Penanganan Stunting di NTB dengan  Kolaborasi dan Sinergi 

Kunci penanganan stunting yakni perkuat koordinasi dan komunikasi antar pihak

MATARAM.lombokjournal.com ~  Semua pihak diajak berkolaborasi dan bersinergi menangani stunting di beberapa Kabupaten/Kota di NTB.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitt Rohmi Jalillah menyampaikan itu ketika menerima kunjungan  Inspektur Wilayah I BKKBN,  terkait percepatan penanganan stunting di Provinsi NTB, Jum’at (10/06/22) di Aula Pendopo Wagub.

Kunci penanganan stunting

“Karena kuncinya harus bersama, berkolaborasi dan bersinergi semua pihak,” kata Ummi Rohmi sapaan wagub.

Percepatan menangani stunting tak mungkin dilakukan sendiri atau hanya lembaga atau OPD terkait, namun dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat desa.

BACA JUGA: Data Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi

Antar satu lembaga atau pemerintah harus terbangun komunikasi dan koordinasi yang intens untuk menyamakan persepsi. Sehingga data atau informasi termasuk serapan anggaran untuk stunting tepat sasaran di lapangan.

“Hilangkan ego sektoral, saling menunggu sehingga saling menyalahkan. Perkuat koordinasi dan komunikasi antar pihak,” pesan wagub.

Program BKKBN ini dapat disinergikan dengan Pemprov, Kabupaten/Kota, kerjasama untuk penanganan stunting melalui Posyandu Keluarga, yang sudah mencapai 7.000 lebih tersebar di pelosok desa se-NTB.

Karena penanganan stunting ini butuh data yang akurat. Kader Posyandu Keluarga bersama tim pendataan BKKB dapat bersama mensinkronkan data.

“Sehingga kita dapat bekerja dengan data yang valid dan tepat sasaran, baik untuk anak yang sudah menderita stunting atau berpotensi, agar cepat tertangani,” tambah Ummi Rohmi.

Wagub menyinggung persoalan pernikahan anak yang masih terjadi di tengah masyarakat.  Untuk itu, Posyandu Keluarg dapat menjadi media edukasi agar tidak terjadi pernikahan di bawah umur.

“Ini terjadi, akibat masyarakat masih minim pemahaman akibat dari pernikahan dini dan belum siapnya pasangan yang masih sekolah,” sebut cucu pahlawan nasional asal NTB ini.

BACA JUGA: Puteri Indonesia NTB 2022 Raih Posisi Top 11

Maka harus diperbanyak sosialisasi dan edukasi, termasuk terus mengkampayekan Perda untuk mencegah  perkawinan anak di NTB.

Sementara itu, Inspektur Wilayah I BKKBN Maria Vianney Cinggih Widanarti menambahkan, sinergi dan kolaborasi ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan stunting di NTB.

“Kami sangat setuju dengan apa yang sampaikan Ibu Wagub” katanya didampingi  PLT. Kepala BKKBN Prov. NTB Drs. Samaan, M. Si.

Sehingga, kerjasama dan sinergi semua pihak, dapat mensukseskan target dan tujuan untuk menekan angka stunting di NTB.

Turut mendampingi Wagub NTB, Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan  dan sejumlah pejabat BKKBN Provinsi NTB. ***

 




Event MXGP Jadi Pengungkit Pergerakan Ekonomi

Event MXGP yang diselenggarakan di Pulau Sumbawa ebih dari sekedar kegiatan olahraga

MATARAM.lombokjournal.com ~ Event Motocross Grand Prix (MXGP) of Indonesia 2022 tidak semata gelaran olahraga, namun sekaligus pengungkit pergerakan perekonomian, perubahan masyarakat secara keseluruhan.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu saat acara Launching Gerai Tiket dan Sosialisasi MRLL MXGP Samota 2022 di Dinas Perbuhungan Provinsi NTB, Jum’at (10/06/22)

Event MXGP of Indonesia 3033
ilustrasi ~ event MXGP

“MXGP bukan semata event olahraga, MXGP ini suatu event yang menjadi pengukit bukan hanya kegiatan produksi tetapi juga kegiatan ekonomi perubahan sosial kemasyarakatan,” katanya. 

