Rumah Penuh Mistis, Bale Samar di Desa Sakra

Bale Samar Sakra, rumah mistis berusia ratusan tahun tempat selendang Dewi Anjani disemayamkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan NTB dan Mi6 mendatangi  Dusun Sawo, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur menelusuri Bale Samar.

Ini sebuah rumah panggung yang penuh dengan cerita mistis. Tak sembarang orang bisa masuk rumah yang sudah berusia ratusan tahun ini, meski hanya ke pekarangannya. 

Konon di rumah inilah selendang Dewi Anjani disemayamkan.

Disebut Bale Samar, karena penghuni rumah tersebut tidak terlihat secara kasat mata. Namun keberadaanya dirasakan warga yang bermukim di sekitar Bale Samar tersebut.

Bale Samar berada di tengah-tengah pemukiman di sebuah lahan yang dikelilingi tembok. Untuk bisa masuk ke halaman Bale Samar, hanya terdapat sebuah gerbang kayu yang di bagian atasnya terdapat tulisan “Basmalah” dan di sebelah kanan tulisah “Allah” dan sebelah kiri tulisan “Muhammad”.

Bale Samar persis di bagian tengah, berdiri di atas pondasi bebatuan. Sementara halamannya masih berupa tanah. 

Bale Semar, rumah mistis di Sakra konon tempat selendang Dewi Anjani
Bale Semar

Terdapat sebuah tangga kayu yang terhubung dengan pintu Bale Samar. Dindingnya terbuat dari bedek. Sementara atapnya dari ilalang. 

Persis di dekat tangga kayu, terdapat sebuah gentong air yang terbuat dari tanah liat lengkap dengan pancurannya. 

BACA JUGA: Letusan Samalas, Rumah Peninggalan Kedatuan Benue Diuji Radiokarbon

Mirip seperti tempat wudhu masyarakat Sasak zaman dahulu. Gentong tersebut ditutup “tembolak” tudung nasi khas masyarakat Sasak.

Saban hari, gentong tersebut diisi air. Sebab, saat diisi esoknya, air dalam gentong memang sudah habis sehingga harus diganti.

“Kami yang tinggal di sini memang sering mendengar gemericik suara air dari area Bale Samar. Seperti orang yang sedang berwudu, tapi tidak terlihat ada orang di sana,” kata Mamiq Zaki, salah seorang warga.

Dia menuturkan itu kepada Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan dan M16 yang bertandang ke Bale Samar, menjelang petang, Minggu (03/09/22). 

Tim Ekspedisi disambut “Mangku” Bale Samar Lalu Muksin, dan juga Kepala Desa Sakra, Lalu Anugerah.

Bale Samar memang sangat kental dengan cerita mistis. Nyaris seluruh warga di sana pernah melihat langsung dan mengetahuinya. 

Mamiq Zaki tak akan lupa, bagaimana ketika dulu Bale Samar dipugar. Waktu itu dia sudah duduk di kelas III Madrasah Tsanawiyah. 

Pria 46 tahun ini menuturkan, sore hari, atap Bale Samar yang berupa ilalang diganti dengan atap dari genteng tanah liat. Namun, kesokan harinya, seluruh genteng tersebut tiba-tiba saja sudah berada di tanah dalam kondisi tersusun rapi. 

Atap genteng pun dipasang lagi. Namun, keesokan harinya, hal serupa terjadi lagi. Begitu terus berulang. Sampai akhirnya, Bale Samar tetap menggunakan atap semula dari ilalang.

Warga lain acap mendengar kalau di dalam Bale Samar seperti ada suara-suara yang menandakan orang sedang beraktivitas. 

Pernah ada warga yang penasaran, lalu masuk secara diam-diam ke area Bale Samar. Bukannya mengobati rasa ingin tahu, warga tersebut malah kesurupan hebat.

“Sampai sekarang, kalau sudah Magrib, tidak ada warga yang berani macem-macem ke sana,” kata Mamiq Zaki.

Ritual Meriri

Tak ada yang tahu persis, berapa usia Bale Samar ini. Namun warga di Kecamatan Sakra meyakini, Bale Samar ini sudah berusia ratusan tahun. 

Jika kini kondisinya tetap terawat, Bale Samar memang dibersihkan oleh Mangku yang menjadi penjaganya. 

Konon, sang Mangku lah yang bisa berkomunikasi langsung dengan penghuni Bale Samar.

Saat ini, Mangku Bale Samar adalah Lalu Muksin. Namun, kepada Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan M16, Lalu Muksin merendah dan menyebut dirinya masih belum secara resmi menjadi Mangku. Mengingat belum ada persetujuan dari “penghuni” Bale Samar.

“Belum resmi menjadi mangku. Kalau bahasa kita, posisinya masih dievaluasi (penghuni),” kata pria yang murah senyum ini. 

Dia begitu tawaduk, siapa pun yang datang disambutnya dengan begitu takzim.

Lalu Muksin menggantikan ayahandanya yang sebelumnya menjadi Mangku Bale Samar. Sang ayahanda berpulang pada tahun 2010. Semenjak itu, Bale Samar menjadi tanggung jawab Lalu Muksin.

Siapa sebenarnya penghuni Bale Samar?

 Lalu Muksin menerangkan, sudah turun temurun, masyarakat meyakini, Bale Samar dihuni oleh Dewi Anjani. 

Dalam mitos masyarakat Sasak yang mendiami Pulau Lombok, Dewi Anjani adalah merupakan manusia yang dianugrahi karomah (kesaktian) dengan mampu hidup di dua alam, yaitu alam manusia dan alam gaib (jin) serta ditugaskan oleh Allah untuk menunggu Gunung Rinjani.

“Banyak Bale Samar di Pulau Lombok. Tapi, Bale Samar yang ada di Sakra ini adalah induk dari Bale Samar lainnya,” tutur Lalu Muksin.

Secara berkala, warga akan menggelar ritual “Meriri” di Bale Samar Sakra. Ritual tolak balaq tersebut akan dilakukan manakala datang wangsit dari “Penghuni” Bale Samar. 

Wangsit tersebut datang dengan cara beraneka ragam. Bisa melalui mimpi bisa pula melalui warga yang kesurupan dan biasanya dalam waktu yang lama.

Saat ritual “Meriri” itulah, warga datang berbondong-bondong datang ke Bale Samar. Warga tersebut tidak hanya dari Sakra. Namun, dari tempat-tempat yang jauh dari Sakra. 

Mereka menyebut dirinya “Kawule Bale”. Lelaki, perempuan, dan anak-anak akan berkumpul di halaman luar Bale Samar. 

