Penyerahan hibah yang dilakukan Pemprov NTB melalui proses tidak mudah,
sebab tanah yang dihibahkan masih jadi bagian dari PAD
LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyerahkan hibah barang berupa tanah sawah irigasi seluas 2 hektar ke Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah.
Gubernur Zul menemui TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin
Penyerahan hibbah tersebut ditandai dengan Penandatangan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Taulani di Pondok Pesantren Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Loteng, Minggu (06/11/22).
Penandatanganan BAST disaksikan langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin, serta beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh pengurus Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda.
Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, penyerahan hibah ini telah melalui proses yang tidak mudah.
Mengingat tanah sawah irigasi merupakan lahan pertanian yang masih produktif dan menjadi bagian dari PAD Pemprov NTB.
Tapi sisi lain, pemerintah juga harus mampu berkontribusi kepada yayasan dan masyarakat demi membangun SDM yang mumpuni dan kesehatan masyarakat yang memadai.
“Karena lahan yang kita hibahkan, insyaallah akan dibangun rumah sakit oleh yayasan,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB saat memberi sambutan.
Dikatakan, pelajaran yang bisa diambil dari tuan guru sebagai pengasuh yakni masih tetap semangat memikirkan masa depan masyarakat.
Terutama bagaimana mewujudkan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah hari ini, menjadi momen bersejarah bagi kita. Impian tuan guru bisa kita wujudkan dengan menghibahkan tanah kepada yayasan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Taulani menjelaskan, tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB akan dibangun rumah sakit Universitas Qomarul Huda
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB yang telah dengan ikhlas menghibahkan tanah kepada yayasan,” jelasnya.
Dijelaskannya, jika rumah sakit Universitas Qomarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) telah dibangun, maka yayasan juga akan membangun fakultas kedokteran dan Program S3 di bidang Kesehatan masyarakat.
“Kami akan memanfaatkan tanah hibah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya fasilitas penunjang ini, insyaallah yayasan Qomarul Huda akan menjadi salah satu central pendidikan dan kesehatan di Lombok Tengah,” tegasnya. ***
Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB
Dalam peringatan ke 53 RSUD Provinsi NTB, menargetkan menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengatakan perkembangan RSUD Provinsi NTB sampai saat ini luar biasa, dan patut diacungi jempol. Mulai dari pelayanan dan sumber daya manusia yang sudah semakin membaik.
Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-53 Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat degan tema “Bangga Menjadi Bagian RSUD Provinsi NTB” di halaman RSUD Provinsi NTB, Minggu, (06/11/22).
“Perkembangan RSUD Provinsi NTB luar biasa, saya berharap nantinya akan menjadi RSUD terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH., dalam sambutannya mengucapkan RSUD Provinsi NTB di hari jadinya yang ke-53, ia berharap agar menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan di kawasan Indonesia Timur dapat segera terwujud.
“Saat ini, kami terus mempersiapkan RSUD Provinsi NTB bisa menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur. Mulai dari SDM, sarpras hingga pelayanan akan kami maksimalkan,” terangnya.
Dokter Jack panggilan akrabnya, juga menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan beberapa langkah besar untuk menjadikan RSUD Provinsi lebih baik.
Di antaranya pada tahun ini menargetkan naik kelas menjadi kelas A Pendidikan serta menjadi yang pertama kali di bagian Indonesia Timur akan melakukan Operasi Bedah Jantung.
“Dengan beberapa hal ini, sesuai dengan harapan bapak Gubernur bahwa tidak akan ada lagi masyarakat NTB yang harus dirujuk, insyallah akan terwujud,” katanya.***
Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Prof Gatot Dwi Hendro Wibowo ingatkan, kebinekaan bangsa harus dirawat dan dijaga
MATARAM.lombokjournal.com ~ Implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu, menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.
“Implementasi itu jadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita,” tegas Rachmat Hidayat.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat menyampaikan itu saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya.
Kali ini, Kota Mataram menjadi lokasi pembekalan pemahaman kepada publik tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Minggu (06/11/22).
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Dengan begitu, siapapun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.
“Yang pasti, prinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya, disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan,” jelas Rachmat.