BACA JUGA: Penanganan Stunting di NTB dengan Kolaborasi dan Sinergi

Event MXGP memberikan kesempatan Provinsi lain yang memiliki karakter daerah seperti Pulau Sumbawa, menyelenggarakan event internasional. 

“Alhamdulillah kalau event MXGP ini dapat sukses terselenggara di Pulau Sumbawa, maka mampu menghidupkan harapan bagi daerah lain yang mempunyai karakter yang mirip dengan Pulau Sumbawa, ada Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan lain sebagainya,” tutur Bang Zul.

Pada kesempatan sama, Komandan Lapangan MXGP Indonesia, Ridwansyah mengatakan, sebanyak 84 pembalap, 24 tim dari 20 negara, dengan logistik puluhan ton akan tiba pada tanggal 17 Juni 2022.

“Acara ini pasti akan sukses, karena kebersamaan dan koordinasi yang baik, InsyaAllah akan membuahkan hasil yang baik,” tuturnya.***

BACA JUGA: Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi

 

 




Puteri Indonesia NTB 2022 Raih Posisi Top 11

Puteri Indonesia NTB  membagikan cerita dan pengalamannya selama menjadi Grand Finalis Puteri Indonesia 2022

MATARAN.lombokjournal.com ~ Puteri Indonesia NTB 2022, Sheilla Intan Permatasari berhasil masuk dalam posisi Top 11 Besar pada ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2022.

Atas prestasi gemilang di tingkat nasional ini, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengucapkan rasa syukur dan bangga. 

Menurutnya, baik Sheilla dan pihak penyelenggara patut diapresiasi.

Sheilla Intan Permatasari

“Alhamdulillah ananda Sheilla telah meraih prestasi yang sangat baik. Tentu kami sangat bangga NTB bisa tampil baik pada ajang tersebut,” kata Hj. Niken.

Ia mengatakan itu saat menghadiri Press Conference Welcoming Session Puteri Indonesia NTB 2022 di Kantor Dekranasda Provinsi NTB, Jumat (10/06/22).

BACA JUGA: Data Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi

Diharapkan, ke depan Sheilla dapat menjadi role model bagi generasi muda untuk terus memacu semangat dalam berprestasi.

“Provinsi NTB dalam segi SDM alhamdulillah terus mengalami peningkatan” katanya.

Bunda Niken sapaan akrabya, berharap hal ini bisa lebih memacu kita dan anak muda di NTB khususnya terus berprestasi dan berkarya,” tutur Bunda Niken.

Sementara itu, Sheilla Intan Permatasari membagikan cerita dan pengalamannya selama mengikuti karantina di Jakarta, hingga akhirnya menjadi Grand Finalis Puteri Indonesia 2022 dan masuk ke dalam Top 11 Besar.

“Tentu perjuangan untuk ke nasional tidak mudah. Penuh dengan up and down. Top 11 ini pencapaian yang luar biasa, saya tidak menyangka bisa meraih prestasi ini. Semoga ke depanlebih banyak wanita hebat di NTB yang berprestasi. Terima kasih atas semua bantuannya,” ucap Sheilla.

Penghargaan lain yang berhasil diraih Sheilla yaitu, sebagai Runner Up Best Evening Gown dalam Fashion Show Berbasis Budaya. 

Evening Gown berbasis budaya dengan filosofi Mentari Mandalika tersebut merupakan karya dari designer muda Phanji Purboasmoro.

Selain itu, 4B Organizer sebagai penyelenggara Tim Puteri Indonesia NTB juga bershasil mendapatkan penghargaan sebagai Penyelenggara Terbaik Pemilihan Puteri Indonesia Daerah Tahun 2020 dan 2022.

BACA JUGA: Menyibak Tuah-Tuah Senggeger dan Minyak Banyu Urip

Sebagai informasi, raihan Top 11 dari NTB merupakan prestasi yang sangat membanggakan setelah 17 tahun Posisi Top 10 terakhir kali diraih NTB pada tahun 2000 dan 2005. 

