Kiprah IWAPI Diharapkan Membuat UMKM Naik Kelas

Kiprah IWAPI antara lain melalui Trade Fair 3, diharapkan bisa merebut pasar untuk UMKM

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB,Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap kiprah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian daerah dengan membuat UMKM NTB naik kelas.

Menurut Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB, materi di NTB sangat luar biasa, dari setiap 10 kabupaten/kota mempunyai ciri khasnya masing-masing. 

Wagub NTB (kanan) bersama Bunda Niken

Hal tersebut disampaikan pada sambutannya dalam acara IWAPI Trade Fair 3 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (03/09/22).

BACA JUGA: Aktivis HMI Diminta Fokus Membangun Ekonomi

“Mutiara, kerajinan tangan, tenun dengan berbagai kelebihannya. Tinggal bagaimana PR kita merebut pasar UMKM, tidak hanya di NTB maupun Indonesia tapi di dunia. Ini yang harus dipikirkan agar UMKM kita bisa naik kelas,” ucapnya.

Tak kalah pentingnya, Ummi Rohmi menyampaikan hampir 3 tahun dilanda bencana, dari gempa hingga Pandemi Covid-19 kemarin, NTB merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

“Itu tidak akan terjadi apabila tidak ada seluruh pihak yang berkontribusi disini,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan Laporan Ketua Panitia, Sri Suherni, kegiatan yang berlangsung 2 hari ke depan ini merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan dari tahun 2020. 

ITF 3 ini telah menyediakan 68 stand dengan sebagian besar diantaranya merupakan peserta UMKM.

Ketua DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA., juga menambahkan, 47 tahun berdirinya IWAPI ini telah konsisten menjalankan program, memberdayakan perempuan dalam ekonomi, hingga dipercayakan pemerintah turut berperan dalam AWEP (Association of Women Entrepreneurs & Professionals) se-ASEAN.

BACA JUGA: Pemprov NTB dan KPK Sepakati Pentingnya Pembentukan Kerjasama Antar Daerah

“Bagaimana IWAPI dapat menggiring perempuan-perempuan untuk bisa menduduki pimpinan pengusaha-pengusaha maupun di pemerintahan,” lanjut Nita.

Turut hadir dalam acara ini bersama yaitu Kadis Perdagangan NTB, Kadis Kominfotik NTB, Ketua Kadin NTB, Ketua OJK, Kepala Bank BI, serta seluruh stakeholders terkait. ***

 

 




Pemprov NTB bersama KPK Sepakati Pentingnya Pembentukan KAD

Pemprov NTB menilai penting permasalahan dunia usaha, karena itu penting dibentuk Kerja Sama Antara Daerah (KAD)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inspektur Inspektorat mewakili Pemerinta Provinsi (Pemprov) NTB dan Wakil Ketua KPK sepakat pentingnya pembentukan Kerja Sama Antara Daerah (KAD). 

Hal ini terungkap pada Diskusi Bersama di Hotel Santika tentang Permasalahan Dunia Usaha di wilayah Provinsi NTB, Jum’at (02/09/22).

Pemprov NTB anggap penting permasalahan dunia usaha

Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim menyampaikan, permasalahan dunia usaha di NTB sangat penting, khususnya masalah KAD (Kerjasama Antar Daerah) yang oleh pusat diminta dengan segera pembentukannya tapi belum bisa terpenuhi.

BACA JUGA: Aktivis HMI Diminta Mulai Fokus Membangun Ekonomi

“Saya menganggap KAD sangat penting bagi dunia usaha kita, sehingga kita sangat hati-hati memilih personil yang terlibat, saya tidak ingin ada dari kita yang berbaju oranye,” tutur mantan Kasat Pol PP NTB ini. 

Ibnu Salim juga menyampaikan, regulasi dari pusat mengenai dunia usaha hanya memperberat pengusaha di daerah. 

Dengan adanya KAD, diharapkan bisa memperjuangkan pengusaha-pengusaha di daerah yang kadang termarginalkan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron berharap agar KAD dapat segera dibentuk untuk menjembatani antara dunia usaha dan pemerintah. 

“KPK hanya mendorong, kalau bisa pengusaha di daerah lah yang menyelesaikan bagaimana usahanya bisa fair, terbuka dengan aksesibilitas tinggi,” pungkas Nurul Ghufron. 

Wakil Ketua KPK juga menambahkan, sejak berdirinya KPK dari 2004 sampai saat ini sudah menangkap sekitar 2.400 orang dan yang paling banyak adalah pihak swasta sebagai penyuap dengan jumlah 374 orang dari pelaku usaha.

