Rachmat Hidayat Pantau Penyaluran BLT BBM di Pulau Lombok

Anggota DPR RI Rachmat Hidayat memantau penyaluran BLT BBM, untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah diterima 432.944 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di NTB, terhitung sampai hari Minggu (18/09/22). 

Dengan demikian, masih ada 130.873 KPM lagi yang sedang dalam proses pencairan dari total 553.817 kuota KPM penerimta BLT di Bumi Gora.

Rachmat ingin memastikan BLT BBM tanpa potongan

Anggota Komisi VIII DPR RI, H Rachmat Hidayat menyapa dari dekat masyarakat yang menerima BLT di Lombok Timur dan Kota Mataram, dua hari terakhir yakni hari Sabtu (17/09) hingga Minggu (18/09).  

BACA JUGA: Pemprov NTB Beri Penghargaan Kiprah ALI BD di Perbankan

Rachmat Hidayat juga memantau penyaluran bantuan yang merupakan kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut.

“Saya akan tetap melakukan pengawasan terhadap kegiatan penyaluran bantuan ini supaya hak-hak masyarakat terpenuhi,” kata Rachmat.

Politisi senior yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini didampingi pejabat Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan Sosial, Kementerian Sosial, Ani Iriani Freeyanti.

Di Lombok Timur, Rachmat memantau penyaluran BLT BBM di Desa Masbagik Selatan pada Sabtu pagi. Di sana, pada hari tersebut, terdapat 991 KPM yang akan menerima BLT. Mereka sudah siap masing-masing dengan membawa surat pemberitahuan yang dikirimkan dari Kantor Pos dan membawa KTP dan Kartu Keluarga. 

Hampir seluruh penerima BLT ini adalah warga perempuan.

Kedatangan Rachmat disambut riuh warga yang sedang mengantre proses pencairan dengan raut penuh kegembiraan.

 Kepala Kantor Pos Selong Defri Maulana juga menyongsong untuk menyambut kedatangan Rachmat dan rombongan.

Mihram, warga Masbagik Selatan, menunjukkan surat pemberitahuan yang diterimanya. Dalam, surat itu perempuan 73 tahun tersebut diberitahu akan mendapat pencairan dana BLT tahap pertama dan juga dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk bulan September. 

Jumlah BLT tahap pertama Rp 300.000 dan BPNT bulan September sebesar Rp 200.000. Sehingga, total seluruh warga menerima Rp 500.000.

Dalam surat pemberitahuan juga disebutkan kalau bantuan tidak ada potongan apa pun. Jika ada potongan, tercantum nomor pengaduan di Kementerian Sosial yang dapat dihubungi kapan saja. 

Khusus untuk dana BPNT, tidak boleh digunakan untuk membeli rokok dan minuman keras.

Butuh waktu kurang dari lima menit bagi setiap warga untuk mencairkan dana BLT dan dana BPNT yang mereka terima. 

Kepada petugas dari Kantor Pos yang sudah berada di hadapan mereka, satu per satu warga dipanggil namanya. Mereka menunjukkan kelengkapan dokumen yang mereka bawa, kemudian membubuhkan cap jempol, dan setelah itu dana BLT dan BPNT dicairkan secara tunai. 

Warga yang sudah menerima dana tersebut kemudian difoto secara langsung oleh petugas Kantor Pos yang menyerahkan dana.

Seluruh proses pencairan tersebut dipantau secara saksama oleh Rachmat. Termasuk memastikan,  jumlah bantuan yang diterima oleh warga benar-benar tepat jumlah tanpa ada pemotongan.

Di hadapan seluruh warga yang menerima BLT, saat didaulat memberikan sambutan, Rachmat menjelaskan dirinya adalah Anggota Komisi VIII DPR RI yang berasal dari Rumbuk, Lombok Timur.

Rachmat menjelaskan, BLT yang diterima oleh masyarakat dari pemerintah adalah kompensasi untuk masyarakat seiring dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM.

Dijelaskan, pencairan dana BLT dilakukan dua tahap. Masing-masing tahap, setiap warga mendapatkan Rp 300.000. 

Untuk tahap pertama ini, selain dana BLT, pada saat yang sama, masyarakat juga mendapat pencairan dana BPNT untuk bulan September dengan nilai Rp 200.000. Sehingga total warga menerima Rp 500.000.

