Masyarakat Diajak Menjaga Bahasa Nasional 

Pemprov NTB mengajak masyarakat menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa

LOBAR.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mengajak masyarakat untuk menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. 

“Bahasa harus menjadi perhatian bersama. Untuk mempertahankan esensi bahasa sebagai identitas kita,” kata Kepala Biro (Karo) Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Nursalim.

Nursalim menyampaikan pesan itu mewakili Sekretaris Daerah (Sekda)  H. Lalu Gita Ariadi, saat membuka kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia di lingkungan Pemerintah, Pendidikan dan Swasta, Kamis (21/07/22) di hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat.

Menurut Nursalim, penerapan bahasa Indonesia harus terus dilakukan baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. 

BACA JUGA: Kuliah Umum Gubernur NTB di MAN IC Lombok Timur

Dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, karena bahasa Indonesia juga merupakan amanat yang tertuang UUD 1945, sebagai konstitusi negara.

“Jadi komitmen konkritnya, kita harus bangga memiliki bahasa indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa,” ujarnya.

Mempertahankan esensi bahasa indonesia ini juga penting, di tengah globalisasi dunia, dimana mengusai bahasa asing, juga sangat penting.

“Saya bangga banyak adik-adik kita generasi muda sekarang belajar bahasa asing, apalagi itu bahasa dunia, namun harus dipahami penempatan berbahasa ini,” tambahnya.

Ia mengajak peserta penyuluhan, untuk menggencar secara masif penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan, perhotelan dan lembaga serta intstansi pemerintah maupun swasta.

Termasuk mengelaborasi penggunaan bahasa daerah sebagai kekhasan lokal, sebagai media pembelajaran di lingkungan pendidikan.

BACA JUGA: Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik

Turut hadir juga sebagai narasumber pada kegiatan tersebut, Adhar Hakim, S.H., M.H dari Ombudsman RI Prov. NTB, Ruji Retno Hardiningtyas, M. Hum dan Hartanto, S.S dari Kantor Bahasa Prov. NTB. ***

 

 




Baby Ivania Wakil NTB di Ajang Puteri Anak Indonesia

Wagub berharap Daphne Baby Ivania bisa promosikan kekayaan budaya dan pariwisata  NTB di kancah nasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Daphne Baby Ivania, siswi Kelas 8 SMPK Tunas Daud Mataram, mewakili NTB dalam ajang pemilihan Puteri Anak Indonesia 2022. 

Baby, sapaan akrab gadis manis tersebut, didampingi oleh guru, orangtua, serta Kamala Feodora Tirta Putri Batik Remaja Indonesia 2021 asal NTB, bersilaturahmi ke Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah di ruang Pendopo Wagub, Kamis (21/07/22).

BACA JUGA: Kuliah Umum Gubernur NTB di MAN IC Lotim

Baby diminta promosikan kekayaan budaya NTB

Wagub Sitti Rohmi mendukung penuh Baby untuk maju di ajang pemilihan Puteri Anak Indonesia. Dan diharapkan bisa mempromosikan kekayaan NTB, baik budayanya maupun parisawata di kancah Nasional.

Sementara itu, Baby akan berusaha memberikan yang terbaik pada pemilihan berskala nasional tersebut.

Ia yang merupakan Runner up 1 Puteri Anak Indonesia NTB Pariwisata 2022 mengaku ingin mengharumkan nama NTB di kancah nasional.

“Selain membanggakan orangtua, saya juga ingin mengharumkan nama daerah,” tutur gadis remaja asal Cakranegara tersebut.

Dalam rangka menyambut hari anak yang jatuh pada tanggal 22 Juli besok, Baby juga mengungkapkan harapannya kepada anak-anak di Nusa Tenggara Barat untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai. 

Anak-anak lainnya diajak untuk kembali memainkan permainan tradisional

“Ada banyak permainan tradisional yang gak kalah asik untuk dimainkan,” pesannya. 

BACA JUGA: Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik

Baby sebelumnya telah banyak berlatih di sekolah untuk mengasah berbagai keterampilannya sebagai bekal untuk mengikuti ajang Puteri Anak pada Oktober mendatang tersebut. ***

 




Kuliah Umum Gubernur NTB di MAN IC Lombok Timur

Tragedi kemanusiaan terbesar itu adalah ketika kita takut untuk bermimpi, itu dikatakan Gubernur NTB saat beri kuliah umum di MAN IC Lotim 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan, MAN IC Lotim dapat menjadi sekolah percontohan bagi SMA maupun SMK yang ada di NTB. 

