Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul mengamanahkan RSUD NTB terus berinovasi dan jangan sedikit-dikit memberi rujukan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Melalui Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB), Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Bang Zul dan Umi Rohmi, berikhtiar memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.
Hal itu dibuktikan, berhasilnya operasi pemasangan permanent pacemaker atau alat pacu jantungpermanen pada anak usia 2,5 tahun (NK), yang berlangsung di RSUD NTB, Rabu (23/08/23).
Direktur RSUD NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH. dalam konferensi pers mengaku, sudah diamanahkan Gubernur Bang Zul dan Wakil Gubernur Umi Rohmi, agar terus melakukan inovasisehingga ke depan kasus-kasus jantung khusus anak tidak beri rujukan ke daerah lain.
“Saya selaku direktur RSUD NTB, diamanahkan Gubernur dan wakil Gubernur NTB, untuk terus berinovasi dan jangan sedikit-dikit merujuk,” ujar dr. Jack di hadapan awak media.
Ditambahkan, RSUD NTB hadir membersamai masyarakatyang membutuhkan pertolongan. Lebih-lebih Pemprov NTB berkewajiban memberikan pertolongan kepada masyarakat agar semua masyarakat NTB sehat.
“RSUD NTB hadir membersamai masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ucap dr. Jack sapaan akrab Lalu Herman.
Ia berharap, RSUD NTB dapat melalukan hal-hal yang terbaru dan pertama kali seperti dengan kasus operasi pemasangan pacu jantung pada anak yang sukses dilakukan.
“Saya berharap RSUD NTB dapat melalukan hal-hal yang terbaru dan pertama kali begitu juga dengan kasus pagi ini,” kata dr. Jack ***
Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen Pada Anak
Tim medis RSUD NTB yang melakukan operasi alat pacu jantung itu membawa harapan untuk perawatan pasien anak dengan masalah jantung yang serius.
MATARAM.LombokJournal.com ~ Operasi perdana pemasangan permanen pacemaker atau alat pacu jantung permanen pada anak laki-laki (NK) berusia 2,5 tahun asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, Rabu (23/08/23).
Alat pacu Jantung permanen ini dirancang memberikan impuls listrik secara teratur ke jantung, memastikan ritme jantung yang sehat dan fungsional.
Pasien perdana yang menjalani operasi alat pacu jantung ini diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan lebih normal dan merasa lebih baik.
Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH mengatakan, tim medis RSUD Prov NTB yang melakukan operasi alat pacu jantung itu membawa harapan baru untuk perawatan pasien anak dengan masalah jantung yang serius.
“Alhamdulillah, hal ini pertama kali kita lakukan di NTB, semoga anak kita (NK) diberikan kesembuhan dan bisa bermain kembali seperti anak-anak yang lainnya,” tuturnya terkait operasi alat pacu jantung di RS yang dipimpinnya.
Dr. Jack sapaan akrab Lalu Herman berharap agar RSUD NTB akan terus melakukan inovasi, sehingga kasus jantung khusus anak tidak lagi melakukan rujuk keluar NTB, tapi Provinsi NTB mampu menangani permasalahan kasus tersebut.
“Semoga ke depan kita akan mampu melakukan tindakan dengan penyakit yang lain,” jelasnya.
Menurutnya, kasus jantung pada anak jarang terjadi di NTB, sehingga RSUD Provinsi NTB akan siap siaga memberikan pelayanan terbaikbagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan tindakan.
“RSUD Provinsi adalah milik Provinsi NTB, artinya memiliki kewajiban memberikan pertolongan dan tindakan agar masyarakat sehat kembali,” tuturnya.
G.A.R. Prawisanthi, Sp.JP (K) FIHA menjelaskan, pasien mengalami Total Av Blok (TAVB), yang merupakan kondisi langka di mana aliran impuls listrik dalam jantung terganggu. Itu mengakibatkan ketidakseimbangan detak jantung dan dampak serius pada kesehatan anak-anak.
