Gubernur NTB Sarankan, Ponpes Harus Punya Guru Matematika Menyenangkan

Waktu berkunjung Ponpes di Lombok Timur, Gubernur NTB sarankan pentingnya ada Guru Matematika yang bagus

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, banyak anak-anak memiliki cita-cita jadi dokter, jadi polisi, tentara dan lainnya, dan semua mensyaratkan pelajaran matematika harus bagus. 

BACA JUGA: Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, Lotim

Pesan Gubernur NTB, ponpes butuh guru Matematuka yang menyenangkan

“Karena kelemahan pondok pesantren biasanya tuan guru pintar menceritakan sejarah, pintar bercerita tentang ilmu agama,” kata Gubernur NTB,  Zulkiflimansyah.

Ia mengatakan itu saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Jihadul Muslimin NW Batu Pengilik Desa Lando Kecamatan Terare Lombok Timur, Jum’at (19/08/22).

Kemudian Gubernur Zul melanjutkan, kalau ada guru matematikan tapi tidak bagus.

“Giliran guru matematikanya kurang bagus, guru yang menakutkan, wajahnya menyeramkan dan lain sebagainya,” katanya.

Karena itu disarankan, ke depan harus dirubah guru Matematika, Kimia dan Fisika, dan  harus diajarkan oleh guru-guru yang menyenangkan. Sehingga anakpun akan mencintai pelajarannya. 

“Semoga, Pondok Pesantren kita ini kedepannya terus berkembang dan memiliki guru matematika yang baik,” ujar Bang Zul panggilan gubernur. 

Ustadz Safaruddin Pimpinan Ponpes menyampaikan terimakasih, suatu keberkahan dan patut disyukuri atas kedatangan Bang Zul. 

 “Semoga membawa keberkahan, manfaat dan hikmah-hikmah di dalamnya untuk kemajuan desa Lando dan Desa Jenggik yang menjadi sumber santri Ponpes,” ujarnya.

Menurutnya, kini Ponpes yang dipimpinnya berusia 8 tahun dengan memiliki banyak kekurangan dalam mengabdikan diri untuk membangun umat dan bangsa, serta mendidik anak-anak sebagai generasi penerus ke depan.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga di NTB 100 persen, Modal Tangani Stunting

“Dalam waktu 8 tahun, Ponpes ini sudah memiliki 4 Lembaga diantaranya lembaga Paud, Madrasah Ibtidaiyah, SMP IT, dan Madrasah Aliyah. Sehingga kedepannya kita akan terus memaksimalkan baik dari tenaga pengajar, santri dan fasilitas lainnya,” kata Ustadz Safaruddin.***

 

 




Posyandu Keluarga di NTB 100 persen, Modal Tangani Stunting

Saat ini  sudah ada sekitar 7600 lebih Posyandu Keluarga di NTB, itu menjadi modal untuk penanganan stunting

MATARAM.lombokjournal.com ~ Target 100 persen Posyandu Keluarga berbasis dusun di NTB telah berhasil dicapai pada tahun 2021 lalu.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, dengan tercapainya target tersebut, dapat menjadi modal untuk percepatan penanganan stunting di NTB.

Hal itu disampaikan saat memimpin sekaligus memberikan arahan pada Rapat Pembinaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota se-NTB yang bertempat di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jumat (19/08/22).

BACA JUGA: GARPU Harus Bantu Ekonomi Kecil dan Menengah

“Berkat aktifnya posyandu keluarga NTB di tahun 2021 yang sudah 100 persen, dan sudah ada sekitar 7600 lebih posyandu keluarga, maka itu menjadi modal kita untuk penanganan stunting yang ada di NTB. Kita sisir setiap balita, karena stunting ini bukan aib. Ini adalah sesuatu yang mudah ditangani selama kita mau,” kata Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Ia juga terus mendorong setiap Kabupaten/Kota di NTB untuk menginput dan memperbaharui data pemantauan pertumbuhan di ePPBGM setiap bulan agar data tersebut tetap update. 

“Jika kita bisa menginput e-PPBGM lebih dari 95 persen tahun ini, maka angka stunting kita diakui. Jika kita tidak bisa input lebih dari itu maka angkanya tidak dapat diakui. Karena memang tuntutan dari semua provinsi adalah angkanya dari e-PPBGM. Maka mari kita laksanakan dengan baik,” jelasnya.