Dalam sosialisasi yang dihadiri puluhan kader dan pengurus PDI Perjuangan Kota Mataram. Dua narasumber dihadirkan. Yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo, Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.
Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini.
“Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa,” tegas dia.
Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat.
Sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu.
“Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila,” ujar Gatot.
Ia mengajak kader PDI Perjuangan di Kota Mataram serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila.
Sebab, NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya.
Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan.
“Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar. Maka, jangan sampai ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng,” papar Prof Gatot.
Ia berharap para kader PDIP NTB dibawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia.
“Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asas nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya,” jelas Prof Gatot.
Terpisah, Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin, menambahkan, keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa, justru konsepnya digali berdasarkan nilai luhur bangsa Indonesia.
“Perbedaan itu bukan sumber perpecahan tapi menjadi falsafah bangsa. Kalau ingin bangsa kita terus menghormati nilai luhur bangsa, maka jadikanlah perbedaan itu sebuah khazanah untuk memperkaya dan memperkuat jati diri khazanah bangsa Indonesia,” tandas Alfin Syahrin.(*)
Gubernur NTB Buka Acara IDSECCONF 2022
Kata Gubernur NTB, kita belajar meloncat di industri Tekhnologi Informasi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan, industrialisasi adalah keberanian untuk berpikir sedikit berbeda dari kebiasaan.
Menurutnya, perjalanan panjang harus dimulai dengan langkah pertama, harus punya keberanian melakukan terobosan-terobosan awal.
“Kita beruntung hari ini ada yang punya keberanian mendeskripsikan tentang IT Security. Karena di antara banyak industri, salah satu yang memungkinkan kita belajar meloncat walaupun startingnya belakangan, adalah industri Information Technology,” tutur Bang Zul, sapaannya.
Ia menyampaikan itu saat menyampaikan sampaikan dalam acara Indonesia IT Security Conference (IDSECCONF) 2022, di Hotel Lombok Raya, Sabtu (05/11/22).
“Walaupun kita berada di negara berkembang, di desa-desa tertinggal, IT (Information and Technology) memungkinkan kita belajar bersama, bahkan lebih unggul dari negara-negara maju,” tambahnya.
Bang Zul juga menegaskan, anak-anak NTB more than capable. NTB punya talent yang luar biasa untuk belajar IT.
Ia berharap panitia dapat lebih lama berinteraksi dengan masyarakat di NTB, juga dapat berkunjung ke kampus swasta, SMK, hingga ke pondok-pondok pesantren.
“orang-orang bertalenta seperti ini banyak di tempat kami, tingal dipoles, maka kita akan melihat berlian itu berjuang menghasilkan kemilau yang gemilang untuk kita semua,” katanya.
Acara ini diselenggarakan oleh Komite IDSECCONF yang beranggotakan individu-individu independen yang terlibat di berbagai komunitas hacking dan keamanan informasi bersama Kementerian KOMINFO bekerja sama dengan organisasi Nahdlatul Wathan (NW), bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dan pelajar mengenai isu-isu keamanan teknologi informasiterbaru. ***
IDSECCONF 2022 Berlangsung di Lombok, NTB
Kegiatan IDSECCONF yang sudah masuk tahun kelimabelas ini diikuti 396 peserta personal maupun corporate termasuk dari luar daerah
MATARAM.lombokjournal.com ~Indonesia IT Security Conference atau IDSECCONF mulai digelar hari ini di Hotel Lombok Raya, Sabtu (05/11/22) dibuka Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah.
Ia menyampaikan itu saat menerima panitia lokal IDSECCONF 2022 di Pendopo Gubernur, Jumat (04/11/22).
Kegiatan ini telah diselengarakan sejak tahun 2008 yang bertujuan memberikan pencerahan ke khalayak umum, pelajar, mahasiswa, maupun kalangan IT Security professional, khususnya mengenai berbagai isu-isu keamanan teknologi informasi terbaru.
“Keamanan teknologi ini sangat penting namun di NTB masih sangat kurang peminatnya,” jelas Jon Fitriyadi, penyelenggara lokal Lombok.
IDSECCONF tahun kelimabelas ini diikuti 396 peserta personal maupun corporate juga dari luar daerah.
