Presiden Jokowi Menghasilkan Mega Proyek di KSB

Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang mewujudka mega proyek di Bumi Pariri Lema Bariri

TALIWANG.lombokjournal.com ~ Sejumlah mega proyek yang telah lama diidamkan masyarakat Sumbawa Barat, berhasil diwujudkan.

Beberapa mega proyek itu, antara lain Bendungan Bintang Bano, dan Bendungan Tiu Suntuk, dua mega proyek yang menelan anggaran triliunan rupiah.

Dalam pertemuan yang secara khusus digelar di Taliwang, Ibu Kota Sumbawa Barat, Minggu (13/02/22), Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin, pimpinan DPRD, para alim ulama, dan tokoh masyarakat yang mewakili seluruh kecamatan di Sumbawa Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo.

Bupati HW Musyafirin mengungkapkan, tanpa dukungan penuh dari Presiden Jokowi, maka Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk, hanya akan menjadi mimpi yang tidak jelas bisa terwujud.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami, seluruh masyarakat Sumbawa Barat, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi,” kata Musyafirin.

Tokoh yang telah memimpin Sumbawa Barat dua periode ini mengenang, bagaimana Presiden Jokowi langsung memberi persetujuan saat itu.

Saat menerima laporan tentang Pemkab Sumbawa Barat yang memerlukan dukungan untuk pembangunan bendungan Bintang Bano, tak lama setelah Presiden Jokowi dilantik pada 2014 silam.

BACA JUGA: Omicron Melonjak, Wagub Minta Tetap Tenang dan Jaga Prokes

Bendungan Bintang Bano tadinya adalah proyek yang dibangun oleh Pemerintah Daerah. mulai diinisiasi tahun 2008 silam, proyek ini tak kunjung mendapat dukungan penganggaran dari Pemerintah Pusat. 

Tapi, karena kondisi keuangan daerah yang terbatas, pembangunan bendungan ini akhirnya terhenti di tengah jalan pada 2012.

“Pemerintah Daerah memang tidak memiliki cukup anggaran untuk meneruskannya. Akhirnya kami datang ke Kementerian PUPR. Begitu Presiden Jokowi dilantik langsung beliau bersedia meneruskan proyek ini dengan dibiayai Pemerintah Pusat,” tutur Musyafirin.

Membangun Bendungan Bintang Bano memang memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Bendungan yang diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada 14 Januari lalu itu menelan anggaran Rp 1,44 triliun.

Bahkan, jika Pemkab Sumbawa Barat mampu menyisihkan anggaran Rp 100 miliar tiap tahun sekalipun, masih butuh waktu 14 tahun untuk bisa mewujudkannya.

Padahal, bendungan Bintang Bano ini sudah lama diidamkan masyarakat. Keberadaannya bisa menjadi pengendali banjir yang bisa mengurangi potensi banjir di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 53 persen.

Sebelumnya, tiap terjadi hujan besar di daerah Taliwang, banjir sudah pasti akan menerjang. Kini, setelah bendungan ini jadi, banjir pun kini tak terjadi lagi.

“Apalagi nanti kalau Bendungan Tiu Suntuk selesai juga. Ini akan menambah daya kendali banjir kita,” ucap Musyafirin.

Bendungan Bintang Bano sendiri membendung aliran sungai Brang Rea dengan total kapasitas tampung 65,84 juta meter kubik dan luas genangan 277,52 hektare. 

Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 72 meter. Panjang bendungan 497,25 meter. Lebar puncak 12 meter. Elevasi puncak bendungan kurang lebih 120 meter.

Bendungan ini dapat menghasilkan air baku sebesar 555 liter/detik yang akan memasok kebutuhan air baku di tujuh kecamatan di Sumbawa Barat. Serta mampu mengairi lahan seluas 6.695 hektare untuk mendukung pertanian di Sumbawa Barat.

Lahan-lahan tadah hujan yang tadinya hanya bisa sekali panen padi, dengan keberadaan bendungan ini, lahan tersebut kini bisa panen padi tiga kali setahun.

Masyarakat Sumbawa Barat juga memanjatkan doa, agar Kawasan Industri Sumbawa Barat segera terwujud. 

Berkat keberpihakan Presiden Jokowi pula, KSB memang telah ditetapkan sebagai Kawasan Industri dan masuk dalam Rencana  Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

Presiden Jokowi menghasilkan mega proyek di KSB

Hilirisasi pengolahan produk tambang di Sumbawa Barat yang ditandai dengan pembangunan smelter PT AMNT, kata Bupati Musyafirin, hanya bagian kecil dari rencana besar pemerintah untuk mewujudkan Kawasan Industri Sumbawa Barat. 

Artinya, akan banyak industri lain yang masuk ke Sumbawa Barat.

Kehadiran investasi tersebut akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Dan untuk Indonesia Timur, hanya Sumbawa Barat yang masuk dalam kawasan industri.

“Ini berkah bagi kita masyarakat Sumbawa Barat, karena perhatian besar Bapak Presiden,’’ katanya.

Paling Banyak Membangun Bendungan

Presiden Joko Widodo akan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah NTB, sebagai Kepala Negara yang membangun bendungan terbanyak di NTB. 

Dalam sepuluh tahun kepemimpinannya, Presiden Jokowi membangun enam bendungan di seluruh Bumi Gora.

