L’etape Indonesia di Mandalika Dimeriahkan 1.308 Peserta

Penyelenggaraan Event L’etape Indonesia by Tour de France yang berlangsung di Mandalika diharapkan akan berlangsung kembali tahun depan

LOTENG.lombokjournal.com ~ Event L’etape Indonesia by Tour de France akan diikuti 1.308 peserta atlet balap sepeda amatir se-Indonesia 

Para peserta akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam yang disajikan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Start L’etape Indonesia 2022 di Mandalika Lombok

Dinas Pariwisata dalam konferensi pers L'etape Indonesia

Kadis Pariwisata Pemprov NTB diwakili Kabid. Pemasaran Amjad, SH, MH pada Konferensi Pers L’ etape, Sabtu (19/02/22) di Hotel Novotel, Lombok Tengah menyatakan, Pemrov NTB, menyambut baik dan mengapresiasi setinggi tingginya atas terpilihnya Provinsi NTB sebagai tempat terselenggaranya L’etape Indonesia. 

“Kami berharap event L’etape akan terus berlangsung di tahun depan dan seterusnya,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri sangat bangga event Sport Tourism seperti L’etape Indonesia ini diselenggarakan di Lombok Tengah. Menurutnya, Sport Tourism memiliki multi effect yang luar biasa.

“Dengan 1000 peserta lebih, ekonomi masyarakat pasti bergerak dan banyak sektor yang dapat diuntungkan dan ini sangat baik bagi kami masyarakat NTB khususnya Lombok Tengah,” tuturnya.

Direktur L’etape Indonesia, Zacky Badrudin menerangkan, ajang L’etape Indonesia merupakan salah satu bagian Tour de France dengan menyongsong sport tourism, dimana pembalapnya akan merasakan experience euforia Tour de France itu sendiri. 

“L’etape Indonesia ini sudah kami rencanakan sejak tahun 2018 dengan segala macam halangan dan kondisi, besok tepat hari Minggu 20 Februari ajang ini akan berlangsung di Mandalika,” tandasnya.

Dikatakan, ajang L’etape ini digelar di 21 negara dan Indonesia merupakan yang pertama diadakan untuk season 2022. 

L’etape Indonesia ini dilaksanakan di tengah kondisi pandemi, sehingga penyelenggaraan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan sesuai standarisasi CHSE.

“Semua peserta dan panitia harus telah divaksin dua kali serta melaksanakan swab antigen,” ungkapnya.

Terdapat dua kategori yaitu Long Distance berjarak 124 km yang dimulai dari Mandalika melintasi wilayah Praya Barat, Praya Kota, Praya Tengah, Pujut dan Finish di Mandalika.

Lalu untuk Short Distance berjarak 84 km dimulai dari Mandalika melintasi wilayah Praya Timur, Praya Tengah, Kopang, Kota Praya hingga Pujut dan selanjutnya Finish di Mandalika.

Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf RI, Desi Ruhati sangat menantikan event-event

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana

Di acaa konferensi pers L'etape Indonesia

“Dengan event ini berhasil maka akan terbuka bagi para penyelenggara di luar sana yang berniat mengadakan eventnya di Mandalika.  Dan dapat menjadi pemicu dan pendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB bahkan Indonesia,” katanya.***

Sangat meriah! Event Event L’etape Indonesia by Tour de France selain dimeriahkan 1.308 peserta atlet balap sepeda amatir se-Indonesia, peserta juga dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam Pulau Lombok




Menparekraf RI Buka Bimtek Pengelolaan Homestay di Trawangan

Kedatangan Menparekraf ke Gili Tramena menjelang event MotoGP untuk program peningkatan kapasitas homestay bagi pelaku usaha Wisata 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno membuka bimtek peningkatan kapasitas pengelolaan Homestay di Desa Wisata Gili Tramena, Sabtu (19/02/22).

Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Lombok Utara disambut Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST M.Eng.

Saat penyambutan itu, tampak hadir Kapolres Lotara AKBP I Wayan Sudarmanta SIK, MH,Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi,dan Kadis Pariwisata KLU, Ainal Yakin.

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana

Masyarakat Gili Trawangan menyambut Menparekraf

Kedatangan Sandiaga di Gili Tramena, yang didampingi Wabup Danny, disambut antusias  masyarakat serta pelaku usaha wisata. 

Terlebih kedatangan Menparekraf menjelang event MotoGP bulan depan.

