Gubernur NTB Resmikan Rumah Adat Palung Dalem, Lotim

Rumah Sederhana Tapi Dihuni Jiwa-Jiwa Besar, ini kata Gubernur NTB saat peresmian Rumah Adat di Desa Suwangi, Lotim

LOTIM.lombokjournal.com ~  Gubernur NTB, Zulkieflimansyah terkejut dengan sambutan selamat datang dengan slogan “Bertaubatlah saudaraku karena dunia sudah tua” yang ditulis oleh Ali Akbar selaku Ketua Rumah Adat Bale Beleq Palung Dalem.

Itu diungkapkannya saat meresmikan Rumah Adat Bale Beleq Palung Dalem Desa Suwangi Sakra Lombok Timur, (14/08/22).

BACA JUGA: Bupati Djohan Sjamsu: Orang di PMI Luar Biasa

Gubernur NTB BERHARAP RUMAH ADAT JADI NYAMAN UNTUK SEMUA
Gubernur Zulkieflimansyah

Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengatakan, kalimat ini diungkapkan oleh Prof. Hariri yang termasuk dalam buku terbaik dunia saat ini.

“Jadi, luar biasa buku terbaik dunia saat ini mengutip tulisan Ali Akbar,” puji Bang Zul.

Bang Zul menyampaikan pesan tegas bahwa dunia boleh tua, dunia boleh berubah tetapi Ali Akbar tetap kelihatan muda.

Ia mengutarakan, nama Bale ini adalah rumah yang menyamankan kita semua. Sekarang banyak punya rumah yang besar tapi jiwanya sempit

“Jadi rumah yang diinginkan Ali Akbar ini kelihatannya sederhana mungkin kecil bentuknya tapi rumah ini dihuni oleh orang-orang berjiwa besar di bumi yang kita cintai ini,” tandasnya.

Hadirnya institusi tersebut diharapkan masyarakat tidak kehilangan arah dalam hidup.

“Mudah-mudahan Bale Adat ini menjadi rumah yang nyaman buat semuanya, tempat keluh kesah, tempat berdoa, dan terus mempererat persaudaraan dan lebih kuat persatuannya,” katanya.

BACA JUGA: Letusan Samalas, Benda Peninggalan Kedatuan Benue Diuji Radiokarbon

Peresmian Rumah Adat Bale Beleq Palung Dalem ditandai dengan pemukulan Gendang Belek oleh Gubernur didampingi Ketua Rumah Adat, Ali Akbar, Wakil Bupati Lombok Timur, dan Tokoh Adat lainnya dan penandatanganan prasasti. ***

 

 




Bupati Djohan Sjamsu; Orang di PMI Luar Biasa

Saat menghadiri Muskab PMI ke-III Lombok Utara, Bupati Djohan Sjamsu berharap, Ketua PMI terpilih agar mampu menjaga Marwah PMI

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Orang-orang yang berkerja di Palang Merah Indonesia (PMI) dinilai sebagai orang yang luar biasa.

Hal itu dikatakan Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu saat menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke III Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Utara  yang berlangsung Sabtu (13/08/22), di Aula SMAN 1 Tanjung.

Hadir juga para Camat, BPBD, Damkar, Dikes, perwakilan PMR, Forum relawan (Forel),  utusan Kecamatan serta Sibat Desa yang ada di Lombok Utara. 

“Orang yang duduk di PMI saya anggap luar biasa, karena betul-betul bekerja sukarela untuk kemanusiaan, tidak ada menyangkut kepentingan materil di lembaga ini,” kata 

Bupati Djohan Sjamsu.

BACA JUGA: Zero Waste Trekker, Upaya Selamatkan Rinjani

Menurutnya, PMI menjadi organisasi kemanusiaan yang telah berdiri sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia.

PMI ada di tingkatan seluruh pemerintahan dari pusat hingga kabupaten.

Ia berharap, Ketua PMI terpilih agar mampu menjaga Marwah PMI dan tetap totalitas dalam kerja-kerja kemanusiaan tanpa berfikir soal materi, karena sejatinya PMI tempat pengabdian yang ikhlas.

