Hasto Kristiyanto Resmikan Musala Tanzila Khadijah PDIP NTB

Didampingi Tuan Guru dan alim ulama, Hasto Kristiyanto resmikan Musala Tanzila Khadijah untuk memberi layanan beribadah pada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Didampingi para Tuan Guru dan alim ulama, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, meresmikan Musala Tanzila Khadijah di Kantor DPD PDIP NTB, Jumat (16/09/22). 

Kehadiran musala ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kesisiplinan dalam beribadah, tapi juga menjadi benteng moral seluruh kader dan umat Islam yang datang menunaikan salat sunah dan salat wajib.

Hasto Kristiyanto mengatakan, musala Tanzila untuk menggelorakan api Islam bung Karno
Peremian Musala Tanzila Khadijah

Peresmian diawali dengan sambutan Sekretaris Umum Bamusi sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau karib disapa Gus Falah. 

BACA JUGA: Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Putra KH Amru Al-Mu’tashim ini mengatakan, keberadaan musala Tanzila Khadijah tersebut sepenuhnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan yang juga merupakan salah seorang pengurus PBNU ini mengatakan, DPD PDIP NTB sebelumnya telah memiliki satu musala yang terdapat di area dalam kantor DPD. 

Namun, demi memudahkan masyarakat yang hendak beribadah, DPD PDIP NTB kemudian memutuskan membangun kembali satu musala yang sangat representatif dan persis berada di bagian depan kantor PDIP NTB, yang berada di Jalan Dr Soejono. 

Jalur ini merupakan salah satu jalan protokol di Kota Mataram, di mana kantor-kantor pemerintahan berdiri baik instansi Pemerintah Pusat, maupun instansi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram.

Untuk masyarakat yang datang beribadah, pengurus Musala nantinya juga menyiapkan sajian makanan dan minuman yang dapat dinikmati setiap usai menjalankan ibadah Salat Fardu.

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus Gus Falah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua DPD PDIP NTB yang juga merupakan koleganya sesama Anggota DPR RI, H Rachmat Hidayat, yang telah menginisiasi pembangunan musala hingga rampung. 

Gus Falah mengatakan, balasan untuk mereka yang membangun tempat ibadah akan datang langsung dari Allah SWT.

“Mereka yang membangun tempat ibadah di dunia, sekecil apa pun, Allah akan menggantinya dengan membangunkannya istana di surga,” kata Gus Falah.

Bung Karno dan Islam

Prasasti peresmian Musala Tanzila Khadijah sendiri, sebelumnya telah ditandatangani langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri. 

Lantaran pada saat yang sama, Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut sedang berada di Korea Selatan untuk menjadi pembicara dalam forum perdamaian yang dihadiri tokoh-tokoh dunia, Ibu Mega tidak bisa hadir secara langsung dalam peresmian, sehingga diwakili Hasto Kristiyanto.

Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan, peresmian musala ini adalah perwujudan nyata dari “Api Islamnya Bung Karno”, di mana Presiden Pertama RI tersebut menginginkan Islam menjadi agama yang maju, sehingga menjadikannya sebagai api sejarah peradaban. 

Selain menjadi tempat beribadah dan bermunajah, musala ini kata Hasto dihajatkan menjadi tempat lahir dan tumbuhnya pemikiran Islam. 

Tempat dilakukannya kajian-kajian fiqih. Tempat berdiskusi dan memperdalam ilmu agama, dan juga tempat kontemplasi.

“Kita akan menggunakan musala ini sebagai tempat memperkuat keimanan kita dan menjadi benteng moral kita. Dengan begitu, kerukunan yang menjadi prinsip Pancasila, akan dapat dijalankan umat dengan sebaik-baiknya,” kata Hasto.

Pada kesempatan yang sama, Hasto juga menyampaikan bagaimana kedekatan Bung Karno dengan Umat Islam. Tidak hanya di Indonesia namun juga umat Islam di dunia.

Dalam Konferensi Islam Asia Afrika tahun 1965, Bung Karno bahkan telah diberi gelar Pembebas Bangsa Bangsa Islam, karena andil besar Bung Karno atas kemerdekaan sejumlah negara-negara Islam seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair, dan Pakistan.

Di Pakistan dan negara-negara Afrika Utara tersebut, Bung Karno bahkan langsung mengerahkan armada kapal selam Whiskey milik Indonesia, untuk membantu perjuangan kemerdekaan negara-negara tersebut. 

Pada saat itu, Indonesia memang merupakan negara di belahan selatan dunia yang memiliki kekuatan militer yang sangat tangguh. Indonesia bahkan memiliki 12 unit kapal selam jenis Whiskey yang merupakan kapal selam tercanggih pada masanya.

Bahkan di Aljazair, Bung Karno menyelundupkan senjata ke sana untuk membantu perjuangan kemerdekaan warga Aljazair melawan penjajah Prancis. 

Langkah Bung Karno tersebut memantik beragam kekhawatiran. Hasto menceritakan, berdasarkan penuturan Guntur Soekarnoputra, yang kala itu sudah menempuh pendidikan sekolah menengah, Bung Karno diingatkan akan tindakannya yang bisa berimplikasi dengan datangnya sanksi dari Perserikatan Bangsa Bangsa. 

BACA JUGA: Aset Masyarakat Gili Trawangan Ada Titik Terang

Namun, Bung Karno bergeming.

Kepata Guntur, putra sulungnya, Soekarno menegaskan, apa yang dilakukannya adalah prinsip membumikan Pancasila. Bung Karno tidak takut kepada PBB. 

Bung Karno hanya takut kepada Allah SWT. Karena itu, Bung Karno meminta putranya tenang-tenang saja.

“Kalau PBB macam-macam, nanti Bapak kentuti,” kata Hasto mengutip ucapan Bung Karno yang disampaikan kepada Guntur kala itu.

