Dalam penutupan Jambore Bunda Niken menyampaikan pesan, Inovasi dan kretifitas kader PKK lain, menjadi pengalaman bagi TP. PKK lain untuk diikuti dan ditiru
DOMPU.lombokjournal.com ~ Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB yang berlangsung di Dompu ditutup Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, Jum’at (13/08/22) di pantai Lakey Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.
Dikatakan, kegiatan jambore yang diselenggarakan bertujuan untuk bersikaturahim. Selain itu, juga untuk menambah wawasan dan semangat sebagai TP. PKK.
Acara penutupan Jambore dihadiri Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST. MT.
Jambore diharapkan memotivasi para kader untuk saling bertukar pengalaman dan belajar.
“Inovasi dan kretifitas kader PKK lain, menjadi pengalaman bagi TP. PKK lain untuk diikuti dan ditiru. Seperti pengolahan sampah dan limbah rumah tangga dari TP.PKK Dompu,” jelas Ketua Dekranasda NTB.
Bunda Niken juga memuji antusias, para ketua TP. PKK Kecamatsn dan Desa, menguasai tugas-tugas seperti urusan literasi, penyuluhan, membuat makanan yang sehat, dan kemampuan lainnya.
“Kami berharap, contoh baik, pengalaman dan yang telah dilakukan pada lomba di jambore, ibu-ibu harus terus melakukannya di tempatnya masing-masing, demi mencapai kesejahteraan masyakat,” pesannaya kepada Ketua TP. PKK se NTB.
Ikhtiar untuk menyelenggaran dan mensukseskan program pokok PKK, dapat tercapai, guna mensejahterakan para anggota PKK dan masyarakat.
Diumumkan juga, Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023, akan diselenggarakan di Kota Mataram.
Pelaksanaannya dipercepat, awal tahun 2023, mengingat tahun 2024 akan dilaksanakan Pemilu serentak diseluruh Indonesia.
Bunda Niken juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala OPD dan Forkopimda dan Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu dan jajarannya, yang menjadi tuan rumah yang baik dan menyenangkan.
“Terimakasih atas kontribusi dan partisipasinya, mendukung dan terlibat langsung dengan antusias dan semangat yang tinggi,” kata Bunda Niken.
Acara penutupan jambore juga dibacakan pengumuman para juara lomba dan penyerahan tropy dan hadiah untuk para pemenang.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Kepala Dinas Perpusda NTB, Kadis DLHK Provinsi NTB, Kepala OPD lingkungan Kabupaten Dompu dan seluruh jajarannya, GOW, DWP, organisasi wanita lainnya, Camat, Lurah, Kades, Toma, Toga, jajaran TNI/Polri dan masyarakat Dompu.***
HBK PEDULI tiap hari distribusikan 1.500 telur ayam segar untuk warga Lombok, ini aksi nyata cegah stunting di NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ HBK PEDULI, membuktikan komitmennya membantu pemerintah mencegah stunting pada anak-anak di NTB, dengan menyalurkan bantuan telur ayam segar kepada ibu-ibu dan anak-anak di P. Lombok.
Penyerahan bantuan telur ayam segar tersebut menyasar warga yang bermukim di Kab. Lombok Barat.
Penyerahan bantuan dihadiri langsung HBK selaku Ketua Yayasan HBK PEDULI, H. Bambang Kristiono SE, didampingi Sekretaris Yayasan, Rannya Agustyra Kristiono, hadir dalam penyerahan batuan itu.
Hadir pula Ketua Penasehat Tim HBK PEDULI Kab. Lombok Barat, Nurhidayah, yang juga Ketua DPRD Kab. Lombok Barat dari Partai Gerindra.
“Penyaluran bantuan telur ayam segar di Kab. Lombok Barat ini telah dimulai pada Rabu, 10 Agustus 2022 di Gunungsari,” kata Ketua Tim HBK PEDULI Kab. Lombok Barat, Lahmudin Blank, di Mataram, Sabtu (13/08/22).
Penyerahan bantuan tersebut menjadi sangat spesial lantaran dihadiri HBK dan Rannya.