“Pada saat itu, pasien datang dengan keluhan kejang dan irama jantungnya hanya 40 kali per menit, seharusnya anak usia 2,5 tahun memiliki irama jantung 90 – 100 kali per menit, kondisi TAVB dalam 10 hari tidak berespon dengan obat – obatan, sehingga kita memustuskan memasangkan alat pacu jantung, tetapi sebelum itu dipasang alat pacu temporer yang dimasukkan kedalam pembuluh darah di paha, yang bertujuan untuk membackup pemasangan pacu jantung permanen,” jelasnya.
Tim Medis Operasi Perdana Pemasangan Permanent Pacemaker pada Anak di RSUD Provinsi NTB, yakni dr. G.A.R. Prawisanthi, Sp.JP (K) FIHA (Consultant of Interventional Cardiology), dr. Maz Isa Ansyori Arsatt, Sp. BTKV, dr. Elya Endriani, Sp. An, dr. Linda Silvana Sari, M.Biomed, Sp.A, dr. Novita, Sp.An, dr. Ni Made Surya, Sp.An, dr. Edi, Sp.BTKV dan Tim Asisten Bedah dan Penata Anastesi. ***
Wagub NTB Melantik Komisi Disabilitas
Dilantiknya Komisi Disabilitas oleh Wagub NTB, menyempurnakan ihtiar Pemerintah Provinsi NTB, memberi layanan sama bagi penyandang disabilitas
MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi NTB berkomitmen menjadi daerah inklusif, demi mewujudkan misi NTB Ramah Difabel, penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan publik yang mudah dan setara di segala bidang.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan itu usai melantik Komisi Disabilitas Daerah Provinsi NTB, di Hotel Santika Mataram, Rabu (23/08/23).
Pelantikan Komisi Disabilitas akan menyempurnakan ikhtiar NTB memberilan pelayanan terbaik bagi penyandang disabilitas.
Pelayanan untuk penyandang disabilitas itu termasuk di sisi pendidikan kesehatan, hingga kesempatan bekerja dan pemberdayaan ekonomi.
“Ini harus kita yakinkan (penyandang disabilitas) mendapatkan pelayanan yang setara,” jelas Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi.
Harapan Ummi Rohmi, terbentuknya Komisi Disabilitas dapat menjadi partner yang baik bagi semua pihak. Komisi Disabilitas diharapkan mampu bersinergidan berkolaborasi bersama seluruh unsur dalam Pemerintahan Provinsi NTB.
“Nah maka dari itu saya sangat berharap komisi disabilitas keberadaannya setelah dilantik menjadi partner yang sangat baik untuk semua pihak, karena di sini kita bicara kerja kolaborasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Khalik menyebutkan, proses pembentukan Komisi Disabilitas ini cukup panjang. Hampir memakan waktu 2 tahun lebih
Pemprov NTB melalui Dinsos NTB bersama-sama dengan UGM, Universitas Mataram, POLDA NTB, Kejaksaan NTB, dan instansi terkait lainnya berupaya membentuk Komisi Disabilitas ini.
“Alhamdulillah hari ini kita akan menyaksikan pelantikan oleh Bu Wagub, sekaligus melengkapi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB, karena sekarang kita sudah punya 1 UPTD khusus menangani disabilitas, yaitu Pusat Pelayanan Sosial Pemberdayaan Disabilitas dan Perlindungan Anak. Kalau asuhan anak berdiri sendiri,” jelas Kadinsos.
Perjalanan panjang ini memang harus menenmukan jalannya pada tahun 2023. Kadinsos melanjutkan, di NTB sendiri terdapat disabilitas yang jumlahnya hampir 28 ribu lebih, tersebar di 10 kabupaten/kota.