Turut hadir pada acara Press Conference tersebut yaitu, Ibu Sekda Provinsi NTB, Ketua 4B Organizer dan juga para sponsorship.***

 




Data Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi 

Verifikasi dan sinkronisasi data tenaga honorer atau tenaga kontrak Pemprov NTB masih dilakukan BKD

MATARAM.lombokjournal.com ~ Data tenaga kontrak atau honorer/Non ASN dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sepenuhnya belum rampung.

Masih ada data belum masuk atau diserahkan secara lengkap.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. Muhammad Nasir menegaskan, perbedaan data pembayaran insentif honorer oleh BPKAD, dengan  jumlah data honorer atau tenaga kontrak /Non ASN yang ada, karena data yang masuk belum lengkap.

“Belum semuanya masuk data dari OPD lingkup Pemprov. NTB,” kata Muhammad Nasir, Kamis (09/96/22) di ruang kerjanya.

Saat ini pihaknya terus melakukan pendataan untuk verifikasi antara gaji yang dibayar dengan jumlah honorer yang tersebar disemua OPD lingkup Pemprov NTB.  

Dari data sementara 6.618 tenaga kontrak atau honorer/ Non ASN, hanya beberapa OPD saja yang masuk datanya.  

BACA JUGA: Menyibak Tuah-tuah Senggeger dan Banyu Urip

Belum semua OPD melaporkan, sehingga terjadi selisih dan belum lagi dikurangi sekitar 2.000 lebih honorer yang sudah lulus jadi PPPK dan CPNS. 

“Kita ingin agar  data yang ada di BKD bisa sinkron dengan data yang ada di BPKAD, namun dengan pendataan yang hati-hati dan cermat, karena ini persoalan data,” ujar Nasir.

Dijelaskan, OPD lingkup Pemprov NTB tersebar di seluruh wilayah NTB, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. 

Termasuk dilingkup Dikbud, seperti pada SMA sederajat, yang memiliki tenaga kontrak atau honorer hingga di daerah terpencil. 

Tidak hanya itu tenaga KPH di DLHK juga memiliki tenaga kontrak yang biasa secara rutin berada di hutan.

“Mungkin mereka masih sibuk, belum sempat mengirim data, maka kami harus menunggu dan tetap terus mengingatkan agar secepatnya mengirim data, ini juga yang jadi  alasan telatnya masuk data,” tambah Nasir.

Terkait informasi yang beredar di media cetak maupun elektronik, ia menegaskan tidak ada selisih data.

Pembayaran yang lebih dari tenaga honorer yang ada, karena ada data yang belum masuk ke BKD.  

“Karena pendataan ini memerlukan ketelitian dan keakuratan, sehingga ke depan menjadi database yang utuh, untuk pemetaan maupun perencanaan kebutuhan daerah,” katanya.

Setelah adanya surat dari Kemenpan RB pada tanggal 31 Mei 2022, tentang pendataan tenaga honorer dan rencana penghapusan tenaga kontrak atau Non ASN, pihaknya mendata tenaga kontrak atau honorer Non ASN yang bisa mengikuti tes CPNS dan P3K.  Kemudian membuat analisah kebijakan untuk dikirim ke pusat.

Namun, ada beberapa tenaga honorer yang tidak memenuhi syarat, dan juga termasuk tenaga kontrak atau honorer/Non ASN Pemprov. NTB seperti cleaning service, driver dan satpam yang tidak terakomodir, harus dipikirkan. 

“Karena ini menyangkut nasib orang banyak, tidak elok kita merumahkan mereka di tengah kondisi seperti ini. Kami terus mencari solusi terbaik bagi mereka hingga November 2023 nanti. Sehingga hal ini tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” terangnya.

BACA JUGA: Pembangunan Sirkuit MXGP Samota Hampir Rampung 

Di sisi lain, tidak semua tenaga kontrak atau honorer/Non ASN  Provinsi dibayar dengan APBD Provinsi.

Karena ada juga yang dibayar dari Dana Komite atau BOS seperti di lingkup SMA sederajat. 

