Liga 3 NTB Belum Saatnya Jual Tiket Masuk, Ini Kritik HBK

HBK menyampaikan kritik ditujukan pada Asprov PSSI NTB, belum saatnya jual tiket masuk untuk Liga 3 NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Langkah Asprov PSSI NTB yang memberlakukan tiket masuk bagi penonton, menuai kritik keras berbagai pihak. 

Seperti diketahui, gelaran Liga 3 NTB yang dimulai pada hari, Sabtu (06/08/22), dengan kick off yang dilakukan di GOR 17 Desember, Kota Mataram, sudah mulai bergulir.

Namun langkah Asprov PSSI NTB untuk menjual tiket masuk tiap laga Liga 3 NTB mengundang kritik banyak pihak.

Salah satu kritik datang dari Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) yang juga Chairman Lombok Football Club (Lombok FC). 

Ia menilai, belum saatnya Liga 3 NTB diberlakukan pembelian karcis, mengingat Liga 3 sifatnya juga masih amatir.

BACA JUGA: Pertemuan Rannya dengan Asnawi Mangkualam di Korsel

Ranya menyumbangkan dana pembinaan untuk pembelian tiket bagi Babalo, group suporter Lombok FC di laga Liga3 NTB
Rannya (tengah) di antara pemain Lombok FC

Komersialisasi Liga 3 NTB oleh Asprov PSSI NTB dinilai belum saatnya, dan dianggap kurang sensitif dalam memahami kondisi kehidupan masyarakat. Terlebih masih dalam suasana Covid19, ekonomi masyarakat masih terpuruk dan belum benar-benar pulih.

“Saya berpendapat bahwa karcis buat penonton baru boleh diberlakukan apabila sepakbola NTB sudah berada di level profesional atau Liga 2,” kata HBK, Sabtu (06/08/22).

Asprov PSSI NTB telah mengumumkan menjual dua kategori tiket selama penyelenggaraan Liga 3 yang diikuti 26 klub. 

Tiket terbagi dalam empat group masing-masing dua group di P. Lombok dan dua group di P. Sumbawa. 

Tiket VIP dijual dengan harga Rp 500.000,- dan tiket untuk kelas biasa dijual dengan harga Rp 15.000,- untuk setiap pertandingan.

HBK menegaskan, Asprov PSSI NTB seharusnya lebih kreatif dalam mencari pendanaan. Salah satunya adalah dengan lebih banyak menarik sponsor untuk turut membantu menopang pembiayaan kompetisi.

“Intinya, gelaran Liga 3 yang masih amatir ini jangan dululah dikomersialisasikan,” kata HBK. Menurutnya, prioritas para petinggi Asprov PSSI NTB saat ini mestinya adalah, mendorong agar GOR terisi penuh penonton. 

“Mulai membangun antusiasme, fanatisme, dan militansi para supporter terhadap klub kebanggaannya masing-masing,” tandas Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

BACA JUGA: Skuad Lombok FC Makin Mentereng, Siap Melaju ke Level Atas

Seharusnya Asprov PSSI NTB memberikan dulu insentif kepada masyarakat pecinta sepakbola NTB, menonton laga Liga 3 NTB secara gratis. 

HBK ingin agar momentum kembali bergulirnya Liga 3 NTB tahun ini, bukan menjadi momentum komersialisasi kompetisi. Tetapi, momentum untuk memupuk dan membina loyalitas fans klub peserta Liga 3.

“Berikan kesempatan kepada para pecinta sepakbola NTB untuk bisa menikmati gelaran sepakbola klub-klub kecintaannya, karena sepakbola tanpa suporter itu seperti sayur tanpa garam, anyep dan nggak ada menarik-menariknya,” tandas HBK.

Sumbangkan Rp 20 Juta untuk Supporter Klub

Sebagai wujud keberpihakannya kepada para suporter, manajemen Lombok FC sendiri sudah mengambil keputusan untuk menyumbangkan seluruh dana pembinaan yang akan diberikan Asprov PSSI NTB bagi setiap klub peserta Liga 3. 