Wabup Danny menyampaikan, program peningkatan kapasitas homestay bagi pelaku usaha Wisata  yang disambut begitu antusias oleh masyarakat di Gili Tramena.

“Kawasan Pariwisata tiga gili ini menjadi sumber terbesar PAD Lombok Utara,” tuturnya.

Event MotoGP di Mandalika yang akan mendatangkan jumlah penonton yang banyak, yang memberi peluang bagi pelaku usaha pariwisata.

Lombok Utara, khususnya destinasi Gili, memiliki daya tarik bagi pengunjung yang tidak hanya menikmati balapan saja.

“Saya harapkan dengan hadirnya Moto P ini bisa menjadi trigger atau pemicu kebangkitan pariwisata terutama di wilayah Lombok Utara,” harapnya.

Sementara itu Menparekraf RI, Sandiaga Uno menuturkan, pelayanan agar lebih dioptimalkan kembali seperti peningkatan kualitas untuk masing-masing homestay.

“Semua pelayanan harus disiapkan dan ditingkatkan, gabungkan dengan Ekrafnya dalam satu paket menonton MotoGP,” katanya.

Wabup Danny beramah tamah dengan Menparekraf
Wabup Danny dan Menparekraf Sandiaga

Sebanyak 6000 kamar tersedia di Gili Tramena selama event Moto GP dimulai, dengan harga 1,5 juta untuk satu kamar dan satu tiket nonton MotoGP, yang sudah disetujui oleh pemilik homestay. 

Dengan harga paket tersebut pemerintah berharap mampu menunjang perekonomian di wilayah KLU terutama di Gili Tramena.

BACA JUGA: DLH KLU Peringati HPSN degan Gerakan Pengurangan Sampah

Usai acara Bimtek peningkatan kapasitas pengelolaan homestay Desa Wisata di Gili Trawangan, Menparekraf beserta rombongan mengunjungi Gili Meno dan Gili Air.***

 

 




Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana  

Panen perdana budidaya udang Vaname dilakukan Kelompok Wanita Budidaya di Dusun Lempenge, setelah tiga bulan memulai budidaya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kelompok wanita budidaya udang Vaname,  Dusun Lempenge, Desa Rempek Kecamatan Gangga,Kabupaten Lombok Utara, membawa kabar baik. 

Mereka sudah bisa panen perdana hari ini, Sabtu (19/02/22) setelah tiga bulan lamanya memulai usaha budidaya. 

hasil budidaya udang Vaname

Misnawati, salah satu ketua kelompok wanita budidaya udang Vaname di Dusun Lempenge menuturkan, program budidaya memang dihajatkan untuk peningkatan perekonomian keluarga. 

BACA JUGA: Menparekraf Buka Bimtek Pengelolaan Homestay di Trawangan

Pihaknya bersama 40 anggotanya yang termasuk perempuan pesisir kategori keluarga miskin. Mereka melakukan budidaya udang menggunakan 20 kolam bundar (Bioflok) pada lahan sewa seluas 40 are.

Luapan kegembiraan ini tercermin dari semangat kerja keras bersama anggotanya dalam mengembangkan usaha budidaya.

Misnawati pada wartawan menuturkan kronologis terbentuknya Kelompok wanita tani yang dipimpinya berangkat dari dirinya membeli udang Vaname di desa Akar-Akar kala itu. 

“Kok bisa hidup dan berkembang di kolam bundar (Bioflok) seperti ini” tanyanya dalam hati, saat itu. 

Tidak bisa udang bisa hidup di tempat yang tidak pernah dilihatnya. Rasa penasaran ini pula Misnawati bertanya kepada salah seorang pendamping budidaya udang Vaname, yang kemudian dari situlah Ia langsung membentuk kelompok, pada tahun 2020.

Kelompok terbentuk 2020, rencana kerja sudah disusun dan proposal dikirim melalui Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) kala itu (sekarang Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) – DKP3 KLU.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian

Kurang lebih satu tahun lamanya menunggu, dan pada tahun 2021 yang baru lalu jawaban proposal dari Dinas bersangkutan, untuk tiga kelompok yaitu kelompok Dusun Lempenge Desa Rempek dan dua kelompok di Dusun Lokok Buak Desa Sukadana dengan total anggaran sebesar 1,1 M.

“Tahap awal adalah percontohan, memang ada kendala, sebab itu kita terus didampingi sekalian membimbing anggota saya,” jelasnya..