Dengan sinergi dan kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota serta BKKBN, Ummi Rohmi optimis tahun 2022 data stunting di NTB akan turun.

“Saya sangat yakin dan optimis dengan melihat kinerja seluruh kabupaten/kota yang luar biasa fokus dengan penurunan stunting dan ikatan derajat kesehatan kita, angka stunting di NTB akan turun maksimal tahun di 2022 ini,” tutup Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, Lotim

Hadir dalam Rapat Pembinaan tersebut yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala BKKBN Provinsi NTB, serta Perwakilan Dinas Kesehatan dan Bappeda Kab/Kota se-NTB. ***

 

 




Ekonomi NTB, Triwulan II Tahun 2022 Tumbuh 5,99 Persen

Pembangunan dengan sasaran dan pertumbuhan ekonomi NTB diihtiarkan pada nilai tambah pertanian, industrialisasi, parawisata  dan ramah investasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan II tahun 2022 tumbuh sebesar 5,99 persen.

Pertumbuhan yang cukup signifikan ini tentunya tidak lepas dari ikhtiar yang dilakukan bersama-sama antara eksekutif, legislatif serta peran peran pemimpin dari segenap masyarakat NTB.

BACA JUGA: Wagub NTB: GARPU harus Bantu Ekonomi Kecil dan Menengah 

Kata Wagub NTB, ekonomi NTB tumbuh tak lepas peran semua pihak

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB,  Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan sambutan Penyerahan Rancangan Perubahan KUA Dan Perubahan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022, di Ruang Rapat DPRD Provinsi NTB, Jum’at (19/08/22).

Menurutnya, arah kebijakan pembangunan di NTB, diiikhtiarkan pada nilai tambah pertanian atau agribisnis, industrialisasi, parawisata  dan ramah investasi, serta penguatan sistem penguatan daerah.

“Dengan sasaran dan target pada pertumbuhan ekonomi, laju inflasi yang stabil, penurunan tingkat kemiskinan, generasio, IPM dan kesempatan kerja yang semakin luas,” imbuhnya.

Selain itu, kondisi fiskal di tahun 2022 mengalami kontraksi, dengan adanya  penurunan dana transfer pusat.

Khususnya dana insentif daerah yang berkurang secara signifikan dan sangat mempengaruhi perencanaan pembangunan yang kita laksanakan,.

“Pemerintah berupaya melakukan upaya yang optimal untuk meningkatkan upaya peningkatan dari sumber-sumber yang potensial, karenanya perlu dilakukan penyesuaian terkait, arah sasaran dan target rencana pembangunan Provinsi NTB tahun 2022,” tutur Ummi Rohmi.

Adapun garis besar rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD anggaran 2022 yang menyangkut tiga komponen pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. 

“Perubahan pendapatan daerah anggaran 2022 direncanakan sebesar 5,480 Triliyun Rupiah lebih jadi peningkatan sebesar 1,51 persen dibandingkan dengan APBD tahun 2022 sebesar 5,399 triliyun,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, NTB

Sementara itu, perubahan belanja daerah tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar 6,127 Triliyun rupiah lebih bertambah Rp. 165 Miliyar lebih dari APBD 2022. 

Semula sebesar 5,961 Triliyun rupiah lebih atau meniningkat sekitar 2,78 persen, terjadi defisit sebesar 646 Miliyar lebih yang ditutup dari SiLPA tahun berjalan dan pinjaman daerah. 

Perubahan pembiayaan daerah tahun anggaran 2022 diproyeksikan 646 Miliyar rupiah lebih. Jumlah ini meningkat dari APBD 2022 yang semula berjumlah 562 Miliyar rupiah lebih, tingkatan yang dimaksud berjumlah 64 miliyar rupiah naik sekitar 14,96 persen.***

 

 




Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, Lotim

Saat menjadi khatib shalat Jum’at, kata Gubernur Zulkieflimansyah masjid yang sederhana ini diisi manusia-manusia mulia

LOTIM.lombokjournal.com ~ Nusa Tenggara Barat. Itulah cara 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendekatkan diri kepada masyarakat, mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil.

BACA JUGA: Wagub NTB: GARPU harus Bantu Ekonomi Kecil dan Menengah 

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, masjid yang sedergana diisi jiwa-jiwa mulia
Gubernur Zulkieflimansyah

Salah satunya menyapa langsung masyarakatdi Dusun Mampe Desa Wakan Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, Jum’at (19/08/22).

