Masyarakat Dihimbau Segera Upgrade Jaringan Ke 4G

Pemprov NTB himbau masyarakat mengupgrade jaringan, karena Telkomsel akan menghapus jaringan 3G

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB menghimbau masyarakat untuk segera mengupgrade dari layanan jaringan 3G ke jaringan 4G/LTE. 

Sebab, Telkomsel akan melakukan proses peningkatan atau pengalihan ke layanan jaringan 4G/LTE yang lebih cepat dan stabil. 

Sedangkan jaringan 3G akan dihapus secara berkala.

Menghimbau masyarakat upgrade jaringan 3G KE 4G

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si mengatakan, peningkatan jaringan ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

BACA JUGA: Media Didorong Manfaatkan Potensi Daerah untuk Promosi Daerah

Sehingga akan semakin banyak kesempatan yang terbuka bagi masyarakat NTB dalam memaksimalkan aktivitas digital sehari-hari, maupun mengakselerasi transformasi digital di dalam mendukung aktivitas bisnis hingga tingkat masyarakat di pelosok desa.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Telkomsel bahwa jaringan seluler 3G akan ditingkatkan kualitasnya menjadi layanan jaringan 4G/LTE,” kata Baiq Nelly Yuniarti yang didampingi Kepala Bidang Sandi, Lalu Amjad saat menerima kunjungan dari Pihak Telkomsel di ruang kerjanya, Rabu (06/07/22) 

Menurutnya, program ini akan semakin mempermudah aktivitas masyarakat baik untuk berkomunikasi maupun internetan. 

Sementara itu, Supervisi Direct Sales Operasation Branch Mataram, Ridwan M. Noor menjelaskan, untuk jadwal Shutdown sendiri, sudah berlangsung sejak Mei tahun ini. Dengan tahap pertama telah dimulai di Kabupaten Sumbawa Barat pada 26 Mei 2022 lalu.

Tahap kedua telah dilakukan di Kabupaten Bima pada 22 Juni 2022. tahap ketiga akan dilakukan di Kota Bima, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa pada 20 Juli 2022 mendatang. 

Sedangkan Pulau Lombok akan dimulai pada tahap keempat atau tahap terakhir pada 10 Agustus 2022 mendatang. 

“Kami dari Telkomsel telah melakukan sosialisasi yang intens dengan proses Call, mengirim SMS Broadcast, WA Blast, termasuk kerja sama dengan buzzer-buzzer lokal hingga menggandeng buzzer lokal untuk mengajak masyarakat upgrade ke 4G LTE,” jelasnya di hadapan mantan Sekdis Perdagangan Provinsi NTB tersebut.

Sementara itu, dari pendataan pihak Telkomsel, sebanyak 150.000 orang masyarakat seluruh NTB masih menggunakan kartu fisik Telkomsel dengan status jaringan 3G. 

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Kunci Pencegahan ATM di NTB

Dari jumlah itu, pihaknya akan terus  mamaksimalkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat agar kartu Telkomsel yang masih status jaringan 3G segera diupgrade ke jaringan 4G/LTE.

Seperti diketahui, pemutusan jaringan 3G direncanakan akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2022, jika seluruh masyarakat telah mengupgrade layanan jaringan dari 3G ke 4G/LTE. 

Manfaatnya, selain fisik kartu akan lebih baru, pelanggan juga mendapat kuota 4G tambahan sejumlah 15Gb hingga 30Gb, dan tentu saja terhubung ke jaringan 4G LTE Telkomsel.

“Nah, bagi masyarakat yang ingin bisa  mendatangi outlet / konter pulsa terdekat, tim Sales Telkomsel yang ditemui di jalan atau lokasi booth tertentu, dan ke Grapari terdekat (khusus pelanggan Mbanking),

Upgrade kartunya bisa mendatangi GraPARI terdekat di kota-kota anda tanpa dipungut biaya alias gratis. 

Selain itu, pelanggan juga mendapat kuota 4G tambahan sejumlah 15Gb hingga 30Gb, dan tentu saja terhubung ke jaringan 4G LTE Telkomsel,” tambahnya.*** 

 

 




Rakor BPBD KLU, Tangani Bencana Kekeringan

BPBD KLU melakukan Rakor atau Rapat Koordinasi guna membangun kerjasama penanganan bencana kekeringan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Rapat koordinasi atau Rakor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU guna kerjasama Penanggulangan Siaga Darurat Kekeringan di Kabupaten  Lombok Utara, Rabu (06/07/22).

