Gubernur: NTB Gemilang Merupakan Spirit Membangun Daerah 

Menurut Gubernur Zulkieflimansyah, NTBGemilang adalah perwujudan dari kalimat Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur

MATARAM.lombokjournal.com ~ NTB Gemilang merupakan spirit yang pernah disampaikan seorang ulama besar yang juga merupakan salah satu pahlawan nasional di NTB. 

Spirit NTB Gemilang adalah perwujudan dari kalimat Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, yang artinya Negeri yang baik dengan Rabb Yang Maha Pengampun.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, dalam Podcast bersama Ust. Ahmad Syaikhu di channel YouTube Ahmad Syaikhu ASYIK, Jumat (25/02/22)

“NTB Gemilang itu suatu spirit yang disampaikan ulama besar yang jadi pahlawan nasional NTB. Itu bahasa Indonesia dari Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” jelasnya. 

BACA JUGA: Mandalika Sukses Jadi Country Branding Iandonesia

Dalam podcast tersebut, Bang Zul juga membagikan sebuah rahasia  hidup bahagia. Yakni dengan banyak bersyukur atas apa yang dimiliki.

“Menurut saya mensyukuri apa yang ada itu bikin kita bahagia. Mensikapi hidup dengan biasa saja, penuh rasa syukur, sehingga apa pun yang menimpa kehidupan kita sehari-sehari selalu disikapi dengan positif,” katanya.

Ust. Ahmad Syaikhu juga sempat menyinggung mengenai banyaknya event-event internasional yang diselenggarakan di NTB pasti tidak luput dari tantangan dan rintangan. 

Dalam hal ini, Bang Zul menyampaikan berkat kekompakan Forkopimda Provinsi NTB, itu semua bisa teratasi dengan baik.

“Kalau kita lihat tentang Mandalika, Mandalika is a global brand, sekarang itu jadi nama yang mendunia. Saya kira ini tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak, ada Pemerintah Pusat, Kementerian, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Desa, semuanya berjalan bersama,” tuturnya.

Ia menambahkan, bersinergi bersama adalah kunci menghadapi seluruh rintangan sehingga dapat mewujudkan Mandalika NTB sebagai “one of the best circuit in the world” dan etalase yang membanggakan Indonesia.

“Ketika kita bersinergi bersama, Pak Danrem, Pangdam, Kajakti, Kapolda, dan lain sebagainya, seluruh beban yang berat itu terasa ringan. Jadi kadang-kadang biasa, gak ada protokoler saya datang ke rumah Kapolda, DPR, Danrem, sudah seperti saudara, seperti keluarga. Itu cara kita untuk how to deal with parliament, media and stakeholders,” tambah Gubernur Zul.

Selain pembahasan tentang Mandalika, Ust. Syaikhu juga tertarik dengan salah satu program unggulan duet Bang Zul-Ummi Rohmi, yaitu Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Bang Zul menyatakan, program tersebut merupakan perpanjangan dari program bantuan tunai dari pemerintah pusat yang kemudian dikemas dengan cara baru oleh pemerintah Provinsi NTB.

“Dulu pak Presiden pernah punya program bantuan tunai ke masyarakat. Nah, NTB ini mengambil jalan yang tidak biasa dalam menyalurkannya. Melalui program JPS Gemilang ini, bantuan tersebut tidak kami berikan secara tunai, tapi dalam bentuk produk lokal yang dibuat oleh para UKM di NTB,” kata pria yang pernah menempuh pendidikan Harvard University itu.

BACA JUGA: Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Menurutnya, jika bantuan tersebut diberikan dalam bentuk produk lokal melalui program JPS Gemilang, ekonomi di NTB tidak akan mati, melainkan akan menghadirkan snowball effect dengan jargon industrialisasi.

“Program ini penting supaya UKM-UKM kita semangat, ada snowball effect dengan jargon industrialisasi. Kita ingin bantuan itu tidak hanya dapat mudahnya saja, tapi harus menghadirkan impact positif dalam ekonomi. Alhamdulillah, berkat program JPS Gemilang, sekarang sudah ada 5000 UKM baru yang muncul di NTB,” jelasnya. ***

 

 




Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan 

NTB sedang bersiap menjadi tuan rumah berbagai event dunia, harus memperlakukan tamu dengan kasih sayang agar memberi kesan mendalam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat NTB diingatkan, penting menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin kepada dunia melalui sikap dan keteladanan yang baik kepada tamu yang berkunjung ke NTB. 