Ritual biasanya berisi dengan doa yang dipanjatkan oleh Mangku. Lalu warga menyambutnya pula dengan lantunan Salawat dan membaca tahlil.

Ritual “Meriri” terakhir digelar sebelum 2018. Sesaat sebelum gempa besar yang beruntun melanda Pulau Lombok. 

Itu sebabnya, warga meyakini, ritual “Meriri” tersebut dianggap sebagai “pemberitahuan” bahwa akan ada peristiwa besar yang terjadi. 

Karena itu, masyarakat diingatkan untuk bersiap-siap, selalu berdoa, tetap waspada, dan bertawakkal kepada Yang Mahakuasa.

Saat ritual “Meriri” inilah benda-benda pusaka dikeluarkan dari dalam Bale Samar oleh Mangku. Benda-benda pusaka tersebut wujudnya beraneka. Mulai dari keris, gong, dan juga selendang. 

Terdapat sebuah selendang yang tak akan dipindah dan tetap berada di Bale Samar. Selendang tersebut diyakini milik Dewi Anjani yang memang disemayamkan di Bale Samar. Selendang yang memiliki hiasan serupa emas tersebut diberi nama “Mbakirun”.

 Hanya selendang duplikat yang dikeluarkan saat ritual. Selendang duplikat itu terdiri dari tiga warna.

Selama ritual, gong yang merupakan benda keramat juga dibunyikan. Gong itu bernama “Mata Seribu”. 

Konon, kalau sudah dibunyikan, suara gong tersebut akan didengar oleh warga yang bermukim di pesisir timur Pulau Lombok di Selat Sumbawa, yang lokasinya 15 kilometer dari Bale Samar.

Dalam ritual ini juga akan dilakukan pengambilan air dari sumur khusus untuk diisi di dalam gentong yang ada di Bale Samar. Air ini hanya bisa diambil oleh seorang perempuan yang sudah suci, sebutan untuk  perempuan yang tidak lagi menstruasi atau menopause.

“Kalau ada perempuan yang mengaku sudah suci, tapi ternyata masih mestruasi, maka biasanya di tengah jalan, alat yang dipakai membawa air akan pecah dan terjatuh,” kata Lalu Muksin.

Warisan Datu Moter

Benda pusaka yang ada di dalam Bale Samar tersebut usianya juga tidak ada warga yang tahu persis. 

Namun, terakhir benda pusaka itu memang diwariskan pada “Datu Moter” yang juga telah mewarisinya secara turun temurun dari leluhurnya yang juga menjadi Mangku Bale Samar.

Kepala Desa Sakra, Lalu Anugerah, generasi keenam Datu Moter. 

Dalam sejarah Lombok, Datu Moter yang bernama Lalu Mustiarep atau Lalu Mustiawang, adalah Kepala Daerah Lombok di masa pemerintahan kolonial Belanda. 

Makam Datu Moter ada di Makam Dalam Lauq. Di batu nisannya tertulis, Datu Moter mangkat pada 27 Oktober 1949.

Menurut Lalu Anugerah, benda-benda pusaka yang ada di dalam Bale Samar berdasarkan penuturan turun temurun dari leluhurnya, antara lain Keris Patut Patuh Gose dan Keris Baru Jelenge.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat mengatakan, dirinya tahu persis sejarah Bale Samar di Desa Sakra. Anggota DPR RI ini memang berasal dari Rumbuk, desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sakra.

Tokoh kharismatik NTB ini menuturkan, sejumlah tradisi dan ritual yang dijalankan masyarakat saat ini adalah ritual yang sudah dilakukan turun temurun semenjak dulu. 

Di tahun 1963 saat dirinya masih SMP, Rachmat menyebut hanya dirinya orang luar satu-satunya yang saat itu yang dibolehkan Mangku untuk masuk Bale Samar. 

Rachmat sendiri memang sudah dianggap sebagai anak oleh Mangku Bale Samar. Sebab, keluarga Mangku Bale Samar yang secara turun temurun adalah juga pemimpin di Desa Sakra, merupakan muridnya ayahanda Rachmat, Guru Ramiah. 

Di sisi lain, Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 Ahmad Amrullah menjelaskan, tim ekspedisi secara khusus datang ke Bale Samar sebagai bagian dari upaya untuk menelusuri kekayaan budaya dan tradisi leluhur masyarakat Sasak yang masih dijalankan di sana.

BACA JUGA: Serem, Warga Sering Jumpa Kuntilanak di Lingkok Rumbuk

“Kami berharap, dengan langkah yang dilakukan Tim Ekspedisi, maka generasi muda NTB tidak menjadi generasi yang kehilangan jati diri karena tidak mengenal kekayaan tradisi dari para leluhur mereka,” kata politisi muda PDI Perjuangan ini.

Selanjutnya, Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto didampingi Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi menambahkan, dalam kontek Kearifan lokal eksistensi Bale Samar merupakan representasi  kekuatan Tradisi  dalam menjaga kehormatan petilasan leluhur yang diaktualisasikan lewat adanya Awig-Awig maupun rangkaian ritual adat yang bernuansa sinkretisme.

“Mitologi Bale Samar itu sesungguhnya merupakan identitas Perekat Kultural dalam melestarikan simbol-simbol adat dan sejarah Leluhur yang pernah eksis agar fragmen kisahnya tidak terlupakan,” kata Didu sapaan Bambang Mei. ***

 

 




Bang Zul Silahturahmi dengan Forum BKD Loteng

Menanggapi permintaan kendaraan operasional Forum BKD, Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB berharap patroli bukan untuk gaya-gayaan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menerima silahturahmi Badan Keamanan Desa (BKD) se-Lombok Tengah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E. M.Sc., berharap pembinaan BKD ini bukan hanya untuk patroli gaya-gayaan dan tidak bermanfaat.

Bang Zul berharap forum BKD Iikut mengamankan event di Mandalika

“Jangan sampai patroli sana sini ga ada hasilnya, hanya untuk gaya-gayaan,”, tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB pada kegiatan yang dilakukan di Ruang Kerja Pendopo Gubernur, Selasa (06/09/22).

BACA JUGA: Pilah Sampah dari Rumah, Butuh Kesungguhan Pemda Kabupaten/Kota

Gubernur menyampaikan itu karena adanya permintaan dari Forum BKD yang berharap bantuan pemerintah terkait kesejahteraan dan kendaraan operasional. 

“Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait kendaraan operasional untuk mengecek pasukan,” ucap Ketua KNPI NTB, Taufik Hidayat.