Sebagai leading sector penanggulangan bencana di tingkat daerah dan memiliki tiga fungsi sekaligus, antara lain fungsi koordinasi, fungsi pelaksana, dan fungsi komando, BPBD KLU telah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi terkait kekeringan yang terjadi tahun ini. dan telah inventarisasi jumlah penduduk terdampak.

BACA JUGA: Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Nasional Pemenang – Bayan

Rakor BPBD untuk tangani bencana kekeringan

Hal itu dijelaskan, Plt. Kabid Darurat dan Logistik BPBD KLU, I Nyoman Juliada, S.Pd, saat membuka Rakor, Rabu (06/07/22).

Menurut I Wayan Juliada, pelaksanaan Rakor Penanggulangan Siaga Darurat Kekeringan di sejumlah desa di Kabupatrn Lombok Utara, menghadirkan Camat Bayan, Kayangan dan Gangga temasuk Kepala Desa dan Kadus. 

“Perkembangan kondisi siaga darurat bencana alam kekeringan di wilayah Kabupaten Lombok Utara menjadi hal yang penting untuk mengantisipasi hingga penanganannya,” kata I Wayan Juliada.

Diungkapkan, pertemuan dengan BPBD Provinsi NTB bersama Gubernur NTB dan BPBD Kabupaten/Kota serta BMKG, musim kemarau sudah mulai bln juni 2022. 

Perkiraan BMKG,  Kabupaten Lombok Utara menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan mulai Juli 2022

Sementara enam bulan ke depan diperkirakan intensitas hujan ringan.  

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui OPD BPBD KLU telah melakukan rakor guna membangun kerjasama dalam penanganan bencana kekeringan.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Kunci Pencegahan ATM di NTB 

Kemudian melakukan pendataan terhadap jumlah warga terdampak, serta melakukan giat pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih. ***

 




PON XXII, NTB dan NTT Calon Tuan Rumah Bersama

Sekda NTB Serahkan berkas persyaratan Calon Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028, di Kantor KONI Pusat, Jakarta

JAKARTA.lombokjournal.com ~  Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs.H.Lalu Gita Ariadi,M.Si, mewakili Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, 

Penyerahkan berkas persyaratan sebagai Calon Tuan Rumah Pelaksana PON XXII Tahun 2028 dilakukan Sekda NTB, H.Lalu Gita Ariadi, kepada Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan, Mayjen TNI (Purn) Suwarno.

Sekda NTB melakukan penyerahan berkas persyaratan itu mewakili Gubernur NTB. 

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Kunci Pencegahan ATM di NTB

Penyerahan berkas calon tuan rumah PON XXII

“Peluang NTB dan NTT sebagai tuan rumah bersama sangat kuat.” kata Sekda Lalu Gita.

Ia mengaku diliputi perasaan bangga, bahagia, antusiastis, dan penuh harap. 

“Semoga niat baik bersama saudara kami dari NTT menjadi tuan rumah kembar PON XXI tahun 2028 mendapatkan sesuatu yang melebihi harapan,” kata Miq Gite sapaan populernya, Selasa (05/07/22) di Kantor KONI Pusat, Jakarta.

Miq Gite menjelaskan, pengurus KONI Pusat segera akan visitasi ke daerah-daerah yang mengajukan usulan. 

Untuk mengecek venue olahraga existing, daya dukung akomodasi, ksesibilitas-konektivitas moda transportasi laut, darat, udara dan sarana prasarana pendukung lainnya.

Menurut Miq Gite, penunjukan NTB sebagai tuan rumah PON XXII – 2028, sejalan dengan konsep pengembangan kepariwisataan ke depan, yang terus mengembangkan sport tourism.

“Sehingga sebagai tuan rumah kita pastikan harus mampu meraih Tri Sukses, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dengan lahirkan atlet-atlit unggul peraih medali emas dan sukses menarik minat investasi & ekonomi,” papar Sekda.

Sekda mengajak Pemda dan masyarakat NTB untuk berbenah, bergegas, menyiapkan diri jadi tuan rumah PON XXII – 2028. 

