NTB Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi

Sekda NTB mengatakan,  NTB meraih TPID Award untuk kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua

SURABAYA,lombokjournal.com ~  Pemerintah Provinsi NTB menerima TPID Award 2021 atas kinerja TPID Provinsi NTB dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Lalu Gita Ariadi, menyambut baik capaian prestasi yang diraih Pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA: Industrialisasi di Masa Depan Tergantung Peran Milenial

Denagn meraih prestasi TPID Award, diharapkan jadi semangat dan inspirasi NTB

“Alhamdulillah, NTB meraih TPID Award sebagai Provinsi terbaik pengendalian inflasi tahun 2021 untuk kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua,” kata Sekda,  Rabu (14/09/22) di Shangrilla Hotel Surabaya.

Dijelaskan Miq Gite sapaan Sekda, ada 5 Provinsi yang terpilih meraih penghargaan tersebut, Provinsi NTB terbaik untuk kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua,  Provinsi Bengkulu TPID terbaik kawasan Pulau Sumatera. 

Sedangkan Provinsi Jabar terbaik di kawasan Pulau Jawa dan Bali. Provinsi Kaltim terbaik di wilayah Pulau Kalimantan dan Provinsi Sulawesi Selatan terbaik untuk wilayah pulau Sulawesi.

Selain TPID tingkat Provinsi, TPID Award juga diraih Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat sebagai Kota dan kabupaten yang kinerja TPID nya terbaik di wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sedangkan Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa ikut serta berkontribusi sebagai nominator TPID award Kabupaten/Kota Non IHK terbaik.

“Terima kasih kepada segenap anggota TPID dan semua stakeholders terkait yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi sehingga semua kerja keras mendatangkan prestasi dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Sekda.

Diharapkan, prestasi TPID Award 2021 dapat menjadi sumber inspirasi dan sumber motivasi agar TPID Provinsi, Kabupaten dan Kota, agar tetap bekerja keras untuk mengendalikan inflasi. Dan komoditi barang kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau dengan daya beli masyarakat.

“Sehingga dapat berbuah manis kembali meraih TPID Award 2022 di tahun mendatang,” harap Sekda. 

TPID Award merupakan penghargaan dalam upaya pengendalian inflasi dan inovasi kegiatan yang ditempuh untuk memperkuat 4K yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi yang efektif.

BACA JUGA: Roadshow di Kota Bima, Bang Zul Puji Kuliner Lokal

Sekda juga hadir langsung bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Heru Saptaji, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, dan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga merupakan Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) didampingi oleh Gubernur Bank Indonesia, Wakil Menteri Dalam Negeri. ***

 

 




Bupati Kukuhkan Pengurus FKUB KLU Masa Khidmat 2022-2027

Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KLU yang dikukuhkan Bupati Djohan, diharapkan mampu menyelesaikan masalah antar umat beragama

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Utara, masa khidmat Tahun 2022- 2027, dikukuhkan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH  di Aula Kantor Bupati (15/09/22). 

Pengukuhan FKUB berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Utara, Nomor: 74/26/KESBANG/2022 tentang pembentukan Forum dan Sekretariat Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Utara tahun 2022-2027, dengan 20 orang pengurus FKUB KLU.

BACA JUGA: Pembangunan Pusat Pemerintahan KLU akan Selesai Lebih Cepat

Bupati mengatakan, FKUB diharapkan mampu menyelesaikan masalah umat beragama

Wakil Bupati Lombok Utara menjadi Dewan Penasehat 

Ketua FKUB, Dr. Lalu Muhammad Muhsin Efendi Muhtar., MA, Wakil Ketua I Marianto dan Wakil Ketua II Romo Cindrasah, Sekretaris, Ust. Hamdun M.Hi.

“Keberadaan FKUB untuk memelihara kerukunan antar umat beragama selaras dengan tujuan Pemerintah Daerah dalam mempererat persatuan dan kesatuan umat beragama di KLU,” kata Bupati Djohan usai pengukuhan. 

Menurutnya, FKUB memiliki peran penting di tengah perpecahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menjadi penghubung, mediator dan penyelaras dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.

“Persatuan dan kesatuan adalah kunci keberlangsungan dan kestabilan berbangsa dan bernegara,” tutur bupati.