Dalam kunjungannya, saat shalat Jum’at Gubernur Zul bertindak sebagai khatib. Ia menyampaikan, memiliki masjid yang sederhana jauh lebih penting dan diisi oleh manusia-manusia yang mulia, manusia yang agung dalam mendistribusikan kebaikan-kebaikan.

“Tidak apa-apa masjid kita ini bentuknya sederhana tapi diisi oleh manusia-manusia yang mulia,” ujarnya.

Selain itu Bang Zul, mengajak kepada masyarakat untuk tetap bersyukur atas diberikan nikmat karena tiada lain yang mesti diucapkan sebagai umat manusia.

Ditambahkan, seorang istri tidak banyak yang menanyakan suaminya pesan apa yang didapatkan dari khatib yang setiap minggunya menjalankan ibadah sholat Jumat. 

“Kita harus mampu menceritakan pesan-pesan kebaikan kepada istri kita masing- masing. Karena dari satu istri ke yang lain menceritakan kebaikan baik anak-anak sahabat andaitolan dan lain sebagainya. Sehingga pesan itu sampai kepada masyarakat luas,” tuturnya.

BACA JUGA: Makam Embung Puntik, Penyebar Islam di Lombok tahun 1717 M

Usai sholat Jum’at, Gubernur bersama masyarakat melakukan dialog interaktif tentang permasalahan termasuk ketersediaan air, harga Tembakau yang fluktuatif dan tidak stabil. Serta bantuan-bantuan sosial ke pondok-pondok jadi isu-isu yang harus segera mendapat perhatian oleh pemerintah daerah. ***

 

 




Wagub NTB: GARPU Harus Bantu ekonomi Kecil Menengah

Pesan Wagub NTB, GARPU harus meningkatkan kapasitas pemanfaatan teknologi digitalisasi, untuk pengelolaan produk dan mengakses permodalan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd menghadiri acara pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Provinsi NTB periode 2022-2026 di Lombok Plaza Hotel pada Kamis (18/08/22).

Wagub NTB minta Garpu tingkatkan kapasitas digitalisasi UMKM
Wagub Ummi Rohmi

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB mengatakan, kehadiran GARPU di Provinsi NTB sebagai wadah bagi para pedagang dan UMKM.

BACA JUGA: Kebijakan Pemerintah Harus Tegas dalam Penciptaan Kawasan Ekonomi

Khususnya dalam meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi digitalisasi, pengelolaan produk dan akses permodalan yang dapat diakses dengan mudah.   

“Kehadiran GARPU untuk bisa membantu ekonomi kecil menengah kita, untuk bisa survive dan lebih berdaya lagi ” tutur Ummi Rohmi. 

Ia juga menyampaikan, NTB memiliki sinergitas, kolaborasi, gotong royong sangat amat terasa. Salah satu contohnya, saat menghadapi bencana alam gempa bumi, NTB melakukan rehab rekon yang sangat cepat. 

“NTB, Masyarakat nya saling bergotong royong, beranekaragam Agama disini hidup dalam keguyupan, toleransi yang luar biasa baik, sesulit apapun kondisi yang dihadapi selalu bisa dihadapi bersama, kuncinya itu saling gotong royong, toleransi, saling menghormati dan support,” tutur Ummi.

Ummi Rohmi menyampaikan, potensi yang luar biasa dari usaha mikro kecil menengah yang ada di NTB. 

“NTB survive termasuk juga karena hadirnya UMKM. NTB ini luar biasa potensinya untuk usaha mikro menengah dan usaha mikro kecil menengah. Dari data Dinas Koperasi saya lihat yaitu jumlah usaha mikro kecil menengah di NTB yaitu 120 ribuan lebih kemudian usaha mikro nya 100 ribu lebih, kemudian usaha kecilnya yaitu 15 ribu lebih, itu semua menjadi potensi yang luar biasa banyak dari usaha-usaha ini terutama yang menengah yang sudah ekspor,” kata Wagub. 

BACA JUGA: Makam Embung Puntik, Penyebar Islam di Lombok tahun 1717 M

Ketua DWP NTB terpilih,  Drg. Yuliana menyampaikan terimakasih dan akan terus berikhtiar untuk mengembangkan kualitas dan nilai UMKM yang ada di NTB.

