Pemprov NTB Dukung Program Teknologi Hemat Energi IKA ITS

Komitmen Pemprov NTB tidak perlu diragukan, kebutuhan ciptakan Teknologi Hemat Energi IKA ITS akan disiapkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah siap mendukung program Ikatan Alumni Institut Teknologi Surabaya (IKA ITS)  untuk menciptakan teknologi hemat energi di NTB. 

BACA JUGA: 240 PMI asal NTB Prosedural, Berangkat Tanpa Biaya

Pemprov NTB akan menyiapkan kebutuhan IKA ITS untuk ciptakan Teknologi Hemat Energi

“Apapun yang diciptakan, yang penting produk dari sini, berkegiatan sesuai dengan kebutuhan di sekitar kita. Komitmen bersama Pemprov NTB tidak perlu diragukan. Apa yang dibutuhkan langsung teknisnya saja pasti akan disiapkan dengan baik,” kata Wagub saat menerima Audiensi Ikatan Keluarga Alumni Insitut Teknologi Surabaya (IKA ITS) di Ruang Kerja Wagub, Selasa (30/08/22).

Wagub yang kerap disapa Ummi Rohmi ini menilai, saat ini sudah mulai banyak perusahaan teknologi seperti PT. AMNT yang masuk ke NTB. 

“Jangan sampai orang luar yang kerja di situ, UNRAM, ITS dan semua perguruan tinggi harus menghasilkan orang yang ahli di sana supaya masyarakat kita terserap,” ingatnya.

Ketua IKA ITS Tjatur Kukuh Surjanto mengatakan, NTB memiliki potensi yang besar dalam Technoculture yakni penggabungan teknologi dengan budaya. 

“Terkait teknologi hemat energi kami akan mulai dari sepeda listrik yang dipadukan dengan logam, bambu, dan tenun, ini merupakan sebuah Technoculture yang orang luar tidak bisa bikin. Dan ini modern tapi artistik,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan bekerjasama antara BRIDA dan Perindustrian IKA ITS akan meluncurkan produk sepeda listrik dengan 8 produk berbeda dan desain yang berbeda pada soft launchingnya 10 November mendatang dengan target para wisatawan.

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Tjatur Kukuh berharap sebanyak mungkin perguruan tinggi di NTB bisa meng-upgrade kan diri di bidang teknologi. 

Ia juga menginginkan anak-anak muda di NTB orientasinya lebih luas, memiliki pandangan bahwa NTB sangat membutuhkan teknologi dan banyak terserap terlebih di ITS. ***

 

 




Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Visitasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) untuk belajar dari keunggulan dan prestasi yang dicapai NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi memaparkan keunggulan, prestasi dan potensi yang dimiliki Provinsi NTB.

Hal itu disampaikan pada peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kementerian Dalam Negeri, di Aula Wisma Tambora Kantor BPSDMD, Selasa (30/08/22).

BACA JUGA: Temu Mahasiswa NTT se Indonesia ‘Melihat NTT dari Luar NTT’ 

Sekda NTB menjelaskan keunggulan dan prestasi NTB diharapkan menginspirasi peserta PKA

Sekda NTB yang akrab disapa Miq Gita mengungkapkan keunggulan itu, karena visitasi ini dimaksudkan untuk melihat beberapa  keunggulan dan prestasi yang dicapai NTB.

Keunggulan NTB yang dimaksud antara lain setelah menjadi tuan rumah penyelenggaraan event nasional dan internasional, seperti WSBK, MotoGP, MXGP. 

Prestasi yang diraih NTB, di antaranya Inovation Government Award 2021 yang sebelumnya NTB berada di posisi bawah. 

Selain itu sebagai provinsi pertama adanya BRIDA, Peringkat 3 Nasional Provinsi Informatif kategori Keterbukaan Informasi tahun 2021, WTP sebelas kali berturut-turut dan lain-lain.

“Semoga ada kabar baik yang bisa dipetik dari NTB selama kunjungan in. Dan kabar baik tersebut bisa menginspirasi, memotivasi peserta PKA sehingga pasca pendidikan dapat diterapkan sebaik-baiknya di daerah masing-masing,” ucap Miq Gita.

Diskusi Capaian Provinsi NTB

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepamongprajaan dan Menejemen Kepemimpinan Dr. Hj. Nahliani Budi Lestari M.Si mengatakan, kesempatan luar biasa dan membanggakan bagi para peserta PKA untuk berkunjung ke Provinsi NTB yang terkenal dengan alamnya. 

