Praja IPDN Laksanakan “Bhakti Karya Praja” di Lotim

Implementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, 18 Praja IPDN melakukan pengabdian masyarakat 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Sebanyak 18 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal pendaftaran Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan Bhakti Karya Praja (BKP), tahun akademik 2021/2022 di wilayah Kabupaten Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB. 

BKP sendiri merupakan wujud implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya dharma pengabdian pada masyarakat.

Praja IPDN saat gotong royong di Ponpes

Tujuan kegiatan tersebut dharapkan, para praja IPDN memperoleh pengalaman praktis dengan mengetahui secara langsung berbagai aktifitas penyelenggaraan pemerintahan,  pembangunan dan kemasyarakatan, yang dilakukan pada tingkat kecamatan, desa dan masyarakat.

“Maksud diselenggarakan BKP ini selain bagi praja itu sendiri bertujuan juga untuk pihak IPDN agar mampu meningkatkan hubungan dan kerjasama yang harmonis dengan pemerintah daerah,” jelas Dr. Helianus Rudianto, M.Si, Wakil Direktur III Fakultas Manajemen Pemerintahan yang mewakili Rektor IPDN.

Ia menjelaskan itu saat melakukan monitoring evaluasi di Lombok Timur, Kamis (27/01/22).

Menurutnya, selain itu penyelenggaraan BKP juga diharapkan dapat tertatanya penyelenggaraan pemerintahan sesuai undang-undang yang berlaku.

Helianus menjelaskan, sebelum para Praja dikirim ke Lombok Timur, mereka terlebih dahulu juga mendapatkan pengarahan oleh Kepala BKD yang diwakili Sekretaris Dinas di BKD Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Program Industrialisasi di NTB Disupport UNDO PBB

BKP ini sendiri terdiri terdiri dari 14 praja putra, dan 4 praja putri. Para praja ini merupakan asal pendaftaran langsung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Angkatan 29 dan akan melaksanakan selama 14 hari kedepan di Lombok Timur. 

Selain itu, mewakili Menteri Dalam Negeri dan Rektor IPDN, Dr. Helianus  menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. 

Karena ikut berkontribusi, dalam keikutsertaannya membesarkan IPDN melalui  kegiatan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan dalam bentuk sumbangan tenaga dan pikiran. 

“Terimakasih saya sampaikan, Pemda Lombok Timur selama ini telah menjadi laboratorium pemerintahan dalam kegiatan praktek lapangan sejak awal keberadaan IPDN berdiri hingga terlaksananya kegiatan BKP ini,” ucap Doktor Helianus. 

Ia berharap, kegiatan ini dapat dijadikan momentum sebagai media pembelajaran untuk mengetahui dan menerapkan metode pengajaran, pelatihan dan pengasuhan, yang selama ini diperoleh dengan kenyataan-kenyataan di lapangan. 

BACA JUGA: NTB Siap Kerjasama Energi Terbarukan dengan Denmark

Beberapa kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat antara lain sosialisasi SPCP IPDN, kerja bhakti pembangunan gedung tahfidz al-quran Ponpes Darul Abror NW Kecamatan Sakra Barat, serta kegiatan bidang pemerintahan dan sosial lainnya***

 




Gangguan Pendengaran di Usia Muda, Ini Perlu Diketahui

Gangguan pendengaran bukan hanya untuk orang lanjut usia, orang muda pun bisa mengalami gangguan di organ telinga

MATARAM.lombokjounal.com ~ Banyak orang yang mengira bahwa gangguan pendengaran adalah penyakit orang yang 

Bukan hanya yang berusia lanjut saja kena ppenyakit gangguan pendengaran. Anak muda pun bisa mengalami gangguan pendengaran

Justru di kalangan orang berusia muda lebih umum ditemukan pada orang berusia muda, daripada yang diperkirakan banyak orang. 

14 persen orang Amerika berusia antara 20 dan 69 tahun mengalami gangguan pendengaran. Kira-kira 3 dari setiap 1.000 bayi baru lahir mengalami gangguan pendengaran ringan hingga berat, tetapi lebih sering terjadi gangguan pendengaran awal selama bertahun-tahun karena penyebab lain. 

Angka itu diperoleh dari  data National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD)

BACA JUGA: Awas, Gunakan Headset Bisa Mengundang Bahaya

Berbagai Jenis Gangguan Pendengaran di Usia Muda

Memang, kemampuan mendengar mulai menurun seiring bertambahnya usia, adalah suatu kewajaran. 