“Saya akan memegang dan menjalankan amanah sesuai visi, misi, dan tujuan dibentuknya Garpu yaitu sebagai salah satu leading sektor pengembangan UMKM utuk mengadvokasi harapan dan aspirasi pelaku UMKM, meningkatkan nilai UMKM, dan memberikan ekonomi kerakyatan memalui beberapa program kerja yang Insha Allah kami susun bersama” ungkapnya.***

 

 




Kebijakan Pemerintah Harus Tegas dalam Penciptaan Kawasan Ekonomi 

Membangun Linkages antara Pengembangan Ekonomi Daerah dan Pengembangan Ekonomi Kawasan, diperlukan ketegasan kebijakan Pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi di daerah diharapkan menjadi enzim untuk percepatan ekonomi daerah.

BACA JUGA: Bang Zul Minta OPD “Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Sekda minta kebijakan pemerintah tegas dalam regulasi termasuk intensif yang diberikan
Lalu Gita Ariadi

“Point berekonomi adalah bagaimana menciptakan kawasan-kawasan ekonomi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi saat menjadi narasumber FGD Penyusunan Rancangan Awal RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029  Bidang Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional dengan tema “Peranan dan Potensi Daerah dalam Penguatan Diplomasi Ekonomi”, Kamis (19/08/22), di Hotel Lombok Astoria.

Menurutnya, Pemerintah harus tegas memberikan regulasi berserta insentif yang diberikan, apakah itu kawasan industri, ekonomi khusus atau perdagangan bebas.

Kemudian untuk mendukung kegiatan ekspor, Pemerintah Pusat juga harus konsisten memanfaatkan potensi alam yang dimiliki, memberikan insentif pada penerapan energi terbarukan.

Wisnu selaku Direktur Kerjasama Pembangunan juga menekankan, peran dan potensi daerah sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang optimal.

Perlu kita ketahui bersama, ketidakpastian global seperti Covid19, dinamika politik yang tidak menentu, seperti konflik di berbagai belahan dunia seperti Ukraina dengan Rusia, juga adanya kemajuan di era digitalisasi teknologi ini, juga tidak dapat dihindari yang akan terus mempengaruhi kebijakan ekonomi.

Hal-hal seperti ini tentu akan menjadi pertimbangan pada saat menyusun perencanaan ke depan. Namun hal ini tentunya dapat diantisipasi dengan menyusun dokumen perancanaan yang afektif dan kualistik. 

“Jadi perlu melibatkan stakeholder,” kara Wisnu.

Kebijakan Pemerintah 

Sekda Provinsi NTB menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam membangun ekonomi, di antaranya Politik Domestik, Pembangunan Kewilayahan, dan Global partnership.

“Untuk sisi politik domestik, jadi memproyeksikan 20 tahun ke depan, 2045 tidak luput dari bagaimana konstelasi politik. Bagaimana kebijakan pemerintahan, apakah kepada perjalanan kita ke depan ekonomi membaik kemudian fiskal menguat, maka menteri keuangan sudah siap untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan bidang kemasyarakatan,” kata Miq Gita.

Harus memperhitungkan faktor laut sebagai insentif yang harus diberikan bersama dengan daerah memperhitungkan komponen luas daratan. 

“Ini perlu diantisipasi sehingga daerah kepulauan sama majunya dengan daerah daratan,”  ujar Sekda. 

Aspek global partnership, dalam SDG point 17 menyebutkan global partnership.

Padahal untuk mendapatkan kemajuan persaingan dan lain sebagainya, betapa global partnership ini dibuka untuk memberikan keleluasaan kesempatan berkembang dengan sebaik-baiknya dan ini harus dipersiapkan dari sekarang.

“Kalu kita bersifat defensif, tidak aktif keluar maka negara kita hanya akan menjadi pasar  dari produk-produk dan tidak mampu menikmati persaingan pasar global sedemikian rupa,” lanjut Miq Gita

Ke depan secara nasional angka kemiskinan ini menjadi isu yg harus di tuntaskan dan harus berada di satu digit.

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan Jadi Komoditas Baru NTB

Kemudian Human development index, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi melalui kegiatan investasi perlu terus di dorong. Di NTB ada kawasan Ekonomi khusus dan lain sebagainya yang harus terus dipacu.