Pada kesempatan yang sama, Istakim, Ketua Forum BKD Loteng mengatakan, sejak terbentuknya forum ini tahun 2019, BKD telah membantu menjamin stabilitas keamanan berskala dusun sehingga deteksi dini bisa ditangani dengan cepat.

Selanjutnya, Deni, Pembina BKD Loteng menambahkan, sebagai bentuk pembinaan bela negara, dengan anggota BKD ada yang sudah lansia dan ekonomi yang menengah ke bawah, telah dibawa untuk bela negara sebanyak 17 orang.

“Bahkan, dengan keterbatasan BKD ini, kami melakukan iuran BPJS ketenagakerjaan untuk antisipasi diri dengan situasi keamanan setiap harinya, jadi dibutuhkannya kendaraan bukan hanya untuk gaya-gayaan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Peserta MILAT Tour 2022, Diajak Eksplorasi Potensi NTB

Menanggapi permohonan dari BKD, Bang Zul berharap apabila sudah difasilitasi nanti, ke depan BKD juga dapat membantu keamanan jalannya event-event di Lombok Tengah khususnya Mandalika. ***

 

 




Gubernur NTB Silaturahmi dan Serap Aspirasi Kades dari Bima

Kades se-Kecamatan Lambu dan Woha silaturahmi bersama Gubernur NTB, menyampaikan kendala pembangunan di desanya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menghadiri silahturahmi bersama  Kepala Desa Se-Kecamatan Lambu dan Woha Kabupaten Bima,  di Ruang Kerja Pendopo Gubernur, Selasa (06/09/22). 

Melalui pertemuan ini, Gubernur NTB menyerap seluruh aspirasi masyarakat terkait potensi daerah dan masalah yang terjadi di daerah masing-masing.

Gubernur NTB menyerap aspirasi masyarakat melalui para Kades
Gubernur NTB bertemu para Kades dari Kabupaten Bima

“Silahkan dijelaskan apa program dan masalah masing-masing Kades disinergikan dengan Kadis yang hadir, jadi bukan hanya sekedar silahturahmi tapi ada hasilnya,” tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

BACA JUGA: Pilah Sampah dari Rumah, Butuh Kesungguhan Pemkab/Pemkot

Pada kesempatan ini, Muhide, Kades Melayu, Kecamatan Lambu menjelaskan, desanya merupakan daerah pengembangan garam.

Ia berharap Gubernur NTB dapat membantu memberikan solusi terkait hal tersebut.

“Saya harap Bapak Gubernur serta Kadis Perikanan dan Kelautan bisa membantu bagaimana para nelayan bisa memproduksi garam yang baik dan berkualitas secara SNI nya,” ucapnya.

Di sisi lain, Muhrim, Kades Risa Kecamatan Woha berharap adanya alternatif terkait permodalan untuk masalah program irigasi yang dibuat pemerintah untuk mendukung Agrowisata Bawang Merah di desanya tapi tidak terasa manfaatnya.

“Air yang di drop tidak pernah sampai ke desa kami,” ungkapnya.

Selanjutnya, Usman, Kades Naru Kecamatan Woha menjelaskan, di daerahnya ada rumah potong hewan yang sudah puluhan tahun tidak berfungsi. 

Harapannya kepada Kadis Peternakan tempat tersebut dapat digunakan sebagai sarana olahraga bola voli.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR, Ridwan Syah mengatakan, kalau bisa para kades bisa memilah mana yang bisa melalui dana desa dan mana yang bisa mendapat dukungan dari provinsi.

“Kalo kita semua yang menampung ya ga sanggup juga”, pungkasnya.

BACA JUGA: Rumah Penuh Mistis, Bale Samar di Desa Sakra

Lebih lanjut, Bang Zul menyampaikan agar para Kepala Desa dapat memberitahu permasalahannya yang konkrit supaya dapat dialokasikan ke dinas-dinas perwakilan terkait.

“Bapak-bapak bisa kumpul, di list masalah yang mau di handle supaya nanti disampaikan ke dinas terkait,” tuturnya.***

 

 




VIBE Center Indonesia, Cara Baru Mendekati Persoalan Sampah  

VIBE Center Indonesia memilih NTB sebagai pilot project bagaimana mindset generasi muda mengelola sampah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Zero Waste dengan target tahun 2023 Provinsi NTB bebas sampah. 

Jargon yang diusung  Pemerintah Provinsi NTB selaras dengan Program Strategis Pemerintah Pusat. 

VIBE Center bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Kebudayaan NTB didukung oleh STAPALA Jakarta bersama-sama merespon isu daerah dalam frame kerja yang lebih ringan dan fresh.

BACA JUGA: Rapat Pengendalian Inflasi, Pemerintah Salurkan Bantuan Sosial

Wagub menyambut baik program VIBE Center Indonesia yang membangun mindset yang sederhana dengan persoalan sampah
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd., menyambut baik kedatangan CEO Vibe Center Indonesia bersama rombongan memilih NTB sebagai pilot projek tempat kegiatan yang puncaknya pada akhir bulan Oktober, di ruang kerjanya, Selasa (06/09/22).

“Bagus-bagus ini luar biasa, perlu pendekatan yang berbeda-beda mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan pemuda dalam dalam membangun mindset yang sederhana dengan persoalan sampah,” ungkap Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Sementara itu, CEO Vibe Center Indonesia Martina Susanti menjelaskan, tahun ini memilih NTB menjadi pilot projek karena kali ini melibatkan anak-anak, remaja dan pemuda.

Maka dibuatlah sebuah program bersama untuk mereka yang diberi nama Youth Trash Agent of Change. 

“Youth Trash Agent of Change ini adalah sebuat moment kilas balik bagaimana Bangsa yang besar ini mengelola sampah. Termasuk bagaimana anak-anak dan pemuda dilibatkan ataupun terlibat langsung dalam gerakan reformasi sampah,” ungkap CEO Vibe Center Indonesia.

Menurut Susanti, sudah saatnya mindset tentang sampah dibongkar sampai ke akarnya, namun dijawab secara apik, segar, dan visioner. 

Apalagi jika kendalinya mulai diserahkan pada mereka yang muda, yang penuh gairah visioner, out of box, bertekad kuat dengan talenta tajam dan varian.  

Rasanya sampah di tangan generasi milenial seakan-akan mampu menjadi sebuah citarasa heroik yang baru. 