Kata Hasto, Bung Karno ingin Bangsa Indonesia bukan menjadi bangsa penakut. Bukan menjadi bangsa yang mudah ditekan. 

Maka setelah negara-negara tersebut merdeka, nama Bung Karno diabadikan. Di Pakistan ada Bung Karno Square Khyber Bazar di Kota Pesawat. 

Sementara di Aljazair juga ada monument Bung Karno di jantung Kota Aljir, ibu kota negara yang dijuluki “Negeri Seribu Syahid” tersebut.

Bung Karno bahkan ingin Pancasila menjadi Piagam PBB. Dalam pidatonya “Membangun Dunia Kembali” (To Build The World a New) di hadapan Sidang Umum PBB ke-15 tanggal 30 September 1960, Bung Karno telah menyampaikan usulan tersebut secara langsung. Bung Karno haqqulyakin, Pancasila mampu membangun peradaban dunia.

Sayangnya, dalam perjalanan bangsa Indonesia, kata Hasto, banyak sejarah yang kemudian ditutupi, difitnah, dan Bung Karno dijauhkan dengan Islam. 

Padahal Bung Karno adalah santri sejati. Bung Karno misalnya digembleng langsung oleh tokoh masyhur Sarikat Islam HOS Tjokroaminoto. 

Bung Karno juga belajar langsung tentang Islam bermemajuan, Islam yang membangun peradaban yang bersekutu dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada KH Ahmad Dahlan, ulama besar tanah air, pahlawan nasional, dan pendiri Muhammadiyah. Bung Karno juga belajar langsung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, ulama besar bergelar pahlawan nasional dan merupakan pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama.

“Tapi, biarlah kalau ada yang memfitnah. Kalau ada sejarah yang dibelokkan. Kita memperjuangkan politik kebenaran. PDIP ingin menjadi rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya. Rumah bagi umat Islam,” kata Hasto.

Di bagian lain, Bung Karno bahkan adalah penyelamat Universitas Al Azhar, Kairo, sebuah perguruan tinggi Islam tertua di dunia yang namanya begitu masyhur hingga kini. 

Pada 1959, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, sudah bersiap menandatangani Surat Keputusan penutupan Universitas Islam Al Azhar Kairo, dan akan diganti dengan suatu institusi pendidikan yang baru. 

Namun, dalam kunjungan untuk menemui sahabatnya, Presiden Nasser, Bung Karno menyampaikan ketidaksetujuannya. Disebutnya, penutupan Universitas Al Azhar adalah sebuah kesalahan dan kekeliruan. 

Nasihat Bung Karno sangat didengarkan Presiden Nasser, dan membuatnya membatalkan penutupan Universitas Al Azhar Kairo dan eksis sampai saat ini.

Ucapan Bung Karno saat mengunjungi Universitas Al Azhar Kairo pada 24 April 1960, kini menjadi prasasti yang diletakkan di dekat Musala Tanzila Khadijah di Kantor DPD PDIP NTB. 

Dalam prasasti tersebut tertulis ucapan asli Bung Karno dalam ejaan Bahasa Indonesia lama, “Islam boekanlah sekedar sistem agama melainkan adalah seboeah adjaran jang lengkap oentoek Peradaban Rahmatan Lil Alamin”.  

Pun juga, Bung Karno memelopori penghijauan di Padang Arafah, setelah merasakan langsung bagaimana tandusnya Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji pada 1955. Bung Karno lalu mengajukan usulan penghijauan kepada Raja Arab Saudi Saud bin Abdulaziz al Saud untuk menanam ribuan pohon yang rindang. Bung Karno kemudian mengirimkan ribuan bibit pohon mimba atau sejenis pohon mindi dari Indonesia untuk ditanam di Arafah. 

Pohon-pohon itu kini dikenal dengan nama Pohon Sukarno, dan menjadi peneduh bagi jutaan jamaah haji saat menjalankan ibadah wukuf yang merupakan puncak rangkaian ibadah haji.

“Kalau untuk pembangunan tempat ibadah. Saya tidak bisa lagi merinci jumlah masjid, musala yang dibangun Bung Karno sebagai tempat ibadah bagi Umat Islam,” kata Hasto.

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Tokoh kelahiran Jogjakarta ini kemudian mendaulat para tuan guru dan alim ulama yang hadir untuk menggunting pita sebagai tanda peresmian Musala Tanzila Khadijah. 

Diawali doa yang dipimpin TGH Subki Sasaki, musala tersebut secara resmi dibuka dan dapat dipergunakan oleh kaum Muslimin.

Senam Sicita

Sementara itu, sebelum agenda peresmian musala, Hasto mengikuti kegiatan senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di Kantor DPD PDI Perjuangan. Hasto bersama sejumlah kader yang hadir melakukan sedikit pemanasan. 

Lagu Sicita lalu diputar dan semua kader ikut bergerak mengikuti arahan instruktur. Ratusan kader yang menggunakan kaus merah begitu semangat mengikuti gerakan instruktur senam.

Senam Sicita tersebut dilaksanakan sebanyak tiga kali. Hasto memang memancing instruktur menambah repetisi senam. “Sekali lagi, sekali lagi,” kata Hasto ketika senam Sicita sesi kedua selesai.

Hasto menyampaikan senam Sicita ini mengandung semangat nasionalisme dan kekayaan Nusantara. Di dalamnya terdapat aransemen lagu nasional, daerah, dan slogan-slogan Indonesia.

Namun begitu, yang terpenting, lanjut Hasto, senam ini bisa membawa kesehatan dan semangat bagi kader PDIP.

“Menurut penelitian UNJ, satu kali senam Sicita rata-rata bisa membakar seribu kalori,” kata Hasto. Doktor Ilmu Pertahanan itu juga menyampaikan kepada para kader betapa pentingnya menjaga kesehatan. Terlebih ke depan tahapan pemilu 2024 sudah berjalan.