Jadi kaitan dengan pembangunan ekonomi Harus selalu dikawal  Pemerintah Provinsi, dan kabupaten/kota juga harus memberikan dukungan itu sehingga investor dari luar masuk ke Indonesia agar meningkatkan kegiatan ekonomi. ***

 

 




Makam Embung Puntik, Penyebar Islam di Lombok tahun 1717 M

Makam Kemaliq Embung Puntik di Lombok,  ulama penyebar Islam ternama di Lombok, ribuan masyarakat sering berziarah dan menggelar ritual adat 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Kemaliq Embung Puntik, sebuah makam di Desa Sengkerang, Praya Timur, Lombok Tengah, menjadi langganan para peziarah. 

Area makam seluas sekitar 4 are itu dikenal sebagai makam keramat oleh masyarakat, bahkan sering digelar ritual adat di area makam.

Makam tersebut merupakan makam Denek Mas Suryadiningrat, ulama penyebar Islam ternama di Pulau Lombok. 

Ia diperkirakan menyebarkan Islam di Lombok sejak  tahun 1717 masehi.

BACA JUGA: Letusan Samalas, Benda Kedatuan Benue akan Diuji Radiokarbon

Makam Embung Puntik, petilasan Denek Mas Suryadiningrat yang jasadnya menghilang

Makam tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya dan juga telah diakui Dinas Pariwisata. Terbukti dengan adanya plang Dinas Pariwisata pada area makam.

Juru Pelihara Makam, Lalu Jasmawadi, yang juga merupakan generasi ke-13 keturunan Denek Mas Suryadiningrat mengatakan, ribuan masyarakat sering berziarah dan menggelar ritual adat di makam tersebut.

Ritual adat bernama Nede Embung Puntik yang digelar setiap bulan tujuh tanggalan Sasak atau setiap hari Senin pada bulan November. 

Pada ritual tersebut, masyarakat akan membawa aneka hasil bumi dan berdoa memohon berkah kepada Sang Pencipta.

“Setiap bulan ke tujuh tanggalan Sasak atau setiap hari Senin di bulan November selalu ada ritual adat di sini,” kata Lalu Jasmawadi didampingi Akademisi Mataram, Dr Asrin,  Rabu (17/08/22).

Ritual adat tersebut telah berlangsung turun temurun. Bahkan, masyarakat meyakini jika tidak menggelar ritual akan mendapatkan malapetaka seperti penyakit.

Pada bulan November, ritual akan berlangsung empat kali yang digelar setiap Senin. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi makam dan berdoa sebagai ucapan rasa syukur dan meminta berkah Allah SWT.

Selain bulan November, ritual adat biasanya juga digelar pada akhir Februari. 

Ada juga ritual adat bernama Saur Sangi. Di sana, masyarakat yang sebelumnya telah terkabulkan hajatnya akan datang ke makam sebagai bentuk rasa syukur telah tercapai atau terkabulkan keinginannya.

“Pada makam juga biasa digelar ritual ada saat ada anak desa yang akan dikhitan (disunat). Akan ada proses adat yang digelar,” ujarnya.

Sebelum dikhitan, anak tersebut akan dibawa ke makam dengan diantar keluarga, dan menggelar tradisi pemotongan selendang.

BACA JUGA: Kyai Mas Mirah, Penyebar Islam Sejak Jaman Pejanggik

Keliling Makam

Uniknya, makam  tersebut tidak sembarang dapat dimasuki peziarah. Harus ada ritual khusus mengelilingi makam sebanyak sembilan kali, sebelum dapat memasuki makam.

“Namun jika peziarah tidak bisa mengelilingi makam sebanyak sembilan kali, diberikan keringanan tujuh kali atau tiga kali,” ujarnya.

Masyarakat meyakini dengan mengelilingi makam, mengingat kembali sebelum manusia lahir ke dunia, manusia berada pada rahim ibu dan suatu saat akan meninggal dunia. 

Hidup di dunia yang singkat tersebut harus diisi dengan berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat.

Jika ritual mengelilingi makam tidak diindahkan peziarah, sering ditemui fenomena kesurupan seorang peziarah. Itu membuat juru kunci makam akan kerepotan menangani.

Lalu Jasmawadi mengungkapkan makam tersebut sebenarnya merupakan petilasan Denek Mas Suryadiningrat. Konon jasadnya menghilang dan tidak pernah muncul.