Perbedaan yang ada hendaknya melebur menjadi perekat kewargaan dan kebangsaan, menguatkan keberadaan budaya, agama, suku dan ras yang berbeda sebagai pendorong kemajuan daerah di masa depan.

Harapan kita  dengan adanya FKUB seluruh permasalahan antar umat beragama dapat terselesaikan dengan baik.

BACA JUGA: Wabup Danny Jelaskan Rancangan Nota Keuangan APBDP KLU

Dan FKUB juga diharapkan menjembatani sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama. Sekaligus upaya mempertahankan dan meningkatkan kondusifitas daerah.

Hadir pula  Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, ST.,M.Eng, Wakapolres Lotara Kompol Samnurdin SH, Kepala Kemenag KLU H. M. Ali Fikri SH.,MH, Kepala Kesbangkespol Muldani M.Si, Camat Pemenang serta undangan lainnya. ***

 




Roadshow di Kota Bima, Bang Zul Puji Produk Kuliner Lokal 

Melakukan roadshow di Kota Bima, Gubernur NTB Bang Zul menyarankan pentingnya kemasan produk yang jadi daya tarik pasar

BIMA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam rangkian kunjungan kerja, untuk Roadshow Industrialisasi di Kota Bima, meninjau langsung produk stand UMKM.

Bang Zul sapaan Gubernur NTB, memuji sejumlah produk, berupa kuliner dan panganan lokal serta tenun khas Bima yang dihasilkan oleh UMKM lokal.

Roadshow di Kota Bima, Gubernur NTB puji sejumlah produk kuliner dan panganan lokal serta tenun khas Bima
Gubernur Zulkieflimansyah Talkshow industrialisasi

“Hasil produk ini harus terus dikembangkan rasa dan kemasannya,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: Industrialisasi di Masa Depan Tergantung Peran Milenial

Ikut mendampingi Kadis Perindustrian Nuryanti, SE., MM.,  yang sempat mencicipi bubur yang terbuat dari Jewawut, hasil olahan UMKM Marimpa Kota Bima, Rabu (14/09/22) di halaman Istana ASI Mbojo Kota Bima.

Sehingga, tidak hanya inovasi dan kreasi rasa yang dihasilkan, namun kemasan produk juga menjadi daya tarik pasar, untuk membeli produk tersebut.

Pemilik UMKM Marimpa, Muhammad Salmin (32),yang bergerak dalam pengolahan bahan panganan lokal, mengatakan bangga dicicipi oleh Gubernur NTB, bubur Jewawut olahannya.

“Mimpi saya, produk hasil olahan ini dicicipi Gubernur, dan hari ini terwujud. Saya juga berharap Presiden RI, bisa mencicipi bubur jewawut ini,” harapnya.

Pria yang berdomisili di Kelurahan Sambinae  Kota Bima ini, mengatakan bahwa ini menjadi penyemangat untuk berusaha. Ia juga memamerkan makanan khas yang terbuat dari Jewawut seperti susu, kue kering dan produk cemilan lain juga.

Sementara Yulia Basri,  Sekretaris UMKM Alin-Annisa Lintas Nusantara, juga merasa bangga standnya dikunjungi Gubernur NTB.

Ia mengatakan, UMKM miliknya sangat mendukung Industrialisasi produk lokal menuju NTB Gemilang.

“Pak Gubernur, tadi mecoba mencicipi oi tua (Air Aren),”ujar Yulia.

Bang Zul juga mengunjungi stand SMKPP Negeri Bima, yang dikepalai Abdul Hamid di bawah binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB.

Siswa kelas X jurusan APHP SMKPP, Ifarti (16) menjelaskan, produk hasil karya siswa, seperti  stik daun kelor, ubi ungu, manisan belimbing, wedang jahe, kunyit asam.

“Tadi pak Gubernur membeli kunyit asam,” tambah Ifarti.

Dikatakannya, Gubernur juga berpesan, agar mempromosikan produk dengan bahasa daerah sehingga terlihat kelokalannya.

Selain itu, Gubernur juga memuji Pompa semprot tenaga surya, hasik karya dan inovasi SMKN 1 Kota Bima. Alat tesebut sempat ikuti lomba inovasi Ki Hajar tahun 2021. 

