Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Sosial dan Sumur Bor di Lombok Timur

Untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang tidak Mampu, Rachmat Hidayat memberikan bantuan Sosial, dan membuat sumur bor untuk penyediaan air bersih di Lombok Timur

MATARAM.lombokjournal.com ~ H Rachmat Hidayat, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan 1oo warga di Lombok Timur, yakni kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari. 

Selain itu juga disalurkan bantuan pembangunan dua sumur bor yang menyuplai kebutuhan air bersih untuk 2.000 KK, dan dana program keserasian sosial senilai Rp 150 juta, yang dipusatkan di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. 

Rachmat yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan, mewakilkan penyerahan bantuan sosial tersebut kepada Ketua dan Wakil Ketua II DPD PDIP Lombok Timur, Ahmad Sukro dan Ahmad Amrullah.

Rachmat Hidayat menyalurkan batuan sosialdan membuat sumur bor

“Bantuan ini sepenuhnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di tengah situasi yang masih belum pulih sepenuhnya akibat pandemi,” kata Ahmad Amrullah, Selasa (30/08/22).

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kursi Roda Adaptif

Amrullah menyampaikan salam takzim dari H Rachmat Hidayat yang tidak bisa hadir menyerahkan bantuan secara langsung, sebab ada agenda kedinasan yang tak bisa ditinggalkan. 

Penyerahan bantuan sosial ini turut disaksikan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur Suroto, dan Tim Dinas Sosial NTB, Amran. 

Menurut Am, sapaan karib Amrullah, untuk program bantuan sosial diserahkan kepada 66 warga yang merupakan pedagang kecil makanan khas Sakra yakni temerodok. 

Makanan ini memang merupakan kudapan khas dari Sakra yang diwariskan secara turun termurun. Temerodok dibuat dari ketan dengan rasa manis dan empuk saat digigit. 

Karena bentuknya menyerupai jakun, makanan ini disebut temerodok.

“Penjual temerodok yang mendapat bantuan sosial seluruhnya adalah ibu-ibu yang memang berjualan dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga,” kata Am politisi muda PDI Perjuangan di Lotim.

Selain penjual temerodok, diserahkan pula bantuan sosial kepada 15 peternak ayam bangkok dan juga 9 orang warga yang memiliki usaha meubeler.

Seluruh bantuan sosial tersebut kata Am, diperjuangkan Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat yang masuk dalam program keserasian sosial di Kementerian Sosial. 

Program ini adalah suatu langkah terpadu dalam menyelesaikan beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan yang sangat elegan hingga menyentuh lapisan paling bawah. 

Selain mewujud dalam bantuan sosial, program ini juga bisa pula dalam bentuk pembangunan sarana dan prasarana yang memang dibutuhkan masyarakat.

Pada saat yang sama, diserahkan pula bantuan dana untuk Forum Keserasian Sosial Gerakan Muda di Lombok Timur. 

Total bantuan dana yang diserahkan sebesar Rp 150 juta. Forum ini sendiri merupakan solusi untuk mendeteksi dini bibit radikalisme dan konflik sosia,l karena masyarakat dapat mengenal satu sama lain secara lebih intimate dan personal di desa. 

BACA JUGA: Mandalika Terwujud oleh Keberpihakan Jokowi, Ini Kata Rachmat Hidayat

Melalui forum tersebut, masyarakat diajak untuk bekerja sama dan gotong royong satu sama lain.

Sumur Bor untuk Air Bersih

Sebelum penyerahan bantuan sosial tersebut, telah lebih dahulu pula diserahkan bantuan dua sumur bor yang telah selesai dibangun di dua dusun yakni Dusun Montong Nyiur dan Dusun Enjak-Enjak, di Desa Sakra. 

Sumur bor tersebut sudah lama didambakan warga setempat yang memang acap kesulitan air bersih terutama di musim kemarau. 

Debit air satu sumur bor, dapat penyuplai kebutuhan air bersih bagi sedikitnya 1.000 KK, sehingga total dua sumur bor ini akan dapat menyediakan air bersih bagi 2.000 KK.