Denek Mas Suryadi Ningrat selain menyebarkan Islam, juga menciptakan sebuah lontar bernama Indarjaye. Lontar tersebut berguna jika ada anak kecil yang telat berbicara melewati umurnya, maka lontar tersebut akan dibacakan. Dengan izin Allah SWT, anak tersebut akan lancar berbicara.

“Banyak anak yang terlambat bicara, begitu dibacakan lontar Indarjaye akan lancar,” katanya.

Khasiat Lingkok Mas

Pada area makam juga terdapat sebuah sumur atau dalam bahasa Sasak disebut Lingkok Mas. Konon air di sana berkhasiat menyembuhkan penyakit. 

Juru kunci makam, Amaq Wahid mengatakan pernah suatu hari ada orang dari Sumbawa datang dalam kondisi kaki bengkak. Saat dimandikan di Lingkok Mas, ajaibnya perlahan-lahan orang tersebut sembuh.

“Banyak khasiat air Lingkok Mas untuk menyembuhkan penyakit. Bahkan orang dari luar Lombok datang ke sini,” ujarnya.

Amaq Wahid menjadi juru kunci makam sejak tahun 1993. Banyak fenomena supranatural dialami sejak menjaga makam. 

Dia pernah didatangi oleh sosok Denek Mas Suryadiningrat. Bahkan dia merincikan ciri-ciri fisiknya.

“Bentuk orangnya tinggi, gagah tapi badannya kurus. Dia memakai sorban putih,” katanya.

Konon ada peninggalan Denek Mas Suryadiningrat dalam bentuk pusaka yang masih disimpan hingga kini. 

Saat Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 turun ke lokasi, diperlihatkan sebuah pusaka terbungkus kain putih dan dililit tali. 

Pusaka tersebut berjenis tombak bernama Pusaka Randu Kuning. Diberi nama Randu Kuning karena saat pusaka tersebut ditancap ke pohon randu (kapuk), maka pohon itu akan berubah menjadi kuning. 

Pusaka tersebut dipercaya sebagai pusaka perdamaian. Begitu dua desa terlibat bentrok, saat pusaka tersebut ditancap ke tanah, maka bentrok akan mereda.

Penataan menuju lokasi makam

Sementara itu Ketua Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6, Ruslan Turmuzi, mengatakan Lombok menjadi lokasi penyebaran para wali, sehingga banyak sekali kedatuan atau sejenis kerajaan. Bedanya, kedatuan identik dengan Islam.

BACA JUGA: Teater Tradisi Cupak Grantang Diambang Punah

Bahkan Ruslan yang merupakan Anggota DPRD NTB berjanji akan menganggarkan penataan akses jalan menuju lokasi makam. 

Dan membangun fasilitas pendukung untuk peziarah seperti empat kamar toilet, penataan gapura depan dan renovasi rumah penjaga atau juru kunci makam.

“Insyaallah kita akan menganggarkan itu. Ya kalau seluruhnya menghabiskan anggaran Rp200 juta. Itu akan kita ikhtiarkan untuk mendukung keberlanjutan tradisi leluhur Sasak,” kata Ruslan. Ia meminta Sekretaris Tim , Amrullah untuk segera membuat perencanaan dan design penataan lingkungan situs embung puntik dengan tetap mengedepankan Arsitektur khas Sasak. 

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto mengatakan, penelusuran jejak sejarah situs Embung Puntik bagian dari strategi Tim Ekspedisi Mistis untuk mengurai dan membuka tabir sejarah leluhur Lombok. Agar bisa diurai benang merah ketokohan dan kelebihan ilmu dalam yang dimiliki. 

“Setidaknya, melalui testimoni yang disampaikan keturunan Denek Mas Suryadi Ningrat ini,  ada second opini terkait sejarah situs Embung Puntik yang bisa menjadi referensi sejarah untuk generasi mendatang,  di tengah minim bukti tertulis berupa catatan-catatan mitos  embung puntik” kata lelaki yang akrab disapa didu didampingi Bendahara Tim Mistis, Zainul Pahmi. ***

 

 




Meriah! Pawai Alegoris dan Karnaval HUT RI di KLU  

Pemda KLU menyelenggarakan pawai HUT RI ke 77 yang berlangsung meriah diikuti puluhan ribu peserta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pawai Alegoris dan karnaval perayaan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke 77 di Kabupaten Lombok Utara berlangsung meriah, Kamis (18/08/22).