Tahun ini, hasil tahap pertama tiga kali panen parsial cukup bagus. 

Pada panen raya perdana hari ini dalam jumlah 20 kolam bundar (Bioflok) hasilnya jauh lebih bagus. 

Diakuinya, di tahun pertama ini tentu masih banyak kebutuhan baik sarana penunjang seperti Prizer sebagai tempat sementara untuk penyimpanan saat pengurangan kepadatan dalam satu kolam, maupun penyimpanan sebelum datang pembeli agar bisa bertahan kesehatannya. 

Sisi lain khususnya kelompok wanita budidaya Vaname di Dusun Lempenge masih menyewa lahan, dan akses masuk kurang mendukung, karena tidak bisa masuk kendaraan pengangkut ukuran bak terbuka. 

Di Dusun Lempenge satu kelompok lagi belum bisa berbuat apa apa, lantaran tidak memiliki modal awal. Belum lagi adanya satu kelompok yang belum mendapat bantuan. 

Mereka berharap ada pihak pihak yang bisa membantu kekurangan ini, karena kelompok yang sudah berjalan belum mampu untuk memodali satu kelompok yang ada di dusun Lempenge. 

Mereka sedang mencari kemitraan. 

”Karena ini potensi bagus, kalau ada pihak yang berkenan untuk modal pengembangan budi daya Vaname ini, Misnawati akan buka untuk kelompok lainnya,” katanya.

Prospek Udang Vaname

Budidaya udang Vaname memiliki prospek cerah. Hal ini dapat dilihat melalui kelompok pembudidaya di Desa Sukadana dan Desa Akar-Akar Bayan dan beberapa tempat lainnya di wilayah Kabupaten Lombok Utara. 

Kalau soal hasil, satu kolam itu bisa mencapai jumah 65 kilogram. Di sini ada 20 kolam, sekali panennya bisa mencapai 1.3 ton, kalau ditotal harganya 78 juta rupiah.

”Alhamdulillah dari apa yang kita lihat tadi memang hasil panennya lebih banyak dari sebelumnya,” katanya. 

Menunjukkan hasil budidaya udang Vaname

Berikut rincian hasil produksi panen parsial dan panen raya berdasarkan size dan harga terendah ;

Kelompok Akar Akar 1 dan 2 (dua kelompok) mengelola 40 Bioflok (Kolam Bundar).

Parsial = 319 kg, Panen total = 932,5 kg

Ander size = 53,5 kg, Total = 1.305. total harga Rp 78.300.000.

Hasil produksi Akar Akar 2

Parsial = 342, Panen total = 882,5 kg

Ander size = 70,5 kg, Total = 1.295 kg

Hasil Total 2 klp = 2.600 kg.  Rp 77.700.00

Total keseluruhan untuk dua kelompok Akar Akar 1 dan 2 mencapai Rp 156. 000.000.

inipun hitungan harga terendah, yaitu Rp60.000. Dua kelompok lain masih dalam proses survey Size.

Khusus Kelompok wanita budidaya udang Vaname di dusun Lempenge, produksiya mencapai 1’5 ton. Karena yang dibudidaya di Lempenge sizenya lebih besar, maka harganya mencapai Rp 68.000. Jadi total mencapai Rp 102.000.000.***

 




Integritas Kunci Pelayanan Prima, Ini Kata Najamuddin Amy

Dalam memberikan pelayanan prima, kunci utamanya adalah integritas sebagai abdi negara 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB,Najamuddin menegaskan, integritas adalah kunci untuk mewujudkan pelayanan yang prima.

“Integritas merupakan faktor utama dalam diri seseorang atau abdi negara dalam memberikan pelayanan,” pesan Najam, ketika menjadi narasumber pada kegiatan Forum Konsultasi Publik Sosialisasi Standar Pelayanan Kantor Bahasa Provinsi NTB Tahun 2022, Jum’at (18/02/22) di aula Ujung Landasan, Gerung Kab. Lombok Barat.

Menurutnya, ada kriteria budaya pelayan prima. Di antaranya sikap, kemampuan, perhatian, tindakan, tanggung jawab, penampilan dan sikap. 

“Ini kriteria budaya pelayan prima yang harus dimiliki,” terang Najam.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian

Pelayanan prima kuncinya adalah integritas

Kriteria-kriteria tersebut, menurut Najam dalam beberapa konteks dan beberapa teori disebut integritas dari seseorang

“Integritas sesorang dapat dilihat dari kriteria yang disebutkan itu,” tambahnya.