Kepala Dinas Sosial Lombok Timur Suroto menyampaikan apresiasi atas perhatian H Rachmat Hidayat untuk masyarakat Gumi Patuh Karya. 

Dia mengatakan, Pemerintah Daerah memang telah berbuat banyak untuk membantu masyarakat terutama mereka yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

“Tapi kan kemampuan pemerintah daerah juga terbatas. Karena itu apa yang dilakukan Bapak Rachmat Hidayat ini sungguh telah mampu memenuhi kebutuhan mendasar warga kami,” katanya.

Dia menegaskan, sinergi yang dilakukan Rachmat dengan Pemda Lotim dalam membantu masyarakat tak hanya di Kecamatan Sakra. Namun juga di wilayah lain di Lombok Timur. Sehingga kata Suroto, Pemkab sangat terbantu.

Apresiasi datang juga dari Dinas Sosial Provinsi NTB. Amran berharap ke depannya, bantuan sosial untuk masyarakat wujudnya bisa lebih beragam. 

Dan tentu saja, jumlah penerimanya bisa semakin banyak dengan jangkauan yang luas.

Sementara itu, senyum terus mengembang dari Maemunah, salah seorang pedagang temerodok yang menerima bantuan. 

Tiada henti dia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih, karena telah merasa begitu diperhatikan oleh Anggtoa DPR RI H Rachmat Hidayat.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami sekeluarga,” kata perempuan yang tinggal di Dusun Sawo Bat tersebut.

Agus Satriawan, warga dusun Enjak-Enjak juga tak kalah gembira dengan bantuan yang diterimanya. Peternak ayam bangkok ini mengaku, bantuan sosial yang diterimanya datang sungguh di saat yang tepat. Terutama lantaran usaha peternakan ayam rumahan yang mereka jalani belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi. (*)

 




Geopark Tambora Akan Miliki Pusat Informasi Geologi

Didukung KESDM RI, Geopark Tambora tak lama lagi akan membangun Pusat Informasi Geologi (PIG) 

BIMA.lombokjournal.com ~ Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Republik Indonesia, Melalui Badan Geologi telah menganggarkan melalui DIPA KESDM untuk perencanaan dan Pengisian konten Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Tambora, di Pulau Sumbawa Provinsi NTB pada tahun 2023. 

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Hadi Santoso mengatakan, pengisian konten PIG Geopark Tambora sudah dianggarkan melalui DIPA KESDM RI
Hadi Santoso

“Alhamdulillah sudah final teralokasi dalam DIPA KESDM RI. Tinggal tugas kami dalam waktu dekat ini adalah mengkomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Bima, Pemkab Dompu dan Pemkab Sumbawa untuk dukungan gedung yang representatif dan strategis serta berstatus asset/milik Pemerintah Daerah,” ungkap General Manager Geopark Tambora-Samota Biosphere Reserve Pulau Sumbawa, Ir. Hadi Santoso, ST., MM, Selasa (30/08/22) di Sekretariat DP Geopark Tambora, Desa Panda, Kabupaten Bima. 

Menurut Wakil Ketua KADIN Bima ini, hal tersebut sesuai Surat Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi KESDM, Nomor T-503/GL.03/BGS/2022 tertanggal 29 Agustus 2022 tentang Permohonan Data Calon Lokasi Pusat Informasi Geologi. 

Dijelaskan, untuk tahun 2023 akan dilakukan perencaaan dan pengisian Pusat Informasi Geologi di kawasan Geopark Nasional Ijen dan Geopark Nasional Tambora. 

Pelaksanaan Perencanaan dan Pengisian Pusat Informasi Geologi di kawasan Geopark Nasional Ijen dan Geopark Nasional Tambora akan dilaksanakan oleh pihak ketiga, yang akan diseleksi melalui proses lelang pada bulan November 2022 oleh Kementrian ESDM RI.

“Dalam rangka mensukseskan Perencanaan dan Pengisian PIG tersebut. Kami diminta untuk sesegera mungkin mengirimkan data dan informasi terkait usulan lokasi bangunan calon Pusat Informasi Geologi, yang dilengkapi dengan alamat lengkap, status kepemilikan aset, dan lampiran pendukung seperti denah dan foto penunjang lainnya,” ujar Hadi.