“Bahkan nanti Bu Wagub, disabilitas berat yang tidak ada keluarganya, yang tidak bisa dipelihara oleh keluarganya karena keluarganya miskin, sepanjang hidupnya kita akan buka di pusat layanan sosial yang kita miliki, dia akan dipelihara sampai akhir hidupnya oleh Pemerintah Provinsi NTB, seperti yang kita lakukan di KSBL,” katanya. ***
Wagub NTB Bhakti Stunting di Desa Darek
Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB menekankan pentingnya pemberian telur untuk anak-anak, karena protein hewani mencegah stunting
LOTENG.LombokJournal.com ~ Pemberian protein hewani sangat diperlukan mencegah stuntinganak, terutama pemberian makanan tambahan gizi seimbang sangat diperlukan demi pemenuhan nutrisi anak.
Ummi Rohmi sapaan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah Rohmi menekankan itu saat melakukan Gerakan Bakti Stunting di Desa Darek Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (22/08/23).
Ummi Rohmi membagikan telur ayam kepada orangtua yang menjadi sasaran bakti stunting. Pemberian telur ayam menjadi salah satu protein hewani paling murah dan paling mudah ditemukan, untuk mengatasi stunting.
“Telur ayam ini kita berikan untuk anaknya ya, ibu-ibu, bukan untuk bapaknya,” ungkapnya dalam kegiatan bakti stunting itu..
Orangtua diminta tidak membelikan jajan sembarangan kepada anaknya, karena jajanan yang tidak bergizi berbahaya, jadi salah satu penyebab stunting.
“Ibu-ibu perhatikan betul makanan anak, jangan dikasih jajan sembarangan, kalau belanja di warung, belanja yang sehat, agar terhindar dari Stunting,” tuturnya.
Selain itu, Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Rohmi ini, meminta masyarakat menjaga anaknya agar tidak menikah di bawah umur, mengingat pernikahan di bawah umur juga menjadi penyebab bayi lahir Stunting.
Ummi Rohmi berpesan kepada kades dan para kadus untuk memantau perkembangan anak-anak yang mengalami stunting, untuk memastikan masa depan yang cerah bagi generasi muda Desa Praya Barat. (*)
Rachmat Hidayat Disebut Sebagai Bapak Pluralisme NTB
TGH Najamudin anggap Rachmat Hidayat politisi senior yang konsisten
Rachmat Hidayat dinilai politisi TGH Najamuddin Mustafa merupakan sosok politisi senior yang mampu menjadi pengayom lintas kalangan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua DPDP PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat disebut sosok politisi senior yang nyaris tak ada politisi lain yang mengimbangi pemikiran, sumbangsih, dan kinerjanya untuk masyarakat NTB.
Kekaguman pada anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan asal dapil NTB II Pulau Lombok, Rachmat Hidayat itu disampaikan politisi TGH Najamuddin Mustafa
Bagaimana tidak, Najamuddin mengaku Rachmat Hidayat sangat nasionalis dan sangat menjunjung pluralisme
Dalam perjalanan karier politiknya meripakan generasi di bawah Rachmat Hidayat, Najamuddin mengaku, semula tak tertarik gaya politik H Rachmat Hidayat.
Ia mengaku jarang sealiran pemikiran di kancah politik dengan Rachmat Hidayat. Namun, perbedaan itu justru membuatnya penasaran. Akhirnya, Najamuddin mengamati gerak-gerik dan tingkah-polah politik yang dijalankan Rachmat Hidayat.
“Saya mengamaitnya sejak usia belasan tahun, skeitar 1982. Saya mengenal beliau, sering datang ke tempat saya, bertemu kakak saya. Saya tidak pernah membayangkan jadinya akan seperti ini. Yang saya bayangkan Rachmat Hidayat ini orang “jenggo” lah. “Begal” lah gayanya.
Apa yang mau saya dapatkan dari orang semacam ini. Maka saya ndak mau ikuti,” kata Najamuddin di hadapan Rachmat Hidayat saat santap siang di Prime Park Hotel Mataram, Selasa (22/08/23).
