Standarisasi Jajanan Anak Sekolah, Perlu Monitoring

Wagub NTB tegaskan, standarisasi kualitas jajanan sekolah penting diperhatikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Upaya penanggulangan kesehatan anak terhadap berbagai jajanan sekolah yang beredar menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB. 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menegaskan bahwa pentingnya memperhatikan standar jajanan anak – anak di sekolah.

Wagub berharap  ada standarisisasi jajanan anak sekolah dilakukan dengan baik

“Bicara kesehatan untuk para pelajar, anak – anak NTB banyak yang anemia, rata – rata nggak sarapan, makan di sekolah, diharapkan  kualitas jajanan sekolah di NTB dapat terstandar dengan baik,” tutur Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Atasi Masalah Sampah,  Pemprov Siap Implementasi EPPIC di NTB

Ia mengatakan itu saat menerima audiensi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram yang berlangsung di Ruang Kerja Wagub NTB, Selasa (12/07/22).

Anak sekolah masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga membutuhkan konsumsi pangan yang cukup dengan gizi seimbang. 

Penelitian menunjukkan, tingkat kecukupan energi dan protein untuk anak umur 7–12 tahun berkisar antara 71,6–89,1 persen, dan antara 85,1–137,4 persen.

Namun data menunjukkan bahwa 44,4 persen dan 30,6 persen  anak mengonsumsi energi dan protein di bawah angka kecukupan minimal (Riskesdas, 2010).

Ummi Rohmi juga menghimbau agar BPOM dapat bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait agar dapat memonitoring jajanan sekolah.

“Harus dilakukannya kerjasama untuk bisa merumuskan proses monitoring jajanan anak sekolah dari TK sampai SMA/SMK dan SLB se – NTB,” kata Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengatakan, apabila sudah ada standar maupun aturan, maka para pedagang pasti akan menyesuaikan.

“Banyak yang cari rejeki, tetapi kalau ada kontrol pasti mereka menyesuaikan, bagaimana kita membuat standar agar jajanan di NTB paling tidak di sekolah sekolah ini paling tidak sehat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Lomdeskel, Percepat Berbagai Program Berbasis Desa

Sementara itu, Kepala BPOM Mataram I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, sejak tahun 2011 terdapat program nasional yaitu Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS), sebanyak 1.107 sekolah yang sudah diintervensi. 

“Programnya sudah nasional yang PJAS, namun bu Wagub meminta untuk lebin intensif lagi, karena baru 14.9 persen dari jumlah sekolah di NTB sehingga perlunya replikasi dan butuh sinergi dengan seluruh stakeholder,” ungkapnya.*** 

 

 




Atasi Sampah Plastik, Pemprov Siap Implementasi EPPIC di NTB

Pemprov akan mengimplikasikan EPPIC untuk mengaatasi permasalahan sampah plastik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC) siap untuk diimplementasikan  di NTB sebagai solusi mengatasi sampah plastik 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) beserta Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) di ruang kerjanya, Selasa (12/07/22). 

BACA JUGA: Lomdeskel, Percepat Berbagai Program Berbasis Desa

NTB siap implementasikan EPPIC untuk atasi sampah plastik
:

“Bagus, lanjutkan! Ini luar biasa, kita sangat welcome. Terima kasih, saya sangat happy dengan ini, sekarang tinggal realisasinya,” kata Wagub bersemangat.menerima audiensi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) beserta Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) di ruang kerjanya, Selasa (12/07/22)

NTB mempunyai mimpi yang sangat tinggi untuk mengatasi permasalahan plastik, sehingga penerapan program EPPIC merupakan suatu terobosan baru untuk mencapai NTB Net Zero Emission 2050.

“NTB ini punya mimpi yang tinggi untuk capai Net Zero Emission di tahun 2050. Kita juga merupakan provinsi yang lengkap, biomassa ada, biothermal juga ada. Dan memang untuk masalah plastik, kita sudah komit dari dulu. Jadi, kalau ada program-program bagus begini, ayo cepat direalisasikan,” katanya. 