Memang, walaupun membantu dana hibah sesuai kemampuan daerah, namun anggaran tersebut tidak sebanding dengan upaya yang dilakukan PMI dalam kebencanaan selama ini.

“Pada anggaran murni 2022 PMI tidak mendapat alokasi dana Hibah, namun saya berharap kawan-kawan tidak patah semangat, kita harus maklumi karena kondisi keuangan daerah saat ini sangat terbatas. Keuangan APBD kita berkurang hingga Rp 400 miliar, namun tetap kita upayakan untuk dapat mengakses anggaran di APBD perubahan mendatang,” tuturnya.

Dalam agenda sidang pleno Muskab yang dipimpin Tarpiin Adam, disepakati menetapkan secara aklamasi Ketua PMI Lombok Utara Periode 2022-2027 kepada Fatmawati, S.Ag., M.M.

Ktua terpilih itu sebelumnya merupakan Wakil Ketua PMI Bidang Diklat dan PMR periode 2017-2022 dan juga menjabat PLT Ketua PMI Lombok Utara.

Saling menguatkan kerja kemanusiaan

Ketua PMI Terpilih Fatmawati menyampaikan ucapan terimakasih atas amanah yang dimandatkan dalam memimpin organisasi kepalang merahan tersebut. 

Ia mengakui amanah yang dibebankan dipundaknya itu tidak lah mudah.

Ia pun mengajak semua pengurus, relawan dan staf markas untuk bersinergi saling menguatkan dalam aktifitas kerja kemanusiaan di palang merah

Ditututrkan, selama proses perjalanan tanggap darurat bencana gempa lalu, relawan PMI hampir mencapai ratusan orang.

BACA JUGA: Letusan Samalas, Benda Peninggalan Kedatuan Benue Diuji Radiokarbon 

Namun dalam seiring waktu di perjalanan banyak relawan yang melepaskan pengabdian di PMI ketika anggaran kegiatan sudah tidak disuport PMI pusat juga federasi.

Itulah sebabnya Fatmawati mengatakan, masih banyak PR PMI ke depan baik yg terkait dengan pengkanderan, penanganan kebencanaan yang membutuhkan keikhlas para relawan untuk membantu masyarakat.

Masyarakat masih membutuhkan bantuan, salah satunya dalam penanganan kekeringan, pendampingan kesehatan juga bencana alam banjir, serta longsor yang menjadi langganan di daerah.

“Oleh karena itu saya mengajak semua Relawan KLU untuk menunjukkan loyalitas tinggi dalam gerakan kemanusiaan ini, serta mampu menunjukkan profesionalisme dan kejujuran dalam kerja kemanusiaan,” ungkapnya. *** 

 




Letusan Samalas, Benda Peninggalan Kedatuan Benue Diuji Radiokarbon

Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 akan uji penanggalan radiokarbon artefak dan benda sisa Kedatuan Benue, yang sempat terkubur akibat letusan Samalas

LOTENG.lombokjournal.com ~ Letusan Gunung Samalas di Lombok pada tahun 1257 diyakini menghilangkan banyak peradaban. 

Konon Salah satunya yang terimbas erupsi dasyat Samalas itu adalah Kedatuan Benue di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Beberapa bukti artefak dan benda kuno peninggalan Kedatuan Benue akan dilakukan pengecekan penanggalan radiokarbon untuk mengetahui usia pasti benda tersebut.

BACA JUGA: Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam Sejak Jaman Pejanggik

Benda-benda bersejarah peninggalan Kedatuan Benue yang sempat terkubur karena letusan Samalas

Benda-benda yang akan dilakukan pengecekan penanggalan radiokarbon berupa potongan tengkorak manusia yang diduga berasal dari Kedatuan Benue, aneka pecahan logam dan tanah liat, beras kuno yang sudah menghitam dan beberapa keping koin bersimbol swastika.

Pengecekan penanggalan radiokarbon diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Mistis  PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram. 

Benda-benda yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu tengah dibawa ke Jakarta untuk diuji.

“Pengujian radio karbon untuk mengetahui usia suatu benda. Untuk memastikan Kedatuan Benue ada dan eksistensi kebudayaan dan struktur sosial masyarakat saat itu benar-benar menelurkan kebudayaan yang besar,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, Sabtu, (13/08/22).