Rannya menjelaskan, program penyaluran bantuan telur ayam segar kepada ibu-ibu dan anak-anak di P. Lombok ini merupakan salah satu program unggulan HBK PEDULI untuk mengatasi persoalan stunting di NTB.
Tiap harinya, tidak kurang dari 1.500 butir telur ayam segar dibagikan oleh Tim HBK PEDULI yang berada di delapan titik di P. Lombok dengan menyasar seluruh Kab/Kota di Pulau Seribu Masjid.
“Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran. Nanti keliling di tim-tim HBK PEDULI yang ada di Pulau Lombok,” kata Rannya.
Proses penyaluran bantuan di Gunungsari pun meriah, karena selain bantuan telur ayam segar, diserahkan pula bantuan dana tunai kepada anak-anak dan sebagian ibu-ibu yang hadir.
Rannya pun berinteraksi dengan begitu guyub dengan anak-anak yang rata-rata masih menempuh pendidikan dasar tersebut.
Dara yang saat ini sedang merampungkan pendidikannya di Brunell University, London, Inggris ini merangkul anak-anak tersebut dan mengajaknya berbincang.
Rannya menayakan nama mereka, sekolahnya di mana, dan saat ini duduk di kelas berapa.
“Ini buat beli susu atau keperluan-keperluan sekolah yang lain, supaya kamu tambah sehat dan tambah pinter,” kata Rannya kepada setiap anak-anak yang mendapatkan bantuan dana tunai.
Ditegaskan Rannya, masalah stunting sekarang ini bukan hanya persoalan masyarakat NTB. Tapi juga daerah-daerah lain di Indondsia.
Karena itu, HBK PEDULI pun berharap, semua pemangku kepentingan terkait, termasuk Pemerintah Prov. dan Kab/Kota di NTB bisa bekerja sama dan saling memberikan dukungan dalam mengatasi masalah stunting ini.
“Kalau saja semua stakeholder di NTB ini, termasuk Pemda Prov. dan Kab/Kota berpartisipasi aktif dalam memberikan dukungan terhadap program mengatasi stunting ini, in syaa Allah, kita akan dapat mengatasinya jauh lebih cepat dari daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Rannya.
Merujuk hasil survei Kedai KOPI yang dilaksanakan pada 6-16 Juli 2022 dengan methode survei face to face interview (home visit) kepada 1.000 responden di P. Lombok dan P. Sumbawa, persoalan ekonomi dan kesehatan, termasuk masalah stunting di dalamnya, menjadi permasalahan utama di NTB.
Kedua faktor di atas mencapai 81 persen dari permasalahan utama masyarakat Bumi Gora.
Dalam kesempatan sama HBK menjelaskan, Yayasan HBK PEDULI dan Partai Gerindra, akan menggunakan hasil survei KedaiKOPI itu sebagai acuan dalam menentukan langkah-langkah kerja serta pengabdiannya bagi masgarakat NTB.
“Dengan begitu, kita akan lebih fokus dalam mengatasi persoalan-persoalan utama yang dihadapi masyarakat NTB,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.
Bantuan Jersey dan Bola
Disamping mendampingi Tim2 HBK PEDULI melaksanakan kegiatan rutinnya di tengah-tengah masyarakat P. Lombok, Rannya juga berkesempatan untuk bertemu dengan beberapa kelompok pemuda pecinta sepakbola.
Kepada mereka, Rannya yang juga merupakan CEO Lombok FC, memberikan bantuan bola dan jersey sepakbola.
Bantuan tersebut antara lain diserahkan kepada kelompok pemuda di Dusun Dasan Geres, Desa Ranjok, Kab. Lombok Barat.
Atas bantuan tersebut, Umar Yazid, tokoh pemuda sekaligus Kepala Dusun Dasan Geres menyampaikan terima kasih atas segala bantuan serta perhatiannya.
Tidak lupa, Rannya juga telah menyempatkan waktunya untuk menengok pemain Perselobar yang mengalami cidera, Diva, pada saat bertanding melawan Lombok FC.
Rannya yang saat ini sedang menjalani liburan semesternya di Brunel University, London, juga memanfaatkan kepulangannya di P. Lombok untuk mengunjungi usaha UMKM kerajinan penganyaman alang-alang di Dusun Limbungan Selatan, Desa Limbungan, Kec. Gunungsari serta para perajin gerabah di Desa Banyumulek, Kec. Kediri.