Sementara itu, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah Pelaksana PON XXII Tahun 2028, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, menyampaikan bahwa  tim panitia penjaringan dan penyaringan akan melakukan verifikasi berkas. 

BACA JUGA: Bank Indonesia Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Beberapa hal yang akan diteliti seperti, dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat secara tertulis. 

“Di antaranya dukungan dari Gubernur dan Ketua DPRD,” kata pria yang juga menjabat sebagai  Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, dan juga disaksikan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Setelah lolos verifikasi, tim panitia akan melakukan kunjungan lapangan, untuk memeriksa berbagai hal penting terkait persyaratan dan juga fisik, seperti kondisi arena, akomodasi, transportasi, SDM dan sebagainya.

“Sesuai rencana panitia akan melaporkan dan menetapkan tuan rumah PON XXII Tahun 2028 dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (MUSORNASLUB) yang rencananya digelar Agustus 2022 mendatang,”pungkasnya.

Turut hadir dalam pendaftaran yang telah dibuka sejak 1 Juli  hingga 8 Juli 2022,  Ketua Umum KONI NTB bersama jajaran KONI NTB.  Wakil Gubernur NTT yang juga sebagai Ketua Umum KONI NTT bersama jajarannya.***

 

 




Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Nasional Pamenang-Bayan 

Progres Pelebaran Jalan Nasional pada tahap konsultasi publik dengan Balai Pelaksana dan Pemilik Lahan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR DKP – KLU), melalui Bidang Tata Ruang, Lalu Husnul Habib, ST, sedang melakukan sosialisasi dengan balai pelaksana jalan, konsultasi publik terhadap pemilik sekitar 2.400  di 17 desa. 

Lalu Husnul Habib mengatakan, pihaknya sedang mensosialisasi secara bertahap terkait pembebasan lawah warga yang terdampak pembangunan jalan nasional dua jalur, mulai dari simpang empat Pamenang – Bayan (batas wilayah Kabupaten Kombok Utara).  

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Kunci Pencegahan ATM di NTB

Sosialisasi dan konsultasi publik terhadap pemilih lahan yang terdampak

Lalu Husnul Habib mengatakan, jumlah warga yang terdampak pelebaran jalan sekitar 2.400 warga di 17 desa,

“Mereka yang terdampak dihadirkan, disosialisasikan progres pembangunan pelebaran jalan secara bertahap,” katanya.

Pembangunannya akan di laksanakan mulai bulan Agustus – September tahun 2022 ini.

Sementara itu, Kepala Dinas PUP RDKP KLU, Kahar Rizal, ST, MT, membenarkan penyampaian Kepala Bidang, Lalu Husnul Habib. 

“Beberapa hari ini sedang berlangsung sosialisasi konsultasi publik/starting bersama Balai Pelaksana dan warga yang terdampak pelebaran,” ujar Kahar Rizal saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (06/07/22).

Harapannya, Dinas PUPR DKP – KLU, saat dimulai kegiatan tidak ada masalah dan berjalan sebagaimana mestinya. 

Pelebaran jalan Pamenang ke Bayan pelaksanaan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional. Sementara dari segmen 2-17 dua jalur pembebasan oleh Balai Pelaksana jalan nasional (diluar ruas jalan jembatan kali sokong -tanak song). 

BACA JUGA: Media Didorong Manfaatkan Potensi Daerah untuk Promosi Daerah

Ini sekaligus merupakan informasi kepada warga di 17 Desa terdampak yang belum  mengetahui informasi pelebaran jalan Nasional di Kabupaten Lombok Utara. ***

 




Posyandu Keluarga Kunci Pencegahan ATM di NTB

Dengan edukasi terus menerus melalui Posyandu Keluarga, merupakan kunci memerangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Posyandu Keluarga sebagai pusat edukasi berbasis dusun dapat menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan di NTB. 

Secara khusus dalam memerangi penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi (PTI) AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) di Provinsi NTB yang merupakan salah satu kegiatan RSSH (Resistent And Sustainable System For Healthy) secara daring di Mataram, Rabu (06/07/22). 

BACA JUGA: Media Didorong Manfaatkan Potensi NTB untuk Promosi Daerah

Ummi Rohmi sapaan Wagub menekankan, dengan edukasi yang dilakukan secara terus menerus melalui Posyandu Keluarga, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tersebut. 