Nilainya Rp 20 juta kepada manajemen Babalo, group supporter Lombok FC.

Dana sebesar Rp 20 juta tersebut, akan digunakan para Babalo, sebutan untuk para suporter Lombok FC di seluruh NTB, untuk membeli tiket menonton setiap pertandingan yang akan dijalani Lombok FC.

Rencananya, penyerahan dana kepada group suporter Babalo tersebut akan dilakukan langsung oleh Presiden/CEO Lombok FC, Rannya Agustyra Kristiono di ruang pertemuan Mess Lombok FC, sebelum Lombok FC bertanding menjalani laga perdananya.

“Kami memahami sepenuhnya, para suporter merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap moment pertandingan. Akan terasa hampa sebuah pertandingan sepakbola tanpa kehadiran suporter,” kata Rannya.

Ia menjelaskan, langkah pihaknya yang menyumbangkan dana pembinaan untuk pembelian tiket bagi Babalo, group suporter Lombok FC.

Dara yang banyak menginspirasi para millenial di NTB ini menegaskan, para suporter tak ubahnya pemain kedua belas dalam sebuah klub sepak bola.

BACA JUGA: Skuad Lombok FC Sudah Komplet, Yakin Juara Liga 3 NTB

Dan bagi Lombok FC, Babalo merupakan sumber semangat, sumber energi, dan sumber kekuatan bagi seluruh pemain Lombok FC yang sedang bertanding di lapangan. 

Kehadiran Babalo dalam setiap pertandingan juga dapat memberikan semangat, kekuatan, dan motivasi bagi para pemain, tim pelatih, maupun official klub.

“Lebih dari pada itu, suporter adalah penopang dan prasyarat utama jika sebuah klub ingin menjadi klub sepakbola profesional.” imbuh Rannya.***

 

 




Musyawarah Daerah VIII ORARI NTB Digelar di Mataram

Melalui musyawarah daerah ORARI NTB  diharapkan dapat melahirkan ide-ide dan gagasan-gagasan yang membangun dari para peserta musyawarah.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Orari NTB diminta meningkatkan kemampuan dalam memahami permasalaham sosial.

Selain memahami berbagai permasalahan sosial, para anggota Orari juga diminta untuk meningkatkan keterampilan teknis amatir radio.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ungkapkan Konsep Sederhana Industrialisasi

Kadis Kominfotik NTB minta anggota ORARI NTB memahami masalah sosial

Selain itu, meningkatkan wawasannya terhadap berbagai ketentuan dan regulasi serta produk perundang-undangan yang mengatur berbagai hal tentang penyelenggaraan radio amatir.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Baiq Nelly Yuniarti, mewakili Gubernur NTB mengatakan itu, dalam Musyawarah Daerah VIII Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Nusa Tenggara Barat di Mataram, Sabtu (06/08/22). 

“Hal ini perlu saya ingatkan, karena kemajuan teknologi komunikasi amatir radio terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, yang tentunya juga mengiringi perubahan teknologinya, dan aturan-aturan serta regulasi yang menyertainya,” kata Baiq Nelly

Kode etik jurnalistik juga diminta untuk menjadi panduan para operator radio amatir dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi.

“Para operator radio amatir, apapun kepentingannya, dimana pun dia berada, hendaknya tetap mengedepankan kepentingan yang lebih besar yaitu bangsa dan negara, sehingga informasi apapun yang disampaikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” pesan Gubernur. 

BACA JUGA: Dialog Interaktif Bersama Wartawan Parlemen DPR RI, Ini Pesan Sekda NTB

Diharapkan, melalui forum ini dapat melahirkan ide-ide dan gagasan-gagasan yang membangun dari para peserta musyawarah. 

Ini menjadi solusi bagi pemecahan masalah, serta tersusunnya program kerja dan kebijakan umum organisasi yang konstruktif bagi kemajuan orari ke depan. ***

 




Gubernur NTB Ungkapkan Konsep Sederhana Industrialisasi

Kata Gubernur NTB, industrialiasi merupakan pendalaman struktur, dari produk lokal seperti bawang kemudian mengolahnya menjadi bawang goreng

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Industrialisasi merupakan konsep sederhana yang mengubah bahan baku agar memiliki nilai. 