“Terima kasih ibu-ibu, saya akan dorong semua anggota Fraksi Partai Gerindra di DPRD Kab. Lobar untuk mencarikan jalan keluarnya. Tetap semangat ya Ibu-ibu,” tutup Rannya. (*)
Harlah Yayasan Daulatul Ummah, Ini Pesan Wagub NTB
Wagub NTB hadiri harlah Yayasan Daulatul Ummah, dan berharap kelak para santri menjadi calon-calon pemimpin yang hebat
LOTIM.lombokjouenal.com ~ Santri dan santriwati sekaligus para wali murid agar selalu memperhatikan kesehatan, sehingga dapat mengenyam pendidikan untuk menjadi orang hebat dan maju.
Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam acara syukuran Hari Lahir (Harlah) Yayasan Daulatul Ummah al-Islamiyah yang ke-16 di Suralaga, Kab. Lombok Timur, Minggu (14/08/22).
“Tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk maju selama kita sehat dan dasar agama kita kuat untuk menuntut ilmu ke seluruh belahan dunia,” kata Wagub.
Katanya, kalau anak-anak sehat, insya Allah generasi muda ini akan menjadi calon-calon pemimpin yang hebat.
Ummi Rohmi sapaan akrabnya juga berharap, dengan bertambahnya usia dari Yayasan Daulatul Ummah al-Islamiyah, ke depan dapat semakin berkembang dan menghasilkan generasi yang berkualitas.
“Semoga Daulatul Ummah semakin maju dan berkembang. Semua jenjangnya Allah berkahi. Dimudahkan perjuangannya dalam memperjuangkan ummat sehingga semua generasi mudanya menjadi generasi Qur’ani, menjadi bibit-bibit pemimpin hebat di masa datang. Selamat kepada Yayasan Daulatul Ummah. Terus membangun untuk NTB yang Gemilang dan Indonesia yang semakin Maju! Aamiinn,” kataUmmi Rohmi.
Sementara itu Ketua Umum Yayasan Daulatul Ummah, H. Mudhan Hazdi melaporkan, perayaan hari jadi tersebut merupakan bentuk syukur atas eksistensi yayasan untuk membangun bangsa.
“Peringatan hari jadi ini semata-mata kita maksdukan sebagai wujud syukur kepada Allah Swt, atas eksistensi Yayasan Daulatul Ummah al-Islamiyah yang didirikan untuk memajukan kesejahteraan bangsa, memperkokoh kesatuan dan persatuan ummat dalam rangka mewujudkan kemaslahatan ummat Islam dalam bingkai NKRI,” jelas H. Mudhan Hazdi.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, Asisten I Setda Kabupaten Lotim, Camat Sukamulia, Baznas Kabupaten Lombok Timur, Camat Suralaga, dan Kades se-Kecamatan Suralaga. ***
Gubernur NTB Resmikan Rumah Adat Palung Dalem, Lotim
Rumah Sederhana Tapi Dihuni Jiwa-Jiwa Besar, ini kata Gubernur NTB saat peresmian Rumah Adat di Desa Suwangi, Lotim
LOTIM.lombokjournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah terkejut dengan sambutan selamat datang dengan slogan “Bertaubatlah saudaraku karena dunia sudah tua” yang ditulis oleh Ali Akbar selaku Ketua Rumah Adat Bale Beleq Palung Dalem.
Itu diungkapkannya saat meresmikan Rumah Adat Bale Beleq Palung Dalem Desa Suwangi Sakra Lombok Timur, (14/08/22).
“Jadi rumah yang diinginkan Ali Akbar ini kelihatannya sederhana mungkin kecil bentuknya tapi rumah ini dihuni oleh orang-orang berjiwa besar di bumi yang kita cintai ini,” tandasnya.
Hadirnya institusi tersebut diharapkan masyarakat tidak kehilangan arah dalam hidup.
