Kebijakan Pemerintah Harus Tegas dalam Penciptaan Kawasan Ekonomi 

Membangun Linkages antara Pengembangan Ekonomi Daerah dan Pengembangan Ekonomi Kawasan, diperlukan ketegasan kebijakan Pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi di daerah diharapkan menjadi enzim untuk percepatan ekonomi daerah.

BACA JUGA: Bang Zul Minta OPD “Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Sekda minta kebijakan pemerintah tegas dalam regulasi termasuk intensif yang diberikan
Lalu Gita Ariadi

“Point berekonomi adalah bagaimana menciptakan kawasan-kawasan ekonomi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi saat menjadi narasumber FGD Penyusunan Rancangan Awal RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029  Bidang Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional dengan tema “Peranan dan Potensi Daerah dalam Penguatan Diplomasi Ekonomi”, Kamis (19/08/22), di Hotel Lombok Astoria.

Menurutnya, Pemerintah harus tegas memberikan regulasi berserta insentif yang diberikan, apakah itu kawasan industri, ekonomi khusus atau perdagangan bebas.

Kemudian untuk mendukung kegiatan ekspor, Pemerintah Pusat juga harus konsisten memanfaatkan potensi alam yang dimiliki, memberikan insentif pada penerapan energi terbarukan.

Wisnu selaku Direktur Kerjasama Pembangunan juga menekankan, peran dan potensi daerah sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang optimal.

Perlu kita ketahui bersama, ketidakpastian global seperti Covid19, dinamika politik yang tidak menentu, seperti konflik di berbagai belahan dunia seperti Ukraina dengan Rusia, juga adanya kemajuan di era digitalisasi teknologi ini, juga tidak dapat dihindari yang akan terus mempengaruhi kebijakan ekonomi.

Hal-hal seperti ini tentu akan menjadi pertimbangan pada saat menyusun perencanaan ke depan. Namun hal ini tentunya dapat diantisipasi dengan menyusun dokumen perancanaan yang afektif dan kualistik. 

“Jadi perlu melibatkan stakeholder,” kara Wisnu.

Kebijakan Pemerintah 

Sekda Provinsi NTB menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam membangun ekonomi, di antaranya Politik Domestik, Pembangunan Kewilayahan, dan Global partnership.

“Untuk sisi politik domestik, jadi memproyeksikan 20 tahun ke depan, 2045 tidak luput dari bagaimana konstelasi politik. Bagaimana kebijakan pemerintahan, apakah kepada perjalanan kita ke depan ekonomi membaik kemudian fiskal menguat, maka menteri keuangan sudah siap untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan bidang kemasyarakatan,” kata Miq Gita.

Harus memperhitungkan faktor laut sebagai insentif yang harus diberikan bersama dengan daerah memperhitungkan komponen luas daratan. 

“Ini perlu diantisipasi sehingga daerah kepulauan sama majunya dengan daerah daratan,”  ujar Sekda. 

Aspek global partnership, dalam SDG point 17 menyebutkan global partnership.

Padahal untuk mendapatkan kemajuan persaingan dan lain sebagainya, betapa global partnership ini dibuka untuk memberikan keleluasaan kesempatan berkembang dengan sebaik-baiknya dan ini harus dipersiapkan dari sekarang.

“Kalu kita bersifat defensif, tidak aktif keluar maka negara kita hanya akan menjadi pasar  dari produk-produk dan tidak mampu menikmati persaingan pasar global sedemikian rupa,” lanjut Miq Gita

Ke depan secara nasional angka kemiskinan ini menjadi isu yg harus di tuntaskan dan harus berada di satu digit.

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan Jadi Komoditas Baru NTB

Kemudian Human development index, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi melalui kegiatan investasi perlu terus di dorong. Di NTB ada kawasan Ekonomi khusus dan lain sebagainya yang harus terus dipacu.

Jadi kaitan dengan pembangunan ekonomi Harus selalu dikawal  Pemerintah Provinsi, dan kabupaten/kota juga harus memberikan dukungan itu sehingga investor dari luar masuk ke Indonesia agar meningkatkan kegiatan ekonomi. ***

 

 




Makam Embung Puntik, Penyebar Islam di Lombok tahun 1717 M

Makam Kemaliq Embung Puntik di Lombok,  ulama penyebar Islam ternama di Lombok, ribuan masyarakat sering berziarah dan menggelar ritual adat 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Kemaliq Embung Puntik, sebuah makam di Desa Sengkerang, Praya Timur, Lombok Tengah, menjadi langganan para peziarah. 