Dalam hal ini, Rendra Kurnia, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Kemenko Marves, menjelaskan bahwa EPPIC merupakan suatu program dari United Nation Development Program (UNDP) Indonesia dan Filipina, melalui proyek Sekretariat TKN PSL dan Archipelagic and Island States (AIS) Forum, Norwegian Agency for Development Cooperation (Norad), dan Kementerian Luar Negeri Norwegia.

Serta Kemenko Marves yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia, bahkan di ASEAN.

“Jadi EPPIC ini merupakan suatu program dari UNDP terkait dengan bagaimana inovasi para peserta untuk menyelesaikan masalah sampah, khususnya plastik. Tujuannya supaya bisa mitigasi sampah dan menemukan solusi untuk sampah plastik,” jelas Rendra.

Sementara itu, salah satu inovator asal Indonesia, yaitu Siklus, berhasil menjadi pemenang pada Final Pitching EPPIC tahun 2021. Dalam hal ini, Siklus akan mengimplementasikan solusi yang mereka usung di Provinsi NTB.

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta BAPANAS Revisi HPP Jagung Jadi Rp4.400

“Sebenarnya konsep kita sama dengan NTB, yaitu Zero Waste. Kami memanfaatkan apa yang terbuang. Bagaimana pemanfaatan limbah makanan untuk membuat produk pengganti plastik, hal ini yang nantinya akan kita coba di NTB,” jelas Tim Siklus. 

Turut hadir dalam audiensi tersebut, yaitu Asisten I Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB, serta Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB.***

 




Pengurus Cabang Ikatan Pranata Humas NTB Dikukuhkan

Program program kehumasan yang strategis di masa depan diharapkan akan lahir dari  Pengurus Cabang Ikatan Pranata Humas NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Organisasi profesi kehumasan di lembaga publik,   Ikatan Pranata Humas (IPRAHUMAS) Indonesia, diharapkan menjadi sumber informasi terbaik dan mengatasi kesenjangan komunikasi lembaga dengan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti saat acara pengukuhan Pengurus Cabang IPRAHUMAS NTB di Aula Dinas Komunikasi Inforrmatika dan Statistik NTB, jalan Udayana, Mataram, Senin  (11/07/22). 

Pengurus IPRAHUMAS NTB diharapkan mengatasi kesenajangan lembaga dan masyarakat

“Caranya dengan terus meningkatkan kapasitas sumber daya orang orang yang bekerja untuk kehumasan dan membangun relasi sesama profesi,” ujar Baiq Nelly Yuniarti.

BACA JUGA: Lomdeskel, Percepat Berbagai Program Berbasis Desa

Dikatakannya, peran penting dalam hubungan masyarakat sebagai penyampai pesan, SDM nya harus memiliki kecakapan jurnalistik dalam mengolah konten informasi, sekaligus kreatif dalam strategi komunikasi atau penyebarluasannya. 

Ia menyebut banyak program Pemerintah Provinsi NTB menginspirasi dibuatnya program serupa secara nasional. 

Misalnya revitalisasi posyandu, penggunaan produk lokal  untuk bantuan sosial sampai belanja barang pemerintah. 

“Ini membutuhkan peran kehumasan agar capaian  daerah kita menjadi pengetahuan masyarakat. Begitupula dengan event event internasional yang digelar di NTB agar masyarakat memahami untuk memberi dukungan,” tambahnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum IPRAHUMAS Indonesia, Diah Rahmawati Sugiarto mengakui, capaian NTB dan sumberdaya manusia yang dimilikinya optimis, pengurus cabang ketiga se Indonesia setelah Jawa Timur dan Bangka Belitung, menjadi wadah lahirnya program program kehumasan yang strategis di masa depan. 

“Harapan saya, IPRAHUMAS NTB bisa menyelaraskan seluruh visi misi pemerintah provinsi dalam bekerja apalagi dengan dukungan Gubernur Zulkieflimansyah yang benar benar konsen dengan ilmu pengetahuan,” sebutnya. 

Ia juga berharap IPRAHUMAS NTB dapat kreatif menciptakan strategi kehumasan sesuai peran pentingnya. 

