Dugaan Catcalling di Trawangan, Pemrov NTB Respon Cepat 

Respon cepat Pemprov NTB menanggapi dugaan catcalling, untuk mengembalikan nama baik dan citra pariwisata NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pesona Gili Trawangan yang berada di deretan gugusan pulau Tiga Gili, sudah tidak diragukan lagi. 

Keindahan pantai dan air lautnya yang jernih menjadi magnet bagi pelancong dunia. Begitupun kearifan lokal dan keramahan warga desa Gili Indah dalam menyambut pengunjung, yang datang ke pulau yang dijuluki potongan surga oleh wisatawan dalam negeri hingga luar negeri.

Melihat potensi wisata yang luar biasa, warga dan pemerintah membangun lokasi tersebut secara perlahan. 

Wisatawan mulai ramai ke Trawangan

Adat dan budaya serta kearifan lokal menjadikan keunikan tersendiri ini. Suasana alami khas pantai Nusantara, banyak memikat semua orang untuk berlibur ke pulau ini.

BACA JUGA: Sail to Indonesia-Lombok, Berakhir di Medana by Marina

Tidak hanya itu, untuk memanjakan pengunjung, Gili Trawangan juga menyediakan beragam akomodasi, restoran, dan aktivitas berlibur, seperti menyelam untuk melihat keindahan alam bawah lautnya yang sangat mempesona. 

Air lautnya sangat jernih dan bebas polutan sehingga biota laut hidup sangat nyaman tanpa terganggu.

Selain biota lautnya yang sangat terjaga kelestariannya, arus air laut nya pun bisa dibilang cukup tenang sehingga akan menambah keseruan Anda selama menyelam.

Di Gili pengunjung dapat menikmati udara segar dan bebas dari Kemacetan dan polusi Kendaraan. 

Pelaku wisata dan masyarakat setempat hanya menyediakan sepeda dan cidomo atau delman sebagai alat transportasi mengelilingi pulau dengan panjang 3 km dan lebar 2 km.

Tidak hanya itu, selain wisata alam dan pantai, masyarakat disuguhi juga spot wisata yang eksotik, fasilitas penginapan yang murah hingga yang mahal. 

Begitu pun dengan  wisata kulinernya yang tidak kalah menarik. Rangkaian kuliner murah meriah khas local hingga internasional tersedia. 

Beragam menu makanan mulai dari menu seafood dengan ikan yang masih fresh, hingga makanan lain seperti ayam goreng dan bakar, bahkan makanan tradisional Lombok pun tersedia di sini. 

Dugaan Catcalling

Namun, beberapa hari yang lalu, dunia pariwisata NTB, dikejutkan oleh persoalan dugaan catcalling yang viral beberapa hari yang lalu di media sosial. Unggahan wisatawan perempuan Mia Earliana yang mengalami pelecehan verbal saat liburan di Gili Trawangan Lombok Utara, dinilai merusak nama baik dan citra pariwisata yang sudah dikenal dunia internasional.  

Video dugaan catcalling

Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU), tidak tinggal diam, mereka bergerak cepat mengembalikan nama baik dan citra pariwisata NTB, akibat  persoalan dugaan catcalling yang viral tersebut. 

BACA JUGA: Keagungan Adat Sasak di Pernikahan Putri Sekda NTB

Bahkan persoalan tersebut diatensi khusus oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Yusron Hadi,  bergerak cepat untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemda KLU. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan melakukan langkah dan upaya untuk menghadapi persoalan yang sudah viral didunia maya. 

Mereka menggandeng juga asosiasi usaha wisata di Gili Trawangan, pelaku wisata dan Kepala Desa Gili Indah, melakukan upaya pembinaan dan edukasi terkait persoalan tersebut kepada pelaku wisata dan masyarakat Gili Terawangan.

Upaya dan langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang. 

Yusron juga mengajak supaya para pelaku usaha wisata stakeholder terkait di NTB memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, untuk menghadirkan hospitality yang  berkualitas dan menjamin wisatawan nyaman ketika berlibur di NTB.

Yusron juga dengan tegas mengatakan, kejadian ini sementara sedang ditangani Polda NTB. Jadi tidak bisa menggeneralkan contoh dugaan persoalan ini terjadi di pulau Gili Terawangan secara keseluruhan. 

Tapi kejadian tersebut terjadi oleh oknum di tempat kejadian tersebut. 

Belum ada kejadian seperti yang dilakukan oleh masyarakat dan pelaku pariwisata disana. Puluhan tahun masyarakat bersahabat dan ramah dengan wisatawan yang berkunjung.

Setelah unggahan video awalnya viral, wisatawan perempuan yang diduga mengalami Catcalling tersebut, memposting klarifikasinya dan pernyataan, Gili Terawangan aman untuk dikunjungi. 