Area makam seluas sekitar 4 are itu dikenal sebagai makam keramat oleh masyarakat, bahkan sering digelar ritual adat di area makam.

Makam tersebut merupakan makam Denek Mas Suryadiningrat, ulama penyebar Islam ternama di Pulau Lombok. 

Ia diperkirakan menyebarkan Islam di Lombok sejak  tahun 1717 masehi.

BACA JUGA: Letusan Samalas, Benda Kedatuan Benue akan Diuji Radiokarbon

Makam Embung Puntik, petilasan Denek Mas Suryadiningrat yang jasadnya menghilang

Makam tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya dan juga telah diakui Dinas Pariwisata. Terbukti dengan adanya plang Dinas Pariwisata pada area makam.

Juru Pelihara Makam, Lalu Jasmawadi, yang juga merupakan generasi ke-13 keturunan Denek Mas Suryadiningrat mengatakan, ribuan masyarakat sering berziarah dan menggelar ritual adat di makam tersebut.

Ritual adat bernama Nede Embung Puntik yang digelar setiap bulan tujuh tanggalan Sasak atau setiap hari Senin pada bulan November. 

Pada ritual tersebut, masyarakat akan membawa aneka hasil bumi dan berdoa memohon berkah kepada Sang Pencipta.

“Setiap bulan ke tujuh tanggalan Sasak atau setiap hari Senin di bulan November selalu ada ritual adat di sini,” kata Lalu Jasmawadi didampingi Akademisi Mataram, Dr Asrin,  Rabu (17/08/22).

Ritual adat tersebut telah berlangsung turun temurun. Bahkan, masyarakat meyakini jika tidak menggelar ritual akan mendapatkan malapetaka seperti penyakit.

Pada bulan November, ritual akan berlangsung empat kali yang digelar setiap Senin. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi makam dan berdoa sebagai ucapan rasa syukur dan meminta berkah Allah SWT.

Selain bulan November, ritual adat biasanya juga digelar pada akhir Februari. 

Ada juga ritual adat bernama Saur Sangi. Di sana, masyarakat yang sebelumnya telah terkabulkan hajatnya akan datang ke makam sebagai bentuk rasa syukur telah tercapai atau terkabulkan keinginannya.

“Pada makam juga biasa digelar ritual ada saat ada anak desa yang akan dikhitan (disunat). Akan ada proses adat yang digelar,” ujarnya.

Sebelum dikhitan, anak tersebut akan dibawa ke makam dengan diantar keluarga, dan menggelar tradisi pemotongan selendang.

BACA JUGA: Kyai Mas Mirah, Penyebar Islam Sejak Jaman Pejanggik

Keliling Makam

Uniknya, makam  tersebut tidak sembarang dapat dimasuki peziarah. Harus ada ritual khusus mengelilingi makam sebanyak sembilan kali, sebelum dapat memasuki makam.

“Namun jika peziarah tidak bisa mengelilingi makam sebanyak sembilan kali, diberikan keringanan tujuh kali atau tiga kali,” ujarnya.

Masyarakat meyakini dengan mengelilingi makam, mengingat kembali sebelum manusia lahir ke dunia, manusia berada pada rahim ibu dan suatu saat akan meninggal dunia. 

Hidup di dunia yang singkat tersebut harus diisi dengan berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat.

Jika ritual mengelilingi makam tidak diindahkan peziarah, sering ditemui fenomena kesurupan seorang peziarah. Itu membuat juru kunci makam akan kerepotan menangani.

Lalu Jasmawadi mengungkapkan makam tersebut sebenarnya merupakan petilasan Denek Mas Suryadiningrat. Konon jasadnya menghilang dan tidak pernah muncul.

Denek Mas Suryadi Ningrat selain menyebarkan Islam, juga menciptakan sebuah lontar bernama Indarjaye. Lontar tersebut berguna jika ada anak kecil yang telat berbicara melewati umurnya, maka lontar tersebut akan dibacakan. Dengan izin Allah SWT, anak tersebut akan lancar berbicara.

