Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyampaikan penghargaan pada Bupati yang berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika
MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dianugerahkan untuk Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, atas partisipasi pada peran aktif fasilitasi implementasi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB.
Kepala BNN RI Komjen POL Dr. Petrus Reinhard Golose menyerahkan penghargaan itu pada acara Strategi War On Drugs atau pendidikan berkarakter anti narkoba bagi mahasiswa, di Universitas Mataram, Jum’at (16/09/22).
Hadir dalam penyerahan penghargaan itu Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, Para Bupati/Walikota, Rektor Unram, dan para Mahasiswa Unram.
Petrus Reinhard Golose menyambut baik atas antusiasme melalui acara War On Drugs. Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mengambil andil dalam membuat gerakan stop narkoba.
“Mahasiswa jangan pernah tergiur oleh narkoba, narkoba memang terkesan menggiurkan tapi dampak buruk yang diberikan sangat besar,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan, para mahasiswa yang hadir agar lebih menjaga diri sendiri, serta waspada bahaya narkoba.
“Kehancuran bangsa dimulai dari rusaknya kehidupan generasi muda, kita pahami dampak buruk narkoba dan cara penanganannya sehingga mampu menjadi generasi muda yang jauh dari narkoba,” kata Bambang.
“Harapan saya para mahasiswa lebih menjaga diri, mampu menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dimasa yang akan datang,” katanya.
Pada kegiatan ini, BNN RI menyerahkan penghargaan War On Drugs untuk para bupati dan walikota serta lainnya.***
Kunjungan UNICEF Indonesia Bahas Capaian Sanitasi SDG’s
Wagub NTB terima kunjungan UNICEF Indonesia yang akan melihat progres pencapaian, dan pelaksanaan pengelolaan sanitasi aman yang dilakukan Pemerintahan Daerah
MATARAM.lombokjournal.com ~Kunjungan UNICEF Kantor Perwakilan NTT/NTB dan UNICEF Indonesia di Provinsi NTB, mendapat sambutan baik dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.
Maksud kunjungan itu untuk melihat progres pencapaian, tantangan, dan gap pelaksanaan pengelolaan sanitasi aman yang dilakukan oleh Pemerintahan Daerah.
“Terimakasih atas kunjungannya, terimakasih atas apresiasi baiknya untuk NTB dan komitmennya dalam pembangunan kesehatan”, sambut Ummi Rohmi, di Aula Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (15/09/22).
Seperti yang kita ketahui UNICEF sejak lama mendukung Pemprov NTB untuk pemenuhan hak anak. NTB sudah memiliki banyak dukungan di bidang sanitasi air bersih untuk kesehatan, gizi dan perlindungan anak.
Kerjasama ini selalu berkoordinasi dengan Bappeda dan dinas-dinas terkait lainnya.
“Tentu kami terus membutuhkan bantuan dari UNICEF untuk memastikan kami bisa menyelesaikannya. Tentu ini tidak mudah, tetapi dengan bekerja bersama-sama maka tidak ada yang tidak mungkin. Terima kasih kepada UNICEF atas kerja kerasnya dalam membantu NTB, khususnya dalam pembangunan kesehatan”, ungkap Wagub.
Yudistira Yuwangu, selaku Kepala Perwakilan UNICEF untuk wilayah NTB dan NTT menyampaikan, sebelumnya UNICEF Indonesia berkunjung ke daerah Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan NTB provinsi ke-4 yang dikunjungi. Pemda juga menerima dan menjelaskan bagaimana kondisi dan kemudian kita juga turun langsung ke lapangan, Lotim dan KSB”, jelasnya.
Di Kabupaten Sumbawa Barat peninjauan lapangan cukup lama dan melihat semua program bagaimana desa STBM, sekolah yang mengikuti pola STBM, juga penanganan sanitasi yang aman, dan itu semua menjadi catatan bagi Pak Kanan dan UNICEF yang juga merupakan bagian dari masukan untuk bagaimana terus mendukung NTB agar bisa menjadi Provinsi ke-2 di Indonesia yang mencapai status Open Defacation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.
Untuk NTB sendiri tinggal sedikit lagi, dari 10 kabupaten/kota, 1 kabupaten lagi yang perlu dideklarasi, maka dengan begitu NTB akan menjadi provinsi ke-2 di Indonesia yang memiliki status ODF.
