Badan Publik Informatif di NTB Meningkat

Dalam acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi NTB diketahui, badan publik di NTB makin inovatif dalam layanan informasi 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan Komisi Infromasi NTB, persentasi Badan Publik Informatif di Nusa Tenggara Barat meningkat. 

BACA JUGA : Keterbukaan Informasi NTB Modal Raih Kepercayaan Publik 

Dalam pemberian Penghargaan Anugerah Keterbukaan  Informasi Publik oleh Komisi Informasi NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (24/10), menjadi tantangan meneguhkan komitmen nasional selama lima tahun berturut turut sebagai Pemerintah Provinsi Informatif. 

“Saya mengapresiasi Komisi Informasi NTB dan berharap seluruh badan publik makin inovatif dan proaktif dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Hassanudin. 

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi NTB, Sansuri Spt, MM mengatakan, hasil monev KI tahun ini, jumlah Pemerintah Kabupaten/Kota yang mendapatkan predikat Informatif naik sepuluh persen dari tahun lalu sebesar 50 persen. Sedangkan PPID OPD dan Pemerintah Desa tetap 25 persen dari hasil monev tahun lalu. 

BACA JUGA : Komunikasi Profetik, Materi Kuliah Agus Purbatin Hadi 

“Terimakasih kepada Pj Gubernur yang telah menetapkan transparansi sebagai tagline daerah kita sehingga menjadi motivasi kita semua untuk good governance,” ujarnya. 

Sebanyak 95 badan publik, 10 PPID kabupaten kota, 45 OPD provinsi dan 10 PPID Desa yang dilakukan monev dan visitasi menunjukkan kenaikan. 

70 persen untuk kategori PPID kabupaten/kota dan OPD provinsi meningkat menjadi 75 persen, dan 12,5 persen PPID Desa dengan predikat Informatif dengan catatan mendapatkan Penghargaan nasional selama tiga tahun berturut turut yang tahun ini diwakili dua desa yakni Aikmual, Loteng dan Desa Beru, KSB. Sedangkan sengketa informasi di KI NTB juga meningkat dari 24 menjadi 30 kasus. 

BACA JUGA : Meningkat Nilai Ekspor NTB, Nilai Impor Menurun

Berikut peraih penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tingkat provinsi tahun 2024 ;

  1. KABUPATEN  DOMPU
  2. KABUPATEN  LOMBOK  BARAT
  3. KABUPATEN  LOMBOK  UTARA
  4. KABUPATEN  SUMBAWA
  5. KABUPATEN  LOMBOK  TIMUR
  6. KOTA  MATARAM
  7. KABUPATEN  SUMBAWA  BARAT
  8. DESA  PUYUNG  KECAMATAN  JONGGAT  KABUPATEN  LOMBOK  TENGAH
  9. DESA  DESA  BERU  KECAMATAN  BRANG  REA  KABUPATEN  SUMBAWA
  10. DESA  LAJUT  KECAMATAN  PRAYA  TENGAH  KABUPATEN  LOMBOK TENGAH
  11. DESA  AIK  MUAL  KECAMATAN  PRAYA  KABUPATEN  LOMBOK  TENGAH
  12. DESA  LEMBAR  SELATAN  KECAMATAN  LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
  13. DINAS  PERINDUSTRIAN  PROVINSI  NTB
  14. BIRO  HUKUM  SETDA  PROVINSI  NTB
  15. DINAS  PERTANIAN  DAN  PERKEBUNAN  PROVINSI  NTB
  16. KEPENDUDUKAN  DAN  CẤTATAN  SIPIL  PROVINSI  NTB
  17. DINAS  PEMBERDAYAAN  MASYARAKAT, PEMERINTAH  DESA
  18. INSPEKTORAT  PROVINSI  NTB
  19. BADAN  PENGELOLAAN  KEUANGAN  DAN  ASET  DAERAH  PROVINSI  NTB
  20. BADAN  PENANGGULANGAN  BENCANA  DAERAH  PROVINSI  NTB
  21. DINAS  PERUMAHAN  DAN  PEMUKIMAN  PROVINSI  NTB
  22. DINAS  ENERGI  DAN  SUMBER  DAYA  MINERAL  PROVINSI  NTB
  23. BIRO  PEMERINTAHAN  DAN  OTONOMI  DAERAH  SETDA  PROVINSI  NTB
  24. DINAS  LINGKUNGAN  HIDUP  DAN  KEHUTANAN  PROVINSI  NTB
  25. DINAS  PETERNAKAN  DAN  KESEHATAN  HEWAN  PROVINSI  NTB
  26. BIRO  PENGADAAN  BARANG  DAN  JASA  SETDA  PROVINSI  NTB
  27. SATUAN  POLISI  PAMONG  PRAJA  PROVINSI  NTB
  28. DINAS  PEMUDA  DAN  OLAHRAGA  PROVINSI  NTB
  29. DINAS  KELAUTAN  DAN  PERIKANAN  PROVINSI  NTB
  30. BIRO  KESRA  SETDA  PROVINSI  NTB
  31. SEKRETARIAT  DPRD PROVINSI  NTB
  32. DINAS KETAHANAN  PANGAN  PROVINSI  NTB
  33. BADAN  PENGEMBANGAN  SUMBER  DAYA  MANUSIA  PROVINSI  NTB
  34. DINAS  PEKERJAAN  UMUM  DAN  PENATAAN  RUANG  PROVINSI  NTB
  35. BADAN PENGENDALIAN  PENDUDUK  DAN  KELUARGA  BERENCANA
  36. DINAS  PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN  ,  PERLINDUNGAN  ANAK
  37. DINAS  PERDAGANGAN  PROVINSI  NTB
  38. DINAS  SOSIAL  PROVINSI  NTB
  39. BADAN  PERENCANAAN  PEMBANGUNAN  DAERAH  PROVINSI  NTB
  40. BIRO  PEREKONOMIAN  SETDA  PROVINSI  NTB
  41. BADAN  RISET  INOVASI  DAERAH  PROVINSI  NTB
  42. BIRO  ORGANISASI  SETDA  PROVINSI  NTB
  43. DINAS  KESEHATAN  PROVINSI  NTB
  44. DINAS  TENAGA  KERJA  DAN  TRANSMIGRASI  PROVINSI  NTB
  45. RUMAH  SAKIT  HL MANAMBAI  ABDUL  KADIR  PROVINSI  NTB
  46. BADAN  PENGELOLAAN  PENDAPATAN  DAERAH  PROVINSI  NTB
  47. RUMAH  SAKIT  JIWA  MUTIARA  SUKMA  PROVINSI  NTB
  48. RUMAH  SAKIT  UMUM  DAERAH  PROVINSI  NTB.(jm/her/kominfotik)