BACA JUGA: Rumah Penuh Mistis, Bale Samar di Sakra

Untuk diketahui, Youth Trash Agent of Change Ini dihajatkan ke depan akan digelar secara rutin tahunan di Pulau Lombok dan menjadi gelinding bola yang terus membesar keterlibatan multi pihak dan kebermanfaatannya ke daerah di luar Pulau Lombok dan NTB.***

 

 

 




Military Attache Corps Tour, Perluas Jaringan Wisata NTB

Sekda NTB memanfaatkan singgahnya Delegasi Military Attache (Milat) Tour ke Lombok, untuk promosikan NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Delegasi Military Attache (Milat) Tour, yang terdiri dari para atase militer dan rombongan dari negara sahabat, disambut Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, di Pendopo Tengah Gubernur di Mataram, Senin (05/09/22).

Kehadiran Milat dimanfaatkan oleh Miq Gite panggilan akrab Sekda untuk mempromosikan segala potensi dan kelebihan Provinsi NTB. Terutama memperluas jaringan Wisata NTB.

Menurut Sekda NTB, kedatangan Delegasi Military Attache dimanfaatkan memperluas jaringan wisata NTB

“Kehadiran military attache saat ini adalah berkah karena tentu dari informasi singkat dan pengalaman, military attache akan menjadi duta-duta promosi investasi bagi NTB yang mudah-mudahan dari negara masing-masing ada yang tertarik untuk selain berwisata juga mau berinvestasi,” ucap Miq Gite.

Sekda menceritakan kepada delegasi, NTB memiliki harapan yang besar terhadap rencana pembangunan Global Hub. Sehingga selain sebagai daerah pariwisata NTB, ke depan menjadi persinggahan jalur perdagangan internasional.

Sekda mengungkapkan sangat bangga NTB dipilih sebagai salah satu tempat Military Attache (Milat) Corps Tour 2022. Ia berharap seluruh delegasi mendapat kesan yang baik terhadap NTB.

“Semoga kunjungan ini mendapat kesan yang positif, sehingga kita bisa kolaborasi dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Keindahan alam Lombok

Sementara itu, Paban II/ Hublu Sintel TNI, Kolonel Pnb Arif Adi Nugroho, mengungkapkan bukan tanpa alasan Military Attache (Milat) Corps Tour 2022 diadakan di NTB.

 Salah satunya menurut para delegasi Milat Corps Tour 2022, Lombok memiliki keindahan alam yang tak kalah dengan daerah lain di Indonesia

“NTB khususnya pulau Lombok memiliki keindahan yang luar biasa dan para delegasi sangat menikmatinya, sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas sambutan yang sangat baik ini,” ujarnya.

Military Attache Tour merupakan kunjungan terkordinir yang bersifat rutin dan dilaksanakan setiap tahun sekali, diikuti seluruh Attache pertahanan yang akreditasi pemerintah Republik Indonesia, kesatuan TNI dan Pemerintah Daerah untuk memperkenalkan satuan TNI serta budaya Indonesia. ***




Rapat Pengendalian Inflasi, Pemerintah Salurkan Bantuan Sosial

Gubernur NTB ikuti rapat video conference terkait kebijakan pengendalian inflasi yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Video Conference terkait Kebijakan Pengendalian Inflasi, khususnya Sosialisasi Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) terkait dengan Kebijakan Recofusing 2 persen Dana Alokasi Umum (DAU) dan Kebijakan Penggunaan Dana Bansos, berlangsung hari Senin (05/09/22).

Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah hadir dalam rapat video conference yang dipimpin secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian  tersebut. 

BACA JUGA: Rektor Unram: Mimbar Akademik Terbuka untuk Tokoh Mana pun

Rapat video conference kebijakan pengendalian inflasi

Selain itu juga diikuti Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd., Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Dra Hj. Ida Fauziyah, M.Si, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung RI, Dr. ST. Burhanuddin, SH., MM, Wakil Menteri Keuangan, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Lembaga, Kepala Daerah Gubernur, Walikota, Bupati dan jajarannya.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menghimbau, agar masyarakat kurang mampu dapat terus dijaga, melalui beberapa skema bantuan sosial yang akan dilakukan pemerintah.

Skema yang dimaksud seperti pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat kurang mampu, dukungan bagi pekerja melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan dukungan Pemda sebesar 2 persen dari Dana Transfer Umum (DTU) terdiri dari DAU atau DBH.

“Kita akan terus berupaya menjaga masyarakat kurang mampu, diantaranya melalui skema yang telah disusun pemerintah memberikan BLT sebesar 12.4 triliun yang di kelola Kemensos, dukungan untuk pekerja yang dikelola untuk kemenaker sebanyak 9,6 Triliu, Pemda 2 persen dari dana transfer umum yang berasal dari DAU dan DBH,” ucapnya. 

Wakil Menteri Keuangan, Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D menjabarkan, skema pemberian bansos tambahan sebesar 24,17 Triliun. BLT dan BSU akan dieksekusi pada akhir Agustus atau awal September. 

Dan dukungan dari Pemda 2 persen diperkirakan dapat dieksekusi pada Oktober.

“Kita berharap ini nanti program perlindungan sosial, bisa mendorong penciptaan lapangan kerja, bagi usaha mikro, usaha kecil, ojek, angkutan umum, nelayan dan lainnya sesuai karakteristik daerah,” tuturnya. 

Sementara itu, Gubernur Zulkieflimansyah menuturkan, langkah nyata yang dilakukan untuk menangani inflasi, yaitu salah satunya melalui operasi pasar.

BACA JUGA: Mengapa Orang Mau Menjadi Pembunuh Bayaran

“Langkah real pemerintah untuk menangani inflasi yaitu operasi pasar dan tadi dijelaskan, subsidinya akibat gejolak eksternal itu membengkak. Jadi pemerintah tidak punya pilihan lain, di sisi yang lain kita tidak mau memberatkan masyarakat sehingga nanti ada bantuan kepada masyarakat langsung, supaya nanti yang betul-betul terkena dampaknya tidak terlalu memberatkan,” tutur Bang Zul.***

 

 




Gubernur NTB Bertemu Kembar Tiga Alumni Awardee Beasiswa NTB

Wanita kembar tiga dari Kaki Rinjani memuji Gubernur NTB yang menginvestasikan pendidikan untuk daerahnya, 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkiefliemansyah tanpa disengaja bertemu langsung dengan salah satu Alumni Awarde Beasiswa NTB, Sri Trisna Dewi perempuan kembar Tiga, tamatan Universitas Kebangsaan Malaysia.

Pertemuan tanpa sengaja itu terjadi saat Gubernur Zulkieflimansyah mengunjungi Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah,  

“Saya angkatan Pertama Awarde Beasiswa NTB,” kata  Tiwi sapaan Sri Trisna Dewi.