Namun, ada beberapa jenis gangguan pendengaran yang bisa menyerang siapa pun, termasuk yang berusia muda. 

Berdasarkan penyebabnya, berikut ini tiga jenis gangguan pendengaran yang umum terjadi:

  1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Jenis gangguan pendengaran ini terjadi ketika getaran suara tidak bisa masuk ke telinga bagian dalam. Penyebabnya dapat berupa gangguan pada bagian ossicles (stapes, malleus, dan incus) atau bagian telinga lainnya yang menghambat aliran suara mencapai koklea. 

BACA JUGA: Covid-19 Menyebabkan Telinga Berdengung?

Selain itu, masalah pada gendang telinga yang tidak bisa menggetarkan gelombang suara dengan benar juga bisa jadi penyebab gangguan pendengaran ini. Sementara itu, beberapa penyebab lainnya adalah:

  • Sering membersihkan kotoran telinga. Membersihkan kotoran telinga dengan cotton buds, sering kali membuat kotoran terdorong ke dalam. Akibatnya, kotoran dapat menumpuk dan menggumpal sehingga menghalangi suara yang masuk.
  • Swimmer’s ear. Terjadi ketika air yang masuk ke telinga membuat telinga jadi lembap dan menimbulkan infeksi, dan mengganggu pendengaran. Di dunia medis, kondisi ini disebut otitis eksterna.
  • Cairan di telinga tengah. Flu, alergi, infeksi telinga, atau penyakit pada saluran pernapasan bisa menyebabkan cairan menumpuk dan mengganggu pendengaran.
  • Cacat. Saluran telinga luar yang tidak sempurna saat lahir bisa jadi penyebab gangguan pendengaran.
  • Otosklerosis. Merupakan pertumbuhan bentuk tulang yang tidak normal di bagian tengah telinga. Kondisi ini membuat telinga tidak responsif dan tidak bergetar, sehingga pendengaran terganggu.
  • Cholesteatoma. Pertumbuhan tumor jinak di telinga bagian tengah akibat infeksi telinga berulang. Kondisi ini bisa merusak telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.                                                                                                                                                                                                              2.Gangguan Pendengaran Sensorineural

Ini adalah jenis gangguan pendengaran yang paling umum terjadi. Penyebabnya adalah masalah pada telinga bagian dalam, saraf koklea, atau gangguan pada silia (rambut kecil di dalam telinga). Berikut ini beberapa pemicunya:

  • Usia. Semakin tua, kemampuan telinga untuk mendengar akan semakin menurun. 
  • Trauma akustik. Terjadi akibat paparan suara keras dalam waktu yang lama. Lingkungan yang bising dengan suara musik keras, bunyi mesin, atau suara keras lainnya meningkatkan peluang gangguan pendengaran ini.
  • Penyakit autoimun pada telinga bagian dalam. Kelainan pada sistem imun bisa memengaruhi kesehatan telinga, dan menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Penyakit meniere. Kondisi ini menyebabkan gangguan pendengaran seperti gejala vertigo dan tinnitus.
  • Perubahan tekanan udara mendadak. Kegiatan seperti scuba diving, naik pesawat, atau terjun payung bisa meningkatkan risiko kerusakan saraf telinga bagian dalam dan memicu gangguan pendengaran. Sebab, saat kembali ke darat, cairan pada telinga bagian dalam dapat bergeser, bocor, dan pecah.
  • Neuroma akustik. Tumor non-kanker ini bisa mempengaruhi saraf yang mengirim sinyal suara ke telinga bagian dalam dan otak, dan menyebabkan gangguan pendengaran.

3. Gangguan Pendengaran Kombinasi

Jenis gangguan pendengaran ini adalah gabungan dari gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Pengidapnya biasanya mengalami gangguan pendengaran sensorineural lebih dulu. Jika tidak ditangani, lama-kelamaan gangguan ini bisa bertambah buruk dan menimbulkan gangguan konduktif. Itulah sedikit penjelasan mengenai gangguan pendengaran di usia muda. Jika kamu mengalami gejala gangguan pendengaran, segera bicarakan dengan dokterr.***

 

sumber: halodoc




Penyegaran Dharma Wanita Bappeda, Semangat Berkarya untuk KLU 

Dharma Wanita Bappeda KLU melakukan penyegaran, berkarya  dan berkontribusi  untuk pembangunan Lombok Utara.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sejak bencana gempa bumi dan berlanjut dengan pandem Covid-19 inon alam melanda Lombok Utara, berdampak pada rutinitas Dharma Wanita.