“Bantuan ini khusus untuk warga yang tidak mampu. Mudah-mudahan, di pencairan berikutnya, juga berbarengan dengan pencairan dana BPNT. Sehingga jumlah yang akan diterima Bapak Ibu, akan sama sebesar Rp 500.000,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Empat Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (Satu)

Kepala Kantor Pos Selong Defri Maulana menjelaskan, pihaknya menargetkan penyaluran dana BLT dan BPNT sudah akan mencapai 98 persen di Lombok Timur pada hari ini.

Hingga kemarin, dari total 125.719 KPM yang menerima BLT di Gumi Patuh Karya, sebanyak 96.542 KPM sudah menuntaskan pencairan. 

Sementara 29.177 KPM lainnya sedang dalam proses.

“Kami akan melayani proses pencairan tanpa ada jeda,” kata Defri. Sehingga, pada saat hari libur pun, proses pencairan terus berlangsung.

Penyaluran BLT di Mataram

Rachmat juga memantau proses pencairan BBM di Kota Mataram. Rachmat mendatangi Kantor Pos Ampenan dan menyapa 75 warga yang sedang mengantre proses pencairan di sana, Minggu 18 September 2022. 

Warga dari Kelurahan Jempong yang mendapat giliran pencairan. Pada saat yang sama, selain di Kantor Pos Ampenan, proses pencairan BLT juga dilakukan di Kantor Pos Cabang Utama Mataram di Jalan Sriwijaya. 

Di sana, ada 1.600 warga yang mencairkan dana BLT. Setiap penerima masing-masing mendapat dana tunai Rp 500.000 yang terdiri dari dana BLT dan BPNT.

Kedatangan Rachmat di Kantor Pos Ampenan disambut pejabat Kementerian Sosial Ani Iriani Freeyanti dan Executive General Manager PT Pos Indnesia Kantor Cabang Utama Mataram, Achmad Saiful Bahri. 

Sama seperti di Lombok Timur, Rachmat juga datang untuk memastikan BLT BBM disalurkan tepat sasaran dan memastikan disalurkan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah disiapkan Kementerian Sosial. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD NTB Made Slamet dan Ketua Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati. 

Kepada warga yang menerima dana BLT, Rachmat menjelaskan, kebijakan Presiden Joko Widodo yang menarik subsidi BBM dan menggantinya dengan BLT BBM merupakan kebijakan yang pro terhadap kepentingan rakyat.

“Kenapa Presiden Jokowi menarik subsidi BBM? Karena masih banyak orang kaya yang dapat. Makanya diganti dengan BLT, supaya masyarakat yang berhak bisa mendapatkan haknya,” kata tokoh kharismatik NTB ini.

Dirinya pun berharap agar bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar.

“Pergunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya memberi pesan. 

Di tempat yang sama, Achmad Saiful Bahri mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah menyalurkan BLT BBM kepada masyarakat. 

Dirinya pun berterima kasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan penyaluran BLT BBM memalui PT Pos Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah khususnya melalui Pak Rachmat Hidayat yang telah mengupayakan BLT BBM ini dapat tepat sasaran,” imbuh Saiful.

Saiful menjelaskan, di Kota Mataram jumlah penerima BLT BBM sebanyak 35.887 KPM. Secara keseluruhan, hingga kemarin, yang sudah menuntaskan pencairan sebanyak 29.704 KPM. Sementara 15.980 KPM sedang dalam proses.

BACA JUGA: Nilai Pejuangan Maulana, Serukan ke Penjuru Dunia

 “Kami optimis realisasi bisa mencapai 97 persen pada hari ini,” katanya.

Secara keseluruhan di NTB, Saiful menjelaskan, total ada 553.817 KPM yang menerima BLT. 

Jumlah tersebut mengalami penambahan, sebab dalam prosesnya, Kementerian Sosial memang telah meminta pemerintah daerah melakukan pemutakhiran data sehingga data terbaru yang menjadi rujukan.***

 

 




Wagub NTB, Sitti Rohmi Hadiri Pawai Ta’aruf Hultah NWDI

Pimpinan Pusat Muslimat NWDI yang juga Wagub NTB Sitti Rohmi hadiri pawai ta’aruf ultah NWDI 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah menghadiri Pawai Ta’aruf di kota Pancor Lombok Timur, Sabtu, (17/09/22).