Sejak ia amati mulai tahun 1987-1988, hidup H Rachmat Hidayat, kata Najam memang seperti itu. Ia adalah sosok politisi yang lahir dari kelas bawah “akar rumput”.Rachmat Hidayat termasuk target operasi rezim Orde Baru bersama teman seperjuangannya yang lain, misalnya Raden Suweno dan Sutomo.
Yang paling berkesan dari figure H Rachmat Hidayat menurut Najam adalah perihal konsistensi dan loyalitas.
“Yang saya lihat di beliau ini soal konsistensi dan loyalitas. Dia berani melawan rezim orde baru, dan cara melawannya kekeh dan tak surut. Hidupnya beliau seperti pengembara. Di kampung saya ndak asing lagi, wara-wiri di Sakre. Dia konsisten membela Megawati di saat orang-orang lain lari karena gertakan Orde Baru,” ujarnya.
Dengan pengalaman dan upaya persekusi oleh rezim kala itu, Najam tak membayangkan bahwa sejarah politik H Rachmat Hidayat akan secemerlang ini.
Semestinya, dengan keberanian berteriak lantang membela Megawati di saat masa krisis, H Rachmat Hidayat tentu sangat dekat dengan bahaya.
“Rachmat lahir dari golongan yang sangat bawah, tapi sekarang? nyaris tidak ada yang tidak mengenalnya di masyarakat bawah, apalagi politisi-pejabat kelas tinggi. Maka bagi saya politisi baru ini di bawah masa beliau, saya berkesimpulan bahwa beliau memang besar karena tidak pernah pilih-pilih, bergaul dengan semua orang dan kalangan, tidak melihat latar belakang,” jelasnya.
Bapak Pluralisme NTB
TGH Najamuddin yang juga merupakan Putra Kandung salah seorang ulama yang menyebarluaskan ajaran Nahdlatul Ulama (NU) di NTB yakni TGH Mustafa Gazali kelahiran Dusun Batu Sambak Desa Montong Tangi Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Ia takjub dengan pemikiran H Rachmat Hidayat.
Salah satu yang paling mencolok menurut Najam adalah H Rachmat Hidayat mampu menjadi pengayom lintas kalangan.
Kebaikannya tak pandang bulu dan latar belakang mana pun. Karakteristik itu, menurut Najam sangat relevan dengan pemikiran Presiden ke IV RI yang juga ulama kharismatik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Ia dikenal mampu menjadi ‘orang tua’ di balik keberagaman dan kemajemukan Indonesia.
“Saya pernah beberapa tahun ikut Gus Dur. Di Ciganjur saya kenal dengan Yenni Wahid putri beliau. Saya melihat ada persamaan cara berpikir H Rachmat Hidayat dengan Gus Dur. Saya bilang begini dari hati saya. Beliau ini sangat nasionalis, pluralismenya tinggi. Dia perlihatkan itu dalam setiap tindakannya, pikirannya mencerminkan kebangsaan,” jelasnya.
Najamuddin mencontohkan, H Rachmat Hidayat getol sekali membangun saranA ibadah bagi umat agama lain semisal Hindu dan Nasrani. Tak hanya tempat ibadah, H Rachmat Hidayat pula membangun sarana pendidikan bagi kelompok masyarakat agama lain di luar dirinya, yakni islam.
Sikap yang ditunjukkan politisi kharismatik Bumi Gora itu dinilai sangat berpegang teguh pada semangat kemanusiaan. Ia mengeliminasi perbedaan pandangan keberagamaan. Ia rajut itu dalam semangat kebhinekaan yang memiliki kesamaan hak sebagai anak bangsa.
“Ketika tokoh kita membangun masjid, pesantren, itu biasa. Tetapi ketika ada orang muslim membangun tempat peribadatan bagi orang Hindu, Nasrani, kita ndak salah mengatakan bahwa beliau sangat pluralis,” ujarnya.
Dengan sikap konsisten itu, anggota DPRD NTB itu mengaku tak salah jika dirinya memberikan label “Bapak Pluralisme NTB” kepada H Rachmat Hidayat.