“Dengan senam Sicita ini kita sehat, tahapan pemilu dapat dilakukan sebaik-baiknya dengan semangat. Jadi, semangat diawali kesehatan kita,” kata Hasto sembari berharap para kader rutin melaksanakan senam Sicita ini di Kantor DPD PDIP NTB.

Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Hasto kemudian mengunjungi Desa Adat Sade di Lombok Tengah. Di sana, Hasto mengenakan pakaian adat Sasak lengkap dengan keris. Hasto juga berdiskusi banyak dengan para pelaku usaha dan jasa pariwisata di sana. Menyaksikan langsung atraksi peresean dan melihat dari dekat bagaimana rumah asli masyarakat Suku Sasak. ***

 




Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting 

Khutbah Jum’at di seluruh masjid di NTB serentak menyerukan pencegahan stunting untuk meningkatkan kualitas SDM warga NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tumbuh kembang anak normal menjadi tujuan dan harapan bersama. Sebab anak yang sehat dan kuat serta berakhlak mulia menjadi impian pula sebagai penerus generasi bangsa Indonesia. 

Namun, anak yang lemah secara medis adalah anak yang kurang gizi dan sering sakit. 

Anak yang kekurangan gizi, bertubuh pendek, kecerdasannya juga “pendek” dikenal dengan nama stunting. 

BACA JUGA: Desiminasi Audit Kasus Stunting di KLU, Ini Pesan Wabup

Khutnah di masjid serentak menyerukan pentingnya mencegah stunting

Uraian itu disampaikan Dr. Subhan Abdullah Acim, MA  dalam Khutbah Jum’at bertempat di Masjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center, Mataram (16/09/22).

“Anak stunting saat ini jumlahnya sangat banyak. Angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi. Angkanya mencapai 37 persen,” katanya.

Menurutnya, angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting.

Karena itu, tugas pencegahan stunting ini sangat penting bagi umat Muslim. Sehingga menjadi tema Khutbah yang disampaikan di ribuan masjid se-NTB.

“Penanganan anak stunting ini akan menjadi amal dan ibadah yang baik bagi semuanya, sesuai dengan peran kita di masyarakat, sebagai kepala keluarga, pendidik, pelajar, pekerja, dan peran penting lainnya menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Subhan Abdullah.

Diuraikan khatib, angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi, angkanya mencapai 37 persen. 

Angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting. 

“Di NTB yang kita cintai ini, kasus anak stunting ditargetkan turun sebesar 14 persen pada tahun 2024, sejalan dengan target Nasional. Dari 19 persen pada tahun 2022 menjadi sebesar 14 persen pada tahun 2024. Data ini menggambarkan bahwa warga NTB masih perlu bekerja keras menurunkan angka stunting ini. Semua pihak baik Pemerintah dan masyarakat perlu bergotong royong untuk mensukseskan penurunan stunting target 14 persen pada tahun 2024,” urainya. 

Islam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, sehingga umat 

Islam harus tangguh dalam berbagai bidang. 

Tak hanya dalam urusan akhirat saja, namun segala lini kehidupan, baik sosial, budaya, kesehatan, gizi maupun ilmu pengetahuan, sehingga mampu berdiri sendiri, tak bergantung pada orang lain. 

“Dunia memang sangat berarti bagi manusia, karena merupakan ladang menuju Akhirat, yaitu tempat menanam, serta tempat investasi,” katanya. 

BACA JUGA: Kunjungan UNICEF Indonesia Bahas Penurunan Sanitasi SDG’s

Tak lupa, Khatib mengajak dengan bersama-sama bergerak dan mulai melakukan aksi nyata untuk mendukung upaya penanggulangan stunting di Provinsi NTB. Kerja keras, kerja sama, dan saling tolong menolong antar sesama untuk mendukung keberhasilan penanganan kasus anak stunting. 

“Mari kita bersama-sama membangun dan mengedukasi masyarakat bahwa stunting bukanlah aib. Menjadi tugas mulia kita bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak kita, terhindar dari berbagai penyakit, hidup sehat, makan makanan bergizi, mendapat ASI yang cukup, selalu berdoa agar kita selalu dalam rahmat dan lindungan Allah SWT,” ujarnya.***

 




Aset Masyarakat Gili Trawangan Ada Titik Terang

Permasalahan aset di Gili Trawangan sudah ada titik terang, masyarakat bisa mengelola dan diberikan kepastian hukum yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan

KLU.lombokjouenal.com ~ Kunjungan Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah bersama Menteri ATR/BPN Purnawirawan TNI, Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P ke Gili Trawangan, memberi titik terang terkait aset masyarakat di Gili Trawangan. 

Dikatakan Gubernur Zulkieflimansyah, Pemerintah akan memberikan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) kepada para pemiliki aset di Gili Trawangan setelah melalui proses verifikasi data. 

BACA JUGA: Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata 

Terkait aset di Gili Trawangan, masyarakat akan diberikan Hak Guna Bangunan
Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahyanto

“Sekarang pemerintah akan memberikan HGB, sertifikatnya ada. Ini untuk menjaga kita semua. Karena kami tugasnya memastikan rakyat itu aman, nyaman, adil dan sejahtera. Intinya kita tidak akan melupakan masyarakat dan tidak mungkin mengorbankan masyarakat,” kata Gubernur di Gili Trawangan, Jumat (16/09/22).

Ia berharap setelah kunjungannya kali ini untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat Gili Trawangan, tidak ada lagi rasa kecurigaan antara Pemerintah dan masyarakat. 

“Mudah-mudahan setelah ini tidak ada lagi salah sangka, kecurigaan, dan lainnya. Bahkan nanti kami juga akan kirim tim kesini untuk mendata secara detail siapa sebenarnya yang harus diperlakukan secara adil, tentunya dengan cara yang baik dan benar,” ujar Bang Zul, sapaan akrabnya. 