Wagub NTB ikut menyaksikan pawai ta'aruf hultah NWDI
Wagub Sitti Rohmi

Pawai ta’aruf yang dihadiri 396 kontingen itu terdiri dari jamaah, pengurus, hingga pecinta NWDI se Indonesia ini merupakan rangkaian  kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi ke – 87 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). 

BACA JUGA: Nilai Perjuangan sang Maulana, Serukan ke Penjuru Dunia

Selain Wagub Sitti Rohmi selaku Pimpinan Pusat Muslimat NWDI, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar NWDI, M. Zainul Majdi MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang serta Pimpinan Pondok Pesantren NWDI se Indonesia.

Sebelumnya, di hari yang sama Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar NWDI, juga berkesempatan menghadiri pembukaan rapat kerja nasional NWDI, di Auditorium Siti Rauhun  ZAM Universitas Hamzanwadi. ***

BACA JUGA: MTQ IPQQH Dihadiri Gubernur NTB




Pemprov NTB Beri Penghargaan Kiprah Ali BD di Perbankan

Pemprov NTB menyampaikan selamat atas peresmian PT. BPR Segara Anak Kencana Cabang Praya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB memberikan penghargaan bagi Ali BD pendiri Bank BPR di NTB, atas kiprahnya dalam dunia perbankan.

Penghargaan itu disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma M.H., mewakili Gubernur NTB,.Zulkieflimansyah saat peresmian kantor PT. BPR Segara Anak Kencana Cabang Praya Lombok Tengah, Sabtu (17/09/22).

Menurutnya, keberadaan perbankan di NTB sangatlah penting dalam menambah kebutuhan pembiayaan untuk mendorong perkembangan suatu usaha.

BACA JUGA: Nilai Perjuangan sang Maulana, Serukan ke Penjuru Dunia

Karo Perekonomian Setda Pemprov NTB menyampaikan sambutan peresmian BPRmengatakan,
Wirajaya Kusuma

“Luar biasa, seperti diceritakan Ali BD senior kita ini sudah 30 tahun berkiprah dalam dunia perbankan dengan berbagai pengalamannya untuk memikirkan masyarakat NTB agar memperoleh akses pembiayaan walaupun persaingannya cukup luar biasa,” sanjung Wirajaya. 

Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, Wirajaya menyampaikan selamat atas peresmian PT. BPR Segara Anak Kencana Cabang Praya. 

BPR yang diresmikan merupakan anak Bank dari Bank BPR Samawa Kencana sehingga keberadaannya yang sangat strategis aspek pembiayaan bagi masyarakat.

Pelaku industri kecil menengah

Sebelumnya, pendiri Bank BPR NTB Dr. H. M. Ali Bin Dachlan menyampaikan, peresmian BPR Segara Anak Kencana Cabang Praya merupakan Kantor yang ke 26 yang ada di Provinsi NTB. 

Dalam aspek pembiayaan telah memberikan pinjaman kredit di tahun 2021 sekitar 13,7 miliar bagi masyarakat terutama pelaku industri kecil menengah.

“Kita industri kecil, yang sasarannya ditujukan kepada kelompok-kelompok pedagang. Ini bagus, lokasinya yang strategis dekat pasar Renteng Praya, termasuk di Sumbawa dan Bima lokasinya juga demikian dekat pasar, jadi dekat dengan pelaku ekonomi tingkat menengah ke bawah,” ujar Ali BD sapaan akrabnya.

Ditambahkan Ali BD, segmen pasar inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam mendukung perkembangan ekonomi di tengah kemajuan teknologi saat ini

BACA JUGA: Empat Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (satu)

Sehingga ke depan Bank BPR terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.***




Nilai Perjuangan Sang Maulana, Serukan ke Penjuru Dunia

Kata Gubernur NTB, organisasi NWDI mampu mengintegasikan nilai perjuangan maulana syaikh untuk kita implementasikan di seluruh Indonesia

LOTIM.lombokjournal.com ~ NWDI sebagai organisasi terbesar di NTB memiliki modal besar membentangkan sayap perjuangan sampai ke penjuru dunia.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan ini saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke 87 NWDI dan Haul ke 25 TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid di Pancor, Lombok Timur (18/09/22).