Yang menjadi fokus pada pelatihan ini adalah diskusi atas capaian dan prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Provinsi NTB, karena dilihat sebagai provinsi yang menjadi pemenang IGA (Inovatif Govervent Award) tahun lalu. 

“Karena itu teman-teman begitu bersemangat ingin melihat berbagai inovasi yang ada di Pemerintah Provinsi NTB. Dan kami sangat yakin, setelah ini akan memberikan manfaat yang sangat penting bagi bapak ibu para peserta yang berasal dari seluruh Indonesia”, ungkap Bu Nahliani.

BACA JUGA: Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Peserta juga berharap, kedatangannya bukan hal yang sia-sia tapi memperoleh manfaat. Karena sebentar lagi mereka akan menyusun rancangan aksi perubahan, dan biasanya lokasi dari stula ini sangat berpengaruh terhadap inovasi-inovasi yang akan dilaksanakan oleh peserta.

“Kami mendengar banyak sekali kisah sukses di Provinsi NTB ini dan kami menunggu inovasi-inovasi baru dari Provinsi NTB untuk pengembangan SDM kami, karena kita saling belajar dan kita saling menjadi narasumber inovasi untuk diterapkan di daerah yang lain”, lanjutnya.

Dari pelatihan ini diharapkan sinergitas akan terus terjaga dan meningkat di masa-masa mendatang, yang merupakan harmonisasi dan sinergitas bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. ***

 

 




240 PMI Asal NTB Prosedural, Berangkat Tanpa Biaya

Sebanyak 240 PMI asal NTB yang berangkat prosedural, tidak dipungut biaya apa pun alias gratis

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melepas 240 Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTB ke Perusahaan Sawit Boustead Plantation Berhad di Malaysia, di Asrama Haji, Mataram, Senin (29/08/22).

PMI tersebut merupakan PMI NTB Prosedural dan diberangkatkan secara gratis, tanpa biaya sepeser pun alias zero cost. 

Keberangkatan tersebut melalui PT. Kijang Lombok Raya, yang berangkat secara bertahap mulai 30 Agustus sampai 6 September 2022.

BACA JUGA: Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Kata Wagub NTB, pemberangkatan 240 PMI tanpa biaya sebagai bentuk perlindungan pemerintah

Gubernur NTB berpesan kepada para PMI agar menjaga nama baik diri, daerah dan bangsa. 

“Tidak perlu bersaing dengan yang lain. Harus saling menjaga dan menasehati. Dan yang penting solat berjamaah jangan ditinggalkan apapun kondisinya. Karena hati yang tenang didapatkan dari beribadah,” pesan Bang zul sapaan akrab Gubernur NTB ini. 

Sementara Wagub NTB menjelaskan,  diberangkatkannya para PMI NTB Prosedural secara gratis merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam pelindungan PMI dan keluarganya.

Dengan begitu, keselamatan para pekerja bisa lebih diperhatikan. Sehingga para PMI NTB tak lagi banyak mendapatkan perlakuan buruk, justeru dapat menjadi PMI yang sukses dan membanggakan keluarganya. 

 “Berangkat (pekerja) Migran, Pulang Juragan,” seru Wagub.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB (Disnakertrans Provinsi NTB), I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H menjelaskan, keberangkatan 204 PMI ke Malaysia ini merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh PT. Kijang Lombok Raya. 

Sebelumnya 30 PMI telah diberangkatkan ke Malaysia untuk bekeja di ladang kelapa sawit. “Kita ingin yang semuanya procedural sehingga perlindungannya jelas,” tutur Gede. 

Komisioner PT. Kijang Lombok Datuk Rajo Nan Sati Fetra Ezimon menyampaikan, sesuai dengan isi MoU antara negara Indonesia dan Malaysia telah disepakati gaji minimal yang diterima oleh PMI di sektor ladang sawit sebesar 1,500 ringgit atau Rp 5,5 juta.

Dan seluruh biaya yang ditimbulkan selama proses rekrutmen hingga sampai ke negara penempatan, akan ditanggung oleh perusahaan (user).