“Mudah-mudahan Bale Adat ini menjadi rumah yang nyaman buat semuanya, tempat keluh kesah, tempat berdoa, dan terus mempererat persaudaraan dan lebih kuat persatuannya,” katanya.
Peresmian Rumah Adat Bale Beleq Palung Dalem ditandai dengan pemukulan Gendang Belek oleh Gubernur didampingi Ketua Rumah Adat, Ali Akbar, Wakil Bupati Lombok Timur, dan Tokoh Adat lainnya dan penandatanganan prasasti. ***
Bupati Djohan Sjamsu; Orang di PMI Luar Biasa
Saat menghadiri Muskab PMI ke-III Lombok Utara, Bupati Djohan Sjamsu berharap, Ketua PMI terpilih agar mampu menjaga Marwah PMI
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Orang-orang yang berkerja di Palang Merah Indonesia (PMI) dinilai sebagai orang yang luar biasa.
Hal itu dikatakan Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu saat menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke III Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Utara yang berlangsung Sabtu (13/08/22), di Aula SMAN 1 Tanjung.
Hadir juga para Camat, BPBD, Damkar, Dikes, perwakilan PMR, Forum relawan (Forel), utusan Kecamatan serta Sibat Desa yang ada di Lombok Utara.
“Orang yang duduk di PMI saya anggap luar biasa, karena betul-betul bekerja sukarela untuk kemanusiaan, tidak ada menyangkut kepentingan materil di lembaga ini,” kata
Menurutnya, PMI menjadi organisasi kemanusiaan yang telah berdiri sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia.
PMI ada di tingkatan seluruh pemerintahan dari pusat hingga kabupaten.
Ia berharap, Ketua PMI terpilih agar mampu menjaga Marwah PMI dan tetap totalitas dalam kerja-kerja kemanusiaan tanpa berfikir soal materi, karena sejatinya PMI tempat pengabdian yang ikhlas.
Memang, walaupun membantu dana hibah sesuai kemampuan daerah, namun anggaran tersebut tidak sebanding dengan upaya yang dilakukan PMI dalam kebencanaan selama ini.
“Pada anggaran murni 2022 PMI tidak mendapat alokasi dana Hibah, namun saya berharap kawan-kawan tidak patah semangat, kita harus maklumi karena kondisi keuangan daerah saat ini sangat terbatas. Keuangan APBD kita berkurang hingga Rp 400 miliar, namun tetap kita upayakan untuk dapat mengakses anggaran di APBD perubahan mendatang,” tuturnya.
Dalam agenda sidang pleno Muskab yang dipimpin Tarpiin Adam, disepakati menetapkan secara aklamasi Ketua PMI Lombok Utara Periode 2022-2027 kepada Fatmawati, S.Ag., M.M.
Ktua terpilih itu sebelumnya merupakan Wakil Ketua PMI Bidang Diklat dan PMR periode 2017-2022 dan juga menjabat PLT Ketua PMI Lombok Utara.
Saling menguatkan kerja kemanusiaan
Ketua PMI Terpilih Fatmawati menyampaikan ucapan terimakasih atas amanah yang dimandatkan dalam memimpin organisasi kepalang merahan tersebut.
Ia mengakui amanah yang dibebankan dipundaknya itu tidak lah mudah.
Namun dalam seiring waktu di perjalanan banyak relawan yang melepaskan pengabdian di PMI ketika anggaran kegiatan sudah tidak disuport PMI pusat juga federasi.
Itulah sebabnya Fatmawati mengatakan, masih banyak PR PMI ke depan baik yg terkait dengan pengkanderan, penanganan kebencanaan yang membutuhkan keikhlas para relawan untuk membantu masyarakat.
Masyarakat masih membutuhkan bantuan, salah satunya dalam penanganan kekeringan, pendampingan kesehatan juga bencana alam banjir, serta longsor yang menjadi langganan di daerah.
“Oleh karena itu saya mengajak semua Relawan KLU untuk menunjukkan loyalitas tinggi dalam gerakan kemanusiaan ini, serta mampu menunjukkan profesionalisme dan kejujuran dalam kerja kemanusiaan,” ungkapnya. ***
Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 akan uji penanggalan radiokarbon artefak dan benda sisa Kedatuan Benue, yang sempat terkubur akibat letusan Samalas
LOTENG.lombokjournal.com ~ Letusan Gunung Samalas di Lombok pada tahun 1257 diyakini menghilangkan banyak peradaban.