Bukan hanya berbicara pabrik besar, tapi industrialiasi merupakan pendalaman struktur. 

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyampaikan pesan itu setelah  Road Show Industrialisasi di lanjutkan ke Kabupaten Sumbawa Besar, Jum’at (05/08/22) dikantor Bupati Sumbawa.

Dikatakan, industrialiasi merupakan pendalaman struktur. Dari produk lokal sederhana seperti bawang, kemudiannya mengolahnya menjadi bawang goreng.

BACA JUGA; Road show Industrialisasi, Pemda Diminta Mulai Mengolah Bahan Mentah

“Hasil pertanian kita seperti bawang goreng butuh industrialisi, pilihan industri ini sangat penting, kita harus berani memproduksi sendiri, kemudian mengolahnya menjadi barang dengan harga jual lebih tinggi,” ungkap Gubernur yang didampingi ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Gubernur berkisah, beberapa bulan lalu, Kabupaten Sumbawa mengirim sapi ke luar daerah. 

Di luar daerah, daging sapi dari sumbawa tersebut diolah, kemudian menjualnya kembali ke Sumbawa dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Kenapa kita takut potong disini, kemudian mengolahnya. Padahal, mengolah produk bisa memunculkan pekerjaan baru, hingga mengurangi pengangguran,” tambah Gubernur di dampingi Bupati Kabupaten Sumbawa Besar.

Industrialisasi, lanjut Gubernur, bukan untuk gagah-gagahan. Kehadiran sektor industri juga harus didukung dengan kualitas produk yang berkualitas.

“Industrialisasi ini kebutuhan pembangunan, Industrialisasi jalan panjang dan terjal. Tapi ingat! Kita harus melaluinya.” tegas Gubernur Zul. 

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ungkapkan Praktek Industrialisasi

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Sekda Sumbawa, Kapolres, Dandim, Kejari, kepala OPD se Sumbawa, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se Kabupaten Sumbawa.***  

 

 




Road show Industrialisasi, Pemda Diminta Mulai Mengolah Bahan Mentah

Saat road show Industrialisasi di Sumbawa, Gubernur NTB menegaskan, mengolah bahan baku memiliki nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat.

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah diajak mulai mengolah bahan mentah atau bahan baku, dari sumber daya alam yang tersedia. 

Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat roadshow industrialiasasi di Kabupaten Sumbawa, Jum’at (5/8/2022), di kantor Bupati Sumbawa.

Dengan mengolah bahan baku akan memiliki nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Dialog Interaktif dengan Forum Wartawan Parlemen DPR RI, Ini Pesan Sekda NTB 

Gubernur NTB dorong Pemda mulai mengolah bahan baku
Gubernur Zulkieflimansyah dan Hj Niken

“Kita harus punya keberanian untuk mulai mengolah sumber daya alam kita. Seperti hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan potensi alam lainnya,” kata Bang Zul panggilan populer Gubernur NTB.

Ia mengatakan itu saat menjadi narasumber pada kegiatan Roadshow Tematik dengan tema “Inovasi Halal dan Baik dalam Mendukung Percepatan Pembentukan Ekosistem Industri Halal”. 

Di depan Guru Besar Unibraw Malang dan Kementerian Perindustrian, Gubernur NTB mengatakan, kalau tidak dimulai hanya menjadi retorika tanpa ada hasil apa pun. Industrialisasi ini merupakan kebutuhan, katanya..

“Sampai sekarang, pabrik pengolahan ikan yang mangkrak di teluk Santong, tidak kita selesaikan. Padahal itu konsep Industrialiaasi paling nyata, pada sektor pengolahan ikan,” kata Bang Zul yang didampingi Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Kalau dikelola dengan baik, akan memantik industrialisasi turunan di sekitarnya. Masyarakat juga akan merasakan manfaat demi mewujudkan kesejahteraannya.