Dengan catatan, diimbangi dengan peningkatan Posyandu Keluarga itu sendiri. 

“Berbicara tentang kesehatan, tentunya bukan tentang bagaimana kita mengobati tetapi yang terpenting adalah bagaimana mencegah,” tutur Wagub. 

Dengan adanya kolaborasi yang kuat dalam Posyandu Keluarga, maka proses identifikasi atau penemuan kasus juga bisa di lakukan dengan cepat dan tanggap. 

Serta tahu bagaimana cara untuk menyikapinya maka target-target tersebut bukan tidak mungkin bahkan bisa lebih cepat dicapai. 

Wagub juga menjelaskan, permasalahan kesehatan harus betul-betul diseriusi.

 Dengan adanya kolaborasi dari seluruh pihak, sehingga setiap pihak betul-betul bisa melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. 

“Tujuan utama adalah bagaimana meningkatkan harapan hidup masyarakat NTB dan bagaimana mewujudkan masyarakat NTB yang sehat, pola hidup bersih dan sehat yang dapat dijadikan pedoman oleh masyarakat NTB ini,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Acara tersebut diikuti oleh Direktur singkronisasi Pemerintah Daerah, Ditjen Kemendagri, Direktur pencegahan dan penyakit menular, Kementrian Kesehatan RI, Kepala Bapeda NTB, 10 Kabupaten/Kota yang hadir, Kepala OPD NTB, Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas. ***

 




Media Didorong Manfaatkan Potensi NTB untuk Promosi Daerah

Wagub NTB hadirnya media baru diharapkan memberikan kontribusi promosi daerah kepada masyarakat 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hadirnya berbagai platform informasi mengharuskan media memanfaatkan seluruh potensi NTB untuk publikasi dan promosi daerah.

BACA JUGA: Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Mendorong media promosikan daerah

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah menerima redaksi Mandalika.com di ruang kerja, Selasa (05/07). 

Wagub mengatakan, trend media sosial dan publikasi audio video harus dimaksimalkan. Begitupula dengan hadirnya media baru seperti mandalika.com diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi daerah dalam memberikan informasi kepada masyarakat tidak hanya NTB namun dunia. 

Sementara itu, pemimpin redaksi mandalika. com, Abdul Karim mengatakan, media yang  akan segera hadir di NTB ini memiliki konten kreator yang siap mengemas informasi tentang daerah. 

“Kita akan launching bulan depan. Selain informasi teks, kita akan memperkuat informasi dalam format video bahkan film dokumenter pendek”, jelasnya. 

Ia berharap, media NTB akan semakin mendapatkan tempat di masyarakat dan mewarnai dunia informasi dan pemberitaan. ***

BACA JUGA: NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

 




Cerita Rakyat yang Terserak Penting Diaktualisasikan 

Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan Mi6 menganggap penting aktualisasi Cerita Rakyat yang terserak, agar warisan budaya kuno leluhur tetap terjaga.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 melihat ada kecendrungan kuat keanekaragaman khasanah warisan budaya tradisional  para Leluhur Lombok/Sasak banyak terdiaspora // terserak //menjadi rangkaian cerita rakyat menjadi pengetahuan terbatas pada sub kultur kedatuan. 

Hal ini karena rangkaian Folklore itu hanya  terkomunikasikan pada lingkup tatanan sosial  komunitas budaya/tradisi terdekat. 

BACA JUGA: Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Selain itu kuat dugaan tidak meluasnya cerita rakyat karena  kurang masifnya ‘syiar’ keluar kedatuan, selain terkendala  alat transportasi yang terbatas serta tehnologi yang belum berkembang.

Penting aktualisasi cerita rakyat        penting untuk ektualisasi cerita rakyat untuk menjaga warisan leluhur

“Akibatnya masing-masing sub kultur budaya kedatuan  tersebut memiliki awiq-awiq atau peraturan adat yang khas  pada setiap wilayahnya,” ujar Ketua Tim Ekspedisi Mistis, H Ruslan Turmuzi melalui Siaran Pers, Rabu (06/07/22) . 

Menurut Ruslan Turmuzi, kajian ini berdasarkan informasi dan temuan cerita rakyat yang berkembang d isetiap desa/dusun yang ditelusuri oleh Tim Ekspedisi Mistis terhadap Petilasan yang dituturkan oleh masyarakat setempat. 