Dian Sosiani Handayani, Ketua terpilih IPRAHUMAS NTB mengatakan, dirinya bersyukur setelah perjalanan panjang rencana membentuk IPRAHUMAS di NTB. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta BAPANAS Revisi HPP Jagung Jadi Rp4.400

“Keuntungannya kita bisa  menjaga citra baik daerah secara bersama sama, menangkal hoaks, memperbaiki kualitas informasi, mengatasi kendala komunikasi dan kerjasama diseminasi seluruh stakeholder karena kita sama sama bekerja untuk daerah”, urainya. 

IPRAHUMAS NTB saat ini memiliki 27 anggota pranata humas mulai dari dinas sampai institusi pendidikan seperti UIN Mataram dari proyeksi 300 pranata humas se NTB yang berada di lembaga lembaga publik. 

Hadir pula dalam pengukuhan pengurus IPRAHUMAS NTB, Kepala  Biro Adpim Setprov NTB, Kabag Pemberitaan Biro Adpim, Kabid IKP Diskominfotik NTB dan pranata humas kabupaten/ kota. ***

 

 




Lomdeskel, Percepat Berbagai Program Berbasis Desa

Pemprov. NTB Kembali Gelar LOMDESKEL setelah 2 tahun vacum

LOTIM.lombokjournal.com ~ Lomba Desa dan Kelurahan (LOMDESKEL) Tingkat Provinsi kembali akan digelar DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, setelah 2 tahun vacum penyelenggaraan. 

Lomba ini dapat memacu pembangunan berbasis desa, sehingga dapat mendorong untuk memajukan dan mensukseskan berbagai pembangunan dan program Pemerintah di Desa.

Hal tesebut disampaikan Kepala DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Dr. H. Ashari saat melakukan Penilaian  dan Klarifikasi Lapangan di Desa Montong Betok Kecamatan Montong Gading Lotim, Senin (11/7/2022) bersama Tim Juri Lomba Desa dan Kelurahan (LOMDESKEL) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2022.

Provinsi NTB kemabli menggelar Lomdeskel

“Beberapa aspek penilaian berhubungan dengan program Pemprov. NTB yang dikomandani Gubernur NTB Dr. H  Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,” kata Ashari 

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta BAPANAS Revisi HPP Jagung Jadi Rp4.400

Persoalan lingkungan, penanganan kesehatan masyarakat berbasis dusun di desa melalui Posyandu Keluarga dan  pengelolaan Bank Sampah, untuk mewujudkan NTB Zero Waste. Sehingga, dengan program prioritas membangun dan melawan kemiskinan dari desa, dapat terus digesa.

Dijelaskan,  tujuan dari penyelenggaraan LOMDESKEL adalah untuk mengevaluasi dan menilai sejauhmana pelaksanaan tugas dan fungsi Pemerintah Desa, dalam menyelenggarakan aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan. 

“Lomba ini memiliki tiga kategori penilaian, yang merupakan paket komplit,  Pemerintah Desa harus mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program kerja,  sesuai dengan potensi didesa,” jelasnya.

Lebih lanjut, disampaikan Ashari bahwa dua tahun di masa Covid-19,  LOMDESKEL Tingkat Provinsi tidak digelar. 

Namun,  dengan tekad bersama, untuk mempertahankan predikat juara tingkat nasional, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun 2022 kembali diselenggarakan.

Diakuinya, memajukan desa, bukan hanya tugas Pemerintah Desa, namun kolaborasi antar Pemda, OPD, maupun dengan pihak ketiga, dengan  komitmen, konsistensi, regulasi, dan implementasi nyata di desa.

Selain itu, di depan Bupati Lombok Timur dan jajarannya serta masyarakat, Ashari mengapresiasi Kabupaten Lombok Timur. Karena merupakan salah satu Kabupaten dengan peningkatan signifikan berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM). 

“Kabupaten Lotim ini sangat luar biasa, dimana perkembangan Desa Mandiri, dari 19 Desa Mandiri di tahun 2021 menjadi 60 Desa Mandiri di tahun 2022. Keberhasilan ini tentu kerja keras jajaran Pemkab sampai Pemdes. Tentu ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” ujar Ashari, bersama

Tim juri dari DPMPD DUKCAPIL Prov NTB, Badan Kesbangpoldagri Prov NTB, Dinas Kesehatan Prov NTB, Dinas Pendidikan Prov NTB dan TP. PKK Prov NTB.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, mengatakan LOMDESKEL  dapat memacu Pemerintah Desa, untuk menggali dan mengembangkan potensi  desa di masa mendatang. 