Empat bendungan kini sudah selesai konstruksinya. Yakni Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat, Bendungan Tanju dan Bendungan Mila di Dompu, dan Bendungan Beringin Sila di Sumbawa. 

Sementara dua bendungan dalam fase konstruksi. Yakni Bendungan Tiu Suntuk di Kecamatan Brang Ene, Sumbawa Barat, dan Bendungan Meninting di Lombok Barat. 

Bendungan-bendungan yang sedang dalam masa konstruksi tersebut dijadwalkan telah rampung pada tahun 2024 mendatang.

Menurut Musyafirin, perhatian Presiden pada infrastruktur sumber daya air tersebut, semata karena Presiden ingin mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan bangsa. 

BACA JUGA: Mandalika Jadi Tuan Rumah Formula-1, Kapan Terwujud?

Presiden Jokowi tahu persis, untuk mewujudkan hal tersebut, kuncinya adalah ketersediaan suplai air.

’’Dengan suplai air setiap saat dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya tanam sekali setahun bisa menanam dua hingga tiga kali dalam setahun,’’ kata Musyafirin.

Itu sebabnya, bersama bendungan-bendungan yang ada di NTB, total ada 57 bendungan di seluruh Indonesia, yang pembangunannya akan tuntas pada tahun 2024.

Ucapan terima kasih dari masyarakat Sumbawa Barat tak hanya untuk pembangunan infrastruktur di daerah otonom paling buncit di Pulau Sumbawa tersebut semata. 

Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan juga untuk komitmen dan keberpihakan Presiden Jokowi mewujudkan infrastruktur mecusuar lain di NTB. 

Salah satunya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang kini tak cuma jadi kebanggaan NTB, melainkan juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.

Proyek-proyek infrastruktur yang diwujudkan Presiden Jokowi tersebut, telah menjadi .

berkah untuk Sumbawa Barat, dan juga berkah bagi Nusa Tenggara Barat.(*)

 

 




Omicron Melonjak, Wagub NTB Minta Tenang dan Jaga Prokes

Mensikapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron, Wagub NTB masyarakat tenang dan tetap disiplin menerapkan prokes

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron di NTB bahkan seluruh daerah di Indonesia, Wakil Gubernur NTB,Hj. Sitti Rohmi Djalilah minta masyarakat tetap tenang.

Masyarakat diminta tidak panik, tetap menerapkan protokol kesehatan yang selama ini dinilai efektif dalam penanganan sebaran virus Covid-19 di NTB.

Wagub mensikapi Omicron
Wagub, Hj Sitti Rohmi Jalillah

Wagub NTB mengungkapkan itu saat menerima audiensi Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Prof. Iwan Ariawan bersama rombongan di ruang kerjanya, Senin (14/02/22).

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi ini menambahkan,masyarakat harus tetap diberikan edukasi pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di tempat terbuka, apalagi bila berkerumun.

Selain itu, jangan menggunakan bahasa-bahasa dengan menakut-nakuti akan bahayanya virus menular ini. Maksudnya, agar tidak membuat masyarakat panik.

“Dalam memberikan edukasi tidak menakuti tapi harus dengan bijak terutama pihak rumah sakit dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang selama ini menjadi tugasnya,” ungkap Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mandalika Jadi Tuan Rumah Formula-1, Kapan Terwujud?

Ummi Rohmi tidak hawatir dengan kasus yang terus meningkat karena dinilai cakupan vaksinasi sudah cukup baik terutama pada pengendalian Covid-19 di NTB.

Wagub mengharapkan agar pada gelaran MotoGP bulan Maret mendatang, kasusnya bisa melandai untuk keamanan dan kenyamanan dalam penyelenggaraannya.

Epidemiolog UI Prof. Iwan Ariawan mengakui Covid-19 varian Omicron hampir semua daerah Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan. 

Untuk NTB sebutnya bukan dilihat dari jumlah kasusnya melainkan terhadap pasien yang dirawat di rumah sakit, ketersediaan tempat tidur dan lain sebagainya.

“Melihat polanya di NTB pengendaliannya cukup baik, ketersediaan tempat tidur tercukupi meskipun kasusnya terus naik walaupun belum sampai pada puncaknya,” jelas Prof. Iwan.

Disebutkan Prof. Iwan, dalam pencegahannya harus diperkuat lagi protokol kesehatannya. Dinilai protokol kesehatan di NTB menurun. Kemudian percepatan vaksinasi terutama bagi lansia yang memiliki penyakit bawaan, dan penerapan aplikasi peduli lindungi.

BACA JUGA: Pre-Season MotoGP di Mandalika, Berkah Bagi Pariwisata NTB 

“Dengan kita semua konsisten melakukan itu dalam pencegahan maka kita bisa menghadapi periode Omicron yang dugaan saya puncaknya pada akhir Februari atau awal Maret setelah itu akan turun dan melandai,” tandasnya. ***

 




Mandalika Jadi Tuan Rumah Formula-1, Kapan Terwujud?

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah tengah mendiskusikan langkah lebih lanjut tentang rencana Formula 1 di Sirkuit Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sukses menjadikan NTB sebagai tuan rumah event internasional seperti MotoGP, World Superbike, Asia Talent Cup, hingga L’etape By Tour de France, kini giliran balap Formula-1 (F-1) jadi target Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Ikhtiar menjadikan Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah ajang F-1, sedang diakukan gubbernur.