Pada tahun ini, IDSECCONF yang bekerjasama dengan organisasi Nahdlatul Wathan akan dilaksanakan secara offline dan bertempat di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 5-6 November 2022 dengan tema Blockchain dan Cloud Security.
Kegiatan IDSECCONF yang berfokus pada masalah Teknologi Informasi, khususnya Keamanan Teknologi Informasi dan temu komunitas ini diisi dengan seminar selama 2 hari, dengan 1 orang Keynote Speaker dan 8 orang pembicara.
Selain itu, terdapat 2 buah Diskusi Panel dan kompetisi hacking: Capture The Flag (CTF) yang berjalan offline secara bersamaan dengan seminar.
IDSECCONF adalah kegiatan tahunan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008 atas kerjasama Komite IDSECCONF dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (KEMKOMINFO), kemudian pernah bekerjasama dengan APJII, LSN, BSSN serta berbagai pihak terkait, yang bertujuan untuk memberikan pencerahan ke khalayak umum, pelajar, mahasiswa, maupun kalangan penggiat IT security dan profesional, khususnya mengenai berbagai isu-isu keamanan teknologi informasi terbaru. ***
Gubernur NTB Akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi
Menurut Gubernur NTB, banyak event nasional dan Internasional menjadi daya tarik berinvestasi di NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akan mendukung investor yang berinvestasi di Provinsi NTB.
Salah satunya gili atau pulau kecil di timur Pulau Lombok di antaranya Gili Kondo, Gili Lampu, Gili Pasir serta Gili Petangan.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dengan jajaran PT. Putella Amanah Resort di Pendopo Gubernur Mataram, Jumat (04/11/22).
Bang Zul panggilan akrabnya mengatakan, akan selalu terbuka dan membantu para investor agar nyaman berinvestasi di NTB.
“Kalau ada investasi yang masuk diusahakan dan jangan dibikin ribet agar para investor tidak kabur. Tentu kami dukung dan bantu,” ujarnya.
Dikatakan, Provinsi NTB saat ini telah memiliki banyak event-event menarik baik secara nasional dan Internasional.
Ia meyakini hal ini menjadi daya tarik investor terhadap daerah ini.
Karena itu, Bang Zul berharap segala investasi yang diajukan oleh para investor nantinya terus dikawal oleh stakeholders terkait.
Dan untuk para investor diimbau agar berinvestasi dengan cara yang baik.
“Intinya berinvestasi yang benar tidak merugikan masayarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama PT. Putella Amanah Resort, Ir. Junaidi Elvis, mengatakan terimakasih atas waktunya dan menerima jajarannya dengan baik.
Ia juga meminta bantuan dan arahan agar apa yang direncanakan pihaknya berjalan dengan baik.
“Tahap demi tahap akan kami jalani tentunya dengan prosedur yang benar, maka dari itu kami mohon arahan dan bantuannya. Jika berjalan dengan baik, akan saya dalami supaya investasi ini benar-benar terwujud,” terangnya.
Hadir dalam pertemuan kali ini, Kadis DPMPTSP Provinsi NTB, Kadis Pariwisata Provinsi NTB, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis PUPR serta Kepala BPN NTB. ***
IMI Diminta Berikan Kontribusi Bagi Daerah
Diharapkan IMI memfasilitas sekolah bagi anak-anak yang ingin melanjutkan mimpi menjadi pembalap
MATARAM.lombokjournal.com ~ Kehadiran pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) di seluruh Kabupaten/Kota se – Nusa Tenggara Barat diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mendukung berbagai perhelatan otomotif yang akan hadir di NTB.
Seperti halnya membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, mendukung berbagai produk-produk UMKM Lokal, memberikan fasilitas sekolah bagi anak-anak yang ingin melanjutkan mimpi menjadi pembalap.
“Saya lebih bangga kalau ada ketua IMI daerah yang mecoba mendirikan sekolah untuk mejadi crosser yang handal, mengajarkan bagaimana cara berkendara yang baik dan aman,” tuturnya saat pelantikan pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) di seluruh Kabupaten/ Kote SE NTB di Hotel Santika, Jum’at (04/11/22).
Hadirnya berbagai event Internasional pada bidang otomotif menjadikan Provinsi NTB sebagai salah satu Provinsi yang memiliki Event Internasional otomotif terbanyak di Indonesia.
