Tim Ekspedisi Mistis Akan Telusuri Folklore Leluhur Lombok

Ketua Tim Ekspedisi PDIP NTB dan Mi6 Ruslan Turmuzi mensinyalir, ada benang merah kebudayaan Leluhur Lombok di balik beragamnya Mitos Cerita Rakyat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 akan tetap menelusuri setiap cerita rakyat (folklore) Leluhur Lombok yang terserak.

Agar hasil cipta kebudayaan para leluhur bisa terdokumentasi secara utuh. 

Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB akan telusuri folklore leluhur Lombok

Hal itu diungkapkan, H. Ruslan Turmuzi, Ketua Rim Ekspedisi melalui siaran pers, Kamis (04/08/22) . 

BACA JUGA: Warga Sering Jumpa Kuntilanak di Lingkuk Rumbuk

Menurutnya, dengan menelusuri setiap rekam jejak sejarah para Leluhur Lombok, akan didapatkan benang merah, yang menghubungkan cerita rakyat dikaitkan penemuan atau pun bukti artefak tersebut. 

“Munculnya beragam mitos cerita rakyat haruslah dimaknai bahwa para leluhur lombok tersebut ingin menitipkan pesan untuk anak cucunya tentang kisah kebudayaan masa lalu yang pernah ada,” kata Ruslan Turmuzi yang akrab disapa RT. 

Selanjutnya RT mengatakan, rangkaian kegiatan Tim Ekspedisi Mistis yang telah berlangsung hampir 3 bulan, menelusuri berbagai artefak dan cerita rakyat leluhur Lombok mengisyaratkan adanya benang merah dikaitkan beragam cerita rakyat. 

“Misalnya Kisah Hilangnya Desa Besari di Lombok Utara, memiliki kemiripan  cerita rakyat yang disampaikan di Lombok tengah terkait asal muasal Penguasa di  kedatuan Besari. Akibat keterbatasan akses tehnologi,  bisa jadi para leluhur lombok  menyampaikan kisahnya secara verbal dan bertutur sebagai media informasinya,” ulas politisi PDIP NTB ini. 

Meskipun demikian Ruslan tetap optimis, Tim Ekspedisi Mistis kelak akan menemukan rekam jejak para leluhur Sasak secara utuh, melalui serangkaian penelusuran cerita rakyat yang terlupakan tersebut. 

“Kebudayaan Besar itu muncul dan dibangun karena ditopang oleh rangkaian kebudayaan kecil yang dimanifestasi oleh terseraknya berbagai artefak maupun mitos cerita rakyat berbagai versi. Tim Ekspedisi Mistis akan memverikasi guna menarik benang merahnya,” kata RT, sambil menambahkan Masa Kerja Tim Ekspedisi Mistis tidak dibatasi oleh durasi waktu dan kepentingan. 

Ruslan Turmuzi menambahkan, sesuai Pesan Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat hendaknya  Tim Ekspedisi Mistis bekerja secara profesional. 

Dan menjaga obyektifitas dalam menelusuri peninggalan kebudayaan para leluhur, agar kisahnya dapat dijadikan referensi sejarah yang benar dan suri tauladan bagi generasi penerus. 

BACA JUGA: Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam Sejak Jaman Pejanggik

“Dengan minimnya bukti artefak maupun jejak manuskrip yang belum ditemukan, menjadi tantangan bagi Tim Ekspedisi Mistis untuk melibatkan ilmu sains dan non sains mengungkap secara utuh berbagai kisah sejarah leluhur,” imbuh RT. 

Second Opini Sejarah Leluhur 

Sementara itu Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto menambahkan, Tim Ekspedisi Mistis saat ini belum melibatkan arkeolog secara full time mengingat keterbatasan Sumber Daya Manusia dan Logistik. 

Hal ini karena aktivitas Tim Ekspedisi Mistis bersifat swadaya dan spontan melalui berbagai publikasi media. 