“Banyak anak yang terlambat bicara, begitu dibacakan lontar Indarjaye akan lancar,” katanya.

Khasiat Lingkok Mas

Pada area makam juga terdapat sebuah sumur atau dalam bahasa Sasak disebut Lingkok Mas. Konon air di sana berkhasiat menyembuhkan penyakit. 

Juru kunci makam, Amaq Wahid mengatakan pernah suatu hari ada orang dari Sumbawa datang dalam kondisi kaki bengkak. Saat dimandikan di Lingkok Mas, ajaibnya perlahan-lahan orang tersebut sembuh.

“Banyak khasiat air Lingkok Mas untuk menyembuhkan penyakit. Bahkan orang dari luar Lombok datang ke sini,” ujarnya.

Amaq Wahid menjadi juru kunci makam sejak tahun 1993. Banyak fenomena supranatural dialami sejak menjaga makam. 

Dia pernah didatangi oleh sosok Denek Mas Suryadiningrat. Bahkan dia merincikan ciri-ciri fisiknya.

“Bentuk orangnya tinggi, gagah tapi badannya kurus. Dia memakai sorban putih,” katanya.

Konon ada peninggalan Denek Mas Suryadiningrat dalam bentuk pusaka yang masih disimpan hingga kini. 

Saat Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 turun ke lokasi, diperlihatkan sebuah pusaka terbungkus kain putih dan dililit tali. 

Pusaka tersebut berjenis tombak bernama Pusaka Randu Kuning. Diberi nama Randu Kuning karena saat pusaka tersebut ditancap ke pohon randu (kapuk), maka pohon itu akan berubah menjadi kuning. 

Pusaka tersebut dipercaya sebagai pusaka perdamaian. Begitu dua desa terlibat bentrok, saat pusaka tersebut ditancap ke tanah, maka bentrok akan mereda.

Penataan menuju lokasi makam

Sementara itu Ketua Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6, Ruslan Turmuzi, mengatakan Lombok menjadi lokasi penyebaran para wali, sehingga banyak sekali kedatuan atau sejenis kerajaan. Bedanya, kedatuan identik dengan Islam.

BACA JUGA: Teater Tradisi Cupak Grantang Diambang Punah

Bahkan Ruslan yang merupakan Anggota DPRD NTB berjanji akan menganggarkan penataan akses jalan menuju lokasi makam. 

Dan membangun fasilitas pendukung untuk peziarah seperti empat kamar toilet, penataan gapura depan dan renovasi rumah penjaga atau juru kunci makam.

“Insyaallah kita akan menganggarkan itu. Ya kalau seluruhnya menghabiskan anggaran Rp200 juta. Itu akan kita ikhtiarkan untuk mendukung keberlanjutan tradisi leluhur Sasak,” kata Ruslan. Ia meminta Sekretaris Tim , Amrullah untuk segera membuat perencanaan dan design penataan lingkungan situs embung puntik dengan tetap mengedepankan Arsitektur khas Sasak. 

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto mengatakan, penelusuran jejak sejarah situs Embung Puntik bagian dari strategi Tim Ekspedisi Mistis untuk mengurai dan membuka tabir sejarah leluhur Lombok. Agar bisa diurai benang merah ketokohan dan kelebihan ilmu dalam yang dimiliki. 

“Setidaknya, melalui testimoni yang disampaikan keturunan Denek Mas Suryadi Ningrat ini,  ada second opini terkait sejarah situs Embung Puntik yang bisa menjadi referensi sejarah untuk generasi mendatang,  di tengah minim bukti tertulis berupa catatan-catatan mitos  embung puntik” kata lelaki yang akrab disapa didu didampingi Bendahara Tim Mistis, Zainul Pahmi. ***

 

 




Meriah! Pawai Alegoris dan Karnaval HUT RI di KLU  

Pemda KLU menyelenggarakan pawai HUT RI ke 77 yang berlangsung meriah diikuti puluhan ribu peserta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pawai Alegoris dan karnaval perayaan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke 77 di Kabupaten Lombok Utara berlangsung meriah, Kamis (18/08/22).