Ia optimis baik proses penyediaan bangunan oleh Pemda maupun perencanaan dan pengisian PIG oleh Kementrian ESDM RI akan berjalan lancar. 

Karena keberadaan PIG ini sangat penting dan sudah lama dinantikan oleh masyarakat Pulau Sumbawa, Pemprov NTB, maupun oleh Pemkab se Pulau Sumbawa. 

“Pak Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sangat mengapreasiasi dan mensupport penuh rencana PIG ini. Dan langsung memerintahkan kami untuk segera memenuhi persyaratan yang diminta oleh Kepala PSG Badan Geologi,” sambung Hadi.

BACA JUGA: Puan Maharani Ajak Kolaborasi Bangun Dunia yang Lebih Baik

PIG Geopark Tambora sudah dianggarkan melalui DIPA KESDM RI
Pusat Informasi Geologi Geopark Tambora

Keberadaan PIG Geopark Tambora berfungsi untuk mendukung visibiltas Geopark Tambora. Selain itu juga merupakan sarana eduwisata, geowisata dan penyebarluasan informasi kegeologian dan Geopark Tambora. 

“Serta akan menjadi pendorong peningkatan kunjungan wisata, khususnya di kawasan Geopark Tambora,” tandas pria yang pernah menjabat Pimpinan Perguruan Tinggi di Bima ini. ***

 




Puan Maharani Ajak Kolaborasi Bangun Dunia yang Lebih Baik

Dalam pembukaan SAI20 di Bali, Puan Maharani ajak gotong royong membangun dunia yang lebih baik untuk semua

BALI.lombokjournal.com ~ Ketua DPR RI Puan Maharani selaku Chair of Parliament 20 (P20) menghadiri Supreme Audit Institutions 20 (SAI20) yang merupakan Engagement Group terbaru di G20. 

Dalam forum yang diprakarsai oleh Indonesia dalam Presidensi G20 2022 ini, Puan mengajak negara-negara G20 berkolaborasi dalam berbagai isu global.

Kehadiran Puan di pembukaan SAI20 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/08/22), disambut oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Isma Yatun sebagai Ketua SAI20. 

Puan didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dan Anggota BKSAP DPR RI Irine Yusiana Roba Putri.

BACA JUGA: Puan Maharani dan Kader PDI Perjuangan Siap Menangkan Pemilu 2024

Puan Maharani mengajak gotong royong membangun dunia yang lebih baik
Puan Maharani

“Kita hidup di bumi yang sama, oleh karena itu kita perlu mengedepankan kerja bersama, kolaborasi, gotong royong membangun dunia yang lebih baik untuk semua,” kata Puan.

Forum ini ditujukan bagi Lembaga Tinggi Audit (SAI) negara-negara anggota G20 untuk mendorong kerja sama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas di antara negara-negara G20. 

SAI20 pun berfokus pada good and accountable governance melalui peningkatan peran SAIs dalam kerangka G20.

Tujuan dari SAI20 Summit sendiri adalah untuk mendiskusikan kontribusi nyata lembaga pemeriksa keuangan negara anggota G20 dalam situasi dan pasca pandemi Covid-19. Selain itu untuk percepatan pemulihan ekonomi dan dukungan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Hal ini tentu sangat strategis, karena dunia baru saja dihadapkan pada situasi Pandemi Covid-19 yang membutuhkan upaya dan langkah-langkah pengelolaan keuangan negara yang tidak biasa,” jelas Puan.

“Sehingga peran lembaga pemeriksa keuangan negara, Supreme Audit Institutions, sangat penting untuk dapat merespons kebutuhan mendesak akan tata kelola, transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam situasi dan pasca pandemi,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan menambahkan, pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan ekonomi, fiskal, dan sosial ke semua Negara di dunia. Semua negara pun mengambil langkah-langkah antisipasi dan mengatasi ancaman krisis.

“Sejumlah besar dana yang berasal dari rakyat, digunakan oleh pemerintah masing-masing negara untuk menangani bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi,” sebut Puan.