Selain itu, Provinsi NTB memiliki Visi NTB Gemilang, dengan Enam Misi. Untuk pelayan birokrasi, salah satu visinya pada point kedua adalah NTB Bersih dan Melayani. 

Dinas Kominfotik, menerapkan pelayanan prima pada 4 bidang dengan berbagai program kerja, untuk mencapai misi NTB Bersih dan Melayani. 

Di antaranya, bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) ada bincang gemilang, Kerjasama media, Bakohumas, kampung digital dan pelayanan PPID Utama.

Pada bidang lain, seperti Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), ada tata kelola SPBE, pengembangan SDM TIK, pembuatan inovasi untuk aplikasi seperti NTB Care, Lesstari, Sim Posyandu dan lainnya.

Lain halnya dengan Bidang Persandian dan Keamanan Informasi (Sandikami) bidang ini menangani keamanan informasi pimpinan daerah, seperti TTD Elektronik, mengelola NTB Care, CSirt dan pengaduan masyarakat.

Sedangkan di bidang Statistik, menangani dan mengeloal NTB Satu Data, yaitu data sektoral, data prioritas, data berkualitas dan terintegrasi. 

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kesempatan Kadis Kominfotik meluangkan waktu untuk berbagi dan memberikan ilmunya di forum tersebut.

BACA JUGA: Gubernur NTB Percepat Daerah yang Rendah Capaian Vaksinasinya

“Terimakasih Pak Doktor Najam, semoga apa yang disampaikan dibagikan berguna bagi peserta forum,” ujar Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB ini.

DIsampaikannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pubilk, demi mewujudkan visi NTB Bersih dan Melayani, menuju NTB Gemilang.***




Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian 

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, masjid bukan sekedar simbol identitas muslimin tapi juga jadi syiar kedamaian

LOBAR.lombokjournal.com ~ Masjid bukan hanya simbol atau identitas kaum muslimin dalam menjalankan syariat agama, dan manifestasi dari ketaqwaan dan keimanannya kepada Allah SWT semata. 

Namun Masjid menjadi syiar kebaikan dan kedamaian bagi sesama  ummat dan manusia lainnya.

Gubernur bicara tentang perlunya masjid

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu pada peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Mastono, Dusun Mavilla Rengganis, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Jumat (18/02/22) 

Disampaikan, dalam waktu dekat NTB menjadi tuan rumah perhelatan akbar dunia MotoGP dan disusul event internasional lainnya. 

“Karena  itu kepada Pengurus Masjid maupun jamaah lainnya bisa menyebarkan informasi positif  akan kedamaian, bahwa daerah kita merupakan daerah yang aman  dan siap menerima para tamu yang akan menyaksikan perhelatan event internasional termasuk MotoGP dan event lainnya du NTB,”  katanya.

BACA JUGA:  Gubernur NTB Percepat Daerah yang Rendah Capaian Vaksinasinya

Saat itu Gubernur Zul mengingatkan, pembangunan Masjid tidak perlu megah, luas, bahkan representatif. Paling utama adalah menjaga kemakmuran Masjid dengan selalu melaksanakan sholat berjamaah di Masjid.

“Karena itu mari kita bangun Masjid dengan niat untuk memakmurkannya,” kata Gubernur Zul yang saat itu didampingi Kadis PUPR NTB, Ir. Ridwansyah, MT sebagai sesepuh masyarakat Mavila Rengganis, Kadis Kesehatan NTB, perwakilan Forkompinda Lombok Barat, 

“Karena dengan  membangun Masjid, kita akan dibangunkan rumah kelak dui Surga. Saya berharap Masjid ini nanti juga diisi oleh orang-orang berhati ihlas, penuh kehangatan, irama kebersamaan. Dan tentu kita bisa bayangkan kedamaian, motivasi tinggi masyarakatnya untuk menuntaskan pembangunannya,” pesannya. 

Saat itu Ridwansyah mengungkapkan, pembangunan masjid ini awalnya merupakan sumbangan tanah wakaf dari seorang pengusaha Mastono untuk pembangunan Musholla. 

Namun dalam perjalanannya ditingkatkan menjadi Masjid untuk bisa digunakan juga sholat Jum’at.

 “Kami berharap kehadiran Gubernur NTB bisa menjadi motivasi kami dalam menuntaskan oembangunan masjid ini,” kata Ridwansyah.