 

 




Desa Berdaya, NTB Tangani 106 Desa Prioritas

Program Desa Berdaya sebagai upaya penanganan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan,  pentingnya kolaborasi terpadu pemerintah dan mitra pembangunan dalam program Desa Berdaya untuk tangani kemiskinan ekstrem. 

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, BPBD Pimpin Komando Terpadu

Gubernur NTB berharap ada keterpaduan dalam mengimplikasikan program Desa Berdaya
Gubernur Iqbal

Pemprov NTB siap memimpin keterpaduan program agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran di 106 desa prioritas.

Gubernur Iqbal memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi program Desa Berdaya bersama Mitra Pembangunan Pemerintah Provinsi NTB di Mataram, Jum’at (23/01/26).

Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan pilar utama pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan. 

Di NTB terdapat 106 desa kategori desa dengan kemiskinan ekstrem.

“Target utama kita adalah menghilangkan kemiskinan ekstrem. Ini adalah fondasi paling mendasar sebelum menyelesaikan persoalan sosial lainnya,” tegasnya.

Gubernur Iqbal menyoroti sejarah panjang keterlibatan mitra pembangunan di NTB sejak puluhan tahun silam. Pengentasan kemiskinan selama ini belum maksimal. Karena kurangnya kolaborasi yang terstruktur.

“Persoalannya adalah lack of orchestration, tidak ada yang mengorkestrasi, tidak ada dirigennya. Masing-masing jalan sendiri.” ujarnya dalam pengarahan terkait program Desa Berdaya itu.

Kemiskinan merupakan akar berbagai persoalan sosial, seperti pernikahan di usia dini. Karena itu, penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara parsial namun harus terintegrasi. Untuk mengatasinya, Pemprov NTB mengimplementasikan program “Desa Berdaya” sebagai upaya penanganan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi.

Pemerintah menyediakan basis data yang akurat mengenai lokasi sesuai kebutuhan desa. Dengan data tersebut, mitra pembangunan diharapkan menyelaraskan program kerja agar tidak tumpang tindih.

BACA JUGA : Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHKom Tanjuang Karang

“Pemerintah provinsi menyediakan data dan memberikan arahan. Teman-teman mitra pembangunan yang memainkan alat musiknya, tetapi iramanya harus sama,” jelasnya. 