“Masuk nominasi wakili Prov NTB,” kata Sri Mulyati, guru pembina inovasi dan kreatifitas siswa.

Dikatakannya, alat tersebut, unggul menggunakan pakai tenaga surya. Dapat juga digunakan untuk lampu di ladang.

“Lebih hemat dan mudah dirakit petani,” jelasnya.

BACA JUGA: NTB dan NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028

Pemilik Soehendar coffe, M. Fadila juga senang dan menjadikan penyemangat produk es kopi gula aren produknya dicicipi Gubernur NTB.

“Kami menggunakan kopi lokal asal Tambora,” kata Fadil.

Begitu juga UMKM Dina, yang memproduksi tenun dan sarung Bima, senang dikunjungi Gubernur.

“Pak Zul, memborong dua sarung Nggoli,”ucap Yuyun, pemilik UMKM.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dan sering diselenggarakan, sehingga UMKM dapat sering memasarkan produknya.

Turut mendampingi Gubernur, Asisten 2 Setda Provinsi NTB,  Kadis Perindag, Sekertaris Bappeda, kepala Brida, kepala Disdak,  Kadis ketahanan Pangan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Tambun, Kadis LHK, Kadis Kesehatan, Kadis Peternakan dan Keswan, Kadus Dikbud, Kadis DPMPTSP, Kadis Desa dan Dukcapil,  Kadis DP3AP2KB, Kepala Bakesbangpol, Karo Ekonomi, Karo Adpim, PLT Karo PBJ, GM Geopark Tambora dan sejumlah Kepala Cabang, UPTD Provinsi di Bima. ***

 




Industrialisasi di Masa Depan Tergantung Peran Milenial 

Gubernur NTB menggelar talkshow industrialisasi bertema ‘Peningkatan Peran Milenial dalam Percepatan Industrialisasi’

BIMA.lombokjournal.com ~ Industrialisasi merupakan tuntutan zaman di era pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul, dalam Kunker roadshow dan talkshow Industrialisasi, Rabu (14/09/2022) di halaman museum ASI Mbojo, Kota Bima.

Dalam talkshow bertema ‘Peningkatan Peran Milenial dalam Percepatan Industrialisasi’ di Kota Bima, Bang Zul mengajak masyarakat menyamakan persepsi tentang program indusrialisasi yang diusung pemerintahan Zul-Rohmi.

BACA JUGA: Layanan Khusus di Hari Kunjungan Perpustakaan 

Gubernur NTB memuji industrialisasi di kalangan UMKM di Kota Bima
Gubernur NTB meninjau stand UMKM

Menurutnya, revolusi industri sebenarnya perkembangan dari tradisional menuju ke modern, sesuai perkembangan dan tuntutan zaman. 

“Dari cara tradsional masyarakat menuju cara modern dengan pendekatan teknologi,” jelas Bang Zul menjelaskan tentang industrialisasi.

Saat itu ia bersama Walikota Bima H . Muhammad Lutfi, Akademisi UIN Prof. Atun dan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME.

Dalam industrialisasi masyarakat harus harus didorong dapat mengolah bahan baku menjadi produk olahan sebelum dijual dan dikirim ke pasar. 

Melalui upaya ini diharapkan produksi bahan-bahan baku di NTB dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Gubernur NTB mengapresiasi keseriusan Walikota Bima, untuk mendorong para milenial muda menjadi wirausaha, mengelola potensi alam dan bahan baku atau bahan mentah di daerah.

Dikatakan, semangat industrialisasi harus mulai dari pemimpin. Untuk itu, daerah harus berani mengolah bahan mentah. Karena Industrialisasi itu upaya serius  semua pihak mengelolah bahan mentah.

“Kita jangan senang, produk mentah kita jual, kemudian kembali produk jadi yang lebih mahal, Maka pemda harus berani, memakai produk lokal. Karena Industrialisasi , merupakan proses mengolah menjadi memiliki nilai tambah,” tegasnya.

Sehingga hadir lahan baru untuk menciptakan lapangan kerja dan mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat.

Di tangan pemuda

Sementara itu, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE., mengatakan masa depan industrialisasi tergantung anak muda.