“Sebelumnya PMI ada mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta untuk pembiayaan paspor, MCU dan lainnya. Hari ini biaya tersebut akan dikembalikan melalui Bank BNI. Bapak-bapak sudah dibuatkan rekening yang terisi saldo Rp. 2,5 juta. Bahkan keluarga sudah kami buatkan rekening juga, agar mudah untuk transfer gaji, tidak perlu titip transfer dari rekening orang lain,” jelas Ezimon.

BACA JUGA: TPKAD se NTB Harus Bersinergi dengan Pemprov dan OJK

Sementara itu, salah seorang wali PMI asal Labuapi Lombok Barat, Zainudin, mengaku sangat bersyukur dengan dengan program pemberangkatan PMI tanpa biaya untuk pertama kalinya. 

Sehingga ada perasaan tenang dan nyaman melepas keluarganya mencari nafkah di negeri seberang. 

“Harapannya bisa begini terus, karena lebih tenang dan lebih nyaman,” tandasnya. ***

 

 




Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Membangun NTB bukan semata berkompetisi di dunia global tapi juga bisa menyelami cara berpikir generasi sekarang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pembangunan daerah saat ini membutuhkan ide segar dan terobosan pemimpin yang menguasai situasi. 

Penegasan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah  di Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Senin (29/08/22).

BACA JUGA: Temu Mahasiswa NTT, ‘Melihat NTT dari Luar NTT’ 

iKata Gubernur, membangun NTB butuh de yang kompatibel dengan kekinian sangat dibutuhkan

“Siapa saja yang memiliki pemikiran dan ide yang kompatibel dengan kekinian sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah

Dikatakan, situasi dunia yang berubah seperti digitalisasi dan industrialisasi harus dapat dikerjakan di NTB. Tak hanya ikut berkompetisi dalam dunia global namun juga bisa menyelami cara berpikir generasi sekarang yang jauh berbeda. 

Hal ini menurut Gubernur menjadi salah satu cara untuk menggerakkan program pembangunan, bahkan yang telah ada agar mampu menyesuaikan dengan dinamika baru. 

Salah satu peluang meningkatkan ekonomi secara signifikan adalah dengan event internasional yang menjadi perhatian masyarakat dunia. 

Dengan begitu, NTB akan membuka banyak kesempatan lain karena langsung beradaptasi dengan perkembangan. 

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, TGH Muammar Arafat mengatakan, sosok pemimpin cerdas, rendah hati dan milenial masih akan dibutuhkan menjelang tahun pergantian kepemimpinan daerah

Ia menilai, kepemimpinan Zul Rohmi akan sedikit mendapatkan tantangan, karena jika pun  maju dalam pemilu 2024 kedua sosok ini telah dikenal masyarakat. 

Namun demikian, Muammar yang juga mengasuh kanal podcast  Jalan Tengah sejak beberapa tahun belakangan, mengakui dinamika politik NTB masih sangat cair. 

BACA JUGA: Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

“Seperti dikatakan Pak Gub, bukan soal personalnya tapi tentang kualitas pemimpin yang dibutuhkan masyarakat NTB,” ujarnya. ***

 

 




Wagub NTB Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

Dalam Rapat Kordinasi yang dihadiri Wagub NTB, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, inflasi secara nasional terkendali, tapi tak boleh lengah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. 

Rakor berlangsung secara virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (30/08/22).

Wagub NTB mendengar penjelasan Mendagri Tito pentingnya tidak boleh lengah

Wagub NTB didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, M.Si dan Pimpinan Organisasi Daerah lingkup Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Pada rapat tersebut turut hadir Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistika (BPS) dan jajarannya.

Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.D mengatakan, perkembangan inflasi di Indonesiasi masih relatif terkendali, per bulan Juli mencapai 4,94 persen. 

Komponen penting yang perlu diperhatikan pada inflasi adalah terkait bahan makanan yang mencapai 10,88 persen dan inflasi energi mencapai 5,02 persen. 

“Inflasi kita masih 4,94 persen secara nasional, relatif terkendali tetapi kita tidak boleh lengah,” tuturnya saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (30/08/22).

Disamping itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada seluruh Gubernur, Bupati, Walikota untuk berkoordinasi dengan Kementerian Lembaga Terkait mengalokasikan anggaran bantuan kepada masyarakat.  