Puluhan ribu peserta terdiri dari pelajar  dari semua tingkatan sekolah maupun masyarakat umum yang berasal dari semua kecamatan di Lombok Utara, tumpah ruah menandai perayaan Hari Kemerfekaan RI.

Sekertaris Panitia, HUT RI Ke 77, H Ruba’in,S.sos,M.SI, mengatakan, Kamis (18/08), mengatakan terdapat ratusan kontingen mulai dari tingkatan sekolah TK, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan masyarakat umum dengan antusias memeriahkan HUT RI tahun ini. 

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77 di KLU Berlangsung Khidmat

Pawai peringatan HUT RI sangat meriash di Lapangan Umum Tanjung
Masyarakat memadati lapangan

“Alhamdulillah pelaksanaan pawai Alegoris dan karnaval  berjalan luar biasa dan meriah, kalau satu sekolah saja ada 150 peserta berarti kurang lebih ada 20.000 peserta yang mengikuti pawai alegoris dan karnaval hari ini,” kata Rubain. 

Bahkan, menurutnya pesertanya juga jauh lebih melimpah jika dibandingkan dengan pelaksanaan sebelum pandemi Covid-19. 

Sebab dalam pawai kali ini hampir semua sekolah di setiap Kecamatan di wilayah KLU mengikuti pelaksanaan pawai alegoris dan karnaval, meski di setiap  kecamatan juga sudah dilakukan kegiatan yang sama. 

Wakil Bupati Lombok Utara,Danny Karter Febrianto R, mengaku bersyukur dengan partisipasi dan antusias masyarakat.

“Kalau kami dari pemerintah sangat bersyukur ketika berahir pandemi Covid 19, Insya Allah kegiatan kegiatan seperti ini bisa dilakukan mulai dari rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Lombok Utara Ke 14 hingga HUT RI Ke 77 bisa berjalan baik sebagaimana harapan kita bersama,” kata Wabup.

Beberapa pergelaran kesenian dan kegiatan olahraga sudah dilakukan, seperti Wayang Kulit, lomba berbagai cababf olahraga, lomba ketrampilan juga berlangsung meriah.

“Baik pihak pemerintah maupun masyarakat merasa senang dan bahagia,” kata Danny saat bicara dengan wartawan saat pawai dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu. 

Danny menambahkan, kegiatan pawai memang menjadi salah satu yang ditunggu oleh masyarakat setiap tahun. 

Pawai memeriahkan Hari Kemerdekaan memang tidak pernah dilangsung selama pandemi Covid-19.

“Sudah tiga tahun tidak dapat dilakukan karena Gempa Bumi tahun 2018 hingga Covid 19, dan hari ini baru bisa diadaakan lagi. Biasanya setiap tahun saya selalu menonton pawai seperti ini,” katanya.

Wabup menuturkan, pemerintah merasa bersyukur dan terimakasih kepada semua pihak terkait, baik panitia maupun masyarakat KLU .

“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah bekerja keras dan didukung penuh oleh masyarakat sehingga kita lihat sendiri lapangan umum Tioq Tata Tunaq seperti lautan manusia hari ini,” ujarnya. 

Diakuinya, dalam kegiatan yang lebih satu bulan sejak HUT KLU ke 14 dan HUT RI Ke 77 di tahun 2022 ini pasti ada hal yang masih kurang. Namun itu semua menjadi catatan panitia dan untuk perbaikan dalam pelaksanaan ke depan. 

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Pawai peringatan HUT RI yang meriah hingga membuat jalan raya macet

“Yang terpenting adalah kegiatan ini juga sebagai pemicu kebangkitan ekonomi masyarakat termasuk UMKM,” kata Wabup Danny.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Lombok Utara untuk bersama sama untuk mengingat temah HUT RI ke 77 tahun ini, yakni “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”. 

Untuk bisa mewujudkannya, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua pihak, tegas Wabup Danny. ***

 

 




Gubernur NTB Buka Munas Organisasi Umat Budha

Saat membuka Munas organisasi umat Budha mengatakan, Gubernur NTB mengungkapkan tantangan serius manusia sekarang adalah belajar menjadi ‘manusia’

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah membuka Musyawarah Nasional (Munas) dari 3 (tiga) organisasi ummat Budha di Indonesia, di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (18/08/22). 