BACA JUGA: MTQ IPQQH Lotim Dihadiri Gubernur NTB

Gubernur NTB ajak NWDI serukan nilai perjuangan Maulana
Gubernur Zul berdampingan dengan TGB

“Ini merupakan ulang tahun bersejarah bagi saya, karena NWDI memiliki visi luar biasa di masa mendatang,” ungkap Bang Zul Eksistensinya NWDI sampai detik ini tidak terlepas dari buah dari nilai perjuangan sang pendiri, yakni maulana syaikh TGKH M.Zainuddin Abdul Madjid. 

Gubernur NTB yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar NWDI mengajak seluruh warga NWDI yag hadir untuk terus mentauladani perjuangan sang Maulana dalam menebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

” NWDI ini bukanlah ormas orang Lombok atau orang NTB. Tapi NWDI adalah organisasi yang mampu menghimpun dan mengintegasikan nilai perjuangan maulana syaikh untuk kita gaungkan serta implementasikan bersama diseluruh Indonesia bahkan penjuru dunia,” jelas Bang Zul.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum pengurus besar NWDI, TGB.Dr. M.Zainul Majdi, mengungkapkan, tantangan ataupun problem paling besar manusia saat ini adalah sering kali berlebihan membanggakan prestasi yang dicapai.

Menurutnya, saat ini yang lebih penting yakni mengisi hati kita sepanjang hari dengan kebaikan.

“Sebaik baik guru adalah orang yang selalu memberikan segala kebaikan, untuk jalan menuju ridho Allah. Dan semua itu sudah terbukti ada di sang maulana Tgkh.M.Zainuddin Abdul Madjid,” terang mantan Gubernur NTB dua periode tersebut.

Selain itu, TGB juga mengingatkan kepada jamaah NWDI, agar di era yang serba digital ini, untuk selalu menahan diri dari aktifitas yang sifatnya memecah belah. Seperti saling umpat, menyebarkan berita hoax yang berujung timbulnya fitnah antar sesama.

BACA JUGA: Aset Masyarakat Gili Trawangan Ada Titik Terang

“Tetaplah pada prinsip nilai perjuangan sang Maulana, kompak, utuh, bersatu dan bingkailah dengan kebersamaan,. Karena cara ternikmat untuk berIndonesia yakni dengan kebersamaan,” jelas Ketua Organisasi Ikatan Alumni Al Azhar Cabang Indonesia itu.

Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Bupati dan Wakil bupati Lombok Timur, Forkopimda NTB serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.*** 

 

 




Empat Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Mewujudkan NTB Gemilang (Tiga)

Setelah empat tahun memimpin NTB, pasangan Zul-Rohmi menggesa program 99 Desa Wisata, diharapkan jadi trigger ekonomi kerakyataan sektor pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com ~ Di tengah euforia dan glorifikasi suksesnya gelaran MotoGP Indonesia 2022 di sirkuit Mandalika, Zul-Rohmi terus menggesa program unggulan 99 Desa Wisata di wilayah Provinsi NTB. 

Kawasan penyangga wisata berbasis masyarakat lokal ini, dinilai menjadi trigger penggerak ekonomi kerakyatan di sektor pariwisata. 

Pemerintahan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dan Wagub Dr Hj Siti Rohmi Djalilah konsisten menempatkan sektor pariwisata sebagai unggulan kedua setelah sektor pertanian secara umum di NTB.

Pemerintah Provinsi NTB mendorong kehadiran kelompok sadar wisata yang mengelola potensi wisata di Desa masing-masing. 

BACA JUGA: Empat Tahun Kpemimpinan Zul-Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (Satu)

Support yang diberikan dengan mengupayakan pengembangan infrastruktur, pemberian bantuan sarana prasarana, hingga melakukan inovasi menciptakan desa wisata penyangga bagi destinasi wisata internasional sekitar kawasan ekonomi khusus Mandalika, Senggigi, Gili Tramena dan beberapa destinasi wisata lain yang mendunia.

Menggagas 99 Desa Wisata bukan hal yang mudah. Apalagi NTB sempat menghadapi bencana gempa bumi 2018 dan masa pandemi sejak awal 2020 silam. Dampaknya cukup signifikan membuat angka kunjungan wisata seperti terjun bebas. 

Sepanjang tiga tahun terakhir Pemprov NTB harus berjibaku mensupport sektor pariwisata untuk kembali bangkit dan bersaing.

Toh, perjuangan Zul-Rohmi membuahkan hasil. Percepatan pembangunan sirkuit Mandalika dengan dukungan pusat menempatkan NTB sebagai tuan rumah WSBK 2021 dan MotoGP 2022. 