“Publikasi Media itu sebagai bentuk pertanggungjawaban moral tim Ekspedisi Mistis kepada publik untuk masukan ( input ) buat stakeholder agar dapat menindak-lanjuti setiap temuan-temuan kebudayaan leluhur sasak,” katanya. 

Lelaki yang akrab disapa Didu menambahkan, Tim Ekspedisi Mistis akan mendokumentasi secara utuh dan membukukan setiap temuan di lapangan. Agar bisa dijadikan second opini sejarah leluhur  bagi yang memerlukan data dan info tersebut. 

BACA JUGA: Air Pancuran Bertuah di Desa Rumbuk, Lotim

“Mengingat masih banyak folklore yang hendak di eksplore, maka konsentrasi Tim Ekspedisi Mistis  saat ini adalah menjelajah dan menelisik setiap Cerita Rakyat dan Situs kebudayaan Leluhur Lombok agar tetap teraktualisasikan secara utuh,” katanya. ***

 

 




Gubernur NTB mulai Lakukan Roadshow Industrialisasi

Industrialisasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan, ini ikhtiarM ewujudkan kesejahteraan masyarakat,kata Gubernur NTB

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Industrialisasi merupakan salah satu ikhtiar mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTB.

Itu dikatakan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat memulai Roadshow Industrialisasi di sentra IKM, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (04/08/22).

Menurutnya, Industrialisasi diperlukan karena setiap tahun jumlah pencari pekerjaan terus mengalami peningkatan.

BACA JUGA: Pemuda Telong-Elong Ingin Punya Sirkuit Balap Sampan

Masyarakat KSB berdialog bersama Gubernur NTB

 “Industrialisasi itu bukan konsep Gubernur, tapi untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, Industrialisasi merupakan keniscayaan yang harus kita lakukan,” ungkap Bang Zul sapaan gubernur.

Di acara Talkshow Tematik “Sinergitas Pengembangan Industri dalam mendukung kawasan industry Maluk” Bang Zul menjelaskan, industrialisasi itu bukan memiliki gedung tinggi, bukan juga  pabrik-pabrik besar. 

Tapi Industrialiasi itu sederhana, yaitu bagaimana mengolah produk lokal menjadi barang yang bernilai dan memiliki nilai jual tinggi.

Sederhananya, ia mencontohkan, dengan industrialisasi kita tidak lagi menjual bawang mentah ke pabrik luar, tidak lagi menjual produk lokal untuk di olah ke daerah lain. 

“Kita harus berani memulai, berani mengolah, berani memproduksi dengan mesin-mesin yang dibuat langsung oleh masyarakat NTB,” tambah Bang Zul didampingi Ketua PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Dicontohkan, saat awal Pandemi Covid-19, masyarakat mengalami kelangkaan masker, semua produk masker dikirim dari luar daerah dengan harga yang sangat mahal. 

Padahal, bahan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di NTB tidak kalah dengan daerah lain.

Masyarakat NTB membeli masker dari luar daerah dengan harga sangat mahal. 

“Padahal, penjahit kita bisa buat sendiri, bahannya juga banyak. Pokoknya jangan lagi kita bangga menjual produk-produk mentah,” tegasnya.

Industrialisasi, mengolah bahan baku

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB maupun pusat, menjadikan KSB sebagai kawasan industri.

“Termasuk membangun kesadaran masyarakat, untuk mengolah nilai tambah, dari mengolah bahan baku menjadi bernilai,” katanya.

BACA JUGA: Ribuan PMI asal NTB akan Diberangkatkan ke Malaysia

Ekosistim industrialisasi harus terus berjalan dan diperbaiki. Sehingga industri besar membantu industri masyarakat meningkat.

Mewujudkan industrialisasi dengan mengolah bahan baku, untuk nilai tambah sangat dibutuhkan. Begitu juga pasarnya juga harus disiapkan.