BACA JUGA: Omicron Melonjak, Wagub NTB Minta Tenang dan Jaga Prokes

Merencanakan balap Formula-1 di SirkuitMandalika

Itu tersirat saat Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB saat mengundang promotor F1, Mr. Gerwin Beran, di ruang kerjanya, Senin (14/02/22).

“Bersama Mr. Gerwin Beran dari Tim Formula 1 mendiskusikan langkah lebih lanjut tentang rencana Formula 1 di Sirkuit Mandalika, Lombok NTB,” ungkap Bang Zul, Senin (14/02/22) di Mataram. 

Gubernur yang juga doktor ekonomi industri tersebut juga menyampaikan, Tim Formula 1 telah melihat langsung Sirkuit Mandalika, dan mereka sangat terkesima dengan keindahan dan keamanannya. 

“Beliau sangat terkesima dengan Sirkuit Mandalika, sangat pas dan memadai untuk penyelenggaraan Formula 1,” tambahnya.  

Terakhir, Bang Zul berharap agar ikhtiar NTB bersama Pemerintah Pusat dan stakeholder lainnya bisa berbuah manis. Dan NTB kembali mencatatkan sejarah seperti penyelenggaraan World Superbike 2021 lalu. 

“Doakan agar diskusi selanjutnya dengan pihak Formula 1 berbuah manis dan sesuai dengan harapan,”  tutur Bang Zul.

BACA JUGA: Event MotoGP di Mandalika, Harus Tonjolkan Budaya Sasak

F1 sendiri, (atau lengkapnya FIA Formula One World Championship), adalah kelas tertinggi balap mobil kursi tunggal yang diatur oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan dimiliki oleh Formula One Group.***

 

 

 




Tim Olimpiade MAN 2 Mataram Raih 35 Medali

Awal 2022, Tim Olimpiade Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 2 Mataram mengukir prestasi, menyabet medali National Science and Social Competition 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Prestasi menakjubkan diraih Tim Olimpiade MAN 2 Mataram. 

Mereka meraih 35 Medali pada empat even sekaligus. Event yang dimaksud, yakni: 24 medali NSCC, empat medali OBN, enam medali Expert Olympiad dan satu medali International Science Mathematic Olympiad. 

Prestasi di awal tahun ini melengkapi koleksi  221 medali Nasional yang diraih tahun lalu.

NSCC atau National Science and Social Competition merupakan salah satu event bergengsi di Indonesia yang selalu ditunggu dan diburu para siswa berprestasi spesialis olimpiade

Ajang ini diikuti oleh siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, dan mahasiswa seluruh Indonesia. Pelaksanaannya sekali dalam setahun.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Menghasilkan Mega Proyek di KSB

Tahun ini, pelaksanaan NSCC mulai dari pendaftaran sampai pengumuman berlangsung pada bulan Januari sampai 2 Februari. Pelaksanaan lomba dilakukan selama tiga hari secara online. 

“Alhamdulillah, Tim Olimpiade MAN 2 Mataram tahun ini meraih 24 medali NSCC, terdiri atas 8 emas, 8 perak, dan 8 perunggu. 24 medali ini diraih pada 9 mata pelajaran dari 11 bidang yang dilombakan,” terang salah satu anggota Pelatih Tim Olimpiade MAN 2 Mataram, Meci Karimah Kasipahu di Mataram, Minggu (13/02/22).

Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, MAN 2 Mataram meraih medali emas (Selvi Mandasari) dan perunggu (Marselena Primasati Utari). 

Dua medali perak diraih pada mata pelajaran Ekonomi, atas nama Hafizhah Yustia Ayu dan Irna Salsabila. 

Sementara untuk mapel Fisika, Alya Dwi Pangesti meraih medali emas, Faiqa Wizda Nailah meraih perunggu, dan Ahmad Amartia Nurfiqri juga meraih perunggu. 

Mata pelajaran Kimia menyumbang empat medali, yakni: Tazkia Adlina (emas), Lalu Asryl Wahyu Ramdani (emas), Muhsin Al Haddar (perak), dan Olyvia Syafira Putri Jayanti (perak). 

Tiga medali disumbang dari mata pelajaran Astronomi, diraih oleh Putri Kurnia Chairunnisa (emas), Azizah Tasyarani Khairunnisa (perak), dan Kawaita (Perak). Mapel Biologi menyumbang dua medali, yaitu: Diva Aulia Safitri (emas) dan Hilma Alifah Baskoro (perak).

Ada empat medali dari mata pelajaran Bahasa Inggris, diraih oleh Selvi Mandasari (emas), Hilmi Wahyuni Satriawan (perak), Naylla Salsabila Putri (perunggu), dan M Daffa Hendriyanto (perunggu). Untuk Mapel Matematika, diraih dua medali perunggu oleh  Enggar Tri Putra Raharja dan Imas Nazalia Rahmawati. Dua medali juga diraih dari mapel Sosiologi, oleh Aisyah Nurfiani Maulani (emas) dan Ayu Sugi Ratna Dewi (perunggu).