Karena itu, semangat menumbuhkan eksistensi Dharma Wanita harus kembali digalakkan untuk penyegaran organisasi, agar lebih inovatif dan konstruktif.

BACA JUGA: Program Industrialisasi di NTB Disuppot UNDO PBB

Kepala Bappeda berharap Dharma Wanita melakukan penyegaran
Kepala Bappeda KLU, Parihin, S.Sos

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda KLU, saat menyampaikan sambutan dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Bappeda Kabupaten Lombok Utara, yang diselenggarakan Ketua Unit Pelaksana Pengurus Dharmawanita Bappeda KLU, Liddes Taruna Parihin, Jum’at (28/01/22), di Aula Kantor Bappeda.

Hadir pada kesempatan itu, selain Ketua Dharma Wanita Bappeda, Liddes Tarina Parihin, Sekretaris Rauhun Ana Astuti Sugihartono, beserta anggota, dan ASN lingkup Bappeda Kabupaten Lombok Utara 

Parihin yang didampingi Sekretaris Bappeda, Gatot Sugihartono, ST, menekankan, Bappeda sebagai wadah lembaga kordinator OPD hingga tingkat kecamatan, harus senantiasa membangun semangat koordinasi dan kolaborasi.

Menurutnya, satu bidang di Bappeda bisa mengkoordinir OPD yang relatif banyak. 

“Saya berharap ibu ibu selalu mendampingi bapak dalam aktifitas di Bappeda, wujudkan semangat terus menerus,” harapnya.

Organisasi Dharmawanita para ibu ibu ASN lingkup Bappeda menjadi penting, merujuk pada aturan yang ada dan menjadi kebanggaan. 

Karenanya butuh penyegaran, agar semangat berkarya dan berinovasi seta berkontribusi membantu pembangunan Lombok Utara.

“Mudahan dapat dilakukan penyegaran, menata kembali formasi dan komposisi pengurus dengan mekanisme yang ada” tandasnya.

Menurutnya, keberadaan organisasi dapat memberi manfaat media silaturrahmi keluarga besar Bappeda menumbuhkan semangat kekeluargaan.

BACA JUGA: Awas, Gunakan Headset Bisa Mengundang Bahaya

“Berilah support dan berilah semangat pada suami Yang lagi Bekerja di Bappeda mengingat rutinitas yang sangat komprehensif selaku kordinator OPD,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Unsur Pelaksana Bappeda Liddes Tarina Parihin menyampaikan, pentingnya merakit silaturrahmi.

Pertemuan mengharapkan ada penyegaran

Selanjutnya melakukan penyegaran sebagai upaya tindak lanjutnya pembentukan kepengurusan, rencana awal kegiatan dan jadwal pertemuan berjalan, dapat terlaksana.

“Rencana pertemuan kita satu, dua, atau tiga bulan menjadi pembahasan awal dan saya berharap partisipasi dan keaktifan kita semua”ujarnya.

Selanjutnya disampaikan, agar keaktifan organisasi Dharma Wanita Unsur Pelaksana masing masing OPD menjadi perhatian Dewan Pembina Dharmawanita Kabupaten Lombok Utara.

“Ibu Bupati dan Sekda menekankan, agar segera mengaktifkan kegiatan Dharma Wanita di masing masing Unsur pelaksana. Dan para istri ASN mesti menyemangati dan memotivasi suami yang melaksanakan tugasnya,”pungkasnya.

Dharma Wanita diharapkan, dapat berkontribusi aktif dalam menyukseskan agenda pembangunan Kabupaten Lombok Utara. 

Utamanya dalam menuntaskan angka stunting harus menjadi xmendapatka perhatian penting.

“Upaya menurunkan angka stunting menjadi perhatian kita, dan ibu Bupati menghimbau DharmawWanita mesti mengambil bagian dalam tugas tersebut,” harapnya.

Kegiatan berjalan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan poto bersama. ***

 




Awas, Gunakan Headset Bisa Mengundang Bahaya

Umumnya anak muda, tidak asing lagi dengan headset, mulai sekedar bercakap dengan Hp atau mendengar musik, tapi hati-hati bisa berisiko

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kebanyakan anak muda sering mendengarkan musik lewat headset. Mendengarkan musik lewat headset memang lebih menyenangkan, karena suara terdengar lebih jelas dan jernih. 