Konon Salah satunya yang terimbas erupsi dasyat Samalas itu adalah Kedatuan Benue di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.
Beberapa bukti artefak dan benda kuno peninggalan Kedatuan Benue akan dilakukan pengecekan penanggalan radiokarbon untuk mengetahui usia pasti benda tersebut.
Benda-benda yang akan dilakukan pengecekan penanggalan radiokarbon berupa potongan tengkorak manusia yang diduga berasal dari Kedatuan Benue, aneka pecahan logam dan tanah liat, beras kuno yang sudah menghitam dan beberapa keping koin bersimbol swastika.
Pengecekan penanggalan radiokarbon diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram.
Benda-benda yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu tengah dibawa ke Jakarta untuk diuji.
“Pengujian radio karbon untuk mengetahui usia suatu benda. Untuk memastikan Kedatuan Benue ada dan eksistensi kebudayaan dan struktur sosial masyarakat saat itu benar-benar menelurkan kebudayaan yang besar,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, Sabtu, (13/08/22).
Bambang Mei F mengatakan, Pengujian Penanggalan Radio Karbon terhadap sejumlah artefak yang terserak di sejumlah lokasi sebagai langkah awal untuk menentukan titik dan koordinat sebaran petilasan kebudayaan Kuno Leluhur Lombok di kawasan tersebut.
“Dari bukti artefak yang ada, Tim Ekspedisi Mistis menyakini bahwa Kedatuan Benue merupakan salah satu kotak pandora kebudayaan maju Leluhur Lombok yang pernah Eksis,” ujar lelaki yang akrab disapa Didu.
Seorang tokoh pemuda Desa Selebung, Muslim, mengatakan benda-benda yang diyakini peninggalan Kedatuan Benue ditemukan pada 2016 lalu pada kedalaman tanah 40 meter.
“Saat itu ada penggalian tanah uruk di bukit Dusun Ranjok, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Para pekerja menemukan benda kuno,” ujarnya.
Ada sebuah teko berbentuk burung Garuda ditemukan pada kedalaman tanah. Usia teko tersebut diperkirakan setara dengan usia Kedatuan Benue.
Ada juga beras yang sudah menghitam berton-ton ditemukan. Diduga tempat ditemukannya beras kuno tersebut pada lokasi logistik Kedatuan Benue.
“Kita temukan beras yang masih ada pangkalnya dengan jumlah cukup banyak. Patut diduga lokasi ditemukan beras itu adalah tempat logistik Kedatuan Benue,” katanya.
Banyak warga sering menemukan benda-benda berusia kuno di wilayah tersebut. Namun sayangnya benda-benda tersebut banyak telah dibawa ke luar kampung maupun dijual masyarakat.
Bahkan, warga juga sering menemukan potongan tubuh manusia dengan perhiasan lengkap. Diperkirakan mereka merupakan korban dari letusan Gunung Samalas.
“Potongan tubuh manusia sudah kita kuburkan dengan layak. Itu kita perkirakan korban letusan Gunung Samalas pada 1257,” ujarnya.
Warga setempat, Rohati mengatakan telah banyak menemukan benda-benda peninggalan Kedatuan Benue di kampung mereka. Saat itu dia menyewa lahan warga untuk produksi tanah uruk.
“Saya temukan banyak beras kuno, artefak dalam bentuk logam dan lainnya. Bahkan warga lain menemukan lonceng kuno dan kapak,” katanya.
Rohati mengatakan, ada warga juga pernah menemukan kepingan emas. Sayangnya itu kemudian dijual.
“Ada salah seorang warga pernah dapat kepingan emas di sini,” ujarnya.
Ada juga ditemukan bong atau tempat berwudhu bergambar naga.
Benda-benda yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu masih berceceran dan diambil warga.
Belum ada museum desa untuk menghimpun dan menyimpan benda-benda tersebut.
Rohati mengatakan saat pertama kali menemukan benda tersebut, dia terus mengalami mimpi-mimpi yang aneh.