“Lomba Desa, dapat memacu Pemerintah Desa, untuk meningkatkan peran dalam membina dan memberdayakan masyarakat, serta mendorong partisipasi masyarakat guna percepatan pembangunan,”harap Bupati.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Lombok Timur, menargetkan seluruh Desa menjadi Desa Mandiri. Apalagi  saat ini sudah tidak  ada Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal di Lotim. 

Untuk Pemerintah Desa Montong Betok, Sukiman menyampaikan selamat atas prestasi sebagai Juara Lomba Desa Tingkat Kabupaten. 

BACA JUGA: PIRN XX, Jangan Hanya Berkompetisi, Carilah Sahabat

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim pembina dan penilai perlombaan desa tingkat kabupaten, yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan mengantarkan Montong Betok sebagai Juara I mewakili Lombok Timur sehingga dapat menjadi contoh, bagi desa lain,” tutup Bupati.

Usai penilaian di Lombok Timur, tim akan bergerak mengunjungi dan menilai desa Boke di Kabupaten Bima dan Kelurahan Mpanggi mewakili Kota Bima. ***

 




Gubernur NTB Minta BAPANAS Revisi HPP Jagung Jadi Rp 4.400

Gubernur NTB minta revisi HPP yang sebelumnya Rp 3.150 (berdasarkan Permendag Nomor 7 tahun 2020) menjadi Rp. 4.400

MATARAM.lombokjournal.com ~  Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah melayangkan surat Permintaan Revisi atas Harga Acuan Pembelian (HAP) di Tingkat Petani atau yang biasa disebut Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI.

Surat bernomor 521/230/SEK-DKP tertanggal 8 Juli 2022 itu merupakan intervensi Gubernur NTB atas harga jagung di NTB. Sebelumnya meminta dukungan Fasilitasi/Subsidi ongkos angkutan untuk patani kecil. 

“Kita telah meminta revisi HPP yang sebelumnya Rp 3.150 (berdasarkan Permendag Nomor 7 tahun 2020) menjadi Rp. 4.400. Angka itu berdasarkan kajian dan analisa berbagai pihak seperti Distanbun, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, BPTP, Akademis/Praktisi, Bulog NTB. Termasuk dari hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan melibatkan stakeholder terkait,” ujar Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini, Senin (11/07/22)

Biaya produksi petani telah naik cukup tinggi. Sehingga HPP Rp. 3.150 sudah tidak relevan. Dan ideal jika dinaikan pada angka Rp. 4.400. 

BACA JUGA: PIRN XX, Jangan Hanya Berkompetisi, Carilah Sahabat

Hal itu disebabkan adanya kenaikan pada komponen biaya produksi jagung. Baik pada biaya jasa maupun biaya kebutuhan lainnya seperti obat-obatan dan pupuk. 

Selain bersurat resmi, Bang Zul juga akan melakukan pendekatan dan lobi langsung kepada Kepala BAPANAS RI, agar permintaan revisi HPP komoditi jagung tersebut dapat disetujui dalam waktu dekat. 

Bang Zul optimis BAPANAS RI akan mengatensi hal tersebut. Meski Pihaknya tidak menampik adanya kemungkinan perubahan persetujuan di angka, mengingat revisi tersebut juga harus mempertimbangkan aspek lainnya. 

“Selain permintaan Revisi HPP. Kami juga telah mengusulkan subsisdi/fasilitasi biaya angkutan jagung dari lokasi sawah ke Jalan raya/Gudang yang saat ini tengah dilakukan pendataan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB dengan berkoordinasi dengan Dinas terkait di Kabupaten/Kota di NTB,” kata Bang Zul.

Ia mengaku terus mendorong pihak Pengusaha baik BUMN (Bulog) maupun swasta, untuk mekakukan pengambilan secara langsung, Bisnis to Bisnis (B2B). Dengan tujuan menyerap jagung di Provinsi NTB yang saat ini berdasarkan data masih ada stock sekitar 300.000.