Bambang Mei F mengatakan, Pengujian Penanggalan Radio Karbon terhadap sejumlah artefak  yang terserak di sejumlah lokasi sebagai langkah awal untuk menentukan titik dan koordinat sebaran petilasan kebudayaan Kuno Leluhur Lombok di kawasan tersebut. 

“Dari bukti artefak yang ada, Tim Ekspedisi Mistis menyakini bahwa Kedatuan Benue merupakan salah satu kotak pandora kebudayaan maju Leluhur Lombok yang pernah Eksis,” ujar lelaki yang akrab disapa Didu. 

Seorang tokoh pemuda Desa Selebung, Muslim, mengatakan benda-benda yang diyakini peninggalan Kedatuan Benue ditemukan pada 2016 lalu pada kedalaman tanah 40 meter.

“Saat itu ada penggalian tanah uruk di bukit Dusun Ranjok, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Para pekerja menemukan benda kuno,” ujarnya.

Ada sebuah teko berbentuk burung Garuda ditemukan pada kedalaman tanah. Usia teko tersebut diperkirakan setara dengan usia Kedatuan Benue. 

Ada juga beras yang sudah menghitam berton-ton ditemukan. Diduga tempat ditemukannya beras kuno tersebut pada lokasi logistik Kedatuan Benue.

“Kita temukan beras yang masih ada pangkalnya dengan jumlah cukup banyak. Patut diduga lokasi ditemukan beras itu adalah tempat logistik Kedatuan Benue,” katanya.

Banyak warga sering menemukan benda-benda berusia kuno di wilayah tersebut. Namun sayangnya benda-benda tersebut banyak telah dibawa ke luar kampung maupun dijual masyarakat.

Bahkan, warga juga sering menemukan potongan tubuh manusia dengan perhiasan lengkap. Diperkirakan mereka merupakan korban dari letusan Gunung Samalas.

“Potongan tubuh manusia sudah kita kuburkan dengan layak. Itu kita perkirakan korban letusan Gunung Samalas pada 1257,” ujarnya.

Warga setempat, Rohati mengatakan telah banyak menemukan benda-benda peninggalan Kedatuan Benue di kampung mereka. Saat itu dia menyewa lahan warga untuk produksi tanah uruk.

“Saya temukan banyak beras kuno, artefak dalam bentuk logam dan lainnya. Bahkan warga lain menemukan lonceng kuno dan kapak,” katanya.

Rohati mengatakan, ada warga juga pernah menemukan kepingan emas. Sayangnya itu kemudian dijual. 

“Ada salah seorang warga pernah dapat kepingan emas di sini,” ujarnya.

Ada juga ditemukan bong atau tempat berwudhu bergambar naga. 

BACA JUGA: Ceramah KH Achmad Zen Menyimpangkan Sejarah tentang Pancasila

Benda-benda yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu masih berceceran dan diambil warga. 

Belum ada museum desa untuk menghimpun dan menyimpan benda-benda tersebut.

Rohati mengatakan saat pertama kali menemukan benda tersebut, dia terus mengalami mimpi-mimpi yang aneh. 

Pernah bermimpi bertemu seorang ulama yang menunjukkan dia masjid yang hampir ambruk.

“Saya sering mimpi aneh. Mimpi didatangi ulama. Bahkan pernah saya saat mau tidur seperti bunyi orang lempar logam atau emas di rumah saya,” ujarnya.

Sementara, Mukmin mengatakan beberapa profesor baik dari Indonesia, Prancis hingga Jepang melakukan penelitian di desa tersebut. 

“Ada ahli geologi sering datang ke sini untuk melakukan penelitian. Karena di desa ini juga ada dorphal (batu berukuran besar),” ujarnya.

Dia berharap melalui pengecekan penanggalan radiokarbon dapat memastikan usia benda dan menjadikan desa tersebut desa sejarah dan budaya.

“Berharap desa ini menjadi desa sejarah dan budaya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Kedatuan Benue

Kedatuan Benue diyakini merupakan kedatuan tua di Lombok jauh sebelum Kerajaan Pejanggik dan Kerajaan Selaparang. Di sana ada petilasan atau serupa makam Datu atau Raja Benue. 