Walaupun sebagian masyarakat NTB yang resah, terutama masyarakat pariwisata di Gili Trawangan merespon dan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Atensi Menparekraf

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Ekraf RI Sandiaga Salahudin Uno, mengapresiasi kinerja dan tanggapan cepat Pemprov NTB bersama dengan Pemda KLU. Merespon cepat dan menelusuri dan mengatasi persoalan tersebut, serta melakukan upaya pembinaan dan kordinasi dengan pelaku wisata dan dunia usaha di Gili Trawangan.

Menparekraf juga meminta agar pelaku wisata dan masyarakat menjaga bersama-sama citra baik, nama baik dan reputasi pariwisata Gili Trawangan, Provinsi  NTB dan umumnya Indonesia yang ramah dan sudah dikenal sejak dulu, sebagai surganya pariwisata dunia.

Sementara itu, pengamat pariwisata Provinsi NTB, Taufan Rahmadi mengapresiasi upaya dan langkah cepat yang ditempuh Pemprov.NTB dan Pemda KLU, berkoordinasi menangani persoalan tersebut. 

Menurutnya, keluhan dan dugaan pelecehan yang dialami wisatawan tersebut, memang harus ditanggapi serius dan bijak oleh pemerintah, pemangku kebijakan dan pelaku wisata di Gili Trawangan.

Taufan Rahmadi mengaku sudah melihat respon cepat dari Pemerintah Provinsi NTB yang melakukan koordinasi dengan jajaran Pemkab KLU dan para pelaku wisata di 3 Gili untuk membicarakan langkah – langkah nyata dalam menanggapi hal ini. Keluhan ini harus ditelusuri asal usulnya agar publik mengerti duduk perkara sebenarnya. 

Jika memang  ada oknum yang benar melakukan hal-hal yang membuat si wisatawan merasa tidak nyaman, para pemangku awig-awig desa ataupun pejabat terkait melakukan teguran sekaligus pembinaan kepada oknum tersebut.

Ia yakin, masyarakat di Gili adalah masyarakat yang ramah dan memahami bagaimana harus berprilaku yang santun kepada wisatawan. 

Terlebih selama ini masyarakat di Gili sangat bergantung pada sektor pariwisata, jadi sangat tidak mungkin mereka akan merusak periuk tempat mereka mengais rejeki

Sehingga, pemerhati pariwisata tersebut meminta agar semua pihak melakukan konsolidasi antar stakeholder pelaku pariwisata pariwisata di Gili, untuk perkuat awig – awig yang menyesuaikan dengan kondisi terkini pasca pandemi. 

Selanjutnya  penguatan kelembagaan DMO Gili yang bisa menjadi cikal bakal pembentukan Badan Otoritas Pengelola Wisata Tiga Gili , yang bertugas bersama, menyepakati segala aturan- aturan terkait manajemen destinasi , mulai pengaturan masuk wisatawan , manajemen sampah,  SOP mitigasi dan lainnya.

Kemudian, harus ada Gili Hotline untuk menjadi media komunikasi 24 jam bagi para wisatawan disaat mereka ingin mengadukan keluhan – keluhan yang mereka rasakan selama berwisata di Gili.

Sementara Polda NTB terus mendalami dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait video catcalling di Gili Trawangan, yang dilaporkan oleh kelompok masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Konten video TikTok @miaerliana berdurasi 2 menit 50 detik tersebut, menimbulkan reaksi sejumlah masyarakat, dan melaporkannya ke Polda NTB terkait dugaan penghinaan dan atau pencemaran nama baik, berdasarkan dugaan pelanggaran pidana Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Pengunjung Wisata Gili Terwangan, Mia Erlina yang merupakan pemilik akun @miaerlina, memosting kejadian cat calling disalah satu penginapan saat ia berwisata ke Gili Trawangan. 

Dalam video tersebut, ia meminta wisatawan tidak datang ke Gili Trawangan.

BACA JUGA: Festival Balap Sampan Tradisional Ditutup Gubernur NTB

Humas Polda NTB, Artanto menjelaskan, laporan tersebut masih ditelaah. Dalam waktu dekat, Polda NTB akan memanggil dan mengklarifikasi kedua belah pihak. 

Catcalling termasuk dalam salah satu bentuk pelecehan seksual jenis street harrastment, yakni melontarkan komentar sensual dengan nada menggoda yang dilakukan di tempat umum. 

Pelaku catcalling disebut sebagai catcaller. Catcalling memang paling sering dialami oleh wanita. 

Catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual di ruang publik, biasanya dilakukan di jalanan atau fasilitas umum lainnya. Pelakunya bisa siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. ***

 




Pelatihan DEA untuk 400 Wirausaha Muda Se P. Lombok 

Mendukung tumbuh kembangnya wirausaha digital, HBK buka pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) membuka pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bagi ratusan pelaku usaha dari lima Kabupaten/Kota di P. Lombok, Jum’at (26/09/22).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Dan Pengembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (BPPTIK) Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kementerian Kominfo RI.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yang berbeda, yaitu di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram dan Hotel Aruna, Lombok Barat secara serentak pada Jum’at sampai dengan Sabtu, 23 hingga 24 September 2022.