“Kita akan dorong terus Bulog dan perusahaan Pakan Ternak dari berbagai daerah untuk melakukan penyerapan Jagung di NTB. Hal itu untuk meningkatkan permintaan jagung. Sehingga, dengan banyaknya pembeli, diharapkan harga jagung akan dapat stabil,” terang Doktor Ekonomi Industri ini

Sementara untuk opsi ekspor jagung, Bang Zul masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Mengingat adanya larangan dari Pemerintah Pusat untuk Ekspor, dalam rangka menjaga kepastian ketersediaan pangan Nasional.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bertemu Konsultan Konstruksi Lokal

“Namun, jika pendataan realtime yang sedang kita lakukan telah selesai. Dan ternyata memang jagung kita over stock untuk kebutuhan nasional. Maka itu akan menjadi dasar kita mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk buka opsi ekspor. Intinya, kami akan melakukan berbagai upaya agar harga jagung di NTB stabil. Do’a kan agar semua dimudahkan ya!” tandas mantan Anggota DPR RI tiga periode ini. ***

 




PIRN XX, Jangan Hanya Berkompetisi, Carilah Sahabat

Gubernur NTB harapkan peserta PIRN XX memanfaatkan momen PIRN sebagai wadah mencari sahabat untuk sama – sama membangun Negara menjadi lebih baik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak seluruh peserta Pekan Pemuda Inovasi dan Riset Nasional ke-20 (PIRN XX) untuk memanfaatkan momen PIRN sebagai wadah mencari sahabat untuk sama – sama membangun Negara menjadi lebih baik.

Gubernur sarankan PIRN XII juga ajang mencari sahabat

“Jangan sampai niat teman – teman berkompetisi tetapi tidak memiliki sahabat, adanya sahabat dan meninggalkan pesan yang mendalam di sahabat kita yang lainnya,” ujar Bang Zul.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bertemu Konsultan Konstruksi Lokal

Ia mengatakan itu saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pekan PRIN di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Senin (11/07/22).

Pelaksanaan Pekan PIRN XX NTB ini menjadi pelaksanaan PIRN pertama oleh BRIN dan menjadi PIRN pertama yang diikuti oleh Mahasiswa. 

Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko.

“PIRN ini adalah awal pembentukan talenta Riset dan Inovasi Nasional kita, yang saat ini menjadi tanggung jawab BRIN,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, momen PIRN menjadi ajang awal untuk melihat potensi – potensi talenta dari generasi muda.

“BRIN bertanggungjawab untuk pembentukan talenta, hadirnya PIRN sebagai ajang awal melihat potensi anak – anak kita, kenapa kita lakukan didaerah? Karena di daerah justru banyak talenta ungguL,” pungkasnya.

BRIN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB akan menyelenggarakan Pekan Pemuda Riset dan Inovasi (Pekan PIRN) ke-20 pada tanggal 10-17 Juli 2022 di Mataram, Lombok, NTB.

Sebanyak 400 peserta siswa SMP-SMA dan guru dari seluruh Indonesia, serta mahasiswa dari Provinsi NTB akan mengikuti Pekan PIRN. 

BACA JUGA: UPTD Dinas Pertanian Tanjung Lakukan Operasi Pasar

Rangkaian kegiatannya meliputi pelatihan metodologi penelitian, penelitian lapangan dan laboratorium, presentasi ilmiah, karakterisasi alat material dan kimia, pelatihan penulisan artikel ilmiah populer, pengayaan insersi mutiara, pengayaan akuisisi pengetahuan lokal dan lain sebagainya.***

 

 




Kelompok Tani “Berkah Bersama” Mendapat Berkah dari Tomat

Taufik Hidayat anggota Kelompok Tani “Berkah Bersama”, Panen Tomat Pada Luasan 8 Are, Raup Omset 50 Juta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bertani di lahan tegalan memiliki prospek menjanjikan bila dilakukan dengan tekun dan kerja keras, sebagaimana yang dilakukan petani tomat ” Berkah Bersama” Dusun Lendang Galuh, Desa Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Salah seorang petani Taufik Hidayat, bisa menghasilkan uang puluhan juta rupiah sekali musim bertanam tomat pada luasan 8 are.  