Tuan Rumah event dunia

Terlebih NTB sedang bersiap menjadi tuan rumah berbagai event dunia seperti MotoGP, IATC, mini MotoGP, MXGP dan lainnya. 

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan itu pada pelantikan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se NTB di gedung PWNU NTB di Mataram, Sabtu (26/02/22). 

“Tidak perlu mengedepankan agama dalam bentuk formal namun memperlakukan sesama manusia dengan kasih sayang yang ikhlas akan memberi kesan mendalam,” ungkap Gubernur.

BACA JUGA: Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Dikatakan, hal ini penting diungkapkannya terlebih para nahdliyin NU punya cara tersendiri menjelaskan Islam di masyarakat NTB maupun Indonesia. 

Gubernur berharap dengan dilantiknya para pengurus PCNU akan menghadirkan kolaborasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah di masa depan. 

Ketua PWNU NTB, Prof. Dr TGH Masnun Tahir mengatakan, seluruh elemen NU NTB telah berkontribusi dalam membangun NU, sehingga diharapkan dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang. 

Terutama pembangunan gedung PWNU NTB sebagai basis membangun umat. 

jadi tuan rumah menunjukkan keteladanan

“Kami juga  mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya kepada NU NTB,” sebut Masnun. 

BACA JUGA: Wartawan Senior NTB Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa

NU sendiri melantik lima pengurus cabang NU kota Mataram, kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, kota Bima, Lombok Barat dan Lombok Utara sedangkan Bima dan Dompu masih melakukan pembaharuan pengurus. 

Selain dilantik oleh Rois Am PBNU, KH Miftahul Ahyar, juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, Danrem, Kapolda, para ketua partai dan pengurus organisasi NU. ***

jadi tuan rumah menunjukkan keteladanan




Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Literasi keuangan itu bicara aset, modal, investasi dan segala sesuatu tentang instrumen keuangan dan sistem ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com ~  Kemandirian secara ekonomi dan bisnis, harus dimulai dengan memahami literasi keuangan. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat membuka pelatihan literasi keuangan dan jurnalistik bagi mahasiswa dan wartawan di Aula Handayani, kantor Dikbud NTB, Sabtu (26/02/22). 

iterasi keuangan penting untuk membangun kemandirian bisnis
Gubernur Zulkieflimansyah

Kata Gubernur Zul, mahasiswa dan jurnalis harus memahami instrumen finansial dan sistem ekonomi, agar dapat memanfaatkan peluang membangun kesejahteraan setidaknya bagi dirinya sendiri. 

“Literasi keuangan itu bicara aset, modal, investasi, liability, wakaf, dividen dan segala sesuatu tentang instrumen ekonomi yang mendukung dalam membangun kemandirian bisnis,” jelasnya. 

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan

Ia berharap “buta huruf” soal keuangan ini menjadi momentum gerakan membangkitkan literasi keuangan, terutama di kalangan muda dan diajarkan di sekolah sekolah agar dapat bersaing dalam ekonomi global. 

Di bagian lain, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dr Najamudin Amy mengingatkan, mahasiswa dan jurnalis dalam kapasitas intellectual power harus selalu bicara dan menulis berbasis data. 

“Selain berdampak pada integritas pribadi sebagai  mahasiswa dan penulis, potret pertumbuhan ekonomi yang ingin dihadirkan juga akan terpengaruh dengan komparasi dan update data yang tidak cukup komprehensif,” jelas Najam. 

Mahasiswa pening memahami literasi keuangan

Ditambahkannya, informasi tentang pertumbuhan ekonomi NTB selain sebagai kompas untuk mengetahui kebijakan dan program ekonomi juga akan menggairahkan dan memberikan aura positif, bagi seluruh stakeholder dalam upaya membangkitkan ekonomi NTB. 