Visi utamanya mengurangi kemiskinan, sementara aspek unggulan lainnya seperti ketahanan pangan dan pariwisata diposisikan sebagai alat (tools) atau instrumen mencapai tujuan.

“Tujuan utamanya nomor satu. Nomor dua, nomor tiga sebetulnya tools, alat untuk mengeluarkan dari kemiskinan tersebut,” jelasnya.

Melalui rapat koordinasi, diharapkan tercipta kesepahaman bersama antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan dalam mengaplikasikan Desa Berdaya. (don-shr/dyd)

 




Cuaca Ekstrem, BPBD NTB Pimpin Komando Terpadu

Antisipasi cuaca ekstrem dilakukan sejak dini melalui mekanisme komando terpadu 

MAARAM.LombokJournal.com ~ Menghadapi potensi cuaca ekstrem dasarian III Januari 2026, periode 21–31 Januari, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaktifkan komando terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Berdasarkan informasi dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTB, khususnya di kawasan lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

BACA JUGA : Pesantren dan Masa Depan Karakter Bangsa :  Sebuah  Solusi?

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik menegaskan, pemerintah daerah melakukan antisipasi cuaca ekstrem sejak dini melalui mekanisme komando terpadu yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB sebagai leading sektor kebencanaan.

“Pemerintah Provinsi NTB tidak menunggu kejadian. Kesiapsiagaan dibangun berbasis prakiraan cuaca dan upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan masyarakat”, ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (22/01/26). 

Anaalisis BMKG, potensi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian diperkirakan mencapai 70 hingga lebih dari 90 persen di wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora. 

Wilayah tersebut merupakan kawasan strategis karena berfungsi sebagai sentra pertanian dan perkebunan. Dan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Pemprov NTB telah menggerakkan OPD sesuai tugas dan fungsinya. BPBD Provinsi NTB melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan, menyiapkan personel dan logistik kebencanaan, serta memperkuat sistem peringatan dini dan respons cepat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, Seperti drainase, gorong-gorong, saluran irigasi, serta melakukan pemantauan dan penanganan titik-titik rawan banjir dan longsor, termasuk kesiapan penanganan darurat akses jalan.

Di sektor ketahanan pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB melakukan pendampingan kepada petani untuk mengantisipasi potensi gagal panen, mendorong penyesuaian pola tanam, serta memperkuat perlindungan lahan pertanian di kawasan rawan bencana.

Dinas Sosial menyiapkan layanan kedaruratan sosial, termasuk dapur umum dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak apabila diperlukan evakuasi.

BACA JUGA : Konsolidasi Pendidikan Kader Pemula AMAN Mataram

Unsur TNI/Polri juga digerakkan, Basarnas, Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan kebencanaan, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa guna memperkuat respons dan koordinasi di lapangan.

“Koordinasi ini dibangun sejak awal agar risiko cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin, keselamatan masyarakat terjaga, dan aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan sentra pangan, dapat tetap berlangsung”, pungkas Ahsanul Khalik. (edo/jmy)

 




Pesantren dan Masa Depan Karakter Bangsa: Sebuah Solusi?

Kenanpuan pesantren adalah menerjemahkan pendidikan akhlak menjadi tindakan nyata

MATARAM.LombokJournal.com ~ Belum lama ini, kita dikejutkan berita-berita pilu: pengeroyokan siswa terhadap guru, bullying yang berujung luka fisik dan mental, hingga kekerasan verbal yang menjadi “bahasa sehari-hari” di kalangan pelajar. 

Penulis: Muhamad Arifin: Dosen STIS Darul Falah Pagutan Mataram NTB)

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2023 menunjukkan tingginya angka kekerasan di lingkungan pendidikan, baik secara fisik maupun psikis. Fenomena ini adalah bukti nyata dari degradasi moral yang menggerogoti sendi-sendi karakter anak bangsa.

Situasi ini mengingatkan kita pada peringatan Bung Hatta, “…tidak jujur itu sangat susah diperbaiki.” Kekerasan dan ketidakadilan adalah anak kandung dari ketidakjujuran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Lembaga pendidikan, yang seharusnya menjadi taman yang menumbuhkan kebajikan, justru kerap menjadi panggung konflik dan penyimpangan

Ini adalah alarm darurat bahwa pendekatan pendidikan kita selama ini terlalu menitikberatkan kecerdasan akademik (kognitif) dan mengabaikan penanaman karakter (afektif) serta pembiasaan perilaku (psikomotorik) secara serius.