“Korupsi tidak bisa terjadi apabila tidak ada deal antara 2 pihak, disitulah sebagai pelaku usaha dimana pun pasti maunya juga untuk mendapatkan keuntungan”, ucapnya.

Memperkuat pemahaman, Wakil Ketua KPK juga mengatakan, Indikator terjadinya korupsi adalah ketidakpastian, ketidakmudahan, dan ketidakterbukaan.

BACA JUGA: Pemprov NTB Siap Laksanakan Bimtek Fasilitator Penanganan PMK

Ketiga poin tersebut masih sering terjadi ketika pengusaha mau melakukan perizinan tapi masih dipersulit dengan regulasi yang tumpang tindih, sehingga ‘suap’ menjadi jalan terakhir untuk mempermudah segalanya.

“Mari kita hidupkan usaha sehat tanpa perlu suap,” tutup Nurul Ghufron. 

Turut hadir pada acara diskusi bersama ini Ketua Kadin NTB, Perwakilan Gapeksindo, Perwakilan APJI, serta perwakilan asosiasi perusahaan terkait lainnya. ***

 

 




Pemprov NTB Siap Laksanakan Bimtek Fasilitator Penanganan PMK 

Bimtek Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK), siap dilaksanakan Pemprov NTB pertengahan September

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap dalam Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H. Sahdan, ST,.MT mewakili Sekda mengungkapkan itu dalam acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bimtek Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) secara during pada Jum’at (02/09/22) di ruang Kerja Sekda NTB

BACA JUGA: Pemprov NTB Kejar Target Vaksinasi Booster Covid-19

Sahdan menjelaskan, rencana pelaksanaan Bimtek fasilitator dalam rangka upaya pencegahan PMK.

Bimtek akan dilaksanakan di 5 provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat pada minggu kedua bulan September. 

Provinsi NTB mendapat jadwal pada minggu ke 2 Pelaksanaan Bimtek (13-15 Sept) Regional 2, yakni bersama daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur dan Banten. 

“Seperti yang kita ketahui bersama PMK saat ini telah menyebar di Indonesia banyak menyerang  hewan ternak yang penyebabnya melalui infeksi virus yang menyerang mulut dan kuku,” ujar Sahdan.

Penyakit ini dapat menyebar sangat cepat, tegasnya. 

Sebagaimana diketahui  dampak yang sangat besar dari PMK ini juga sangat mempengaruhi sektor ekonomi. 

Hampir mencapai 99 Triliun pertahun dan pengendaliannya sulit  ditangani karena membutuhkan biaya yang sangat besar. 

Bimtek fasilitator

Direktur Mitigasi Bencana BNPB Taufik Kartiko dalam arahannya menyampaikan, menghadapi hal tersebut pemerintah harus terus bergerak. 

Taufik Kartiko mengatakan, strategi pencegahan penyebarluasan PMK, Pemprob NTB menyelenggarakan Bimtek Penanganan PMK tahun 2022
Taufik Kartiko

Dalam hal ini dimulai dari pembentukan satuan tugas (Satgas) pengamanan. 

BNPB selain pengadaan vaksinasi dan pengobatan pada hewan-hewan yang terinveksi, dilakukan pula upaya penyebarluasan  pencegahan PMK di berbagai daerah.

Lanjut dia, strategi yang dilakukan yaitu menyelenggarakan Bimtek fasilitator penangangan PMK tahun 2022. Kegiatan ini akan dilakukan di 20 provinsi zona merah PMK dengan jumlah 100 peserta per provinsi. 

Selain pengadaan vaksinasi dan pengobatan, dilakukan pula pencegahan penyebaran PMK di seluruh daerah. 

Capaian yang diharapkan yaitu terbentuknya fasilitator mensosialisasikan pencegahan dan penanganan. 900 ribu keluarga peternak di Indonesia.

Dalam menyelenggarakan Bimtek dengan baik sesuai dengan yang diharapkan sehingga maka perlu komitmen dan keseriusan peserta bimtek.

“Kami mengharapkan semoga penyelenggaraan bimtek ini dapat terlaksana  dengan lancar, efektif, efisien serta tepat sasaran,” harap Taufik Kartiko.