“MAN Insan Cendekia ini adalah salah satu sekolah unggulan kita di NTB. Bisa jadi model bagi SMA dan SMK kita untuk saling melengkapi. Ini sekolah hebat yang diisi oleh murid-murid hebat juga,” ujar Gubernur saat memberikan Kuliah Umum di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN IC Lotim, Kamis (21/07/22).

BACA JUGA: Ikatan Alumni Universitas Mataram Silaturrahmi ke Gubernur

Kuliah umum Gubernur memotivasi siswa MAN IC Lotim
Bersama para guru dan siswa MAN IC Lotim

Gubernur Zul mengisi Kuliah Umum di MAN Insan Cendekia (MAN-IC) Kabupaten Lombok Timur, untuk mengawali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan Matrikulasi Tahun Ajaran 2022/2023.

Bang Zul sapaan akrab gubernur berpesan kepada para peserta Kuliah Umum agar tidak takut untuk bermimpi sehingga mereka dapat menulis sejarahnya masing-masing.

“Tragedi kemanusiaan terbesar itu adalah ketika kita takut untuk bermimpi. Oleh sebab itu, kita harus bisa menulis serta menyimpulkan sejarah dan cerita kita sendiri, agar orang lain tidak menulisnya berbeda,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN IC Lotim, H. Aozar Zawad, M.Ed menyatakan, sejak didirikan pada tahun 2013 lalu, MAN IC Lotim telah meraih berbagai macam prestasi, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

“Ada 111 prestasi yang kita raih selama ini baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional. Dan untuk rilis UTBK tahun 2021, kita menjadi peringkat pertama untuk kategori SMA dan MA tingkat Provinsi NTB,” tutur H. Aozar.

Sebagai informasi, sederhananya  Stadium General merupakan suatu kegiatan akademik perkuliahan (umum) semacam ceramah atau seminar yang memberikan motivasi dan pengetahuan baru bagi para siswa. 

BACA JUGA: PIRN XX, Jangan Hanya Berkompetisi, Carilah Sahabat

Turut mendampingi Gubernur pada kegiatan tersebut, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan. ***

 




IPI NTB Gelar LFTN 2, Upaya Pulihkan Pariwisata NTB

Insan Pariwisata Indonesia atau IPI NTB akan menyelenggarakan kegiatan Lombok Friendly Travel Networking (LFTN) ke dua

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dewan Perwakilan Daerah Insan Pariwisata Indonesia (DPD IPI) Nusa Tenggara Barat akan menyelenggarakan kegiatan Lombok Friendly Travel Networking (LFTN) yang ke dua, tanggal 26-29 September 2022 mendatang.

Event LFTN di NTB yang akan mengusung konsep budaya dengan pendekatan alam dan desa wisata, diharapkan berharap bisa memikat wisatawan.

IPI NTB menggaungkan kebangkitan pariwisata NTB
Ketua DPD IPI NTB Zulkifli (Kanan) dan Ketua panitia LFTN 2 Robi (tengah) saat konferensi pers

Dengan persiapan yang matang kegiatan LFTN ke dua nanti diharapkan terlaksana dengan baik. 

BACA JUGA: Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik

LFTN ke dua ini dihajatkan IPI NTB guna menggaungkan pulihnya sektor industri pariwisata NTB, yang sempat lumpuh akibat pandemi global Covid-19. 

“Peserta DPP (Dewan Perwakilan Pusat) IPI Indonesia akan hadir. Kita berharap mendatangkan 150 buyer. Temen-temen dari Aspi dan Asita juga kita ajak,” ungkap Ketua DPD IPI NTB, Zulfadli. Kamis (22/07/22). 

LFTN 2 ini disebut jadi ‘pembuka gerbang’ pemulihan sektor pariwisata NTB yang mengalami kelumpuhan panjang karena Covid-19. 

“Karena Covid-19 yang begitu panjang. Kita berharap menumbuhkan angka kunjungan wisatawan ke NTB,” ujar Zulfadli.