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala OJK, Kepala Dinas Dikbud, Forum Wartawan Ekonomi, PWI dan perwakilan organisasi wartawan lainnya.***

BACA JUGA: Wartawan Senior Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa




Wartawan Senior NTB Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa 

Mahasiswa mendapat pemahaman karya jurnalistik, kode etik jurnalis dan undang-undang pers dari wartawan senior

MATARAM.lombokjournal.com ~ Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat bersama forum wartawan ekonomi menggelar pelatihan jurnalistik bagi ratusan mahasiswa di pulau Lombok. 

Kegiatan ini dalam rangka memberikan pemahaman tentang karya jurnalistik, kode etik jurnalis dan undang-undang pers.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan literasi keuangan bekerjasama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB di Gedung Handayani Dinas Dikbud NTB, Kamis (26/02/22). 

Kegiatan ini dibuka Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dihadiri Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, Ketua PWI NTB Nasrudin, Kepala Dinas Dikbud NTB, DR Aidy Furqon, dan Kepala Dinas Kominfotik, DR Najamudin Amy.

Peserta mendapatkan materi tentang Jurnalisme Digital dan Kode Etik Jurnalistik. 

Media Era Digital

Kepala LKBN Antara Biro NTB Riza Fachriza menjelaskan, saat ini media dihadapkan pada era digital yang tidak bisa dibendung oleh siapapun. Media yang dulunya orientasi cetak dituntut bertransformasi ke digital.

“Media digital saat ini sangat banyak dan masif, itu sudah tidak bisa direm. Dengan banyaknya media tantangan kita semua bagaimana melawan berita hoax, kita bisa memanfaatkan teknologi digital yang kita miliki untuk melawan hoax. Semua oreang saat ini berinteraksi dengan digital mulai dari bangun tidur,” jelas Riza.

Mahasiswa penting untuk memahami dasar jurnalistik dan dunia digital, agar bisa memanfaatkan smartphone yang dimiliki untuk melawan berita hoax. 

“Mahasiswa harus membaca berita dari media yang sudah jelas, karena di media ada tahapannya dari wartawan ke redaktur, kemudian ada juga ahli bahasanya. Itu struktur standar media. Redaktur itu menilai layak atau tidak layak sebuah berita, kemudian dilihat secara bahasanya. Kita menggunakan KBBI. Itu yang kita gunakan untuk memuat  berita,” jelas Riza. 

Riza menjelaskan, ada dua bentuk karya jurnalistik. Pertama straight news yang merupakan berita langsung, kemudian ada indepth news atau berita investigasi yang mengungkap masalah sampai dalam. 

BACA JUGA: Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

“Kalau straight news harus langsung naik sesuai dengan hari peristiwa tersebut terjadi. Indepth news membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data, bisa sampai satu bulan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI NTB Nasrudin menjelaskan, wartawan harus menjunjung kode etik jurnalistik dalam bekerja agar tidak melanggar dan mampu menjaga indepensi. 

“Kode etik jurnalistik ibaratnya kitab suci wartawan, itu menjadi pedoman moral, pedoman bekerja wartawan. Salah satu pasalnya wartawan harus bersikap independen, profesional dan beritikad baik. Kalau kita linearkan dengan agama itu tergantung dengan niat. Wartawan membuat berita bergantung ke niatnya, kalau niatnya buruk maka hasilnya akan buruk,” jelas Nasrudin. 

Menurut Nasrudin, jika wartawan tidak mampu menerapkan kode etik jurnalistik dalam bekerja akan mendapatkan sanksi sosial, berupa turunnya kepercayaan publik terhadap kerja jurnalistik dan media tempat wartawan bernaung. 

“Memang kode etik tidak ada sanksi pidanam tetapi ada sanksi sosial berupa tidak percayanya publik terhadap media dan itu sangat berat,” katA Riza. 

Sementara itu Supriyanto Hafid membagikan pengalamannya sebagai jurnalis di NTB. Khafid menceritakan kerja jurnalis penuh tantangan dan penuh resiko. 

“Saya mulai mengenal jurnalistik tahun 1984, saat itu saya sudah PNS, 8 tahun sebagai pegawai negeri dan punya jabatan. Waktu itu saya bekerja sebagai wartawan majalah Tempo, Tempo belum punya koran dan online.” ceritanya.