“Melalui bantuan sosial (bansos) atau subsidi terhadap sektor transportasi dan UMKM, Saya minta dipastikan bantuan dialokasikan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan, yang berperan tinggi dalam inflasi daerah per Juli 2022 (y-on-y) yaitu pada komoditas cabai merah mencapai  0,49 persen, bawang merah mencapai 0,26 persen, tarif angkutan udara mecapai 0,43 persen, minyak goreng mencapai 0,29 persen dan bahan bakar rumah tangga mecapai 0,24 persen, dan bensin mencapai 0,18 persen.

BACA JUGA: 240 PMI Asal NTB Prosedural. Berangkat Tanpa Biaya

“Kalau kita mau ngerem inflasi, maka lima komoditas yang selalu memberikan andil besar dapat dikendalikan oleh kita, dua komoditas musiman seperti cabai merah dan bawang merah yang perlu dipantau pertumbuhan harganya supaya di bulan bulan berikutnya tidak memberikan dorongan pada inflasi,” jelasnya.***

 




Seminar Internasional ACECCEP, Partisipan Diminta Berbagi Pengalaman

Dalam seminar Internasional ACECCEP. Gubernur NTB minta narasumber dan peserta sebaiknya berdiskusi dan berbagi pengalaman

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah minta narasumber menyampaikan pengalamannya, bagaimana  mendidik anak-anak usia dini dan berkomunikasi dalam proses pembelajaran.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan sambutan Forum Internasional Conference atau Seminar Internasional Annual Conference On Early Childhood Care Education and Parenting (ACECCEP)” yang digelar FKIP Universitas Mataram, di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Selasa (30/08/22).

BACA JUGA: Puan Maharani Ajak Kolaborasi Bangun Dunia yang Lebih Baik

Gubernur minta pwserta seminar saling berbagi pengalaman

“Semua partisipan, para profesor, yang datang dari New Zealand, Singapura, Kamboja, dan negara lainnya sebaiknya berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait ide berkomunikasi bagaimana mengajar anak usia dini dan mendidik,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah. 

Bang Zul sapaan akrab Gubernur juga mengajak partisipan dan narasumber untuk menikmati keindahan pantai Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Dikatakan, peserta dan narasumber boleh serius mempublikasikan paper, berdebat dan berdiskusi tapi jangan lupa menyenangkan hati dan perasaan dengan banyak melihat pantai dan ombak yang berdebur di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Boleh diskusinya berlama-lama untuk membahas hal yang penting untuk kemajuan pendidikan, tetapi jangi lupa untuk menikmati keindahan alam di NTB, Pantai yang bagus, Kuliner dan lain sebagainya,” kata Bang Zul..

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram Bambang Hari Kusumo menceritakan pengalaman anaknya dengan gurunya ketika menempuh pendidikan. 

Gurunya berkata kami tidak concern pada pencapaian di Matematika, Sains dan mereka tidak khawatir dengan kemampuan bahasa Inggrisnya.

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Tapi yang dikhawatirkan adalah ketika anak-anak mulai menunjukkan sikap imorral seperti bullying dan mencuri barang-barang temannya dan lain sebagainya.

“Sikap baik menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan untuk membuat bangsa ini menjadi maju. Sehingga harus mulai menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran,” kata Bambang.***

 

 




Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

Wagub NTB mengaku senang mengunjungi Posyandu Cemara di Kota Mataram karena lingkungan sekitar yang bersih

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lingkungan yang bersih, asri dan lestari merupakan salah satu faktor yang menekan munculnya kasus stunting.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengunjungi Posyandu Cemara, Lingkungan Karang Medain Utara, Kelurahan Mataram Barat Kecamatan Selaparang, Senin (29/08/22).

BACA JUGA: Temu Mahasiswa NTT se Indonesia, ‘Melihat NTT dari Luar NTT’

Wagub NTB mengatakan, lingkungan yang bersih menekan munculnya kasus stunting

“Saya senang sekali datang ke lingkungan ini karena lingkungannya bersih, jadi cocok kalau stuntingnya rendah. Mudah-mudahan bisa di contoh lingkungan-lingkungan lain di Mataram,” tutur Wagub. 

Ummi Rohmi juga mengingatkan pentingnya menjaga anak-anak, terutama balita dari stunting, gizi buruk, kematian bayi, dan kepada ibu hamil disarankan untuk terus memeriksa kandungannya.