Lemahnya Fondasi Karakter dan Kendali Diri

Banyak analisis menyebutkan bahwa lemahnya kontrol diri, rendahnya empati, dan kaburnya nilai hormat kepada guru dan sesama adalah akar masalahnya. Dunia digital yang tanpa batas memperparah kondisi ini, di mana kekerasan verbal dan fisik di dunia nyata seringkali merupakan lanjutan dari permusuhan di dunia maya.

Sekolah umum, dengan waktu interaksi yang terbatas dan sistem yang seringkali terjebak pada formalitas kurikulum, kesulitan membangun fondasi karakter yang kokoh. Pendidikan karakter menjadi sekadar mata pelajaran, bukan nafas yang menghidupi seluruh aktivitas sekolah.

Lalu, adakah alternatif ekosistem pendidikan yang mampu membendung krisis ini? Di sinilah pesantren menawarkan model yang relevan. Sebagai sub-kultur pendidikan (Geertz & Wahid), pesantren bukan sekadar sekolah, tetapi sebuah ekosistem kehidupan. Sistem asrama menciptakan lingkungan 24 jam di mana nilai-nilai tidak hanya diajarkan, tetapi “dihidupi” dan “diawasi” secara kolektif.

Kontrol ketat terhadap gadget dan akses internet, seperti diungkapkan Arifin (2024), bukan bentuk pengasingan, melainkan strategi untuk menciptakan ruang aman bagi pembentukan konsentrasi dan karakter. 

Dalam ekosistem ini, hubungan antara santri, ustadz, dan kiai dibangun dengan pondasi rasa hormat (ta’dzim) yang mendalam. Kekerasan fisik atau verbal terhadap guru adalah hal yang hampir tak terbayangkan karena nilai adab kepada pengajar adalah fondasi pertama yang ditanamkan di pesantren.

Akhlak: Lebih Dari Sekedar Teori

Yang membedakan pesantren adalah kemampuannya menerjemahkan pendidikan akhlak menjadi tindakan nyata. Bukan hanya tahu bahwa bullying itu salah, tetapi santri hidup dalam lingkungan yang secara aktif mencegahnya melalui pengawasan peer group dan figur otoritas (kiai/ustadz) yang selalu hadir. Konsep “otot-otot akhlak” yang perlu terus dilatih (Indonesian Heritage Foundation, dalam Arifin, 2024) menemukan medan latihannya yang sempurna di pesantren.

Nilai-nilai inti seperti “hormat” (al-adab), “kasih saying” (ar-rahmah), “tanggung jawab” (al-mas’uliyyah), dan “cinta damai” (as-silm) dikembangkan bukan melalui seminar, tetapi melalui interaksi harian: mengantri mandi, menghormati teman yang sedang menghafal, menyelesaikan konflik dengan mediasi, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan. Inilah pendidikan karakter yang aplikatif, yang langsung menyentuh ranah perilaku.

Kontribusi  Pesantren untuk Pendidikan Nasional

Maraknya kekerasan di lembaga pendidikan adalah cermin kegagalan kita membangun ekosistem karakter yang integral. Pesantren, dengan segala keunikannya, menunjukkan bahwa pembentukan karakter memerlukan:

  • Waktu yang cukup: Tidak bisa dicicil 2 jam pelajaran per minggu.
  • Keterlibatan komunitas penuh: Guru, pengasuh, dan senior semua adalah pendidik
  • Keteladanan yang konsisten: Figur otoritas (kiai/ustadz) hidup di tengah dan menjadi contoh utama.
  • Sistem yang mendukung: Aturan, rutinitas, dan pengawasan yang jelas untuk membentuk kebiasaan.

Pemerintah dan pelaku pendidikan formal perlu melihat pesantren bukan sebagai lembaga eksklusif, tetapi sebagai laboratorium hidup pendidikan karakter. Kolaborasi bisa dibangun, misalnya dengan program pertukaran pengalaman, integrasi model mentoring asrama ke sekolah tertentu, atau pelatihan guru yang menekankan pada keteladanan dan pendekatan holistik.

Seperti pepatah Arab yang dikutip penulis, “Syubbānul yaum rijālul ghad”: Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika kita ingin masa depan dengan pemimpin yang berintegritas, empatik, dan menjunjung tinggi perdamaian, maka kita harus memperbaiki ekosistem pendidikan yang membentuk mereka hari ini.

Pesantren, dengan warisan panjangnya, menawarkan secercah solusi yang patut dipertimbangkan dan diadaptasi dengan konteks kekinian. Krisis kekerasan di sekolah adalah panggilan mendesak untuk tidak lagi memandang pendidikan karakter sebagai pelengkap, tetapi sebagai inti dari proses pembelajaran.