Menurut Bnag Zul, adanya perusaan besar seperti PT. Aman Mineral menjadi core industrinya. Karena itu, harus segera digesa untuk membicarakan kerjasama dalam penguatan industri UMKM. 

Pemda diminta mulai memikirkan untuk upgrading kapacity SDM di daerah. Menyiapkan tenaga kerja baik yang akan terlibat langsung maupun yang memperoleh penguatan seperti pelaku usaha 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ungkapkan Praktek Industrialisasi

“Perusahasn besar juga bukan hanya sekedar cari uang, tapi membangun relasi yang konstruksi dengan lingkungan itu jauh lebih penting,” terangnya di depan pimpinan PT. AMAN.

Sementara itu, Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi Pemprov. NTB untuk ikut membangun daerah.

“Terutama mensukseskan program industrialisasi. Mengolah bahan mentah agar memiliki nilai tambah,” ucapnya.

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Sekda Sumbawa, Kapolres, Dandim, Kejari, kepala OPD se Sumbawa, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se Kabupaten Sumbawa.***  

 

 




Dialog Interaktif Bersama Wartawan Parlemen DPR RI, Ini Pesan Sekda NTB

Sekda NTB saat menghadiri dialog interaktif dan sosialisasi Kinerja DPR RI bersama Wartawan Parlemen DPR RI, mengkonfirmasi apa yang diperjuangkan anggota DPR RI Dapil NTB

LOTENG.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi berpesan kepada anggota DPR RI Dapil NTB untuk mengkonfirmasi anggota DPR RI Dapil NTB, agar mengetahui perkembangan dan opininya untuk Daerah NTB dan apa yang diperjuangkan di Pusat. 

Sehingga dengan sigap melakukan sinergi dan kolaborasi dengan mereka.

Dalam dialog interaktif Sekda mengkonfirmasi apa tang diperjuangkan anggota DPR RI Dapil NTB

Pesan itu disampaikan Sekda Lalu Gita Ariadi, mewakili Gubernur NTB, saat menghadiri Dialog Interaktif dan Sosialisasi Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen, di Hotel Raja Kuta Mandalika Lombok Tengah, Jum’at (05/08/22).

BACA JUGA: Gubernur NTB Puji Pelaku Usaha KSB Mengolah Bahan Baku

Dialog interaktif itu dengan tema “Perkuat Kolaborasi Media dan Parlemen Wujudkan Parlemen Modern” 

“Maka dengan cara itu ke depan akan semakin indah sehingga masyarakat NTB tahu apa mereka perjuangkan di Jakarta,” tegas Lalu Gita Ariadi.

Selain itu, Miq Gita sapaan Sekda NTB, mengapresiasi dan berterimakasih atas kegiatan Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI bersama Wartawan Parlemen, yang memilih Lombok sebagai tempat kegiatan.

“Sambil rekreasi, nikmatilah pantai Mandalika dan sekitarnya selama berkegiatan dan sebagai bentuk ucapan terimakasih, kami menyiapkan 10 tiket gratis nonton WSBK di sirkuit Mandalika tahun depan,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah NTB menerima dengan baik kedatangan bersama rombongan.

Wakil Ketua BURT DPR RI menyampaikan, tujuan kegiatan ini memperkuat kerjasama dan kalaborasi dengan media di era kemajuan teknologi dan informasi dengan cepat, sehingga mampu mewujudkan parlemen yang modern.

BACA JUGA: Program PMII Diminta Turun Langsung ke Masyarakat

“Karena itu, kami minta kepada teman-teman wartawan agar menyampaikan pesan-pesan informasi yang baik, yang positif kepada masyarakat apa adanya,” ajaknya.

Untuk diketahui, di parlemen diisi oleh berbagai macam karakter yang berbeda-beda. Sehingga perlu dilakukan penguatan kalaborasi dengan insan media sebagai lidah penyampai informasi kepada masyarakat. ***

 

 




Program PMII Diminta Turun Langsung ke Masyarakat 

Sekda NTB menyampaikan pesan, program PMII harus turun ke lapangan untuk mengedukasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) NTB untuk dapat  mengedukasi masyarakat, terkait permasalahan stunting, perdagangan orang, pernikahan dini dan lain sebagainya. 