Taqmir Masjid Al-Ihlas Mastoeno, H. Rahman Hakim melaporkan, pembangunan Masjid Mavila Rengganis ini akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama akan dibangun lantai dasar dengan RAB kurang lebih Rp. 900 juta. Dan tahap berikutnya diteruskan lantai dua.

BACA JUGA: Wagub NTB: LP Harus Memberikan Siaran yang Sehat dan Berkualitas

“Pembangunan Masjid ini dilatarbelakangi daya tampung jamaah yang terbatas, seiring dengan makin bertambahnya warga yang mendiami Perumahan Mavila. Karena itu kami mohon dukungan Pemprov NTB dan jamaah lainnya untuk mewujudkan pembangunan ini,” kata H. Rachman Hakim yang juga Sekretaris PWI NTB ini. ***




Gubernur NTB Percepat Daerah Rendah Capaian Vaksinasinya

Merespon arahan Presiden terkait percepatan vaksinasi, Gubernur targetkan  capaian vaksinasi sebelum Maret untuk dosis 2 sekitar 60 persen seluruh NTB

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau kegiatan vaksinasi serentak di seluruh Indonesia.

Acara pennjauann vaksinasi yang diikuti Gubernnur dan Wagubb

Kegiatan yang berlangsung virtual itu bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, berlangsung di Kampus Poltekpar Lombok Tengah, Jumat (18/02/22).

Menanggapi arahan Presiden RI,  Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, menyebutkan, menjelang penyelenggaraan MotoGP bulan Maret mendatang, capaian vaksinasi untuk dosis 2 sekitar 60 persen untuk seluruh NTB. 

Namun khusus wilayah Lombok lebih dari 70 persen.

“Makanya kita akan menyerbu Kabupaten Bima karena cakupan vaksinasinya masih rendah, jauh tertinggal dengan kabupaten kota yang lain,” jelas Bang Zul pada konferensi pers usai meninjau kegiatan vaksinasi.

Saat yang sama, Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub menyampaikan terkait varian Omicron yang dinilai katEgori yang cepat penyebarannya. 

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 di KSB, Gubernur NTB: Luar Biasa!

Tetapi ia mengingatkan, saat ini pemerintah tidak fokus pada jumlah kasusnya melainkan fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya.

“Yang jelas kami tidak fokus pada jumlah kasusnya, melainkan kita fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya sesuai arahan presiden,” jelas Ummi Rohmi.

Selain itu, kata Umi Rohmi pasien Omicron lebih banyak melakukan isolasi mandiri, dan tidak banyak dirawat di rumah sakit dan secara angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih 19 persen, artinya masih tercukupi.

Arahan Presiden

dalam arahannya, Presiden RI terus mendorong kabupaten kota di seluruh daerah provinsi di Indonesia  untuk melakukan percepatan vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 atau booster bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. 

Sehingga mencapai target yang lebih tinggi.

“Ini harus segera dan terus dilakukan bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. Karena 60 persen meninggal dunia dari lansia yang belum divaksin serta memiliki riwayat komorbid,” jelas presiden.

BACA JUGA: Event MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

Presiden Jokowi mengatakan, Covid-19 varian Omicron ini bisa dikendalikan dengan dua cara, yaitu melakukan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan.

penjelasan pada pers terkait vaksinasi yang disampaikan Gubernur dan Wagub

Terutama selalu menggunakan masker di tempat keramaian yang memungkinkan terjadi interaksi tinggi, seperti di pasar, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 162 Wira Bhakti, Polda NTB, Direktur Poltekpar Lombok Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, Bupati Lombok Tengah dan masyarakat yang mengikuti program vaksinasi.***

 




DLH KLU Peringati HPSN dengan Gerakan Pengurangan Sampah

Dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), semua OPD lingkup Dinas Lingkungan Hidup atau DLH KLU melakukan gerakan pengurangan sampah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Lingkungan Hidup (LH) bersama Dinas Perhubungan dan Organisasi Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Lombok Utara melaksanakan kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dipusatkan di Desa Gili Air, Kecamatan Pamenang Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : SE.1/MENLHK/PSLB3/PLB.0/1/2022 tentang sampah Nasional tahun 2022.