“Jadi, yang terpenting adalah kita yakinkan betul seluruh masyarakat yang ada dilingkungan ini sehat terutama balitanya. Tidak ada stunting, gizi buruk, kematian bayi, kematian ibu Hamil, itu yang harus kita yakinkan bersama,” ungkap Ummi Rohmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, H. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, stunting terjadi karena beberapa faktor, yakni faktor pola asuh, pola makan, kemudian ada pernikahan usia muda.

BACA JUGA: Angka Stunting di Lingkungan Kamasan Turun

“Cerminan kita, stunting ini karena ada faktor pola asuh, pola makan, kemudian ada pernikahan usia muda. Untuk hal itu upaya yang bisa dilakukan jangka pendek intervensi terutama di aspek Pemberian Makanan Tambahan (PMT) salah satu yang dilakukan terutama protein hewani,” jelasnya. ***

 

 




TPAKD se NTB Harus Bersinergi dengan Pemprov dan OJK

Mulai saat ini TPAKD kabupaten/ kota mulai merencanakan program kerja bersama dan bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi maupun OJK 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Tujuh kabupaten/ kota sekarang telah memiliki Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), tugasnya memastikan masyarakat dapat mengakses lembaga keuangan dalam menggerakkan ekonomi melalui modal usaha. 

“Setiap daerah sekarang harus punya program agar masyarakat tahu tentang keuangan dan lembaga keuangan, juga mudah mengakses uang,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah saat pengukuhan tujuh TPAKD di Hotel Pullman, Kuta, Mandalika, Loteng, Senin (29/08/22). 

BACA JUGA: Festival Gerabah Masbagik Lotim, Membuka Pasar Gerabah

Gubernur NTB mengatakan tiap daerah harus punya program agar masyarakat tahu tentang keuangan dan lembaga keuangan

Dikatakannya, kendala keuangan atau modal usaha seringkali karena keterbatasan pengetahuan atau rumitnya syarat memperoleh bantuan keuangan. 

Ia berharap TPAKD kabupaten/ kota kreatif selain  melahirkan program literasi, juga membantu kesulitan masyarakat mengakses lembaga keuangan. Serta intens berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait layanan keuangan oleh bank maupun lembaga keuangan lain. 

Tujuh TPAKD yang dikukuhkan hari ini adalah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, kota Mataram, Dompu, Bima, Lobar dan Loteng melengkapi TPKAD Lotim, Lotara, dan Bima sehingga semua kabupaten/ kota se NTB telah memiliki TPAKD. 

Frederica Widyasari Dewi, anggota komisioner Otoritas Jasa Keuangan mengatakan, mulai saat ini kabupaten/ kota diharapkan mulai merencanakan program kerja bersama dan bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi maupun OJK sendiri. 

“Untuk produk jasa keuangan bisa menyesuaikan. Kalau di NTB produk syariah lebih laku maka harus didorong agar lembaga keuangan syariah menyediakan akses dan layanan yang memudahkan masyarakat,” ujar Dewi. 

Ia juga mengapresiasi pemimpin daerah di NTB yang memiliki modal kekompakan, sehingga diharapkan kemajuan ekonomi melalui akses jasa keuangan dapat berkembang. 

Sementara itu, Ketua OJK RI, Rico Rinaldy mengapresiasi program Melawan Rentenir Berbasis Mesjid atau Mawar Emas besutan TPKAD provinsi dengan layanan pembiayaan ultra mikro tanpa bunga bagi jamaah masjid. 

Bagi IKM ada Simanis atau aplikasi sistem manajemen industri untuk percepatan perizinan dalam memperoleh modal. 

BACA JUGA: Gubernur NTB: Pastikan NTB Daerah yang Aman untuk Usaha

Di Bima adapula program layanan keuangan berbasis gotong royong bagi wanita. Dan di lotim ada akses jasa keuangan bagi peternak, seperti juga di Lobar dengan satu pelajar satu rekening. 

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Lembaga Keuangan, Kepala Daerah se NTB dan masyarakat. ***

 

 




Temu Mahasiswa NTT se-Indonesia, ‘Melihat NTT dari Luar NTT’ 

Saat membuka Temu Mahasiswa NTT se-Indonesia, pesan Gubernur NTB agar bisa menjadi orang Indonesia seutuhnya yang juga tetap bisa menjaga nilai kedaerahan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Paguyuban mahasiswa NTT-Mataram menyelenggarakan acara temu mahasiwa NTT se-Indonesia di Taman Budaya Kota Mataram, Senin (29/08/22), dengan mengangkat tema “Melihat NTT dari Luar NTT”. 