Prestasi juga diraih Tim Olimpiade MAN 2 Mataram pada Olimpiade Biologi Nasional (OBN) yang diselenggarakan oleh Liga Olimpiade. 

Ada tiga siswa yang beruntung mendapatkan medali pada ajang ini. Mereka adalah: Hilma Alifah Baskoro, Ahmad Rofiq Amanatullah dan Baiq Widya Kaweryan. Hilma meraih dua medali sekaligus yaitu medali emas pada kategori Biologi dan perak pada Kategori Kedokteran.

BACA JUGA: Event MotoGP Harus Tonjolkan Budaya Sasak

“Even ini merupakan ajang yang khusus melombakan bidang Biologi dan Kedokteran. Dalam lomba ini juga, semua peserta dilatih bagaimana memecahkan masalah melalui eksperimen, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu bekerja dalam tim (kolaboratif),” terang Meci Karimah Kasipahu.

Pada Event Expert Olympiad, lanjut Karimah, Tim  Olimpiade MAN 2 Mataram menyumbang enam medali perunggu yang diraih semuanya oleh kelas X. Mereka adalah: Yazid Aqila Haikal (Informatika), Fani Aulia Azzahra (Biologi), Muhammad Rafa Aldino (Ekonomi), Muhammad Dhiya Ulhaq (Matematika), Azisyah Zuleyka Zahrani (Geografi) dan Mutia Audi Paramitha (Kimia).

Sedang pada ajang International Science Mathematic Olympiad, Tim Olimpiade MAN 2 Mataram menyumbang medali Perak pada mata pelajaran Biologi atas nama Baiq Widya Kaweryan. 

“Semua torehan medali yang berjumlah 35 ini hanya diraih dalam dua hari oleh siswa-siswa  hebat MAN 2 Mataram,” tegas Karimah.

Kepala MAN 2 Mataram Lalu Syauki MS,  bersyukur dan mengapresiasi prestasi Tim Olimpiade madrasah yang dipimpinnya. 

Apresiasi juga dia sampaikan atas dedikasi dan loyalitas tim pembina dan pelatih dalam membimbing dan membina para siswa. 

“Tim ini tidak pernah mengenal lelah dan kata menyerah. Salut buat semuanya,” tuturnya. 

“Selamat buat anak-anak hebat dan bapak ibu guru pembimbing KSM (Kompetisi Sains Madrasah) yang luar biasa,” sambungnya. 

Lalu Syauki berharap Tim Olimpiade MAN 2 Mataram terus melebarkan sayapnya ke tingkat International. Menurutnya, tidak ada hal yang mustahil, selama semuanya memiliki visi dan misi yang sama. 

“Insya Allah akan terwujud. Mari jadikan prestasi sebagai sebuah tradisi. Jika semangat ini sudah diimplementasikan, maka lambat laun siswa akan semakin bangga menjadi anak madrasah. Ayo belajar di madrasah!,” tandasnya. (Siti Rahmi) ***

 




Mandalika Terwujud oleh Keberpihakan Jokowi, Ini kata Rachmat Hidayat

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sejak awal jadi prioritas Presiden Jokowi, dan sekarang jadi mercusuar Indonesia 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Pulau Lombok H Rachmat Hidayat, menyampaikan apresiasi tersebut di Mataram, Minggu (13/2), bersamaan dengan hari terakhir sesi tes pramusim para rider MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Terbangunnya Mandalika berkat Presiden Joko Widodo
Rachmat Hidayat dan Jokowi

“Akan menjadi kufur nikmat bagi kami masyarakat NTB jika tidak bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mewujudkan pembangunan Mandalika,” kata tokoh kharismatik NTB ini.

Rachmat menegaskan, seluruh masyarakat NTB tahu, bagaimana lebih dari tiga dekade, pembangunan kawasan Mandalika selalu jalan di tempat. 

Baru ketika Presiden Jokowi mulai memimpin Indonesia pada 2014, komitmen pembangunan Mandalika benar-benar diwujudkan.

Sedari awal kata Rachmat, Presiden Jokowi telah menegaskan, bahwa Mandalika akan menjadi prioritas untuk ditangani Pemerintah Pusat. Presiden bahkan mengumumkan ke publik dengan haqqulyakin, Mandalika akan menjadi mercusuar bagi Indonesia.

BACA JUGA: Pre-Season MotoGP di Mandalika, Berkah Bagi Pariwisata NTB

Komitmen Kepala Negara tersebut diikuti dengan menggelontorkan anggaran APBN yang tak terbilang jumlahnya. Lebih dari Rp 4 triliun anggaran telah dikucurkan untuk membangun infrastruktur penunjang Mandalika. Baik infrastruktur di dalam kawasan, maupun infrastruktur yang menopang aksesibilitas dari dan menuju kawasan Mandalika. 

Belum lagi kontribusi pembangunan berbagai fasilitas yang digelontorkan berbagai Badan Usaha Milik Negara karena penugasan yang diberikan Presiden secara langsung maupun melalui Menteri BUMN.

Presiden Jokowi juga berkali-kali datang sendiri untuk mengecek langsung progress pembangunan Mandalika. Presiden bahkan bermalam di sana.

Memberikan direktif kepada para menteri dan jajarannya, agar menuntaskan berbagai persoalan secara cepat berdasarkan temuan lapangan.

