupun dengan persiapan penginapan bagi pengunjung MotoGP, kami menyiapkan bersama Kabupaten/Kota, rumah warga yang dapat dibuat standar penginapan untuk disewa, dalam mendukung persediaan penginapan,” tambah Bang Zul.

BACA JUGA: Masyarakat ili Trawangan  Lega, Kerjasama Pemanfaatan Tanah Ditandatangani

Tidak hanya itu, Ia juga menyampaikan ketersediaan tiket untuk warga lokal di NTB dengan harga yang mudah dijangkau untuk dipikirkan oleh Pemerintah Pusat.

Hal yang sama disampaikan Panitia Nasional yang diwakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, a jelang event internasional tersebut terus melakukan persiapan untuk menyukseskan ajang MotoGP.

“Sembilan isu tersebut sedang on progress dan akan segera selesaikan,” kata Sandiaga Uno. ***

 




Panitia Nasional MotoGP Fokus Selesaikan 9 Isu

Panitia NasionaL menggesa kesiapan sarana dan prasarana fasilitas penunjang ajang MotoGP semua on progress dan segera diselesaikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Memaksimalkan persiapan event internasional MotoGP, Panitia Nasional menggelar rapat sinkronisasi untuk menggesa kesiapan sarana dan prasarana serta berbagai fasilitas penunjang ajang MotoGP Sirkuit Mandalika, Selasa (11/01/22) di Hotel Novotel Mandalika Lombok Tengah, NTB.

Panitia Nasinal MotoGP menggelar rapat sinkronisasi

“Kami terus menggesa persiapan sambut MotoGP, Semuanya On Progress,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan komandan lapangan, Marsekal Purn. Hadi Tjahjanto.

Menurut Menteri Pariwisata Ekraf, ada sembilan isu yang dibahas dalam rapat sinkronisasi tersebut, misalnya mengenai kesiapan akomodasi penginapan, pelebaran jalan, penataan jalan Bypass Bizam-Mandalika, transportasi jalur udara-laut, progress vaksinasi, penerapan prokes, mitigasi bencana dan fasilitas penunjang sirkuit.

BACA JUGA: Gubernur Zul Yakin, Ajang MotoGP 2022 Sukses di NTB

“Sembilan isu tersebut sedang on progress dan akan segera diselesaikan,” kata Sandiaga Uno.

Menteri Pariwisata Ekraf mengaku, hajatan dunia MotoGP di NTB Indonesia sebagai tuan rumah, dapat membangkitkan kembali pariwisata dan menggeliatkan ekonomi masyarakat, yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Disampaikannya, sesuai rencana Presiden Joko Widodo akan meninjau langsung kesiapan dan progres penyelenggaraan MotoGP.

Sementara itu, komandan lapangan persiapan MotoGP Mandalika Marsekal Purn. Hadi Tjahjanto, mengakui terus mengurai sembilan isu besar WSBK.

“Bahkan setiap hari kami terus memantau dan mengupdate dukungan infrastruktur,” kata mantan panglima TNI ini.

Seperti infrastruktur Baypass, Keruak-Kuta, pembangunanan kawasan sirkuit Mandalika dan ditambah lagi kesiapan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).

Begitu pun tempat untuk UMKM baik yang akan berada di dalam sirkuit maupun yang di luar sirkuit.

Harapannya, semua kendala di ajang WSBK, akan dituntaskan sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penonton. Termasuk kru maupun pembalap MotoGP.

“Intinya, ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika harus sukses, sehingga semua kementerian maupun dibantu daerah juga ikut menyiapkan penyelenggaraan tersebut,” imbuh purnawirawan TNI AU ini.

BACA JUGA: Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yakin, penyelenggaraan MotoGP akan berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Apalagi dengan kehadiran panitia nasional, yang mampu memberikan dorongan dan semangat Pemda, untuk terus bersama Pemerintah pusat menggesa pembangunan berbagai sarana dan prasarana serta berbagai fasilitas pendukung penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika yang akan digelar pada 18-20 Maret 2022

“Sehingga dapat membangkitkan pariwisata dan bermanfaat bagi geliat Ekonomi NTB,” tambah Gubernur Zul sapaan Gubernur didepan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Kapolda, Danrem, sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov. NTB dan Pemkab Lombok Tengah.