Akan tetapi pencapaian status ODF tidak berhenti sampai disitu, ada tahapan-tahapan penanganan lebih lanjut yang harus diperhatikan. Inilah yang akan terus didorong dan didukung sehingga pada akhirnya menuju penanganan sanitasi yang aman.
“Terus semangat walaupun kita sudah mencapai status ODF nantinya. Tapi kita tetap memperhatikan supaya mencapai penanganan sanitasi yang aman, dan pada akhirnya kita mencapai dengan apa yang disebut dengan pemenuhan pencapaian SDG’s khususnya yang ke-6,” tutup Yudistira.***
Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata
Di acara Gala Dinner bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Gubernur NTB menceritakan khasiat air awet muda di Narmada
LOBAR.lombokjournal.com ~ Di tengah acara Gala Dinner yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Kamis (15/09/22), Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mempromosikan destinasi wisata di Lombok.
Dikatakan, Provinsi NTB kaya akan potensi obyek wisata menarik.
Salah satunya ialah Taman Narmada yang memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional bahkan internasional.
“Saya anjurkan teman-teman semua untuk ke Taman Narmada. Konon menurut masyarakat sekitar, siapa saja yang membasuh dengan menggunakan air Narmada akan kembali awet muda,” kata Gubernur Zul.
Bang Zul sapaan akrabnya, mengucapkan selamat datang dan terimakasih telah memilih Provinsi NTB sebagai tempat untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan menarik seperti ini.
“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih semoga waktu yang dihabiskan di NTB ini penuh makna dan penuh arti,” ungkapnya.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose, M.M., dalam sambutannya mengajak seluruh jajarannya bersama dengan Pemrov NTB serta Forkopimda NTB untuk lebih semangat dalam perang melawan narkotika.
Lanjutnya, ia menceritakan secara singkat, asal mula pencucian uang diawali dari tindak pidana narkotika dan selanjutnya berkembang ke sektor-sektor lainnya.
Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih khususnya kepada Gubernur yang telah menyempatkan waktunya hadir langsung serta Pemrov NTB yang telah endeklarasikan War On Drugs Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang Narkotika di daerahnya.
“Terimakasih saya ucapkan semoga hal ini dapat menekan tindak pidana pencucian uang narkotika,” ucapnya.
Gala Dinner kali ini mengambil tema “Semangat War On Drugs Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang Narkotika”.
Di ujung acara memberikan sekaligus mengenakan jaket “War On Drugs” kepada Gubernur Zulkieflimansyah ***
Gubernur NTB Hadiri Kuliah Umum Mantan Sejawatnya di Unram
Hasto Kristiyanto yang memberi kuliah umum di UNRAM, disebut Gubernur NTB sebagai mantan rekan sejawat saat di DPR RI san merupakan narasumber yang bisa bicara apa saja
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menyambut baik Kuliah Umum yang diberikan oleh Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, MM, Doktor Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia kepada mahasiswa Universitas Mataram (Unram) di Ruang sidang Senat Rektorat Unram, Kamis (15/09/22).
Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul sapaan Gubernur meminta kepada para mahasiswa yang hadir untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.
Doktor Hasto yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), diceritakan Gubernur, tak hanya memiliki ilmu di bidang pertahanan, melainkan juga di dunia politik yang lebih luas.
“Jadi, adik-adik tidak hanya memiliki narasumber yang hanya expert di bidang pertahanan saja tetapi juga bisa bicara apa saja,” ungkap Bang Zul.
Dalam sambutannya, Bang Zul menceritakan Doktor Hasto merupakan rekan sejawatnya saat duduk di kursi DPR dan berada di komisi sama.
“Sosok aktivis mahasiswa yang menjadi salah satu bintang di Senayan saat itu,” kenang Gubernur.
Doktor Hasto sendiri membawakan materi kuliah bertajuk “Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negeri”.
Kuliah Umum tersebut diikuti oleh para mahasiswa Unram dan berjalan dengan atraktif.
Rokyal Aeni, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Unram, yang menghadiri Kuliah Umum tersebut mengaku cukup antusias.
Ia berharap para expert berbagai bidangterus didatangkan di Universitas Mataram agar mahasiswa bisa semakin kaya akan ilmu pengetahuan.