Suprianto juga menceritakan tentang nasibnya yang pernah diungsikan ke surabaya selama 7 bulan oleh medianya, karena mendapat protes keras dari masyarakat Lombok tentang karya jurnalistiknya. 

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan

Saat itu, tempo menulis tentang “Mencuri Adalah Warisan Adat Sasak”, yang memicu reaksi masyarakat.

“itu yang membuat fatal, yang membuat ketersinggungan warga Lombok. Leadnya memang menjual sekali. 7 bulan saya mengungsi di Surabaya jauh dari keluarga. Tetapi bagusnya Tempo memfasilitasi keluarga mengunjungi saya ke Surabaya,” cerita H.Supriyanto di depan peserta.***

 




Pemprov Fasilitasi Masyarakat NTB Beli Tiket MotoGP

Agar perhelatan event MotoGP sukses, Pemprov memfasilitasi pembelian tiket kepada masyarakat ber-KTP NTB dengan harga diskon 10 persen

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memfasilitasi pembelian Tiket MotoGP secara kolektif bagi masyarakat yang ber-KTP NTB.

Hal itu dilakukan guna mensukseskan gelaran MotoGP pada bulan Maret mendatang, 

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, Sadimin, mengatakan itu saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (25/02/22).

“Dalam rangka mensukseskan MotoGP di Sirkuit Mandalika tanggal 18 sampai dengan 20 Maret, Pemerintah Provinsi NTB memfasilitasi pembelian tiket kepada masyarakat ber-KTP NTB dengan harga diskon 10 persen,” jelas Sadimin.

Pemprov NTB fasilitasi pembelian tiket MotoGP

Pemprov NTB akan memfasilitasi pembelian tiket langsung ke pihak PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 005/001/SAG/UM/2022, seluruh perangkat daerah diminta dapat memfasilitasi pembelian Tiket MotoGP kepada masyarakat yang ber-KTP NTB secara kolektif.

Tujuannya agar masyarakat yang ingin menonton perhelatan MotoGP dapat terfasilitasi dengan baik.

BACA JUGA: Gubernur Zul Berharap NTB Jadi Triger Ekonomi Nasional

“Melalui Surat Edaran Sekda, Dinas-dinas Provinsi dan Setda Kab/Kota se-NTB dihimbau untuk fasilitasi pembelian tiket MotoGP secara kolektif untuk masyarakat NTB,” tambah mantan Kepala Biro Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda NTB tersebut.

Ia juga mencontohkan, harga tiket untuk festival pada hari pertama bisa dibeli dengan harga Rp100.000 dari harga tiket semula, yakni Rp115.000. 

Sadimin menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi pembelian dan tidak mencari untung.

“Sebagai contoh, untuk tiket festival harganya 115.000, kemudian setelah difasilitasi harganya menjadi 100.000,” katanya.

Sebagai informasi, pemesanan dilakukan secara berkelompok/kolektif melalui Perangkat Daerah dengan syarat usia pemesan Tiket MotoGP di atas 12 tahun. 

Setelah pemesanan disampaikan melalui perwakilan Perangkat Daerah dengan pengisian TDR, akan dilakukan Validasi oleh Fasilitator Provinsi dan Devisi Tiket ITDC (Xplorin) untuk mengecek ketersediaan tiket di Xplorin. 

BACA JUGA: Wagub NTB Jelaskan Program Sabtu Budaya di Sekolah

Kemudian setelah seluruh data dinyatakan lengkap dan tiket tersedia, akan diterbitkan Invois sebagai dasar melakukan pembayaran transfer bank pada rekening yang tertera pada invois. ***

 




Maestro Tari , Amaq Raya Pernah Menari di Depan Dua Presiden

Amaq Raya, Sang Maestro dari Lenek, Lombok Timur, ingin terus menari hingga tubuhnya tak mampu bergerak lagi, mungkin ia satu-satuya seniman Lombok yang pernah menampilkan karyanya di depan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Nanik I Imtihan menuliskan dedikasi Amaq Raya sebagai seniman tari tadisi

MATARAM.lombokjournal.comAmaq Raya hanyalah lulusan sekolah dasar (Sekolah Rakyat). Namun dari keterbatasan hidup dan ilmu pengetahuan formil itu, justru mengajarkan dan menuntun mereka melahirkan karya-karya yang original, yang materinya diolah dari apa yang ada di sekitar mereka.