Sementara itu, Menteri ATR/BPN sekaligus Purnawirawan TNI, Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., juga menegaskan, masyarakat akan segera mendapatkan haknya dalam mengelola aset di Gili Trawangan untuk berusaha dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menteri ATR/BPN datang ke Gili Trawangan bersama Wamen, Gubernur, Kapolda untuk berdialog dan juga memberikan kepastian hukum atas tanah di Gili Trawangan agar masyarakat untuk berusaha.

“Kita berikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa mengelola ini dan diberikan kepastian hukum, yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan,” jelas Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Ia menjelaskan, Sertifikat HGB tersebut dapat dimanfaatkan dan diperpanjang untuk keperluan masyarakat sendiri. 

“Sertifikat HGB itu bisa dimanfaatkan oleh Bapak Ibu sekalian dan bisa diperpanjang, Pemda juga bisa mengontrol bahwa masyarakat masih terlibat di dalamnya. Supaya masyarakat juga tidak tergeser oleh kekuatan besar yang berusaha mengelola wisata ini. Sertifikat ini juga bisa untuk usaha. Bapak Ibu silahkan berusaha disini sebaik-baiknya, kemudian manfaatkan tanah nanti yang akan diberikan oleh Pemda dengan disertifikatkan oleh BPN,” tambahnya.

Setelah melalui proses verifikasi oleh Pemerintah Daerah, sertifikat HGB akan langsung diberikan kepada masyarakat pengelola aset Gili Trawangan, sehingga masyarakat tidak perlu risau lagi akan kepastian hukum.

BACA JUGA: Kunjungan UNICEF Indonesia untuk Bahas Capaian SDG’s

“Oleh sebab itu nanti dari Bapak Gubernur, dari Pemda juga akan memverifikasi Bapak Ibu sekalian untuk mengetahui siapa yang harus mendapatkan hak tersebut dan jangan sampai keluar dari wilayah sini. Itu semua akan diatur oleh Bapak Gubernur dan diberikan satu sertifikat HGB,” kata Menteri ATR/BPN RI.

Turut hadir pada acara tersebut yaitu, Wamen ATR/BPN RI, Kapolda NTB, para Pejabat Kementerian ATR/BPN, serta segenap Pimpinan OPD ruang lingkup Pemprov NTB.***

 




World Cleanup Day di Empat Dusun Lekok Desa Gondang

Aksi sosial World Cleanup Day digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara yang difokudkan di empat dusun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara gelar WCDI (World Cleanup Day Indonesia) di empat dusun dan pantai Sedayu Lekok desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan mengatakan, aksi world cleaningup Day untuk meningkatkan kepedulian mengelola sampah

“Aksi sosial ini dinaungi dan digagas oleh organisasi independen Let’s Do It World yang berbasis di Estonia pada 2014 silam,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Drs Rusdianto, M. Si, Sabtu (17/09/22). 

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Sejak tergabungnya Indonesia dalam WCD yakni tahun 2018-2021, WCD Indonesia terus memimpin di posisi puncak berdasarkan jumlah keterlibatan relawan secara global.

Berkaitan dengan hal  di atas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara mengadakan kegiatan WCDI yang di pusatkan di empat (4) dusun yaitu, Dusun Lekok Selatan, Utara, Tenggara dan Dusun  Lekok Timur sampai ke Pantai Sedayu Desa Gondang Kecamatan Gangga. 

Kegiatan yang di fasilitasi KLH KLU ini melibatkan Kades, Kadus,Kecamatan, Kader Posyandu Puskesmas Gangga, Organisasi OPAL KLU, Pokdarwis dan para siswa siswi Madrasah dan masyarakat umum.

Tak ketinggalan pula Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, turut hadir memberikan saran dan motivasi kepada ratusan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Rusdianto menghimbau, agar masyarakat bersama-sama membersihkan sampah, mulai dari halaman rumah masing-masing. Kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian dan kolaborasi semua elemen masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. 

Dikatakan Bupati Djohan, WCD Indonesia tahun ini diharapkan menjadi tempat untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah. 

Ini menjadi pendorong untuk mengendalikan perubahan iklim dari sektor sampah di tingkat yang paling rendah. 

Selain itu WCDI 2022 diharapkan menjadi langkah untuk bergerak, bekerja, produktif, berkolaborasi dengan masyarakat membangun pengelolaan sampah yang lebih baik melalui berbagai upaya.

Ia menambahkan, aksi Cleanup dan pilah sampah di lingkungan masing-masing ini sebagai tindaklanjut surat dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, tanggal 22 Agustus 2022, Nomor: .518/PSLB3/PUS/PLB.2/8/2022 tentang dukungan pelaksanaan kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2022.

Menurut Bupati Djohan, WCD Indonesia 2022 adalah gerakan sosial yang bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk memiliki kesadaran membersihkan, menjaga dan memelihara lingkungan mulai dari diri sendiri, rumah dan masyarakat.

Tahun ini, WCDI Indonesia mengusung tema “Kami 13 Juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”. 

Diharapkan sebanyak 13 juta relawan atau lima persen dari populasi masyarakat Indonesia dapat turut serta pada aksi tahun ini. 

Dan menjadi salah satu bagian dari sejarah aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia, yang akan dilaksanakan serentak mulai tanggal 10 hingga 25 September 2022.

Dengan difasilitasi kantong plastik sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup KLU, peserta jalan santai diminta untuk dapat memungut sampah.

Pemungutan sampah plastik atau kaleng. mulai yang mereka temui di halaman rumah masyarakat dan di perjalanan, sampai menuju finish di pantai Sedayu Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga.