Referensi:

Arifin, M. (2024). *Pendidikan Pesantren: Solusi atas Moralitas Anak     Bangsa?*(Artikel orisinal yang dikembangkan).                                                                                                                                                                            Wahid, A. & Geertz, C. (Konsep pesantren sebagai sub-kultur).                                                                                              Indonesian Heritage Foundation. (Konsep 9 Pilar Karakter dalam Arifin, 2024).                                                                    Data dan Laporan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) mengenai kekerasan di lingkungan pendidikan.

 




Konsolidasi Pendidikan Kader Pemula AMAN Mataram

Masyarakat adat Lang-lang sangat mengapresiasi kegiatan  konsolidasi kader pemula AMAN Mataram

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kader AMAN dari semua komunitas adat se Kota Mataram yang sudah menempuh pendidikan kader pemula, melakukan konsolidasi Sabtu, (27/12/25) di  Mataram (Wilayah adat Komunitas Masyarakat adat Lang-lang) Dasan Agung Kota Mataram

Ketua PH AMAN Mataram, L.M. Iswadi Athar dalam sambutan dan arahan mengatakan, konsolidasi kader adalah wadah berkumpulnya kader yang telah menempuh pendidikan kader pemula Masyarakat Adat, dan memahami keberadaan AMAN sebagai rumah besar bagi perjuangan Masyarakat adat

BACA JUGA : Konsolidasi Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA)

“Konsolidasi kader mengambil tema, mencetak kader yang solid dan militan membangun organisasi AMAN,” ungkap iswadi 

Iswadi Athar mengatakan, peduli lingkungan dan bumi  dengan aksi membagikan ‘Green trashbag’ hitam dan putih untuk memilah sampah di masyarakat adat di Kota Mataram merupakan wujud cinta pada kamapung halaman.

Rumah yang disebut ‘Bale Mentaram’ agar sampah tertangani dengan baik, karena penting kepedulian warga. Konsolidasi komunitas masyarakat adat di kota Mataram akan menjaga bumi dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

Lebih dari itu akanmemilah sampah rumah tangga sesuai dengan ketentuan plastik Hitam (anorganik) dan Putih (organik). 

Ketua Komunitas adat Lang-Lang, H.Parmanmengatakan, masyarakat adat Lang-lang sangat mengapresiasi kegiatan  konsolidasi kader pemula AMAN Mataram.

“Silahkan kader AMAN terus memperjuangkan masyarakat adat dan tokoh serta pemimpin adat, kami yang berbasis komunitas lang-lang adat siap mendukung penuh,” Kata H Paqrman.

BACA JUGA : Sosialisasi Perempuan AMAN dan Pembentukan PHKom Krekot

Ia menegaskan, pintu selalu terbuka bagi komunitas adat. Diharapkan bisa bersinergi mengayomi adat dan budaya Mataram/

“Kita hidupkan kesenian kita, dan kita selamatkan adat dan budaya kita tetap lestari di Kota Mataram yang sama-sama kita cintai,” tegas Parman.

Menanggap keterbukaan itu, Iswadi menjelaskan, Kader Pemula adalah tulang punggung generasi AMAN dan gerakan Masyarakat Adat.

“Dan kedepan akan menjadi pemimpin masyarakat adat ‘lek Bale Mentaram’ ini,” kata Iswadi.

Acara konsolidasi internal dilanjutkan antara organisasi induk PD AMAN Mataram bersama ketua komunitas adat se Mataram bersama organisasi sayap AMAN.

Dan konsolidasi itu berlangsung, diantaranya BPAN Mataram; PKam Krekok dan PKam Tanjung Karang serta PEREMPUAN AMAN; PHKom Krekok dan Tanjung Karang.

BACA JUGA : Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHKom Tanjung Karang

Kegiatan itu berlangsung untuk melakukan konsolidasi berbagai bentuk kegiatan bersama ke depan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat. (***).

 

 




Manajemen Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA)

Dalam peningkatan kapasitas manajemen  tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas perdagangan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mataram (PD AMAN Mataram) mengadakan kegiatan penguatan kapasitas manajemen usaha kelompok usaha masyarakat adat (KUMA), di Aula Dinas Perdagangan Propinsi NTB Rabu-Kamis (19-20/11/25)

Penguatan Kapasitas Manajemen Usaha KUMA ini, terdiri dari dua KUMA; KUMA Krekok dan KUMA Tanjung Karang yang telah berproses dan menghasilkan produk usaha.