BACA JUGA: HBK Sosdapil di Lombok, Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Sebanyak 400 orang wirausahawan muda mengikuti kegiatan pelatihan ini. 

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dan sinergitas antara Komisi 1 DPR RI dengan Kementerian Kominfo RI, salah satu mitra kerja Komisi 1 DPR RI.

HBK mengatakan, pelatihan Digital Entrepreneurship Academy menciptakan talenta digital
H. Bambang Kristiono, SE (HBK)

“Saya menyambut baik program-program yang sangat bermanfaat bagi kita semua ini, mengingat pada saat ini kita telah berada di era transformasi digital, yang akan memberikan tantangan baru bagi para pengusaha di Indonesia,” kata HBK dalam sambutannya.

Menurut HBK, ekonomi digital telah menjadi penopang perekonomian Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Ini membuat kesadaran, digitalisasi telah merambah hampir setiap lini kehidupan, tak terkecuali dunia usaha. 

Tanpa adanya tatap muka, namun dengan tetap memperhatikan social distancing (jaga jarak), roda perekonomian kita harus terus berjalan. 

Bahkan bukan hanya dana dari dalam negeri yang dapat masuk di transaksi ekonomi digital ini, tetapi juga cakupannya yang akan semakin meluas ke seluruh dunia.

“Yang lebih membuat daya tarik begitu besar adalah, semua kegiatan itu dapat dilakukan dengan hanya sebuah HP yang selalu kita genggam setiap saat,” ungkap HBK.

Selain itu, politisi Partai Gerindra ini juga menekankan, ekonomi digital mempunyai ruang berkembang yang sama untuk semua orang, dan mampu mendorong inklusivitas sehingga seseorang bisa mendapatkan layanan tanpa harus bertatap muka langsung.

Kegiatan sharing economy (ekonomi berbagi), juga menjadi andalan bagi para pengusaha menengah dan kecil di dunia digital. Seperti para reseller, pemilik properti yang tidak memiliki platform berdagang, pedagang perhiasan, hasil barang UMKM, hingga pengusaha makanan dan minuman.

DEA Ciptakan Talenta Digital

HBK juga menegaskan, Digital Entrepreneurship Academy yang digagas Kemkominfo RI ini, menjadi salah satu andalan Pemerintah untuk menciptakan talenta-talenta digital sebagaimana yang selalu Komisi I DPR RI, dorong sejak awal. 

BACA JUGA: Keagungan Adat Sasak di Pedrnikahan Putri Sekda NTB

“Saya berharap talenta-talenta ini kedepannya dapat dan harus menjadi para pemain utama dalam perekonomian digital bangsa kita, yang tidak hanya berorientasi kepada materi semata tapi memang benar-benar untuk memajukan bangsa,” tegas pria yang dikenal sebagai Chairman klub sepakbola profesianal Lombok FC ini.

Komisi I DPR RI bersama pemerintah bekerjasama dalam upaya penyiapan dan pengembangan talenta digital, menguatkan startu-up untuk mendukung digital entrepreneur, dan meningkatkan konektivitatas sebagai penopang utama ekonomi digital.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah dengan membuat berbagai inisiatif pengembangan, kebijakan dan regulasi yang mendukung para wirausaha Indonesia untuk berkembang.

Dukung Lahirnya Wirausaha Digital di P. Lombok

HBK juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong anak-anak muda di P. Lombok untuk berinovasi, dan ambil bagian dalam lahir dan berkembangnya para wirausaha digital.

Ekonomi digital memiliki masa depan yang sangat menjanjikan, karena memiliki potensi yang begitu besar dalam memberikan kemudahan, baik kepada pelaku usaha, maupun pengguna jasa, maupun pihak konsumen.

“Saya selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendukung penuh para wirausaha P. Lombok, anak muda penerus bangsa, untuk ikut serta dalam memajukan perekonomian negara kita melalu ekonomi digital,” pungkasnya.

Kemudian di tengah-tengah kesibukan dirinya menjadi Nara Sumber pada pelatihan ini, HBK sempat meluangkan waktunya untuk menonton langsung pertandingan Lombok FC melawan PS. Hamzanwadi, dengan skor 2-1 untuk Lombok FC. 

BACA JUGA: HIMALO Sosialisasikan POTENSI Wisata di Bundaran HI Jakarta

Dengan kemenangan ini maka Lombok FC berhasil tembus 8 besar Liga 3 Asprov PSSI NTB dengan menjadi Juara di Grup A. (*)

 




Atasi Masalah Sampah Tanggung Jawab Bersama

Wagub NTB minta semua pihak concern atasi masalah sampah, terutama di destinasi wisata

MATARAM.lombokjournal.com ~ Permasalahan sampah di daerah adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. 