Pernah bermimpi bertemu seorang ulama yang menunjukkan dia masjid yang hampir ambruk.
“Saya sering mimpi aneh. Mimpi didatangi ulama. Bahkan pernah saya saat mau tidur seperti bunyi orang lempar logam atau emas di rumah saya,” ujarnya.
Sementara, Mukmin mengatakan beberapa profesor baik dari Indonesia, Prancis hingga Jepang melakukan penelitian di desa tersebut.
“Ada ahli geologi sering datang ke sini untuk melakukan penelitian. Karena di desa ini juga ada dorphal (batu berukuran besar),” ujarnya.
Dia berharap melalui pengecekan penanggalan radiokarbon dapat memastikan usia benda dan menjadikan desa tersebut desa sejarah dan budaya.
“Berharap desa ini menjadi desa sejarah dan budaya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Kedatuan Benue
Kedatuan Benue diyakini merupakan kedatuan tua di Lombok jauh sebelum Kerajaan Pejanggik dan Kerajaan Selaparang. Di sana ada petilasan atau serupa makam Datu atau Raja Benue.
Datu Benue diyakini tidak meninggal, namun tiba-tiba menghilang. Sehingga hanya tersisa petilasan saja yang kini sering diziarahi warga lokal maupun turis mancanegara.
Datu Benue memiliki julukan Wali Mukmin atau hamba Allah. Dia memiliki seekor kuda yang sangat cepat ketika berlari yang bernama Kuda Sambarani. Di depan makam tersebut ditemukan tempat mengikat kuda yang lengkap dengan sisa talinya.
Konon Kedatuan Benue sudah berdiri sejak 1800 tahun yang lalu, dengan mendirikan kedatuan yang kokoh. ***
Zero Waste Trekker, Upaya Selamatkan Rinjani
Wagub NTB berharap kegiatan Women Geo Adventure Camp yang digagas Geopark Rinjani dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dapat mendukung program Zero Waste
LOTIM,lombokjournal.com ~ Sampah di Gunung Rinjani menjadi isu lingkungan yang penting. Program Zero Waste pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat harus didukung oleh seluruh pihak.
Women Geo Adventure Camp yang digagas Geopark Rinjani dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melibatkan para pendaki perempuan dalam mengedukasi gerakan nol sampah di wisata alam dunia tersebut.
“Rinjani bukan sekedar tempat wisata tapi pusat kehidupan di pulau Lombok. Saya berharap kegiatan ini dapat mendukung Zero Waste terutama menyelamatkan Rinjani dari sampah,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah di Sekolah Alam Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).
Dikatakan Wagub, peran para pecinta alam berkontribusi menyelamatkan lingkungan dan mengajak masyarakat sangat penting.
Terlebih, program yang menyasar para pendaki perempuan sangat dibutuhkan setidaknya bagi komunitas para pendaki agar tidak lagi membuang sampah di gunung.
Membuka kegiatan ini, Wagub juga berdialog dan menjelaskan program penanganan sampah NTB yang saat ini telah mencapai 70 persen pengurangan sejak empat tahun lalu.
Wagub juga mengingatkan para stakeholder kabupaten/ kota dan pihak terkait seperti dinas dan pemerintah desa benar benar mengawasi persoalan sampah di tempat masing masing.
General Manager Geopark Rinjani, Muhammad Farid Zaini mengatakan, program Zero Waste Trekker ini akan memberlakukan screening sampah bagi setiap pendaki yang akan naik ke Rinjani hingga kembali.
Sebagai langkah awal, para pendaki perempuan ini akan dikenalkan dengan lingkungan Rinjani dan kondisi lapangan agar dapat melakukan terobosan dalam hal penanganan sampah Rinjani.
“Sampah Rinjani makin lama memang mengkhawatirkan. Kami berkepentingan untuk membangun pemahaman dan melakukan kebijakan nyata dan tegas agar lingkungan Rinjani makin baik”, jelasnya.