“Semoga besok-besok bisa menghadirkan pakar yang lebih beragam lagi,” tandasnya.***
Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan
Kuliah Umum “Pemikiran Geopolitik Soekarno” di Universitas Mataram, Hasto Kristiyanto ingin mahasiswa jadi pemimpin Negarawan yang punya tradisi membaca
MATARAM.lombokjournal.com ~ Doktor Ilmu Pertahanan, Hasto Kristiyanto menyampaikan Kuliah Umum di Universitas Mataram dalam kunjungannya di Pulau Lombok, Kamis(15/09/22).
Tenaga pengajar Universitas Pertahanan (Unhan) RI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, mengajak mahasiswa terlibat aktif berjuang membangun kepemimpinan di segala aspek.
Kuliah Umum dengan tema “Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negeri” tersebut merupakan kuliah umum ke-14 yang disampaikan Hasto. Sebelumnya, sejumlah perguruan tinggi ternama di tanah air telah lebih dahulu menggelar Kuliah Umum dengan tema yang sama.
“Inti utama Geopolitik Soekarno yang harus terus diperkuat adalah bagaimana rakyat Indonesia, termasuk generasi muda, harus selalu berjuang membangun kepemimpinan di segala aspek kehidupan,” kata tokoh kelahiran Jogjakarta tersebut.
Alumnus Universitas Gadjah Mada ini menekankan, dirinya hadir di Unram bukan untuk kepentingan politik praktis.
“Pemilu masih jauh,” imbuhnya dan disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.
Hasto tiba di Unram didampingi Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat, Pandam IX Udayana Mayjen Sonny Aprianto, dan Danrem 162/WB Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo.
Tak lama kemudian, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah juga tiba di lokasi Kuliah Umum yang digelar di gedung Rektorat Unram dengan dihadiri mahasiswa, para dosen, dan staf akademika perguruan tinggi terbesar di NTB ini.
Sementara dari Jakarta, Hasto didampingi Sekretaris Umum DPP Bamusi sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau karib disapa Gus Falah.
Sebelum Kuliah Umum dimulai, Rektor Universitas Mataram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan sambutan selamat datang. Disusul dengan sambutan Gubernur Zulkieflimansyah.
Prof Bambang dmemyampaikan ucapan terima kasihnya atas nama seluruh civitas akademika Unram atas keluangan waktu Hasto untuk menghadiri agenda Kuliah Umum di Unram.
Hasto kata Prof Bambang, hadir menyampaikan Kuliah Umum sebagai Dosen Unhan RI.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian tersebut menekankan pentingnya pentingnya mahasiswa tidak melupakan sejarah.
Sebab, sejarah banyak berulang dan banyak negara yang hancur justru karena melupakan sejarah.
Itu sebabnya, pemikiran Bung Karno selalu relevan dengan kondisi saat ini.
Gubernur Zulkieflimansyah mengemukakan, para mahasiswa dan seluruh civitas akademika Unram begitu beruntung dengan hadirnya Hasto dalam Kuliah Umum tersebut.
Orang nomor satu di NTB ini memang bersahabat dengan Hasto. Pertemanan keduanya begitu terentang lama. Dimulai saat keduanya sama-sama duduk di Komisi VI DPR RI di awal karir.
Saat itu, Anggota Komisi VI DPR RI memang banyak diisi oleh politisi muda dan berlatar belakang aktivis mahasiswa.
Hasto sendiri sebelumnya memang tercatat sebagai Ketua Senat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Sementara Gubernur Zul tercatat sebagai Ketua Senat Universitas Indonesia.
“Mas Hasto adalah bintang. Adik-adik mahasiswa harus banyak belajar. Beliau ditawari menjadi menteri tapi beliau tidak bersedia. Mudah-mudahan, ini bukan kedatangan Mas Hasto yang terakhir ke NTB,” kata Gubernur Zulkieflimansyah, yang meminta big applause untuk Hasto dari seluruh hadirin yang hadir.
Dalam Kuliah Umum ini, Hasto memaparkan hasil temuan risetnya yang menjadi disertasi doktoralnya di Unhan RI mengenai teori geopolitik Soekarno.
Termasuk bagaimana perbedaan geopolitik Soekarno yang menjadi antitesa dari geopolitik ala Barat.
Geopolitik Soekarno berorientasi membebaskan bangsa di dunia dari penjajahan dan menuju perdamaian abadi, sementara geopolitik ala Barat orientasinya ekspansi dan cenderung menjajah.