Namun, ada batasan maksimal volume dan waktu penggunaan headset yang harus kamu perhatikan supaya kesehatan telinga tetap terjaga. 

Dampak Buruk Headset Terhadap Kesehatan Telinga

Mendengarkan musik lewat earphone atau headphone sebenarnya tidak masalah. Namun, kebiasaan-kebiasaan seperti terlalu lama dan terlalu sering menggunakan earphone, serta mengencangkan volume suara musik akan memberi dampak negatif kepada indera pendengaran kamu.

BACA JUGA: Gangguan Pendengaran di Usia Muda, Ini Perlu Diketahui 

Salah seorang peneliti mengungkapkan kepada International Herald Tribune, efek mendengarkan pemutar musik personal secara terus menerus dalam volume yang tinggi mungkin tidak akan langsung terasa, tapi kelak, kemampuan mendengar bisa menurun hingga menghilang. Berikut dampak negatif dari menggunakan headset terlalu lama:

  1. Komplikasi Pendengaran / Kehilangan Pendengaran

Ketika kamu menggunakan earphone atau headphone, suara musik secara langsung masuk ke dalam telinga. Jadi, jika kamu mengencangkan volume suara melebihi 90 desibel, maka akan menyebabkan komplikasi pada pendengaran, atau bahkan tuli. Siapa saja yang mendengarkan suara bervolume lebih dari 100 desibel selama 15 menit saja, akan menyebabkan orang tersebut kehilangan pendengarannya. Jadi perhatikan volume suara musik ketika kamu menggunakan headset. Sebaiknya kamu memutar musik hanya 60% dari maksimum volume.

  1. Infeksi Telinga

Pernahkah kamu meminjamkan earphone atau headphone ke orang lain? Ternyata meminjamkan earphone kepada orang lain dapat menyebabkan infeksi telinga, lho. Bakteri dari telinga orang lain dapat dengan mudah berpindah melalui earphone. Jadi, lain kali kamu meminjamkan earphone ke orang lain, pastikan kamu membersihkannya dulu sebelum digunakan.

  1. Tidak Ada Ruang Udara

Agar suara musik bisa terdengar jelas, kamu harus memasang earphone langsung ke dalam lubang kuping sehingga tidak menyisakan adanya ruang udara. Ya, suara musik memang akan terdengar jelas dan jernih ketika tidak ada ruang udara, tapi hal tersebut justru akan menyebabkan infeksi pada telinga. Jadi, dibanding earphone, pakailah headphone yang tidak perlu langsung dimasukkan ke lubang telinga.

  1. Tuli Sesaat

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang memakai earphone atau headphone hampir sepanjang waktu dan dalam volume yang kencang, merasakan telinga mereka mati rasa. Mereka tuli untuk sesaat waktu, tapi kemudian kembali normal. Tuli sesaat ini bisa berbahaya dan berujung kepada tuli permanen. Karena itu, usahakan untuk tidak menggunakan headset selama 4 jam terus menerus.

  1.  Sakit Pada Telinga

Selain itu, pengguna earphone atau headphone juga sering mengeluh sakit pada telinga mereka. Terdengar suara dengungan pada kuping atau sakit pada daerah telinga tertentu.

  1. Pengaruh Buruk untuk Otak

Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh headset dapat menyebabkan dampak yang serius terhadap otakmu. Walaupun belum terdapat bukti medis yang kuat untuk hal tersebut, tapi kebanyakan pengguna headset ditemukan cenderung memiliki masalah pada otak. Bagian dalam telinga manusia terhubung langsung dengan otak. Infeksi kecil sekalipun pada bagian dalam telinga, dapat langsung mempengaruhi otak dan akan berujung pada masalah kesehatan yang serius.  

  1. Dapat Menyebabkan Kecelakaan

Menggunakan headset untuk mendengarkan musik juga bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang awas terhadap lingkungan sekitar. Apalagi salah satu kecenderungan pengguna headset adalah menaikkan volume lebih kencang daripada suara di sekitarnya. Tidak mengagetkan jika sering terjadi kecelakaan akibat pengguna headset tidak bisa mendengar bunyi suara klakson ketika sedang berada di jalan. 

BACA JUGA: Covid-19 Menyebabkan Telinga Berdengung?

Karena itu, sebaiknya pasanglah volume yang tidak terlalu keras, sehingga masih bisa mendengarkan suara dari lingkungan di sekitar.   