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, mengajak PMII bergerak, mengedukasi ibu bapak sanak saudara kita, agar terhindar dari berbagai permalahan yang ada di sekitar masyarakat. 

BACA JUGA: Posyandu Keluarga di NTB Punya Data Stunting Tiap Dusun

Sekda NTB pesan, agar program PMII bisa turun mengedukasi masyarakat

“Seperti maraknya kasus stunting yang akar mulanya dari pernikahan dini yang harus dicegah, hadirnya PMII di tengah masyarakat tentu dapat mengedukasinya,” tutur Sekda NTB saat menerima audiensi PMII di Ruang Rapat Sekda NTB, Jum’at (05/08/22).

Pesannya, agar setiap program kerja dari PMII dapat turun langsung ke masyarakat. sehingga berbagai permaslahan dapat diselesaikan dari hulu ke hilir. Jangan lagi ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, banyaknya masyarakat yang masih menggunakan calo.

“Jangan sampai hal seperti ini kita diamkan, termasuk masyarakat yang pergi menjadi tenaga kerja ilegal tanpa prosedur yang jelas. Inilah yang menjadi masalah, baik musibah kecelakaan di perjalanan, diperlakukan tidak senonoh di tempat kerja, tidak dapat perlindungan karena di luar jangkauan jalur-jalur resmi pemerintah,” ungkap Miq Gite.

Ia memberikan apresiasi dan dukungan terhadap PMII yang akan mengikuti Seminar Nasional oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC) Bali-Nusa Tenggara yang akan dilaksanakan pada 14-16 Agustus di Denpasar Bali.

Sekretari Umum PMII NTB, Muhammad Faozan berharap, agar PMII dan Pemerintah Daerah dapat terus bersinergi dalam melakukan penanggulangan stunting, pernikahan dini maupun perdagangan orang.

BACA JUGA: Rakor Perhubungan Bertajuk “Trans[ortasi Berkeselamatan” Dinilai Tepat

“KIta berharap kesinambungan PMII, Stakeholder terkait dan Pemerintah Daerah untuk menanggulangi pernikahan dini maupun stunting ini kita bersinergi dalam upaya penanggulangan hal tersebut,” tutupnya. ***

 

 




Gubernur NTB Mengungkapkan Praktek Industrialisasi 

Saat road show Industrialisasi di KSB, Gubernur NTB menegaskan pentingnya terus menggaungkan apa itu industrialisasi

KSB.lombokjournal.com ~ Pemahaman tentang industrialisasi penting terus digaungkan dan disosialisasikan.

Industrialisasi itu secara sederhana mengelola hasil pertanian, perikanan, perkebunan dan lainnya agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah  menyampaikan itu saat mengawali road show Industrialisasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (04/08/22) di Sentra IKM Poto Tano-KSB.

BACA JUGA: Road show Industrialisasi, Gubernur NTB: KSB Cepat Lakukan Industrialisasi

“Sehingga, masyarakat mengerti tentang industrialisasi itu. Bukan hanya berkaitan dengan pabrik-pabrik besar,” kata Gubernur Zul dalam Talkshow tematik “Sinergitas Pengembangan Industri dalam mendukung kawasan industri Maluk” 

Industrialisasi prosesnya memang panjang, dengan sentuhan sain dan teknologi dan kemauan dan sinergi pemerintah, swasta dan masyarakat, maka ikhtiar mewujudkan kesejahteraan masyarakat ini akan terwujud.

Kemudian Gubernur Zul mengungkapkan apa itu praktek industrialisasi. Ia menuturkan pengalamannya keluar daerah, kebutuhan akan industrialisasi prakteknya terjadi dengan pendingin atau collstroge. 

“Ikan yang dibeli di Kecamatan Sape di Bima dan Sekotong Lombok Barat, dikeluarkan kotorannya, dibekukan dan dijual kembali ke NTB, di hotel-hotel termasuk PT. Aman. Harganya jauh lebih mahal,” ungkapnya.