“Untuk itu, kami dorong para milenial untuk mengembangkan UMKM dengan konsep industrialisasi, di era digitalisasi ini,”kata Walikota Bima.

Sehingga, Pemkot Bima mendorong tempat berkembangnya anak muda membangun kreatifitas dan wirausaha.

Dikatakannya bahwa, ada 23.034 UMKM yang terdata di Kota Bima.  Begitu juga usaha yang tidak terdata, ada sekitar 10.000 UMKM.

“Ini modal besar ada kreasi masyatakat kita. Termasuk UMKM yang bergerak pada tenunan atau kuliner,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kota Bima juga membangun rumah kemasan, untuk membina masyarakat yang bergerak di UMKM, agar produknya laku dipasar.

Sehingga  sinergikan misi dan program Prov. NTB,  dapat dikerucutkan dengan program Pemprov. NTB.

Selain itu, Pemkot juga mendorong sektor pariwisata untuk dimajukan dan dikembangkan di Kota Bima. Dalam mendukung UMKM di Bima.

Ditambahkan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME., roadshow ini merupakan upaya untuk meningkatkan sinergitas industrialisasi dan pembangunan ekosistem industri di NTB.

“Termasuk menggelar Talkshow tematik industrialisasi juga digelar Expo produk industri, klinik konsultasi dan layanan dari masing-masing OPD serta stakeholder dengan  mengundang industri kecil mikro binaan OPD,” jelasnya.

Kadis juga mengaku, kelebihan Kota Bima, mahasiswa yang kuliah keluar daerah, ketika kembali ke daerahnya, berani berkreatifitas untuk membuka usaha.

BACA JUGA: NTB dan NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028

Sehingga, saat ini bagaimana Kota Bima terus  mengembangkan dan membina serta menajukan wirausaha muda dan UMKM.

Sedangkan Prof. Atun akademisi UIN Mataram pendiri sekilah perjumpaan Larimpu, mengatakan, mendirikan sekolah rintisan perempuan untuk melakukan pembaharuan.

“Karena perempuan juga perlu di dorong untuk berwirausaha. Apalagi kaum perempuan ini banyak yang terlibat membangun usaha,”terangnya.

Ia juga berpesan, pilihan hidup luas tidak sempit. Tidak perlu hanya mengandalkan untuk mengejar PNS 

“Karena peluang kerja juga, tidak melulu sebagai PNS, namun wirausaha menjadi pilihan, Ini nilai-nilai yang saya tanamkan kepada ibu-ibu disekolah perjumpaan perempuan,” ungkapnya.

Talshow yang dipandu Moderator Agus Talino, pimpinan media Suara NTB ditutup dengan pemberian bantuan kepada UMKM kota Bima.

Turut mendampingi Gubernur, Asisten 2 Setda Provinsi NTB,  Kadis Perindag, Sekertaris Bappeda, Kepala BridaK kepala Disdak,  Kadis ketahanan Pangan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Tambun, Kadis LHK, Kadis Kesehatan, Kadis Peternakan dan Keswan, Kadus Dikbud, Kadis DPMPTSP, Kadis Desa dan Dukcapil,  Kadis DP3AP2KB, Kepala Bakesbangpol, Karo Ekonomi, Karo Adpim, PLT Karo PBJ, GM Geopark Tambora dan sejumlah Kepala Cabang, UPTD Provinsi di Bima. ***

 




Pembangunan Pusat Pemerintahan KLU akan Selesai Lebih Cepat

Progres Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara Capai 82 Persen, diperkirakan selesai bulan Desember 2022

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara di atas lahan 2,6 hektare dengan total luas lahan untuk bangunan kantor mencapai 2.332 meter persegi, sudah mencapai sekitar 82 persen.

Gedung Kantor Bupati Lombok Utara itu direncanakan terdiri atas empat lantai, dengan anggaran mencapai senilai 43 Milyar rupiah.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok Utara, Kahar Rizal, ST, Rabu (14/09/22) pada wartawan di ruang kerjanya. 