Karena itu, diminta seluruh pihak untuk lebih concern terhadap permasalahan tersebut, terutama daerah pariwisata.

BACA JUGA: Keagungan Adat Sasak di Pernikahan Putri Sekda NTB

Wagub NTB mengatakan, atasi masalah sampah kewajiban bersama

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi DDOROCARE, sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah di Destinasi Wisata dan Pesisir, Sabtu (24/09/22).

“Ini tanggung jawab dari semua, minta tolong untuk lebih concern terutama daerahnya yang ada destinasi pariwisata,” ujar Wagub di ruang kerjanya.

Hadirnya komunitas DDOROCARE diharapkan membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB berpesan kepada Komunitas DDOROCARE agar berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan baik di tingkat Provinsi maupun Kab/Kota terkait dengan pengelolaan sampah.

BACA JUGA: Sail to Indonesia-Lombok, Berakhir di Medana by Marina KLU 

“Silahkan berkoordinasi dengan Dinas LHK, tapi jangan hanya dengan provinsi, karena sangat penting untuk berkoordinasi dengan Dinas LHK Kab/Kota. Mereka yang bertanggung jawab atas sampah dari rumah tangga. Kita harapkan Bank Sampah juga bisa sebanyak mungkin, supaya masyarakat itu dekat dengan Bank Sampah,” tambah Ummi Rohmi. ***

 

 




Keagungan Adat Sasak di Pernikahan Putri Sekda NTB

Prosesi pernikahan putri Sekretaris Daerah Nusa (Sekda) Tenggara Barat, HL Gita Ariadi diliputi keagungan adat Sasak 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Sebagai tokoh dan putra daerah NTB, Miq Gita melaksanakan adat Merariq bagi Lalu Moh Puguh Darmawan dengan Lale Yustika Dilla Gumita yang pada 9 Oktober lalu besejati-selabar dan bait janji, Ahad (18/09/22) kemarin menikahkan putri bungsunya. 

Hari Sabtu (24/09/22) diparipurnakan dengan sorong serah aji krame di antara rasa mengharu biru, bahagia dan syukur. 

Lalu Gita Ariadi (berdiri) bersama tokoh masyarakat Sasak

“Mohon doa restu. Semoga anak anak kami mampu membina keluarga Sakinah Mawaddah waa Rahmah. Aamiin YRA,” tulis Miq Gita di akun media sosialnya. 

Hadir pula dalam prosesi  sorong serah aji krama adat di Gedeng Beleq, Puyung, Loteng tokoh dan sesepuh masyarakat  adat Sasak, tamu undangan pejabat pemerintah dan kerabat keluarga. 

Sorong Serah Aji Krame merupakan salah satu karya puncak para pemimpin Sasak dalam bidang penataan sistem sosial dengan pintu masuk yaitu pernikahan.

Secara harfiah Sorong Serah Aji Krame bermakna persaksian tentang derajat kemartabatan. Sorong-serah beratikan persaksian,  Aji bermakna derajat atau nilai dan Krame bermakna kemartabatan. 

BACA JUGA: Sail to Indonesia-Lombok Berkhir di Medana by Marina KLU

Sorong Serah Aji Krame adalah tuntunan berperilaku (Code of Behavior) bagi setiap orang Sasak yang baru memasuki jenjang berumah tangga. 

Sorong Serah Haji Krame didesain dengan seksama sebagai sebuah acara meletakan pondasi nilai agama secara tidak membosankan. Proses ini merujuk kepada nilai agama dalam konteks Syariat, Tarekat, Hakekat, bahkan sampai tingkat Ma’rifat. 

Begitulah dalamnya nilai yang terkandung dalam proses Sorong Serah, dalam proses ini dipersaksikan tentang esensi kejadian manusia, pada apa manusia bertanggung jawab dan kemana manusia itu akan berpulang.

Sorong  Serah Aji Krame adalah metode syiar. Tujuan dari proses Sorong Serah Haji Krame adalah mempersaksikan derajat kemartabatan, Aji Krame mempelai, mempersaksikan setiap rangkaian prosesi yang ditempuh sudah berlangsung dengan baik, serta sebagai permakluman kepada masyarakat.

Proses Sorong Serah Aji Krame ini ditentukan berdasarkan proses pernikahan yang dilalui dan memastikan proses itu sudah ditempuh secara benar dan baik. 

Proses dari tahapan tersebut adalah: 

1) Mbait/jemput  

2) Baik Wali atau Permohonan wali nikah 

3) Akad nikah 

4) Rebaq Pucuk atau Bait Janji (perundingan atau negosiasi) yang merupakan proses penentuan kesepakatan Aji Krame, kemudian disepakati mengenai hari resepsi atau Begawe, yang berlangsung dengan proses Sorong Serah Aji Krame lalu diikuti dengan proses Nyongkolan. 

Sebagai bentuk akhir dari proses ini adalah Bales Ones Nae (kunjungan antar keluarga dekat belah pihak).