Munas yang dimaksud yakni Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Musyawarah Nasional (Munas) II Sekber Yabuddhi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Wanita Buddhis Indonesia.

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Gubernur NTB mengatakan, di era modern butuh cara kerja berbeda

Bang Zul sapaan Gubernur mengatakan, NTB merupakan provinsi yang kecil namun berhasil menghelat berbagai event besar internasional, dan berhasil menggelar berbagai event tersebut.

NTB juga disebut berhasil memperbaiki dan mengakselari perubahan di berbagai sektor pembangunan

“Salah satunya Jalan Bypass Bandara ke Mandalika sepanjang 17 Km menjadi salah satu jalan raya terindah di indonesia,” tutur Gubernur Zul.

Bang Zul juga sempat menyinggung pentingnya belajar menjadi manusia, mengutip dari buku Adams Bram berjudul Opening your Heart

“Makanya ada kata-kata yang begitu menyentuh bahwa manusia sekarang sudah bisa terbang karena belajar dari guru, dan sudah bisa menyelam dan berenang karena belajar dari ikan, tantangan serius kita adalah belajar menjadi manusia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zul mengingatkan para peserna Munas, jangan lupa menikmati keindahan Nusa Tenggara Barat. 

Rapat disarankan dilakukan dengan cara seefisien mungkin, agar waktunya bisa lebih banyak digunakan untuk mengeksplorasi Pulau seribu masjid. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta OPD ‘Bela Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

“Karena ternyata dunia modern ini mewajibkan atau mengharuskan kita bekerja dengan cara yang berbeda,” pesannya ***

 

 




Upacara Peringatan HUT RI Ke 77 di KLU Berlangsung Khidmat

Berlangsungnya upacara peringatan HUT RI di Lombok Utara berjalan lancar

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Rangkaian kegiatan dan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Utara berjalan lancar dan hidmad.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu bertindak selaku Inspektur Upacara saat berlangsung Upacara Peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus 2022. di Lapangan umum “Tioq Tata Tunaq”.

Puncak acara itu juga ditandai dengan bunyi Serine sekitar pukul 11.00 wita pada detik-detik Proklamasi.

Sore harinya, Wakil Bupati Lombok Utara, Dany Carter Febrianto bertindak sebagai Inspektur Upacara saat upacara penurunan merah putih, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke 77. 

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Upacara peringatan HUT RI ke 77 di Lombok Utara

“Alhamdulillah pada sore ini kita telah melaksanakan upacara penurunan bendera merah putih. Kita bersyukur berjalan lancar,” kata Kepala Dinas Komifo KLU, Khairil Anwar selaku Panitia HUT KLU Ke 14 maupun HUT RI Ke 77, Rabu (17/08/22).

Momentum HUT RI diharapkan, daerah Lombok Utara maupun NKRI makin maju, jaya dan sejahtera masyarakatnya. 

Pihaknya mengajak agar semangat dan pengorbanan para pahlawan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kita semua harus kerjasama bahu-membahu untuk pemulihan yang lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” katanya.

Khairil Anwar menambahkan, peringatan HUT RI ke-77 yang bertema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat” 

“Untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua pihak,” kata Khairil Anwar. 

Sebagai informasi, yang bertugas saat penaikan dan penurunan bendera dan yang membawa nampan bendera yakni Abi Manyu Widianto Polli dari SMAN 1 Gangga sebagai Danpok/Pembina dari SMAN 1 Gangga. 

Kemudian pengibar bendera, Saqial Zibran Samani dari SMAN 1 Tanjung, Adriana Galang Saputra, dari SMAN 1 Gangga dan Hasmaidi dari SMAN 1 Tanjung.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77, NTB Mengapai Puncak Mimpi

Wabup Lombok Utara menyerahkan penghargaan pada saat upacara peringatan HUT RI di KLU

Sementara itu Hasmani dan Anes Amartina sebagai Pembaki dari SMAN  Tanjung dan SMAN 1 Bayan. 