Selain itu ia mengatakan, akan terus menggesa vaksinasi di seluruh Kabupaten/kota se pulau Lombok dan beberapa kabupaten  di pulau Sumbawa hingga 70 persen lebih.

“Kami terus intens berkoordinasi juga dengan Danrem, Kapolda dan Kabupaten Kota,”ucap pria kelahiran Sumbawa tersebut. ***

 

 




Akselerasi Bendungan Mujur, HBK Kawal ke Pemerintah Pusat

Akselerasi pembangunan DAM Mujur di Kab. Lombok Tengah yang didambakan warga, HBK gunakan jejaringnya untuk mewujudkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H Bambang Kristiono, SE (HBK) bakal mengawal penuh pembangunan DAM Mujur di Kab. Lombok Tengah yang sangat didambakan warga setempat.

HBK bakal menggunakan seluruh jejaringnya di pemerintah pusat untuk mewujudkan hal tersebut.

hbk Kawal Akselerasi Bendungan Mujur
HBK

“Bendungan Mujur memiliki posisi yang sangat stratgis untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat di Kab. Lombok Tengah. Mewujudkan bendungan ini adalah sebuah keharusan, saya akan all out dalam mendorong mewujudkannya,” kata HBK, Selasa (11/01/22).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini secara khusus telah menggelar pertemuan dengan Tim 11 di Kab. Lombok Tengah.

Tim 11 merupakan tim yang beranggotakan para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi pembangunan Bendungan Mujur ini. Tim 11 antara lain beranggotakan sejumlah pejabat di Pemkab Loteng dan juga perwakilan dari lembaga non pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Tim 11 sangat berharap HBK menjadi figur sentral yang akan membuka jalan bagi dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembangunan Bendungan Mujur.

BACA JUGA: Bantuan Renovasi Rumah Warga, HBK Serahkan Kunci

Mengingat bendungan ini sudah sangat lama didambakan oleh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.

HBK saat ini memang mendapat amanah untuk duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Namun, posisi strategisnya di DPP Partai Gerindra memungkinkan HBK menggerakkan jejaringnya untuk memback up penuh pembangunan Bendungan Mujur.

Sebagai wujud keseriusan, di tengah pertemuan dengan Tim 11, HBK langsung menghubungi dua koleganya yang kini duduk di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, yakni Wakil Ketua Komisi V Andi Iwan Darmawan Aras dan Anggota Komisi V H. Mulyadi.

Komunikasi tersebut menghasilkan aksi nyata, di mana Komisi V langsung mengagendakan kunjungan lokasi di mana Bendungan Mujur akan dibangun.

“Insyaa Allah, kunjungan teman-teman dari Komisi V akan dilakukan pekan depan paling cepat,” ungkap politisi Partai Gerindra yang juga Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini.

BACA JUGA:  Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan

HBK menekankan, Bendungan Mujur akan menjadi solusi menjaga ketahanan pangan masyarakat di Kab. Lombok Tengah.

Keberadaan Bendungan Mujur akan menjadikan ribuan hektare lahan-lahan persawahan yang saat ini hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun, bisa menjadi lahan yang sangat produktif dengan mampu menanam padi dua hingga tiga kali setahun.

Dalam perencanannya, Bendungan Mujur akan mampu mengairi sedikitnya 10.121 hektare lahan pertanian.

Selain itu, bendungan ini juga menjadi solusi untuk mengatasi kekeringan di daerah Kab. Lombok Tengah bagian selatan, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Bendungan Mujur akan menjadi sumber air baku yang bisa diolah menjadi air bersih sehingga kesulitan air bersih yang selalu dialami masyarakat bagian selatan Kab. Lombok Tengah setiap tahunnya akan bisa teratasi.

Pastikan Masyarakat Tak Dirugikan

Selain membuka jalan dukungan penuh pemerintah pusat untuk pembangunan Bendungan Mujur, dukungan dari HBK juga untuk memastikan, pembagunan bendungan ini tak akan merugikan masyarakat yang lahannya akan menjadi lokasi pembangunan dan yang akan menjadi lokasi area genangan bendungan.

HBK menegaskan, masyarakat akan mendapatkan ganti untung yang sangat sepadan.

Selain itu, masyarakat juga dipastikan akan ditempatkan di lokasi relokasi pemukiman yang akan tetap membuat mereka nyaman dan produktif.