BACA JUGA : Sosialisasi Perempuan Aman dan Pembentukan PHKom Krekok  

Ketua PH AMAN Mataram, L. M. Iswadi Athar. Peserta yang hadir ini bersasal dari Kelompok usaha masyarakat adat dari dua KUMA; KUMA Krekok yang mengolah berbahan baku kelapa menjadi olahan minyak seperti VCO dan minyak rempah. KUMA Tanjung Karang yang mengolah bahan baku ikan laut menjadi abon ikan laut dan souvenir lainnya.

“Kehadiran mereka untuk kita latih dalam peningkatan kapasitas dan pengetahuan dalam manajemen mengolah produk usaha,perizinan usaha, sertifikasi halal, kemasan, dan lain lain. DisIni kami hadir bagaimana untuk mendorong usaha masyarakat adat bisa berdaulat dan menjadi tuan di tanahnya sendiri,” ungkap Iswadi.

Dalam peningkatan kapasitas manajemen  tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas perdagangan, yang diwakili oleh kepala UPTD NTB Mall Lalu Afgan Muharor. 

Dalam penyampaianya ia menyatakan bahwa kelompok usaha berbasis masyarakat adat seperti ini sangat bagus dalam mengangkat hasanah yang ada di masyarakat, yakni berupa produk usaha masyarakat adat oleh AMAN Mataram. 

BACA JUGA :Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHKom Tanjung Karang

“Kami bangga dan sangat mengapresiasi ini, kami akan kurasi produk usaha yang dimiliki AMAN Mataram untuk kita bisa display di outlet UPTD Kami di NTB Mall,” jelas Iswadi.

Acara kegiatan berjalan dan menghadirkan pemateri dari dinas perindustrian dan UKM, BPOM, Lembaga sertifikasi Halal, Perbankan, dan HIPMI serta dari fasilitator lainnya tentang manjemen bisnis canvas

 

 




Sosalisasi PEREMPUAN AMAN dan pembentukan PHKom Krekok

Perwakilan PEREMPUAN AMAN tampak  hadir yakni Dewi Kustina dalam kegiatan sosialisasi tersebut

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sosialisasi Perempuan AMAN dan pembentukan PhKom Krekok yang dilaksanakan Minggu (16/11) di Sekolah adat Grude Krekok  Wilayah adat Krekok Rembiga kota Mataram

Ketua PH AMAN Mataram, L.M Iswadi Athar menyambut baik sosialisasi Perempuan Aman ini. Menurutnya, pihak organisasi induk siap memfasilitasi kegiatan pembentukan organisasi sayap perempuan AMAN PHkom Krekok tentu dengan koordinasi yang baik dengan Seknas PEREMPUAN AMAN. ke depan harapannya. 

BACA JUGA : Manajemen Kelompok Usaha Masyarakat Adat  (KUMA)

Dengan terbentuknya PHkom Krekok ini menambah partner dalam membangun komunitas adat di Krekok, dan tentu menghidupkan sekolah adat juga.

Ketua Komunitas adat Krekok, M. Saleh memberikan pemaparan di tengah kegiatan sosialisasi Perempuan Aman ini. Ia berharap dengan adanya perempuan Phkom Krekok ke depan kerja-kerja di Komunitas adat ada yang membantu dalam pelaksanaan kegiatan di komunitas dan termasuk sekolah adat.

Perwakilan PEREMPUAN AMAN hadir Ibu Dewi Kustina dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menyampaikan tentang mekanisme pembentukan Perempuan AMAN sesuai dengan statuta Perempuan AMAN. 

Yaitu melalui tahapan sosialisasi perempuan AMAN, dan dihadiri oleh perempuan komunitas adat setempat di Krekok sejumlah 25 orang dan mau bersama-sama komitmen membentuk dan mendirikan perempuan AMAN PhKom Krekok.

BACA JUGA : Jambore Kampung BPAN PKam Krekok

Mekanisme pengajuan calon ketua wilayah pengorganisasian PH Kom Krekok dilaksanakan sesuai dengan aturan dengan musyawarah mufakat yang memilih saudari Sri Maharani sebagai Ketua PHkom Krekok.

Sri Maharani berharap, untuk bersama-sama membangun PEREMPUAN AMAN dengan tekad berkeadilan, setara dan semangat.

 

 

 




Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHkom Tanjung Karang 

Menurut L. M. Iswadi Athar, kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas bagi pengurus dan anggota sangat penting

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pengurus PHKom Tanjung karang  Sabtu (15/11/25) melaksanakan kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas anggota dan pengurus PHKom Tanjung Karang yang dilaksanakan di komunitas adat Tanjung Karang.