“Tidak ada Provinsi di Indonesia, yang Internasional Event Otomotif lebih banyak di bandingkan Nusa Tenggara Barat,” ungkap Bang Zul.
Ia juga mengatakan, tidak semua IMI disetiap daerah harus mengadakan kegiatan-kegiatan balapan. Tapi juga ada yang IMI yang khusus menggarap center of education, ada IMI yang khusus mengerjakan souvernir, dan IMI akan terus bekerjasama apabila tidak ada event di daerahnya.
“Kita harus jadi contoh dunia, contoh Indonesia, sehingga siapa yang mau belajar otomotif, belajar motor, mereka harus singgah ke NTB,” uajr Bang Zul.
Senada dengan Gubernur NTB, Ketua IMI NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H mengharapkan, agar IMI NTB harus memberikan kontribusi terkait dengan Provinsi NTB.
“Dengan adanya ketua IMI di setiap Kabupaten Kota yang telah dikukuhkan akan lebih memaksimalkan peminat atlet,” kata Dokter Jack.
Ia juga mengajak untuk seluruh keluarga besar IMI NTB untuk mendukung berbagai perhelatan besar yang akan hadir di NTB.
“Kita akan buktikan pada Indonesia bahwa IMI NTB akan menjadikan NTB sebagai barometer otomotif,” ujarnya.***
Gubernur Bang Zul Kunjungi Warga BTN Rembige, Mataram
Gubernur NTB, Bang Zul rajin mengunjungi masyarakat di seluruh kabupaten kota di NTB, meski harus berkunjung di banyak daerah terpencil
MATARAM.lombokjournal.com ~Menyapa dan menyambangi masyarakat menjadi kebiasaan bagi Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah sejak dilantik sebagai pemimpin daerah.
Menurut Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, masyarakat sangat merindukan kehadiran pemimpinnya.
Bukan hanya masyarakat, bahkan banyak tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda yang memintanya menyapa dan mengunjungi masyarakatnya.
Karena itu, setelah dilantik menjadi Gubernur NTB, Bang Zul rajin mengunjungi masyarakat Desa dan Dusun di seluruh kabupaten kota di NTB, meski harus berkunjung di banyak daerah-daerah terpencil.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB pada tausyiah di BTN Rembige, Kamis (03/11/22).
“Di NTB banyak sekali daerah-daerah terpencil, namun dapat menyapa dan mengunjungi masyarakat merupakan kebahagian tersendiri, karena dapat bersilaturahim dan melihat langsung kondisi masyarakat,” katanya.
Di Masjid Al Ikhlas BTN Rembige dalam Tausyiahnya setelah mengimami sholat Magrib berjamah, Gubernur NTB mengajak masyarakat untuk bersyukur dan menghargai waktu, “Patut disyukuri, Rembige ini terlihat makmur, masjidnya indah dan cantik, menarik juga jamaahnya ramai dapat memakmurkan masjid. Alhamdulillah,” ucap Gubernur NTB.
“Jangan lupa bersyukur, dan jangan sampai lalai bersyukur kepada Allah SWT. Pandai-pandailah bersyukur karena Allah akan menambahkan nikmatNya bagi orang-orang bersyukur itu,” katanya.
Selain itu, Gubernur NTB menjelaskan pentingnya waktu, sebagaimana dijelaskannya dalam salah satu surah Al-‘Asr (Demi Waktu), Gubernur NTB juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menghargai waktu.
“Demi Masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Surahnya pendek tapi maknanya sangat luas, bagimana menghargai waktu, melakukan perbuatan baik, mengerjakan amal sholeh, dan menasehati untuk kesabaran,” nasehat Bang Zul untuk warga BTN Rembige.
Bang Zul menyampaikan niatnya untuk tetap bersilaturahim memenuhi undangan masyarakat dimana saja berada, baik di kota, luar kota maupun di pelosok, karena itu janjinya untuk tetap mengunjungi dan menyapa masyarakatnya.
“Insya Allah, saya akan tetap silaturahim dan akan berusaha untuk memenuhi undangan dari masyarakat NTB, bahkan sampai ke pulau, desa dan dusun terpencil di NTB,” katanya.