Akibat pandemi Covid-19, sejumlah agenda pembangunan mengalami perlambatan, termasuk langkah-langkah dalam mencapai SDGs karena sumber daya negara diarahkan untuk menyelamatkan rakyat dari ancaman pandemi dan dampaknya. 

Puan berharap hasil KTT G20 mendatang mampu mengatasi tantangan global yang paling mendesak saat ini sesuai tema Presidensi G20 Indonesia ‘Recover Together, Recover Stronger’.

“Dan dapat menyatukan upaya bersama demi recovery yang lebih baik dari krisis Covid-19 untuk kemudian mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di negara-negara di seluruh dunia,” ungkap mantan Menko PMK itu.

BACA JUGA: 204 PMI Asal NTB Prosedural, Berangkat Tanpa Biaya

Komitmen tersebut, kata Puan, tentu menjadi semangat di Parlemen dan di Supreme Audit Institutions untuk berkontribusi dalam kewenangan konstitusionalnya dalam memperkuat pemulihan. 

Sebagai penyelenggara The G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20), DPR RI pun memberi apresiasi kepada BPK RI yang telah mengambil inisiasi pembentukan Supreme Audit Institutions 20 (SAI20) sebagai new engagement group G20. 

“Sehingga akan dapat ikut merespons kebutuhan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas dalam mengelola sumber daya negara, di tengah dan pasca pandemi Covid-19,” tutur Puan.

Menurutnya, hal tersebut dapat memperkuat upaya Pemerintah Negara G20 dalam mencapai pemulihan ekonomi dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). 

Puan mengatakan DPR RI bersama dengan Parlemen dunia melalui Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Pertemuan P20 juga memberikan perhatian dalam upaya bersama memperkuat peran parlemen dalam melegitimasi upaya terbaik pemerintah dalam menjalankan pemulihan sosial dan ekonomi dampak pandemi dan sejumlah agenda tantangan global ke depan.

“Parlemen, melalui The G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20), akan ikut mengambil peran strategis untuk memperkuat legitimasi pemerintah masing-masing negara G20 dalam menjalankan agenda bersama,” urainya.

“Melalui tugas konstitusionalnya, Parlemen akan berperan melalui fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan untuk dapat memperkuat implementasi agenda bersama negara G20, yang dapat memperkuat pemulihan sosial dan ekonomi di masing-masing negara,” imbuh Puan.

Pertemuan The G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) yang akan diselenggarakan bulan Oktober mendatang akan mengambil tema ‘Stronger Praliament For Sustainable Recovery’ disebut sejalan dengan tema Presidensi G20. 

P20 nantinya akan membahas 4 isu priorotas yaitu akselerasi Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau, Ketahanan Pangan dan Energi serta Tantangan Ekonomi, Parlemen yang Efektif dan Demokrasi Dinamis serta Inklusi Sosial, dan Kesetaraan Gender serta Pemberdayaan Perempuan.

“Ke-empat isu tersebut sangat relevan dalam rangka pemulihan global pasca pandemi dan berbagai permasalahan aktual global yang dihadapi saat ini,” tegas Puan.

Melalui kewenangan konstitusionalnya, Parlemen disebut akan ikut mengawal implementasi agenda global di bidang keuangan, moneter, dan pembangunan yang akan memperkuat kemajuan di negaranya masing-masing dalam mewujudkan kehidupan rakyatnya yang sejahtera. Puan berharap Supreme Audit Institutions masing-masing negara juga dapat ikut mengambil peran sebagai mitra G20.

“Peran dalam memastikan dan meningkatkan kinerja akuntabilitas dan efektivitas dari program dan kebijakan global yang dijalankan oleh masing-masing negara,” ucap cucu proklamator RI Bung Karno tersebut.

“Peran ini dapat dilaksanakan oleh SAI dengan menciptakan  pendekatan tata kelola yang dapat berfungsi sebagai platform yang dapat memandu pemerintah menuju capaian agenda global yang memperkuat kemajuan nasionalnya. Sehingga SAI ikut mengawal keberlanjutan agenda global yang telah disepakati bersama,” sambung Puan.