Dalam kegiatan penguatan kapasitas anggota dan pengurus ini mengmbil tema ‘bersama-sama membangun sumberdaya masyarakat adat untuk kesuksesan bersama’

BACA JUGA : ManajemenUsaha Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA)

Ketua PH AMAN Mataram, L. M. Iswadi Athar Perempuan AMAN sebagai organisasi sayap yaitu PHKom tanjung Karang kami sangat apresiasi. Menurutnya, kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas bagi pengurus dan anggota juga penting, untuk mengetahui tugas dan fungsi masing-masing dalam menjalankan roda aorganisasi.

“Disini kami melihat pertumbuhan anggota PHkom terus bertambah, silahkan terus ‘saling tulung, saling anton’ dan terus gotong royong saling bina.” kata Iswadi

Ketua PHkom Tanjung Karang, Nana Marliana. Kami dari PHKom Tanjung Karang semenjak terbentuk terus berinovasi dan terus melangka bersama perempuan-perempuan kampung. “Alhamdulilah kita bisa melaksankan kegiatan ini,  berupa kegiatan internalisasi dan penguatan kapasitas, baik pengurus dan anggota,” ujarnya. 

Tentu perempuan AMAN dengan jargon ‘berkeadilan, setara, dan semangat’ sebagi symbol semangat dan perjuangan kami.

Tokoh adat kampung, Ketua komunitas Adat Tanjung Karang, Moh Amin, mengatakan,  keberadaan perempuan adat di kampung kami di kampung Sembalun komunitas adat Tanjung Karang sangat diharapkan.

“Mohon kami dibina dalam penguayan kapasitas, dan silahkan dibina kami dari kampung siap mendukung sepenuhnya kegiatan AMAN Mataram,” ujar Amin. 

BACA JUGA : SOSIALISASI Perempuan AMAN dan Pembentukan PHkom Krekok

Hadir dalam kesempatan yang sama Ibu Denda Suria Sari (Damanas Bali Nusra). 

Di tengah kegiatan penguatan kapasita anggota itu, ia mengajak PEREMPUAN AMAN PhKom Tanjung karang untuk tetap bangkita bersatu memperjuangkan hak-hak  Perempuan adat, terus bangkit bersatu; berdaulat, mandiri dan bermartabat. (***)

 

 




Jambore Kampung BPAN Pkam Krekok

Jambore kampung di Krekok ini sebagai wadah anda berorganisasi dan berkumpul untuk bersinergi membangun pemuda-pemudi kampung

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemuda Kampung yang tergabung dalam Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), PKam Tanjung Karang melaksanakan Jambore Kampung Jum’at,(14/11/25) di Komunitas adat Krekok, Mataram

Ketua BPAN Mataram Mawardi effendi saputra bahwa Jambore PKam Krekok ini untuk menjawab bahwa di Komunitas Krekok ada pemuda adatnya yang tergabung dalam BPAN. Dan pada hari ini bisa melaksanakan jambore kampung.

BACA JUGA : Pendidikan Kader Pemuda PD Aman Mataram  

Hal itu terlaksana setelah proses panjang secara adminsitratif sesuai dengan Statuta BPAN. Intinya kita Jambore Pkam Krekok

Dalam sambutannya Ketua PH AMAN Mataram, L.M. Iswadi Athar, Pemuda Kampung Krekok, memiliki hak yang sama dengan pemuda kampung lainnya untuk bangkit dan mandiri

“Jambore kampung di Krekok ini sebagai wadah anda berorganisasi dan berkumpul untuk bersinergi membangun pemuda-pemudi kampung dalam melindungi dan memperjuangkan hak-hak masyarajat adat,” kata Iswadi.

Hadir dari DePAN Bali Nusra, Hilmiatun.  Jambore Pkam Krekok ini sesuai dengan Statuta BPAN. kegiatan ini yang dahadiri oleh pemuda adat dari Komunitas adat Krekok. 

Salah satu agenda jambore kampung ini adalah memilih ketua PKam Krekok dan rekomendasi program-pogram PKam Krekok ke depan. 

Dalam jambore Pkam Tanjung Karang hasil musyawarah dan mufakat memilih saudari Dende Zahratul Hilal sebagai ketua PKam Krekok. 