Filosofi Aji Krame dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi ukhrawi dan sisi duniawi. 

Pada sisi ukhrawi, proses ini mengandung pesan spiritual yang mempertautkan kakekat diri manusia dalam hubungan dengan ‘sang pemiliknya. 

Pada sisi duniawi, mengandung pesan tentang bagaimana mempelai harus merealisasikan tanggung jawab kehidupan. Dalam design Sorong Serah Aji Krame, sisi ukhwari disebut sebagai ‘Nampak lemah’ (tanah pijakan) yang berarti pondasi spiritual dimana ia berpijak di dalam kehidupannya. Sisi duniawi disebut sebagai ‘Olen’ yang dimaknai sebagai lakon kehidupan. 

BACA JUGA: Festival Balap Sampan Tradisional Ditutup Gubernur NTB

Kedua istilah ini (Nampak Lemah & Olen) dipresentasikan melalui piranti berupa sejumlah uang satuan material tertentu, paling baik berbahan logam mulia atau dikonversi dengan sejumlah nilai satuan mata uang.

Terdapat beberapa undakan sosial dalam Proses Aji Krame yaitu: 

  1. a) Aji Krame Pituq Olas (Tujuh Belas/17). 

Pada tingkatan ini persaksian yang dimunjulkan adalah tentang pengetahuan, kerja-kerja dan tanggung jawab sosial yang paling mendasar dan umum. Rahasia yang terkuak pada tingkatan ‘Aji Krame Pituq Olas 17’ adalah keberadaan ke 17 lubang yang ada pada tubuh manusia, baik itu lubang yang nampak maupun tersembunyi yang mana semua lubang itu harus dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan baik oleh kedua mempelai. 

  1. b) Aji Krame Telong Dse Telu (Tiga Puluh Tiga/33). 

Tingkatan ini dalah tempat dipersaksikannya tema yang bersifat terbuka terkait syariat. Dalam konteks syariat, 33 merupakan penjumlahan bilangan, 20 mewakili 20 sifat Allah ditambah 13 jumlah rukun shalat. 

  1. c) Aji Krame Enam DAse Enam (Enam Pluh Enam/66). 

Di undakan sosial ini terjadi lompatan besaran angka symbol secara berlipat ganda. Itu merupakan angka bonus bagi seseorang yang mengamalkan ilmunya melalui paramudiata (pengamar) atau kerja-kerja sosial lainnya. 

  1. d) Aji Krame Seratus (Seratus/100). 

Seseorang pada nilai kemartabatan ini memiliki tanggung jawab mengejar dan mendekati 99 asma’ul husan + 1 jati dirinya.

  1. e) Aji Krame Satak (Dua Ratus/200). 

Pada derajat kemartabatan ini, seseorang telah mendekati manusia paripurna (Insan Kamil). Pada orang ini, berpadu secara nyaris sempurna antara sifat kepemimpinan duniawi dan tingkat spiritual yang tinggi.

Menyadari bahwa penikahan adalah salah satu tahap dari daur kejadian manusia, para pemimpin Sasak dari wilayah kedaulatan  (kerajaan) Selaparang, Bayan, Pejanggik dan Pujut bersepakat menciptakan sebuah penataan sosial yang bernilai sangat dalam dan mendasar bagi kehidupan manusia yaitu Sorong Serah Aji Krame. 

Sorong Serah Aji Krame adalah persaksian tentang derajat kemartabatan. Sorong-serah (persaksian), Aji (derajat atau nilai), dan Krame (kemartabatan).

Keagungan prosesi sorong serah aji krama dalam pernikahan Sasak

Dalam filosofinya, terlahir, menjadi dewasa (akil baligh), menikah, memasuki usia tua dan meninggal merupakan tahapan dari daur hidup manusia.

 Setiap tahap dari daur hidup ini dirayakan oleh setiap suku dimana pun berada dengan cara yang berbeda beda yang dilatarbelakangi oleh sejarah, dinamaika yang alami sebagai komunitas dan agama yang dipeluk.***

BACA JUGA: Wagub NTB Mendorong Permainan Tradisional Dipertahankan

 

 




Sail To Indonesia-Lombok, Berakhir di Medana By Marina KLU

Event tahunan Sail to Indonesia-Lombok diikuti peserta dari 40 Negara dengan perahu layar

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara ditunjuk sebagai salah satu persinggahan Sail to Indonesia-Lombok 2022, menjadi ajang promosi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khusunya di Lombok Utara.

Kepala dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara, Drs Ainal Yakin mengatakan itu menanggapi Lombok menjadi persinggahan.

Peserta Sail to Indonesia-Lombok disambut jamuan makan
Wabub Danny menemani makan

“Ini merupakan kesempatan yang berharga untuk promosi daerah tujuan wisata. Kami menyambut dengan sukacita para peserta Sail to Indonesia-Lombok,” katanya di Medan By Marina, Minggu (25/09/22). 