BACA JUGA: Puan Maharani Kunjungi Pasar Kebon Roek di Kota Mataram

Isu-isu prioritas yang dibahas dalam SAI20 diharapkan akan mempercepat pemulihan ekonomi dan membangun ketahanan negara, serta mempercepat target agenda SDGs di tahun 2030.

“Melalui kewenangan konstitusionalnya, Pemerintah, Parlemen, Supreme Audit Institutions membangun komitmen dalam menjalankan agenda bersama untuk membangun suatu dunia yang sehat, aman, damai dan sejahtera bagi semua,” tutup Puan.(*)

 




Pemprov NTB Dukung Program Teknologi Hemat Energi IKA ITS

Komitmen Pemprov NTB tidak perlu diragukan, kebutuhan ciptakan Teknologi Hemat Energi IKA ITS akan disiapkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah siap mendukung program Ikatan Alumni Institut Teknologi Surabaya (IKA ITS)  untuk menciptakan teknologi hemat energi di NTB. 

BACA JUGA: 240 PMI asal NTB Prosedural, Berangkat Tanpa Biaya

Pemprov NTB akan menyiapkan kebutuhan IKA ITS untuk ciptakan Teknologi Hemat Energi

“Apapun yang diciptakan, yang penting produk dari sini, berkegiatan sesuai dengan kebutuhan di sekitar kita. Komitmen bersama Pemprov NTB tidak perlu diragukan. Apa yang dibutuhkan langsung teknisnya saja pasti akan disiapkan dengan baik,” kata Wagub saat menerima Audiensi Ikatan Keluarga Alumni Insitut Teknologi Surabaya (IKA ITS) di Ruang Kerja Wagub, Selasa (30/08/22).

Wagub yang kerap disapa Ummi Rohmi ini menilai, saat ini sudah mulai banyak perusahaan teknologi seperti PT. AMNT yang masuk ke NTB. 

“Jangan sampai orang luar yang kerja di situ, UNRAM, ITS dan semua perguruan tinggi harus menghasilkan orang yang ahli di sana supaya masyarakat kita terserap,” ingatnya.

Ketua IKA ITS Tjatur Kukuh Surjanto mengatakan, NTB memiliki potensi yang besar dalam Technoculture yakni penggabungan teknologi dengan budaya. 

“Terkait teknologi hemat energi kami akan mulai dari sepeda listrik yang dipadukan dengan logam, bambu, dan tenun, ini merupakan sebuah Technoculture yang orang luar tidak bisa bikin. Dan ini modern tapi artistik,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan bekerjasama antara BRIDA dan Perindustrian IKA ITS akan meluncurkan produk sepeda listrik dengan 8 produk berbeda dan desain yang berbeda pada soft launchingnya 10 November mendatang dengan target para wisatawan.

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Tjatur Kukuh berharap sebanyak mungkin perguruan tinggi di NTB bisa meng-upgrade kan diri di bidang teknologi. 

Ia juga menginginkan anak-anak muda di NTB orientasinya lebih luas, memiliki pandangan bahwa NTB sangat membutuhkan teknologi dan banyak terserap terlebih di ITS. ***

 

 




Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Visitasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) untuk belajar dari keunggulan dan prestasi yang dicapai NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi memaparkan keunggulan, prestasi dan potensi yang dimiliki Provinsi NTB.

Hal itu disampaikan pada peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kementerian Dalam Negeri, di Aula Wisma Tambora Kantor BPSDMD, Selasa (30/08/22).

BACA JUGA: Temu Mahasiswa NTT se Indonesia ‘Melihat NTT dari Luar NTT’ 

Sekda NTB menjelaskan keunggulan dan prestasi NTB diharapkan menginspirasi peserta PKA

Sekda NTB yang akrab disapa Miq Gita mengungkapkan keunggulan itu, karena visitasi ini dimaksudkan untuk melihat beberapa  keunggulan dan prestasi yang dicapai NTB.

Keunggulan NTB yang dimaksud antara lain setelah menjadi tuan rumah penyelenggaraan event nasional dan internasional, seperti WSBK, MotoGP, MXGP. 

Prestasi yang diraih NTB, di antaranya Inovation Government Award 2021 yang sebelumnya NTB berada di posisi bawah. 