Datu Benue diyakini tidak meninggal, namun tiba-tiba menghilang. Sehingga hanya tersisa petilasan saja yang kini sering diziarahi warga lokal maupun turis mancanegara.

Datu Benue memiliki julukan Wali Mukmin atau hamba Allah. Dia memiliki seekor kuda yang sangat cepat ketika berlari yang bernama Kuda Sambarani. Di depan makam tersebut ditemukan tempat mengikat kuda yang lengkap dengan sisa talinya.

Konon Kedatuan Benue sudah berdiri sejak 1800 tahun yang lalu, dengan mendirikan kedatuan yang kokoh. ***

 

 




Zero Waste Trekker, Upaya Selamatkan Rinjani

Wagub NTB berharap kegiatan Women Geo Adventure Camp yang digagas Geopark Rinjani dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dapat mendukung program Zero Waste 

LOTIM,lombokjournal.com ~ Sampah di Gunung Rinjani menjadi isu lingkungan yang penting. Program Zero Waste pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat harus didukung oleh seluruh pihak. 

Women Geo Adventure Camp yang digagas Geopark Rinjani dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melibatkan para pendaki perempuan dalam mengedukasi gerakan nol sampah di wisata alam dunia tersebut. 

BACA JUGA: Industrialisasi di NTB Tercermin Dalam Perkembangan SMK

Wagub NTB berharap para pendaki perempuan dukung Zero Waste

“Rinjani bukan sekedar tempat wisata tapi pusat kehidupan di pulau Lombok. Saya berharap kegiatan ini dapat mendukung Zero Waste terutama menyelamatkan Rinjani dari sampah,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah di Sekolah Alam Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (13/08/22). 

Dikatakan Wagub, peran para pecinta alam berkontribusi menyelamatkan lingkungan dan mengajak masyarakat sangat penting. 

Terlebih, program yang menyasar para pendaki perempuan sangat dibutuhkan setidaknya bagi komunitas para pendaki agar tidak lagi membuang sampah di gunung. 

Membuka kegiatan ini, Wagub juga berdialog dan menjelaskan program penanganan sampah NTB yang saat ini telah mencapai 70 persen pengurangan sejak empat tahun lalu. 

Wagub juga mengingatkan para stakeholder kabupaten/ kota dan pihak terkait seperti dinas dan pemerintah desa benar benar mengawasi persoalan sampah di tempat masing masing. 

General Manager Geopark Rinjani, Muhammad Farid Zaini mengatakan, program Zero Waste Trekker ini akan memberlakukan screening sampah bagi setiap pendaki yang akan    naik ke Rinjani hingga kembali.

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulanm Terbaik di Indonesia 

 Sebagai langkah awal, para pendaki perempuan ini akan dikenalkan dengan lingkungan Rinjani dan kondisi lapangan agar dapat melakukan terobosan dalam hal penanganan sampah Rinjani. 

“Sampah Rinjani makin lama memang mengkhawatirkan. Kami berkepentingan untuk membangun pemahaman dan melakukan kebijakan nyata dan tegas agar lingkungan Rinjani makin  baik”, jelasnya. 

Women Geo Adventure Trekker juga diikuti pendaki luar daerah yang ingin tahu tentang kegiatan pendakian bebas sampah. 

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kadis Kominfotik, Kadis Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Sembalun, anak didik sekolah alam Rinjani dan pegiat lingkungan. ***

 




Ceramah KH Achmad Zen Menyimpangkan Sejarah tentang Pancasila

PDIP NTB Laporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB, ceramah dalam video yang diunggahnya melalui akun media You Tube merupakan bentuk penyimpangan sejarah

 MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPD PDIP NTB melaporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB , Jumat (12/08/22). 

Pengaduan dengan nomor 01/EX/BBHAR-DAERAH/ NTB/2022 tersebut diterima Kantor Satelit Investigasi Kejahatan Dunia Maya atau Cyber Crime Investigation Satellite Office Polda NTB.

Ceramah KH Achmad Zen menyimpangkan sejarah tentang Pancasila

“Pengaduan ini kami lakukan ke Polda NTB karena apa yang disampaikan oleh KH Achmad Zen dalam video ceramahnya termasuk bentuk penyimpangan sejarah dan berita tidak benar atau berita bohong,” kata Ketua BBHAR DPD PDIP NTB Suhaimi, sesaat usai pelaporan diterima secara resmi Polda NTB.