BACA JUGA: Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Tidak Panik

Bupati Djohan hadir memberikan saran dan motivasi dalam kegiatan world cleaningup day

Pada kesempatan ini juga Dinas Lingkungan Hidup KLU merangkai kan kegiatan Bersih Pantai dengan penanaman puluhan pohon pelindung berupa Ketapang Kencana dan Palm Ekor Tupai berukuran tinggi, kurang lebih 2 meter dengan jarak tanam 5 sampai dengan 7 meter di sepa jang jalan Pantai Sedayu dan kisaran kali secara sampai pinggiran Pantai Sedayu. 

Puluhan kantong Planterbak dibagikan gratis sebagai tempat sampah sementara di angkut dengan mobil Dumptruk ke TPA Jugil. 

Usai kegiatan, Bupati Djohan melanjutkan perjalanan ke Senaru Bayan menghadiri kegiatan Festival dan Funbike. ***

 




Penghargaan dari BNN RI untuk Bupati Lombok Utara 

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyampaikan penghargaan pada Bupati yang berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dianugerahkan untuk Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, atas partisipasi pada peran aktif fasilitasi implementasi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB.

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

Saat menyerahkan penghargaan, Kepala BNN menyambut baik entusias Pemda

Kepala BNN RI Komjen POL Dr. Petrus Reinhard Golose menyerahkan penghargaan itu pada acara Strategi War On Drugs atau pendidikan berkarakter anti narkoba bagi mahasiswa, di Universitas Mataram, Jum’at (16/09/22). 

Hadir dalam penyerahan penghargaan itu Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, Para Bupati/Walikota, Rektor Unram, dan para Mahasiswa Unram.

Petrus Reinhard Golose menyambut baik atas antusiasme melalui acara War On Drugs. Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mengambil andil dalam membuat gerakan stop narkoba

“Mahasiswa jangan pernah tergiur oleh narkoba, narkoba memang terkesan menggiurkan tapi dampak buruk yang diberikan sangat besar,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan, para mahasiswa yang hadir agar lebih menjaga diri sendiri, serta waspada bahaya narkoba.

“Kehancuran bangsa dimulai dari rusaknya kehidupan generasi muda, kita pahami dampak buruk narkoba dan cara penanganannya sehingga mampu menjadi generasi muda yang jauh dari narkoba,” kata Bambang.

“Harapan saya  para mahasiswa lebih menjaga diri, mampu menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dimasa yang akan datang,” katanya.

BACA JUGA: Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata

Pada kegiatan ini, BNN RI menyerahkan penghargaan War On Drugs untuk para bupati dan walikota serta lainnya.***

 




Kunjungan UNICEF Indonesia Bahas Capaian Sanitasi SDG’s

Wagub NTB terima kunjungan UNICEF Indonesia yang akan melihat progres pencapaian, dan pelaksanaan pengelolaan sanitasi aman yang dilakukan Pemerintahan Daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kunjungan UNICEF Kantor Perwakilan NTT/NTB dan UNICEF Indonesia di Provinsi NTB, mendapat sambutan baik dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Maksud kunjungan itu untuk melihat progres pencapaian, tantangan, dan gap pelaksanaan pengelolaan sanitasi aman yang dilakukan oleh Pemerintahan Daerah. 

BACA JUGA: Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Wagub NTB menerima kunjungan UNIXEF Indonesia

“Terimakasih atas kunjungannya, terimakasih atas apresiasi baiknya untuk NTB dan komitmennya dalam pembangunan kesehatan”, sambut Ummi Rohmi, di Aula Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (15/09/22). 

Seperti yang kita ketahui UNICEF sejak lama mendukung Pemprov NTB untuk pemenuhan hak anak. NTB sudah memiliki banyak dukungan di bidang sanitasi air bersih untuk kesehatan, gizi dan perlindungan anak. 

Kerjasama ini selalu berkoordinasi dengan Bappeda dan dinas-dinas terkait lainnya.

“Tentu kami terus membutuhkan bantuan dari UNICEF untuk memastikan kami bisa menyelesaikannya. Tentu ini tidak mudah, tetapi dengan bekerja bersama-sama maka tidak ada yang tidak mungkin. Terima kasih kepada UNICEF atas kerja kerasnya dalam membantu NTB, khususnya dalam pembangunan kesehatan”, ungkap Wagub.

Yudistira Yuwangu, selaku Kepala Perwakilan UNICEF untuk wilayah NTB dan NTT menyampaikan, sebelumnya UNICEF Indonesia berkunjung ke daerah Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan NTB provinsi ke-4 yang dikunjungi. Pemda juga menerima dan menjelaskan bagaimana kondisi dan kemudian kita juga turun langsung ke lapangan, Lotim dan KSB”, jelasnya.

Di Kabupaten Sumbawa Barat peninjauan lapangan cukup lama dan melihat semua program bagaimana desa STBM, sekolah yang mengikuti pola STBM, juga penanganan sanitasi yang aman, dan itu semua menjadi catatan bagi Pak Kanan dan UNICEF yang juga merupakan bagian dari masukan untuk bagaimana terus mendukung NTB agar bisa menjadi Provinsi ke-2 di Indonesia yang mencapai status Open Defacation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Kuliah Umum mantan Sejawatnya, di Unram

Untuk NTB sendiri tinggal sedikit lagi, dari 10 kabupaten/kota, 1 kabupaten lagi yang perlu dideklarasi, maka dengan begitu NTB akan menjadi provinsi ke-2 di Indonesia yang memiliki status ODF.

Akan tetapi pencapaian status ODF tidak berhenti sampai disitu, ada tahapan-tahapan penanganan lebih lanjut yang harus diperhatikan. Inilah yang akan terus didorong dan didukung sehingga pada akhirnya menuju penanganan sanitasi yang aman. 