“Mereka juga terdata dan masuk namanya di database tenaga honorer lingkup Pemprov. NTB,” imbuhnya.

Ia tidak memungkiri, selama ini sumbangsih dan peran tenaga kontrak atau honorer/Non PNS, yang jumlahnya lebih banyak dari ASN PNS, keahlian atau kompetensi dan tenaganya sangat membantu di berbagai OPD.

Berkaca dari Provinsi Jawa Barat, banyak tenaga kontrak atau honorer yang memiliki kompetensi atau keahlian direkrut dengan insentif yang layak atau UMR, untuk membantu daerah pada bidang-bidang tertentu.

“Ini menjadi contoh baik, memanfaatkan SDM yang ada, untuk kebutuhan memajukan daerah,”ucapnya.

Hingga saat ini data terus masuk hingga mendekati angka 11 ribu. Jumlah tenaga kontrak atau honorer Non ASN ini akan dihitung untuk kebutuhan ril oleh Biro Organisasi ke depan.

“Jadi tidak gegabah kita merilis data tenaga kontrak atau honorer Non ASN ini. Kita harus mapping secara utuh,” imbuhnya.

Muhammad Nasir berpesan, agar para tenaga kontrak atau honorer Non ASN tidak  resah dengan informasi tentang ini.

 Pemerintah terus memikirkan solusi terbaik untuk para tenaga kontrak atau honorer Non ASN. ***

 

 




Menyibak Tuah-Tuah Senggeger dan Minyak Banyu-Urip 

Penelusuran untuk menyibak rahasia Senggeger dan Minyak Banyu-Urip yang dipercaya punya beragam khasiat mulai dilakukan Tim Ekspedisi Sejarah  PDIP NTB dan Mi6 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat Lombok sedang menunggu penelusuran  minyak bertuah warisan para leluhur masyarakat Sasak, yakni Senggeger dan Minyak Banyu-Urip.

Kokon, warisan leluhur itu dipercayai memiliki beragam khasiat non sains untuk berbagai hajat, untuk  pamor atau junjung drajat, pengasihan maupun sebagai pelindung Badan (sikep awak).

Setelah melakukan penelusuran beragam ‘rahasia’ yang menyelimuti sejarah di Lombok, kini Tim Ekspedisi Sejarah Situs Kebudayaan dan Artefak Suku Sasak yang digagas PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, giliran menelusuri minyak bertuah Warisan para Leluhur itu. 

ilustrasi menyibak Senggeger dan Banyu Urip
ilustrasi ~ Senggeger

Masyarakat Sasak di pedesaan pasti sudah familiar dengan istilah Senggeger. Karena legenda Senggeger kerap diasosiasikan ibarat jalan tol mendapatkan Jodoh. 

BACA JUGA: Arkeolog dan Paranormal Dilibatkan, Lacak Situs Kuno Lombok

Masih ingat kan, sebelum era milenial atau 4.0 dikenal ungkapan: cinta ditolak, dukun bertindak.

Tujuan ekspedisi menelisik eksistensi agar mitos senggeger sebagai ilmu warisan leluhur Sasak  tersebut bisa dipahami. 

Agar masyarakat memahami khasiat, kandungan, proses pembuatan, juga puji dan amalan doa dan mekanisme kerja tak kasat mata atau metafisika. 

Kemudian tuah- tuah senggeger dan banyu urip bisa dirasionalkan dengan logika, khususnya yang  berkaitan dengan cara kerja aurora mistisnya yang mampu mempengaruhi persepsi dan kebatinan seseorang. 

“Tim Ekpedisi Sejarah hanya ingin membuka tabir atau rahasia terselubung agar kekuatan tuah senggeger maupun banyu-urip tidak dipandang dalam konotasi negatif  yang tak sesuai kaedah syar’i,” ujar Ketua Tim, H Ruslan Turmuzi, Kamis (09/06/22)

Menurut Ruslan, khasiat Senggeger maupun Banyu-urip bukan termasuk Ilmu Hitam, karena proses pembuatan dan cara kerjanya tetap dalam koridor syar’i.