Sementara itu Bagus Tjahjono selaku koordinator penanganan PMK BNPB memaparkan, target kerja Satgas PMK Bidang Pencegahan yaitu sosialisasi di 20 Provinsi Terjangkit Virus PMK. Dan sasaran kerjanya adalah pembentukan 100 orang fasilitator pencegahan PMK di masing-masing Provinsi terjangkit virus PMK.

“Untuk fasilitator narasumber nya adalah penyuluh peternakan, Babhinkamtibmas, Babinsa, relawan. Untuk penerima manfaat adalah masyarakat, relawan, peternak, pedagang hewan dan stakeholder terkait lainnya,” ungkapnya.

Menurut dia, setiap fasilitator yang telah mengikuti Bimtek ini akan memberikan edukasi/sosialisasi kepada 10 keluarga per hari selama 45 hari.

Dengan asumsi jika 1 keluarga terdiri dari 4 orang yaitu bapak, ibu dan 2 orang anak, maka terdapat 3 juta enam ratus ribu orang yang tersosialisasikan pencegahan PMK. 

Perlu diketahui timeline program kerja Satgas PMK Bidang Pencegahan pada bulan Agustus, yaitu penyusunan dan hasil cetak materi sosialisasi edukasi pencegahan serta proses rekruitmen fasilitator PMK. 

BACA JUGA: ‘On Stage’ Gerakan Panggung Teater dari Teater Insomnia

Pada bulan September pelaksanaan Bimtek fasilitator di 20 Provinsi. Di bulan Oktober Pengerahan Fasilitator. 

Bulan November Monitoring & Evaluasi Sampel  di 5 lokasi. Dan terakhir Desember penyelesaian administrasi dan pelaporan,” tutupnya. *** 

 




Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB Resmi Dilantik

Setelah pelantikan Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB, Pemprov NTB berharap organisasi ini mrmpomosikan destinasi pariwisata NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dewan Pengurus Daerah Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) NTB periode 2022-2026 telah resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP ILDI di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Sabtu (03/09/22).

Staff Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan, Jamaluddin, S.Sos, MT mewakili Gubernur NTB menucapkan selamat sekaligus menyampaikan harapan agar organisasi program-program ILDI NTB dapat sejalan dengan pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA: Kiprah IWAPI Diharapkan Membuat UMKM Naik Kelas

Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB diminta mempromosikan destinasi pariwisata NTB

“Selamat saya ucapkan dan tentu kami berharap organisasi baru ini bisa menjalankan roda organisasi dengan baik dan sejalan dengan visi NTB yaitu NTB Gemilang,” ucapnya.

Tak lupa juga, ia mengajak kepada pengurus ILDI NTB untuk tak henti-hentinya mempromosikan Provinsi NTB kepada DPD ILDi di seluruh Indonesia bahwa NTB kaya akan destinasi pariwisata dan event nasional bahkan Internasional.

Ketua Umum ILDI, Dra. Ambar Susilastuti, mengungkapkan bangga terhadap Provinsi NTB yang terbilang cepat dalam mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah.

“Saya ucapkan selamat tentunya dan NTB ini hebat dan terbilang cepat dalam mengukuhkan DPDnya. Saya berharap organisasi ini dapat menyehatkan dan membugarkan masyarakat NTB,” ujarnya.

Ketua terpilih DPD ILDI NTB, Annie Yunita mengucapkan terimakasih terhadap Pemprov NTB yang telah banyak membantu sehingga pelantikan DPD ILDI dapat dilaksanakan dengan baik pada hari ini.

“Terimaksih atas selruh bantuan yang diberikan kepada Pemrov NTB sehingga pada hari ini organisasi kami resmi berdiri,” ungkapnya.

ILDI sendiri sudah memiliki 24 cabang yang tersebar di seluruh provinsi dan 80 DPW Kabupaten/Kota. 

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama Dengan NTB

Langkah Dansa termasuk kategori kegiatan olahraga masyarakat, di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) serta dilombakan dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional Indonesia (Fornas).***

 

 




‘On Stage’ Gerakan Panggung Teater dari Teater Insomnia 

On Stage mulai berkipra sejak tahun 2018 memberi ruang ekspresi kelompok teater di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Panggung teater di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kota Mataram, makin marak dengan adanya kiprah bertajuk ‘On Stage, Insomnia Theatre Festival’ yang digelar bulan Oktober mendatang.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 3 hinggal 9 Oktober 2022, sebanyak 9 kelompok teater akan meramaikan panggung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Sebanyak 8 kelompok teater dari NTB dan 1 kelompok teater partisipan dari Bandung, Jawa Barat.