Selain ‘buyer’ domestik, panitia juga berencana mengundang agensi perjalanan internasional, baik Asia maupun Eropa. 

Diharapkan 200 agensi perjalanan terlibat dalam acara nanti. 

“Kita targetkan 200 buyer dari domestik dan internasional. Dari Eropa datang. Kita ingin menunjukkan bahwa kita siap menyambut wisatawan. Target Eropa dan Asia,” kata salah seorang anggota IPI NTB Jefri. 

Dijelaskan, target 200 buyer tersebut dinilai relevan mengingat pengalaman penyelenggaraan kegiatan serupa tahun 2019 yang lalu. 

Saat itu, panitia menargetkan 125 sementara yang hadir jauh melampaui target yakni 225. 

“Dulu target kita 125 yang datang 225,” katanya. 

Sektor pariwisata menjadi tolok ukur kemajuan ekonomi di NTB, karena ada efek domino yang diakibatkan untuk industri lain di luar pariwisata, seperti UMKM yang menjadi sumber kehidupan mayoritas masyarakat NTB. Karenanya IPI NTB berharap dukungan semua pihak guna suksesnya acara nanti, termasuk dukungan dari pemerintah daerah. 

“Kita berharap dukungan pemerintah, kalau bisa seratus dua persen,” kata Zulfadli. 

BACA JUGA: Dinas Pariwisata KLU Hadiri FGD Bersama Kemenparekraf

Sementara itu ketua Panitia LFTN 2 Robi mengaku optimis kegiatan nanti terlaksana dengan baik. 

Kendati demikian ada beberapa hal yang menjadi atensinya, yakni aturan perjalanan wisata oleh pemerintah dan peningkatan Covid-19. 

Menurutnya hal itu jadi pertimbangan penting para buyer yang datang ke NTB.***

 




Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik

Dalam Rakor percepatan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak, Wagub NTB mengungkapkan, seluruh stakeholder bersinergi menghadapi PMK 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di NTB berjalan baik. 

Seluruh stakeholder terkait bersinergi dan terus bergerak menghadapi PMK dengan tenang. Bahkan, Idul Adha bisa dilewati dengan lancar. 

BACA JUGA: Sebaran Kasus PMK di NTB Trendnya Menurun

Wagub ungkapkan, penanganan wabah PMK di NTB berjalan baik

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB Kamis, (21/07/22). 

Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Penanganan PMK di NTB berjalan baik, karena Pemprov NTB banyak belajar dari penangan kasus Pandemi Covid-19 yang terjadi sebelumnya. Sehingga, treatment penanganannya bisa lebih cepat dan tepat. 

“Banyak hal yang bisa kita adopsi dari pandemi dalam mengatasi PMK,” tutur Ummi Rohmi.

Ke depan, diharapkan proses penanganannya berjalan baik. Sehingga NTB, khususnya pulau Lombok yang berstatus Wabah PMK, terbebas dari penyakit tersebut. 

Hingga kini tercatat, dari populasi hewan rentan PMK (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 950.551 ekor di NTB. 

Jumlah kasus, 83.387 ekor, sakit 13.392 ekor, sembuh 69.580 ekor, potong bersyarat 221 ekor dan mati 194 ekor. 

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022

Sementara untuk vaksinasi gelombang 1 sejumlah 2.400 dosis, vaksin Gelombang 2 sejumlah 2.600 dosis, vaksin Gelombang 3 sejumlah 35.000 dosis. 

Total alokasi 40.000 dosis. Jenis vaksin Aftopor. Suntikan 4.880 dosis. Sisa 35.120 dosis. Kebutuhan 418.721 dosis (sapi dan kerbau). ***

 

 




Sebaran Kasus PMK di NTB Trendnya Menurun

Dengan penanganan yang masif dan baik, sebaran kasus PMK dapat teratasi dan trendnya menurun

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) trennya semakin menurun, seiring dengan penanganan yang masif dan baik.

“Penanganan wabah PMK pada ternak yang merata terjadi di lima kabupaten dan kota di Pulau Lombok, kini mulai dapat teratasi dan trendnya turun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi,M.Si.