Dan tidak menyertakan bahan-bahan yang diharamkan, serta doa-doa yang dirapalkan dimudahkan dijabah oleh Allah SWT. 

“Konon  bahan dasar senggeger adalah minyak kelapa, aneka  rempah plus puji dan doa. Demikian Air bertuah Banyu urip, konon bahan dasarnya di ambil dari 9 mata air atau sumur kuno yang tersebar di empat penjuru gumi sasak,” tuturnya.

Semua itu ditambah dorongan kekuatan sugestif dalam diri seseorang turut menentukan keberhasilan khasiatnya. 

Sementara itu Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto mengatakan, metode investigasi yang akan dilakukan Tim Ekspedisi Sejarah berfokus menelusuri sejarah dan kekuatan metafisika yang menyelubungi tuah-tuah Senggeger.  

BACA JUGA: Letusan Gunung Tambora, Terkuat Dalam Sejarah

Tim Ekspedisi Sejarah Mi6 dan PDIP NTB hari Jumat (10/06) akan hunting menemui narasumber  yang memiliki kepiawaian dalam ‘meramu’  senggeger.

“Nara sumber itu tidak kaleng-kaleng, agar masyarakat awam mendapatkan informasi  utuh terkait praktek tersebut,” ujar Bambang. 

Menurutnya, ikhtiar ini setidaknya ini bentuk empati Tim Ekspedisi  Mi6 dan PDIP NTB guna melestarikan dan menjaga ilmu dalam para leluhur agar tak lekang oleh waktu dan tehnologi. 

“Seluruh rangkaian hunting  mengungkap rahasia di balik Senggeger dan Banyu-urip ini bisa terdokumentasi secara baik dan rapi, melalui publikasi media di semua platform tehnologi 4.0,” katanya. ***

 

 




Posyandu Desa Pulau Maringkik, Nol Stunting 

Wagub NTB mengingatkan warga agar rajin memeriksa kesehatan di Posyandu

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barar, Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi Posyandu Desa Pulau Maringkik karena belum ada temuan kasus stunting yang dilaporkan. 

“Kalau jadwal Posyandu rutin dilakukan dan warga rajin memeriksa kesehatannya, kita bersyukur anak anak Desa Maringkik belum ada yang kekurangan gizi, ” ujar Wagub di Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Kamis (09/06/22). 

Namun wagub mengingatkan, agar tetap menjaga pola hidup sehat, gizi seimbang, sanitasi yang baik dan menjaga lingkungan.

BACA JUGA: Majlis Ta’lim yang Juga Budidaya Tanaman Herbal

Meninjau Posyandu di Pulau Maringkik

Pulau Maringkik dengan alamnya yang indah telah menjadi tujuan wisata.

Pentingnya Posyandu Keluarga dan kegiataan rutin dilaksanakan di desa, menjadi  penekanan Wagub.

Menurutnya, Posyandu Keluarga dapat menyelesaikan persoalan warga masyarakat lebih dini seperti pernikahan muda dan lainnya. 

Sebelumnya Kades Pulau Maringkuk, Musapatin melaporkan, Pulau Maringkik dengan luas 11 hektar dihuni 600 kepala keluarga dan 2015 jiwa dengan tiga Posyandu aktif. 

Ia bersama warga nya siap mendukung program Posyandu Keluarga dengan para kadernya. 

Wagub juga mengunjungi Wisata Budaya Tenun khas Pulau Maringkik. Ada banyak corak yang dibuat oleh masyarakat. Salah satunya corak Lohong khas Maringkik.

“Kainnya adem, lembut, sangat nyaman dipakai. Produk lokal kita semuanya bagus-bagus, tidak kalah dengan produk luar. Mari kita dukung semua produk lokal dengan membeli dan membantu mempromosikannya,” tambah Wagub. 

Kunjungannnya ke Pulau Maringkik , Wagub juga  melantik Pimpinan Anak Cabang Muslimat NWDI Desa Pulau Maringkik.

Sebelumnya, di Pondok Pesantren Miftahul Khair, Desa Gunung Malang, Dusun Bunut Tunjang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Lotim, Wagub berpesan agar para santri sungguh sungguh menuntut ilmu. 