“Maka saya berkesikpulan orang ini saya nobatkan sebagai Bapak Plurasilme NTB. Dari hasil kinerjanya, sangat paham keberagaman. Kalau Gusdur Bapak Plurasilme Indonesia, Rachmat Hidayat yang Bapak Pluralisme di NTB,” bebernya.
“Saya ini tokoh NU, saya melihat bahwa seorang H Rachmat Hidayat sangat layak menjadi panutan kita. Baik dari sisi prilaku dan ketokohan (senioritasnya). Cocok jadi Bapak bangsa kita di NTB,” sambungnya.
Tak hanya melihat dari pandangan mata saja, Najam mengaku kiprah H Rachmat Hidayat juga diakui oleh kelompok umat agama lain. Najam mengaku sering bertanya kepada kawannya soal apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat.
Menurut Najam, perhatian dan sumbangsih H Rachmat Hidayat telah diakui dan diacungi jempol. Tak hanya oleh kelompok masyarakat muslim, melainkan juga non-muslim.
“Saya juga bertanya kepada teman-teman Budha, dikatakan Rachmat orang baik, pengayom kita, bukan hanya islam. Di teman-teman China dan Nasran, apa respon mereka? Beliau itu orang bagus. Sangat perhatian ke kita. Kalau orang kami mengatakan bagus, kenapa kita tidak,” ulasnya.
“Ketika ada orang yang membangun tempat pendidikan agama lain, itu sangat luar biasa bagi saya. Bukan saya menyanggung, ngapain. Tapi ini bentuk perhatian dan kecintaaan saya berdasarkan pandangan dan kacamata empirik dari apa yang beliau lakukan. Ini diakui nurani dan barin saya,” imbuh anggota Komisi I DPRD NTB itu.
Di NTB, kata Najam tidak ada politisi dan tokoh publik sekelas H Rachmat Hidayat. Secara pribadi, Najam mengaku tak akan mampu mengimbangi apalagi menyamai apa yang telah didarma-baktikan H Rachmat Hidayat kepada masyarakat NTB, khususnya Pulau Seribu Masjid.
“Tokoh NTB tidak ada yang seperti beliau. Saya sendiri ndak mampu mengimbangi pekerjaan beliau. Karena saya masih punya rasa takut, beliau punya tingkat keagamaan tang tinggi (makrifat) tidak peduli pandangan manusia. Ini makomnya lain. Ini bedanya beliau dengan tokoh-tokoh kita yang lain. Ini jadi pelajaran, tauladan kita semua,” jelasnya.
Terakhir, Najam mengakui bahwa kemampuan dan ketajaman pemikiran yang dimiliki H Rachmat Hidayat tak diraih atau by given dari orang lain. Melainkan itu buah dari sejarah kehidupan panjang yang dijalaninya secara otodidak.
“Ini tidak mudah saya sampaikan. Dia ini menurut saya tidak dapat ilmu dari orang, dia dapat ilmu dari dirinya, perjalanan hidupnya dia dapat ilmu dari alam. Maka saya bangga, serius saya bangga,” jelasnya.
Dalam konteks NTB, Najam mengakui akan sangat sulit menemukan lagi tokoh seperti H Rachmat Hidayat. Butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun lagi untuk melahirkan sosok yang dapat mengimbangi apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat. (*)
Wagub NTB Paparkan Empat Kiat Sukses
Tiap pengusaha sukses tak pernah takut dengan tantangan dan kegagalan, ini ditekankan Wagub NTB saat menyampaikan kuliah umum
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa (Wagub) Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillahmemaparkan kiat sukses menjadi wirausaha sukses.
Empat kiat sukses yang disampaikan Wagub NTB yakni bersungguh sungguh, disiplin, bekerja keras dan mau belajar serta bekerjasama.
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa (Wagub) Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, dalam kuliah umum kewirausahaan di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram (FKIP Unram), di kampus FKIP Unram Mataram, Selasa (22/08/23).