On Stage memberi wadah kelompok teater tampil di Taman Budaya NTB
Indra Saputra Lesmana

Indra Saputra Lesmana, salah satu founder Teater Imsonia menjelaskan, On Stage yang bergerak sejak pertama tahun 2018, berupaya menjadi wadah bagi kelompok dan pelaku teater yang ada di Nusa Tenggara Barat. Memberi ruang bagi kelompok teater untuk tampil dan bermain di Taman Budaya NTB.

“Tahun ini On stage dijadikan sebagai peta membaca dinamika perteateran di NTB khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” kata Indra Lesmana kepada Lombok Journal, Sabtu (03/09/22).. 

Menurutnya, salah satu dinamika yang tergambar adalah andil besar Max Arifin (almarhum) dalam membangun ekosistem teater di NTB. Karena itu, ONSTAGE 2022 digelar dengan mengangkat tema “Max Arifin dan Panggung Teater”, tambahnya. 

Mengangkat ketokohan Max Arifin sebagai spirit pelaku teater di NTB. Dan dengan memunculkan ketokohan Max Arifin menjadikannya sebagai salah satu ikon budaya Nusa Tenggara Barat, mengupas perjalanannya, mengenalkan karya dan gagasanya serta mengapresiasi karya-karyanya. 

“Kami menjadikan pergulatan pemikirannya yang tertuang dalam karya-karyanya dan perjalanan beliau sebagai sebuah cerita yang inspiratif bagi kami generasi setelahnya,” jelas  

Indra. 

Wacana teater

Meski masih singkat, gerakan yang selama ini dilakukan Teater Insomnia dinilai mengisi ruang kosong aktivitas teater di NTB. Selain menggelar pemanggungan kelompok-kelompok teater dari berbagai daerah di NTB, teater Insomnia juga aktif menggelar diskusi teater dengan mengusung beragam tema.

Menurut Majas, On Stage penting dalam aktivitas teater di NTB
Majas Pribadi

Diskusi-diskusi yang diselenggarakan teater Insomia ini penting untuk meramaikan wacana teater di NTB,” jelas Majas Pribadi saat ditemui dalam diskusi yang digelar Insomnia di Kantor ANTARA di Mataram, Jum’at (02/09).

Majas Pribadi merupakan salah satu lulusan ISI Jogjakarta jurusan Teater yang aktif menjadi penyelenggara berbagai event seni di NTB.

“Apa yang dilakukan teman-teman di Insomia mengisi ruang kosong dari gerakan teater di NTB. Ini tidak mudah dan penuh tantangan. Mudahan teman-teman di Insomia tidak gampang baperan,” kata Pribadi. ***




Pemprov NTB Kejar Target Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov NTB perlu meningkatkan sosialisasi vaksinasi Booster Covid-19 agar NTB kosistendi level I

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengupayakan kejar target Vaksinasi Booster Covid-19 guna meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan itu saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik dari Komisi IX DPR RI di Kantor Dikes Provinsi NTB, Jumat (02/09/22).

Kunjungan Komisi IX DPR RI untuk mengetahui kendala Pemprob NTB dalam vaksinasi booster

“Tidak terlalu banyak kendala dalam vaksinasi, hanya saja memang perlu sosialisasi lebih lagi. Kita tetap konsisten memastikan daerah kita pada level I. Selain itu, kita juga sepakat bahwa ekonomi harus jalan terus, itu merupakan sebuah prinsip,” ujar Kadikes NTB.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Ia menjelaskan, pihaknya dan seluruh stakeholders terkait akan terus memaksimalkan fungsi dari fasilitas kesehatan di NTB untuk proses vaksinasi.

“Di NTB memiliki vaksinator kurang lebih sebanyak 3365 orang. Untuk sekarang memang perlu memaksimalkan Puskesmas, Rumah Sakit, terutama  Posyandu Keluarga sebagai center of education kami disini,” jelasnya. 

Sementara itu, Dirjen P2P Kemenkes RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu mengapresiasi kolaborasi dan koordinasi seluruh pihak di NTB dalam rangka percepatan proses vaksinasi.

“Vaksinasi di NTB ini luar biasa, kerja sama dan koordinasi yang dilakukan sudah hebat. Untuk penanganan pandemi selain vaksinasi, pengendalian koordinirnya luar biasa. NTB ini satu-satunya provinsi yang peningkatan kasusnya minim sekali,” puji dr. Maxi.