BACA JUGA: Gubernur NTB: Pengiriman TKI Jangan Salahi Aturan

“Belajar dengan sungguh sungguh bisa membuka kesempatan lebih besar untuk pendidikan tinggi,” ujar Wagub saat menghadiri wisuda pertama Hafidz Quran dan PAUD. 

Dikatakan, modal dan bekal melanjutkan ke pendidikan tinggi adalah dengan belajar sungguh sungguh. Karena kemudahan beasiswa dan program melanjutkan ke pendidikan tinggi semakin banyak dan praktis. 

Wagub berpesan agar para santri mulai mempersiapkan diri mencoba mencari penghasilan sendiri dengan kreatifitas. ***

 




Majlis Ta’lim yang Juga Budidaya Tanaman Herbal

Gubernur NTB apresiasi Majlis Ta’lim yang juga fokus Budidaya Tanaman Herbal

LOTIM.lombokjournal.com ~ Majlis Ta’lim Agro Jamaah Yatofa Gotong Royong Mata AA’ Jayagoro, tak hanya berkutat urusan keagamaan tapi juga fokus budidaya tanaman herbal.

Kesadaran dan semangat membudidayakan tanaman herbal itu diapresiasi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Jelang peresmian tanaman herbal dari Majlis Ta';im
Gubernur Zulkieflimansyah bersama TGH Fadli Fadil Tahir

Gubernur Zul meresmikan langsung Mata Aa’ Jayagoro di Dusun Gress, Desa Lendang Nangka Utara, Kec. Masbagik, Lombok Timur, Kamis (09/06/22). 

Tidak cuma menanam, Mata AA’ Jayagoro juga turut mengolah sejumlah tanaman herbal menjadi berbagai minuman dan juga makanan sehat. 

Salah satunya adalah minuman Telang yang diracik juga dengan tanaman herbal, sehingga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Mata AA’ Jayagoro  diinisiasi Pimpinan Ponpes Yatofa, TGH. Fadli Fadil Tahir. 

Bang Zul, sapaan Gubernur, mengungangkapkan kekagumannya, dan apa yang telah diiniasi oleh TGH. Fadli Fadil Tahir bisa menginspirasi kepala daerah.

“Kami dari pemerintah provinsi akan terus belajar dari beliau serta akan menginspirasi banyak kepala daerah kami,” ujar Bang Zul.

Menurutnya, pengolahan tanaman herba merupakan langkah mensejahterakan petani, sehingga hasil yang dapat jauh dari lebih baik. 

Selain itu dalam meningkatkan pembangunan pertanian dan mensejahterakan petani ini tentu memerlukan SDM dengan inovasi yang mempuni.

Gubernur menghimbau agar para anak muda NTB melanjutkan pendidikannya hingga tinggi. Melalui beasiswa NTB. Gubernur optimis NTB memiliki SDM yang inovatif.***

 

 




Lombok FC Gelar Friendly Match Melawan PS Undikma dan Santong FC

Untuk matangkan Diri Hadapi Liga 3, Lombok FC akan menggelar friendly match melawan beberapa klub sepak bola

MATARAM,lombokjournal.con ~ Lombok Football Club (Lombok FC) akan menggelar friendly match atau pertandingan persahabatan dengan PS. UNDIKMA, klub sepakbola dari Mataram.

Selain itu juga punya program pertandingan yang sama melawan SANTONG FC, klub sepakbola dari Kab. Lombok Utara yang dikenal mempunyai pemain-pemain tangguh. Friendly match ini merupakan ujicoba yang disiapkan manajemen klub menyusul Training Center (TC) tahap kedua yang kini memasuki tahap akhir.

Membenahi total Lombok FC
HBKL dengan CEO Lombok FC, Rannya Agustyra Kristiono

“Pertandingan dengan PS Undikma rencananya akan digelar pada hari Jum’at, tanggal 10 Juni 2022 pulul 16.00 Wita. Tempatnya di Lapangan Yonif-742/SWY, Gebang, Kota Mataram,” kata Chief Executive Officer (CEO) Lombok FC, Rannya Agustyra Kristiono melalui keterangan tertulisnya, Kamis (09/06/22).