Pariwisata NTB kembali bergeliat. Angka kunjungan wisata NTB kembali bergerak di antara event internasional tersebut.

Tak hanya hotelier dan travel agent, puluhan desa wisata dengan lebih dari 8000 unit homestay turut tertimban manfaat di saat gelaran event berlangsung.

BACA JUGA: Empat Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (DUA)

Kepercayaan penyelenggara event sport tourism mancanegara makin melirik NTB. Pasca WSBK dan MotoGP, sebuah event lain terselenggara di Sumbawa, MXGP 2022 di sirkuit Samota Sumbawa.

Ini membuktikan bahwa Zul-Rohmi berupaya disparitas Lombok dan Sumbawa bisa segera teratasi, terutama di Sektor Pariwisata.

Kini di tahun ke empat kepemimpinannya, Zul-Rohmi sudah berhasil mewujudkan 99 desa wisata di Lombok dan Sumbawa. Konsep yang ditonjolkan adalah green dan ecotourism, pariwasata berkelanjutan yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Masalah aksesibilitas, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung juga menjadi atensi, dengan support penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kekuatan ini akan menjadi potensi NTB untuk melaju semakin Gemilang disaat pandemi benar-benar berakhir kelak.*** (Bersambung)

 

 




Empat Tahun Kepemimpinan Zul Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (DUA)

Genap empat tahun kepemimpinan Zul-Rohmi, capaian program unggulan NTB menjadi indikator menuju NTB Gemilang. 

MATARAM.lombokjournal.com ~ 65 unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di berbagai sektor menjadi cara pembuktian dalam ikhtiar Zul- Rohmi dalam membangun daerah dengan progresif. 

Sejak awal kepemimpinan tahun 2018 silam, Gubenur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr Hj Siti Rohmi Djalilah, menetapkan 6 misi pembangunan yang dijabarkan dalam 65 program unggulan daerah. 

Di tahun ke empat 2022 ini, keberhasilan sejumlah program Unggulan NTB gemilang mulai terbukti dan bisa dirasakan oleh indikator-indikator  keberhasilannya dengan terukur, baik secara kualitas maupun kuantitas. 

BACA JUGA: Empat Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi Mewujudkan NTB Gemilang (Satu)

Proyeksi kemandirian masyarakat dapat dilihat tidak saja dari capaian data namun juga tingkat kepuasan masyarakat dengan program unggulan seperti Industrialisasi, Posyandu Keluarga, Beasiswa Keluar Negeri, Desa Wisata dan Zero Waste serta program unggulan lainnya sembari menggali potensi melalui gelaran event-event internasional.

Semua capaian itu meneguhkan eksistensi dengan meraih penghargaan penghargaan nasional  maupun internasional di berbagai bidang.

Sambil membedah keberhasilan itu, capaian beberapa program unggulan menjadi indikator menuju NTB Gemilang. 

Industrialisasi 

Dari program unggulan Industrialisasi, selain jumlah IKM dan UKM yang terus tumbuh di tahun 2022, peta jalan industrialisasi dengan enam industri prioritas dimulai dari bahan baku, pengolahan mesin, pengemasan hingga pemasaran diukur pula dari perubahan mindset ekonomi kerakyatan yang terus menerus diintervensi oleh Zul Rohmi dengan stimulus infrastruktur sampai kebijakan. 

Saat masa pandemi awal 2020, kebijakan Zul-Rohmi meluncurkan bantuan sosial JPS Gemilang untuk warga terdampak ekonomu sosial, menjadi trigger pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM. 

JPS Gemilang hingga tiga tahap, membuat pelaku UMKM di NTB digesa untuk beradaptasi dengan teknologi. 

Industrialisasi empat tahun terakhir juga membuat NTB menjadi salah satu daerah trendsetter untuk produk kendaraan listrik. Cukup banyak pelaku dan sentra  sepeda dan sepeda motor listrik bertumbuh di NTB.

Menteri Pariwisata dan Ekraf, Sandiaga Salahudin Uno sempat menjajal sepeda listrik buatan NTB, saat berkunjung ke kawasan Mandalika, Lombok Tengah di awal 2022 lalu.

“NTB bukan hanya alamnya yang indah dan penduduknya yang ramah. Tetapi juga pemerintahnya yang kreatif dan inovatif. Gubenur Zulkieflimansyah memang pemimpin yang inspiratif,” ujar Sandiaga Uno. 