Saat membuka acara temu mahasiwa NTT se-Indonesia tersebut, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan pesan pada seluruh mahasiswa agar tetap membangun hubungan persahabatan dan persaudaraan di level nasional, sehingga yang muncul tidak hanya nilai atau budaya kedaerahannya.

BACA JUGA: Konser Musik ‘Merdeka Tanpa Narkoba’ di Desa Aik Dewa

Gubernur BTV saat emmbuka acara Temu Mahasiswa NTT se Indonesia menyarankan mahasiswa menuntut ilmu hingga ke luar negeri

“Yang terpenting kita harus bisa membangun hubungan persahabatan dan persaudaraan di level nasional, sehingga bisa menjadi orang Indonesia seutuhnya yang juga tetap bisa menjaga nilai kedaerahan,” pesa Gubernur.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB juga menyarankan kepada para mahasiswa untuk menuntut ilmu hingga ke luar negeri, guna menumbuhkan rasa bangganya menjadi warga Indonesia.

“Beasiswa ke luar negeri bukan karena kualitas pendidikan di Indonesia jelek, tetapi untuk menumbuhkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Saya anjurkan untuk tidak kuliah di Mataram saja, cari pengalaman batin baru ke level internasional untuk merasakan betapa kita bangga menjadi bangsa Indonesia, baru kemudian kembali untuk membangun daerah masing-masing,” tambah Bang Zul. 

Ke depan ia berharap, NTB dan NTT dapat semakin kompak, mengingat dua provinsi ini digadang-gadang menjadi tuan rumah PON 2028.

“Mudah-mudahan tambah kompak terutama menyambut NTB –NTT sebagai Tuan Rumah PON 2028!,” tutupnya.

BACA JUGA: Festival Gerabah Masbagik Lotim, Membuka Pasar Gerabah

Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut yaitu Kepala Kesbangpol Provinsi NTB, Lalu Abdul Wahid. ***

 

 




Angka Stunting di Lingkungan Kamasan Turun

Wagub NTB mengapresiasi penurunan angka stunting di Lingkungan Kamasan, hindari perkawinan anak, pesannya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penurunan angka stunting di Posyandu Tulip, Lingkungan Kamasan Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram mengalami penurunan. 

Pada bulan Februari 2022 tercatat 35 anak, mengalami penurunan anak yang mengalami stunting per bulan Juli 2022 sebanyak 12 anak. 

BACA JUGA: Paguyuban Muslimah Diminta Atasi Masalah Domestik Perempuan

Wagub berpesan, hindari perkawinan anak
Wagub Ummi Rohmi di Kamasan

“Kamasan Luar biasa, penurunan angka stunting sudah bagus dari bulan  Februari ke Juli bagus, semoga akhir tahun semakin menurun,” tutur Ummi Rohmi saat melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Tulip, Lingkungan Kamasan, Senin (29/08/22).

Kasus stunting disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya maraknya perkawinan anak. Dalam UU No 16 Tahun 2019 dijelaskan, perkawinan pada usia anak menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

Dan akan menyebabkan tidak terpenuhinya hak dasar seperti hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, hak sipil anak, hak kesehatan, hak pendidikan dan hak sosial anak.

Ummi Rohmi menegaskan agar anak-anak dapat terus sekolah setinggi- tingginya dan terhindar dari maraknya perkawinan anak.  

“Anak-anak di dorong sekolah, jangan perkawinan anak, anak anak kita harus sekolah setinggi tingginya,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga berpesan agar pemberian asupan gizi pada anak-anak harus terus diperhatikan, seperti pemberian protein hewani, sayuran dan lain sebagainya.

“Jangan lupa dikasi protein hewani, tiap hari harus dikasi telur atau ayam, ikan air tawar, laut mana mana yang penting tiap hari harus ada protein hewaninya,” ungkapnya.

Sementara itu Lurah Monjok, Leo Amri Saleh mengatakan, terus berupaya memperhatikan tumbuh kembang anak-anak melalui berbagai langkah-langkah yang dilakukan. 

BACA JUGA: Posyandu Terintegrasi dengan Bank Sampah di Desa Sesela

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemberian susu lactona bagi anak-anak yang mendapatkan perhatian yang khusus, bahkan langsung berkunjung kerumahnya,” tuturnya. 

***