Puluhan ribu peserta terdiri dari pelajar  dari semua tingkatan sekolah maupun masyarakat umum yang berasal dari semua kecamatan di Lombok Utara, tumpah ruah menandai perayaan Hari Kemerfekaan RI.

Sekertaris Panitia, HUT RI Ke 77, H Ruba’in,S.sos,M.SI, mengatakan, Kamis (18/08), mengatakan terdapat ratusan kontingen mulai dari tingkatan sekolah TK, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan masyarakat umum dengan antusias memeriahkan HUT RI tahun ini. 

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77 di KLU Berlangsung Khidmat

Pawai peringatan HUT RI sangat meriash di Lapangan Umum Tanjung
Masyarakat memadati lapangan

“Alhamdulillah pelaksanaan pawai Alegoris dan karnaval  berjalan luar biasa dan meriah, kalau satu sekolah saja ada 150 peserta berarti kurang lebih ada 20.000 peserta yang mengikuti pawai alegoris dan karnaval hari ini,” kata Rubain. 

Bahkan, menurutnya pesertanya juga jauh lebih melimpah jika dibandingkan dengan pelaksanaan sebelum pandemi Covid-19. 

Sebab dalam pawai kali ini hampir semua sekolah di setiap Kecamatan di wilayah KLU mengikuti pelaksanaan pawai alegoris dan karnaval, meski di setiap  kecamatan juga sudah dilakukan kegiatan yang sama. 

Wakil Bupati Lombok Utara,Danny Karter Febrianto R, mengaku bersyukur dengan partisipasi dan antusias masyarakat.

“Kalau kami dari pemerintah sangat bersyukur ketika berahir pandemi Covid 19, Insya Allah kegiatan kegiatan seperti ini bisa dilakukan mulai dari rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Lombok Utara Ke 14 hingga HUT RI Ke 77 bisa berjalan baik sebagaimana harapan kita bersama,” kata Wabup.

Beberapa pergelaran kesenian dan kegiatan olahraga sudah dilakukan, seperti Wayang Kulit, lomba berbagai cababf olahraga, lomba ketrampilan juga berlangsung meriah.

“Baik pihak pemerintah maupun masyarakat merasa senang dan bahagia,” kata Danny saat bicara dengan wartawan saat pawai dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu. 

Danny menambahkan, kegiatan pawai memang menjadi salah satu yang ditunggu oleh masyarakat setiap tahun. 

Pawai memeriahkan Hari Kemerdekaan memang tidak pernah dilangsung selama pandemi Covid-19.

“Sudah tiga tahun tidak dapat dilakukan karena Gempa Bumi tahun 2018 hingga Covid 19, dan hari ini baru bisa diadaakan lagi. Biasanya setiap tahun saya selalu menonton pawai seperti ini,” katanya.

Wabup menuturkan, pemerintah merasa bersyukur dan terimakasih kepada semua pihak terkait, baik panitia maupun masyarakat KLU .

“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah bekerja keras dan didukung penuh oleh masyarakat sehingga kita lihat sendiri lapangan umum Tioq Tata Tunaq seperti lautan manusia hari ini,” ujarnya. 

Diakuinya, dalam kegiatan yang lebih satu bulan sejak HUT KLU ke 14 dan HUT RI Ke 77 di tahun 2022 ini pasti ada hal yang masih kurang. Namun itu semua menjadi catatan panitia dan untuk perbaikan dalam pelaksanaan ke depan. 

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Pawai peringatan HUT RI yang meriah hingga membuat jalan raya macet

“Yang terpenting adalah kegiatan ini juga sebagai pemicu kebangkitan ekonomi masyarakat termasuk UMKM,” kata Wabup Danny.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Lombok Utara untuk bersama sama untuk mengingat temah HUT RI ke 77 tahun ini, yakni “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”. 

Untuk bisa mewujudkannya, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua pihak, tegas Wabup Danny. ***

 

 




Gubernur NTB Buka Munas Organisasi Umat Budha

Saat membuka Munas organisasi umat Budha mengatakan, Gubernur NTB mengungkapkan tantangan serius manusia sekarang adalah belajar menjadi ‘manusia’

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah membuka Musyawarah Nasional (Munas) dari 3 (tiga) organisasi ummat Budha di Indonesia, di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (18/08/22). 