Maestro Tari Sasak
Amaq Raye

Tari-tari tradisi karya Amaq  Raya mampu menegaskan perbedaan mendasar dari dasar-dasar gerak tari Sasak dengan Bali.

Tari tradisi Sasak itu juga belum dipatenkan, langgam dan ragam geraknya, dan ini bisa dimulai dari Amaq Raya. Dari kacamata akademisi Amaq Raya dinilai mampu menemukan ide dan gagasan dengan cara yang sangat sederhana.

“Amaq Raya mampu menemukan ide dan gagasannya dengan cara yang sangat sederhana,” ungkap, Dr. Salman Alfarisi, seniman lulusan ISI Yogyakarta yang kini mengajar di Universitas Sultan Idris Malaysia.

Dalam salah satu eksplorasi karya Amaq Raya misalnya, geraknya mencoba melakukan dan menirukan gerak-gerak burung dimana bisa jadi tanpa ia sadari muncul kesadaran untuk melakukan stilisasi gerak burung tersebut atau mengkopi gerakan persis seperti burung.

BACA JUGA: Wayang Sasak, Media Awal Penyebaran Islam di Lombok

Inilah salah seorang maestro tari tradisi Sasak yang mengabdikan dirinya dalam dunia kesenian hingga usianya sepuh.

Siang itu, di berugak rumah sederhananya, kepala, tubuh dan tangannya bergerak, melenggok indah ketika ia bicara. Mata sepuhnya bersinar, berbinar tatkala ia mengisahkan setiap gerakan tari yang diciptakannya.

Amaq Raya, seniman tari tradisi yang menghabiskan hampir seluruh bagian hidupnya untuk berkarya. Lahir dan besar di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Amaq Raya yang memiliki nama asli Loq Saleh ini tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan kesenian.

Bagaimana tidak, selain kampung halaman tempatnya tinggal adalah tempat lahirnya seniman-seniman tradisi, ayahnya pun adalah seorang seniman ternama di desanya. Itulah yang kemudian membuatnya menjadi seniman serba bisa.

Sepanjang hidupnya, Amaq Raya tidak pernah menjalani masa sekolah selayaknya anak-anak lain apalagi sampai menimba ilmu seni secara formal, sebab ia hanyalah lulusan sekolah rakyat. Ia juga tidak berguru kesenian secara intensif (meski ia memiliki guru bernama Amaq Tahim, seniman tradisi di desa itu).

Ia justru banyak belajar mengolah bakat seni yang diwarisi dari sang ayah dengan melakukan pengamatan dan mengikuti pertunjukan berbagai seni tradisi ke sana kemari, dari satu desa ke desa lainnya bersama sang ayah dan kelompok keseniannya.

Sejak muda, Amaq Raya dikenal sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan kesenian tradisi seperti tari tradisi Gandrung, teater tradisi Cupak Gurantang, wayang Sasak. Tidak itu saja, waktu dan pengalaman yang menempanya membuat intuisi seninya terasah tajam.

Ia lalu menciptakan berbagai tari tradisi yang rohnya ia ambil dari pengamatannya pada apa yang terjadi di sekitarnya juga kejadian-kejadian alam semesta yang sempat terpotret olehnya. Sumber karya Amaq Raya adalah alam semesta dan jagat raya.

BACA JUGA: Wagub Sitti Rohmi Mengaku Belajar Dari Siswa SLB

Bahkan dari gerak dan perilaku seekor burung yang tengah mandi pun akhirnya menginspirasinya untuk berkarya. Dari sinilah karya tari tradisi Gagak Mandiq lahir.

 “Saya belajar gerakan-gerakan tari itu dari alam yang ada di sekitar saya,” ujar Amaq Raya.

Tahun 1993 adalah salah satu momentum yang paling berharga baginya ketika ia mendapat kesempatan untuk menggelar karya tari tradisi Gagak Mandiq di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta dalam program Maestro yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Ia menikmati hidupnya dengan terus berkarya, bahkan hingga saat usianya sepuh kini. 