Kadis PU dan Penataan Ruang KLU menjelaskan, pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara selesai lebih cepat
Kahar Rizal, ST, MT

Terwujudnya pembangunan pusat pemerintahan di Lombok Utara, NTB itu merupakan salah satu harapan masyarakat atau warga Kabupaten Lombok Utara. 

BACA JUGA: Layanan Khusus di Hari Kunjungan Perpustakaan

Kahar Rizal mengatakan, dengan progres yang diperkirakan capai 82 persen saat ini berarti terwujudnya Pusat Pemerintahan itu akan lebih cepat dari target semula, yaitu selesai Desember tahun 2022. 

“Meski demikian, jika ada sisa waktu pihak kontraktor akan memanfaatkannya untuk perbaikan jika ada kekurangan,” kata Kahar.

Menurutnya, hal menarik dari bangunan Kantor Bupati terletak pada desain atap gedung menyerupai atap Masjid Kuno Bayan. 

Ikon itu tentu akan membuat desain arsitektur Kantor Bupati terlihat lebih menarik dan elegan, sebab menonjolkan simbol adat dan budaya Dayan Gunung, tambahnya. 

“Saya yakin, pembangunan Kantor Bupati ini selesai lebih cepat dari target, dimana kalau saya lihat proses pekerjaannya terkadang lembur dan ditunjang dengan alat alat yang memadai sehingga pengerjaannya cepat,” jelas Kahar.

Terkait progres pelebaran jalan nasional, Kahar menegaskan bahwa itu ranahnya Balai Jalan Nasional. Pihaknya hanya mendampingi. 

BACA JUGA: Wabup Danny Jelaskan Rancangan Nota Keuangan APBDP KLU

“Sepengetahuan saya, sudah pada tahap pembebasan lahan. Proses sosialisasi, pendataan dan pemasangan patok (batas) sudah selesa dan masuk pada tahap pembebasan,“ jelas Kahar Rizal.***

 

 




Layanan Khusus di Hari Kunjungan Perpustakaan 

Peringati Hari Kunjungan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip NTB memberikan layanan khusus dan berbeda dari biasanya 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB berkomitmen memberikan dan meningkatkan pelayanan yang maksimal untuk para pustakawan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M.M saat memimpin apel memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan 2022di Halaman Kantor Dispersip NTB, Rabu (14/09/22).

BACA JUGA: KONI Tetapkan NTB dan NTT Tuan Rumah PON XXII 2028

Dengan pakaian nasional, para petugas memberi layanan khusus untuk pengunjung perpustakaan

“Setiap tanggal 14 September, diperingati sebagai Hari Kunjungan Perpustakaan. Jadi hari ini teman-teman dari Perpustakaan dan kearsipan 72 orang yang akan memberikan layanan yang berbeda dengan hari lainnya. Hari ini para pengujung dipersilahkan datang duduk manis, diberikan hidangan kemudian dicarikan buku yang dibutuhkan,” ujar Tri Budi Prayitno.

Para pegawai Dispersip pun serentak memakai pakaian adat nusantara yang dirangkaian dengan fashion show dan diikuti oleh seluruh pegawai. 

Selain itu, Disperkip juga menyuguhkan kudapan gratis bagi para pengunjung yang datang. Tour singkat juga dipandu oleh Kadispersip NTB yang bertujuan untuk menunjukkan fasilitas apa saja yang sudah dimiliki. 

Mas Yiyit, sapaan akrab Kadispersip NTB juga menegaskan, telah terjadi banyak peningkatan fasilitas di Perpustakaan Daerah NTB. 

Salah satunya adalah sudah adanya aplikasi digital untuk membaca buku-buku yang tersedia di Pusda. 

Aplikasi tersebut bernama NTB-Elib yang bisa diunduh di playstore dan diakses oleh semua kalangan.

“Sudah terdapat akses buku digital yang bernama NTB-elib (electronic liberary), bisa diunduh di playstore, sebagian buku-buku pelajaran dari SD sampai SMA termasuk buku umum dan buku fiksi yang bisa dipinjam lama. Kalau sekarang memamng masih minim baru 1.716 buku,” jelas Mas Yiyit.

Peningkatan fasilitas di Pusda NTB adalah bentuk dari kerja kolaborasi literasi yang menghimpun berbagai macam pihak di NTB, terutama organisasi literasi yang kini sudah berjumlah 132 organisasi. 