Ia mengatakan itu  ketika bertemu Gubernur NTB, Minggu (04/09/22), di sirkuit 459 Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Saat itu Gubernur  dalam Kunker untuk melihat kesiapan sirkuit menyambut seri MXGP tahun 2023 mendatang.

BACA JUGA: MXGP Samota Indonesia Raih Best Media Opportunity 2022

Penerima beasiswa juga diperoleh oleh kedua saudara kembarnya. Saudara kembar kedua Sri Trisna Yanti memperoleh beasiswa ke Polandia, Saudara kembar yang ke tiga, Sri Trisna Wati memperoleh beasiswa ke Malaysia bersamanya.

Tidak hanya itu, dikatakannya, ia bersama dua  saudara kembarnya, merupakan wanita pertama dari desa Lantan yang berada di kaki gunung Rinjani, telah mampu menyelesaikan studi jenjang Strata dua, di luar negeri.

“Kami wanita pertama dari desa Lantang,yang mampu menyelesaikan study jenjang S-2 di desa ini, bahkan mampu kuliah hingga keluar negeri,” ujarnya.

Dikatakannya, pengalaman ke Malaysia sangat luar biasa. Apalagi bagi warga desa yang tinggal terpelosok di kaki gunung Rinjani. 

Memiliki kesempatan untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis, merupakan hal yang sungguh luar biasa.

Setelah selesai menempuh jenjang S-2 dari luar negeri ketiga saudara kembar ini, berkiprah membangun desanya bersama pemuda dan pemerintah desa, untuk membangun potensi wisata di desa Lantan.

Untuk itu, ia berharap Program beasiswa untuk kuliah ke luar negeri dengan gratis yang di gagas Gubernur NTB terus dilanjutkan. Karena beasiswa untuk pendidikan merupakan investasi jangka panjang.

“Pendidikan ini investasi jangka panjang, yang tidak langsung dapat dilihat seperti bangunan, gedung-gedung, fasilitas, “ujarnya.

Ia mengaku, jarang sekali pemimpin yang ingin menginvestasikan pendidikan. Apalagi menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang. 

Tidak langsung dirasakan atau dilihat manfaatnya,seperti investasi fisik atau pembangunan.

Namun ia yakin, apabila pemuda-pemudi dari pelosok-pelosok desa diberikan kesempatan, untuk belajar ke luar negeri, dapat membuka cara berpikir akan luasnya cakrawala dunia.

“Saya bersama pemuda-pemudi lainnya menyampaikan  ucapan terikamsih banyak, dan program beasiswa ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda-pemudi untuk belajar keluar negeri,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB. Zulkiefliemansyah, mengatakan, ia sering menyaksikan betapa awardee beasiswa NTB tidak hanya bekerja di luar negeri (LN) dan di kota besar saja, tapi banyak juga yang kembali ke desa dan ke dusun.

“Mereka menjadi penyemangat baru dan obor yang menyalakan harapan dan mencerahkan banyak anak-anak muda yang lain di lingkungannya, What a life,” ujar Gubernur NTB.

BACA JUGA: Ahmad Dani, Masuk Dalam Squad Utama Lombok FC

Gubernur NTB juga memuji, alumni beasiswa NTB, Tiwi yang telah menjadi Ketua Pokdarwis Desa Lantan. 

Kehadirannya membuat Pokdarwis Desa Lantan bergeliat luar biasa. Jadi beasiswa yang menghadirkan visi yang segar dan semangat baru bagi anak-anak muda di daerah untuk membangun negeri.

“Mereka adalah wanita pertama dari desa Lantan yang bisa mengecap pendidikan tinggi, luar biasa,” kata mantan anggota DPR RI ini. ***

 




Mengapa Orang Mau Menjadi Pembunuh Bayaran?

Ada kejahatan merampas nyawa manusia lain, dan mengapa untuk melakukan itu harus menyewa pembunuh bayaran  

lombokjournal.com ~

Belakangan ini, banyak diberitakan kasus pembunuhan yang terjadi di Indonesia, baik pembunuhan yang tidak disengaja maupun terencana.

penulis; Ardi Putra Prasetya, Kriminolog Universitas Indonesia

Berdasarkan data, jumlah kasus kejahatan terhadap nyawa atau pembunuhan di Indonesia terus berkurang dalam kurun periode 2016-2020. Selama tahun 2016 saja tercatat ada 1.292 kasus pembunuhan. Ini merupakan jumlah kasus tertinggi selama lima tahun terakhir.

Pada tahun 2017, jumlah kasuh pembunuhan menurun menjadi 1.150 kasus, dan terus melandai menjadi 1.024 kasus pada 2018, 964 kasus pada 2019, dan 898 kasus pada 2020. Dalam data resmi statistik, memang tidak diungkap spesifik tragedi pembunuhan berdasarkan kasus dan jenisnya.

Khusus untuk yang terencana, pembunuhan bisa dilakukan sendiri oleh pelaku atau membayar orang lain untuk membunuh.

Pembunuhan berencana dapat didefinisikan sebagai kejahatan merampas nyawa manusia lain setelah dilakukan perencanaan mengenai waktu atau metodenya, dengan tujuan memastikan keberhasilan pembunuhan atau untuk menghindari penangkapan.

Salah satu kasus percobaan pembunuhan yang diperbincangkan publik adalah perencanaan pembunuhan terhadap Rini Wulandari yang didalangi oleh Muslimin, suami korban yang merupakan prajurit aktif TNI berpangkat Kopral Dua (Kopda).

BACA JUGA: Gubernur NTB, Jangan Takut Menulis Cerita Bangsa Sendiri

Percobaan pembunuhan ia lakukan dengan menyewa empat pembunuh bayaran dengan imbalan Rp 120 juta. Ternyata, Muslimin sudah mencoba membunuh istrinya sebanyak empat kali. Rencana pembunuhan itu dilakukan Muslimin agar dapat hidup bersama dengan selingkuhannya.

Ada berbagai faktor penyebab seseorang melakukan pembunuhan. Motif utama biasanya muncul karena faktor emosional seperti dendam, faktor materi seperti bayaran, serta keuntungan-keuntungan lain yang terlihat menggiurkan. Memang tak bisa terhindarkan sepenuhnya, namun pemerintah diharapkan mampu mencari cara yang lebih efektif untuk menekan kemungkinan terjadinya pembunuhan.

Apa yang mendorong seseorang mau menjadi pembunuh?

Dalam dunia kriminologi, dikenal Teori Pilihan Rasional (Rational Choice Theory), yang menjabarkan beberapa faktor yang membuat seseorang mau menjadi pembunuh atau termotivasi melakukan pembunuhan.