Beberapa karya tari tradisi lain yang diciptakannya Tari ‘Pidata’, tari ‘Pakon’, tari ‘Kembang Jagung’. Ia juga menciptakan gending ‘Semar Geger’, gending ‘Pemban Selaparang’, dan lainnya.

Karya-karya tarinya memiliki kekuatan tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh koreografer lain. Ia melahirkan karya yang merupakan perpaduan wiraga (gerak raga) dan wirasa (gerak jiwa). Baginya, menari bukan semata gerakan raga, melainkan sekaligus menggerakkan jiwa sehingga melahirkan karya seni bercita rasa dan bernilai tinggi.

Ketenaran namanya sebagai seniman tradisi yang sangat aktif membuat ia kerap diundang untuk mengisi acara-acara penting di Nusa Tenggara Barat bahkan acara-acara kenegaraan. Kebanggaan itu diungkapkan Amaq Raya seperti ketika tampil di depan Presiden Soekarno di Bali tahun 1957.

Tidak itu saja, pada kunjungan Presiden Soekarno di Lombok tahun 1958, ia juga tampil menarikan tari-tari tradisi. Lalu pada tahun 1990 ia tampil di Istana Merdeka di depan Presiden Soeharto.

Pada tahun 1988, ia memperkenalkan berbagai kesenian tradisi Lombok yakni Cepung, Kecimol, Peresean dan tari gandrung, berkeliling ke tiga provinsi yakni Tokyo, Kagawa dan Omea.

BACA JUGA: Wagub Sitti Rohmi Jelaskan Sabtu Budaya di Sekolah

“Bangga sekali rasanya saya bisa dua kali menari di depan Presiden Soekarno dan memperkenalkan berbagai seni tradisi Lombok di Jepang” katanya.

Maestri tampil di TIM
Menggelarkarya di tim Tahun 1993

Nama dan karya-karya Amaq Raya adalah warisan seni bagi Nusa Tenggara Barat yang akan terus hidup dengan umur yang panjang. Namun begitu, meski ia dikenal sebagai seorang seniman ternama Nusa Tenggara Barat, kehidupan kesehariannya sangat sederhana, bahkan diakuinya lebih sering kekurangan.

Ia hidup dengan sangat sederhana, di sebuah rumah yang apa adanya. Namun, sebagai seorang maestro, Amaq Raya menikmati segala proses hidupnya selayak ia menikmati prosesnya dalam berkarya selama ini. Tubuh dan usia yang terus menua, tidak akan mampu menghentikan untuk berkarya.

Sebab Sang Maestro berkata, “saya akan menari sampai tubuh saya tak bisa bergerak lagi”.***

 

 




Gubernur Zul Berharap NTB Jadi Trigger Ekonomi Nasional

Hadirnya event besar seperti MotoGP, WSBK, IATC, Gubernur berharap NTB menjelma menjadi suatu provinsi trigger utama ekonomi dari Nasiona

MATARAM.lombokjournal.com ~ Banyaknya event besar seperti MotoGP, WSBK, IATC, diharapkan Provinsi NTB mampu menjelma menjadi Provinsi Trigger Utama Ekonomi dari Nasional. 

Gubernur berharap pertumbuhan ekonomi dimulai dari NTB
Gubernur Zulkiefimansyah

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB Zulkieflimansyah, saat memberikan sambutan pada Dialog Publik Pra Konkorcab PKC PMII Bali-Nusra bertajuk “Sukseskan MotoGP Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional” di Mataram, Jum’at (25/02/22).

BACA JUGA: Perjanjian Kerjasama NTB-Jabar, Jalin Kolaborasi dan Sinergi

“Dengan banyaknya kegiatan event besar seperti itu, kita ingin NTB mampu menjelma menjadi suatu provinsi trigger utama ekonomi dari Nasional,” ungkap Bang Zul.

Terkait hadirnya MotoGP kata Doktor Zul, misalnya mau tidak mau runway bandara harus diperpanjang, pihak angkasa pura membangun terminal harus lebih indah, PLN tidak boleh mati, telekomunikasi harus lebih baik dan lain sebagainya. 

Semuanya harus bergerak dengan hadirnya event internasional.