“Tanpa keberpihakan pembangunan dari Presiden Jokowi, mustahil Mandalika bisa seperti sekarang,” ucap Rachmat.

Pekan ini, nyaris seluruh mata di dunia memang sedang tertuju kepada Mandalika. Keberadaan bintang-bintang MotoGP – ajang balap motor nomor wahid di dunia – yang sedang menjalani tes pramusim secara resmi semenjak Jumat (11/02/22), telah mengantarkan Mandalika sebagai destinasi pariwisata ke panggung dunia yang terhormat.

Bagi masyarakat NTB, apa yang tersaji di Mandalika kini, adalah berkah yang sungguh luar biasa. Hal yang bagi sebagian kita di NTB, bahkan memimpikannya dahulu pun tidak sanggup.

“Mungkin kita akan dianggap sebagai orang yang paling tidak waras, jika dahulu kita menyebut bahwa Lombok akan menjadi tuan rumah MotoGP. Keberpihakan Presiden Jokowi telah mengangkat marwah seluruh kita,” imbuh Rachmat.

Karena itu kata Rachmat, sungguh menjadi hal yang sangat menyesatkan publik, manakala kini muncul tokoh di NTB yang berupaya secara sistematis menggiring opini khalayak, bahwa pembangunan Mandalika adalah andil besar dirinya dan kelompoknya. 

“Sebuah hal yang sangat tak elok,” kaa Rachmat.

BACA JUGA: Event MotoGP di Mandalika, Harus  Tonjolkan Busaya Sasak 

Jika pun ada pihak yang berhak mengklaim pembangunan Mandalika tersebut, maka Rachmat menegaskan, Presiden Jokowi adalah satu-satunya yang memiliki hak, berkat kontribusi dan seluruh keberpihakannya sehingga Mandalika berada pada posisi seperti sekarang.

Indonesia Sentris

Langkah Presiden Jokowi yang membagun Mandalika, adalah wujud nyata dari langkah Presiden Jokowi yang sedari mula memang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia. 

Lewat pemerataan pembangunan, seperti infrastruktur, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat di tiap wilayah.

Presiden Jokowi kata Rachmat, telah berusaha keras, berjuang keras, mengembalikan watak asli pembangunan Indonesia. Bukan pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi belaka. 

Namun, bertumpu pada pemerataan karena pertumbuhan ekonomi.

“Presiden Jokowi tahu persis, tanpa pemerataan, akan terjadi ketimpangan. Baik itu ketimpangan kaya dan miskin atau juga ketimpangan antarwilayah yang akan menyebabkan ketidakadilan,” tandas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Itu sebabnya, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini mengemukakan, semenjak mulai memimpin Indonesia, Presiden Jokowi membangun infrastruktur tidak di Jawa saja. Melainkan membangun infrastruktur dari daerah di seluruh Indonesia.

“Di era kepemimpinan Presiden Jokowi, pembangunan tidak lagi Jawa sentris. Tapi Indonesia sentris,” kata Rachmat.

Untuk daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas seperti NTB, kebijakan pembangunan Indonesia Sentris tersebut adalah berkah. 

Sebab, jika hanya mengandalkan anggaran pembangunan daerah, sudah pasti tak akan mampu. Sebagai contoh. Tahun lalu saja, Pemprov NTB bahkan harus berhutang hingga Rp 750 miliar. Hal yang belum pernah terjadi di periode-periode kepemimoinan sebelumnya. Pengembalian pinjaman itu kini sudah harus mulai dicicil sedikitnya Rp 150 miliar setiap tahun dengan pemotongan Dana Alokasi Umum untuk NTB. 

Pengembalian utang akan berlangsung selama delapan tahun. Belum lagi pada saat yang sama, sedikitnya Rp 229 miliar proyek tak bisa dibayarkan meski telah tuntas dikerjakan oleh kontraktor. 

Hal yang menunjukkan bagaimana keterbatasan keuangan Pemprov NTB.

Kini, berkat keberpihakan Presiden Jokowi untuk NTB, Bumi Gora pun memiliki pusat pertumbuhan ekonomi baru di Mandalika. Dari satu kali event MotoGP saja, NTB bisa memperoleh keuntungan ekonomi yang mencapai Rp 500 miliar. 

Untuk tahap pertama, Lombok akan menjadi tuan rumah MotoGP selama sepuluh tahun ke depan, yang berarti sampai 2032.

Keuntungan ekonomi yang hingga setengah triliun tersebut telah menjadikan ekonomi NTB menjadi bergairah. Usaha kecil dan menengah kembali bergairah berproduksi. Badan Usaha Milik Desa memiliki kepastian pasar untuk menjual produk mereka. 

Hal yang membuka jalan untuk menghadirkan kemandirian ekonomi bagi desa. Pun juga pengusaha perhotelan, restoran, transportasi, dan seluruh usaha jasa lainnya yang tak ketinggalan mendulang berkah. 

Untuk MotoGP pada 18-20 Maret mendatang, sedikitnya akan hadir 100.000 penonton.

Begitu juga lapangan kerja. Paling tidak kini telah tersedia 11.000 lapangan kerja di Mandalika. Tentu masih akan terus bertambah. Kelak, jika pengembangan kawasan Mandalika telah tuntas, lokasi ini sedikitnya akan membuka lapangan kerja bagi sedikitnya 300 ribu orang. 