Dengan penanganan yang baik, sebaran kasus PMK MENURUN

Sekda mengungkapkan itu pada rapat membahas perkembangan penanganan PMK yang dipimpin kepala BNPB, Kamis (14/07/22) di Mataram.

Menurutnya, sebaran PMK di NTB, terdiri dari  dua kategori wilayah, yaitu daerah wabah ada 4 Kabupaten, 37 kecamatan dan 424 desa dan kelurahan. 

Sedangkan daerah tertular ada 1 kota, 6 kecamatan dan 19 kelurahan. 

Perkembangan PMK di pulau Lombok, hingga tanggal 13 Juli 2022 berdasarkan data, ada 950.551 ekor populasi hewan rentan PMK yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. 

Dari angka tersebut, jumlah kasus sebanyak 75.487 ekor, yang sakit sebanyak 14.839 ekor dan sembuh 60.289 ekor. 

Sekda yang juga Selaku Ketua Satgas Penanganan PMK Prov. NTB menjelaskan, setelah dilakukan penanganan dengan pengobatan ternak sakit, isolasi ternak, desinfeksi kandang, dan diberikan vaksin, maka ternak sapi yang terinveksi PMK kesembuhan semakin meningkat.

“Sehingga ternak sapi yang sakit semakin menurun, ini terjadi di semua Kabupaten,” jelas Miq Gite sapaan Sekda.

BACA JUGA: Rapat Asistensi Penyesuaian Perda Pajak Daerah dan Restribusi Daerah

Serapan vaksin ternak juga telah dilaksanakan di 5 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB. Namun, kebutuhan vaksin untuk ternak masih kurang, oleh sebab telah dilakukan pengajuan alokasi vaksin yang akan segera dikirim oleh Pemerintah Pusat.

Untuk kebutuhan vaksin yang diterima sebanyak 5.000 Dosis, terdiri dari jenis Vaksin Aftopor dan telah disuntikan sebanyak 4.008 Dosis. 

Sehingga sisanya masih ada 992 Dosis. Kemudian tambahan alokasi vaksin ada 38.000 Dosis. Sedangkan kebutuhan vaksin sebanyak 418.721 Dosis untuk Sapi dan Kerbau.

“Target akhir kami, Provinsi NTB harus bebas PMK,” kata Lalu Gita.

Sementara itu, pihaknya juga akan tetap mempertahankan pulau Sumbawa untuk tetap bebas PMK,

Langkah yang ditempuh seperti menutup masuknya hewan rentan PMK ke pulau Sumbawa, melakukan protokol biosecurity di pintu-pintu masuk (pelabuhan) ke pulau Sumbawa dan mengusulkan vaksinasi di pulau Sumbawa.

“Langkah penanganan PMK, telah kami lakukan, dengan membentuk satgas dan posko, memperketat dan mengawasi lalu lintas ternak, menyediakan dan menyiapkan logistic penunjan seperti antibiotic, melakukan vaksinasi, menyiapkan SDM dilapangan seperti dokter hewan, dan sosialiasi serta edukasi kepadamasyarakat,” ujarnya. 

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022

Lebih lanjut tambah Miq Gite, bahwa terbentuknya Satgas penanagan wabah PMK di  6 Kabupaten/ kota, termasuk di Kabupaten Sumbawa, menjadi kunci percepatan penanganan kasus PMK pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, NTB.

“Sehingga,dalam waktu dekat, kepala BNPB berencana akan berkunjung ke NTB untuk meninjau perkembangan penanganan PMK,”ungkap pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setda Provinsi NTB ini. ***

 




Dinas Pariwisata KLU Hadiri FGD bersama Kemenparkraf 

Sekretaris Dinas Pariwisata KLU bersama empat Kabid mengikuti FGD terkait rencana penyusunan RIDPN Lombok-Gili Tramena

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Destinasi pariwisata nasional Lombok-Gili Tramena memegang peran strategis dalam pengembangan pariwisata nasional.

Ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2021 tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Lombok-Gili Tramena.

Dinas Pariwisata KLU mengikuti FGD bersama Kemenparekraf

Untuk mempercepat pengembangan destinasi pariwisata nasional Lombok-Gili Tramena, perlu dilakukan perencanaan yang terpadu serta menyeluruh. Khususnya terhadap aspek kepariwisataan, infrastruktur, kehutanan, kemaritiman, tata ruang, investasi, dan pengembangan wilayah.