Sehingga masyarakat tak perlu mengkhawatirkan akan kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian, karena mereka pindah ke lokasi pemukiman yang baru, juga tak perlu mengkawatirkan pendidikan anak-anak mereka akan terputus, lantaran jauh dari lokasi sekolah mereka sebelumnya.

“Bendungan Mujur akan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Kemaslahatan itu juga harus terwujud semenjak pembebasan lahan dan juga saat relokasi warga terdampak. Mudah-mudahan semua ikhtiar kita mendapat ridho dari Allah SWT”, tandas HBK.

Pembebasan lahan Bendungan Mujur telah mulai dilakukan semenjak tahun 2006. Namun proses pembebasan lahan hingga saat ini masih berjalan lambat.

Total saat ini lahan yang baru selesai dibebaskan hanya di kisaran lima hektare.

Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan Pemukiman Kembali warga terdampak atau Land Acquisition Resettlement Action Plan yang saat ini masih dalam proses di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTB sepenuhnya nanti akan menjadi acuan.

Dibutuhkan sedikitnya Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar untuk pembebasan lahan di luar kebutuhan relokasi.

Secara keseluruhan, Bendungan Mujur memerlukan lahan seluas 394,92 Hektare. Dimana luas lahan yang telah diukur saat ini mencapai 177.56 Hektare. Sedangkan luas lahan yang belum diukur sebanyak 217.38 Hektare.

Direncanakan, Bendungan Mujur akan memiliki kapasitas tampung air sebesar 23,03 juta meter kubik dengan panjang tubuh bendungan utama 2,8 kilometer. Bendungan akan mampu meningkatkan intensitas tanam lahan persawahan hingga 6.181 Hektare.

HBK menegaskan, dirinya akan secara berkala mereview setiap perkembangan atas pencapaian yang telah dicapai dalam proses akselerasi pembangunan bendungan ini kepada publik.

Sehingga masyarakat mengetahui kuatnya komitmen dirinya, Pemerintah Pusat, dan jajaran Pemkab Lombok Tengah untuk bisa mewujudkan pembangunan Bendungan Mujur.

Sementara itu, Sekretaris HBK Peduli Rannya Agustyra Kristiono, yang juga masuk di jajaran kepengurusan Tim 11 mengungkapkan, pembangunan Bendungan Mujur merupakan salah satu aspirasi yang terus disuarakan oleh masyarakat Kab. Lombok Tengah dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan HBK.

“Aspirasi masyarakat untuk pembangunan Bendungan Mujur ini menjadi salah satu concern pak HBK yang memang dalam janji kampanyenya ingin mewujudkan ketahanan pangan untuk masyarakat,” kata Rannya.

Dia menegaskan, pembangunan Bendungan Mujur ini juga sejalan dengan langkah Pemerintah Pusat yang saat ini memang sedang memprioritaskan program Food Estate sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan.

Tentu saja kata Rannya, akselerasi pembangunan Bendungan Mujur butuh proses. Karena itu, butuh dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

“Bendungan Mujur ini bukan semata untuk kemaslahatan masyarakat Kab. Lombok Tengah semata. Tapi juga untuk kemaslahatan dan kemanfaatan bagi masyarakat Bumi Gora,” imbuh Rannya.***

 




Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan

Ini bukti keseriusan Pemerintah Daerah pada aspirasi dan masyarakat Gili Trawangan, Gubernur NTB tandatangani kerjasama pemanfaatan lahan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tanah seluas 65 hektar milik Pemprov NTB di Gili Trawangan dikerjasamakan kepada masyarakat untuk dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Penandatanganan kerjasama pemanfaatan tanah antara Pemprov NTB dengan masyarakat pengusaha itu dilakukan Gubernur H Zulkieflimansyah di Gili Trawangan, Selasa (11/01/22).

Gubernur bersalaman dengan masyarakat Gili Trawanan

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul menjelaskan, peristiwa ini menjadi sejarah baru yang disaksikan oleh pemerintah Provinsi NTB dengan masyarakat Gili Trawangan.

Sekaligus membuktikan bahwa keseriusan dan keberpihakan Pemerintah Daerah kepada aspirasi dan kesejahteraan masyarakat di Gili Trawangan sangat diprioritaskan.

“Apa yang kita lakukan hari ini demi kesejahteraan masyarakat. Kita berharap dengan kerjasama ini, selain dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga akan mampu meningkatkan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pariwisata di masa mendatang,” tegas Bang Zul.