“Maka perlu terus disosialisasikan untuk membangun kesadaran masyarakat juga,” katanya.

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, para camat KSB, pimpinan PT. Aman, Tokoh Agama, madyatakat dan UMKM masyarakat KSB.*** 

 

 




Rakor Perhubungan Bertajuk “Transportasi Berkeselamatan”, Dinilai Tepat

Sekda NTB sebut tema Rakor Perhubungan NTB bertajuk  “Transportasi Berkeselamatan” merupakan tugas dan mandat dari lahirnya bernegara

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rakor Dinas Perhubungan NTB yang bertajuk “Transportasi Berkeselamatan” dinilai tema yang sangat tepat sebagai tugas Pemerintah bahkan lebih atas dari idealis.

Sekda menyebut Rakor Perhubungan bertajuk "Transportasi Berkeselamatan" sangat tepat

“Ini adalah tugas dan mandat dari lahirnya bernegara,” kata Sekda.

BACA JUGA: Pemuda Telong Elong Ingin Punya Sirkuit Balap Sampan

Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi mengatakan itu dalam rapat koordinasi (Rakor) Dinas Perhubungan NTB, yang bertajuk “Transportasi Berkeselamatan,” di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (04/08/22).

Mewakili Pemerintah, Lalu Gita menyampaikan apresiasi atas segala dukungan yang diberikan oleh teman-teman yang bergerak dalam bidang transportasi, baik darat, laut dan udara. 

Sehingga event-event sport tourism berskala Nasional maupun Internasional di daerah dapat berjalan dengan baik.

“Berkeselamatan secara konstitusional diperintahkan Negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Kita berharap tidak akan terjadi musibah, kita memberikan perlindungan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” tegas Miq Gita.

Ditambahkan Miq Gita, penjelasan dari slide yang dipaparkan, berbagai penyebab musibah itu terjadi spontan, dalam benaknya topik ulasannya adalah Sembalun. 

Sembalun karena pesonanya yang sedang booming sehingga banyak orang yang tertarik mengunjunginya. 

Sementara mereka tidak paham situasi dan kondisi jalan rambu lalulintas dan lain sebagainya. 

 “Sehingga menjadi atensi Pemerintah Provinsi NTB melalui APBD, Alhamdulillah di Pusuk sudah dilakukan. Untuk 2023 yang akan datang APBN atau memperbaiki lagi jalan-jalan Negara yang lebih referensentatif,” ujarnya.

Menurut Sekda, kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia karena lalai, main hp saat berkendara, bahkan ada yang baru belajar mengemudi, sehingga musibah itu pun terjadi. 

“Hal ini perlu kita warning bagaimana mekanisme yang harus kita lakukan dan dipersiapkan membutuhkan kecermatan untuk keselamatan bersama,” kata Sekda.

Korban kecelakaan

Sementara itu, dalam laporan Kepala Dinas Perhubungan H. Lalu Fauzal menyebutkan tahun 2021 ada 402 orang kecelakaan dengan meninggal. 

Kematian yang paling tinggi terdapat di Lombok Timur, dalam satu bulan ada 40 orang kasus tabrak dan rata-rata itu adalah anak-anak usia muda. 

Jumlah korban kecelakaan berat ada 235 dan seterusnya. Kebanyakan dari kasus-kasus tersebut ada di sepeda motor.

BACA JUGA: Ribuan PMI asal NTB akan Diberangkatkan ke Malaysia

Ia mengajak kepada penyedia atau dealer sepeda motor untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan bagi masyarakat.

Ditambahkan Kadishub, penyebab dari kecelakaan sangat tinggi di daerah NTB salah satu faktor dari manusia yaitu 61 persen. Lengah, lelah, mengantuk, mabok dan lain sebagainya. 

Kemudian disebabkan oleh jalan 30 persen, misalnya jalan berlubang, tikungan tajam dan lain sebagainya. Kasus di kendaraan 9 persen mulai dari rem blong, kendaraan odol.