Posyandu Keluarga

Program unggulan Posyandu Keluarga yang dikembangkan menjadi pusat layanan kesehatan plus telah menjangkau sampai ke dusun. 

Salah satunya dengan integrasi bank sampah ke dalam sistem pelayanan posyandu keluarga yang hampir menjangkau seluruh persoalan di masyarakat mulai kesehatan sampai masalah sosial.

Tercatat sebanyak 7.656 Posyandu Keluarga, 90,26 persen adalah Posyandu aktif dengan berbagai intervensi di luar pelayanan kesehatan primer. 

Saat ini 200 lebih Posyandu Keluarga telah mulai terintegrasi dengan bank sampah dan PAUD Holisitk sebagai upaya intervensi life cycle yang mensyaratkan pelayanan menyeluruh oleh pelbagai pihak seperti pernikahan dini, gizi, sanitasi, permasalahan sosial menggunakan sarana Posyandu Keluarga di dusun-dusun. 

BACA JUGA: Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Tidak Panik

Begitupula dengan penanganan pandemi vaksinasi hingga menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat dengan deteksi dini penyakit tidak menular, yang mendapatkan apresiasi Pemerintah Pusat sebesar  20 persen deteksi screening untuk penanganan awal dan edukasi dengan entry data ril strategis rata-rata diatas 95 persen di kabupaten/ kota. Termasuk intervensi nasional seperti stunting dan lain-lain. 

Zero Waste

Terobosan  ini mendukung pula program unggulan Zero Waste dalam pelibatan masyarakat. Target bebas sampah 2023 dengan beragam inovasi memberikan output pengurangan dan penanganan sampah secara signifikan. Inovasi dari hulu ke hilir tersebut selain dengan intervensi perubahan perilaku dalam pengurangan sampah juga didukung kebijakan dan investasi penanganan untuk mewujudkan masyarakat yang sadar dan mandiri tentang pengolaan sampah terutama rumah tangga.*** (Bersambung)

 

 




Empat Tahun Kepemimpinan Zul Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (satu)

Selama empat tahun memimpin Provinsi NTB, pasangan Zul-Rohmi mampu melewati masa sulit menghadapi bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com ~ Periode kepemimpinan Zul Rohmi genap memasuki tahun ke empat, pada September 2022. 

Mengusung visi misi NTBGEMILANG, pasangan yg dikenal ‘duo doktor’ ini, berhasil mengubah wajah NTB cukup signifikan. 

Mengajak masyarakat menapak langkah pertama untuk perjalanan panjang bagi NTB di masa depan.

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Pasangan Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hajjah Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur pada September 2018, setelah memenangkan Pilkada Gubernur NTB di tahun yang sama.

Sebagai pasangan pemimpin NTB periode 2018-2023, Zul Rohmi memulai kepemimpinannya di NTB dengan tantangan dan ujian. Rentetan gempa bumi Lombok sepanjang Juli hingga akhir tahun 2018, menimbulkan dampak yang sulit. 

Ratusan ribu rumah penduduk rusak, demikian juga infrastruktur sarana pendidikan, kesehatan dan perkantoran. Kantong-kantong pengungsian dan sejumlah masalah sosial bermunculan. 

NTB yang kesohor sebagai destinasi wisata unggulan, praktis tersungkur saat itu.

Proses recovery pasca bencana gempa didanai Pemerintah Pusat. Toh, percepatan realisasi harus didorong di daerah. 

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Zul Rohmi di tengah fokus pada visi misi pembangunannya, tetap berhasil mengawal proses recovery dengan kolaborasi yang baik bersama unsur Forkompinda, TNI dan Polri. 

Tahapan recovery pasca gempa, rehabilitasi dan rekonstruksi akhirnya tuntas tepat dua tahun pasca gempa. 

Pasca gempa bumi  2018, tantangan dan ujian kembali datang, ketika pandemi covid19 melanda hampir seluruh belahan dunia. NTB merasakan dampak sulitnya sejak awal 2020. Namun, dampak ekonomi bisa di minimalisir. 

Zul Rohmi dengan kebijakannya menyalurkan JPS Gemilang, program bantuan yang menyokong masyarakat ekonomi bawah dan menengah, untuk meringankan beban melewati masa pandemi

Bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19 adalah tantangan dan ujian, yang justru menguatkan karakter NTB sebagai buah daerah kecil di timur Nusantara.