Ditegaskannya, pemikiran Geopolitik Soekarno didasarkan pada ideologi Pancasila. Tujuannya adalah untuk membangun tata dunia baru berdasarkan prinsip bahwa dunia akan damai apabila bebas dari imprerialisme dan kolonialisme.
Geopolitik Soekarno juga menekankan betapa pentingnya solidaritas bangsa berdasarkan koeksistensi damai (peaceful co existence) dan berorientasi pada struktur dunia yang demokratis, sederajat, dan berkeadilan.
“Kekuatan pertahanan negara dibangun untuk menjaga perdamaian dan sebagai benteng bagi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa,” kata Hasto menekankan.
Dengan segala keterbatasan pada masa memimpin Indonesia, Geopolitik Politik Soekarno telah mampu menghadirkan kepemimpinan Indonesia di tengah dunia.
Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno telah melampaui cara pandang geopolitik. Misalnya, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang melahirkan Dasa Sila Bandung yang luar biasa.
“Bung Karno mengalahkan konspirasi kolonialisme Belanda dalam pembebasan Irian Barat. Modalnya hanya merancang Konferensi Asia Afrika,” katanya.
Untuk melakukan hal tersebut, Indonesia tak menunggu menjadi negara yang memiliki sumberdaya melimpah. Modal Bung Karno untuk menggelar Konfrensi Asia Afrika hanya ide, imajinasi geopolitik, semangat juang, dan hospitality.
Memadukan intelektualitas dengan berbagai faktor sumber daya yang ada seperti demografi, teritori, politik, dan lainnya sehingga menjadikan seluruh variabel geopolitik sebagai instrument of national power.
“Hotel disediakan, makanannya disediakan khas kuliner nusantara. Kesemuanya ditampilkan penuh kebanggaan. Namun hasilnya adalah deklarasi Dasa Sila Bandung yang luar biasa,” urai Hasto.
Ia kemudian menjelaskan, bagaimana para mahasiswa dan mahasiswa terlibat sangat aktif selama berlangsungnya konfrensi yang dihadiri delegasi negara-negara Asia Afrika tersebut.
Hasto pun menampilkan secara khusus, foto-foto bersejarah yang memperlihatkan keterlibatan para mahasiswa Indonesia kala konferensi tersebut.
Aktualisasi di NTB
Bagaimana aktualisasi Geopolitik Soekarno untuk NTB di masa kini?
Hasto menekankan bagaimana NTB merupakan provinsi yang memiliki sumber daya yang besar.
Hasto menyebut potensi perkebunan jagung di NTB yang mencapai 270 ribu hektare. NTB juga merupakan daerah yang memiliki potensi sektor peternakan yang besar.
Di bidang kelautan dan perikanan, potensi rumput laut NTB mencapai 25 ribu hektare.
Juga potensi mutiara terbaik di dunia, dan bibit lobster di mana Lombok Timur diakui sebagai sentra benih lobster di Indonesia yang diakui sebagai yang terbaik di dunia.
NTB juga punya produksi tembakau virginia dengan kualitas nomor wahid.
Seluruh potensi yang dimiliki NTB tersebut harus dibangun dengan berdasar pemahaman geopolitik. Misalnya NTB, tidak perlu lagi mengirim benih lobster ke Vietnam.
Tetapi dengan mempekerjakan orang-orang Vietnam untuk mengembangkan lobster di NTB sehingga menjadikan NTB sebagai pemain utama pasokan lobster di dunia.
“Dalam hal ini, perguruan tinggi juga bisa mengambil peran besar. Perguruan tinggi tidak boleh menjadi Menara gading. Tapi perguruan tinggi harus membumi dengan memberi kemanfaatan yang besar untuk masyarakat. Termasuk dalam hal pengolahan sumber daya yang ada di depan mata,” tandas Hasto.
Di sinilah, para mahasiswa dan sleuruh civitas akademika Unram bisa terlibat aktif. Kuncinya tentu saja dengan memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperbanyak riset dan inovasi.
Selain itu, kampus juga harus bisa melakukan kaderisasi kepemimpinan mahasiswa. Perguruan tunggi harus mempersiapkan seluruh aspek kepemimpinan nasional dengan membangun kesadaran cara pandang geopolitik dalam mendayagunakan seluruh potensi instrument of national power bagi ketahanan nasional, kemajuan pembangunan, dan pertahanan negara Indonesia.