BACA JUGA: Festival Balap Sampan Indonesia Ditutup Gubernur NTB

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, bersama Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan, S.T,M.Eng mengapresiasi kegiatan Sail To Indonesia-Lombok yang tiap tahun dilaksanakan di Medan By Marina.

Sail ton Indonesia merupakan kegiatan tahunan yang diikuti peserta dari 40 Negara dengan perahu layar.

Dalam perhelatan tahun ini 2022, Sail to Indonesia-Lombok menempuh rute dari Australia, Kepulauan Kei, Banda Naira, Ambon, Pulau Buru, Buton, Wakatobi, serta destinasi lainnya hingga berakhir di Medana By Marina, KecamatanTanjung Kabupaten Lombok Utara.

Selama berada di KLU, sejumlah kegiatan disuguhkan bagi peserta. Penyambutan dengan kesenian daerah berupa tari tarian, Peresean, dan jamuan makan malam di hotel Medana By Marina. 

Bupati mengapresiasi kegiatan yang dikoordinir Dispar KLU yang melibatkan Himpunan UMKM Kecamatan Tanjung.

Pengusaha pariwisata yang merupakan pemilik Hotel Medana By Marina, Hj Ace Robin, mengatakan, kegiatan ini berlangsung sejak H Djohan Syamsu sebagai Sekda di Pemda Provinsi NTB, hingga dua kali menjadi Bupati Lombok Utara. 

BACA JUGA: HIMALO Sosialisasi Potensi Wisata di Bundaran HI Jakarta

UMKM dilibatkan dalam penyambutan peserta Sail to Indonesia-Lombok

Hj Ace Robin GRN, menyampaikan ucapan Terima kasih atas dukungan Pemda KLU, sehingga Sail To Indonesia-Lombok yang dipusatkan di Medana By Marina berjalan sesuai harapan. 

Ke depan diharapkan peserta Sail To Indonesia-Lombok lebih banyak lagi yang datang, harapnya. ***

 

 




Festival Balap Sampan Tradisional Ditutup Gubernur NTB

Gubernur NTB menutup Festival Balap Sampan di Desa Pare Mas yang sudah berlangsung sebulan

LOTIM.lombokjournal.com ~Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, yang berlangsung selama bulan, resmi ditutup Gubernur NTB Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., Sabtu (24/09/22).

BACA JUGA: Sail to Indonesia-Lombok Berakhir di Medana by Marina KLU

Festibal balap sampan tradisional yang berlangsung selama sebulan

“Sore ini menutup kejuaraan balap sampan di Jerowaru Lombok Timur,” ujar Bang Zul, sapaan Gubernur NTB, di Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru.

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok, yang sudah berlangsung sebulan yang lalu, diakui Gubernur NTB kegiatan yang luar biasa.

Bang Zul menyampaikan selamat atas terselenggaranya Festival tersebut, dan menyampaikan selamat kepada peserta yang keluar sebagai pemenang dan seluruh peserta 

“Selamat kepada yang juara, yaitu DUCATI,” ucap Bang Zul di depan Forkopimcam, Kepala Desa dan masyarakat Jerowaru.

Kata Doktor Zul, nama DUCATI  ini ternyata tidak hanya dominan di MotoGP dan WSBK.

Gubernur NTB bersama para pemenang festival balap sampan

“Namun  juga sampai Balap Sampan,”ujar Doktor Ekonomi Industri tersebut.*** 

BACA JUGA: HIMALO Sosialisasi Potensi Wisata di Bundaran HI Jakarta

 

 




HIMALO Sosialisasi Potensi Wisata di Bundaran HI Jakarta

Warga Lombok Diaspora yang terhimpun di HIMALO melakukan kampanye Ayo Datang Ke NTB di Jakarta

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Warga Lombok diaspora se Jabodetabek ikuti kampanye wisata di bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, Minggu (25/09/22).

Kampanye wisata warga Lombok itu dilakukan dengan semangat berkontribusi membangun Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Masyarakat Lombok se Jabodetanek yang terhimpun di HIMALO melakukan kampanye wisata ke NTB di Jakarta

Hal itu dikatakan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO), Karman BM kepada media.

BACA JUGA: Wabup Danny Buka FGD One Gate System di Gili Tramena

“Kami warga Lombok di rantauan ini ingin berkontribusi dalam mentriger aktifitas ekonomi (pariwisata, red) di kampung kami, NTB. Melalui event kampanye ini salah satu caranya,” kata pemuda yang ditunjuk memimpin HIMALO sejak 28 Agustus lalu.

“Melalui event ini, kami bermaksud ikut mengenalkan dan mensosialisasikan kembali potensi wisata di pulau Lombok dan Sumbawa. Seperti pantai, gunung dan sebagainya. Kita punya wisata bawah laut di Gili bagi yang hooby diving, punya gunung Rinjani dan Tambora bagi yang senang hiking, dan ada lomba motor internasional di Mandalika dan lain sebagainya,” tambah Karman.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia, Lalu Suherman menyampaikan kegiatan ini merupakan inisiatif Himalo, namun tetap dapat dukungan dari Pemprov NTB.