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022

Terkait itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Drs Ainal Yakin mendelegasikan Sekdis Pariwisata. Ali Zulkarnain, M.Si, bersama  empat orang yaitu, Fahman Toriki, SST.Par, MISTM (Kabid PSDP-Ekraf),  I Wayan Subada (Kabid Destinasi), Hery Setiawan, ST dan (Kabid Ekraf) dan Raden Santio Wibowo, S.Kom (Kabid Pemasaran).

Mereka didelegasikan menghadiri acara FGD (Focus Group Discussion) di Aston Inn Mataram, Kamis (14/07/22).

“Acara FGD terkait Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Lombok-Gili Tramena (RIDPN Lombok-Gili Tramena) yang merupakan dokumen perencanaan pengembangan Kepariwisataan terpadu di Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Lombok-Gili Tramena tahun 2020-2044,” jelas Fahman Toriki, SST.Par yang dikonfirmasi melalui telpon. 

Menurut Fahman Toriki, RIDPN menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah pada DPN Lombok-Gili Tramena. 

Khususnya dalam menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, pemantauan, evaluasi, dan pengendalian kepariwisataan secara terpadu di DPN Lombok-Gili Tramena.

Pengembangan RIDPN Lombok-Gili Tramena meliputi perwilayahan pembangunan DPN Lombok-Gili Tramena. 

Ini berhubungan dengan pembangunan daya tarik wisata, pembangunan aksesibilitas Pariwisata, pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas Pariwisata, pemberdayaan masyarakat melalui kepariwisataan, pengembangan investasi di bidang Pariwisata, di samping pengelolaan DPN Lombok-Gili Tramena.

BACA JUGA: Lomba Desa dan Kelurahan, Sarana Monev Program

Pemerintah daerah pada DPN Lombok- Gili Tramena diwajibkan melaksanakan RIDPN ini sebagaimana yang dijabarkan melalui rencana kerja Pemerintah daerah.

Bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah pada DPN Lombok-Gili Tramena, diwajibkan memelihara dan menjaga fungsi sarana-prasarana fisik yang dibangun sesuai RIPDN yang dimaksud. ***

 

 




Sekda NTB Buka Rakor Tim Pembina Samsat 2022 

Sekda NTB menilai Rakor Tim Pembina Samsat membuatnya antara bersyukur dan penuh harap

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat terkait dengan Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak dalam rangka Validasi Data untuk Mendukung Pelaksanaan E-Tilang dan Strategi Pencapaian Target Tahun 2022 di Hotel Lombok Raya, Kamis (14/07/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022 

Sekda NTB menilai Rakor Pembina Samsa PENUH HARAPAN

Menurutnya, pertemuan ini membuat antara bersyukur dan penuh harap. Bersyukur karena kita bisa memantapkan konsolidasi dan berharap mudah-mudahan kita bisa mengoptimalisasi berbagai potensi pendapatan daerah yang kita miliki. 

“Karena ini sangatlah dibutuhkan oleh kami di dalam mengawal proses  penyelenggaraan urusan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di NTB,” jelas Sekda.

Miq Gite, sapaan akrabnya berharap dengan adanya rapat koordinasi tersebut, segala tujuan dan target untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dapat tercapai.

“Mudah-mudahan Rapat ini membawa keberkahan dan mendapati target-target yang telah ditentukan. Dengan mengharap ridho Allah Swt., dengan diawali ucapan Bismillahirrahmanirrahim, maka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi NTB 2022 secara resmi dinyatakan dimulai,” kata Sekda. ***

BACA JUGA: Lomba Desa dan Kelurahan sebagai Sarana Monev Program




Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022 

Dua wakil Paskibraka Nasional dipesan Wagub NTB agar mereka melakukan yang terbaik 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dua perwakilan Paskibraka Nasional asal NTB untuk bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus 2022, yakni Melinda Trihapsari siswi SMAN 1 Selong dan Muhammad Talbiah Taranggana siswa SMAN 1 Dompu, dilepas di Pendopo Wagub (14/07/22). 

Saat melepas duta Paskibraka Nasional asal NTB itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan pesan, agar mereka melakukan yang terbaik selama masa pelatihan nanti. 