Khusus kawasan ini saja, ditargetkan akan mendatangkan tak kurang dari dua juta wisatawan mancanegara dalam setahun.

Keuntungan tentu saja juga dinikmati Pemerintah Daerah. Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid mengemukakan, keberadaan Mandalika telah memberi sumbangsih besar untuk pembangunan Lombok Tengah. 

Dia memberi contoh. Dengan keberadaan Mandalika, Pendapatan Asli Daerah Lombok Tengah kini melonjak. Jika sebelumnya hanya berkutat pada Rp 219 miliar. Maka mulai tahun 2022 ini, Pemkab Loteng menargetkan PAD menjadi Rp 315 miliar dengan penambahan terbesar bersumber dari kawasan Mandalika.

Karena itu, mewakili masyarakat di Lombok Tengah, dirinya juga menyampaikan terima kasih untuk Presiden Jokowi. 

Pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi di Mandalika, telah menjadikan mimpi masyarakat Lombok Tengah menjadi nyata.

 “Dream comes true,” kata Tauhid.

Apresiasi yang sama juga datang dari para alim ulama. TGH Maarif Makmun Dirase juga menekankan, sungguh masyarakat NTB, lebih-lebih masyarakat Lombok Tengah, akan kufur nikmat manakala tidak mensyukuri dan memberi apresiasi atas perhatian yang telah diberikan Presiden Jokowi.

 TGH Maarif mengemukakan, para alim ulama di Pulau Seribu Masjid tahu persis, bahwa Presiden Jokowi tidak menerima dukungan signifikan dari masyrakat NTB dalam dua kali penyelenggaraan Pilpres.

Namun, hal tersebut tidak pernah mengecilkan perhatian Presiden Jokowi kepada NTB.

Apa yang ditunjukkan Presiden Jokowi tersebut dengan memberi perhatian besar untuk NTB, menunjukkan Kepala Negara menjalankan betul apa yang disabdakan Rasulullah SAW, bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. “Khairunnas, anfa’uhum linnas…”

“Nilai lebih untuk Presiden Jokowi, karena beliau memperlakukan begitu baik masyarakat NTB, padahal di satu sisi, dukungan dalam kontestasi politik tidak diberikan masyarakat NTB,” imbuhnya.(*)

 




Event MotoGP di Mandalika Harus Tonjolkan Budaya Sasak 

Tokoh adat Sasak menyerukan keharusan menampakkan nuansa etnik Sasak sejak tamu datang di bandara saat berlangsungnya event MotoGP

LOTENG.lombokjournal.com ~ Menampilkan dan menonjolkan fitur-fitur budaya adat Sasak sangatlah penting ketika MotoGP di Mandalika berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pelaksana Majelis Adat Sasak, L. Bayu Winda, 

ketika menghadiri konferensi pers tentang kesiapan masyarakat adat Sasak menyambut MotoGP Mandalika,  di Media Center Indonesia, Sabtu (12/2).

BACA JUGA: Mandalika Terwujud oleh Keberpihakan Jokowi, Ini Kata Rachmat Hidayat

“Kami disini sebagai tokoh adat Sasak tentu akan lebih concern pada hal kebudayaan. Sangat penting untuk kita semua menampilkan fitur-fitur budaya daerah kita saat MotoGP nanti,” kata Lalu Bayu.

Ia menyatakan, menonjolkan fitur-fitur kebudayaan merupakan suatu keharusan, agar para pengunjung yang datang dapat lebih mengenal budaya adat Sasak.

“Fitur-fitur budaya itu harus mulai nampak nuansa etniknya sejak kedatangan di bandara. Jadi tamu-tamu kita dari luar meskipun tutup mata, tapi mereka tau kalau sedang berada di Lombok,” jelasnya.

Selain itu, Lalu Bayu juga menjelaskan bahwa kebudayaan suatu daerah menyangkut tiga hal penting, yaitu aspek norma and values, pola aktivitas masyarakat, dan hasil cipta karya.

BACA JUGA: Kapolri Pantau Vaksinasi di NTB, Upaya Kendalikan Covid

“Kebudayaan itu kan menyangkut tiga hal, ada aspek norma and values, aktivitas masyarakat yang berpola dan juga hasil cipta karya. Jadi dari event seperti ini, kita harap substansi kebudayaan itu benar-benar dihadirkan untuk membedakan kita dengan tempat-tempat lain,” kata Lalu Bayu.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Ketua Umum Dharma Pertiwi, Camat Pujut Lombok Tengah dan Kadis Pariwisata Lombok Tengah. ***

 




Pre-Season MotoGP di Mandalika, Berkah bagi Pariwisata NTB

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Yusron Hadi mengatakan, adanya Pre-Season MotoGP, NTB mendapatkan promosi pariwisata gratis

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Penyelenggaraan pre-season MotoGP Mandalika yang diselenggarakan mulai tanggal 11 hingga 13 Februari 2022 merupakan keberkahan bagi Provinsi NTB.

Khususnya untuk mempromosikan potensi pariwisatanya.

penyelenggaraan pre-season berdampak positif

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, saat acara konferensi pers dengan tema Potensi Pariwisata dan Kesiapan Akomodasi Jelang MotoGP 2022,  di Media Center Indonesia (MCI), Lombok Tengah, Sabtu (12/02/22).