“Kerja literasi adalah kerja kolaborasi jadi kita menghimpun berbagai macam pihak, di NTB terdapat sekitar 132 organisasi literasi yang bernaung dalam konsorsium NTB membaca,” kata Tri Budiprayitno.

Terdapat pula gerakan bunda literasi yang menyasar keluarga-keluarga dan ibu-ibu PKK, agar literasi semakin meningkat dikalangan keluarga terutama anak-anak. 

Dengan diperingatinya Hari Kunjungan Perpustakaan tahun 2022, Kadispersip NTB berharap mendapatkan lebih banyak sumbangan buku bacaan. 

Ia menghimbau kepada masyakat yang memiliki buku tidak terpakai dapat dihibahkan ke Pusda.

BACA JUGA: Dua Raperda Prakarsa Disetujui Legislatif NTB

 “Harapannya terus terang kita masih banyak memerlukan buku karena tingkat kegemaran membaca masyarakat bisa disebut lumayan. Namun, karena bukunya yang terbatas sehingga kita membutuhkan buku baru dan mencoba menggelontokan program baru yaitu sedekah buku. Jika masyarakat mempunyai buku yang sudah tidak terbaca silahkan sedekahkan dan akan memberikan kemanfaatan dan keberkahan bagi banyak orang,” tutupnya.

Turut hadir pada acara peringatan Hari Kunjungan Perpustakan tersebut yaitu Plt. Kadis Kominfotik NTB, Ketua KPID Provinsi NTB dan Ketua Ikatan Guru Indonesia Kota Mataram. ***

 




KONI Tetapkan NTB dan NTT Tuan Rumah PON XXII 2028

Gubernur NTB mengatakan, perjuangan NTB untuk lolos dan ditetapkan oleh KONI menjadi tuan rumah PON XXII Tahun 2028  tidak mudah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang menjadi rangkaian Rapat kerja Nasional (Rakenas) Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat tahun 2022, menetapkan Provinsi NTB dan NTT sebagai Tuan Rumah PON tahun 2028, Selasa (13/09/22) sore. 

Kata Gubernur NTB, penetapan KONI melalui perjuangan tidak mudah
Gubernur NTB Zulkieflimansyah

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyambut baik penetapan tersebut, setelah persyaratan dan mekanisme melalui tahapan verifikasi oleh Tim TPP KONI Pusat.

“Alhamdulillah di Jakarta sore ini, KONI Pusat Menetapkan NTB dan NTT sebagai Tuan Rumah PON th 2028,” kata Bang Zul sapaan populer Gubernur NTB, Selasa (13/09/22) di Jakarta.

BACA JUGA: NTB dan NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII Tahun 2022

Diakui Bang Zul, perjuangan untuk lolos dan ditetapkan menjadi tuan rumah PON  tidak mudah. Ini terwujud berkat semangat, kerja keras dan kekompakan bersama semua stakeholder.

Ke depan akan banyak cabang Olah Raga yang akan di pertandingkan. Sehingga mau tidak mau NTB harus memiliki faslitas olah raga kelas nasional bahkan internasional.

Ditambahkan Gubernur Zul, menjadi Tuan Rumah PON 2028 adalah kerja besar. Provinsi NTB. Sehingga akan  kedatangan banyak sekali tamu dan menggerakkan  pariwisata,  dan juga ekonomi secara keseluruhan.

Termasuk misalnya hotel, restauran, moda transportasi, pesawat, kapal, bandara, pelabuhan, dan fasilitas lain harus  dibenahi dan perbaiki.

“Insya Allah kalau semuanya lancar, mimpi kita memiliki Stadion Besar Kelas Dunia untuk pembukaan dan penutupan PON akan ada di daerah kita,” ujarnya.

Doktor Ekonomi Industri tersebut, menyatakan siap membangun fasilitas dan sarpras untuk keberlangsungan dan mendukung kelancaran olahraga bergengsi tanah air yang diikuti oleh 34 provinsi se-Indonesia.

Musornaslub KONI Pusat tahun 2022 menetapkan NTB dan NTT sebagai Tuan Rumah PON XII tahun 2028

Sementara itu, Ketua KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman menyampaikan terima kasih atas ketersediaan dan keinginan NTB dan NTB menjadi  Tuan Rumah PON tahun 2028.