Belajar dari pengalaman pada event MotoGP, baik WSBK, Asian Talent Cup. Jika setiap bulan mampu menghadirkan event besar misalnya mini MotoGP, otomotif lainnya maka tidak akan berhenti-henti mengadakan kegiatan di hotel maupun di tempat-tempat lain di NTB.

Pembangunan ekonomi itu sederhana saja, erat kaitannya dengan mobilitas. Makanya kalau mau memajukan suatu daerah atau negara tinggal mobilitasnya saja ditingkatkan. 

Dijelaskan juga oleh Bang Zul, suatu daerah atau dusun terpencil yang tidak maju-maju, jika ingin menggesa pembangunan ekonominya maka segera buka akses jalan, buat jembatan bikin pelabuhan, hadirkan Airport maka mobilitas ekonomi akan bergerak.

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Gubernur Jabar, Perkuat Kerjasama

Sementara itu, Ketua PKC PMII Bali-Nusra Aziz Muslim menjelaskan dilaksanakan kegiatan ini Pra Konkorcab dianalogikan seperti Indonesia sedang membutuhkan NTB, karena secara ekonomi dimulai dari NTB hadirnya event internasional yaitu MotoGP, WSBK, Asian Talent Cup dan lain sebagainya.

“Event internasional tidak hanya untuk Indonesia tetapi seluruh dunia. Makanya kita dorong pertumbuhan ekonomi Nasional itu dimulai dari NTB,” katanya.

Turut hadir dalam dialog publik tersebut, Asisten 2 Setda NTB, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bakesbangpoldagri serta para pimpinan OKP di Mataram. ***

 




Wagub NTB Jelaskan Program Sabtu Budaya di Sekolah

Pembentukan karakter siswa di sekolah diaplikasikan melalui program Sabtu Budaya, Siswa diajak menghormati dan bangga dengan budaya lokal 

BIMA.lombokjournal.com ~ Program Sabtu Budaya di lingkungan satuan pendidikan, merupakan wadah pembentukan karakter siswa, melalui berbagai kegiatan positif dan menyenangkan sekaligus bermanfaat di sekolah.

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan itu, saat  meninjau vaksinasi di SMAN 4 Kota Bima, Jum’at (25/02/22).

Wagub NTB meninjau pamern di sekolah

“Sehingga membentuk karakter mulia anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Dijelaskannya, kegiatan Sabtu Budaya mengajak siswa belajar memiliki rasa kasih sayang, cinta kasih, rasa peduli, toleransi, hormat menghormati dan bangga dengan budaya lokal dan tradisional. 

“Berbagai aktivitas dan kegiatan yang dikemas pada acara Sabtu Budaya, seperti  gotong royong, olahraga tradisional, permainan rakyat, seni budaya, harus terus berjalan dan berkesinambungan untuk dapat mengubah pola pikir atau perilaku siswa,” jelas Wagub didampingi Kadis Dikbud Provinsi NTB, Aidy Furqon.

BACA JUGA: Wagub NTB Mengaku Belajar dari Siswa SLB

Wagub mencontohkan, misalnya cara pandang siswa tentang arti pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuah sampah sembarangan hingga memanfaatkan sampah dan mengolahnya, menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Tadi Saya lihat hasil karya kreatifitas siswa memanfaatkan limbah sampah dari botol plastik dan gelas plastik sangat luar biasa ” pujinya. 

BACA JUGA: Wagub Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Waub berama aparat setempat usai meninjau vaksinasi

Selain itu, cucu pahlawan asal NTB ini juga berpesan agar siswa dan guru segera divaksin untuk menjaga dari penyebaran Covid-19.

“Karena Covid-19 hanya bisa dihadapi  dengan vaksin dan memakai masker,” tutup Ummi Rohmi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Waka Polres Kota Bima, Dandim, Asisten 1, Kadis DLHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadikes, Karo Kesra, dan Asisten 1 Kota Bima.***

 




Wagub Sitti Rohmi Mengaku Belajar dari Siswa SLB

Menurut wagub, anak-anak yang belajar di SLB bukan kurang dari kita tapi mereka diberikan hal yang berbeda 

DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku banyak belajar dari para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Dompu yang dikunjunginya. 