Faktor pertama tentunya adalah materi dan perhitungan untung rugi.

Bayaran yang akan mereka dapatkan menjadi daya tarik yang sangat kuat untuk mau melakukan pembunuhan. Begitu pula dengan pihak yang menyewa pembunuh bayaran. Memiliki uang dan sanggup membayar orang lain bisa mendorong mereka untuk menghilangkan nyawa orang lain.

Khusus bagi pembunuh bayaran, mereka juga akan memperhitungkan keuntungan yang mereka peroleh dan konsekuensi yang mereka terima. Proses berpikir untung rugi inilah yang nantinya akan mempengaruhi keputusan mereka apakah mau menerima order pembunuhan.

Kedua, emosi berperan besar dalam proses motivasi mereka secara psikologis.

Emosi kerap bersifat fluktuatif dan dinamis. Seseorang yang memiliki rasa dendam, misalnya, kondisi jiwanya seringkali tidak stabil, karena mereka merasa sakit hati, kecewa, marah, dan tidak mampu menerima dan memaafkan perlakuan buruk dari orang lain. Emosi inilah yang bisa menjadi pembangkit mengapa seseorang mau menjadi pembunuh atau menyewa pembunuh.

Ketiga, seseorang mau dan berani membunuh karena memiliki kemampuan dan pengalaman.

Mereka yang pernah menjadi pelaku pembunuhan tentu lebih mudah mengulang tindakan tersebut. Inilah mengapa biasanya yang bersedia menjadi pelaku pembunuhan adalah residivis. Mereka seakan sudah menguasai kemampuan dalam menghilangkan nyawa dan bersembunyi untuk menghindari kejaran penegak hukum.

Keempat, adanya power atau kuasa dari yang membayar atau melindunginya.

Pembunuh bayaran tentu saja akan mempertimbangkan risiko berhadapan dengan hukum. Seseorang yang memiliki kuasa tertentu secara psikologis merasa mampu untuk menghilangkan segala jejak perbuatannya agar terhindar dari jerat pidana.

Hal lain terkait prinsip rasionalitas adalah transaksi yang dijanjikan. Seberapa kuat posisi sosial target, kesulitan yang akan dihadapi, serta latar belakang kenapa target perlu dibunuh sangat menentukan transaksi yang terjadi.

BACA JUGA: Pelakor, Kenapa Hanya Perempuan yang Disalahkan

Harga membunuh mahasiswa yang biasa saja dengan membunuh seorang perdana menteri tentu saja berbeda. Para pembunuh bayaran akan menghitung betul berapa nilai transaksi yang dibutuhkan dengan kliennya.

Bagaimana skema kerja pembunuh bayaran?

Dalam pembunuhan berencana, biasanya si calon pembunuh sudah mengetahui siapa calon korban yang akan dibunuhnya. Sedangkan, dalam kasus pembunuhan tak berencana (unplanned murder), seseorang membunuh orang lain karena adanya konflik emosional antara dirinya dengan calon korban.

Mengapa ada rencana pembunuhan dengan menyewa orang lain

Remaja yang tewas dalam sebuah tawuran adalah termasuk pembunuhan tak berencana. Ini karena insiden tidak menargetkan individu tertentu tapi secara komunal.

Kerap kali pelaku utama atau otak pembunuhan tidak mau mengeksekusi sendiri. Alasan utamanya, dia tidak mau terlihat ‘jahat’ dan ingin terhindar dari jerat hukum.

Oleh karena itu, dengan kapasitas ekonomi serta kekuasaan yang dimiliki, pelaku tersebut mendelegasikan proses pembunuhan kepada orang lain, atau yang disebut pembunuh bayaran. Pembunuh bayaran itu bisa berupa suatu tim yang terdiri dari adanya pemimpin dan eksekutor.

Skema umum dalam rata-rata kasus pembunuhan bayaran biasanya sama. Masing-masing melibatkan pengorder, pemimpin, eksekutor, dan korban.

Eksekutor umumnya memiliki loyalitas terhadap pemimpinnya dan meyakini bahwa pemimpin tersebut memiliki alasan yang kuat untuk memintanya membunuh dan jarang sekali yang menanyakan alasannya secara eksplisit. Pembunuh bayaran hanya melakukan apa yang telah diperintahkan untuk mereka lakukan. Hanya pemimpinnya saja yang biasa berkomunikasi dengan klien. Tak pelak, kadang para eksekutor tidak mengetahui secara pasti siapa yang melakukan order pembunuhan.

Dalam kasus Kopda Muslimin, misalnya, ada tiga eksekutor yang terlibat dan masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Ada eksekutor yang bertugas melakukan penembakan, ada yang bertugas mengendarai sepeda motor, dan ada yang berperan sebagai pengawas saat aksi penembakan berlangsung.

Namun, dalam kasus ini Muslimin juga mengambil peran sebagai pemimpin. Dia bahkan tidak mendelegasikan keseluruhan tugas kepada eksekutor dan masih memberi panduan secara real-time kepada eksekutor terkait bagaimana cara untuk membunuh istrinya.

Di belahan negara lain, pembunuhan dengan pembunuh bayaran seperti ini biasanya dilakukan oleh gangster atau antar sindikat kriminal yang motifnya tidak jauh dari urusan peredaran narkoba atau pun persaingan politik suatu wilayah, seperti yang sering kita lihat di Amerika Latin.

Para pembunuh bayaran itu juga tahu bahwa upah atau bayaran yang mereka terima pun bukanlah uang yang diperoleh secara legal. Biasanya uang didapat dari bisnis ilegal, pemerasan, dan pencurian.

Bagaimana pemerintah harus menyikapinya?

Masih sangat sulit untuk bisa sepenuhnya memberantas kejahatan ini dari suatu negara. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana mengurangi, mencegah, atau menghindari peristiwa tersebut.

Ini karena pembunuhan akan tetap bisa terjadi kapan saja dan oleh/kepada siapa saja selama masih ada konflik sosio-emosional yang belum terselesaikan antara satu individu dengan individu lain. Pemerintah hanya bisa menekan pada batasan-batasan tertentu, seperti memberlakukan hukuman berat dalam aturan hukum pidana.

BACA JUGA: Gaya Hidup Sehat, Ini 14 Langkah Perlu Diketahui

Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada aturan maksimal yang diharapkan dalam menciptakan efek jera, yakni hukuman mati. Namun nyatanya, kasus seperti ini masih terjadi.