Hasto menekankan, pendidikan menjadi faktor terpenting kedua setelah variabel kepentingan nasional, jika Indonesia mau maju.
Dalam hal ini, perguruan tinggi harus menjadi salah satu motor penggerak kemajuan tersebut. Perguruan tinggi menjadi pelopor tindakan yang bersifat progresif revolusioner dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi melalui riset dan inovasi yang berpihak pada kemajuan daerah dan bangsa.
“Kampus bisa menjadi pusat pemikiran yang kritis dan menjadi ujung tombak pembangunan serta kemajuan bangsa Indonesia, dengan perkembangan zaman yang semakin modern,” tandasnya.
Kepada para mahasiswa yang hadir, Hasto meminta mereka menyiapkan diri menjadi generasi muda dengan berorientasi prestasi.
Menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Dan menggembleng diri dari sekarang.
“Jadilah pemimpin negarawan yang punya tradisi membaca. Tiada hari tanpa membaca buku dan berdiskusi,” katanya.
Disambut Kader
Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat mengungkapkan, Hasto menggelar kunjungan dua hari di NTB.
Hasto disambut puluhan kader PDIP semenjak tiba di Bandara Internasional Lombok, dengan penyambutan musik tradisi gendang beleq.
Hasto dan Gus Falah kemudian mendapat pengalungan kain tenun khas Suku Sasak, populasi utama yang mendiami Pulau Lombok.
Selain memberikan Kuliah Umum di Unram, Hasto kata Rachmat melanjutkan kegiatan dengan membuka Rapat Kerja Daerah PDIP NTB di Kantor DPD PDIP NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.
Sementara pada pagi ini, Hasto akan mengikuti senam Sicita di Kantor DPD NTB dan kemudian meresmikan musala yang akan menjadi tempat ibadah bagi masyarakat.
Sebelum betolak ke Jakarta, Hasto menutup kegiatan dengan mengunjungi Desa Sade, salah satu desa adat di Lombok Tengah. (*)
Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN
Wagub NTB, Sitti Rohmi Jalillah hadiri apel besar NTB Bersinar, mendampingi Kepala BNN RI mengungkapkan strategi cegah penyalahgunaan narkotika
MATARAM.lombokjournal.com ~Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., menghadiri Apel Besar NTB Bersinar mendampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang berlangsung di lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Mataram (15/09/22).
Dalam mewujudkan Indonesia yang Bersinar, Kepala BNN RI saat memimpin Apel mengungkapkan, strategi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Di antaranya dengan melakukan upaya pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika.
Selain itu, Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose, M.M. menyampaikan, kejahatan narkotika merupakan transnational organized crime atau kejahatan transnasional terorganisir.
Dimana tindak pidana ini terjadi di lintas perbatasan Negara yang melibatkan berbagai kelompok jaringan untuk bekerja lebih dari satu Negara, guna merencanakan dalam melaksanakan kejahatan yang berdampak pada Negara lain.
Sehingga perlu diberantas secara tuntas termasuk di Negara Indonesia.
Ditambahkan Kepala BNN, dengan tagline “War on Drugs” diharapkan seluruh bidang BNN RI, pusat maupun di wilayah serta stakeholder terkait lainnya bersama-sama bersinergi dalam program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Hal ini dilakukan untuk mewujudkan lembaga BNN sebagai lembaga yang transtable dan akuntabel sebagaimana amanat Presiden RI,” ungkapnya.
Tak lupa, Kepala BNN Komjen Pol Petrus mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah membentuk 10 Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) di kabupaten/kota se-NTB, untuk dijadikan best praktis awal sebagai role model bagi daerah lain.
“Semoga dengan program tersebut mampu menciptakan NTB menjadi Provinsi yang bersinar menuju Indonesia bersinar,” tutupnya.
Terakhir, Kepala BNN mengajak kepada seluruh stakeholder dan komponen masyarakat lainnya untuk peduli, bangkit dan terus bergerak melakukan upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan segala potensi yang dimiliki.
Sehingga tercipta lingkungan yang sehat, terhindar dari peredaran gelap narkotika. ***
Desiminasi Audit Kasus Stunting di KLU, Ini Pesan Wabup
Wabup Danny Karter ikuti desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kabupaten Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com~ Apresiasi tinggi disampaikan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, ST., M.Eng, atas kinerja yang dilakukan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lombok Utara.