Dipaparkan Wagub NTB, kesungguhan menjadi sikap mental yang pertama karena setiap pengusaha sukses tak pernah takut dengan tantangan dan kegagalan. Lantas kedisiplinan dibutuhkan agar setiap kesempatan dan waktu yang tersedia dimanfaatkan dengan produktif.
Hal terakhir tersebut, menurut Wagub NTB, berkaitan dengan sikap mental berikutnya yakni bekerja keras dan terus belajar.
“Era digital sekarang berbeda dengan dulu karena dunia tak lagi punya sekat untuk mengenalkan produk tanpa harus memiliki bangunan lapak atau toko,” jelas Wagub NTB. Karena itu kreativitas menjadi penting sebelum yang terakhir sikap mentalmengajak orang lain bekerjasama untuk membangun jaringan.
Dalam kuliah umum yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut juga dihadiri pemateri dari Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) NTB yang bekerjasama dalam pengembangan produk produk milik pengusaha milenial seperti mahasiswa terutama dalam kegiatan seminar dan workshop.
Hadir pula mendampingi Wagub, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan para pejabat FKIP Unram. ***
18 Parpol di NTB Deklarasi Pemilu Damai 2024
Untuk mewujudkan Pemilu damai tahun 2024, menurut Gubernur NTB, harus sering bertemu, berkomunikasi dan silaturahmi
MATARAM.LombokJournal.com ~ Deklarasi Pemilu Damai 2024 untuk mewujudkan Pemilu yang Aman, Damai dan Berintegrasi di Wilayah Provinsi NTB dilakukan 18 Parpol di Lapangan Bharadaksa Polda, Selasa (22/08/23).
Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB saat menghadiri deklarasi tersebut mengapresiasi Polda NTB yang menghadirkan semua pimpinan partai, KPU, Bawaslu dan semua stakeholder terkait untuk melakukan diskusi dan mendeklarasikan pemilu damaidi NTB.
Menurut Bang Zul, mewujudkan Pemilu damai tidak cukup hanya aturan, tapi penting melakukan silaturahmi.
“Ternyata untuk mengatur manusia tidak cukup dengan aturan atau proses, tetapi harus sering bertemu, berkomunikasi dan silaturahmi,” ungkap Bang Zul usai Deklarasi Pemilu Damai.
Sebanyak 18 Partai Politik di NTB yang akan mengikut kontestasi Pemilu 2024 membacakan deklarasi Pemilu Damai yaitu PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, Nasdem, Gelora, PKS, PKN, Hanura, Garuda, PAN, PBB, Demokrat, PSI, Perindo, PPP dan Partai Ummat.
Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto mengajak para penyelenggara, kontestan pemilu untuk sama-sama menciptakan kesejukan dan kenyamanan dalam seluruh tahapan yang ada.
“Kita semua sepakat untuk menciptakan Pemilu 2024 yang damai demi NTB yang kondusif,” ujarnya.
Kapolda juga menekankan agar jangan memberikan ruang bagi setiap orang yang tidak menginginkan Provinsi NTB aman dan nyaman dalam pesta demokrasi.
“Orang boleh berpendapat beda, tetapi jadikan perbedaan tersebut menjadi kebermanfaatan bagi NTB,” tegasmya.
Disatu sisi, Ketua Bawaslu Provinsi NTB. Itratip, ST., MT juga menegaskan untuk mewujudkan pemilu damai, diharapkan untuk melakukan kampanye sehat, jangan saling menjelek – jelekkan, menyebar hoax dan melakukan politisasi SARA.
“Jika melakukan hal tersebut maka itu bsia mengancam keutuhan kita bersama, dengan terwujudnya pemilu damai itu, maka kita harapkan kualitas hasil dari pemilu kita itu sesuai dengan harapan masyarakat,” pungkasnya. ***
Pasar Tradisional Tak Boleh Tergerus Zaman
Rannya Agustyra Kristiono ungkapkan potensi pasar tradisional di Lombok sangat besar untuk mendukung pariwisata
MATARAM.LombokJournal.com ~Pasar tradisional di Indonesia, termasuk di Lombok, kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan buah, sayur-sayuran telur, daging, kain, pakaian, dan semacamnya.