Women Geo Adventure Trekker juga diikuti pendaki luar daerah yang ingin tahu tentang kegiatan pendakian bebas sampah.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kadis Kominfotik, Kadis Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Sembalun, anak didik sekolah alam Rinjani dan pegiat lingkungan. ***
Ceramah KH Achmad Zen Menyimpangkan Sejarah tentang Pancasila
PDIP NTB Laporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB, ceramah dalam video yang diunggahnya melalui akun media You Tube merupakan bentuk penyimpangan sejarah
MATARAM.lombokjournal.com ~Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPD PDIP NTB melaporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB , Jumat (12/08/22).
Pengaduan dengan nomor 01/EX/BBHAR-DAERAH/ NTB/2022 tersebut diterima Kantor Satelit Investigasi Kejahatan Dunia Maya atau Cyber Crime Investigation Satellite Office Polda NTB.
“Pengaduan ini kami lakukan ke Polda NTB karena apa yang disampaikan oleh KH Achmad Zen dalam video ceramahnya termasuk bentuk penyimpangan sejarah dan berita tidak benar atau berita bohong,” kata Ketua BBHAR DPD PDIP NTB Suhaimi, sesaat usai pelaporan diterima secara resmi Polda NTB.
Sekretaris DPD PDIP NTB, HL Budi Suryata dan Pengurus DPD PDIP NTB, H Ruslan Turmuzi hadir bersama Suhaimi di Polda NTB dalam pelaporan tersebut.
Ketiganya menyerahkan laporan secara langsung sesuai dengan instruksi Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat.
KH Achmad Zen sendiri dilaporkan menyusul beredarnya video ceramah melalui akun media sosial YouTube.
Dalam video tersebut KH Achmad Zen yang tengah duduk di tengah-tengah jamaah berbicara soal asal Pancasila.
“Pancasila dari siapa? Bukan dari kesepakatan ulama. Itu buatan Soekarno, yang kemudian dijual ke umat ‘ini loh kesepakatan ulama’. Demi Allah itu bukan buatan ulama, itu pengkhianatan Soekarno. Saya tanggung jawab!” ujarnya dalam video tersebut.
KH Achmad Zen kemudian membandingkan Pancasila dengan khilafah.
Pertama-tama, ia menyebut khilafah berasal dari Allah. Ia menyebut syariat dan khilafah dapat menyelesaikan persoalan, sementara Pancasila tidak bisa.
Suhaimi mengatakan, dengan laporan tersebut, pihaknya meminta agar Polda NTB segera melakukan penyelidikan dan penyidikan serta memanggil KH Achmad Zen untuk memberi keterangan terhadap ucapannya dalam video.
Suhaimi menegaskan, video tersebut telah beredar luas di masyarakat dan bisa memicu gesekan dan gejolak sosial.
Karena itu, laporan yang diajukan pihaknya bagian dari upaya mencegah agar gejolak dan gesekan sosial tersebut tidak sampai terjadi.
“Dengan pelaporan ini kami ingin persoalan ini menjadi ranah kepolisian. Soalnya, video ini sudah beredar secara luas melalui media sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Anggota DPRD Lombok Tengah ini.
Dia menekankan, menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat adalah merupakan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Sejauh ini, tidak banyak informasi terkait sosok KH Achmad Zen.
Penceramah ini dikenal sebagai seorang ustaz di kawasan Cikampek, Jawa Barat, dan tercatat sebagai mudir atau pemimpin Pondok Pesantren Al-Husna Cikampek.
Dalam laman resmi Pesantren Al-Husna, pesantren ini didirikan sejak tahun 1997 di bawah naungan Yayasan Dasar el Husna. Pesantren memiliki program pendidikan terpadu selama 7 tahun.
Achmad juga aktif mengunggah ceramah atau tausyiahnya di sosial media YouTube. Ia bahkan memiliki kanal YouTube sendiri bernama Ahmad Zen el-Husna. Kanal YouTubenya itu mengunggah ceramah dengan berbagai tema.
Tak hanya di kanal YouTube miliknya sendiri, ceramah tersebut juga diunggah di berbagai kanal YouTube lainnya.
Bila diketik dalam kolom pencarian YouTube dengan kata kunci ‘Ahmad Zen’, kerap muncul ceramahnya yang membahas soal ‘hukum mengkritik penguasa zalim dalam Islam’, ‘wajib bernegara ala nabi’, hingga membahas Islamophobia.