“Terus semangat walaupun kita sudah mencapai status ODF nantinya. Tapi kita tetap memperhatikan supaya mencapai penanganan sanitasi yang aman, dan pada akhirnya kita mencapai dengan apa yang disebut dengan pemenuhan pencapaian SDG’s khususnya yang ke-6,” tutup Yudistira.***

 

 




Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata 

Di acara Gala Dinner bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Gubernur NTB menceritakan khasiat air awet muda di Narmada

LOBAR.lombokjournal.com ~ Di tengah acara Gala Dinner yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Kamis (15/09/22), Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mempromosikan destinasi wisata di Lombok. 

Dikatakan, Provinsi NTB kaya akan potensi obyek wisata menarik. 

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalagunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

Gubernur NTB mengajak mengunjungi obyek wisata di Lombok
Gubernur Zulkieflimansyah (kaos oranye)

Salah satunya ialah Taman Narmada yang memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional bahkan internasional.

“Saya anjurkan teman-teman semua untuk ke Taman Narmada. Konon menurut masyarakat sekitar, siapa saja yang membasuh dengan menggunakan air Narmada akan kembali awet muda,” kata Gubernur Zul. 

Bang Zul sapaan akrabnya, mengucapkan selamat datang dan terimakasih telah memilih Provinsi NTB sebagai tempat untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan menarik seperti ini.

“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih semoga waktu yang dihabiskan di NTB ini penuh makna dan penuh arti,” ungkapnya.

Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose, M.M., dalam sambutannya mengajak seluruh jajarannya bersama dengan Pemrov NTB serta Forkopimda NTB untuk lebih semangat dalam perang melawan narkotika.

“Disini saya mengajak teman-teman, mari kita kobarkan semangat war on drugs khususnya memberantas tindak pidana pencucian uang narkotika” ujarnya.

Lanjutnya, ia menceritakan secara singkat, asal mula pencucian uang diawali dari tindak pidana narkotika dan selanjutnya berkembang ke sektor-sektor lainnya.

Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih khususnya kepada Gubernur yang telah menyempatkan waktunya hadir langsung serta Pemrov NTB yang telah endeklarasikan  War On Drugs Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang Narkotika di daerahnya.

“Terimakasih saya ucapkan semoga hal ini dapat menekan tindak pidana pencucian uang narkotika,” ucapnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Kuliah Umum mantan Sejawatnay di UNRAM

Gala Dinner kali ini mengambil tema “Semangat War On Drugs Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang Narkotika”. 

Di ujung acara memberikan sekaligus mengenakan jaket “War On Drugs” kepada Gubernur Zulkieflimansyah ***

 




Gubernur NTB Hadiri Kuliah Umum Mantan Sejawatnya di Unram

Hasto Kristiyanto yang memberi kuliah umum di UNRAM, disebut Gubernur NTB sebagai mantan rekan sejawat saat di DPR RI san merupakan narasumber yang bisa bicara apa saja 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menyambut baik Kuliah Umum yang diberikan oleh Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, MM, Doktor Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia kepada mahasiswa Universitas Mataram (Unram) di  Ruang sidang Senat Rektorat Unram, Kamis (15/09/22).

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul sapaan Gubernur meminta kepada para mahasiswa yang hadir untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. 

BACA JUGA: Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Gubernur NTB menyebut Hasto sebagai mantan rekan sejawatnya
Hasto Kristiyanto

Doktor Hasto yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), diceritakan Gubernur, tak hanya memiliki ilmu di bidang pertahanan, melainkan juga di dunia politik yang lebih luas. 

“Jadi, adik-adik tidak hanya memiliki narasumber yang hanya expert di bidang pertahanan saja tetapi juga bisa bicara apa saja,” ungkap Bang Zul.

Dalam sambutannya, Bang Zul menceritakan Doktor Hasto merupakan rekan sejawatnya saat duduk di kursi DPR dan berada di komisi sama.

“Sosok aktivis mahasiswa yang menjadi salah satu bintang di Senayan saat itu,” kenang Gubernur. 

Doktor Hasto sendiri membawakan materi kuliah bertajuk “Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negeri”. 

Kuliah Umum tersebut diikuti oleh para mahasiswa Unram dan berjalan dengan atraktif. 

Rokyal Aeni, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Unram, yang menghadiri Kuliah Umum tersebut mengaku cukup antusias. 

Ia berharap para expert berbagai bidang terus didatangkan di Universitas Mataram agar mahasiswa bisa semakin kaya akan ilmu pengetahuan. 

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalagunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

“Semoga besok-besok bisa menghadirkan pakar yang lebih beragam lagi,” tandasnya.***

 

 




Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Kuliah Umum “Pemikiran Geopolitik Soekarno” di Universitas Mataram, Hasto Kristiyanto ingin mahasiswa jadi pemimpin Negarawan yang punya tradisi membaca

MATARAM.lombokjournal.com ~ Doktor Ilmu Pertahanan, Hasto Kristiyanto menyampaikan Kuliah Umum di Universitas Mataram dalam kunjungannya di Pulau Lombok, Kamis(15/09/22). 

Tenaga pengajar Universitas Pertahanan (Unhan) RI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, mengajak mahasiswa terlibat aktif berjuang membangun kepemimpinan di segala aspek.

Kuliah Umum dengan tema “Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negeri” tersebut merupakan kuliah umum ke-14 yang disampaikan Hasto. Sebelumnya, sejumlah perguruan tinggi ternama di tanah air telah lebih dahulu menggelar Kuliah Umum dengan tema yang sama.

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

Hasto mengajak mahasiswa menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan
Hasto Kristiyanto )tengah)

 “Inti utama Geopolitik Soekarno yang harus terus diperkuat adalah bagaimana rakyat Indonesia, termasuk generasi muda, harus selalu berjuang membangun kepemimpinan di segala aspek kehidupan,” kata tokoh kelahiran Jogjakarta tersebut.

Alumnus Universitas Gadjah Mada ini menekankan, dirinya hadir di Unram bukan untuk kepentingan politik praktis.

 “Pemilu masih jauh,” imbuhnya dan disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.