“Tim Ekspedisi Mistis menyakini, di balik beragamnya cerita rakyat maupun temuan petilasan yang dibeberapa wilayah merupakan rangkaian peninggalan budaya leluhur  yang saling berkaitan satu sama lain,” ujarnya. 

Ruslan melanjutkan, misalnya mitos kedatuan benue yang diduga kuat ada di Dasan Lekong, Lombok Tengah, berdasarkan bukti bukti artefak temuan warga bisa jadi menjadi poros utama kebudayaan Suku Sasak yang tertua, sebelum munculnya kedatuan yang lain atau kerajaan Sasak. 

“Dilihat dari corak dan bentuk artefak yang ditemukan seperti mata uang yang bercorak rare, tembikar, guci, mata tombak, beras hitam, dan lain lain, mengisyaratkan usia peninggalan petilasan kedatuan benue tergolong sangat tua,” tuturnya. 

Ruslan berharap untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya leluhur tersebut pemerintah perlu melakukan ekskavasi secara menyeluruh untuk mengungkap misteri temuan-temuan artefak kuno tersebut. 

“Setidaknya dengan ekskavasi tersebut peninggalan warisan leluhur suku sasak tidak sebatas menjadi cerita rakyat,” ungkapnya. 

Aktualisasi Foklor yang Terserak

Sementara itu Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 , Bambang Mei Finarwanto menegaskan, Tim Ekspedisi Mistis akan terus ungkap dan telusuri sisi lain Mitologi atau Cerita Rakyat yang terserak agar  Kebudayaan Kuno Leluhur bisa diaktualisasikan dan diketahui oleh publik dalam spektrum yang lebih meluas. 

Hal ini penting agar generasi sekarang tidak terealinasi ataupun kehilangan rekam jejak epik heroik para Leluhur dalam mewariskan budaya dan petilasan untuk anak cucunya. 

“Dengan mengungkap aktivitas sejarah Leluhur Suku Sasak yang terdiaspora dalam beragam folklor tersebut, Tim Ekspedisi Mistis ingin mengaktualisasikan dari sisi berbeda agar budaya lokal tersebut tidak hanya menjadi cerita rakyat pada lingkup yang terbatas,” ujar lelaki yang akrab disapa Didu. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Pengendalian Inflasi

Selanjutnya Didu mengatakan, Tim Ekspedisi Mistik juga akan terus membuka tabir mitos dan misteri yang tidak terpecahkan menjadi pengetahuan baru untuk pencerahan dan edukasi. 

“Harus diakui , dari sekian kisah folklor yang berkembang saat ini, secara logika banyak yang tidak masuk akal. Disinilah urgensi menggabungkan  disiplin ilmu sains dan non sains ( metafisika ) dalam mengambil konklusi akhir sebagai kompromi dalam menyikapi fenomena yang belum terpecahkan,” ujar Didu. ***

 

 




Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Sambil memaparkan kondisi ekonomi global dan domestik, Bank Indonesia NTB jelaskan program sistem pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB melakukan pemaparan pada Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, terkait kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk menyampaikan beberapa program dari BI untuk masyarakat.

Pimpinan Bank Indonesia NTB memaparkan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS)

Salah satu program Bank Indonesia yang menarik perhatian Wagub yaitu, Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

BACA JUGA: Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Pengendalian Inflasi

QRIS sendiri dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Pemaparan itu direspon sangat baik oleh Wagub Ummi Rohmi, sapaan akrabnya saat menerima audiensi dari Kepala Perwakilan NTB Bank Indonesia di ruang kerjanya, Selasa (05/07/22).

“Bagus itu, jadi semua transaksi bisa lebih gampang. Kita pasti support lah ya,” kata Wagub antusias.

Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. 

Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya. 

Kepala Perwakilan NTB Bank Indonesia, Heru Saptaji juga menyatakan, dengan menggunakan QRIS seluruh proses transaksi yang terjadi antara pelanggan dan penjual akan jauh lebih mudah, cepat dan aman.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

“Jadi masyarakat sekarang tidak perlu repot-repot lagi bawa uang tunai, cukup pakai QRIS dan tentunya lebih secure karena menggunakan kode,” jelas Heri.

Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Bappeda Provinsi NTB dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB.***

 

 




Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Pengendalian Inflasi

Hadiri Rakor TPID, Gubernur NTB tegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dengan banyaknya berbagai perhelatan berskala Nasional maupun Internasional terselenggara di Provinsi NTB, sehingga penting  pengendalian inflasi daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

BACA JUGA: Provinsi NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

Gubernur NTB tegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah

“Banyak Event Internasional maka harus dibarengi dengan pengendalian inflasi, karena jika harga tinggi maka akan ada kenaikan harga, karena demandnya tinggi,” ungkap Bang Zul saat menghadiri rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bertajuk “Pentingnya Sinergitas Untuk Menjaga Ketersediaan dan Pengendalian Bahan Pokok” Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H berlangsung di Hotel Lombok Raya, Selasa (05/07/22).

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB, H. Wirajaya  megatakan, Rakor TPID diadakan untuk mendapatkan strategi apa yang bisa di intervensi.

“Menjelang Hari Raya Besar kita melakukan rakor supaya kita mendapatkan strategi apa yang bisa kita intervensi, dimana ada kelebihan stok disitu kita bisa distribusikan,” tutur Kepala Biro Ekonomi.

Ia juga menganalogikan inflasi seperti mengukur tensi darah, tidak boleh teralu tinggi dan terlalu rendah, harus dalam posisi normal. 

“Ketika dijual petani atau produsen itu untung, tetapi masyarakat dapat membeli dengan harga yang terjangkau dan layak, sehingga prinsipnya ada keseimbangan antara produksi dengan harga jual tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

Ia menjelaskan terkait optimalisasi 4K, yaitu Ketersediaan stok, Kelancaran Retsribusi, Komunikasi Efektif dan Ketergantungan Harga. Hal ini dikarenakan untuk menjaga agar supaya bahan pokok tersedia dan harga – harga terjangkau ditengah masyarakat.***

 

 




Provinsi NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

Wagub Ummi Rohmi menyatakan Provinsi NTB memiliki banyak potensi dalam mewujudkan Green Energy.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB siap bila dipilih atau ditunjuk menjadi salah satu daerah Pilot Project Green Energy

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan kesiapan itu di hadapan Tim Pengkaji Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dalam kegiatan pendalaman materi kajian jangka panjang yang bertajuk “Implementasi Green Economy Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” di wilayah Provinsi NTB, Selasa (05/07/22) di Ruang Kerja Wagub, Kantor Gubernur  NTB.

Wagub lebih lanjut menyatakan, Provinsi NTB memiliki banyak potensi dalam mewujudkan Green Energy.

Wagub jelaskan, Provinsi NTB punya roadmap jelas terkait pengurangan emisi karbon

 Pemrov NTB memiliki target ambisius bebas emisi karbon atau net zero emission tahun 2050. Sedangkan Pemerintah Pusat menargetkan bebas emisi karbon pada 2060. 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Beri Penghargaan Kerja Keras POLRI Melayani Rakyat

Wagub juga mengakui, Provinsi NTB sebagai daerah yang punya roadmap yang jelas terkait dengan pengurangan emisi karbon.

 “Kami memliki banyak potensi untuk mewujudkan green energy. Terlebih lagi kami memiliki target nol emisi tahun 2050. Lebih cepat 10 tahun dari target pemerintah pusat. Dan kami juga telah menyiapkan road map dan langkah-langkah hingga 2050 kedepan,” ucapnya.

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini menjelaskan, untuk mengejar target bebas emisi karbon 2050, Pemprov NTB menjadikan pembangunan di bidang lingkungan menjadi prioritas daerah. 

Yang dijabarkan dalam salah satu misinya yaitu NTB Asri dan Lestari untuk mewujudkan NTB Bersih dan Hijau. 

“Di NTB kami punya misi Asri dan Lestari. Hal ini merupakan wujud nyata kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” terangnya.

Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P., mengucapkan tereimakasih atas informasi yang telah dipaparkan terhadapnya. 

Segala masukan dan saran dari Pemrov NTB akan ditampung.

BACA JUGA; Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

“Terimakasih atas informasi yang telah ibu Wagub sampaikan kepada kami. Kami akan tampung seluruh masukan dan saran untuk nantinya akan kami sampaikan ke pimpinan” ungkapnya.***