Percepatan vaksinasi booster Covid-19 di NTB terus digencar karena berbagai alasan. Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat, juga karena NTB adalah daerah pariwisata.

“NTB ini kan daerah pariwisata yang akan sering dikunjungi wisatawan, jadi kita benar-benar dorong vaksinasi di daerah ini. Dan kami berkunjung kesini juga untuk mendengarkan kendala-kendala proses vaksinasi dari Pemprov NTB. Tadi ada beberapa catatan yang nanti akan kami pelajari lagi,” kata Ketua Rombongan Kunker Spesifik Komisi IX DPR RI di NTB.

BACA JUGA: Aktivis HMI Diminta Fokus Membangun Ekonomi

Hadir juga dalam diskusi tersebut yaitu, Asisten III Setda Provinsi NTB, perwakilan dari BPOM Provinsi NTB, perwakilan BPJS Provinsi NTB, Tim Satgas Covid-19 dan stakeholders terkait. ***

 




Aktivis HMI Diminta Mulai Fokus Membangun Ekonomi

Para aktivis HMI diminta mulai fokus persoalan ekonomi dengan menemukan bisnis baru

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat,  Zulkieflimansyah berpesan agar kegiatan aktivis HMI  dilakukan berbeda dari sebelumnya dan fokus pada pengembangan ekonomi. 

Pesan itu disampaikan menjelang kegiatan Pelatihan Kader kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Bali Nusa Tenggara yang akan digelar bulan September ini.  

BACA JUGA; Awardee NTB Diminta Menjadi Duta Investasi, Budaya dan Pariwisata

Gubernur berpesan agar aktivis HMI mulai fokus pengembangan ekonomi

“Misalnya mengundang pembicara dari kalangan biasa namun punya pengalaman enterpreneurship sukses atau tokoh lokal,” kata Gubernur saat menerima kader HMI di  Pendopo, Jumat (02/09/22). 

Gubernur menyampaiakn pesan itu  agar kader HMI mulai fokus pada kegiatan membangun ekonomi dan tidak selalu membahas politik praktis. 

Menurut Gubernur, persoalan ekonomi seharusnya juga menjadi urusan aktivis dan berperan lebih banyak sesuai tuntutan zaman dengan menemukan bisnis baru yang bisa dikelola oleh organisasi maupun perorangan di HMI. 

Rahmat Jayadi, Ketua HMI Badko Bali Nusra mengatakan, rencananya  pelatihan akan dimulai pada 8 September mendatang. 

Dalam pertemuan dengan Gubernur, ia juga memaparkan program pelatihan dan konsep kegiatan yang akan mengundang tokoh tokoh nasional. 

BACA JUGA: Program Mawar Emas Dipastikan Dinikmati Masyarakat

“Untuk penguatan materi tentang kepemimpinan,” ujar Rahmat. ***

 

 




Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Program beasiswa dan gelaran event internasional di NTB menarik Menteri Pendidikan Singapura untuk menjajaki kerjasama

KLU.lombokjournal.com ~ Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki mengagumi geliat pariwisata dan event dunia yang digelar di NTB. 

Gubernur NTB menyambut peluang kerjasama dengan Menteri Pendidikan Singapura
Gubernur Zulkieflimansyah dan Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki

Kekaguman Maliki diungkapkan saat bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah di Gili Trawangan, Lombok Utara, Jumat (02/09/22). 

“Reputasi NTB sebagai host event dunia sudah mulai dikenal. Itu sebabnya kami merasa perlu bertemu Gubernur,” ujar Mahmud Maliki. 

Gubernur menyambut baik kehadiran Mahmud Maliki di NTB di sela kegiatan mengikuti event G20 di Bali. 

“Nanti kita bahas apa yang bisa dilakukan kerjasama dengan Singapura,” ujar Gubernur Zul. 

Mahmud Maliki juga mengutarakan hal senada terkait kerjasama dengan NTB. Ia menjajaki peluang kerjasama di bidang pendidikan dan lain lain, setelah mendengar pemaparan Gubernur Zul tentang program beasiswa dan gelaran event internasional. 

Ia berharap, dapat segera    membahas peluang kerjasama dengan NTB dalam waktu singkat selama berada di NTB. ***

 

 




Dokumen Kerjasama Diserahkan ke Pemilik Bisnis di Trawangan

Penyerahan dokumen kerjasama diserahkan Pemprov NTB untuk kepastian hukum 

GILITRAWANGAN.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyerahkan dokumen perjanjian kerjasama pemanfaatan aset kepada lima pengusaha Gili Trawangan. 