Hasto tiba di Unram didampingi Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat, Pandam IX Udayana Mayjen Sonny Aprianto, dan Danrem 162/WB Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo. 

Tak lama kemudian, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah juga tiba di lokasi Kuliah Umum yang digelar di gedung Rektorat Unram dengan dihadiri mahasiswa, para dosen, dan staf akademika perguruan tinggi terbesar di NTB ini.

Sementara dari Jakarta, Hasto didampingi Sekretaris Umum DPP Bamusi sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau karib disapa Gus Falah.

Sebelum Kuliah Umum dimulai, Rektor Universitas Mataram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan sambutan selamat datang. Disusul dengan sambutan Gubernur Zulkieflimansyah.

Prof Bambang dmemyampaikan ucapan terima kasihnya atas nama seluruh civitas akademika Unram atas keluangan waktu Hasto untuk menghadiri agenda Kuliah Umum di Unram. 

Hasto kata Prof Bambang, hadir menyampaikan Kuliah Umum sebagai Dosen Unhan RI.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian tersebut menekankan pentingnya pentingnya mahasiswa tidak melupakan sejarah. 

Sebab, sejarah banyak berulang dan banyak negara yang hancur justru karena melupakan sejarah. 

Itu sebabnya, pemikiran Bung Karno selalu relevan dengan kondisi saat ini.

Gubernur Zulkieflimansyah mengemukakan, para mahasiswa dan seluruh civitas akademika Unram begitu beruntung dengan hadirnya Hasto dalam Kuliah Umum tersebut. 

Orang nomor satu di NTB ini memang bersahabat dengan Hasto. Pertemanan keduanya begitu terentang lama. Dimulai saat keduanya sama-sama duduk di Komisi VI DPR RI di awal karir. 

Saat itu, Anggota Komisi VI DPR RI memang banyak diisi oleh politisi muda dan berlatar belakang aktivis mahasiswa. 

Hasto sendiri sebelumnya memang tercatat sebagai Ketua Senat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Sementara Gubernur Zul tercatat sebagai Ketua Senat Universitas Indonesia.

“Mas Hasto adalah bintang. Adik-adik mahasiswa harus banyak belajar. Beliau ditawari menjadi menteri tapi beliau tidak bersedia. Mudah-mudahan, ini bukan kedatangan Mas Hasto yang terakhir ke NTB,” kata Gubernur Zulkieflimansyah, yang meminta big applause untuk Hasto dari seluruh hadirin yang hadir.

Dalam Kuliah Umum ini, Hasto memaparkan hasil temuan risetnya yang menjadi disertasi doktoralnya di Unhan RI mengenai teori geopolitik Soekarno. 

Termasuk bagaimana perbedaan geopolitik Soekarno yang menjadi antitesa dari geopolitik ala Barat. 

Geopolitik Soekarno berorientasi membebaskan bangsa di dunia dari penjajahan dan menuju perdamaian abadi, sementara geopolitik ala Barat orientasinya ekspansi dan cenderung menjajah.

Ditegaskannya, pemikiran Geopolitik Soekarno didasarkan pada ideologi Pancasila. Tujuannya adalah untuk membangun tata dunia baru berdasarkan prinsip bahwa dunia akan damai apabila bebas dari imprerialisme dan kolonialisme. 

Geopolitik Soekarno juga menekankan betapa pentingnya solidaritas bangsa berdasarkan koeksistensi damai (peaceful co existence) dan berorientasi pada struktur dunia yang demokratis, sederajat, dan berkeadilan.

“Kekuatan pertahanan negara dibangun untuk menjaga perdamaian dan sebagai benteng bagi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa,” kata Hasto menekankan.

Dengan segala keterbatasan pada masa memimpin Indonesia, Geopolitik Politik Soekarno telah mampu menghadirkan kepemimpinan Indonesia di tengah dunia. 

Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno telah melampaui cara pandang geopolitik. Misalnya, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang melahirkan Dasa Sila Bandung yang luar biasa.

“Bung Karno mengalahkan konspirasi kolonialisme Belanda dalam pembebasan Irian Barat. Modalnya hanya merancang Konferensi Asia Afrika,” katanya.

Untuk melakukan hal tersebut, Indonesia tak menunggu menjadi negara yang memiliki sumberdaya melimpah. Modal Bung Karno untuk menggelar Konfrensi Asia Afrika hanya ide, imajinasi geopolitik, semangat juang, dan hospitality. 

Memadukan intelektualitas dengan berbagai faktor sumber daya yang ada seperti demografi, teritori, politik, dan lainnya sehingga menjadikan seluruh variabel geopolitik sebagai instrument of national power.

“Hotel disediakan, makanannya disediakan khas kuliner nusantara. Kesemuanya ditampilkan penuh kebanggaan. Namun hasilnya adalah deklarasi Dasa Sila Bandung yang luar biasa,” urai Hasto.

Ia kemudian menjelaskan, bagaimana para mahasiswa dan mahasiswa terlibat sangat aktif selama berlangsungnya konfrensi yang dihadiri delegasi negara-negara Asia Afrika tersebut.

BACA JUGA: Wagub NTB: Instrumen Fiskal Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Hasto pun menampilkan secara khusus, foto-foto bersejarah yang memperlihatkan keterlibatan para mahasiswa Indonesia kala konferensi tersebut.

Aktualisasi di NTB

Bagaimana aktualisasi Geopolitik Soekarno untuk NTB di masa kini? 

Hasto menekankan bagaimana NTB merupakan provinsi yang memiliki sumber daya yang besar. 

Hasto menyebut potensi perkebunan jagung di NTB yang mencapai 270 ribu hektare. NTB juga merupakan daerah yang memiliki potensi sektor peternakan yang besar.

Di bidang kelautan dan perikanan, potensi rumput laut NTB mencapai 25 ribu hektare. 