Jika telinga pernah mengalami gangguan atau menunjukkan gejala-gejala penurunan tingkat pendengaran, segera bicarakan keadaan telinga ke dokter. ***

sumber: halodoc




Covid-19 Menyebabkan Telinga Berdenging?  

Kita perlu mengetahui Semua tentang gejala langka ini, apa ini bagian dari petunjuk gangguan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com ~ Selain gejala umum seperti batuk, pilek, kelelahan, dan sakit tenggorokan, beberapa pasien Covid-19 juga melaporkan telinga berdenging, atau gangguan pendengaran saat berjuang melawan penyakit atau berminggu-minggu setelahnya.  

Menurut para ahli, kondisi tersebut dikenal sebagai telinga Covid (Covid ear) dan orang yang menderitanya menderita gejala seperti sakit telinga, vertigo, dering atau tinitus dan juga gangguan pendengaran.

Studi yang dilakukan pada tahun 2021 di University of Buffalo di New York dan Eye and Ear Institute dari Harvard Medical School di Boston, mendokumentasikan dan memberikan cukup penerang, untuk membuktikan efek virus pada sel-sel telinga bagian tengah dan dalam.

 “Meskipun belum ada literatur yang membuktikan kejadian dan prevalensi ‘Covid ear’ pada pasien yang menderita varian Omicron, namun diperkirakan kejadiannya dapat berkisar antara 8 persen hingga 15 persen pada orang dewasa dengan tes positif Covid-19,  ” kata Dr Charu Dutt Arora, Konsultan Dokter dan Kepala Spesialis Penyakit Menular, Ameri Health, Asian Hospital, Faridabad.

BACA JUGA: Olahraga Ubah Kimia Otak, Lindungi Penuaan Sinapsis

Sensasi berdenging, berdengung, atau tersedak di telinga dapat disebabkan oleh tinitus, masalah umum pada orang dewasa yang lebih tua.

Umumnya disebabkan oleh gangguan pendengaran terkait usia, cedera telinga, atau masalah dengan sistem peredaran darah.  

Dering di telinga bisa hadir sepanjang waktu, atau mungkin datang dan pergi.  Ini bisa sangat menyusahkan dan dapat menyebabkan kecemasan, hipertensi, vertigo, insomnia, dan gangguan pendengaran.

 “Pasca gelombang kedua Covid-19, terjadi peningkatan kejadian keluhan tersebut pada sekitar 6% pasien OPD pasca sembuh, terutama pada kelompok usia 40 tahun ke atas,” ujar dokter.

Hubungan antara gejala ini dan virus masih belum diketahui, namun penelitian telah menunjukkan bahwa sel koklea, sel rambut, dan sel Schwann di telinga mengekspresikan reseptor serupa yang menempel pada protein pengikat virus Covid-19.

 “Karena virus diketahui menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sistem vaskular dan struktur anatomi, mekanisme serupa memainkan peran utama di telinga tengah dan dalam yang menghasilkan suara mendengung yang konstan ini,” kata pakar tersebu t.

BACA JUGA: Kalsium Penting untuk Jantung, Bukan Cuma untuk Tulang

 “Seseorang harus berkonsultasi dengan dokter perawatan Covid atau spesialis THT untuk membahas masalah ini. Berbagai modalitas seperti konseling, latihan pernapasan dalam, vasodilatasi, dan terapi steroid dapat membantu pasien tersebut,” tambahnya.***




Program Industrialisasi di NTB Disupport UNIDO PBB 

Badan khusus PBB yang mengurus pengembangan industri, berkomitmen mensukses program industrialisasi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) badan khusus PBB, berkomitmen bekerjasama untuk membantu Program Industrialisasi di Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengungkapkan itu saat menerima kunjungan representative of UNIDO di ruang kerjanya, Jumat (28/01/22).

“Selamat datang di NTB. Kami sangat senang dengan rencana kerjasama yang ditawarkan UNIDO dalam rangka membantu mensukseskan program industrialisasi di NTB,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur Zul jelaskan industrialisasi di NTB

Ia juga mengucapkan terimakasih atas perhatian yang sangat besar dari UNIDO terhadap sentra industri yang ada di NTB. 

“Terimakasih atas ketertarikan UNIDO terhadap perkembangan sentra industri di NTB, terutama terkait pengembangan industri olahan,” ucapnya.