Sekretaris DPD PDIP NTB HL Budi Suryata mengatakan, dengan pelaporan yang dilakukan pihaknya, masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya penanganan permasalahan ini kepada penegak hukum. Jangan sampai ada kelompok masyarakat mengambil tindakan yang kontraproduktif. ***
Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK
Gubernur NTB mengaku senang melihat perkembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang cepat menangkap ide-ide industrialisasi
LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan, perkembangan yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat INI merupakan cerminan dari salah satu program unggulan Pemprov NTB, yaitu Industrialisasi.
Ia mengatakan itu saat menghadiri acara HUT SMKN 1 Sikur di Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).
“Saya senang sekali melihat perkembangan SMK kita,” kata Gubernur.
Dikatakan, jika orang bertanya Industrialisasi yang sering diomongkan Gubernur, bisa dilihat di SMK yang paling cepat menangkap ide-ide industrialisasi.
Pada kesempatan tersebut, Bang Zul berkesempatan meresmikan kelas Wirausaha Gerai Tefa Pujasera yang dibentuk oleh SMKN 1 Sikur.
Nantinya, di kelas tersebut para siswa akan diajarkan bagaimana cara menjadi entrepreneur sejati, yang mampu melahirkan usaha sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.
“Saya membayangkan kalau kelas kewirausahaan ini berhasil, maka semua desa kita akan hidup. Karena anak-anak kita di samping ada gelar dari lulusan SMK, punya kemampuan untuk melahirkan usaha. Kalau usaha ini ada di setiap desa, kecamatan, kabupaten, tentu ini sangat luar biasa dampaknya untuk ekonomi kita,” jelas Bang Zul.
Selain itu, Bang Zul turut menyaksikan Pendandatangan PKS antara SMKN 1 Sikur dengan Perusahaan Pariwisata Malaysia serta Bank Syariah Indonesia.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad M.Pd, yang menyampaikan, rata-rata pendapatan para siswa yang menjadi Wirausahawan Gerai Tefa Pujasera lumayan besar, yaitu Rp 1.000.000/hari.
“Dari laporan Gerai yang kami terima, rata-rata mereka mendapatkan income perhari/permalam 1 juta. 10 Gerai berarti ada 10 juta yang didapatkan oleh anak-anak kami yang berjualam tiap malam,” katanya,
Hasbi Ahmad mengatakan akan berkoordinasi dengan para desa yang berada di Kecamatan Sikur untuk tetap bersinergi.
“Mudah-mudahan program Bumdesnya nanti bisa kita sinergikan untuk sama-sama meningkatkan roda ekonomi di Masyarakat,” tutunya.
Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Kepala Biro Adpim Setda Provinsi NTB. ***
Rayakan Tahun Baru Islam, Gubernur NTB Ajak Bersyukur
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah rayakan tahun baru Islam di Ponpes Darussalam Al-Kubro Lombok Timur, dan dikatakan orang menyadari rasa bersyukur maka hudupnya akan bahagia
LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri acara Perayaan Hari Besar Islam 1 Muharram 1444 H yang dilaksanakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Al-Kubro Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB mengajak masyarakat lebih pandai dan banyak bersyukur atas berkah kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT.
Bang Zul juga berpesan, di dalam kehidupan harus menyadari, semua hal pasti berubah dan tidak ada yang pasti atau akan berganti.
Dan hal tersebut janganlah dijadikan beban atau masalah, namun jadikan hal tersebut sebuah berkah dari Allah SWT.
“Segala sesuatu yang kita punya saat ini belum tentu akan bertahan selamanya, maka dari itu penting kita harus menyadari semua pasti berubah, dan tidak ada yang pasti atau akan berganti. Hal ini harus kita syukuri,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Al-Kubro Moyot, TGH. H. Yahya Ibrahim Saleh Almadani, mengaku senang kepada Gubernur yang telah menyempatkan hadir kembali pada kegiatan kali ini.
“Terimakasih pak Gubernur atas waktunya yang telah menyempatkan hadir kembali untuk kedua kalinya, kami sangat senang,” katanya.***