Munas yang dimaksud yakni Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Musyawarah Nasional (Munas) II Sekber Yabuddhi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Wanita Buddhis Indonesia.

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Gubernur NTB mengatakan, di era modern butuh cara kerja berbeda

Bang Zul sapaan Gubernur mengatakan, NTB merupakan provinsi yang kecil namun berhasil menghelat berbagai event besar internasional, dan berhasil menggelar berbagai event tersebut.

NTB juga disebut berhasil memperbaiki dan mengakselari perubahan di berbagai sektor pembangunan

“Salah satunya Jalan Bypass Bandara ke Mandalika sepanjang 17 Km menjadi salah satu jalan raya terindah di indonesia,” tutur Gubernur Zul.

Bang Zul juga sempat menyinggung pentingnya belajar menjadi manusia, mengutip dari buku Adams Bram berjudul Opening your Heart

“Makanya ada kata-kata yang begitu menyentuh bahwa manusia sekarang sudah bisa terbang karena belajar dari guru, dan sudah bisa menyelam dan berenang karena belajar dari ikan, tantangan serius kita adalah belajar menjadi manusia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zul mengingatkan para peserna Munas, jangan lupa menikmati keindahan Nusa Tenggara Barat. 

Rapat disarankan dilakukan dengan cara seefisien mungkin, agar waktunya bisa lebih banyak digunakan untuk mengeksplorasi Pulau seribu masjid. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta OPD ‘Bela Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

“Karena ternyata dunia modern ini mewajibkan atau mengharuskan kita bekerja dengan cara yang berbeda,” pesannya ***

 

 




Upacara Peringatan HUT RI Ke 77 di KLU Berlangsung Khidmat

Berlangsungnya upacara peringatan HUT RI di Lombok Utara berjalan lancar

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Rangkaian kegiatan dan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Utara berjalan lancar dan hidmad.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu bertindak selaku Inspektur Upacara saat berlangsung Upacara Peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus 2022. di Lapangan umum “Tioq Tata Tunaq”.

Puncak acara itu juga ditandai dengan bunyi Serine sekitar pukul 11.00 wita pada detik-detik Proklamasi.

Sore harinya, Wakil Bupati Lombok Utara, Dany Carter Febrianto bertindak sebagai Inspektur Upacara saat upacara penurunan merah putih, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke 77. 

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Upacara peringatan HUT RI ke 77 di Lombok Utara

“Alhamdulillah pada sore ini kita telah melaksanakan upacara penurunan bendera merah putih. Kita bersyukur berjalan lancar,” kata Kepala Dinas Komifo KLU, Khairil Anwar selaku Panitia HUT KLU Ke 14 maupun HUT RI Ke 77, Rabu (17/08/22).

Momentum HUT RI diharapkan, daerah Lombok Utara maupun NKRI makin maju, jaya dan sejahtera masyarakatnya. 

Pihaknya mengajak agar semangat dan pengorbanan para pahlawan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kita semua harus kerjasama bahu-membahu untuk pemulihan yang lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” katanya.

Khairil Anwar menambahkan, peringatan HUT RI ke-77 yang bertema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat” 

“Untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua pihak,” kata Khairil Anwar. 

Sebagai informasi, yang bertugas saat penaikan dan penurunan bendera dan yang membawa nampan bendera yakni Abi Manyu Widianto Polli dari SMAN 1 Gangga sebagai Danpok/Pembina dari SMAN 1 Gangga. 

Kemudian pengibar bendera, Saqial Zibran Samani dari SMAN 1 Tanjung, Adriana Galang Saputra, dari SMAN 1 Gangga dan Hasmaidi dari SMAN 1 Tanjung.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77, NTB Mengapai Puncak Mimpi

Wabup Lombok Utara menyerahkan penghargaan pada saat upacara peringatan HUT RI di KLU

Sementara itu Hasmani dan Anes Amartina sebagai Pembaki dari SMAN  Tanjung dan SMAN 1 Bayan. 

Komandan upacara pengibaran bendera, Lettu inf. Zainudin (Danramil 1606-02/Tanjung)

Sedangkan untuk komandan upacara penurunan bendera oleh Ipda Bambang Tedy Suprianto, Satlantas Polres Lombok Utara. ***