Gerakan pengurangan sampah dilakukan DLH KLU
Sampah dimasukkan dalam kantong plastik

Kepala Dinas LH, Drs Rusdianto, MSI didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup DLH, H Husnul Ahadi mengatakan, sesuai isi dan surat dari Plt. Setda Nomor. 188.64/286/Setda/2022 tertanggal 9 Februari 2022 M/8 Rajab 1443 H, untuk memperingati HPSN pada tanggal 21 Februari yang berlangsung tiap tahun. 

Semua OPD di lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara dihimbau berpartisipasi melakukan mengurangi sampah, misalnya menggunakan kemasan sekali pakai pada acara rapat/pertemuan, Penggunaan botol/tempat minuman isi ulang,  

Tidak kalah pentingnya, melaksanakan pengelolaan sampah secara ramah lingkungan dengan cara tidak melakukan pembakaran sampah, termasuk melakukan pemilahan sampah serta pengelolaan sampah dengan Reduce, Reuse,Recycle atau 3R.

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname, Gencar di Empat Kecamatan KLU

Selain itu juga melaksanakan gerakan kebersihan di lingkungan di masing masing OPD pada Hari Jum’at tanggal 18 Februari 2022.

Peringatan HPSN pertama kali dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 21 Februari 2005 lalu, dan menetapkan tanggal tersebut untuk mengenang tragedi di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. 

Pada peristiwa itu, sedikitnya 157 jiwa melayang akibat ledakan gas metana dari tumpukan sampah. 

“Belajar dari kejadian tersebut, pengelolaan sampah merupakan hal yang harus dilakukan dengan serius,” tutur H Husnul Ahadi pada wartawan, Jum’at (18/02/22). 

Tahun ini, HPSN mengambil tema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”.

Peringatan itu bertujuan memperkuat komitmen dan peran aktif Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. 

Selain itu untuk memperkuat partisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi dengan gerakan memilah sampah.

Kepala Dinas LH, tidak menafikkan, sampah selalu menyertai kehidupan yang berujung pada konsekuensinya pada penumpukan. 

Penanganan terlambat akibat keterbatasan armada dan tenaga operasional menjadi penumpukan sampah di masa pandemi memang kian meningkat, terutama ‘Sampah Covid’ seperti masker sekali pakai, dan sebagainya. 

HPSN bisa dijadikan momen untuk meningkatkan kesadaran dalam penyelesaian masalah sampah. 

DLH KLU meggerakknsemua OPD melakukan pegurangan sampah

“Masyarakat bisa berkontribusi dalam pengelolaan sampah dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan memilah sampah berdasarkan jenisnya,” tutur Rusdianto.

BACA JUGA: Wagub NTB: LP Harus Memberikan Siaran Sehat dan Berkualitas

Dinas LH KLU mengerahkan semua staf dan sejumlah kader lingkungan beserta Pokdarwis Desa Gili Indah. Hal sama juga dilakukan Kepala Desa Gili Indah, Wardana, SE, dengan mengerahkan seluruh staf dan PKK, Kadus, RT hingga masyarakat Gili Indah dalam kegiatan Bersih bersih sepadan pantai, jalan jalan Desa, RT, halaman rumah di Desa Gili Indah.***

 




Wagub NTB : LP Harus Memberikan Siaran Sehat dan Berkualitas

Wagub NTB berharap agar Lembaga Penyiaran Publik seperti TV dan Radio konten dan informasinya harus mendidik sekaligus menghibur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pada Anugerah Penyiaran KPID tahun 2022, 

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berharap peran TV dan Radio atau Lembaga Penyiaran (LP) terdepan dalam penyampakan informasi. 

Maka diharapkan harus tetap memberikan siaran terbaik, sehat dan berkualitas kepada masyarakat NTB.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Publikasi  Budaya dan Potensi Wisata Harus Masif

Wagub mengharapkan konten siaran yang mendidik dan menghibur
Penyerahan Anugerah

“Lembaga seperti TV dan Radio merupakan salah satu media publikasi pemerintah dan daerah,” kata Wagub.

Ia menyampaikannya pada puncak acara Anugerah Penyiaran KPID NTB tahun 2022, Kamis (17/02/22) di Lombok Raya Mataram.

“Berikan konten dan informasi yang  mendidik sekaligus menghibur. Mampu mengedukasi pengetahuan dan pola pikir masyarakat,” katanya.

Sebab dalam menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat, LP harus mampu mengikuti dengan baik. Untuk bermigrasi dari TV analog ke TV Digital.