“Ini menjadi PR kita bersama, dalam menjawab kecelakaan masyarakat berlalu lintas,” tegas Fauzal.

Menurut pandangan Kadishub, tata tertib berlalulintas masih lemah, karena kasus-kasus kecelakaan banyak terjadi akibat lalu lintas di jalan.

“Saat ini sedang mengusulkan untuk segera dihadirkan ultinitas keselamatan bersamaan dengan Perda percepatan jalan. Karena banyak ruas jalan yang dari sisi integritas keselamatan tidak siap tapi ruas jalan kita sudah begitu bagus,” tutupnya. ***

 

 

 




Pemuda Telong-Elong Ingin Punya Sirkuit Balap Sampan

Gubernur NTB serap Aspirasi melalui dialog publik bersama Ikatan Pemuda Telong-Elong

LOTIM.lombokjournal.com ~ Banyak aspirasi  diungkapkan saat berlangsung dialog publik antara Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dengan Ikatan Pemuda Telong-Elong,Jerowaru, Lombok Timur, Rabu (03/08/22)

Salah satu yang diungkapkan tokoh pemuda, aktivis dan masyarakat sekitar, yaitu ingin memiliki sirkuit balap sampan yang representatif untuk Kejuaraan Nasional.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Penting Rejuvenasi di Era Industrialisasi

Gubernur NTB banyak menyerap aspirasi pemuda Telong-ELONG

Dalam dialog publik itu Gubernur Zulkieflimansyah menjadi narasumber dalam dialog dengan tema “Dari NTB Untuk Indonesia: Kampung Lobster Nasional Boat Circuit”. 

Bang Zul sapaan akrabnya, mengatakan turut senang dengan kegiatan ini. 

“Berdialog dengan tokoh-tokoh pemuda, aktivis dan masyarakat Jerowaru sore ini di Dusun Telong Elong Lombok Timur. Banyak sekali aspirasi-aspirasi,” ucapnya.

“Aspirasi banyak dan menarik termasuk ingin memiliki Sirkuit Balap Sampan yg representatif untuk Kejuaraan Nasional,” tuturnya.

Pemuda, lanjut Gubernur, memiliki peran penting dalam memajukan daerah. Untuk itu, Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut meminta pemuda Desa Telong-elong mengajak semua pihak untuk memajukan desa, terutama di bidang pariwisata.

“Silahkan ajak semua pihak kolaborasi, berdialog untuk memajukan desa kita. Tapi ingat! Diskusikan sesuatu dengan baik, berdialog dengan cara memanusiakan manusia,” ungkap Bang Zul.

BACA JUGA: Ribuan PMI akan Diberangkatkan ke Malaysia

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Biro Adpim NTB, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur dan Kepala Desa Telong-elong. ***

 

 




Ribuan PMI asal NTB akan Diberangkatkan ke Malaysia 

Gubernur Apresiasi Sime Darby Plantation, yang akan memberangkatkan ribuan PMI atau Pekerja Migran Indonesia asal NTB untuk bekerja di Malaysia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah M.Sc mengatakan, ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB akan diberangkatkan untuk bekerja di Malaysia.

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, saat menerima kunjungan lanjutan dari Sime Darby Plantation Berhad (Malaysia) dan Sime Darby Plantation Berhad (Indonesia – PT Minamas) di ruang kerjanya, Rabu (03/08/22).

BACA JUGA: Gubernur NTB: Penting Rejuvenasi di Era Industrialisasi

Gubernur NTB menerima Sime Darby Plantation Berhad yang akan memberangkatkan ribuan PMI ke Malaysia

“Perusahaan Sawit Malaysia (Sime Darby Plantation) yang akan memberangkatkan ribuan tenaga kerja dari NTB,” kata Bang Zul.

Sempat berhenti merekrut pekerja asal Indonesia akibat Covid-19, kini Sime Darby Plantation kembali mengambil tenaga kerja dari Indonesia terutama dari Lombok, NTB.