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Sekretaris DPD PDIP NTB, HL Budi Suryata dan Pengurus DPD PDIP NTB, H Ruslan Turmuzi hadir bersama Suhaimi di Polda NTB dalam pelaporan tersebut. 

Ketiganya menyerahkan laporan secara langsung sesuai dengan instruksi Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat.

KH Achmad Zen sendiri dilaporkan menyusul beredarnya video ceramah melalui akun media sosial YouTube. 

Dalam video tersebut KH Achmad Zen yang tengah duduk di tengah-tengah jamaah berbicara soal asal Pancasila. 

“Pancasila dari siapa? Bukan dari kesepakatan ulama. Itu buatan Soekarno, yang kemudian dijual ke umat ‘ini loh kesepakatan ulama’. Demi Allah itu bukan buatan ulama, itu pengkhianatan Soekarno. Saya tanggung jawab!” ujarnya dalam video tersebut.

KH Achmad Zen kemudian membandingkan Pancasila dengan khilafah. 

Pertama-tama, ia menyebut khilafah berasal dari Allah. Ia menyebut syariat dan khilafah dapat menyelesaikan persoalan, sementara Pancasila tidak bisa.

Suhaimi mengatakan, dengan laporan tersebut, pihaknya meminta agar Polda NTB segera melakukan penyelidikan dan penyidikan serta memanggil KH Achmad Zen untuk memberi keterangan terhadap ucapannya dalam video.

Suhaimi menegaskan, video tersebut telah beredar luas di masyarakat dan bisa memicu gesekan dan gejolak sosial. 

Karena itu, laporan yang diajukan pihaknya bagian dari upaya mencegah agar gejolak dan gesekan sosial tersebut tidak sampai terjadi.

“Dengan pelaporan ini kami ingin persoalan ini menjadi ranah kepolisian. Soalnya, video ini sudah beredar secara luas melalui media sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Anggota DPRD Lombok Tengah ini.

Dia menekankan, menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat adalah merupakan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sejauh ini, tidak banyak informasi terkait sosok KH Achmad Zen. 

Penceramah ini dikenal sebagai seorang ustaz di kawasan Cikampek, Jawa Barat, dan tercatat sebagai mudir atau pemimpin Pondok Pesantren Al-Husna Cikampek.

Dalam laman resmi Pesantren Al-Husna, pesantren ini didirikan sejak tahun 1997 di bawah naungan Yayasan Dasar el Husna. Pesantren memiliki program pendidikan terpadu selama 7 tahun.

Achmad juga aktif mengunggah ceramah atau tausyiahnya di sosial media YouTube. Ia bahkan memiliki kanal YouTube sendiri bernama Ahmad Zen el-Husna. Kanal YouTubenya itu mengunggah ceramah dengan berbagai tema.

BACA JUGA: Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK

Tak hanya di kanal YouTube miliknya sendiri, ceramah tersebut juga diunggah di berbagai kanal YouTube lainnya. 

Bila diketik dalam kolom pencarian YouTube dengan kata kunci ‘Ahmad Zen’, kerap muncul ceramahnya yang membahas soal ‘hukum mengkritik penguasa zalim dalam Islam’, ‘wajib bernegara ala nabi’, hingga membahas Islamophobia.

Sekretaris DPD PDIP NTB HL Budi Suryata mengatakan, dengan pelaporan yang dilakukan pihaknya, masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya penanganan permasalahan ini kepada penegak hukum. Jangan sampai ada kelompok masyarakat mengambil tindakan yang kontraproduktif. ***

 

 




Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK

Gubernur NTB mengaku senang melihat perkembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang cepat menangkap ide-ide industrialisasi

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan, perkembangan yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat INI merupakan cerminan dari salah satu program unggulan Pemprov NTB, yaitu Industrialisasi.

Ia mengatakan itu saat menghadiri acara HUT SMKN 1 Sikur di Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Gubernur NTB nilai SMK cepat menangkap Industrialisasi

“Saya senang sekali melihat perkembangan SMK kita,” kata Gubernur.