Kenapa suatu daerah itu tidak maju-maju, seperti NTB atau Indonesia bagian timur, karena terlalu nyaman menjual barang mentah tanpa diolah. 

Kemudian tanpa disadari mengonsumsi prodak yang bahan bakunya dari daerah sendiri, dengan nilai tambah dan harga yang lebih mahal.

Masyarakat tanpa menyadari menjual bahan baku dengan harga yang murah, dan membeli kembali prodak yang diolah dengan harga yang mahal.

Maka mulai sekarang, stop menjual barang mentah keluar daerah dengan harga murah.  Karena tidak akan menstabilkan harga disini.

“Ini hal mendasar, dan perlu terus digaungkan agar masyarakat mengerti tentang pentingnya industrialisasi itu,” ucap pria kelahiran Sumbawa ini. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Puji Pelaku Usaha KSB Mengolah Bahan Baku

Sementara itu Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., mengatakan, memang penting memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang konsep industrialisasi ini.

“Pemerintah, pihak swasta dan steakholder lain harus terus memasifkan sosialisasi tentang industrialisasi tersebut,” kata Bupati.

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, kepala OPD se KSB, para camat, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se KSB.***

 




Gubernur NTB Puji Pelaku Usaha KSB Mengelola Bahan Baku

Tinjau Stand UMKM di KSB, Gubernur NTB mengaku bangga pelaku UMKM di KSB mulai ada yang mengolah produk jadi hingga setengah jadi

KSB.lombokjournal.com ~ Usai mengikuti Talkshow Tematik “Sinergitas Pengembangan Industri dalam mendukung kawasan industry Maluk” di  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, meninjau stand dan lapak para UMKM, di Sentra IKM Poto Tano Kabupaten  Sumbawa Barat (KSB).

“Saya bangga, para pelaku UMKM disini sudah mulai ada yang mengolah produk jadi hingga setengah jadi,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

BACA JUGA: Road show Industrialisasi, Gubernur NTB: KSB Cepat Lakukan Industrialisasi

Gubernur Zul didampingi Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengawali Road Show Industrialisasi, Kamis (04/08/22) di KSB.

Dikatakan Gubernur, pelaku UMKM sudah mulai melakukan konsep sederhana dalam mengelolah bahan baku lokal, sehingga memiliki nilai tambah.

“Kita pelihara ayam, dengan industrialisasi dapat dijadikan abon yang memiliki nilai jual,” jelas Gubernur Zul.

Sehingga, ketemu konsep sederhananya. Akan tetapi lanjut Doktor Zul, perlu ada sentuhan pemerintah untuk desain kemasan, pasarannya serta segi izin dan kelayakannya.

“Itu yang kami maksud konsep sederhana dalam industrialisasi,” paparnya, didampingi, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) H. W. Musyafirin.

Usai acara tersebut, Gubernur NTB menyerahkan sejumlah bantuan untuk para pelaku UMKM di KSB.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga di NTB Punya Data Stunting Tiap Dusun

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, kepala OPD se KSB, para camat, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se KSB. *** 

 

 




Road show Industrialisasi, Gubernur NTB: KSB Cepat Lakukan Industrialisasi

Dalam road show industrialisasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Gubernur NTB mengungkapkan ekspektasinya karena di KSB ada industri besar

KSB.lombokjournal.com ~ Road show industrialisasi diawali di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), karena kabupaten itu disebut daerah yang paling mungkin melaksanakan industrialisasi lebih dahulu. 

Pasalnya, ada PT. Aman Mineral yang akan siap mendukung penguatan pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat mengawali  Roadshow industrialisasi, Kamis (04/08/22) di Sentra IKM Poto Tano KSB.

BACA JUGA: Gubernur NTB Mulai Lakukan Road show Industrialisasi

“Khusus KSB, kita punya ekspektasi yang lebih, karena industri besar ada disini,”

kata Gubernur Zul yang didampingi Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) H. W. Musyafirin.

Menurut Gubernur Zul, dibutuhkan kepiwaian Bupati KSB, untuk memaksa PT. Aman Mineral terlibat dalam proses industrialisasi, secara langsung atau tidak langsung. 