Kehadiran Gubernur NTB disambut dengan penuh keramahan dan gembira oleh masyrakat lingkungan BTN Rembiga, hal ini terlihat H.Kasdiono Tokoh masyarakat setempat memimpin sambutan dan bersalam-salaman untuk kehadiran Gubernur NTB.
Usai tausyiah singkatnya Bang Zul memberikan bantuan yang diterima langsung H. Ahmad Hadi Takmir Masjid Al Ikhlas BTN Rembiga berupa bantuan sejumlah dana, dan 5 Box Mushaf Nusa Tenggara Barat berisi 50 Al.Quran.
Ikut mendampingi pada acara silaturahim ke Masjid Al. Ikhlas ini Kepala Biro Kesra, Karo Administrasi Pimpinan Pimpinan, Kadis PMPD & Dukcapil, Kadis Dikbud, Kadis Koperasi & UMKM, Karo Pemerintahan, Pimpinan Baznas NTB dan Bank NTB syariah serta pejabat lainnya yang ikut dalam rombongan.***
Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru untuk Ponpes di Lotim
Rogoh Kantong Pribadi, Rachmat Hidayat Bantu Ponpes di Lotim Rp 300 Juta untuk Pengadaan Tanah Pesantren
LOTIM.lombokjournal.com ~Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat memberi perhatian besar untuk sektor pendidikan di Pulau Lombok.
Kali ini, ia menyerahkan bangunan ruang kelas baru yang dibangun untuk fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul Hikam Al Rumbuky, di Desa Rumbuk, Lombok Timur.
Dua ruang kelas baru yang menelan anggaran sebesar Rp 300 juta tersebut, merupakan program yang diperjuangkannya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra kerja dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Serah terima ruang kelas baru untuk fasilitas belajar mengajar para santri ini dilakukan hari Kamis (03/11/22).
Rachmat hadir langsung untuk menyerahkan kepada pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikam Al Rumbuky, KH M Khairi.
Turut mendampingi dalam penyerahan adalah Deputi Sekretariat Badan dan Kemaslahatan BPKH Emir Rio Khrisna, Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh, dan sejumlah utusan dari NU Care-Lazisnu.
Sementara dari PDI Perjuangan, hadir Wakil Ketua II DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah. Penyerahan ditandai dengan pemotongan pita oleh Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh.
“Semoga ruang kelas baru ini menjadi penyemangat bagi anak-anak kami para santri yang menempuh pendidikan di Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky. Menjadi penyemangat untuk berprestasi dan mengejar cita-cita yang diimbangi pendidikan agama yang kuat,” kata Rachmat.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menekankan, dirinya akan konsisten berjuang untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur lembaga pendidikan berbasis Islam di Pulau Lombok bisa semakin berkualitas.
Rachmat menekankan, Lembaga pendidikan berbasis Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga moral bangsa di tengah era globalisasi saat ini.
Bantuan ruang kelas baru di Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky ini sendiri melengkapi bantuan serupa yang juga sudah disalurkan Rachmat di sejumlah Pondok Pesantren di Lombok Barat, Lombok Utara, dan juga di Lombok Tengah.
Khusus untuk Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky, Rachmat juga menyiapkan bantuan tambahan senilai Rp 300 juta yang berasal dari kantong pribadinya.
Bantuan tersebut disiapkan untuk pengadaan lahan sehingga area Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky semakin representatif menopang proses pembelajaran para santri.
“Tahun depan juga, terkait program pembangunan ruang kelas baru, Insya Allah Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky akan kembali bisa mendapatkan bantuan,” imbuh Rachmat yang disambut pimpinan Ponpes dengan penuh rasa syukur.
Termasuk dari para jamaah dan santri yang hadir menyaksikan penyerahan.
Dalam kesempatan tersebut, tak lupa pula Rachmat menyampaikan penjelasan kepada seluruh hadirin yang hadir tentang BPKH.
Disampaikan, BPKH adalah lembaga pemerintah yang memiliki tugas mengelola keuangan haji dan memastikan pengelolaan keuangan tersebut benar-benar untuk kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi para calon Tamu Allah. Selain mengelola dana haji, BPKH juga mengelola Dana Abadi Umat, yang juga kemanfaatannya untuk membantu masyarakat.