Bagi banyak orang, keberadaan pasar tradisionalmenjadi hal yang lazim dari waktu ke waktu, politisi muda Gerindra, Rannya Agustyra Kristiono punya pandangan lain.
Rannya Agustyra Kristiono menyusuri pasar tradisional
Menurut Rannya, potensi pasar tradisional strategis dalam menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah. Apalagi jika revitalisasi dan kolaborasi pasar tradisional dengan sektor pariwisata bisa dilakukan.
“Saat ini kan, setidaknya sudah ada 8 pasar tradisional di Indonesia yang jadi destinasi wisata. Nah, di Lombok hal ini bukan mustahil untuk dilakukan juga,” kata Rannya, Selasa (22/08/23).
Ia mencontohkan, pasar Beringharjo Yogyakarta, pasar Apung Banjarmasin, pasar Mama-Mama Papua, pasar Gede dan pasar Klewer di Solo, juga pasar Sukowati di Bali, semua tadinya adalah pasar tradisional biasa, namun telah berubah sebagai destinasi setelah disentuh.
Menurut putri mendiang HBK ini, Lombok memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari sisi lokasi pasar tradisional. Sepanjang jalan nasional dari Ampenan, Kota Mataram hingga Labuhan Lombok, Lombok Timur, bisa dijumpai belasan hingga puluhan pasar tradisional di sisi ruas jalan negara.
“Bayangkan kalau salah satu (pasar tradisional) menjadi destinasi wisata.Tentu ini akan berdampak bagus pada Lombok dan NTB umumnya yang sudah terbranding sebagai destinasi wisata internasional,” katanya.
Rannya juga mengajak generasi Milenialdan Gen Z mengubah mindset tentang pasar tradisional. Apalagi di era persaingan global dimana gerai pasar modern sudah banyak tersedia termasuk di Lombok ini.
Kata Rannya, gerai pasar modern pangsa pasarnya masyarakat perkotaan, ekonomi menengah ke atas. Sementara pasar tradisional terstigma menjadi pangsa ekonomi menengah ke bawah.
Padahal, sejatinya gerai pasar modernberkaitan dengan investasi dan modal kapital. Sementara pasar tradisional digerakkan masyarakat lokal.
“Pasar modern bisa menyumbang lapangan kerja sebagai karyawan, sementara pasar tradisional bukan saja membuka lapangan kerja tapi juga kesempatan dan wadah berwirausaha,” ujarnya.
Cita-cita HBK
Gagasan Rannya tentang pasar tradisional ini tak lepas dari semangat dan cita-cita mendiang ayahandanya, HBK.
Masyarakat Lombok dan NTB umumnya sangat paham jika almarhum HBK sangat serius bekerja mewakili rakyat di DPR RI, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para petani.
Menurut Rannya, petani juga harus punya akses pemasaran yang lebih terbuka dan maksimal, salah satunya yakni pasar tradisional.
Karena itu, mindset masyarakat dan pedagang di pasar tradisional pun harus mulai diubah sedikit-demi sedikit. Mulai dari bagaimana kebersihan dan kenyamanan pasar, hingga bagaimana memberikan pelayanan dan hospitality yang ramah bagi pengunjung.
“Sehingga nantinya pasar tradisional bukan saja menampung hasil para petani, tetapi juga menjadi tempat yag nyaman dikunjungi, bahkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Lombok ini,” katanya.
Saat ini, Rannya Kristiono mulai aktif membangun jejaring dan membuka ruang diskusi dengan kelompok muda di Lombok. Salah satu yang terus dibahas adalah bagaimana generasi muda bisa mendorong pengembangan pasar tradisional.