Dan keberhasilan Zul Rohmi menangani tantangan itu semacam dengan visi revolusioner yang penuh terobosan dan inovasi. 

Duet kepemimpinan ini mengubah orientasi pembangunan, di saat yang sama bergulat dengan perubahan global dengan segenap dinamika masyarakatnya.*** (Bersambung)




MTQ IPQQH Lotim Dihadiri Gubernur NTB

Penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang dilaksanakan oleh Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah (IPQQH) Lotim diikuti 450 peserta

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah menghadiri Musabaqoh Tilawatil Quran di Desa Lenting, Sakra Timur, Lombok Timur yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah Lombok Timur, Jumat (17/09/22). 

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Penyelenggaraan MTQ IPQQH Lotim diikuti 450 peserta

“Salut pada semangat dan dedikasi Ustadz Abdurrahman, Qori Internasional kita dan Ustadzah Dr Hj Nurlalela sehingga acara yang luar biasa ini bisa terlaksana,” ujar Gubernur. 

Pelaksaan MTQ IPQQH tingkat Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan oleh Ikatan persaudaraan Qori Qoriah Lombok Timur diikuti 450 orang peserta dalam 12 cabang.

Pelaksanaan MTQ IPQQH yang digelar di Ponpes Tahfidz Al-Furqon, Dasan Cermen. Lenting, kecamatan Sakra Timur, dibuka Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Minggu (11/09/22).

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Dalam pembukaan MTQ tersebut, Sukiman Azmy mengapresiasi penyelenggaraan MTQ IPQOH pertama dan berharap kecintaan pada Al Quran dan agama makin tumbuh dalam masyarakat terutama warga Lombok Timur. ***

 

 




Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara 

Penyelenggaraan Senaru Festival 2022 diharapkan membangkitkan ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Senaru Festival  yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Utara, resmi dibuka Bupati Lombok Utara H.Djohan Sjamsu di Terminal Parkir Senaru, Lombok Utara, Sabtu (17/09/22). 

Bupati berharap Senaru Festival 2022 diharapkan membangkitkan pariwisata Lombok Utara

Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R.,ST..M.Eng, Wakapolres Lotara Kompol Samnurdin SH, Para Kepala PD,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Senaru Raden Akria Buana, serta undangan lainnya.

BACA JUGA: Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Jangan Panik

Bupati Djohan mengatakan, sejak gempa bumi tahun 2018 kemudian berlanjut wavah Covid-19 dan sekarang adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) binatang ternak yang melanda Lombok Utara, membuat aktivitas pariwisata  lumpuh sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Dengan kegiatan Senaru Festival ini salah satu cara membangkitkan kembali ekonomi masyarakat. Sehingga saya menaruh apresiasi kepada penyelenggara kegiatan ini, semoga mampu membangkitkan semangat dalam rangka membangkitkan pariwisata dan ekonomi,” ucapnya.

Bupati juga mengharapkan festival seperti ini tidak hanya di Senaru saja melainkan juga di desa wisata yang lain untuk memantik hadirnya para wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara di KLU.

“Festival seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan utamanya di beberapa desa wisata yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah,” harapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Datu Danu melaporkan memilih Senaru sebagai tempat diselenggarakan kegiatan festival, karena Senaru bagian dari icon destinasi wisata yang ada di Lombok Utara.

Saat ini destinasi wisata di Lombok Utara butuh partisipasi semua, baik itu Pemerintah Daerah maupun pelaku wisata. untuk kembali untuk bangkit pasca pandemi dan gempa.

BACA JUGA: Aset Masyarakat di Gili Trawangan, Ada Titik Terang

Dalam festival ini ada dua kegiatan yang diselenggarakan, pertama ada fun bike yang diikuti oleh 40 sampai 50 peserta dengan lokasi start dari Pelabuhan Carik kemudian finis di desa Senaru.

“Selain itu juga ada pasar budaya yang berlangsung di Rumah Adat Senaru,” tutur Datu Danu.***

 




Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Tidak Panik

Pelaku pariwisata di Gili membicarakan kasus catcalling yang kabarnya menimpa wisatawan domestik di Gili

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Catcalling yang kabarnya menimpa pengunjung Gili yang sempat vral dari akun tik tok inisial @ME belakangan ini, mengundang perhatian para pelaku pariwisata di tiga Gili, Lombok Utara.