Di Pulau Lombok, bersama BPKH, Rachmat mengungkapkan, dirinya tidak hanya membantu pembangunan ruang kelas baru untuk pondok pesantren.
Tapi juga menyiapkan bantuan untuk pembangunan masjid dan musala. Juga bantuan kendaraan ambulans untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.
Kendaraan ambulans tersebut tersebar di kabupaten/kota di Pulau Lombok dan siap melayani umat sepenuhnya selama 24 jam.
Kepada para jamaah yang hadir, Rachmat juga mengingatkan agar tidak termakan berita-berita bohong dan informasi yang tidak bertanggung jawab.
Sebab, BPKH acap difitnah dalam hal pengelolaan dana haji. Antara lain disebut BPKH menggunakan dana haji untuk membiayai pembangunan jalan tol.
“Ndak tepancing isik raos dengan. (Jangan terpancing omongan orang). Itu informasi hoax. Informasi yang menyesatkan. Yang sebenarnya adalah, BPKH sangat amanah dalam mengelola dana haji. Sepenuhnya memberi kemanfaatan untuk jamaah,” kata politisi senior NTB ini.
Penuh Kesyukuran
Pimpinan Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky KH M Khairi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan ucapan terima kasih kepada Rachmat yang telah membantu pembangunan dua ruang kelas baru di Ponpes yang dipimpinnya.
“Baru kali ini Ponpes Darul Hikam mendapat bantuan untuk pembangunan gedung kelas. Selama ini, kami lebih banyak berswadaya dalam mengelola Ponpes ini,” ucap KH Khairi.
Disampaikan pula, selama proses pembangunan dua unit ruang kelas baru tersebut, pihak Ponpes sangat dimudahkan. Tidak perlu pusing memikirkan material bangunan. Tidak memikirkan tukang dan ongkosnya.
Ponpes hanya tinggal menerima dan memanfaatkan ruang kelas baru yang sudah terbangun megah untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.
“Kami benar-benar terima beres. Tinggal duduk saja. Tinggal pakai. Alhamdulillah. Terima kasih yang tak terhingga untuk ayahanda Mamiq Haji Rachmat Hidayat, BPKH, dan Lazisnu,” kata KH Khairi.
Dia memastikan, ruang kelas baru tersebut akan dijaga dan dimanfaatkan maksimal untuk kegiatan belajar mengajar para santri.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Deputi Sekretariat Badan dan Kemaslahatan BPKH RI Emir Rio Khrisna menyampaikan bahwa BPKH saat ini mengelola dana haji yang berasal dari calon jamaah haji seluruh Indonesia sebesar Rp 160 triliun.
“Ini dana yang sangat banyak sekali,” kata Emir.
Dia menjelaskan, dana tersebut kemudian dikembangkan dan dikelola oleh BPKH. Seluruh nilai manfaat dari hasil pengembangan dan pengelolaan tersebut digunakan dalam dua hal. Yang pertama untuk jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci. Dia memberi contoh. Pada musim haji tahun 2022, seluruh jamaah haji hanya membayar ongkos haji rata-rata Rp 35 juta.
Padahal, pada tahun ini, biaya riilnya satu orang jamaah haji sebesar Rp 98 juta. Sehingga selisih sebesar Rp 63 juta untuk setiap jamaah berasal dari BPKH.
Untuk pemanfaatan kedua, bagi jamaah yang belum berangkat.
Semenjak tahun 2018, setiap jamaah haji yang sudah mendapatkan nomor porsi dan belum berangkat, juga mendapatkan nilai manfaat dari dana awal haji yang telah disetor.
Jamaah pun dapat mengecek langsung nilai manfaat yang diperolehnya tersebut melalui aplikasi di telepon genggam pintar.
Selain mengelola dana haji, BPKH juga kata Emir ditunjuk pemerintah untuk mengelola Dana Abadi Umat.
Saat ini, Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH sebesar Rp 3,7 triliun. Dana ini berasal dari efesiensi penyelenggaraan ibadah haji dari tahun sebelumnya.