“Alhamdulillah dengan adanya event pre-season MotoGP ini, NTB mendapat berkah. Kita mendapatkan promosi pariwisata secara gratis dari para riders. Mereka jalan-jalan di area bubble-nya dan mempromosikan keindahan Mandalika, Lombok,” kata Kadis Yusron.

Ia menyatakan, pre-season tersebut membawa berbagai dampak positif bagi NTB. Tidak hanya untuk bidang pariwisata tetapi juga dalam hal pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Kapolri Pantau Vaksinasi di NTB, Upaya Kendalikan Covid

“Event ini manfaatnya banyak sekali untuk NTB, termasuk dalam hal promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi. Apalagi kedepan pasti akan  lebih banyak lagi gate-gate untuk promosinya. Jadi kita semua harus bersiap,” jelasnya.

Senada dengan hal di atas, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lendek Jayadi, juga mengungkapkan, momen MotoGP adalah momen promosi wisata yang dahsyat.

“Momen MotoGP ini adalah momen promosi yang dahsyat, apalagi dengan adanya bantuan para riders yang tentu kita harus buat image daerah yang luar biasa,” ungkap Lendek.

Lendek mengajak seluruh stakeholders dan masyarakat untuk terus membangun destinasi pariwisata di NTB untuk memanjakan mata para wisatawan.

BACA JUGA: Gubernur Yakin, NTB Daaerah yang Ramah dan Kondusif Jelang MotoGP

“Mari kita membangun destinasi pariwisata bersama untuk memanjakan mata wisatawan yang datang berkunjung ke NTB,” tuturnya.***

 




Profesi Guru Harus Jadi Passion, Ini kata Wagub Sitti Rohmi

Menjadikan profesi guru sebagai passion berarti menumbuhkan gairah besar mencapai tujuan pendidikan, sehingga menjadi guru merupakan jalan ibadah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap agar profesi guru dijadikan sebagai passion. 

Dengan demikian akan tumbuh rasa cinta pada profesi menjadi seorang guru.

 

Meningkatkan motivasi profesi guru dalam Musyawarah Pengurus Asosiasi LPTK NTB

“Menjadi profesi guru harus dijadikan pasion. Jadi cinta profesi ini. Sehingga menjadi seorang guru adalah sebuah jalan ibadah. Dengan begitu hal serupa dapat dirasakan oleh anak didiknya dan akan menghasilkan anak didik yang punya kompetensi yang baik dan berkualitas.” ungkap Wagub.

Itu dikatakannya saat membuka kegiatan Musyawarah Pengurus Asosiasi LPTK NTB di Hotel Lombok Raya, Sabtu (12/02/22).

Tahun 2019-2021 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB mengalami peningkatan hingga pada angka 68,65%. 

Dari sektor Pendidikan hal ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemprov NTB, LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) NTB dan INOVASI diharapkan terus terjalin. Contohnya menciptakan guru-guru yang berkualitas.

BACA JUGA: Perempuan di NTB Didorong Jangan Takut Masuk Politik

Wagub berharap LPTK dan INOVASI dapat menciptakan tenaga pendidik yang memiliki karakter untuk menghadirkan kesenangan dalam suasana belajar. 

“Ini juga merupakan tanggung jawab LPTK dan Inovasi untuk mencetak guru-guru atau tenaga pendidik yang menghadirkan kesenangan bagi anak didiknya sehingga anak didik punya rasa keinginan tinggi untuk bersekolah. Insyaallah akan menciptakan lulusan yang berkualitas dan berkarakter mulia. Sesuai dengan misi kami NTB Sehat dan Cerdas.” kata Wagub.

Ketua Asosiasi LPTK NTB Prof. Dr. A. Wahab Jufri, M.Sc mengapresiasi salah satu misi NTB, yaitu NTB Sehat dan Cerdas. 

Menurutnya hal ini dapat membantu NTB dalam meningkatkan level pendidikan di Provinsi NTB.

“Kami selalu mendukung program-program dari Provinsi dan kabupaten/kota. Salah satunya NTB Cerdas. Karena tupoksi LPTK adalah mendidik calon pendidik masa depan yang memiliki kompetensi dan berkualitas. Hal tersebut sejalan dengan NTB Gemilang.” tuturnya.

profesi guru dalam musyawarah

BACA JUGA: Masyarakat Rambitan Siap Sukseskan Event MotoGP

Senada dengan hal tersebut, Provincial Manager Program INOVASI NTB, Sri Widuri menyampaikan, akan selalu mendukung program-program yang dicanangkan oleh Pemprov NTB. Terlebih lagi mengenai memajukan dunia pendidikan.

“Kolaborasi antara INOVASI, LPTK dan Pemprov NTB telah terjalin dan banyak hal positif yang didapat. Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut demi memajukan pendidikan di NTB.” ungkapnya.***

 




Perempuan di NTB Didorong Jangan Takut Masuk Politik

Saat menghadiri pelantikan DPW dan DPD PUAN, Wagub Sitti Rohmi mendorong perempuan masuk politik, karena politik untuk orang yang punya komimen

MATARAM.lombokjournal.com ~  Perempuan di NTB didorong berpartisipasi dalam dunia politik. Hal ini mesti diimbangi rasa percaya diri dengan memiliki pengetahuan yang luas, serta  keinginan terus belajar

Wagub ajak perempuan masuk politik
Waggub Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan itu  saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Bersama DPW & DPD Perempuan Amanat Nasional (PUAN) se – NTB di Hotel Aston, Mataram, Sabtu (12/02/22).