BACA JUGA: Dua Raperda Prakarsa Disetujui Legislatif NTB

“Untuk Gubernur NTB dan NTT, kami sampaikan terima kasih telah bersedia menjadi tuan rumah PON,” ungkap Marciano Norman. ***

 

 




NTB dan NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028

Akhirnya yang diharapkan kesampaian, Probinsi NTB dan NTT menjadi tuan rumah bersama penyelenggaraan PON XII Tahun 2028

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah sah menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028. 

Musornaslub KONI 2022

Hal ini diputuskan pada Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang menjadi rangkaian Rapat kerja Nasional (Rakenas) KONI Tahun 2022, di Jakarta pada 12-13 September 2022. 

Menjadi calon tunggal, NTB dan NTT memenuhi persyaratan menjadi Tuan Rumah PON setelah melalui verifikasi Tim TPP KONI Pusat dari segi kesiapan venue-venue, akomodasi, konektivitas dan juga fasilitas pendukung seperti Rumah Sakit. 

BACA JUGA: Ironman-Triathlon 2022 Dibuka Sekda NTB

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, kita sudah sama-sama menyaksikan kesuksesan PON di Papua dan 2024 besok akan ada PON di barat yaitu Aceh.

 “Mungkin itu juga pertimbangannya, karena NTB dan NTT itu kan di tengah. Sehingga kita benar-benar merefleksikan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Seperti pesan dari pak Ketua KONI bahwa olahragalah yang akan mempersatukan kita,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah. 

Tentang persiapan infrastruktur olahraga di NTB jelang PON XXII tahun 2022, Gubernur menyatakan waktu 6 tahun cukup untuk menyelesaikan kekurangan-kekurangan di beberapa venue. 

“Yang sudah ada akan direnovasi, tinggal beberapa cabang yang akan kami gesa untuk seperti lapangan tenis”, tambah gubernur. 

Gubernur juga memastikan seluruh kegiatan PON XXII tidak hanya akan terpusat di Mataram, tapi juga mengusung semangat pemerataan dan partisipasi

BACA JUGA: Lombok Sumbawa Fair Digelar Jelang WSBK

Ketua KONI Pusat menyampaikan terima kasih atas kesungguhan keinginannya sebagai Tuan Rumah PON, yang ditunjukkan NTB dan NTT dari sejak Musornaslub ini. 

“Terima kasih atas kesungguhan Gubernur NTB dan Gubernur NTT sehingga proses pemilihan ini bisa berjalan dengan baik”, ujarnya.***

 




Wabup Danny Jelaskan Rancangan Nota Keuangan APBDP KLU

Dalam Rapat Paripurna DPRD KLU, Wabup Danny mencermati lebih mendalam atas masukan dan pemikiran Pimpinan dan anggota DPRD

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST, M,Eng, menyampaikan penjelasan terkait pengantar rancangan nota keuangan APBD Perubahan Lombok Utara tahun anggaran 2022, Selasa (13/09/22).

Dalam Rapat Paripurna itu Wabup Danny menyampaikan penjelasan atau jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD KLU terhadap pengantar Nota Keuangan beserta rancangan APBD Perubahan Kabupaten Lombok Utara tahun 2022.

BACA JUGA: Rancangan APBD Perubahan KLU 2022 Disampaikan Bupati Djohan

Wabup Danny mencermati masukan dan pemikiran pimpinan dan DPRD KLU

Dalam jawaban itu, Wabup Danny mencermati lebih mendalam atas masukan dan pemikiran Pimpinan dan Anggota DPRD, mulai dari komponen pendapatan pengeluaran pembelanjaan maupun komponen pembiayaan daerah. 

“Kami berterima kasih, secara umum pandangan fraksi-fraksi terhadap penyampaian pengantar rancangan Nota Keuangan tentang APBD Perubahan KLU  2022. Terdapat beberapa hal yang menjadi catatan dan perhatian pemerintah dalam peningkatan pembangunan. Mulai dari setrategi dan prioritas dalam mengelola pendapatan daerah, hingga permasalahan utama yang berkaitan dengan belanja daerah,” kata Wabup. 