Dikatakan, jika orang bertanya Industrialisasi yang sering diomongkan Gubernur, bisa dilihat di SMK yang paling cepat menangkap ide-ide industrialisasi. 

Pada kesempatan tersebut, Bang Zul berkesempatan meresmikan kelas Wirausaha Gerai Tefa Pujasera yang dibentuk oleh SMKN 1 Sikur. 

Nantinya, di kelas tersebut para siswa akan diajarkan bagaimana cara menjadi entrepreneur sejati, yang mampu melahirkan usaha sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

“Saya membayangkan kalau kelas kewirausahaan ini berhasil, maka semua desa kita akan hidup. Karena anak-anak kita di samping ada gelar dari lulusan SMK, punya kemampuan untuk melahirkan usaha. Kalau usaha ini ada di setiap desa, kecamatan, kabupaten, tentu ini sangat luar biasa dampaknya untuk ekonomi kita,” jelas Bang Zul.

Selain itu, Bang Zul turut menyaksikan Pendandatangan PKS antara SMKN 1 Sikur dengan Perusahaan Pariwisata Malaysia serta Bank Syariah Indonesia. 

Bentuk dari PKS tersebut yaitu Pelatihan Hospitality untuk tenaga pengajar SMK se-NTB.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad M.Pd, yang menyampaikan, rata-rata pendapatan para siswa yang menjadi Wirausahawan Gerai Tefa Pujasera lumayan besar, yaitu Rp 1.000.000/hari.

“Dari laporan Gerai yang kami terima, rata-rata mereka mendapatkan income perhari/permalam 1 juta. 10 Gerai berarti ada 10 juta yang didapatkan oleh anak-anak kami yang berjualam tiap malam,” katanya,

Hasbi Ahmad mengatakan akan berkoordinasi dengan para desa yang berada di Kecamatan Sikur untuk tetap bersinergi. 

BACA JUGA: Rayakan Tahun Baru, Gubernur NTB Ajak Bersyuklur

“Mudah-mudahan program Bumdesnya nanti bisa kita sinergikan untuk sama-sama meningkatkan roda ekonomi di Masyarakat,” tutunya.

Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Kepala Biro Adpim Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Rayakan Tahun Baru Islam, Gubernur NTB Ajak Bersyukur

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah rayakan tahun baru Islam di Ponpes Darussalam Al-Kubro Lombok Timur, dan dikatakan orang menyadari rasa bersyukur maka hudupnya akan bahagia

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri acara Perayaan Hari Besar Islam 1 Muharram 1444 H yang dilaksanakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Al-Kubro Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB mengajak masyarakat lebih pandai dan banyak bersyukur atas berkah kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT. 

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

ikut rayakan tahun baru Islam, Gubernur NTB menekankan pentingnya bersyukur

Dengan selalu bersyukur maka keberkahan dan kebahagiaan selalu mengikuti.

“Mensyukuri segala sesuatu adalah hal yang sangat penting. Ketika orang menyadari rasa bersyur maka hudupnya akan bahagia dan penuh keberkahaan,” ucapnya.

Bang Zul juga berpesan, di dalam kehidupan harus menyadari, semua hal pasti berubah dan tidak ada yang pasti atau akan berganti. 

Dan hal tersebut janganlah dijadikan beban atau masalah, namun jadikan hal tersebut sebuah berkah dari Allah SWT.

“Segala sesuatu yang kita punya saat ini belum tentu akan bertahan selamanya, maka dari itu penting kita harus menyadari semua pasti berubah, dan tidak ada yang pasti atau akan berganti. Hal ini harus kita syukuri,” terangnya.

BACA JUGA: Akreditasi dan Sertifikasi RS Syari’ah, Tingkatkan Mutu RS di NTB

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Al-Kubro Moyot, TGH. H. Yahya Ibrahim Saleh Almadani, mengaku senang kepada Gubernur yang telah menyempatkan hadir kembali pada kegiatan kali ini.