Juga potensi mutiara terbaik di dunia, dan bibit lobster di mana Lombok Timur diakui sebagai sentra benih lobster di Indonesia yang diakui sebagai yang terbaik di dunia. 

NTB juga punya produksi tembakau virginia dengan kualitas nomor wahid.

Seluruh potensi yang dimiliki NTB tersebut harus dibangun dengan berdasar pemahaman geopolitik. Misalnya NTB, tidak perlu lagi mengirim benih lobster ke Vietnam. 

Tetapi dengan mempekerjakan orang-orang Vietnam untuk mengembangkan lobster di NTB sehingga menjadikan NTB sebagai pemain utama pasokan lobster di dunia.

“Dalam hal ini, perguruan tinggi juga bisa mengambil peran besar. Perguruan tinggi tidak boleh menjadi Menara gading. Tapi perguruan tinggi harus membumi dengan memberi kemanfaatan yang besar untuk masyarakat. Termasuk dalam hal pengolahan sumber daya yang ada di depan mata,” tandas Hasto.

Di sinilah, para mahasiswa dan sleuruh civitas akademika Unram bisa terlibat aktif. Kuncinya tentu saja dengan memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperbanyak riset dan inovasi.

Selain itu, kampus juga harus bisa melakukan kaderisasi kepemimpinan mahasiswa. Perguruan tunggi harus mempersiapkan seluruh aspek kepemimpinan nasional dengan membangun kesadaran cara pandang geopolitik dalam mendayagunakan seluruh potensi instrument of national power bagi ketahanan nasional, kemajuan pembangunan, dan pertahanan negara Indonesia.

Hasto menekankan, pendidikan menjadi faktor terpenting kedua setelah variabel kepentingan nasional, jika Indonesia mau maju. 

Dalam hal ini, perguruan tinggi harus menjadi salah satu motor penggerak kemajuan tersebut. Perguruan tinggi menjadi pelopor tindakan yang bersifat progresif revolusioner dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi melalui riset dan inovasi yang berpihak pada kemajuan daerah dan bangsa.

“Kampus bisa menjadi pusat pemikiran yang kritis dan menjadi ujung tombak pembangunan serta kemajuan bangsa Indonesia, dengan perkembangan zaman yang semakin modern,” tandasnya.

Kepada para mahasiswa yang hadir, Hasto meminta mereka menyiapkan diri menjadi generasi muda dengan berorientasi prestasi. 

Menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Dan menggembleng diri dari sekarang.

“Jadilah pemimpin negarawan yang punya tradisi membaca. Tiada hari tanpa membaca buku dan berdiskusi,” katanya.

Disambut Kader

Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat mengungkapkan, Hasto menggelar kunjungan dua hari di NTB. 

Hasto disambut puluhan kader PDIP  semenjak tiba di Bandara Internasional Lombok, dengan penyambutan musik tradisi gendang beleq.

Hasto dan Gus Falah kemudian mendapat pengalungan kain tenun khas Suku Sasak, populasi utama yang mendiami Pulau Lombok. 

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi 

Selain memberikan Kuliah Umum di Unram, Hasto kata Rachmat melanjutkan kegiatan dengan membuka Rapat Kerja Daerah PDIP NTB di Kantor DPD PDIP NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Sementara pada pagi ini, Hasto akan mengikuti senam Sicita di Kantor DPD NTB dan kemudian meresmikan musala yang akan menjadi tempat ibadah bagi masyarakat. 

Sebelum betolak ke Jakarta, Hasto menutup kegiatan dengan mengunjungi Desa Sade, salah satu desa adat di Lombok Tengah. (*)

 

 




Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

Wagub NTB, Sitti Rohmi Jalillah hadiri apel besar NTB Bersinar, mendampingi Kepala BNN RI mengungkapkan strategi cegah penyalahgunaan narkotika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., menghadiri Apel Besar NTB Bersinar mendampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang berlangsung di lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Mataram (15/09/22).

Dalam mewujudkan Indonesia yang Bersinar, Kepala BNN RI saat memimpin Apel mengungkapkan, strategi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. 

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi

Dalam Apel Besar NTB Bersinar diungkapkan strategi pencegahan pemberantasan Narkotika

Di antaranya dengan melakukan upaya pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. 

Selain itu, Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose, M.M. menyampaikan, kejahatan narkotika merupakan transnational organized crime atau kejahatan transnasional terorganisir. 

Dimana tindak pidana ini terjadi di lintas perbatasan Negara yang melibatkan berbagai kelompok jaringan untuk bekerja lebih dari satu Negara, guna merencanakan dalam melaksanakan kejahatan yang berdampak pada Negara lain. 

Sehingga perlu diberantas secara tuntas termasuk di Negara Indonesia.

Ditambahkan Kepala BNN, dengan tagline “War on Drugs” diharapkan seluruh bidang BNN RI, pusat maupun di wilayah serta stakeholder terkait lainnya bersama-sama bersinergi dalam program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. 

“Hal ini dilakukan untuk mewujudkan lembaga BNN sebagai lembaga yang transtable dan akuntabel sebagaimana amanat Presiden RI,” ungkapnya.

Tak lupa, Kepala BNN Komjen Pol Petrus mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah membentuk 10 Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) di kabupaten/kota se-NTB, untuk dijadikan best praktis awal sebagai role model bagi daerah lain.

“Semoga dengan program tersebut mampu menciptakan NTB menjadi Provinsi yang bersinar menuju Indonesia bersinar,” tutupnya. 

BACA JUGA:  Wagub NTB: Instrumen Fiskal Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Terakhir, Kepala BNN mengajak kepada seluruh stakeholder dan komponen masyarakat lainnya untuk peduli, bangkit dan terus bergerak melakukan upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan segala potensi yang dimiliki. 

Sehingga tercipta lingkungan yang sehat, terhindar dari peredaran gelap narkotika. ***