Hal itu disampaikan Wabup Danny yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting KLU, saat mengikuti desiminasi Hasil Audit Kasus Stunting di Kabupaten Lombok Utara, di Aula DP2KBPMD, Kamis (15/09/22).
Ada pun hasil desiminasi audit yang telah di analisa oleh tim pakar sebagai acuan pembuatan program pada tahun berikutnya disosialisasikan pada masyarakat.
Sehingga mampu memberikan pemahaman dan pada akhirnya mampu membantu meningkatkan persentasi penurunan angka stuntingdi Lombok Utara.
“Saya minta semua OPD ikut bergerak bukan hanya dalam bidang kesehatan, namun juga pendidikan serta lainnya, menjalin kolaborasi yang baik untuk memberikan pengetahuan dan support dalam mensukseskan komitmen penurunan stunting,” imbuhnya.
Hadir pula Kadis P2KBPMD Ir. Hermanto Camat Kayangan Siti Rukayah SPt, para Tim Audit Kasus Stunting serta lainnya..***
Pengucapan Sumpah PAW Tiga Anggota DPRD Provinsi NTB
Asisiten I Setda Provinsi NTB hadiri pengucapan sumpah/janji Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB yang diwakili oleh Asisten I Setda Provinsi NTB, Ir. H. Madani Mukarom, B.Sc. F, M.Si, menghadiri Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Provinsi NTB Sisa Masa Jabatan Tahun 2019-2024, bertempat di Ruang Rapat Paripurna Provinsi NTB, Rabu (14/09/22).
Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Provinsi NTB dilakukan oleh tiga anggota DPRD, mereka adalah Roi Lasmana, A.Md, (PKB) Adhar (Partai Berkarya) dan Sukrin, S.Pd., M.Pd (PAN).
Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H. mengucapkan selamat dan terima kasih kepada anggota-anggota DPRD yang telah memberikan pengabdian, serta ucapan bela sungkawa atas meninggalnya H. Makmun, S.Pd.,SH.,M.Kn dan A. Kahar M. Rifai yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Saya ucapkan selamat datang dan bekerja bagi anggota DPRD Provinsi NTB yang hari ini telah dilantik. Tak lupa saya ucapkan bela sungkawa terhadap almarhum sahabat-sahabat kami dan terimakasih atas sumbangsihnya selama ini dalam memajukan Provinsi NTB ini,” ucapnya.
Lanjutnya, ia juga mengajak anggota DPRD yang baru dilantik untuk selalu mengemban amanah masyarakatdemi membawa NTB yang lebih Gemilang.
Untuk informasi, Roi Lasmana, A.Md menggantikan H. Makmun, S.Pd.,SH.,M.Kn yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu, demikian juga Adhar menggantikan A. Kahar M. Rifai yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Dan terakhir Sukrin, S.Pd., M.Pd menggantikan Ady Mahyudi yang telah mengundurkan diri untuk menjadi calon Wakil Bupati Bima pada tahun 2020 lalu. ***
Wagub NTB: Instrumen Fiskal Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Wagub NTB hadiri Rapat Paripurna penjelasan Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022
MATARAM.lombokjournal.com ~ Raperda perubahan APBD tahun anggaran 2022 dapat menjadi instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menuju NTB gemilang.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu pada Rapat Paripurna ke-1 DPRD Provinsi NTB masa persidangan III Tahun 2022, penjelasan terhadap Nota Keuangan dan Raperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022, Rabu (14/09/22) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB.
Di tengah usaha daerah untuk bangkit dari dampak Covid19, baru-baru ini Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan mencabut subsidi dan menaikkan harga bahan bakar minyak, dampak dari pergolakan inflasi yang melanda dunia termasuk Indonesia.
Kondisi ini akibat fluktuasi ekonomi dan politik dunia internasional.
Kebijakan ini telah menuai bermacam reaksi dari berbagai kalangan masyarakat di NTB.
“Kita berharap kondisi global dan nasional saat ini dapat terus membaik, selanjutnya kita berharap bersama kebijakan-kebijakan nasional dan daerah semakin berpihak pada kesejahteraan masyarakat kita,” ungkap Ummi Rohmi.
Kebijakan kenaikan BBM dikhawatirkan memicu kenaikan inflasi lebih dari yang sudah ditargetkan. Secara nasional inflasi diperkirakan naik atau bertambah hingga 1,8 persen. Untuk mengantisipasi gejolak ini, Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 134-PMK07-2022, yang mendorong Pemerintah Daerah untuk mampu mengatasi inflasi yang terjadi di masyarakat, dampak dari kenaikan BBM tersebut.