“Terimakasih pak Gubernur atas waktunya yang telah menyempatkan hadir kembali untuk kedua kalinya, kami sangat senang,” katanya.***

 

 




Bunda Niken Gelar Penghijaun di Pantai Lakey

Salah satu program pokok PKK adalah penghijauan dengan menanam pohon, kata Bunda Niken

DOMPU.lombokjournal.com ~ Usai seluruh rangkaian Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2022, Ketua TP. PKK Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang disapan Bunda Niken menggelar penghijauan di Lakey Hu’u Dompu, Desa Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Sabtu (14/08/22).

Menurut Bunda Niken, gerakan penghijauan dengan menanam pohon, merupakan salah satu program pokok PKK.

BACA JUGA: Zero Waste Trekker, Upaya Lindungi Rinjani

Kata Bunda Niken, salah satu program PKK adalah penghijauan
Bunda Niken

Dalam penghijauan di Desa Hu’u itu, Bunda Niken didampingi Ketua TP.PKK Kabupaten Dompu, Ketua TP.PKK Kota Bima, Ketua TP.PKK Kabupaten Bima dan Kabupaten/Kota se-NTB.

“Tim PKK tidak hanya mengurus keluarga. Namun harus ikut memperhatikan lingkungan dan alam sekitar,” katanya. 

Melakukan penghijauan dapat menghasilkan keindahan dan kecantikan untuk lingkungan.

Selain keindahan, tanaman yang hijau dan berbunga  juga memberikan perlindungan untuk mahluk hidup. Mampu memproduksi oksigen untuk makhluk hidup dan alam. 

“Pohon yang kita tanam ini menjadi warisan untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.

Sebelumnya, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Julmansyah, S. Hut., MAP.menjelaskan, dalam rangkian kegiatan Jambore Kader PKK NTB, ada 800 pohon yang akan ditanam sepanjak 1,8 km sepanjang jalan pantay lakey  Hu’u Dompu.

“Jenis pohon yang disiapkan ada Ketapang Kencana dengan tinggi 3-4 meter,  pohon dan pohon  Tabebuya,” jelas Kadis DLHK.

Teknis penanamannya juga, masing-masing pohon berjarak 7 meter sepanjang 1,8 km.

“Melakukan penanaman pohon, artinya kita menyumbang oksigen untuk mahluk hidup dan alam,” ucapnya.

Oksigen yang dihasilkan dari satu batang pohon sebanyakan 202 kg per tahun. sedangkan kebutuhan manusia sebanyak 1,17-2,030 gram oksigen sekali tarikan napas.

“Semoga gerakan ini menggerakan kader untuk melakukan penanam di tempat masing,” harapnya.

BACA JUGA: Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK

Ikut menanam pohon, Wakil Bupati Dompu, Ketua TP.PKK se Kabupaten/Kota, dan seluruh kader TP.PKK yang ikut Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2022. Turut hadir mendampingi Bunda Niken, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB. ***

 




Bunda Niken Nyanyikan Lagu Tradsional Bersama Kader PKK

Pada acara ramah Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Bunda Niken ikut mendendangkan lagu daerah NTB

DOMPU.lombokjournal.com ~ Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama kader TP. PKK Provinsi, menyanyikan lagu tradisional Sasak, Samawa dan Mbojo.

Momen itu berlangsung pada acara ramah tamah yang merupakan salah satu dari rangkaian Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB, Jum’at (12/08/22) di gedung Samakai Kabupaten Dompu.

Bunda Niken tampak lincah gemulai dan fasih ikut menyanyikan lagu tradisional Bima

“Penampilan para peserta menyanyikan lagu tradisional cukup memukau. Apalagi perfomance Ketua TP. PKK Provinsi NTB Niken Saptarini Widyawati bersama pengurus TP.PKK Provinsi luar biasa,” ungkap Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, Lilis Suryani H. Kader Jaelani.

BACA JUGA: Parade Jambore Kader PKK tingkat NTB Diikuti Ribuan Peserta

Bunda Niken sapaannya, tampak lincah gemulai dan fasih ikut menyanyikan lagu tradisional Bima dengan judul “Dambe-Dambe”. 

Sedangkan lagu tradisional sasak judulnya “Tegining Taganang, dan lagu Sumbawa judulnya “Bsai Ate” dinyannyikannya bersama.