Wagub mengunjungi SLB di Dmpu

“Ada hal- hal yang kita punya, mereka tidak punya. Namun banyak yang mereka punya dan bisa sedangkan kita tidak. Kami yang sebenarnya belajar banyak,” ucap Ummi Rohmi, Kamis (24/02/22) di SLB Negeri Dompu. 

Ummi Rohmi juga memuji para guru dan siswa SLB Negeri Dompu, tak terkecuali Iza Tunnafsia, yang menyambut rombongan dengan puisi berjudul “Setitik Cahaya”. 

Bahkan Ummi Rohmi, Bupati Dompu dan Istri juga terlihat sempat menitikkan air mata saat mendengarkan puisi indah tersebut. 

BACA JUGA: Wagub NTB Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

“Mereka bukan kurang dari kita, namun Allah SWT menitipkan hal berbeda kepada mereka. Kalian hebat kalian luar biasa..” puji Ummi Rohmi. 

“Terima kasih sudah memberikan pelajaran berharga kepada kami..” tutup Wagub diiringi tepuk tangan undangan dan tamu yang hadir. 

Sementara itu Bupati Dompu Kader Jaelani mengungkapkan, pengalaman pertama mengunjungi SLB Negeri Dompu ini adalah pelajaran untuk terus bersyukur atas nikmat Allah SWT. 

Wagub mngaku belajar bersyukur setelah mengunjungi siswa SLB di Dompu

“Mereka mungkin memiliki keterbatasan. Tidak bisa melihat, keterbatasan kaki atau tangan. Namun mereka bisa menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Ini adalah pembelajaran bagi kita semua yang diberikan nikmat sehat,” ucap Bupati. 

Terakhir Bupati mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Wakil Gubernur di Dompu. 

BACA JUGA: Wagub Tinjau Implementasi Zero Waste di Sekolah

“Saya merasa bangga kepada bu Wagub yang sudah hadir disini. Saya berterima kasih banyak.. Mudah-mudahan kehadiran Bu Wagub membawanya berkah bagi daerah kami” katanya.***

 




Perjanjian Kerjasama Jabar-NTB, Jalin Sinergi dan Kolaborasi

Perjanjian kerjasama antara NTB dan Jabar merupakan awal  untuk terus bisa bekerjasama

JABAR.lombokjournal.com ~ Sebanyak 6 (enam) Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah ditandatangani antara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Jawa Barat, Rabu (23/02/22).

Usai tanda tangani perjanjian kerjasama
Ridwan Kamil – Zulkieflimansyah

Di antaranya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov.Jawa Barat dengan Dinas Perindustrian Prov. NTB tentang Kerja Sama Pembangunan Dan Pengembangan Daerah Urusan Perindustrian.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat dengan  Dinas Perdagangan Prov. NTB tentang Kerja Sama Pembangunan Dan Pengembangan Daerah Urusan Perdagangan.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Prov. Jawa Barat dengan Dinas Koperasi UKM Prov. NTB tentang Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Kecil Di Provinsi Jawa Barat Dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Gubernur Jabar, Perkuat Kerjasama

Dinas PMPTSP Prov. Jawa Barat  dengan Kepala Dinas PMPTSP Prov. NTB tentang Peningkatan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jawa Barat dengan Dinas Pariwisata dan Ekraf Prov. NTB tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah Bidang Pariwisata.

Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Nusa Tenggara Barat tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah Bidang Pendidikan.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengatakan, sudah saatnya bagi Provinsi NTB untuk terus berlari lebih cepat dan belajar dari Jabar. 

“Kerjasama ini menjadi langkah awal untuk perjalanan panjang agar terus bisa bekerjasama,” tutur Bang Zul. 

Ia mengatakan itu  saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan PKS antara Provinsi NTB dengan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kantor Gubernur Jabar, Rabu (23/02/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, prinsipnya yaitu kurangi kompetisi perbanyak kolaborasi karena kita sama NKRI. 

“Hal ini juga saya tujukan bagaimana Jabar dan NTB bisa bersinergi dalam berbagai bidang dan kolaborasi yang dilakukan harus terus berjalan,” tutur Kang Emil.***