“Kami akan lakukan acara seperti ini akan kami lakukan lagi beberapa waktu ke depan. Akan sering insya Alloh,” tutup Lalu Herman.

Kampanye Wisata bertajuk “Ayo datang ke Lombok & Sumbawa (NTB),” itu diikuti oleh puluhan masyarakat lombok di Jabodetabek. 

Tampak hadir juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB Taufik Hidayat, mantan Bupati Lombok Utara TGH. Najmul Akhyar dan mantan Sekjen PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Sabolah Al Kalamby.

BACA JUGA: Mandi Safar atau Rebo Bontong di Gili Mengundang Wisatawan

Acara dirangkai dengan jalan santai sepanjang jalan MH Tamrin-Bundaran HI, dan dimeriahkan dengan gong musik Lombok, yaitu Gendang Beleq. (*) 

 

 




Gubernur NTB Bersama Para Kadis Kunker di Praya Timur

Kunjungi Kerja (Kunker) Gubernur NTB dan para Kadis di Praya Timur menyerap aspirasi dan memberikan solusi permasalahan masyarakat setempat

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama para Kepala Dinas (Kadis)  melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk memenuhi undangan silaturahmi masyarakat di Desa Landah Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Sabtu (24/09/22).

Kunker tersebut untuk mendengar aspirasi langsung keinginan, harapan, keluh kesah atas permasalahan yang dihadapi warga setempat.

BACA JUGA: BUMD Jangan Jadi Penonton di Daerah Sendiri

Gubernur NTB menyampaikan bantuan untuk petani tembakau
Gubernur Zul bersama petani tem,bakau

“Kami datang hampir lengkap, guna mendengar langsung keinginan dan inspirasi masyarakat secara langsung, untuk mencari solusi terbaik,” ujar gubernur. 

Saat yang sama, Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengunjungi Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur,  Lombok Tengah, juga berdialog dan mendengarkan aspirasi dan keluhan nasyarakat .

Khusnya masalah-masalah mendasar yang masih dirasakan masyarakat.

Antara lain air bersih yang kurang, saluran irigasi yang tidak memadai, masa bercocok tanam yang tidak teratur, masalah pupuk dan banyak lagi yang lainnya.

“Terima Kasih atas sambutannya yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan. Semoga dengan kehadiran kami disini memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Bang Zul.

Sebelumnya di Desa Landah,  M. Al-Ghazali mewakili masyarakat Desa Landah menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur NTB  secara langsung melihat kondisi yang dihadapi masyarakat. 

“Kehadirannya tentu sebagai bentuk kepedulian bagi seorang pemimpin untuk lebih memperhatikan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu disebutkan, salah satu bentuk dukungan pemerintah dengan memberikan Tungku Oven dan Mesin Perajang Tembakau yang bermanfaat bagi petani tembakau di wilayah Desa Landan dan Desa Semoyan. 

Menurutnya banyak sekali manfaat atas bantuan yang diberikan untuk mendukung program industrialisasi yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB. Menjadi salah satu cara mengatasi persoalan keuangan petani tembakau. 

BACA JUGA: Enam Literasi Dasar Ini Harus Dimiliki Siswa

Di akhir acara, pemberian bantuan Tungku Open dan Mesin Perajang Tembakau secara simbolis kepada 6 kelompok petani tembakau di Desa Landah, sebagai upaya pemerintah dalam mengakselerasi industrialisasi sampai ke desa-desa terpencil. ***

 

 




Masalah Lingkungan Tidak Main-main, Ini Kata Wagub NTB

Cara sederhana mendukung pemerintah menyelesaikan masalah sampah, yakni dengan pilah sampah dari rumah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Menjaga dan merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan anak cucu di masa mendatang.

Hal itu diungkapkan Wagub NTB Hj. Rohmi Djaliah, M. Sc menyatakan itu saat memberikan sambutan pada acara Festival Lingkungan Hidup 2022 bertajuk “Temu Lingkungan  

Kata Wagub NTB, masalah lingkungan tidak main-main butuh kesadaran bersama untuk menyelesaikannya

 

Gelora Ekofeminisme Berdayakan Perempuan, Bersama Wujudkan Kelestraian Alam di Nusa Tenggara Barat “ di Ballroom Kantor Bupati Lombok tengah, Sabtu (24/09/22).

BACA JUGA: Atasi Masalah Sampah Tanggung Jawab Bersama

“Jadi masalah lingkungan ini, merupakan  hal yang tidak main-main, butuh kesadaran semua pihak untuk menyelesaikannya,” tegas Ummi Rohmi.

Lebih lanjut Wagub NTB mengatakan, permasalahan lingkungan khususnya sampah tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Seperti

rusaknya ekosistem lingkungan, tercemarnya air,  polusi udara, hingga pemanasan global. Untuk itu wagub mengajak agar masyarakat terlebih generasi muda untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. 