Bang Zul minta kepada Satgas Gili Trawangan agar ke depan tidak boleh ada pungutan-pungutan yang memberatkan masyarakat. Apalagi kepada masyarakat yang kurang mampu, tidak boleh ada pungutan-pungutan, bahkan sebaliknya mereka yang harus dibantu oleh pemerintah.

BACA JUGA: Masyarakat Gili Trawanngan Lega, Kerjasama Pemanfaatan Tanah Ditandatangani

“Bismillah hari ini kita tandatangani kesepakatan ini, sebagai proses perbaikan kita di masa depan, semoga Allah SWT menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” harap Gubernur dihadapan pejabat dan ratusan masyarakat Gili Trawangan yang hadir.

Meski demikian, Gubernur Zul mengakui, kehadiran para investor merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang pembangunan dan kejahteraan masyarakat di NTB. Karenanya, Pemerintah Provinsi NTB selalu memuliakan dan menggelar karpet merah bagi para investor yang berinvestasi di NTB.

Tapi sisi lain, para investor juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi sesuai undang-undang yang berlaku.Terutama terkait masyarakat sekitar harus benar-benar merasakan manfaat dari investasi itu.

“Kalau pengolahan aset/tanah dibiarkan terlantar oleh investor dan sudah diajak berkomunikasi dengan baik tapi juga dihiraukan maka putus kontrak terpaksa dilakukan demi kebaikan bagi pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini mengakhiri persoalan yang sebelumnya dihadapi oleh Pemerintah Provinsi NTB bersama PT Gili Trawangan Indah (GTI). Kontrak pengelolaan lahan tersebut yang dinilai belum maksimal direalisasikan dan dimanfaatkan oleh pihak GTI selama puluhan tahun.

Dengan melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Pemerintah Provinsi NTB memutuskan kontrak dengan pihak GTI pada September 2021 lalu. Dan menyerahkan pengelolaan lahan seluas 65 hektar tersebut untuk dimanfaatkan masyarakat Gili Trawangan.

“Tentu keputusan ini tidak mungkin menyenangkan semua orang. Kalau ada yang belum puas dan merasa dirugikan maka tugas kami sebagai pemimpin adalah mendengar supaya keadilan bisa dirasakan oleh semua pihak,” tegas gubernur.

Sementara itu, Ketua Satgas Gili Trawangan, Ahsanul Khalik menjelaskan, persoalan Gili Trawangan mulai ada kebaikan yang dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat Gili Trawangan.

BACA JUGA: Pemuliaan Investasi di Gili Trawangan, Ini Harapan Gubernur

Melalui kebijakan ini Pemerintah Provinsi NTB melimpahkan pemanfaatan aset dengan bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) kepada masyarakat untuk dikelola dengan sebaik-baiknya, agar pemerintah dan masyarakat sama-sama saling menguntungkan.

“Yang pasti kita ingin masyarakat menjadikan tanah itu sebagaj aset kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB.

Untuk sewa tanah yang dikelolah oleh masyarakat masih akan dilakukan dengan komunikasi dan negosiasi yang baik.

Hal itu juga didasarkan pada klasifikasi masyarakat biasa dan masyarakat pengusaha, sehingga sewanya akan ditentukan berdasarkan hasil dari pendapat masyarakat.

Pengusaha pun akan dilihat jenis usahanya baru akan ditentukan jumlah iurannya.

“Besaran yang dikenakan pun masih ada komunikasi dan negosiasi antara pemerintah dan masyarakat sampai terjadinya penandatangan perjanjian ini. Kita akan pilah mana masyarakat pengusaha dan masyarakat biasa,” ungkapnya

Proyeksi dari perjanjian kerja sama ini belum dipastikan tapi yang jelas ada kontribusi masyarakat untuk pemerintah NTB dan akan kembali kepada masyarakat. Sehingga skema ini juga akan diserahkan kepada badan pendapatan daerah.

Penandatanganan ini dilakukan oleh lima orang perwakilan masyarakat pengusaha Gili Trawangan yang turut juga disaksikan oleh Bupati Lombok Utara, Kepala BPN Wilayah NTB, Danlanal, Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, Kepala OPD lingkup pertanian kabupaten.***

 




Masyarakat Gili Trawangan Lega, Kerjasama Pemanfaatan Tanah Ditandatangani

Penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah, membuat masyarakat Gili Trawangan nyaman melakukan usaha

KLU.lombokjournal.com ~  Perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah di Gili Trawangan ditandatangani Pemerintah Provinsi NTB dengan masyarakat dan para pengusaha.

