Air Asia Perth-Lombok, Wisatawan Australia Meningkat Hingga 300 Persen

Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur

MATARAM.lombokjournal.com –– Salah satu kerja nyata pemerintah provinsi di era kepemimpinan Gubernur Dr H Zulkiefkimansyah dan Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, yakni dibukanya rute penerbangan langsung (Diret Flight ) dari Perth ke Lombok.

Penerbangan yang dibuka Bulan juli 2019 tersebut dirasa sangat membantu NTB bangkit pascagempa 2018 lalu.

“Optimisme mengenai akan ramainya rute penerbangan ini juga ditunjang dengan tarif penerbangan yang dinilai cukup terjangkau,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, usai mendarat dengan penerbangan perdana Air Asia Perth-Lombok di BIL, Lombok Tengah pada Juli lalu.

Dibukanya maskapai penerbangan Air Asia Perth-Lombok ini memang memberi dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama Australia. Peningkatan wisatawan Australia ke Lombok bahkan mencapai 300 persen saat ini.

General Manager PT Angkasa Pura I Nugroho Jati menuturkan, Semenjak dibuka dalam seminggu 4 kali penerbangan, progresnya sangat bagus dan stabil mencapai 80-95 persen.

Penerbangannya tidak pernah dibawah 100 pax dan bisa dikatakan selalu penuh.

“Kalau kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun (y to y) data Januari hingga Agustus masih belum bisa sama seperti tahun lalu. Hanya saja wisatawan Australia kita meningkat,” bebernya

Peningkatan untuk wisatawan Australia saat ini hingga 300 persen. Yakni dari hanya 2 ribu lebih wisatawan meningkat menjadi 9 ribu lebih wisatawan Australia. Hal ini tentu membuka peluang keinginan untuk menambah rute baru.

Terkait rute penerbangan, saat ini diakuinya memang sedang dalam proses usaha penambahan rute-rute baru.

Namun untuk penambahan frekuensi, yang ada saja dinilai masih stabil sehingga belum ada perencanaan ke arah tersebut. Sekarang ini, pihaknya lebih fokus pada pencarian rute baru.

“Itu masih proses, sementara kita konsen dan fokus lebih kepada penyediaan infrastruktur dulu agar siap mendukung jika keadaan sudah seperti tahun lalu,” sambungnya.

Terlebih dengan adanya program pemerintah terhadap lima destinasi wisata super. Salah satunya KEK Mandalika yang akan digelar perhelatan internasional MotoGP.

Sehingga perlu perlu diutamakan persiapan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi pertama. Tentunya juga tidak lupa berkabolarasi dan bersinergi lintas fungsi.

“Sambil kita cari rute baru,” katanya.

Untuk persiapan Moto GP di Lombok ini sudah diprogram oleh pemerintah pusat yang  didukung  penuh oleh pemerintah daerah. Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur.

Salah satunya  yakni perpanjangan landasan dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter.

Selain itu, harus ada perluasan gedung terminal hingga bisa menampung penumpang dari kapasitas  hingga 7 juta per tahun. Kapasitasnya ditingkat hingga 100 persen. Begitu juga dengan peningkatan infrastruktur daya dukung lainnya yang semua mengarah kepada percepatan pembangunan KEK Mandalika

“Tentunya dengan di dalamnya adalah gelaran Moto GP yang paling dekat eventnya,” kata Nugroho .

Sementara untuk penambahan rute baru diakuinya memang belum bisa direalisasikan dengan cepat. Ini dikarenakna ada kerangka waktu untuk menjadi platform ketentuan UU dan regulasi yang berlaku.

Di antaranya dari pihak Perhubungan kaitannya rotasi feed management masing-masing maskapai setiap enam bulan.

“Jadi bisa dikatakan seperti summer season dan winter season,” tandasnya

Selama 6 bulan sekali mereka buat perencanaan untuk tahun depan. Dalam perencanaan tersebut, mereka membutuhkan data dan menganalisa market. Mengingat kondisi Lion Air saat ini cukup banyak regulasi ketat, terutama aspek keselamatan.

“Jadi tidak bisa segera kita tambah rute baru,” katanya.

AYA