“Mari syukuri nikmat Tuhan dengan cara merawat lingkungan demi kualitas lingkungan untuk anak cucu dimasa mendatang,” ajak wagub

Di akhir sambutan, tak lupa Ummi Rohmi mengatakan, cara sederhana dalam mendukung pemerintah menyelesaikan masalah sampah yakni dengan pilah sampah dari rumah, karena menurutnya satu kunci solusi masalah sampah (organik/an organik) dengan cara memilah dari sumbernya langsung yakni rumah. 

“Buktinya sudah ada kok, sampah organik melalui Black Soldier Fly ( BSF) bisa jadi pelet, maggot dan pupuk organik dan Insyaallah pada tahun ini akan di bangun  pabrik RDN untuk mengelolah sampah menjadi bahan bakar,” tutup Ummi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Duta Lingkungan NTB Lalu Amrillah menyebut, 50 persen mata air di NTB sudah rusak bahkan hilang akibat dari terkikisnya ekosistem lingkungan.

Ia pun merasa terpanggil untuk melakukan gerakan gerakan penghijauan guna menyelamatkan ekosistem lingkungan yang tersisa.

“Untuk menjaga mata air, hampir dua sampai tiga kali setiap bulannya. Kami melakukan penghijauan,” ungkap Amrillah

Di sisi lain salah satu pemateri Bambang Supratomo mengajak kaum milienial untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon sebagai gaya hidup baru (life style).

BACA JUGA: World Cleaning Day di Empat Dusun Lekok, Desa Gondang

“Saya yakin jika para kaum muda kita tetap kampaye dalam menjaga lingkungan, maka banyak komponen masyarakat yang mengikuti karena pemuda merupakan agent of change,” ungkap Bambang. 

Acara  tersebut juga dirangkai dengan pemilihan duta lingkungan tahun 2022, yang merupakan inisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Tengah, jumlah pesertanya mencapai 72 orang. ***

 

 




Bunda Niken: Enam Literasi Dasar Ini Harus Dimiliki Anak

Enam literasi dasar dipaparkan Bunda Niken waktu buka pameran inovasi di SMANSA Mataram  

MATARAM.lomnokjournal.com ~ Enam literasi dasar harus diterapkan untuk anak-anak, yakni Literasi Baca dan Tulis, Literasi Numeraksi, Literasi Sains, Literasi Digital, Literasi Budaya dan Literasi Finansial.

Bunda Literasi, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka Pameran Karya Inovasi 2022 untuk SMANSA-ku bertajuk ”Karya Inovasi Sebagai Sarana Menumbuhkan Jiwa Wirausaha yang Berintegritas ” di Aula Rinjani SMANSA Mataram, Sabtu (24/09/22).

“Enam literasi dasar ini harus dimiliki oleh anak-anak kita,” ungkap Bunda Niken 

BACA JUGA: Siswa SMANSA Mataram Didorong Kembangkan Minat dan Bakat

Literasi Baca dan Tulis, tentu semua anak sebagian sudah mendapatkan literasi ini. 

Hanya saja bukan hanya sekedar membaca dan menulis, namun memaham apa yang tersurat dan tersirat dalam teks. Serta menuangkan apa yang ada di pikirannya.

“Dalam Literasi membaca dan menulis siswa siswi Smans tentu sudah baik, tetapi jangan lupa juga untuk menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris,” jelas Bunda Niken.

Literasi Numeraksi, anak-anak diharapkan mampu memahami angka dan simbol yang dapat menyelesaikan berbagai masalah sehari-sehari.

Literasi Sains merupakan kemampuan ilmiah individu untuk menggunakan pengetahuan yang dimilikinya pada proses identifikasi masalah. 

Memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang berhubungan dengan isu ilmiah

“‘Literasi Sains, bentuk perwujudan dari literasi baca dan tulis, serta literasi Numeraksi. Anak-anak harus dapat memahami baca dan tulis, serta memahami angka dan simbol,” ujarnya. 

Literasi digital adalah pengetahuan serta kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

“Selain menggunakan teknologi digital, anak-anak juga harus menerapkan etika yang baik dalam memanfaatkan teknologi digital,” jelas Bunda Niken.

Literasi Budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan pengetahuan dalam bersikap dalam keragaman budaya Indonesia sebagai sebuah indentitas bangsa.

BACA JUGA: SMANSA Mataram Pamerkan 75 Karya Inovasi Olahan Makanan

“Ini diperlukan untuk bisa memberikan wawasan budaya kepada anak – anak dan memahami situasi lingkungannya maisng-masing,” kata Bunda Niken.

Terakhir, Literasi Finansial adalah tentang pengetahuan bagaimana cara mengelola keuangan untuk memahami perbankan, manajemen keuangan pribadi dan investasi serta cara untuk menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. ***