Anaknya Tertolong Saat Sakit, Giliran Sariani Bantu Peserta JKN-KIS Lain

Sarian mengimbau masyarakat jangan berhenti membayar iuran tiap bulannya, sebab iuran yang dibayarkan akan sangat membantu sesama yang sedang membutuhkan

lombojournal.com –

JAMKESNEWS  ;  Seorang ibu pasti akan menjaga keluarganya untuk tetap sehat. Hal ini yang dilakukan Sariani (43) warga Kelurahan Batu Urip, yang mengaku memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ketika anaknya menderita sakit usus buntu.

Saat ditemui di warung tempat usahanya, Senin (28/01), Sariani yang terdaftar di kelas III ini awalnya tidak membayangkan akan menggunakan kartu JKN-KIS.

Awalnya ia mengaku ragu menggunakan BPJS Kesehatan. Tapi karena anaknya merasa kesakitan sejak tiga hari, Sariani jadi takut kalau terjadi sesuatu pada anaknya

“Jadi kami memberanikan diri menggunakan kartu itu untuk berobat. Memang sebelumnya kalau sakit biasa kami tahan jangan ke dokter. Kami takut biayanya besar,” ungkap Sariani.

Sariani mengaku tidak pernah merasakan menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat keluarganya. Ia hanya mendengar cerita dari orang lain di sekitarnya yang sudah menggunakan kartu tersebut.

Keluarganya baru menggunakan waktu anaknya sakit. Ketika menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat anaknya, barulah Sariani sadar pentingnya perlindungan jaminan kesehatan ini.

“Kalau boleh dibilang keberatan atau tidak, rasanya ya saya tidak keberaran untuk bayar Rp 150.000,- per bulan. Saya tidak keberatan karena keluarga kami sudah merasakan manfaatnya. Bayangkan saja kalau kami tidak terdaftar jadi peserta JKN-KIS yang dikelola BPJS kesehatan, pasti sudah jutaan yang harus kami bayarkan untuk berobat. Kalaupun tidak digunakan, saya ikhlas iuran saya untuk membantu orang yang sakit,” tutur Sariani yakin.

Ia pun mengimbau masyarakat jangan berhenti membayar iuran setiap bulannya. Sebab iuran yang dibayarkan akan sangat membantu sesama yang sedang membutuhkan.

Sariani sendiri awalnya mengaku agak malas membayar iuran setiap bulan. Dulu ia berpikir, kalau nggak sakit untuk apa dibayar.

“Tapi sejak anak saya sakit, barulah sayasadar ternyata iuran yang saya dan orang lain bayar akan berguna untuk yang sedang sakit. Kalau tidak sakit pasti akan ada yang membutuhkan bantuan iuran kami. Saya sudah dibantu oleh orang lain yang menjadi peserta JKN-KIS, kini giliran saya balik membantu mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Sembari menutup pembicaraan, Sariani berharap ke depannya pelayanan BPJS Kesehatan lebih baik, termasuk pelayanan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.

“Walapun sekarang sudah bagus, semoga ke depan pelayanan BPJS Kesehatan bisa lebih bagus lagi,” harapnya.

RW/na/jamkesnews

Narasumber : Sariani