UNIDO PBB sendiri bertanggung jawab untuk melaksanakan kerjasama dalam rangka mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan di negara-negara anggotanya.

Terutama negara berkembang dan negara dengan perekonomian dalam masa transisi.

Badan khusus PBB tersebut rencananya akan membangun sentra industri di NTB, terutama bagi industri yang memiliki sertifikasi halal. 

Nantinya, sentra industri tersebut akan berada di bawah binaan mereka.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ingatkan, Listrik Harus Aman di Event Internasional

Seperti yang dikatakan oleh salah satu representative UNIDO for Indonesia, Esam Al-Qararah, yang menyatakan ketertarikannya dengan program industrialisasi di NTB. 

“Kita tertarik untuk membangun sentra industri di NTB, karena disini punya potensi, terutama terkait dengan pengembangan industri dari UMKM yang telah memiliki sertifikat halal dalam industri olahan,” jelas Esam.

Gubernur banggakan sepeda hasil ndustrialisasi NTB

Selain program industrialiasi, beberapa poin yang menjadi pembahasan dalam kunjungan tersebut, yaitu di antaranya mengenai Program Driving Public and Private Capital Towards Green and Social Investment in Indonesia.

BACA JUGA: NTB Siap Kerjasama Energi Terbarukan dengan Denmark

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB dalam pertemuan tersebut, ialah Kadiskop UKM NTB, Kadispar NTB, Kadisperin NTB, Kadisdag NTB, Kadis Ketahanan Pangan NTB, Kadistanbun NTB serta Kepala Bappeda Provinsi NTB.***

 




Gubernur Zul Ingatkan, Listrik Harus Aman di Event Internasional

Listrik harus aman dan harus tetap menyala saat berlangsung event nasioal maupun internasional, itu diingatkan Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasokan dan keamanan listrik di berbagai event Nasional dan Internasional yang akan digelar di Provinsi NTB harus aman. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul, saat silaturahmi dengan pejabat lama General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran dan pejabat baru Sudjarwo, Jum’at (28/01/22) di ruang kerjanya. 

Gubernur ingatkan soal listrik
Gubernur Zulkieflimansyah

Ia mewanti-wanti dan mengingatkan agar saat berlangsungnya event internasional listrik harus tetap menyala.

“Banyak event di NTB, ada MotoGP, MXGP, IATC dan WSBK, maka listrik harus tetap menyala, tetap aman dan terjaga,” pesan Bang Zul. 

BACA JUGA: NTB SiapKerjasama  Energi Terbarukan dengan Denmark

Menurut gubernur,  ketersediaan listrik menjadi salah satu hal yang paling vital, guna mendukung suksesnya berbagai kegiatan tersebut. 

“Pak manager, mohon untuk di dukung berbagai event internasional tersebut,” tambahnya. 

Adanya event Internasional di NTB juga menjadi etalase nasional. Seluruh perhatian tertuju ke NTB, jadi harus dipersiapkan semua fasilitas dan infrastrukturnya.

Sementara itu, Lasiran yang sebelumnya menjabat General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB mengatakan, kedatangannya untuk pamitan, sehubungan dengan pergantian jabatan di jajarannya. 

“Terimakasih pak Gubernur atas sinergi dan kerjasama selama ini, saya izin pamitan,” kata pria yang akan menjabat sebagai General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur.

BACA JUGA:  Empat Inovasi dari Kecamatan Gangga Dilaunching Bupati

Namun disampaikannya, untuk pasokan listrik menjelang tes pramusim MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 13 – 15 Februari 2022, sudah aman.

Berbagai infrastruktur ketenagalistrikan di sejumlah lokasi untuk mendukung keandalan pasokan listrik telah siap.

Sedangkan General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB yang baru, Sudjarwo mengatakan, akan meneruskan berbagai prestasi dan program pimpinan terdahulu.Termasuk, memastikan listrik aman di NTB.

“Untuk itu, mohon dukungan pak Gubernur, untuk melanjutkan tugas manajer lama Pak Lasiran,” tutup alumni ITS Surabaya tersebut.***

 




NTB Siap Kerjasama Energi Terbarukan dengan Denmark

NTB menyambut baik kedatangan Kedubes Denmark yang  akan mensupport NTB, dalam pengembangan energi terbarukan

MATARAM.lombokjournal.com ~  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik kedatangan rombongan Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia dalam rangka membahas kerjasama terkait pengembangan energi terbarukan di Provinsi NTB, Kamis (27/01/22).