Jika ingin berkaca dari negara lain, kebijakan pengendalian peredaran senjata api terbukti efektif untuk menekan angka pembunuhan dan kekerasan seperti di Amerika Serikat. Pemerintah bisa mengadopsi kebijakan ini dengan regulasi tentang kepemilikan dan penggunaan senjata api. Selain itu, pemerintah perlu terus mengawasi para residivis kasus pembunuhan.

Namun, saran-saran di atas adalah kebijakan di tingkat hilir.

Solusi di tingkat hulu salah satunya adalah penggaungan konsultasi psikologis guna mencegah terjadinya intensi seseorang untuk menghilangkan nyawa orang lain. Misalnya, sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan masalah kesehatan mental bagi masyarakat. Layanan konsultasi psikologi gratis harus mulai diterapkan secara lebih luas. Masyarakat harus diberi akses untuk mendapatkan layanan tersebut dengan mudah. Ini akan sangat mampu menekan para potential offender (mereka yang berpotensi melakukan kejahatan) atau pengorder pembunuh bayaran. ***

sumber: The Conversation

 




Ahmad Dani, Menembus Skuad Utama Lombok FC

Talenta sepakbola terbaik NTB, Ahmad Dani yang ditempa di Liga Antarkampung bisa masuk skuad utama Lombok FC

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ahmad Dani menjadi buah bibir di Liga 3 NTB 2022. Ditempa dari liga sepakbola antar kampung (Tarkam), pesepakbola kelahiran Bima 20 tahun silam tersebut berhasil menembus skuad utama Lombok FC (LFC).

LFC merupakan klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono (HBK). 

Ahmad Dani, adalah andalan Coach Jessie Mustamu untuk membangun serangan dari sayap kiri.

Ahmad Dani dan kawan-kawan Bertekad membawa LFS m,enjadi Juara Liga 3 NTB 2022
Ahmad Dani

“Kami semua pemain Lombok FC selalu ditekankan untuk memberikan kemampuan terbaiknya oleh Pelatih dalam setiap pertandingan yang dijalani. Alhamdulillah, kami senang bisa berkontribusi untuk kemenangan Tim,” kata Ahmad Dani saat ditemui di sela-sela  latihan Lombok FC, Senin (05/09/22).

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Saatnya Menjual Tiket Masuk, Ini Kritik HBK

Ahmad Dani bersama 24 skuad inti Lombok FC tinggal di mess Lombok FC di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Hari-hari mereka diisi dengan latihan untuk menggembeng fisik dan mengasah teknik                   bermain setiap pagi dan sore. Hal tersebut mereka lakoni sepanjang Senin hingga Sabtu. Sementara khusus pada hari Minggu, pemain diliburkan.

Ahmad Dani langsung membetot perhatian pecinta sepakbola NTB di laga pembuka Lombok FC di Liga 3 NTB 2022. 

Ia tampil gemilang, Dani bahkan menjadi pencetak gol tunggal kemenangan Lombok FC saat melawan Perselobar, juara bertahan Liga 3 NTB 2021.

Ahmad Dani pun selalu menjadi pilihan utama pelatih kepala Jessie Mustamu dalam empat pertandingan yang sudah dimainkan Lombok FC. Klub profesional di Bumi Gora ini.

LFC kini memimpin klasemen grup A dan berpeluang besar lolos ke fase berikutnya dengan tiga pertandingan sisa.

Ahmad Dani adalah pemain yang ditempa Liga antar kampung (Tarkam). Pemuda kelahiran Nangawera, Kec. Wera, Kab. Bima ini, mencintai sepakbola semenjak belia, saat masih duduk di bangku kelas 3 SD. Saat itu, alumnus SMA 1 Wera ini bermain bola nyaris setiap hari.

“Waktu itu masih pakai bola plastik dan tidak pakai sepatu,” katanya.

Bakat Ahmad Dani memang sudah terlihat semenjak masih belia. Dia acap menjadi pembeda dalam setiap pertandingan. 

Saat sudah beranjak remaja, Selepas bubar sekolah, Ahmad Dani ikut Liga Tarkam. Hal yang membuat bakat dan talentanya terus terasah. Dani bahkan lolos seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) untuk sepakbola U-17. 

Namun, pandemi Covid-19 yang memuncak, menyebabkan Pekan Olahraga bergengsi di tingkat Provinsi itu urung digelar.

Dani tak patah semangat. Dia pun terus ikut Liga antar kampung. Klub yang diperkuatnya pun menjadi juara. 

Tercatat pada tahun 2019 dan tahun 2021, juara Liga Tarkam berhasil direngkuh. Bakat Dani kemudian diendus oleh Persebi, salah satu klub sepakbola di Bima. Tahun 2020, Dani resmi menjadi pemain Persebi. Dani pun memperkuat Persebi pada Liga 3 tahun 2021.

“Jadi, Lombok FC ini boleh dibilang klub profesional pertama saya setelah dari Persebi,” katanya.

Ikut Seleksi Tiga Tahap

Masuk Lombok FC, Dani ikut seleksi dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, dia ikut seleksi Lombok FC yang digelar di Kota Bima. Saat itu seleksi juga digelar Lombok FC di P. Lombok dengan diikuti oleh lebih dari 700 orang pemain. 

Dari seleksi tahap pertama di Bima, Dani kemudian lolos seleksi tahap kedua yang digelar di Kota Mataram.

Dari kampung halamannya di Wera, Dani kemudian berangkat ke Mataram dengan restu kedua orang tuanya. 

Seleksi tahap II dilakukan di Lapangan Universitas Mataram (Unram). Dani berhasil melalui proses seleksi ini dengan sangat baik, sehingga Ia lolos ke tahap seleksi ketiga dimana pemain-pemain dari berbagai daerah di Indonesia menjalani seleksi pada saat yang bersamaan. 

Dari seleksi tahap III yang digelar di GOR 17 Desember, Kota Mataram tersebut, Dani kemudian menembus 25 pemain inti Lombok FC yang disiapkan untuk mengarungi Liga 3 NTB 2022.

“Saya secara resmi dikontrak Lombok FC sejak bulan Juni 2022,” kata Dani.

Sebagai pemain, Dani pun kini mendapat gaji bulanan. Mendapat fasilitas tempat tinggal di Mess milik klub. Dani juga mendapatkan asuransi, beasiswa, dan seluruh peralatan dan perlengkapan mulai dari jersey, kostum latihan, sepatu, training pack, dan fasilitas transportasi menuju dan kembali dari tempat latihan.

BACA JUGA; Sirkuit 459 Lantan, Jadi Alternatif tempat Penyelenggaraan MXGP

“Bahkan atas prestasinya yang terus meningkat ini, bulan Agustus yang lalu, Ia memperoleh kenaikan gaji, sebagai penghargaan dan apresiasi klub kepadanya,” tutur Lahmudin Blank, Manajer Operasi Klub.