Dia menjelaskan, tanaman tomat masuk dalam jenis tanaman jangka pendek yang usianya hanya bisa mencapai tiga hingga 4 bulan pasca tanam. 

BACA JUGA: UPTD Dinas Pertanian Tanjung Lakukan Operasi Pasar

Berkah tomat untuk kelompok tani    Kerlompok tani yang dapat berkah

Menurut dia, dalam satu kali musim, Ia bisa panen 20 kali dan setiap satu kali panen meraup omset Rp 2.500.000. 

Pemeliharaan tanaman tomat juga tidak terlalu membutuhkan perawatan serius hanya memerlukan pengolahan tanah dan pemupukan serta pemberian pestisida dalam dosis yang diperlukan, agar tanaman tomat bisa menghasilkan buah banyak.

Dia mengaku setiap kali musim tanam untuk satu kilogram bibit bisa medatangkan keuntungan antara Rp 50 juta hingga Rp  60 juta  bila harga tomat sedang tinggi seperti sekarang ini, tuturnya.

Selain tanaman tomat, Taufik juga menanam cabe yang tak kalah hasilnya mencapai 3 ton sekali tanam pada areal 28 are. 

Lahan tegalan non produktif menjadi produktif setelah dikelola oleh Kelompok “Berkah Bersama” dengan luasan sekitar sekitar satu hektar tujuh belas are.

BACA JUGA: KLU Dapat Kuota Vaksin 900 PMK Ternak Sapi

Kini tanaman tomat yang ditanam sudah bervariasi, ada yang sedang di panen dan baru tanam berkisar 1 bulan. 

Tanaman tomat itu ditanam berbanjar rapi dengan jarak tanam antara 20 x 75 cm. Peda setiap batang ditancapkan batang bambu setinggi dua meter tempat mengikat batang tomat agar tumbuh lurus keatas.

Bersebelahan dengan tanaman cabe yang baru mulai berbuah lebat. Diperkirakan harga cabe cukup tinggi, sehingga di prediksi sangat menjanjikan jika menghitung musim tanamnya, kata Taufik. ***

 




Gubernur NTB Bertemu Konsultan Kontruksi lokal

PERKINDO NTB Apresisasi Pergub NTB Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi, Gubernur NTB: itu dedikasi untuk konsultan lokal NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ditetapkannya Pergub NTB No. 20 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi di NTB merupakan Pergub pertama di seluruh Indonesia yang menyoroti tentang jasa konstruksi. 

Hal tersebut merupakan upaya dalam melindungi dan menjaga pelaku usaha jasa konstruksi di NTB. Sehingga mampu berkiprah dan mengambil peran dalam masifnya kompetisi pelaku usaha yang datang dari luar NTB.

BACA JUGA: NTB Peringkat 9 Nasiobal pada Ajang Pesonas 2022 di Semarang

Gubernur NTB mendedikasikan untuk konsultan kontruksi lokal d

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, pada saat pertemuan dengan Persatuan Konsultan Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Bara (PERKINDO NTB) di ruang kerja Gubernur NTB di Mataram, Senin (11/07/22).

“Pergub tersebut merupakan dedikasi kami untuk memajukan dan mensejahterahkan konsultan kontruksi lokal di NTB,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PERKINDO NTB, Haryo B. Wicaksono, mengapresiasi langkah Pemprov NTB yang telah menetapkan Pergub NTB No. 20 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi di NTB.

“Kami sangat apresiasi pergub tersebut pak Gubernur, bahkan teman-teman PERKINDO di daerah lain, meminta agar dapat dicontoh di daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Persatuan Konsultan Indonesia (PERKINDO) merupakan suatu wadah bagi konsultan konstruksi dan non kontruksi yang anggotanya menginginkan nilai tambah sehingga memiliki keahlian dalam bidang ke-profesiannya. 