Gubernur mengaku senang menyambut kerjasama ini. 

Membicarakan bantuan energi terbarukan untuk NTB

“Terimakasih atas supportnya untuk NTB, terutama dalam pengembangan energi terbarukan untuk mewujudkan NTB Net Zero Emission 2050,” ungkap Gubernur Zul.

Ia menyampaikan hal itu  saat menerima kunjungan Dubes Denmark dan rombongan di ruang kerjanya.

Pertemuan dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Lars Bo Larsen, tersebut dilakukan guna membahas lebih lanjut mengenai Sustainable Island Initiative (SII) pasca COP-26 lalu.

“Kita harap nantinya dengan adanya kerjasama ini, pemerintah daerah akan mampu mengembangkan SII dan sumber energi yang tentunya ramah lingkungan,” tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

Beberapa poin penting yang menjadi pembahasan Duta Besar Denmark, H.E Larsen, antara lain mengenai tindak lanjut kegiatan kerjasama SII di sektor energi

BACA JUGA: Event MotoGP Makin Dekat, Gubernur Opimis Makin Siap

Kemudian terkait pemutakhiran rencana SII tahap II, serta pembaharuan kemajuan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di NTB.

“Kami sangat tertarik bekerjasama dengan NTB, ini merupakan bagian dari kerjasama Indonesia-Denmark. Tata cara produksi dan pengelolaan sampah di NTB bagus. Kita juga ingin menerapkan Lingkungan Hidup Berkelanjutan serta meningkatkan pembangkit energi terbarukan di NTB,” jelas H.E Larsen. 

BACA JUGA: Empat Inovasi dari Kecamatan Gangga Dilaunching Bupati

Turut mendampingi Gubernur pada pertemuan tersebut, yaitu Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dinas ESDM Provinsi NTB serta Direktur Utama PT GNE NTB. ***

 




Empat Inovasi dari Kecamatan Gangga Dilaunching Bupati

Pemerintah Kecamatan Gangga bersama UPT BLUD Puskesmas Gangga punya empat Inovasi yang dilaunching Bupati Djohan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN), Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH melaunching 4 Program Inovasi  Pemerintah Kecamatan Gangga bersama UPT BLUD Puskesmas Gangga yang berlangsung di halaman Kantor Camat setempat (28/01/22). 

Hadir Camat Gangga Kariadi SP, Kepala UPT BLUD Puskesmas Gangga Sabri SKm, serta undangan lainnya.

Adapun Inovasi Kecamatan Gangga  yang di Launching yaitu Pelatihan Produksi Hasil Olahan Kelor Menjadi Makanan Siap Saji (Kelor Untuk Gangga ).

Selain itu juga ada Inovasi dari UPT BLUD Puskesmas Gangga yaitu Posbindu Lintas Instansi (Polisi), Gerakan Optimalisasi Pengobatan Kronis Hipertensi dan Kencing Manis (Gerobak Si Manis), dan Gotong Royong Masyarakat Berantas TBC (Gentong Mas Si TB).

BACA JUGA: 1421 Rekening RTG Direalisasikan untuk Waga Kecamatan Bayan 

Bupati Djohan menyampaikan dengan dilaunching empat inovasi yang ada di dua institusi baik Kecamatan Gangga dan Puskesmas Gangga  sebagai tindak lanjut apa yang disampaikan Lembaga Administrasi Negara (LAN), ada sekitar 71 Inovasi yang ada di KLU dalam kurun waktu 2021.

“Dimana dari 71 Inovasi kita ini menjadi Inovasi terbaik di tingkat Nasional,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Bupati Djohan, inovasi-inovasi baru sangat penting di seluruh institusi di daerah kita, terlebih dengan adanya dua bencana besar di Lombok Utara, yaitu Gempa 2018 dan Covid-19, tentu sangat memerlukan kreativitas dan dan kreasi dari multi pihak. 

“Ke depan dalam menghadapi situasi seperti sekarang harus memiliki kreativitas, kreasi dan inovasi dalam rangka percepatan pelayanan dan pembangunan daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Jika semua  perangkat daerah bisa menerapkan inovasi tersebut, merupakan prestasi yang luar biasa bagi daerah kita.

Kepala UPT BLUD Puskesmas Gangga Sabri menyampaikan, dari 71 Inovasi yang dilaunching LAN

melaunching empat inovasi
Bupati H Djohan Sjamsu

beberapa bulan lalu, tiga di antaranya berada di UPT Puskesmas Gangga. 