Pasalnya video pengakuan dari seorang perempuan yang mengalami Catcalling itu mendapat respon nitizan dan ditonton cukup banyak. Di video part 1 yang diunggah Kamis (15/09/22) sudah ditonton 1,1 M. Sementara di part 2, sudah mencapai 105 K.

Pelaku pariwisata sepakat kasus catcalling tidak ditanggapi

Kapala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H Yusron Hadi bersama Sekdis Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Ali Zulkarnain, dan Kabid Destinasi, I Wy. Subada, pada pertemuan terbatas di Pondok Banget KLU, Sabtu (17/09/22) mengatakan, kejadian tersebut harus ditanggapi secara bijak. 

BACA JUGA: Penghargaan dari BNN RI untuk Bupati Lombok Utara

“Kejadian ini harus dilihat secara bijak agar tidak menjadi bola liar di media sosial,” ungkap Yusron. 

Pertemuan terbatas itu juga melibatkan sejumlah pelaku usaha pariwisata, BPD Desa Gili Indah dan dan tokoh masyarakat untuk menyikapi Catcalling yang viral di akun tik tok. 

Saat ini pihak yang berkentingan di Lombok Utara sedang melacak siapa pemilik akun dan dimana korban menginap serta alamat pastinya. 

Demikian juga H Yusron dan Kadispar KLU, Drs Ainal Yakin dengan cepat merespon dan melacak keberadaan oknom inisial @ME. Namun belum memperoleh kepastian siapa identitas pengunggahnya.

Namun peristiwa jangan membuat kegelisahan Pemda maupun masyarakat pelaku usaha wisata. 

“Kita tetap merespon secara bijak, positif, namun jangan larut dengan kegelisahan, ketakutan dan lain sebagainya,” kata Yusron. 

Ia berharap masyarakat tidak meresponnya, sebab identitas yang bersangkutan serta apa motivasinya belum diketahui. 

“Hingga hari ini kita masih melacaknya,” kata H Yusron. 

Pihaknya berharap masalah ini tidak membesar-besarkan. Sebab apa yang diunggah di medsos kadang belum tentu kebenarannya. 

Salah satu peserta yang mewakili pelaku usaha pariwisata, Daeng Basok asal Gili mengatakan, ia tidak mau berspekulasi terhadap akun TikTok inisial @ME yang menjadi topik berita dan diskusi kita hari ini.

“Biarkan saja dan tidak usah di tanggapi, apa motivasi nya kita tidak tau”, harapnya. 

Sevav hak seperti itu dialami destinasi wisata yang naik daun. Basok justru berharap bagaimana Pemda bersama masyarakat menata kembali tiga Gili ini pasca bencana Gempa Bumi dan Covid-19. 

“Kami sanggup bersinergi untuk  menata dan menertibkan para pelaku wisata untuk lebih baik dalam rangka menjamin kenyamanan wisatawan,” katanya. 

Di tiga Gili ini masih banyak masalah yang belum terselesaikan, di antaranya para oknum guide bodong yang berkeliaran di pantai bangsal, Teluk Nara dan di tiga Gili, ungkap Basok.

Oknum Broker dari luar yang sering malak dan mengganggu wisatawan banyak berkeliaran di Gili. 

“Broker (makelar) dari luar sana sering menimbulkan kesan tidak baik kepada tamu, Itu yang harus di tertibkan,” harapnya. 

BACA JUGA: Aset Mastarakat di Gili Trawangan, Ada Titik Terang

Ia berharap para pelaku pariwisata tidak larut dengan unggahan di medsos yang mengaku punya pengalaman buruk saat liburan di Gili Trawangan, sebab itu belum tentu benar dan hanya dibesar-besarkan. 

Malah diungkapkan, sepengetahuannya orang yang mengunggah pengalam di Gili itu memang saat itu berpakaian yang tidak sopan dan terkesan melebihi cara berpakaian tamu asing. 

“Sumpah serakah apapun demi apapun belum tentu benar dan karena demikian maka saya sepakat dengan apa saran Kadispar Prvinsi NTB dan Kadispar KLU, untuk tidak menyebar isi yang diragukan kebenarannya,” katanya. 

Salah satu anggota BPD Desa Gili indah dan peserta lainnya sepakat tidak menyebar berita Tik Tok akun @ME. Karena tidak jelas siapa dan dimana menginap dan sebagainya.***