Nilai manfaat dari Dana Abadi Umat inilah yang kemudian diarahkan BPKH untuk membantu masyarakat. Seperti halnya pembangunan ruang kelas baru untuk pondok pesantren. Bantuan ambulas untuk melayani umat. Juga bantuan untuk masjid dan musala.
“Tahun ini, nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat yang disalurkan BPKH sebesar Rp 230 miliar. Alhamdulillah, ada pemerataan untuk kemaslahatan umat dari Sabang sampai Merauke,” kata Emir.
Ditegaskan pula olehnya, informasi-informasi tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan oleh BPKH masih terus terjadi.
Seperti dana haji dipakai untuk infrastruktur atau BPKH ngutang dan belum bayar biaya haji tahun sebelumnya. Itu semua kata Emir tidak benar.
BPKH bahkan sudah empat tahun berturut-turut, memperoleh nilai audit tertinggi terhadap pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan.
“BPKH empat tahun beruntun mendapat audit keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Rumbuk Suhirman memberikan ucapan terima kasih mewakili warga desa Rumbuk kepada Rachmat Hidayat yang bermitra BPKH dan telah menyelesaikan pembangunan dua ruang kelas baru di Ponpes Darul Hikam.
“Kami bersyukur memiliki anggota DPR RI dapil Lombok H Rachmat Hidayat yang peka terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Suhirman.(*)
Pemprov NTB Dukung Penerapan e-Berpadu
Gubernur Zulkieflimansyah atas nama Pemprov NTB mengapresiasi e-Berpadu sebagai terobosan luar biasa selesaikan berbagai persoalan hukum di NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mendukung penerapan aplikasi e-Berpadu (Elektornik-Berkas Pidana Terpadu) yang diinovasi oleh Mahkamah Agung RI.
Penerapan aplikasi e-Berpadu guna mewujudkan pelaksanaan sistem peradilan modern berbasis IT,
Aplikasi e-Berpadu hadir untuk mewujudkan digitalisasi Administrasi Perkara Pidana Perdata dan memangkas prosedur panjang birokrasi.
Sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi layanan perkara pidana yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat pencari keadilan.
“Mungkin tampaknya sederhana, tapi ini suatu terobosan yang luar biasa. Atas nama pemerintah dan masyarakat NTB kami mengacungkan jempol dan apresiasi luar biasa,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menghadiri acara Coffee Morning di Pengadilan Tinggi NTB, Kamis (03/11/22).
Gubernur Zulkieflimansyah mengapresiasi e-Berpadu yang merupakan terobosan luar biasa untuk menyelesaikan berbagai persoalan hukum di NTB.
Menurutnya, penerapan e-Berpadu, dapat mempermudah terwujudnya transparansi mengenai proses peradilan di NTB.
“Saya kira perubahan teknologi di NTB ini membuat sekat-sekat dengan masyarakat tidak lagi berjarak. Yang kita lakukan bisa untuk mempermudah masyarakat untuk menyaksikan, memberi respon dan masukan bahkan menjadi bagian untuk terlibat langsung secara emosional tentang proses peradilan. Ada edukasi dan sosialiasi yang luar biasa mengenai berbagai persoalan hukum yang ada di NTB. Semoga ini menjadi semangat baru untuk kami hadir melayani dan berkhidmat kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi NTB, Dr. H.A.S Pudhoharsoyo, S.H., M.Hum juga menyatakan komitmennya untuk mengawal berbagai pelaksanaan administrasi perkara melalui penerapan e-Berpadu di NTB.
“Dengan adanya e-Berpadu, kami bersama-sama dengan stakeholders yang ada di tingkat Provinsi akan terus mengawal pelaksanaan administrasi elektronik baik di perkara pidana maupun perdata. Mari kita bersama-sama membangun sinergi untuk mewujudkan NTB dengan warganya yang banyak berkecimpung di dunia hukum,” tutur Ketua Pengadilan Tinggi NTB.
Selain komitmen bersama penerapan aplikasi e-Berpadu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pengadilan Tinggi NTB dengan Universitas Mataram, Universitas Islam Al Azhar Mataram dan Universitas Teknologi Sumbawa serta Peresmian Studio Mini NTB High Court TV Channel oleh Gubernur NTB.