BACA JUGA : Jambore Kampung BPAN PHKom Tanjung Karang 

“Kami siap mengibarkan bendera Pemuda, BPAN dan menjadi garda terdepan komunitas adat Krekok,” kata Zahratul Hilal. (***)

 

 




Pendidikan Kader Pemula PD AMAN Mataram

Pendidikan kader diharapkan akan menciptakan kader AMAN yang militan 

MATARAM.LombokJourmal.com  ~  Dalam meningkatkan kapasitas anggota dan kader, PD AMAN Mataram menggelar Pendidikan Kader Pemula Jumat hingga Minggu (07 hingga 09/11/25) di Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq, Mataram

Pendidikan kader pemula yang diikuti sekitar 25 orang kader dari berbagai komunitas adat di Mataram mengangkat tema ‘pendidikan kader pemula AMAN mataram untuk meningkatkan kualitas kader AMAN Mataram’

BACA JUGA : Jambore Kampung PHKom Kampung Krekok

Ketua PH AMAN Mataram, L. M. Iswadi Athar dalam sambutannya bahwa pentingnya pendidikan kader ini untuk meningkatkan kualitas kader AMAN mataram. 

Dikatakan Iswadi,  kader yang mengikuti pendidikan kader ini berasal dari komunitas adat yang akan dilaksankan selama tiga hari, dengan fasilitator/pemateri yang handal.  

Makin banyak kader yang kita latih semakin bagus sebagai ajang untuk regenenerasi.

“Pengkaderan harus dilakukan kalau kita mau melihat pemuda dan pemudi kita eksis dalam melestarikan adat dan budaya kita,” katanya.

Dalam kegiatan ini hadir bapak Lurah Tanjung Karang H. Achmad Gunawan, yang menilai  kegiatan ini bagus sekali

“Kami dari pemerintah Kelurahan Tanjung Karang selaku ‘pengemong kerame’ sangat mendukung dan bagus sekali kegiatan pendidikan kader yang dilakukan oleh PD AMAN Mataram dengan harapan akan menciptakan kader-kader AMAN yang militan ke depan,” katanya

BACA JUGA : Jambore Kampung BPAN Tanjung Karang

Dalam kegiatan ini dirangkaikan dengan acara ritual adat ‘sembeq selamet’ sampan di pantai Tanjung Karang, dengan harapan pemilik sampan mendapat keselamatan dan tangkapan banyak. 

Dalam pembukaan hadir beberapa tokoh, selain Lurah Tanjung Karang selaku Pengemong Krame, juga hadir Dewan AMAN Mataram, Babinkamtibmas dan Babinsa Tanjung Karang ketua Komunitas Tanjung Karang dan peserta Pendidikan kader pemula AMAN Mataram. (***)

 

 




Jambore Kampung BPAN PKam Tanjung Karang

Jambore Pkam Tanjung Karang dari Komunitas adat Tanjung Karang, salah satu agendanya memilih Ketua PKam dan rekomendasi program-pogram PKam Tanjung Karang

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemuda Kampung yang tergabung dalam Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), PKam Tanjung Karang melaksanakan Jambore Kampung Kamis, (13/11/25) di Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq Wilayah Adat Tanjung Karang, Mataram.

BACA JUGA : Jambore Kampung BPAN PHKom Krekot

Ketua BPAN Mataram Mawardi Efendi Saputra bahwa Jambore PKam ini merupakan hasil koordinasi dan bahwa dipandang perlu sesuai kebutuhan komunitas di bawah penting untuk memiliki pemuda Adat dalam membantu komunitas melaksanakan kegiatan di komunitas adat Tanjung Karang.

Dalam sambutannya Ketua PH AMAN Mataram, L. M. Iswadi Athar bahwa kami PD AMAN Mataram sangat membutuhkan pemuda adat yakni BPAN sebagai mitra strategis AMAN Mataram sebagai organisasi sayap AMAN. 

Selaian itu juga menjadi wahana pengkaderan generas muda dalam bidang organisasi adat, pemuda hari ini adalah masa depan pemuda Adat yang akan datang. 

Hadir dari DePAN Bali Nusra, L. Erpan.  Jambore Pkam Tanjung Karang ini yang dahadiri oleh pemuda adat dari Komunitas adat Tanjung Karang, salah satu agendanya adalah memilih ketua PKam dan rekomendasi program-pogram PKam Tanjung Karang kedepan. 

BACA JUGA : Pendidikan Kader Pemuda PD AMAN Mataram 

Dalam jambore Pkam Tanjung Karang hasil musyawarah dan mufakat memilih saudari Zinnuroin sebagai Ketua PKam Tanjung Karang. 

Pemuda kampung Terpilih, Zinnuroin yang akrab disapa iin siap mengibarkan bendera BPAN sebagai pemuda kampung dan menghidupkan komunitas adat kami di Komunitas adat Tanjung Karang. (***)