Penandatanganan ini membuat masyarakat Gili Trawangan, Desa Gili Trawangan Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten  Lombok Utara menjadi lega.

Gubernur tandatangan kerjasama pemanfaatantanah di Gili Trawangan

Masyarakat setempat yang selama ini sebagian besar hidup dari pariwisata, mengaku senang setelah Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah melakukan penandatanganan tersebut dengan masyarakat.

Abdilun, salah seorang pelaku usaha wisata Gili Trawangan mengaku lega setelah ditandatangani perjanjian pengelolaan Gili Trawangan, antara masyarakat dengan Pemprov NTB.

BACAJUGA:  Pemuliaan Investasi di Gili Trawangan, Ini Harapan Gubernur

Bagi pemilik penginapan di Gili Trawangan ini, penandatanganan perjanjian ini akan memberikan kenyamanan dalam melakukan usaha wisatanya.

Menurutnya,  masyarakat umumnya menginginkan sejak lama agar persoalan ini bisa tuntas.

“Dan Alhamdulillah Pak Gubernur telah memperjuangkan dan begitu besar perhatiannya kepada kami semua di Gili Trawangan ini,” kata Abdilun.

Ia mengaku, selayaknya masyarakat berterima kasih kepada Gubernur NTB.

“Karena sebagian besar tamu terbanyak kami dari orang asing. Saat ini memang tamu domestik yang paling dominan. Namun tetap kami syukuri dan Pemprov NTB selalu hadir di saat keadaan kami seperti ini,” kata Abdiilun ditemui terpisah, Selasa (11/01) di Gili Trawangan, Lombok Utara.

Halimah yang juga pengusaha wisata setempat, juga menyamapikan terima kasih kepada gubernur.

Alasannya, selama ini persoalan Gili Trawangan tak jelas, namun gubernur telah membuat masyarakat nyaman untuk berusaha.

Hal yang sama juga diutarakan Efendi salah seorang pengusaha boat expres route Pelabuhan Bangsal, Pemenang –Gili Trawangan.

BACA JUGA: Makanan untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Anak

Ia mengakui sejak Covid-19 wisatawan yang berkunjung dan menggunakan jasa boatnya berkurang. Kecuali itu kisruh Gili Trawangan yang belum jelas juga cukup berpengaruh.

“Namun saya meyakini dengan telah dilakukannya penadatanganan perjanjian ini akan semakin memperjelas dan memberikan kenyamanan bagi perjalanan usaha wisata kami ke depan,” kata Efendi.***

 

 




Pemuliaan Investasi di Gili Trawangan, Ini Harapan Gubernur

Sebagai salah satu tempat investasi menarik, diharapkan ada pemuliaan investasi di Gili Trawangan

KLU.lombokjournal.com ~ Kehadiran investasi yang tenang, aman dan nyaman di daerah kita, itu yang diinginkan, khususnya di Gili Trawangan ini.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengungkapkan itu dalam pertemuan dengan masyarakat Gili Trawangan, Selasa (11/02/22).

Gubernur menyapa masyarakat Gili Trawangan

Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, Indonesia tidak mungkin maju ekonominya tanpa investor.

“Salah satu tempat investasi menarik itu adalah Gili Trawangan. Oleh karena itu tugas kami memuliakan berjalannya investasi, memuliakan kontrak dan harus dihargai. Tidak mungkin ada investasi menarik bagi investor kalau kita itu sedikit-dikit putus kontrak. Tak ada investor yang mau datang ke daerah kita kalau sedikit-dikit kita putus kontrak. Kita harus memuliakan pelaku-pelaku usaha dengan baik,” kata Gubernur Zul  di hadapan masyarakat Gili Trawangan, Selasa (11/01).

BACA JUGA: Masyarakat Gili Trawangan Lega, Kerjasama Pemanfaatan Tanah Ditandatangani

Sebelumnya Gubernur Zul mengatakan, pertemuannya dengan masyarakat Gili Trawangan merupakan berkah sekaligus buah pentingnya tetap merajut silaturrahmi.

Setiap persoalan akan tuntas dengan baik dengan cara-cara baik, dan pemimpin harus benar-benar serius untuk mengatasinya.