Mengenakan atasan jilbab berwarna pink dan kostum tenun kombinasi warna abu-abu dengan paduan motif corak bergaris pink dibawah kostum dan bawahan rok berwarna abu-abu, Bunda Niken bersama pengurus TP. PKK Provinsi NTB, tampil anggun dan manis.

Gerak gemulai tangan dan kelincahan istri Gubernur NTB, mendapat apresiasi dan uplause dari para kader PKK se-NTB yang hadir pada acara ramah tamah tersebut.

Selain membawakan lagu Bima, Bunda Niken juga memantaskan dirinya mampu menyanyikan lagu Sasak dengan judul “Kodek Merari”.

Suasana akrab dan bahagia terpancar dari rona raut wajah para kader PKK se-NTB, saat menyaksikan performance Bunda Niken bersama TP. PKK Provinsi NTB.

Pada acara ramah tamah tersebut, masing-masing Kabupaten/Kota menampilkan lagu dan tarian tradisional yang berasal dari daerah masing-masing peserta.

BACA JUGA: Bunda Niken Puji Peserta Jambore PKK ringkat NTB

Turut hadir pada ramah tamah kader PKK  se-NTB Tahun 2022, Kepala OPD lingkup Pemprov. NTB, wakil Bupati Dompu, Sekda Dompu, anggota DPRD Dompu, FKPD Dompu, OPD lingkup Kabupaten Dompu, GOW, DWP, organisasi wanita lainnya, BUMN, Camat, Lurah, Kades, Toma, Toga dan masyarakat Dompu. *** 

 

 




Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Pelepasan ekspor produk unggulan Vanili tahun 2022 dari NTB menunjukkan progres yang sangat signifikan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Setelah dilakukan salah satu pendampingan perbaikan produktivitas dengan mendatangkan ahli vanili dari Balai Penelitian Tanaman dan Obat (Balittro) dinyatakan, salah satu vanili terbaik di Indonesia itu ada di NTB.

Pelepasan ekspor Vanili tujuan Amerika Serikat merupakan salah satu kegiatan dan bentuk dukungan terhadap percepatan dan penguatan ekspor di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Akreditasi dan Sertifikasi RS Syariah, Tingkatkan Mutu RS di NTB

Kata Sekda NTB, di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik

Pelepasan ekspor Vanili dilakukan Sekda NTB Lalu Gita Ariadi, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Jum’at (12/08/22).

“Di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik, di Lombok-Sumbawa, jadi tidak hanya harus tembakau, ada potensi-potensi lain yang punya harga pasar bagus,” kata Miq Gita.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji juga menyampaikan, ini adalah salah satu komitmen penuh untuk kita terus genjot ekspor non tambang.

“Kalau kita lihat perjalannya, pada tahun 2020 sebesar 1.4 kemudian di 2021 meningkatkan 2.4, dan sekarang meningkat jd 6.5 ton, terjadi progres yang sangat signifikan” kata Heru. 

Komitmen dari BI, bagaimana program sisi hulu ini harus juga inline dengan program quality control yang melekat di dalamnya. 

Selain itu juga ingin melihat bagaimana turunan produk olahan dari vanili di NTB. 

Sisi hilir pasar yang di bentuk juga diturunkan menjadi produk olahan turunan berupa powder vanili. Sehingga diharapkan petani-petani bisa ikut semakin berkembang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram drh. Arinaung, M.Si juga menyampaikan, ini adalah salah satu bentuk keberhasilan yang dicapai. 

Namun capaian itu masih sekitar 10 persen dari potensi pasar. 

BACA JUGA: Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

“Oleh karena itu potensi kita sangat besar, kami menyampaikan juga temuan di lapangan bahwa ada potensi ekspor kita untuk vanili organik yang kita harapkan dapat dikembangkan, karena petani kita ternyata juga mampu menghasilkan vanili organik yang berkualitas internasional,” katanya. 

Dengan kembali mengirimkan ekspor komoditas vanili yang merupakan salah satu produk unggulan di wilayah NTB, menjadi harapan agar perekonomian di NTB terus semakin membaik.

“Pemerintah daerah senantiasa memfasilitasi bagaimana proses-proses ekspor unggulan ini dapat terus kita tingkatkan” tutup Miq Gita. ***