Pertandingan persahabatan dengan SANTONG FC,  akan digelar hari Sabtu, tanggal 18 Juni 2022, pukul 16.00 di Lapangan SANTONG FC di Kayangan, Kab. Lombok Utara.

BACA JUGA: Lombok FC Butuh Pemain, 17 Pemain Siap Tanda Tangani Kontrak

Dua laga persahabatan ini juga akan menjadi bagian dari evaluasi pencapaian Training Center (TC) pemain Lombok FC tahap kedua, yang konsentrasinya pada peningkatan dan pemeliharaan fisik para pemain.

Rannya menjelaskan, saat ini Lombok FC telah memberikan kontrak kepada 21 pemainnya, yang telah lolos seleksi tahap kedua. 

Tim manajemen dan pelatih juga kini tengah mengevaluasi 9 pemain tersisa untuk mencari 4 pemain terbaik sehingga Lombok FC memiliki jumlah pemain ideal yaitu 25 orang.

Dalam beberapa hari ini pemain-pemain yang berasal dari Kudus, Ternate dan Sorong telah datang di P. Lombok untuk mengikuti seleksi pemain di Lombok FC.

Dan beberapa pemain yang telah mendapatkan kontrak dari Lombok FC antara lain Mufilutau Opeyemi Ogunsola, pemain naturalisasi asal Nigeria, Avanda Rokhman Hakim, pemain asal Surabaya yang dikenal dengan sebutan the next Andik Vermansah, dan Nanda Juanda, striker muda berbakat asal Kab. Lombok Utara.

Untuk pertandingan melawan SANTONG FC di Lapangan sepakbola Kayangan, Chairman Lombok FC yang juga pendiri klub, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) beserta istri Hj. Dian HBK, dijadwalkan akan hadir menonton langsung.

“Mudah-mudahan pertandingannya dapat berjalan baik dan lancar, kemudian kedua tim mampu menampilkan performa terbaiknya sehingga dapat dinikmati dengan sangat menarik oleh segenap warga KLU yang menonton pertandingan tersebut,” imbuh Rannya yang sedang merampungkan pendidikannya di Brunell University, London, Inggris.

Lombok FC sendiri, setelah finish di urutan keempat pada Liga 3 NTB pada tahun 2021/2022 untuk zona P. Lombok, langsung gerak cepat berbenah diri dengan melakukan perombakan besar-besaran baik di tim manajemen maupun jajaran tim pelatih.

Dalam pembenahan tersebut, fasilitas-fasilitas penunjang klub pun seperti mess pemain, penyiapan lapangan mini tempat latihan, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya digenjot penyelesaiannya sehingga kelar tepat waktu.

BACA JUGA: Lombok FC Mentereng, Bangun Fasilitas Lapangan Sepak Bola

Dua orang legenda sepakbola di eranya masing-masing, yaitu Fabio Oliveira, pesepakbola asal Brazil, dan Jessie Mustamu, pesepakbola berdarah Belanda, didapuk menjadi Chief Operating Officer (Dirops), dan Head Coach Lombok FC. 

Sementara kepemimpinan tertinggi di klub dipercayakan kepada Rannya Agustyra Kristiono, millenial NTB yang banyak menginspirasi dan menjadi panutan generasi muda Bumi Gora.

Chairman Lombok FC, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menjelaskan, pembenahan total di internal klub tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan manajemen dan pemilik Lombok FC. sehingga mampu menjadi lokomotif kebangkitan sepakbola NTB.

“Bagi saya pribadi, sepakbola itu bukan sekedar tontonan pertandingan, tapi ini sudah menyangkut marwah, wibawa, dan kehormatan NTB, yang dikenal sebagai salah satu gudang pemain-pemain sepakbola berbakat,” kata HBK.

Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menjelaskan, tahun 2022/2023 NTB harus mampu mengirimkan perwakilannya untuk berkompetisi di Liga Nasional.