“Banyak rekan-rekan kita generasi muda Lombok yang fresh graduated, ada sarjana ekonomi, ada pertanian dan ada juga pariwisata. Mereka bisa kembali ke kampung untuk mengaplikasikan keilmuannya untuk masyarakat,” tukas Rannya
Kunjungannya ke pasar tradisional Kopang, Lombok Tengah, membuat Rannya optimistis menghadirkan pasar tradisional yang merujuk destinasi wisata. Apalagi lokasi pasar tradisional Kopang tepat di sisi jalan negara.
Dengan revitalisasi pasar dan mengkolaborasikannya dengan aspek pariwisata, menjadi triger pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan ekonomi, terutama para pedagang pasar dan para petani dan peternak
Di sisi lain, sebagai destinasi baru, pasar tradisional juga akan memperkaya khasanah potensi wisata di NTB ini.
“Kalau sekarang wisatawan masih banyak belanja di gerai modern, ke depan pasar tradisional bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik,” pungkasnya. (*)
Senggigi Sunset Jazz 2023 Digelar ke 5 Kali
Digelarnya event Senggigi Sunset Jazz yang ke 5 kali, diharapkan masyarakat NTB menjadi manusia yang ramah
LOBAR.LombokJournal.com ~ Perhelatan Senggigi Sunset Jazz yang ke-5 kalinya di Kawasan Senggigi, Lombok Barat, Minggu (20/08/23), merupakan event nasional maupun internasional yang digelar di NTB.
Terakhir, Gubernur berharap Senggigi Sunset Jazz akan terus diadakan di tahun-tahun yang akan datang. Serta, penyanyi yang ditampilkan semakin beragam agar menjadi daya tarik pengunjung tersendiri.***
Wagub NTB Hadiri HUT ke-72 SDN 6 Mataram
Wagub NTB, Ummi Rohmi mengungkapkan kenangan bertemu para guru saat masih belajar di SD Negeri 6 Mataram
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Jalillah menceritakan betapa senang dan bahagianya ketika menghabiskan masa-masa sekolahnya di SDN 6 Mataram.
Kenangan bahagia itu dingkapkan Wagub NTB saat menghadiri masa-masa SD dalam kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 SD Negeri 6 Mataram, Sabtu (19/08/23).
Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi itu masa kecilnya bersekolah di SD Negeri 6 Mataram.
Diceritakan, kebahagiaan dan semangat Wagub NTB bertemu guru-guru kala itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk mengikuti setiap proses belajarwaktu itu.
“Saya ingat betul, waktu saya mau berangkat ke sekolah ada rasa senang dalam hati. Karena kita akan bertemu guru-guru dan teman yang baik. Menghabiskan waktu bermain dan belajar,” kenang Wagub NTB, Ummi Rohmi.
Menurut Ummi Rohmi, masa kecil yang dilalui di lingkungan sekolah dasar sangat dinikmati tanpa beban hidup dan rasa takut yang merusak masa-masa itu.
Bahkan Ummi Rohmi merasakan mau berangkat ke sekolah tidak merasa stress, dan sebagian justru rasa rindu yang besar untuk segera bertemu guru-guru dan bermain di sekolah.
“Untuk itu, saya berharap bahwa lingkungan sekolah harus mampu mendidik anak-anak bangsa dengan rasa aman dan kebahagiaan yang menyertai,” harap Ummi Rohmi.
Dengan demikian, Wagub NTB terus mendorong guru-guru menyulap sekolah menjadi lingkungan yang menyenangkan bagi anak-anak dalam belajar.
Kemudian lingkungan sekolah juga harus ditetap jaga kebersihan dan keindahannya.
“Saya juga meminta kepada anak-anak ku, agar selalu taat dan nurut sama guru-gurunya. Karena guru adalah orang tua kedua kita dalam mendidik dan mengajari kita,” pinta Wagub NTB kepada ratusan siswa SDN 6 Mataram.
Wagub NTB, Ummi Rohmi berharap bahwa anak-anak akan menjadi generasi yang berbakti kepada guru dan orang tua serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. ***