PERKINDO NTB sendiri telah ada sejak tahun 2008 dan telah memiliki koordinator di seluruh kabupaten/kota di NTB. ***

BACA JUGA: PON XXII, NTB dan NTT Calon Tuan Rumah Bersama

 




NTB Peringat 9 Nasional pada Ajang Pesonas 2022 di Semarang

Gubernur NTB mengaku terharu menyambut atlet-atlet NTB yang berlaga di Special Olympic Games di Semarang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Atlet-atlet Pekan Special Olympic Nasional (Personas) 2022 NTB berhasil mengharumkan nama daerah, dengan perolehan 26 Medali dengan perincian: 7 Emas, 13 Perak dan 6 Perunggu.

Penyelenggaraan Personas 2022, berlangsung mulai Minggu-Kamis (3 sd.8 Juli 2022) di Holy Stadium Semarang, Jawa Tengah.

Personas 2022 resmi dibuka  oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pada hari Senin (04/07/22).  

BACA JUGA: Gubernur Meletakkan Batu Pertama Masjid Al Muttaqin

Gubernur menyambut Atlet Pesonas NTB mengharumkan nama daerah

Sebanyak 21 provinsi berpartisipasi dalam kejuaraan penyandang disabilitas tersebut, termasuk Atlet dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rombongan Atlet-atlet Personas NTB ini siang tadi diterima Gubernur NTB di Pendopo yang didampingi Asisten Pak Dani. 

Laporan oleh Ketua Soina NTB, Andi Hadianto SH, MH sampaikan hasil yang dicapai atlet-atlet NTB pada kegiatan Pesonas 2022 ini.

Gubernur NTB, Dr H. Zulkieflimansyah sangat bersemangat menerima para atlet dan pendamping yang ikut di Pesona 2022 ini.

Gubernur NTB  yang akrab disapa Bang Zul ini dalam sambutan menyatakan selamat  dan  haturkan terimakasih serta apresiasi yang tinggi atas prestasi yang diraih  atlet Pesonas 2022 yang meraih banyak medali.

“Terharu dan bangga menyambut atlet-atlet NTB yang berlaga di Special Olympic Games di Semarang. Ini kejuaraan Nasional untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau difabel. Alhamdulillah mereka semua bersemangat mengharumkan nama NTB dan berada di peringkat 9 Nasional! Terima Kasih Para pelatih, pendamping dan Para Official yg sudah berjuang luar biasa !” ucap Bang Zul bangga.

BACA JUGA: KLU Dapat Kuota 900 Vaksin PMK Ternak Sapi

Gubernur NTB memberikan apresiasi berupa hadiah bagi semua atlet dan para pendamping 

Ini nama-nama perolehan medali :

Cabor Atletik

  1. Rosika Apriani nomor 25 meter (putri) Div.1 medali PERAK
  2. Muhammad Agha nomor 25 meter (putra) Div. 1 medali PERAK
  3. Zakaria nomor 400 meter (putra) Div. 1 medali EMAS
  4. Yogi Tri Anggoro nomor 50 meter (putra) Div. 2 medali PERUNGGU
  5. Moh Indrawan nomor 100 meter (putra) Div. 1 medali PERUNGGU
  6. Yusrina Hidayati nomor 100 meter (putri) Div. 2 medali PERAK
  7. M.Nasir (putra) nomor lompat jauh tanpa awalan Div. 1 medali EMAS
  8. Moh.Fadliyansyah (putra) nomor lempar roket Div. 2 medali EMAS
  9. Wardiah (putri) lompat jauh dengan awalan Div. 1 medali PERUNGGU
  10. Kadek Kartini (putri) lompat jauh tanpa awalan LA Div. 1 medali PERAK
  11. Natia Dewi (putri) lempar bola sofball LA Div. 1 medali PERAK
  12. Ahmad Fathul Huda (putra) lempar bola sofball Div.1 medali PERAK
  13. Baiq Alifia Lubna (putri) tolak Peluru LA Div. 3 medali PERAK
  14. Dimas Vernanda (putra) tolak peluru LA Div 3 medali EMAS

Cabor Bocce

  1. Nurul Rizki dan Nuraini nomor beregu putri medali PERAK Div 5.
  2. Hisyam Nafis Nurahman single putra medali EMAS Div 9.
  3. M Tarmizi single putra medali PERAK Div 9.
  4. Feri Rahmat single putra medali PERAK Div 10.
  5. Nuraini single putri medali PERAK Div 4.
  6. Maya Ashari Putri single putri medali PERUNGGU Div 13.