Komandan upacara pengibaran bendera, Lettu inf. Zainudin (Danramil 1606-02/Tanjung)

Sedangkan untuk komandan upacara penurunan bendera oleh Ipda Bambang Tedy Suprianto, Satlantas Polres Lombok Utara. ***

 

 




Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Petani dan pengusaha kurma asal Kabupaten Lombok Utara diminta mengembangkan kurma jadi komoditas baru NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap petani bisa mulai mengembangkan komoditas kurma.

Komoditas buah kurma dinilai potensial menjadi salah satu komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat. 

Gubernur NTB minta kurma dikembangkan jadi komoditas baru di NTB

“Pohon kurma sudah mulai ditanam dan berbuah di NTB.  Harapannya makin banyak petani yang melirik pohon kurma untuk dikembangkan sebagai komoditas,” ujar Gubernur Zul.

BACA JUGA: Gubernur Minta OPD ‘Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Ia mengatakan itu saat menerima petani dan pengusaha kurma asal kabupaten Lombok Utara di pendopo, Rabu (17/08/22).

Keindahan bentuk pohon kurma juga membuat Gubernur yang jatuh cinta, dan memahami benar tentang pohon yang  identik dengan Timur Tengah ini. Ia berharap pohon pohon kurma bisa  menghiasi wajah NTB. 

Pohon kurma yang indah dan berbuah lezat seperti di Thailand dan Lebanon memang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang. 

Ia mengapresiasi Arif Munandar yang berhasil menanam dan mengembangkan pohon kurma di Lombok Utara. 

“Baru ada satu pohon yang akan dipanen dan ini termasuk berkualitas karena sebiji buah kurma nya bisa seharga Rp 20 ribu,” jelas Arif. 

Iapun mengakui membutuhkan waktu lama untuk belajar dan mencoba mengembangkan tanaman kurma di NTB. 

Pemilik kebun kurma seluas lima hektar ini rencananya akan memanen induk pohon kurma yang tumbuh sejak tiga tahun lalu, dengan jumlah tandan buah yang terbilang ranum. Senada dengan Gubernur, ia berharap petani lainnya bisa mengembangkan kurma dengan ilmu yang tepat, agar nantinya perkebunan kurma bisa terwujud tidak khusus hanya komunitas petani kurma. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Drs H Fathul Gani, MSi mengatakan, buah kurma merupakan komoditas kompetitif yang tak semua tempat bisa mengembangkannya. 

BACA JUGA: Inovasi Pelayanan Membawa KLU Raih Inagara Awards

“Nah Pak Gub tertarik karena di NTB ternyata pohon kurma bisa berbuah dengan baik tidak hanya tumbuh,” ungkapnya. 

Setelah memetakan daerah yang cocok dengan tanaman kurma, pihaknya akan mulai mengembangkan kurma di KLU dan Samota, Sumbawa.

Agar komoditas ini bisa menjadikan NTB sentra buah kurma wilayah Timur sebagai penunjang wisata agro di masa depan. ***

 

 




Bang Zul Minta OPD ‘Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB diminta Gubernur Bang Zul jadi target pasar NTB Mall 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB diminta mengaplikasikan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan hal tersebut saat menerima silaturrahim Direktur Utama NTB Mall, Indah Purwanti Ningsih, SE dan Kepala Dinas Perdagangan NTB serta Tim lainnya. Bertempat di Pendopo Gubernur, Mataram (17/08/22).

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaha dari Mahasiswa

Bang Zul minta agar OPD Lingkup Pemprov jadi segmen pasar NTB Mall

Pertemuan tersebut, dalam rangka evaluasi terkait kinerja Semester 1 NTB Mall. 

Gubernur menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim yang terlibat walaupun belum sempurna. 

Selain itu, Bang Zul sapaan akrab Gubernur, menginginkan NTB Mall jelas segmen sasarannya terutama Dinas OPD Lingkup Pemprov NTB.

“Yang jelas target pasarnya OPD Lingkup Pemprov NTB, dan tamu OPD saat berbagai event digelar di NTB, sehingga perlu dilakukan pembenahan terkait strategi pemasarannya,” tegasnya.

Disebutkan Bang Zul, menjadi tolak ukur NTB Mall ini adalah penjualan terus meningkat dari waktu ke waktu. 