Sementara untuk pemenuhan gizi dan nutrisi, Lombok FC telah menyiapkan Chef Zaenal Abidin, juru masak profesional yang selama ini biasa menangani asupan gizi untuk makan pemain-pemain di Tim Nasional sepakbola Indonesia.

Dani memang punya cita-cita menjadi pemain sepakbola profesional. Kini hal tersebut mewujud dengan dirinya bergabung dengan Lombok FC. Pemain yang mengidolakan Lionel Messi dan Kevin de Bruyne ini pun menuturkan bagaimana kultur latihan di Lombok FC saat ini. 

Hal yang disebutnya sangat jauh dibanding dengan kultur latihan yang sebelumnya didapatnya ketika memperkuat Tim lain di Liga 3. Pun demikian dari segi fasilitas.

Dan tak hanya Dani, orang tuanya pun di kampung halamannya bangga bukan main, Dani dengan segala kerja kerasnya bisa menjadi salah satu pemain sepakbola profesional. 

Dani pun ingin menjadi kebanggaan para pecinta sepakbola NTB dengan memberikan penampilan terbaiknya dalam setiap pertandingan yang dilakoni oleh Lombok FC.

Dani menyadari sepenuhnya, Lombok FC adalah anugerah luar biasa dalam karir sepakbolanya. 

Seperti pesepakbola prosesional lainnya, Dani ingin terus mengasah karir, dan bisa mencapai puncak tertinggi dengan membela Tim Nasional Indonesia.

Ditanya soal bagaimana ia bisa menjadi pilihan utama pelatih, Dani mengaku, dirinya hanya berusaha menggembleng diri, menerpa diri dengan berlatih yang tekun. Lalu kemudian saat pertandingan, berusaha tampil sebaik-baiknya dengan menjalankan semua instruksi pelatih.

“Coach JM selalu menekankan ke setiap pemain kalau kita tidak sedang bermain untuk diri sendiri. Tapi kita sedang bermain untuk Tim, untuk Klub,” katanya.

Menembus skuad utama Lombok FC bukanlah perkara gampang. Klub ini bertabur pemain berbakat dari berbagai daerah. Bahkan, Lombok FC memiliki pemain yang pernah menempuh pendidikan sepakbola di Portugal, dan mencicipi atmosfer Liga sepakbola dimana salah satu pemain terbaik di dunia, negara asal Cristiano Ronaldo. 

Itu sebabnya, persaingan untuk menembus line up pemain dalam setiap laga sangatlah ketat.

Kini, Dani bersama teman-temannya pun bertekad untuk membawa Lombok FC menjuarai Liga 3 NTB 2022, untuk kemudian tembus ke Liga 3 Nasional. Ini akan membuka jalan bagi Lombok FC untuk bisa promosi ke Liga 2 Nasional, hal yang sudah sangat lama dinantikan oleh para pecinta sepakbola Bumi Gora.

Pada sosok pesepakbola seperti Dani dan Klub sepakbola seperti Lombok FC inilah, para pecinta sepakbola Bumi Gora kini menempatkan harapan.***

 

 




MXGP Samota Indonesia Raih Best Media Opportunity 2022

Pelaksanaan MXGP Samota menjadi sorotan dunia atas keberhasilannya melaksanakan perhelatan internasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan Best Media Opportunity 2022 diraih event Motor Cross Grand Prix (MXGP) Samota 2022 yang digelar di Sumbawa NTB beberapa waktu lalu, pada ajang MXGP Award. 

Ajang tersebut diselenggarakan oleh pihak Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) Motocross World Championship. 

Ajang MXGP Award tersebut berlangsung di area Moto Festival di sirkuit Afyon, Afyonkarahisar Province, Turki, Minggu (04/09/22).

BACA JUGA: Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP

Gubernur NTB mengapresiasi semua pihak yang terlibat penyelenggaraan MXGP Samota
Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah mengapresiasi capaian tersebut. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan acara tersebut. 

Indonesia, Samota Sumbawa khususnya, yang kembali menjadi sorotan dunia. 

“Selamat kepada Indonesia dan kepada Samota Sumbawa khususnya yang kembali menjadi sorotan dunia atas keberhasilannya melaksanakan perhelatan internasional dan meraih penghargaan istimewa MXGP AWARDS Best Media Opportunity 2022,” tutur Bang Zul. 

Bang Zul mengungkapkan, Pelaksanaan MXGP of Indonesia 2022 di Samota Sumbawa memberikan dampak yang sangat baik kepada masyarakat setempat. Pencapaian nilai ekonomi sekitar 154 milyar selama 3 hari pelaksanaan di Samota Sumbawa.

MXGP di tahun 2023 nanti akan kembali digelar di NTB sebanyak dua sesi. Balapan akan digelar di Lombok dan Sumbawa. 

Dalam kalender event Kementerian Pariwisata disebutkan jadwal di antaranya, MXGP Samota Sumbawa 24-25 June 2023, dan MXGP Lombok 1-2 July 2023.

“Termasuk di sirkuit Samota yang sudah mendapatkan homologasi dari FIM sebagai sirkuit kelas dunia,” tutur Gubernur. 

Penghargaan tersebut diberikan simbolis kepada Indonesia dengan menampilkan tayangan video cuplikan penyambutan rombongan MXGP di Samota Sumbawa yang istimewa. Termasuk acara seremonial yang dihadiri oleh ribuan masyarakat kota Sumbawa Besar dan atraksi Jupiter Aerobatic Team di atas sirkuit Samota Sumbawa.

Penghargaan dibacakan oleh Komentator MXGP-TV Paul Malin dan Presenter MXGP-TV Lisa Leyland dengan seluruh acara disiarkan langsung ke seluruh dunia di www.MXGP-TV.com. 

BACA JUGA: Mimbar Akademik Terbuka untuk Tokoh Mana pun

Sementara itu, Infront Moto Racing CEO David Luongo, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang terlibat dalam ajang MXGP dari berbagai belahan dunia. 

Thank you to all of the teams and riders for the support, motocross is a big family and everyone involved works incredibly hard to deliver a great championship like the one we saw again this year. Thank you all. (Terima kasih kepada semua tim dan pebalap atas dukungannya, motocross adalah keluarga besar dan semua orang yang terlibat bekerja sangat keras untuk memberikan kejuaraan hebat seperti yang kita lihat lagi tahun ini. Terima kasih semuanya,)” tuturnya. ***