Karenanya, dalam mewujudkan inovasi yang kita miliki alangkah baiknya dimulai langsung di awal tahun 2022. 

Adapun  pelayanan kesehatan yang kita berikan dengan turun langsung menjemput bola.

“Harapan kita semoga apa yang kami lakukan bisa diikuti oleh Puskesmas yang lain,” harapnya.

Sementara itu Camat Gangga Kariadi menyampaikan pelaksanaan launching nantinya bisa menjadi langkah awal untuk dapat terlaksananya kegiatan di wilayah Kecamatan Gangga.

BACA JUGA: Bupati Djohan Canangkan Pembangunan Masjid Besar di Gondang

Selain itu juga Pemerintah Kecamatan Gangga dalam mendukung UMKM yang ada,  sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi karena UMKM perlu mendapatkan perhatian yang lebih, produksi-produksi yang sudah dilakukan tetapi masih sulit dalam hal memasarkan.

“Tentu hal ini menjadi perhatian kita semua untuk saling mendukung dan saling mensupport,” tuturnya.***

 




1.421 Rekening RTG Direalisasikan Untuk Warga Kec Bayan 

Dari pembagian buku rekening RTG yang direalisasikan hari Jum’at in, total penerima RTG di Bayan berumlah 11.328.

TANJUNG.lombokjournal.com ~  1.421 Rekening RTG untuk warga Kecamatan Bayan direalisasi melalui Bank Mandiri, yang didampingi Fasilitator dan BPBD Kabupaten Lombok Utara. 

Tak ketinggalan Babinsa beserta Bhabinkamtibmas setempat turut serta mengawasi jalannya pelaksanaan pembagian rekening ini. 

Dua tahap dalam pembagian rekening RTG
M. Zaldi Rahadian

Terkait pembagian rekening RTG itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi – BPBD KLU, Ali Imron menjelaskan, total keseluruhan penerima RTG untuk warga Kecamatan Bayan berumlah 11.328.

“Untuk warga Bayan keseluruhan penerima RTG sebanyak 11.328 orng,” kata Ali Imron ketika ditemui wartawan media ini, Jum’at (28/01/22) di ruang kerjanya. 

Menurut Ali Imron, pembagian buku rekening sudah diakukan dalam dua tahap. 

Pembagian buku rekening tahap satu, sudah dibagikan kepada warga masyarakat Kecamatan Bayan sebanyak 1.695. Untuk tahap kedua sebanyak 1.791

Sementara pembangunan RTG pertama, sebelumnya sudah terbangun berjumlah 6.751 RTG, sedang untuk tahap dua sudah terbangun 1091 RTG.

“Total keseluruhan untuk Kecamatan Bayan berjumlah 11.328,” ungkap Ali Imron. 

BACA JUGA: Empat Inovasi dari Kecamatan Gangga Dilaunching Bupati

Rekening RTG sudah dibagikand
Ali Imron

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lombok Utara, M. Zaldi Rahardian, ST membenarkan ini saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Jum’at 28/1-2022

Zaldi Rahardian menyebutkan, pada tahap proses pembangunan dan perbaikan RTG saat ini mencapai 12.616, termasuk yang dibagikan Rekening kepada warga Kecamatan Bayan hari Jum’at ini.

Secara keseluruhan warga Kabupaten Lombok Utara penerima bantuan RTG berjumlah 62.311, di antaranya yang sudah mendapatkan dan terbangun berjumlah 49.695 unit. 

Terkait dengan pembagian buku rekening terahir di Kecamatan Bayan, M. Zaldi berharap kepada masyarakat untuk memulai kegiatan pembangunannya.

“Saya berharap masyarakat segera mempercepat pembangunannya,” kata Zaldi.

Ia mengingatkan, Surat Keputusan (SK) Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor. 360 – 06 Tahun 2022 tentang Perpanjangan Status Transisi Darurat ke Pemulihan dan Perbaikan Darurat akibat bencana alam Gempa Bumi di Lombok dan Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, dideadline selama tiga bulan.

BACA JUGA: 811 Rekening RTG Dibagikan ke Warga Kecamatan Tanjung

“SK itu tertanggal 1Januari 2022, berarti sekarang sudah berjalan hampir satu bulan.  Sedang deadline waktu pembangunannya tiga bulan sesuai SK itu,” jelas M. Zaldi. ***