Pemprov NTB telah melakukan upaya yang optimal dengan menyusun berbagai langkah strategis untuk memenuhi arah Peraturan Menteri Keuangan.
Pemerintah memberikan perhatian yang tinggi terhadap dampak dari kebijakan tersebut.
“Kondisi-kondisi dinamis yang terjadi akhir-akhir ini tidak menyurutkan langkah kita untuk terus melakukan pembenahan dan perbaikan serta melanjutkan pembangunan di wilayah kita tercinta Provinsi NTB,” lanjutnya.
Menindaklanjuti nota kesepakatan terhadap perubahan-perubahan, segenap jajaran pemerintah telah melakukan kerja-kerja untuk meramu dan menyusun Perda tentang perubahan APBDyang merupakan arah kebijakan fiskal dalam melangsungkan pemerintahan di NTB.
Postur dan Perda tentang perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 sendiri terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. ***
Gubernur NTB Resmikan Bangunan Ponpes di Desa Karumbu
Sambutan masyarakat Desa Karumbu yang sangat antusias diapresiasi Gubernur NTB
BIMA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah meresmikan bangunan pondok pesantren Al-Karamah Desa Karumbu, Rabu (14/9/2022) di Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, sekaligus silaturahmi bersama masyatakat Desa Karumbu, dalam kunjungan kerja Gubernur NTB bersama rombongan Kepala OPD lingkup Pemprov. NTB, selama dua hari di Kota dan Kabupaten Bima.
Gubernur mengapresiasi sambutan masyarakat Desa Karumbu dan santri Ponpes Al-Karamah.
“Terimakasih masyarakat Karumbu, dan penampilan adik-adik yang marawis bagus sekali,” puji Gubernur Bang Zul.
Gubernur juga berharap, Ponpes terus berkembang dan bermanfaat untuk masyarakat Lanngudu. Termasuk adanya para santri ponpes yang telah lulus dan memperoleh beasiswa diluar daerah,”,kata pria kelahiran Sumbawa ini.
“Semoga adik-adik santri ponpes jadi peretas jalan bagi adik-adiknya, mendapatkan beasiswa bidik misi,” ucap mantan anggota DPR RI tersebut.
“Karena persoalan hutan berdampak terhadap kelestarian alam, ketersediaan air untuk pertanian dan lainnya, sehingga masyarakat yang menginginkan bendungan dapat mendukung penansman hutan,”ajak Bang Zul.
Sementara itu Camat Langgudu, Abdul Wahab menyampaikan ucapan terimakasih telah dikunjungi Gubernur. Diharapkan kunjungan ini bukan yang terakhir.
Ditambahkan oleh Ketua Yayasan yang diwakili Salahudin S. Ag, merasa bangga bangunan ponpes diresmikan oleh Gubernur NTB.
“Kami bangga, yang meresmikan bangunan adalah Gubernur NTB,” akunya.
Dijelaskannya ponpes tersebut terus berkembang seiring dengan waktu pendiriannya.
“Sehingga menghasilkan santri yang melanjutkan kuliah dan memperoleh beasiswa,” paparnya.
Sementara itu, sebelumnya Kades karumbu, Suherman, SH menyampaikan Desa Karumbu adalah Ibu Kota Kecamatan.
“Maka kami berharap agar lingkungan di sepanjang jalan provinsi sekitar desanya dapat dibantu untuk penataan,” harapnya.
Kades juga merasa bangga kunker Gubernur ke Langgudu lebih khusu di Karumbu merupakan mimpi masyarakat.
“Karena bisa bertemu kembali dengan Gubernur NTB,” timpalnya.
Hadir mendampingi Gubernur, Asisten 2 Setda Provinsi NTB, Kadis Perindag, Sekertaris Bappeda, kepala Brida, kepala Disdak, Kadis ketahanan Pangan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Tambun, Kadis LHK, Kadis Peternakan dan Keswan, Kadis DPMPTSP, Kadis Desa dan Dukcapil, Kadis DP3AP2KB, Kepala Bakesbangpol, Karo Ekonomi, Karo Adpim, PLT Karo PBJ, GM Geopark Tambora dan sejumlah Kepala Cabang, UPTD Provinsi di Bima. ***