Cabor Renang

  1. Ananda Rizki nomor 100 meter HA medali EMAS

Cabor Bulutangkis

  1. Pasangan Muh Irvan dan Muh Fitrahwan medali EMAS
  2. Tunggal Putra Habib Mutalib Alwi Mendali PERUNGGU

Cabor Futsal

  1. Tim Putra medali PERUNGGU

Cabor Tenis Meja

  1. Tomi single putra medali PERAK

Kategori Seni Tari

  1. Dimas medali PERAK

Total menjadi  26 MEDALI, terdiri dari 7 EMAS, 13 PERAK, 6 PERUNGGU. Selamat dan Sukses untuk NTB Gemilang.***

 

 




UPTD Dinas Pertanian Tanjung Lakukan Operasi Pasar 

Jelang Hari Raya Qurban, UPTD Dinas Pertanian Tanjung terjunkan tim Operasi Pasar dan Pengawasan RPH

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menyambut hari raya Idul Adha atau hari raya kurban 1443 H, UPTD Dinas Pertanian Tanjung mengadakan Operasi Pasar dalam rangka Pencegahan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku bagi PMK hewan qurban  Rembang, Jum’ dan Sabtu (08 s/d 09/07/22).

Kegiatan operasi pasar ini di lakukan rutin menjelang hari raya besar, guna memastikan produk yang di hasilkan hewan ternak seperti daging ayam, daging sapi, dan telur sehat bahkan aman untuk di konsumsi.

BACA JUGA: KLU Dapat Kuota 900 Vaksin PMK Ternak Sapi 

Tim Operasi pasar dari UPTD Dinas Pertanian Tanjung

Terlebih di tengah kondisi wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang ada saat ini.

Operasi dipimpin Kepala Kantor UPTD Tanjung, Aki Suharti,SP, bersama tujuh anggotanya yang lain. 

Kegiatan operasi pasar dalam rangka mengatur memeriksa dan memberi sosialisasi kepada masyarakat secara luas, tentang PMK agar kita  harus hati-hati dan selalu waspada. 

“PMK (Penyakit Mulut dan KuKu) ini seperti halnya virus corona yang pernah terjadi, mudah menular dan sangat cepat reaksinya. Ini terbukti baru beberapa hari ini saja korban sapi mati sudah banyak,” kata Aki Suharti.

Lebih lanjut, dr Gilang Kala Maulana menambahkan, agar orang yang melaksanakan kurban benar-benar meneliti keadaan hewan kurban. 

Kalau ada indikasi terkena virus mohon segera menghubungi UPTD Dinas DKP3 Kabupaten Lombok Utara. 

“Karena PMK ini termasuk wabah baru, maka pemerintah pun masih belum bisa maksimal mengatasi virusnya. Bahkan untuk mendeteksi virus PMK harus melakukan cek laborat,” pungkasnya. 

UPTD Tanjung yang kebetulan kantornya berdekatan dengan pasar dan RPH, juga mengintensifkan pemantauan dan pengawasan kondisi kesehatan hewan sebelum di kubankan,

Hal itu untuk memastikan kondisi kurban di wilayah kita ini aman dari PMK

Saat dimintai keterangan via telpon dr Gilang Kala Maulana menyampaikan, operasi pasar berlangsung sejak Jum’at (08/07) hingga hari ini, tuturnya.

 “Terkait petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban kita menerjunkan petugas gabungan termasuk dr hewannya.

Aki Suharti selaku Kepala UPTD Tanjung menerangkan, dalam mencegah penyebaran PMK di wilayah kerjanya, UPTD terus melakukan Koordinasi dengan para pihak.

BACA JUGA: BPBD KLU “Pentingnya Perencanaan Partisipatif Kebencanaan”

Ia menambahkan, dalam proses kurban, peran tim pemantau kesehatan hewan kurban sangat penting guna memastikan kelayakan dan kesehatan hewan kurban.

“Bagi petugas pengawasan kesehatan hewan kurban, saya minta benar benar mengawasi dan memberikan rekomendasi kelayakan hewan untuk dapat dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1443 H ini,” katanya.***