Karena dalam dunia bisnis, industrialisasi terlalu lama dan prosesnya panjang. Karena kadang-kadang dunia usaha tidak mau repot untuk ikut terlibat.

“Tugas Pemerintah, baik Gubernur maupun Bupati, membujuk perusaahaan besar mempelopori, agar mau membatu para  UMKM-UMKM di daerah,” katanya. 

Selain itu, PT. Aman juga  harus memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal. Walaupun jauh kualitas dan harga dibanding dengan pengusaha luar. Namun kesempatan pengusaha lokal, untuk terus belajar lebih baik dan bersaing, itu jauh lebih penting.

Dikatakan, pembangunan Smelter di KSB harus menjadi kepastian. Tidak boleh tidak, tapi harus segera dimulai dan diteruskan. 

Karena sekali bahan baku diolah disini, akan mengundang induatri turunan lainnya. Apalagi pada akhir tahun ini,  akan dilakukan proses pembangunan bandara di KSB. 

“Kita juga harus bersahabat dengan investor. PT. Aman harus dipastikan nyaman di tempat kita. Mereka harus senang melakukan usahanya dan beroperasi di tempat kita,” pesan Bang Zul 

Namun saat bersamaan, PT Aman harus mampu diyakinkan untuk melakukan pendalaman struktur atau intervensi pada produk UMKM yang memiliki nilai tambah, untuk produk masyarakat.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga di NTB Punya Data Stunting tiap Dusun

Ia juga mengingatkan, agar PT. Aman jangan mereduksi bisnisnya hanya semata sebagai mesin pencari uang, tapi harus membangun relasi yang konstruktif dengan masyarakat.

“Maka kalau kita berjalan bersama, maka masyarakatlah yang melindungi perusahaan. Untuk mewujudkan masyakat NTB dan KSB yang lebih baik,” pesan pria kelahiran Sumbawa.

Jadi sinergi dan kolaborasi Bupati KSB bersama PT. Aman Mineral mampu mewujudkan industrialisasi di KSB.

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, kepala OPD se KSB, para camat, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se KSB. *** 

 

 

 




Posyandu Keluarga di NTB Punya Data Stunting tiap Dusun

Kata Wagub NTB, adanya  data stunting by name by address yang berbasis dusun,  memudahkan Posyandu Keluarga di NTB dalam penanganan gejala stunting

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan bahwa keberadaan 

Posyandu Keluarga di 10 Kabupaten-Kota, sangat aktif mengkampayekan dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menekan stunting. 

BACA JUGA: Pemuda Telong-Elong ingin Punya Sirkuit Balap Sampan

Wagub NTB mengatakan, Posyandu Keluarga di NTB aktif
Wagub NTB (Kaman)

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi mengatakan itu dalam Rapat Kerja (Raker) yang dipimpin Wapres RI, KH. Ma’ruf Amin, membahas percepatan penurunan stunting di NTB, Kamis (04/08/22) di Jakarta.

“Alhamdulillah Posyandu keluarga kita di NTB aktif semua,” kata Wagub 

Ummi Rohmi sapaan Wagub, semua Posyandu Keluarga di NTB memiliki data stunting by name by address yang berbasis dusun.

“Hal ini memudahkan penanganan deteksi awal dalam gejala stunting dan menangani stunting,” ujarnya.

Dengan data itu penangan akan lebih efektif, untuk mencegah dan menangani stunting di NTB. 

Namun mencegah dan penanganan stunting butuh sinergi dan kolaborasi semua pihak. Dari lingkungan keluarga, dusun, desa, kabupaten/kota hingga tingkat Provinsi dan Pusat.

“Stunting harus kita perangi bersama, demi mewujudkan generasi Nusa Tenggara Barat yang semakin baik,” tutupnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Mulai Lakukan Roadshow Industrialisasi 

Keberhasilan program revitalisasi Posyandu Keluarga di era kepemimpinan Zul-Rohmi, hingga 100 persen. Hal itu merupakan ikhtiar k mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, pendidikan, kesehatan berbasis dusun. ***