Namun, para siswa diminta untuk tidak terbebani dan bisa menikmati tiap kegiatan latihan. Wagub juga berpesan untuk dapat menjaga kesehatan selama masa pandemi ini.

BACA JUGA: Pesan Bunda Niken untuk Pengurus APJI NTB

Wagub NTB minta wakil Paskibraka Nasional asal NTB UNTUK MEMBERIKAN YANG TERBAIK

“Harus banyak baca juga agar tau tentang NTB dan bisa menyampaikan kepada teman-temannya. Supaya tertarik datang ke NTB,” pesannya. 

Ummi Rohmi juga meminta kepada seluruh sekolah untuk memperhatikan olahraga yang mensupport tinggi badan siswa untuk ditingkatkan. 

Agar banyak siswa siswi yang memiliki potensi menjadi paskibraka, namun terkendala tinggi badan bisa terbantu.

Sementara itu, baik Melinda Trihapsari maupun Muhammad Talbiah Taranggana sama-sama mengungkapkan akan memberi yang terbaik bagi daerah ketika samapai di Jakarta nanti. 

“Saat sudah sampai di jakarta saya berharap bisa membanggakan nama Nusa Tenggara Barat (NTB) dan saya juga bisa memberikan dan menampilkan hal yang terbaik untuk NTB,” tutur dedare asal Rakam Lombok Timur tersebut.

Sementara Muhammad mengaku, akan menampilkan tarian tradisional asal daerahnya, agar teman-temannya bisa mengenal NTB. 

BACA JUGA: Bunda Niken Himbau UMKM Lokal Terus Berinovasi

“Saya adalah perwakilan dan putra terbaik dari NTB, jadi kalau saya sudah sampai di Jakarta saya akan menampilkan tarian-tarian tradisional dan juga membanggakan provinsi Nusa Tenggara Barat,” tandasnya. ***

 




Rapat Asistensi Penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Pesan Sekda NTB, rapat ini memperkuat kolaborasi dan sinergi antara DPMPTSP dan Bappenda

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekertaris Daerah NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. menginginkan pertemuan antara Bappenda dan DPMPTSP menjadi ujung tombak bagaimana meningkatkan pendapatan daerah seoptimal mungkin. 

Untukkepentingan mengawal penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.

Sekda dorong rapat ini memperkuat kolaborasi dan sinergi antara DPMPTSP dan Bappenda
Lalu Gita Ariadi

Sekda berharap, pertemuan ini memperkuat kolaborasi dan sinergi antara DPMPTSP dan Bappenda, karenanya harus terjadi hubungan yang sedemikian harmonis.

BACA JUGA: Lomba Desa dan Kelurahan, Sarana Monev Program 

“Dalam mengoptimalkan pendapatan daerah terlebih pada pendapatan asli daerah, pajak dan retribusi daerah dapat kita raih seoptimal mungkin,” ungkap Lalu Gita. 

Hal itu dikatakannya pada Rapat Asistensi Penyesuaian Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bertempat di hotel Lombok Raya (14/07/22).

Selain itu, Sekda mengajak kepada seluruh peserta yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur ini untuk menikmati keindahan NTB.

“Atas nama pemerintah mengucapkan selamat datang di NTB, silahkan menikmati keindahan NTB sebagai daerah pariwisata memiliki berbagai macam kuliner dan keindahan alam lainnya,” imbuhnya.

Diharapkan pada pertemuan dan diskusi sebagai tahap penyempurnaan pada rapat asistensi penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah, menghasilkan langkah strategis dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Mudah-mudahan jajaran DPMPTSP dapat konsolidasi melakukan evaluasi atas berbagai regulasi yang belum optimal dilakukan untuk bisa bergairah kembali investasi di daerah kita masing-masing,” tandas Miq Gita sapaan akrab Sekda. 

Sementara itu Panitia Penyelenggara Kasubdit Wilayah V Direktorat Pendapatan Daerah Budi Renaldi mengatakan, kegiatan ini merupakan hal yang penting dan strategis.

BACA JUGA: Pesan Bunda Niken untuk Pengurus  APJI NTB

Disebutkan Renaldi, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi pemerintah daerah dalam melakukan berbagai persiapan. 

Sehingga kedepannya diharapkan mampu memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan asli daerah.***