Sebagai informasi, Sime Darby Plantation merupakan perusahaan kelapa sawit raksasa di Malaysia. 

Bahkan perusahaan ini yang membuat Malaysia menjadi negara produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia. Cabang usaha Sime Darby ada di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. 

BACA JUGA: Pekerja Migran Diminta Pahami Cara Kerja di Malaysia

Turut hadir mendampingi Gubernur pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, dan Kepala Dinas PTMPTSP Provinsi NTB. ***

 




Gubernur NTB: Penting Rejuvenasi di Era Industrialisasi

Hadiri Pelantikan DPD KNPI NTB, Gubernur NTB tegaskan pentingnya perubahan cara pandang atau Rejuvenasi dalam era Industrialisasi 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengingatkan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan, khususnya perubahan cara pandang atau Rejuvenasi dalam era Industrialisasi yang berusaha diwujudkan oleh Provinsi NTB.

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan Gubernur NTB dalam sambutan saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Nusa Tenggara Barat, (DPP KNPI Provinsi NTB) di Prime Park Hotel & Convention Lombok, pada Rabu (03/08/22), yang bertajuk “Rejuvenasi Pemuda di Era Industrialisasi”.

BACA JUGA: Organisasi Umat Budha Gelar Kegiatan di NTB

Gubernur NTB ingatkan pentingnya perubahan cara pandang atau rejuvenasi di era industrialisasi
Gubernur Zulkieflimansyah

Menurut Bang Zul sapaan gubernur, Industrialisasi yang hendak dibangun di NTB bukan banyaknya pabrik besar dengan produksi masif di sana-sini. 

Namun dimulai dengan mengolah hasil mentah menjadi komoditas yang nilai jualnya lebih besar. Demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. 

“Karena itu tepat sekali oleh KNPI ini, apalagi latar belakang KNPI ini banyak yang pengusaha, akan memberi warna tidak hanya bagi Nusa Tenggara Barat tapi juga Indonesia bahkan dunia,” tutur Gubernur Zul. 

Aktivis preneur

Sementara itu, Ketua Umum DPP KNPI. M. Ryano Panjaitan mejelaskan pentingnya aktivis preneur bagi pemuda. 

Aktivis preneur disebutkan Ryano adalah sebuah sintesis dari aktivisme  yang berlandaskan moral, intelektualitas, link atau jaringan.

Di satu sisi entrepreneur ada kelebihannya yaitu mandiri secara ekonomi, konsisten, disiplin, kreatif, inovatif. 

Sehingga aktivis preneur akan mendorong para pemuda untuk lebih memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mendorong teman-teman aktivis untuk bisa mandiri secara ekonomi. 

Ryano menyemangati para pemuda untuk mengambil aksi yang lebih banyak untuk melakukan perubahan. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Bikers Nikmati Wisata Lombok-Sumbawa

“Sekali lagi saya ucapkan selamat mengemban amanah sebagai pemuda, sekarang adalah era eksekusi, stop diskusi tanpa aksi, mari kita perkuat hal-hal yang kongkrit ke depannya,” katanya. ***

 

 




Gubernur NTB Ajak Bikers Nikmati Wisata Lombok-Sumbawa

Menyambut Funny Pirate Riders, Gubernur NTB ajak biker Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengajak seluruh bikers dari Batam menikmati berbagai tempat wisata di Lombok dan Sumbawa, terutama mengunjungi Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP)

Ajakan itu disampaikan saat Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB meneriman audiensi Organisasi Motor Funny Pirate Riders, yang merupakan bagian dari Komite Olah Raga BP Batam, di Ruang Kerja Pendopo Gubernur NTB, Rabu (03/08/22).