Pada penandatanganan  perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Masyarakat dan Pengusaha Gili Trawangan, Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB menegaskan, Pemprov NTB telah menghidangkan karpet merah pada GTI untuk membangun Gili Trawangan menjadi lebih  baik.

“Dalam berinvestasi arahnya masyarakat tidak boleh menderita, tercekam dalam ketakutan. Jika perusahaan sudah berkali-kali kita peringati, kasi tau baik-baik, tapi tak pernah mengindahkan, maka putus kontrak harus dilaksanakan. Namun perlu diketahui memutuskan kontrakpun tidak gampang, Namun tujuan akhirnya bagaimana menyelamatkan masyarakat agar bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” ujar Bang Zul.

Gubernur menambahkan, penandatanganan ini dilakukan agar ada kepastian hukum, tidak lagi ditakut-takuti apalagi diteror. Tentu keputusan ini tidak menyenangkan semua orang.

“Jika ada yang masih merasa belum puas atau dirugikan silahkan kami sebagai pemimpin harus jadi penenangah untuk mencarikan solusi terbaik agar keadilan berpihak untuk semua,” tandas orang nomor satu di Bumi Gora ini.

Bang Zul juga menyatakan, penadatanganan Ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah serius menangani Gili Trawangan ini sebaik-baiknya.

BACA JUGA: Makanan untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Anak

Dengan penandatanganan ini hemat Gubernur, merupakan bukti konkrit dengan alas hukum yang sudah jelas.

“Kita sama-sama tanda tangani perjanjian ini sebagai langkah awal menuai kebaikan  di kemudian hari. Kalau ada hal-hal yang tidak memuaskan kami terbuka bagi warga masyarakat Trawangan untuk mendiskusikan hal ini untuk kebaikan bersama,” ujar Bang Zul. ***

 




Makanan untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Anak

Di masa pandemi,anak-anak penting mendapat asupan makanan yang kaya nutrisi yang berdampak positif bagi kesehatan mental anak

MATARAM.lombokjournal.com ~  Kesehatan usus berdampak langsung pada kesehatan mental.

Masa pandemi sangat menegangkan bagi anak-anak, yang tidak dapat bertemu teman dan guru mereka secara teratur dan bermain dengan bebas di luar ruangan.

Makan makanan yang memiliki dampak positif pada kesehatan mental mereka sangat penting.  Diet sehat yang kaya nutrisi dan sayuran, dapat membantu meningkatkan rasa sejahtera secara keseluruhan di dalamnya.

BACA JUGA: Wanita Menyusui Divaksin, Mentransfer Antibodi ke Bayi

Anak-anak sering pilih-pilih makanan dan mungkin tidak selalu mengonsumsi makanan yang tepat untuk mereka.

“Diet makanan yang minim minim nutrisinya tentu menyebabkan kekurangan nutrisi, terutama mikronutrien seperti seng dan asam folat yang telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental,” kata Zamurrud M Patel, Kepala Ahli Diet, Rumah Sakit Global, Parel, Mumbai.

Kebutuhan gizi seimbang seorang anak dimulai sejak ia berusia 1 tahun. Pada masa kanak-kanak, diet memainkan peran penting dalam pertumbuhan fisik, dan perkembangan sosialnya.

Pada fase awal masa kanak-kanak, seorang anak membutuhkan makanan yang tidak hanya membantu pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan otak yang lebih baik.

BACA JUGA: Perhatikan 4 Langkah Menuju Gaya Hidup Sehat

Berikut adalah makanan yang harus ada dalam diet anak,untuk kesehatan mental yang lebih baik menurut Patel.

  1. Buah dan sayuran berwarna merah dan kuning seperti wortel, paprika, pepaya dll merupakan sumber yang kaya akan Vitamin A, yang merupakan anti-oksidan yang kuat.
  2. Pisang adalah sumber vitamin B6 dan fitonutrien yang baik. Ini juga merupakan sumber serat yang baik dan menjaga usus tetap bersih.
  3. Bawang putih dan bawang bombay memiliki sifat anti-bakteri dan anti-jamur yang baik yang menjaga peradangan tetap terkendali dan meningkatkan kesehatan sel yang baik.
  4. Sayuran berdaun hijau mengandung sejumlah besar vitamin seperti A, C, K, dan banyak vitamin B termasuk folat (B9); itu juga merupakan sumber mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, mangan, dan kalium bersama dengan banyak serat.***

 




Wanita Menyusui Divaksin, Akan Mentransfer Antibodi ke Bayi

Hail penelitian membuktikan, wanita menyusui yang divaksin Covid-19 memberi bayi kekebalan pasif tehadap virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sebuah studi oleh University of Massachusetts Amherst menemukan, wanita menyusui yang divaksin Covid-19 mentransfer antibodi SARS-CoV-2 ke bayi.