Wagub Sitti Rohmi optimis, peran TV dan Radio ke depan semakin baik, mencerahkan masyarakat dengan siaran yang sehat dan positif. 

Ketua Komisi Penyiaran Informasi (KPI) Pusat, Agung Suprio mengatakan, KPID NTB harus selalu menayangkan konten konten positif.

“Termasuk konten-konten lokal yang ada di daerah,” jelasnya. 

KPID juga harus menekan dan mewajibkan LP untuk menayangkan konten-konten lokal, untuk mempromosikan potensi daerah.

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Informadi Daerah (KPID) NTB, Ajeng Rosalinda Motimori mengatakan, anugerah ini salah satu cara untuk memberikan apresiasi dan motifasi LPP kepada LP se NTB.

Sesuai amanat dari undang-undang, no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Berbagai dinamika yang dihadapi  LPP beragam dengan persoalan yang berbeda-beda.

Namun menurutnya, apabila Pemprov. NTB dan Kabupaten/Kota,  peduli dan peka terhadap LP, maka ia yakin tv maupun radio mampu keluar dari masa-masa sulit ini.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dorong Pelibatan EO dan Talent Lokal di Event Internasional

Rangkaian Anugerah Penyiaran KPID tahun 2022,  sudah berlangsung sebulan yang lalu. Melalui tahapan dan rangkaian kegiatan seperti akademi presenter, tari kreasi, workshop jurnalis, podcast chalange, singing kompetisi dan siaran bersama legend.

Anugerah Penyiaran KPID NTB tersebut turut dihadiri, Wakil ketua DPRD Provinsi NTB, Kadis PUPR, Kadis Kominfotik, , Dirut RSUP, Kasat Pol PP,  sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov. NTB, BPK Perwakilan NTB Kabid Humas Polda NTB,  KI, Ombudsman, Diskominfotik se-NTB dan tamu undangan lainnya***

 




Pemprov NTB Dorong Pelibatan EO dan Talent Lokal di Event Internasional 

Event organiser (EO) dan talenta-talenta lokal didorong Pemprov untuk terlibat dalam event internasional di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB serius mendorong keterlibatan event organiser (EO) dan talenta-talenta lokal, khususnya di gelaran event internasional. . 

Kepala Badan Promosi Pariwisata (BPPD) NTB, Ari Garmono menjelaskan, event internasional yang makin ramai berlangsug di  NTB, diharapkan membawa berkah bagi seluruh stakeholder yang terlibat. 

Pemprov dorong keterlibatan EO dan talent lokal

“Untuk akomodasi, amenitas dan transportasi sudah banyak yang menyuarakan, tetapi seniman dan penyelenggara kegiatan juga jangan sampai tidak terakomodir,” ujar Ari Garmono di ruang kerjanya, Kamis (17/02/22).

BACA JUGA: Wagub NTB: LP Harus Memberikan Siaran yang Sehat dan Berkualitas

Menurutnya, ini penting untuk menampilkan warna lokal dalam gelaran berbagai event internasional.

Salah satu yang sudah di depan mata adalah MotoGP. Menurutnya, artis nasional memang memiliki daya tarik tinggi, tetapi talent lokal juga memiliki fanbase yang cukup besar.

“Ini hajatan di tanah warga NTB, maka wajar ketika ekspektasi para pemilik kepentingan juga cukup tinggi ” jelas Kang Ari, sapaannya.

Kepala BPPD tak menampik jika EO nasional memiliki sumber daya dan modal yang besar, tapi yang lebih memahami psikologi massa dan pemetaan lapangan adalah EO lokal. 

“Maka sebaiknya menurut saya bergandengan tangan. Selama masih bisa ditangani oleh tangan-tangan lokal sebaiknya memaksimalkan yang ada ” tegas Kepala BPPD. 

EO dan talent lokal yang diharapkan terlibat oleh Pemprov

Ari juga berharap agar event besar ini mampu menjadi pemicu dan semangat para EO dan talent lokal untuk meningkatkan kapasitasnya sehingga nanti tidak ada dikotomi lokal dan nasional. 

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Publikasi Budaya dan Potensi Wisata Harus Masif

“Kalau diberi ruang dan kesempatan saya yakin pada akhirnya akan sejajar, kok,” tuturnya. ***

 




Jelang MotoGP, Publikasi Budaya dan Potensi Wisata Harus Masif

Ini pesan Wagub NTB, agar KPID dan LPP masif publikasikan budaya dan potensi wisata NTB jelang MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jelang perhelatan MotoGP Maret mendatang, Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) diminta secara masif mempublikasikan budaya dan potensi pariwisata di Provinsi NTB.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada acara Anugerah Penyiaran KPID NTB 2022, Kamis (17/02/2022) di Lombok Raya Mataram.