BACA JUGA: Organisasi Umat Budha Indonesia Gelar Kegiatan di NTB

Gubernur NTB ajak tamu para biker untuk kunjungi destinasi wisata Lombok-Sumbawa

“Menyambut tamu-tamu kita dari Batam yang tergabung dalam Funny Pirates Raiders, para bikers tangguh yang naik motor dari Batam ke Lombok NTB,” sambut Bang Zul.

Sebagian besar anggota dari Funny Pirate Riders merupakan Pegawai Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam (Badan Pengusahaan Batam/ BP Batam).

Perjalanan wisata bermotor roda dua tersebut, dimulai dari DKI Jakarta dan telah melewati delapan provinsi antara lain DKI Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Dl Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat).

Perjalanan itu membantu Badan Pengusahaan Batam melakukan kegiatan promosi investasi dan pariwisata Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau paska pandemi.

Djoe selaku pendiri dari komunitas FPR mengatakan, kegiatan touring tersebut merupakan agenda tahunan.

Menurut Djoe, komunitas sepeda motor memiliki agenda tahunan untuk melakukan touring sepeda motor menuju kota kota yang berbeda. Empat tahun lalu mereka melakukan perjalanan dari Batam ke Pulau Sabang. 

BACA JUGA: Dewan NTB Setujui Regulasi Perlindungan Petambak Garam

“Dan untuk tahun berikutnya rute touring kami dari Batam menuju Bromo. Di awal pandemi 2020 agenda kami terkendala karena wabah pandemi Covid 19. Dan untuk tahun lalu kami melakukan touring dari Batam menuju Sumatera Barat,” tutur Djoe. ***

 

 




Organisasi Umat Budha Indonesia Gelar Kegiatan di NTB

Gubernur NTB siap membuka agenda Nasional organisasi umat Budha Indonesia yang akan berlangsung di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB diagendakan menjadi tuan rumah beberapa kegiatan organisasi umat Buddha.

Agenda yang dimaksud adalah Mukernas Majelis Budhhayana Indonesia, Rakernas Wanita Buddhis Indonesia dan Munas Sekber Yayasan Budhhayana Indonesia. 

Dalam kesempatan itu pula Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., menyambut baik kegitan tersebut.

BACA JUGA: Umat Budha Desa Mareje Datangi Pendopo Gubernur

Gubernur menerima perwakilan umat Budha

“Dengan senang hati dan saya siap membuka secara langsung acara tersebut, ” ungkapnya saat menerima silaturahmi perwakilan NTB Majelis Budhhayana Indonesia, Wanita Buddhis Indonesia, dan Yayasan Budhhayana Indonesia, di pendopo Gubernur, Rabu (03/08/22).

Gubernur mengatakan kepada penyelenggara, agar acara tersebut tidak hanya memanfaatkan hotel saja sebagai lokasi digelarnya berbagai Raker. 

Melainkan juga, berbagai tempat wisata di alam terbuka bisa dijadikan alternatif penyelenggaraannya.

“Menggelar acara tak hanya di ruang tertutup, tetapi juga di ruang terbuka. Di bawah sinar matahari supaya tempat masyarakat juga hidup,” sarannya.

Hal ini dapat menghidupkan langsung perekonomian masyarakat di lokasi tempat wisata tersebut digelar dan dapat mempromosikannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Budhhayana Indonesia perwakilan NTB, Metawadi menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2022 dan ditargetkan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 150 orang dari 26 provinsi se-Indonesia. 

BACA JUGA: Dewan NTB Setujui Regulasi Perlindungan Petambak Garam

“Terimakasih atas saran dan masukan dari bapak Gubernur, tentu hal ini akan kami tampung dan laksanakan,” ucapnya.***

 




Umat Budha Desa Mareje Datangi Pendopo Gubernur

Gubernur NTB terima Silahturahmi warga Umat Budha Desa Mareje

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perwakilan warga Umat Buddha Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat melakukan silaturahmi ke Gubernur Zulieflimansyah di pendopo Gubernur, Rabu (03/08/22).