Ini berpotensi memberi bayi mereka kekebalan pasif terhadap virus corona.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam ‘Jurnal Obstetri dan Ginekologi’.

“Penelitian ini adalah yang pertama mendeteksi antibodi SARS-CoV-2 dalam sampel tinja dari bayi dari ibu yang divaksin,” kata penulis utama Vignesh Narayanaswamy, kandidat PhD di laboratorium penelitian ASI dari penulis senior Kathleen Arcaro, profesor toksikologi lingkungan di  Departemen Kedokteran Hewan dan Ilmu Hewan.

BACA JUGA:  Peran Ikaboga NTB Penting Bagi Pemberdayaan Perekonomian

“Ini sangat penting karena wanita ingin tahu apakah bayi mereka memiliki antibodi ini, dan penelitian kami menunjukkan bahwa antibodi ditransfer melalui ASI. Memberikan bukti kuat ini adalah motivasi bagi wanita untuk terus menyusui setelah mereka menerima vaksin,” katanya.

Narayanaswamy mencatat takeaway penting lainnya: antibodi terdeteksi pada bayi tanpa memandang usia – dari usia 1,5 bulan hingga 23 bulan.

30 wanita menyusui dari seluruh AS – kebanyakan adalah petugas kesehatan – terdaftar dalam penelitian ini.

Mereka menerima vaksin mRNA Covid-19 antara Januari dan April 2021. Para wanita memberikan sampel ASI sebelum mereka divaksin, selama dua hingga tiga minggu setelah dosis vaksin pertama dan tiga minggu setelah dosis kedua.

Mereka juga memberikan sampel darah mereka, terlihat pada kartu, 19 hari setelah dosis pertama dan 21 hari setelah dosis kedua.

Sampel tinja bayi dikumpulkan 21 hari setelah vaksinasi kedua ibu.  Sampel pra-pandemi ASI, bercak darah kering, dan tinja bayi digunakan sebagai kontrol untuk penelitian ini.

Sampel diuji untuk antibodi spesifik-reseptor-binding domain (RBD) (Ig)A dan IgG.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Pintu Masuk Mataram Harus Bersih dan Indah

Dalam sampel ASI, antibodi IgG anti-RBD ditemukan untuk menetralkan lonjakan protein SARS-CoV-2, serta empat varian.  Peningkatan kadar sitokin yang signifikan juga mengungkapkan respon imun dalam sampel ASI.

Antibodi IgG anti-RBD dan anti-RBD IgA terdeteksi pada masing-masing 33 persen dan 30 persen sampel tinja bayi.  Tingkat antibodi berkorelasi dengan efek samping vaksin yang dialami ibu.

“Wanita yang merasa sakit akibat vaksin dikaitkan dengan antibodi yang lebih besar pada tinja bayi,” kata Arcaro.

“Jadi Anda mungkin merasa tidak enak, tetapi itu bermanfaat bagi bayi Anda,” tambahnya.

Studi tersebut, kata Arcaro, tidak menerima dana khusus dan sebagian didorong oleh para peserta sendiri, yang akrab dengan penelitian ASI Arcaro yang luas, termasuk New Moms Wellness Study dan penelitian mutasi gen BRCA yang menjadi fokus Narayanaswamy.

Sementara wanita menyusui dan hamil didesak untuk divaksinasi, tidak ada wanita hamil atau menyusui yang dimasukkan dalam uji coba vaksin, Arcaro mencatat.  Temuan menunjukkan bahwa “bahkan jika Anda memiliki Covid, ada manfaat bagi wanita untuk mendapatkan vaksin.”

Tim peneliti termasuk rekan Arcaro’s UMass Dominique Alfandari, Brian Pentecost dan Sallie Schneider;  Dr Corina Schoen, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di UMass Chan Medical School-Baystate;  dan Ryan Baker, seorang mahasiswa sarjana UMass Amherst. ***