Penanugerahan KPID yang menyinggung jelang MotoGP

Menurutnya, Provinsi NTB memiliki ragam dan budaya serta potensi destinasi wisata yang harus dipublikasi kepada masyarakat NTB dan Indonesia, bahkan masyarakat dunia.

“Saat ini, kami memiliki triger, yaitu sirkuit mandalika. Satu-satunya sirkuit yang diakui terindah di dunia,” ujar Wagub yang didampingi Kadis Kominfotik NTB Najamuddin Amy.

Bahkan, NTB memiliki destinasi wisata dari puncak gunung hingga dasar laut. 

Mulai dari hamparan pegunungan dan perbukitan yang indah, pantai yang bersih dengan air lautnya yang jernih.

KPID dan LPP harus terus mensiarkan informasi-informasi dan kabar dalam bentuk konten-konten lokal, dan konten yang bernilai positif dan sehat untuk masyarakat di NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dorong Keteribatan EO dan Talent Lokal di Event Internasional

Demi menguatkan media publikasi seperti televisi, maka dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini, LPP harus siap dan segera mungkin untuk migrasi dari TV analog ke Digital.

“Perkembangan teknoligi itu sebuah keniscayaan yang harus diikuti. Karena kalau tidak kita ketinggalan,” tegas Wagub..

Apalagi potensi TV digital kedepan memiliki benefit yang sangat menjanjikan baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengakui potensi yang dimiliki NTB sangat banyak.

Menurutnya, ada 2 hal yang mewakili modernitas NTB, yang pertama Sirkuit Mandalika. sebagai simbol modernitas untuk menambah inkam. 

Kedua KPID sebagai wakil kontinitas yang memajukan tv dan radio untuk selalu menekankan tayangan yang sehat dan positif.

“Di tengah gempuran era global, KPID harus menegaskan agar LPP wajib menyiarkan tayangan yang sehat serta kearifan lokal di daerah,” kata ketua KPI.

Diingatkannya, analog switch off akan dilakukan pada tanggal 2 November 2022. Sehingga sebelum itu LPP wajib berbenah dan segera bermigrasi dari analog ke digital TV.

“Konsekuensi dari migrasi ini, akan banyak tv yang bermunculan kedepan,” terangnya.

Hal Ini merupakan kesempatan bagi Pemda untuk membuat tv pemerintah. Kanal yang tersisa dari LPP dapat dipakai Pemprov NTB, Kabupaten/Kota dan masyarakat.

Perubahan selanjutnya, ketika migrasi ini adalah internet. 

Dari jaringan 4G akan berubah menjadi 5G. Sehingga kecepatan internet akan semakin lancar ketika dimanfaatkan untuk migrasi tv analog ke digital.

BACA JUGA: Awardee Beasiswa NTB Terpilih Pimpin Mahasiswa Internasional

Ketua KPID Provinsi NTB, Ajeng Rosalinda Motimori melaporkan ada 70 lembaga dan penyiaran se-NTB yang melakukan siaran langsung acara Anugerah KPUD tahun 2022.

Disampaikannya, Anugerah KPID 2022 merupakan salah satu cara untuk memberikan apresiasi dukungan kepada LPP, di tengah lesunya ekonomi saat pandemi Covid-19.

Di akhir acara, Kepala OPD seperti Kadis Kominfotik, PUPR, Dikes, Kasat Pol PP, BPSDM dan sejumlah kadis lainnya menyerahkan anugerah pada masing-masing pemenang kategori Anugerah KPID NTB. 

Pemenang kategori radio program berita terbaik (RRI Mataram), dialog interaktif terbaik (Global FM), ramah anak terbaik (SGM FM), ILM terbaik (Insania Network), Penyiar terbaik (Coki Cahaya FM), Religi Terbaik (Radio Hamzanwadi), Pemenang kategori TV Program berita terbaik (SCTV), Dialog Interaktif Terbaik (BIMA TV), Ramah Anak Terbaik (TVRI), ILM Tebaik (TV9), Presenter Terbaik (Ridha Pateroi INEWS TV, Religi Terbaik (Selaparang TV). ***