Selain bersilahturahmi, warga Umat Buddha Desa Mareje melaporkan kondisi terkini di Desa Mareje.

BACA JUGA: Gubernur NTB Tindaklanjuti Permintaan Masyarakat Sangiang

Seperti diketahui, di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sempat terjadi kesalah pahaman yang menimbulkan peristiwa penyerangan terhadap Umat Buddha, tanggal 1 Mei 2022.  Namun akhirnya peristiwa tersebut berhasil didamaikan aparat, termasuk berkat campur tangan Pemprov NTB.                                                                                                                            

Gubernur Zukieflimansyah menyampaikan terima kasih atas laporan yang disampaikan warga umat Budha.                                                                                                   

“Terimakasih atas informasi yang diberikan, untuk segala kekurangan yang belum diselesaikan akan kami jadikan atensi. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan stakeholders terkait,” kata Gubernur.

Selantunya, perwakilan warga Desa Mareje yang sekaligus pemuka Agama, Romo Nasib, mengucapkan terimakasih atas tindakan yang dilakukan Pemprov NTB dalam membantu warga Umat Buddha Desa Mareje selama ini.

BACA JUGA: Grand Launching Buku untuk Memperluas Wawasan Kebangsaan

“Terimakasih saya ucapkan atas semua tindakan yang dilakukan Pemrov NTB dan pak Gubernur. Kami berharap agar semua bisa diselesaikan dengan baik dan cepat,” harapnya.*** 

 

 




Dewan NTB Setujui Regulasi Perlindungan Petambak Garam 

Rapat Paripurna Dewan NTB Setujui Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, akan menjadi payung hukum baru bagi pembudidaya dan petambak garam dalam menjalankan usahanya di Provinsi NTB. 

Hal tersebut menyusul telah disetujuinya raperda tersebut menjadi regulasi baru pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Selasa (02/08/22).

BACA JUGA: Grand Launching Buku untuk Perluas Wawasan Kebangsaan

Dewan NTB setujui regulasi perlindungan petambak gaeam
Wagub NTB dan Ketua DPRD NTB

“Setelah penyampaian tadi, kita telah mendengar bersama persetujuan dewan terhadap satu buah Raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petambak Garam. Adapun terhadap Raperda yang masih memerlukan pembahasan, kami akan mengikuti jadwal yang ditetapkan DPRD selanjutnya,” kata Wagub NTB,  Hj. Sitti Rohmi Djalilah., ketika memberikan sambutan pada Rapat Paripurna tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga turut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD atas ikhtiarnya untuk terus membangun NTB.

“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan segenap DPRD atas seluruh komunikasi, koordinasi dan kerja sama yang baik serta komitmennya dalam berikhtiar membangun NTB yang kita cintai,” tambahnya.

Ummi Rohmi, sapaan akrab pun menyataka, disetujuinya Raperda tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan terbaik bagi masyarakat serta untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. 

“Dengan telah disetujuinya raperda prakarsa DPRD ini maka dalam waktu dekat raperda ini juga akan menambah jumlah produk hukum daerah. Tujuannya semata mata adalah untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan terbaik bagi masyarakat serta dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah,” tutur Ummi Rohmi.

ia pun berharap Raperda tersebut nantinya dapat berfungsi untuk memaksimalkan jalannya pembangunan serta untuk kemajuan masyarakat NTB.

BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Harus Diperlakukan Sama

“Besar harapan kita seluruh regulasi yang dibahas dan dihasilkan dalam ruangan forum terhormat ini benar-benar bisa berfungsi untuk jalannya pembangunan serta kemajuan kepada masyarakat serta mampu memberikan manfaat yang besar bagi pencapaian kepada masyarakat yang lebih sejahtera,” harapnya.

Turut hadir pada rapat paripurna tersebut yaitu, Forkopimda Provinsi NTB, Sekda Provinsi NTB, serta beberapa Kepala OPD lingkup Provinsi NTB. ***