“Dengan tekad yang kuat, disiplin yang tinggi, serta perjuangan yang tidak kenal menyerah, semestinya NTB bisa,” tandas politisi Partai Gerindra ini.

HBK memberi contoh Bali, Provinsi tetangga NTB ini bahkan mampu mengirimkan dua klubnya berkompetisi di Liga 1, yang merupakan kompetisi sepakbola kasta tertinggi di tanah air.

“Masa kita orang NTB mau masuk ke Liga-2 saja nggak bisa-bisa. Untuk saya, ini sangat irrasional, dan kita harus segera bangkit untuk mengejar berbagai ketinggalan,” tandas HBK.***

 

 




Pembangunan Sirkuit MXGP Samota Hampir Rampung 

Komandan Lapangan MXGP, Ridwan Syah progres pembangunan sirkuit MXGP Samota mencapai 90 Persen

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komandan Lapangan MXGP Indonesia, Ridwansyah mengatakan, progres pembangunan sirkuit MXGP Samota sudah hampir rampung, yakni sudah mencapai 90 persen. 

Pembanguanan Sirkuit MXGP Samota capai 90 persen
Ie. Ridwan Syah

Sedang lainnya, progres pembangunan track atau sirkuit pada skybox mencapai 60 persen Tribun VIP mencapai 50 persen, Peddock mencapai 60 pesen, Bike Wash mencapai 80 persen dan Pit Line mencapai 60 persen. 

BACA JUGA: Kuliner Sumbawa, Dikemas Steril untuk Event MXGP

“Kami perkirakan sirkuit ini akan selesai pada tanggal 15, setelah sirkuitnya jadi akan dilakukan mobilisasi equipment,” Ridwansyah.

Ia mengatakan itu saat memberikan pemaparan dalam rapat persiapan MXGP Samota Tahun 2022, Kamis (09/06/22).

Selain itu, progres dari infrastruktur pendukung, di antaranya Air Bersih mencapai 98 persen, Listrik mencapai 80 persen, Jalan mencapai 80 persen, Toilet mencapai 20 persen dan Parkir mencapai 20 persen.

“Penerapan jalan umum jembatan samota – vanue dalam proses pemasangan,” jelasnya.

Disusul progres jalan alternatif, di antaranya Penyaring – Labu sawo mencapai 50 persen, Bukit Permai – Simpang Boak mencapai 15 persen, Kebayan – Bukit permai mencapai 35 persen dan Klapis mencapai 15 persen. ***

BACA JUGA: Kanker Prostat, Ini yang Penting Anda Ketahui 

 




Gubernur NTB: Pengiriman TKI Jangan Salahi Aturan

Saat Audiensi dengan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahan Pekerja Migran Indonesia, Gubernur NTB tegaskan TKI jangan asal berangkat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah Menerima Audiensi Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Pekerja Migran Indonesia (DPP APPMI) di Ruang Tamu Vip Bizam pada Kamis (9/6).

Gubernur NTB katakan, jangan asal berangkat

Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengatakan, pertemuan kali ini bersama dengan Perusahaan Sawit Malaysia dan Asosiasi penyedia Tenaga Kerja yang berminat merekrut puluhan ribu tenaga kerja dari NTB untuk bekerja di ladang – ladang sawit di Malaysia.

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Dirjen Periknan Siapkan Shrimp Estate di Sumbawa

“Malaysia dan daerah kita dekat, jadi saya minta Pak Kadis Tenaga Kerja untuk segera ke Malaysia untuk melihat keadaan di sana sehingga tenaga kerja kita senang dan perusahaan juga senang,” ucapnya.

Ia berharap tidak ada lagi pengiriman tenaga kerja dari NTB yang menyalahi aturan atau berangkat unprosedural karena resikonya sangat berat.

“Tidak boleh lagi asal berangkat, tapi caranya harus benar dan di bekali dengan keahlian-keahlian, pengalaman serta bahasa,” ungkap Bang Zul. 

Turut hadir mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, M.H dan Ketua DPP APPMI, H. Muazzim Akbar bersama dengan jajarannya. ***

BACA JUGA: Amtenar Rilis Lagu Bernuansa Religius, LABBAIK