.”Perempuan NTB jangan pernah takut untuk masuk politik karena politik untuk orang baik, untuk orang yang punya komitmen, untuk orang yang mau kerja keras, politik untuk orang yang detail, yang betul betul mau berjuang untuk masyarakat, dan InsyaAllah perempuan punya potensi itu,” tutur Ummi Rohmi 

BACA JUGA: Profesi Guru Harus Jadi Passion, Ini Kata Wagub Sitti Rohmi

Ummi Rohmi mengaku bahagia apabila banyak para perempuan dari partai lain ikut serta dalam dunia politik

Meskipun berbagai partai sesama perempuan, tetapi persaingan itu adalah persaingan yang sehat. 

“Saya senang kalau semakin banyak caleg caleg perempuan yang bagus dari semua partai politik, itu baru Top!,” tandas Ummi Rohmi. 

Ajk perempuan jangan takut berpolitik

Saat itu Wagub Sitti Rohmi juga memperkenalkan,  di Provinsi NTB sedang berlangsung pre season MotoGP 2022 yang berlangsung di Mandalika, sekaligus mengajak untuk sama – sama menyaksikan gelaran MotoGP yang akan berlangsung bulan Maret.. 

“Mandalika adalah sirkuit terindah didunia, kami mengajak para PUAN menyaksikan event MotoGP di Mandalika,” ajaknya. 

BACA JUGA; Banyak Anak Muda Kaya Karena Pendidikannya

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Sekretaris Jenderal DPP PUAN, Adelia Pasha, Wakil Ketua Umum DPP PUAN, Futri Zulya, Ketua DPP PUAN NTB, Surya Hartin.*** 

 




 Masyarakat Rembitan, Siap Sukseskan Event MotoGP

Kepala Desa Rembitan, Lombok Tengah bersama masyarakat siap mensukseskan event MotoGP

LOTENG.lombokjournal.com ~ Event Internasional MotoGP di Mandalika, disambut penuh harapan oleh masyarakat di sekitar KEK Mandalika. 

Salah satu di antaranya Kepala Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah yang mengaku akan mensukseskan event MotoGP.

“Kami berkomitmen ikut mensukseskan program-program pemerintah, apalagi MotoGP merupakan event internasional,” kata Kades Rembitan Lalu Minaksa, Sabtu (12/02/22) ketika ditemui di kediamannya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB: Banyak Anak Muda Kaya, Karena Pendidikannya

Masyarakat Rembitan Dukung event MotoGP

Menurutnya, sebagai desa penyangga ia bersama masyarakatnya memiliki tanggung jawab yang besar untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Diungkapkan, masyarakat yang akan berpartisipasi langsung maupun tidak, di KEK Mandalika dan event MotoGP telah dilakukan pembinaan dan pemberdayaan.

Sehingga merasakan dampak ekonomi dengan adanya berbagai event dan perhelatan besar di Mandalika dan sekitarnya.

Diakuinya, hampir 85 persen masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang asongan dan pelaku pariwisata di KEK Mandalika, berasal dari warganya. Termasuk yang terserap menjadi tenaga kerja di Sirkuit Mandalika.

Selain itu, dengan kehadiran event  MotoGP di Mandalika,  mendorong terus meningkatnya angka kunjungan pariwisata di Mandalika dan NTB umumnya.

BACA JUGA: Kapolri Pantau Vaksinasi di NTB, Upaya Kendalikan Covid

“Ini momentum penting sehingga memiliki efek positif mendongkrak ekonomi masyarakat dari segi UMKM, penginapan dan lainnya,” tuturnya.

Apa yang disampaikan pemerintah, adanya sirkuit bertaraf internasional di Mandalika, memang multiplier effect, dirasakan benar benar manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Dikatakannya, event nasional maupun internasional di Mandalika, akan terus berlangsung setiap tahun. 

Maka sebagai desa penyumbang UMKM terbanyak di KEK Mandalika, ia berencana membangun central souvenir di desa Rambitan.

Jadi semua potensi desa, mulai dari kuliner, tenun ikat, budaya terpusat pada satu tempat. Yang difasilitasi dengan sarana dan prasarana penunjang seperti lahan yang luas, parkiran, arena budaya dan lainnya.

“Sehingga masyarakat penjual dan pedagang tidak berkeliaran di KEK Mandalika, steril dari pedagang,  demi  untuk kenyamanan para pengunjung,”jelasnya.

Ia berharap, rencananya dapat terakomodir dan didengar oleh pemerintah, baik Pemerintah Pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Kami siap menyediakan lahan, sehingga desa Rembitan bisa didaulat menjadi desa souvenir,”tandasnya Lalu Minaksa.

Kades juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih mewakili masyarakat desa Rambitan, kepada Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah atas geliat kembalinya pariwisata dan ekonomi di Lombok Tengah dan NTB umumnya.

“Semoga NTB semakin Gemilang,” katanya. ***