Hal tersebut sebagai kepastian hukum berusaha bagi 200 lebih pengelola aset milik Pemprov pasca penguasaan oleh PT GTI. 

Penyerahan dokumen kerjasama untuk kepastian hukum
Gubernur NTB serahkan dokumen kerjasama

Sebelumnya, Pemprov NTB telah mengusulkan pemutusan kontrak dengan PT GTI melalui addendum atau pembaharuan kerjasama atas kontrak PT GTI yang seharusnya berakhir pada 2025 mendatang. 

BACA JUGA: Awardee NTB Diminta Jadi Duta Investasi, Budaya dan Pariwisata

“Kami mengapresiasi komunitas bisnis di Gili Trawangan untuk kerjasamanya dan membantu jika ada kesulitan,” jelas Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Gili Trawangan, Jumat (02/09/22). 

Dikatakan Gubernur,  kepastian hukum ini akan menjelaskan status investasi para pengusaha dan pihak Pemprov tetap akan hadir di Gili Trawangan memastikan investasi dan aset berjalan sesuai aturan berlaku.

Sementara itu, staf ahli BPN Ari Pramono mengatakan, pembatalan Hak Guna Bangunan (HGB) PT GTI sedang berproses. 

Para pengusaha yang berinvestasi di Gili Trawangan wajib melakukan perjanjian pemanfaatan lahan dengan pemilik sebenarnya yakni Pemprov NTB seperti yang diserahkan hari ini. 

“Nantinya setelah pembatalan dengan PT GTI akan diberikan HGB yang berlaku selama tiga puluh tahun dan bisa diperpanjang dua puluh tahun dan diperbaharui tiga puluh tahun”, jelasnya. 

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam persoalan lahan di Gili Trawangan memastikan kerugian negara yang tejadi selama ini dapat diselamatkan dengan kepastian hukum bagi para pihak. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Buka Rapat Dengar Pendapat Bersama KPK

“Dengan kepastian hukum, nilai keekonomian dari Gili Trawangan akan sangat besar dari yang selama ini terjadi”, terangnya. 

Hadir pula Dirkrimsus Asdatun Kajati, Wakil Bupati Lombok Utara dan    para kepala OPD Pemprov NTB.***

 

 




Awardee Beasiswa NTB Diminta Jadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata

Sekda NTB menilai para awardee akan lebih efektif untuk mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para Awardee atau penerima beasiswa ke luar negeri diminta menjadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata di negara tujuan belajar masing-masing. 

Hrapan itu disampaikan Sekertaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi di hadapan 110 penerima beasiswa, saat mengisi sekaligus membuka acara Pelatihan Kepemimpinan bagi Awardee Beasiswa NTB tujuan Malaysia dan Eropa di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram, Jum’at (02/09/22). 

Sekda NTB mengisi latihan kepemimpinan para awardee
Lalu Gita Ariadi

“Jadilah duta investasi dan budaya untuk NTB,” pesan Miq Gite 

BACA JUGA: Gubernur NTB Buka Rapat Dengar Pendapat bersama KPK

Menurutnya, lebih efektif jika para awardee yang mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri. Karena, para awardee akan tinggal lebih lama dan membangun relasi dengan banyak pihak. 

Miq Gite meminta para Awardee untuk tidak hanya fokus pada akademik saja. Melainkan juga memperkuat networking yang baik dengan partner yang ada, sehingga tumbuh trust atau kepercayaan. 

“Anda adalah virus-virus yang bermanfaat bagi daerah ini untuk merubah berbagai hal yang akan datang,” pesan Sekda. 

Sementara itu, Muhammad Zaki, Awardee tujuan Malaysia mengaku optimis dengan pesan yang diutarakan Sekda. 

Ia bertekad untuk memberikan kontribusi terbaik, untuk Nusa Tenggara Barat, dengan menjadi duta investasi dan budaya seperti yang diharapkan. 

“Saya berharap lima sampai sepuluh tahun kedepan saya bisa memberikan kontribusi yang lebih wow untuk daerah,” tutur Zaki. 

BACA JUGA: Beasiswa dan Investasi Pendidikan dari Turki, Gubernur NTB Siap Kolaborasi

Total Awardee yang mengikuti pelatihan tersebut sejumlah 110 orang. Dengan pembagian negaja tujuan, di antaranya Malaysia 81 awardee, Ceko 4 awardee, dan sisanya Polandia sebanyak 25. ***