Wabup Danny juga memberi penjelasan terkait pertanyaan, antara lain, mengapa porsi belanja modal lebih kecil dari belanja operasi? 

“Karena terdapat belanja yang sifatnya wajib dan mengikat,” jealasnya. 

Selain itu dalam belanja operasi juga untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Besaran belanja

Belanja Operasi terdiri dari belanja pegawai yaitu Rp328.837.028.288,00. 

Sedangkan Belanja Barang dan Jasa Rp276.763.046.590,00.

Belanja Subsidi Rp700.000.000,00, dan Belanja Hibah Rp6.950.091.125,00.

Sedangkan Belanja Modal tahun ini terdiri dari Belanja Modal Tanah sebesar Rp 7.050.810.000,00. Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp36.270.229.546,00. 

Sementara Belanja Modal Gedung dan Bangunan  Rp72.659.626.542,00. 

Untuk Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi mencapai Rp59.048.363.476,00. Sedangkan belanja modal aset tetap lainnya Rp7.110.638.000,00. 

Dan ada beberapa belanja juga harus dilakukan penyesuaian akun belanja di antaranya, kegiatan pembangunan tangki septik, yang sebelumnya dianggarkan pada belanja modal harus disesuaikan menjadi belanja barang yang diserahkan pada masyarakat. 

BACA JUGA: Gerakan Sikat Gigi dan Mulut Bersama dari Sekolah

“Jawaban Pemerintah Daerah atas pandangan pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD KLU semoga diridhoi Allah swt, dan semua upaya dan ikhtiar kita untuk mencapai cita cita yang mulia dan memajukan masyarakat daerah yang kita cintai ini,” ucap Wabup Danny. ***

 

 




Dua Raperda Prakarsa Disetujui Legislatif NTB

Menambah payung hukum di NTB setelah DPRD NTB menyetujui dua Raperda dalam melaksanakan berbagai tugas pemerintahan  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk mempercepat pembangunan di NTB, sebanyak dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) telah disetujui untuk menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Rapat Paripurna ke-IV DPRD Provinsi NTB, Senin (12/09/22).

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang diwakili Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi i menyatakan, dengan disetujuinya dua buah Raperda Prakarsa tersebut, akan menambah payung hukum di NTB.

BACA JUGA: Komitmen Mensejahterakan Rakyat Tanpa Merusak Lingkungan

Sidang Paripurna DPRD NTB menyetujui dua raperda

“Dengan disetujuinya dua buah Raperda prakarsa ini, akan menambah payung hukum bagi kita semua dalam melaksanakan berbagai tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan NTB. Sebagaimana hajat kita bersama untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan terbaik dalam masyarakat serta dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di daerah kita tercinta ini,” kata Sekda membacakan sambutan Gubernur di Ruang Rapat Paripurna.

Gubernur menyampaikan penghargaan kepada para pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB atas kerjasama dan komitmennya membangun daerah.

“Melalui kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD atas seluruh komunikasi, koordinasi, dan kerjasama yang baik serta komitmennya dalam ikhtiar membangun NTB,” ungkap Gubernur NTB.

Ia berharap seluruh regulasi yang dibahas dan dihasilkan dalam forum, benar-benar berfungsi untuk mengatur jalannya pembangunan di NTB, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Besar harapan kita bersama regulasi yang telah dibahas dan dihasilkan dalam forum sidang yang terhormat ini benar-benar bisa berfungsi mengatur jalannya pembangunan ke arah kemajuan perlindungan terhadap masyarakat serta mampu memberikan manfaat yang besar bagi pencapaian kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera,” katanya.

Dua Raperda Prakarsa yang telah disetujui menjadi Perda pada sidang paripurna ke-IV DPRD Provinsi NTB, yaitu dari Pansus IV Raperda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya, serta dari Pansus V Raperda tentang Fasilitasi Pencegahah dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

BACA JUGA: Mengapa Orang Mau Menjadi Pembunuh Bayaran

Hadir pada sidang paripurna tersebut, yaitu Kepala BNN Provinsi NTB, Forkopimda NTB, serta beberapa Kepala OPD Ruang Lingkup Provinsi NTB. ***