Sehingga NTB Mall ini terus berkembang dan bisa mengakomodir para pelaku UMKM yang ada di NTB.

Sementara itu, Direktur Utama NTB Mall Indah Purwanti Ningsih, S.E., mengatakan masih sangat minim OPD yang berbelanja di NTB Mall, walaupun sudah dikirimkan surat melalui Sekda dalam hal kewajiban OPD berbelanja. 

Ini menjadi salah satu kendala pemasaran yang belum tuntas.

“OPD berbelanja disini masih minim, lebih banyak dari luar daerah terutama tamu-tamu OPDnya yang sering belanja terutama aneka kuliner sebagai oleh-oleh mereka,” jelasnya.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUR RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Ke depan ia berharap sesuai arahan Gubernur NTB meminta OPD Lingkup Pemprov bisa berbelanja. 

Agar  OPD melaksanakan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall. Kerena belanja di NTB Mall cukup mudah secara online maupun offline. ***

 

 




Rangkaian Peringatan HUT ke-77 RI di NTB Berakhir

Paskibraka telah menurunkan bendera merah putih, menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT RI ke 77 di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasukan Pengibar Bendera Pusakan (Paskibraka) Provinsi NTB Tahun 2022 menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT ke-77 RI di NTB, dengan upacara penurunan  bendera merah putih di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22) sore. 

BACA JUGA: Penyerahan Remisi untuk Narapidana Dihadiri Gubernur NTB

Menanda berakhirnya peringatan HUT RI ke 77
Upacara Penurunan Merah Putih

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dengan mengenakan pakaian adat Sasak bertindak sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera.

Setelah bendera berhasil diturunkan, Tim Paskibraka Provinsi mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan. 

Selanjutnya, Komandan Upacara yakni Ajun Kombespol Harianto S.H, S.I.K Polda NTB melapor ke Sekda, upacara telah selesai. 

Sekda pun menginstruksikan agar upacara dibubarkan.

“Bubarkan,” ucap Sekda Miq Gite memberi instruksi.

Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB berjalan dengan khidmat, sederhana, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema, “Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi 

Turut hadir pada upacara penurunan bendera tersebut, Kepala OPD Lingkup Provinsi NTB, TNI/POLRI serta para pelajar dan mahasiswa. ***

 

 




Penyerahan Remisi untuk Narapidana Dihadiri Gubernur NTB

Menghadiri penyerahan remisi umum untuk Narapidana, Gubernur Zulkieflimansyah berharap semua warga binaan lapas segera mendapatkan udara kebebasan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyerahan Remisi Umum Bagi Narapidana dan Anak di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke – 77 yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas III Mataram dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Kamis (17/08/22). 

Saat penyerahan remisi, Gubernur Zulkiefli mengatakan tiap orang mampu memulai harinya dengan mengajari hati dan perasaannya untuk menghargai, dimana pun tempatnya berada.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI, NTB Menggapai Mimpi

Dalam penyerahan remisi diharapkan WBP menjadi warga yang makin baik
Gubernur menyalami WBP penerima remisi umum

“Di tempat ini saya lihat wajah, senyumannya manis-manis, semoga dapat memulai dari hati dan perasaan hanya untuk senang di mana pun berada, karena semua ini akan berlalu. Semoga yang mendapat remisi kemudian keluar atau bebas hari ini, mudah-mudahan di masa yang akan datang bapak Ibu yang ada di sini akan mendapatkan udara kebebasan karena ini semua akan berlalu,” ujar Bang Zul.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Romi Yudianto berharap, agar Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang mendapatkan remisi dapat menjadi orang yang semakin lebih baik. 

Dan yang bisa langsung bebas dapat diterima oleh masyarakat.

“Tentunya kita berharap untuk yang mendapatkan remisi dapat menjadi orang yang baik dan untuk yang mendapatkan remisi langsung bebas mudah-mudahan dapat diterima oleh masyarakat dan tentuny kita berharap kegiatan ini selalu berjalan setiap tahunnya,” tuturnya.

Lapas Kelas II A Mataram menyumbang jumlah penerima Remisi Umum terbanyak, yaitu 789 narapidana. 

Sementara, narapidana penerima Remisi Umum 17 Agustus 2022 lainnya tersebar di Lapas, Rutan dan LPKA jajaran Kanwil Kemenkumham NTB, yaitu Lapas Kelas II A Sumbawa sebanyak 391 narapidana, Lapas Kelas II B Dompu sebanyak 232 narapidana.

BACA JUGA: Inovasi Pelayanan Membawa KLU Raih Inagara Awards

Lapas Kelas II B Selong sebanyak 241 narapidana, Lapas Terbuka Kelas II B Lombok Tengah sebanyak 55 narapidana, LPKA Kelas II Lombok Tengah sebanyak 46 narapidana anak, Lapas Perempuan Kelas III Mataram sebanyak 111 narapidana, Rutan Kelas II B Praya sebanyak 126 narapidana dan Rutan Kelas II B Raba Bima sebanyak 102 narapidana.***

 

 




Upacara Peringatan HUT RI, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Dalam upacara Peringatan HUT RI ke 77 bertema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, Pemprov NTB ajak masyarakat siap berubah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77, menggelar upacara bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22). 

Danrem 162 Wira Bhakti, Brigadir Jenderal Sudarwo Aris Nurcahyo yang menjadi Inspektur Upacara, menyampaikan sambutan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Paskibraka Dikukuhkan, Ini Pesan Sekda NTB

Pemprov NTB Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke 77

“Dua tahun lebih ini kita menghadapi tantangan dan ujian. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi sangat dirasakan,” ucap Danrem 162/WB.

Namun, lanjutnya, di tengah keterpurukan dan pelemahan ekonomi, semua elemen bangsa bergerak dan bergotong royong mewujudkan harapan agar kondisi bisa kembali normal seperti sedia kala.

Perekonomian berangsur pulih di tengah pandemi Covid-19, tak terlepas dari kinerja pemerintah dan gerakan masyarakat, yang bersinergi untuk mencapai pemulihan di semua sektor sehingga siap menghadapi tantangan global. 

Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Tema tersebut memberi pesan kepada seluruh masyarakat agar siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. 

“Melihat perkembangan dalam dua tahun terakhir, kita terus membangun semangat, membuat terobosan-terobosan baru demi menguatkan pondasi,” ucap Danrem.

Lanjutnya, tak terkecuali di NTB beragam kebijakan terlahir menjadi solusi saat NTB diterjang gelombang pandemi. 

“Alhamdulillah, selama musibah itu berlangsung, kita berhasil mencatatkan prestasi dan kinerja positif mewujudkan NTB Gemilang,” jelas Inspektur Upacara. 

Beberapa program unggulan Pemprov NTB pun gencar dilakukan pemerintah dan para stakeholders demi mewujudkan puncak mimpi, yaitu NTB Gemilang. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaga dari Mahasiswa 

“NTB Gemilang bukan sekedar mimpi,” katanya.

Dibutuhkan keberanian dan kerja keras untuk menggapai puncak mimpi

Melalui implementasi program unggulan 1000 Cendikia, NTB Zero Waste, Revitalisasi Posyandu, 99 Desa Wisata, Industrialisasi dan sektor strategis lainnya, kita bergerak simultan sesuai visi-misi membangun NTB Gemilang, lanjutnya. 

Terakhir, dalam sambutan yang dibacakan terselip pesan Gubernur, menyambut Pemilu dan Pilkada serentak pada tahun 2024 mendatang, masyarakat diminta berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya. Dan tidak mudah tersulut provokasi, fitnah dan anarkisme.

“Di tahun 2024, kita akan kembali melaksanakan Pemilu dan Pilkada serentak, saya sangat berharap seluruh masyarakat berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya dengan mengedepankan politik yang santun, mencerdaskan dan bermartabat,” ucap Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo.

Gubernur NTB dan Sekda NTB dalam upacara peringatan HUT RI ke 77
Gubernur NTB dan Sekda NTB

Ditegaskan, kerugian besar akan kita hadapi apabila pilkada diciderai oleh munculnya provokasi, fitnah dan anarkisme. 

“Mari kita jaga momentum pembangunan yang telah tampak jelas jalan dan arahnya ini,” kata Inspektur Upacara. 

Hadir dalam upacara peringatan tersebut yaitu, Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah NTB, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTB. ***