Selain itu sebagai provinsi pertama adanya BRIDA, Peringkat 3 Nasional Provinsi Informatif kategori Keterbukaan Informasi tahun 2021, WTP sebelas kali berturut-turut dan lain-lain.

“Semoga ada kabar baik yang bisa dipetik dari NTB selama kunjungan in. Dan kabar baik tersebut bisa menginspirasi, memotivasi peserta PKA sehingga pasca pendidikan dapat diterapkan sebaik-baiknya di daerah masing-masing,” ucap Miq Gita.

Diskusi Capaian Provinsi NTB

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepamongprajaan dan Menejemen Kepemimpinan Dr. Hj. Nahliani Budi Lestari M.Si mengatakan, kesempatan luar biasa dan membanggakan bagi para peserta PKA untuk berkunjung ke Provinsi NTB yang terkenal dengan alamnya. 

Yang menjadi fokus pada pelatihan ini adalah diskusi atas capaian dan prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Provinsi NTB, karena dilihat sebagai provinsi yang menjadi pemenang IGA (Inovatif Govervent Award) tahun lalu. 

“Karena itu teman-teman begitu bersemangat ingin melihat berbagai inovasi yang ada di Pemerintah Provinsi NTB. Dan kami sangat yakin, setelah ini akan memberikan manfaat yang sangat penting bagi bapak ibu para peserta yang berasal dari seluruh Indonesia”, ungkap Bu Nahliani.

BACA JUGA: Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Peserta juga berharap, kedatangannya bukan hal yang sia-sia tapi memperoleh manfaat. Karena sebentar lagi mereka akan menyusun rancangan aksi perubahan, dan biasanya lokasi dari stula ini sangat berpengaruh terhadap inovasi-inovasi yang akan dilaksanakan oleh peserta.

“Kami mendengar banyak sekali kisah sukses di Provinsi NTB ini dan kami menunggu inovasi-inovasi baru dari Provinsi NTB untuk pengembangan SDM kami, karena kita saling belajar dan kita saling menjadi narasumber inovasi untuk diterapkan di daerah yang lain”, lanjutnya.

Dari pelatihan ini diharapkan sinergitas akan terus terjaga dan meningkat di masa-masa mendatang, yang merupakan harmonisasi dan sinergitas bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. ***

 

 




240 PMI Asal NTB Prosedural, Berangkat Tanpa Biaya

Sebanyak 240 PMI asal NTB yang berangkat prosedural, tidak dipungut biaya apa pun alias gratis

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melepas 240 Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTB ke Perusahaan Sawit Boustead Plantation Berhad di Malaysia, di Asrama Haji, Mataram, Senin (29/08/22).

PMI tersebut merupakan PMI NTB Prosedural dan diberangkatkan secara gratis, tanpa biaya sepeser pun alias zero cost. 

Keberangkatan tersebut melalui PT. Kijang Lombok Raya, yang berangkat secara bertahap mulai 30 Agustus sampai 6 September 2022.

BACA JUGA: Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Kata Wagub NTB, pemberangkatan 240 PMI tanpa biaya sebagai bentuk perlindungan pemerintah

Gubernur NTB berpesan kepada para PMI agar menjaga nama baik diri, daerah dan bangsa. 

“Tidak perlu bersaing dengan yang lain. Harus saling menjaga dan menasehati. Dan yang penting solat berjamaah jangan ditinggalkan apapun kondisinya. Karena hati yang tenang didapatkan dari beribadah,” pesan Bang zul sapaan akrab Gubernur NTB ini. 

Sementara Wagub NTB menjelaskan,  diberangkatkannya para PMI NTB Prosedural secara gratis merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam pelindungan PMI dan keluarganya.

Dengan begitu, keselamatan para pekerja bisa lebih diperhatikan. Sehingga para PMI NTB tak lagi banyak mendapatkan perlakuan buruk, justeru dapat menjadi PMI yang sukses dan membanggakan keluarganya. 

 “Berangkat (pekerja) Migran, Pulang Juragan,” seru Wagub.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB (Disnakertrans Provinsi NTB), I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H menjelaskan, keberangkatan 204 PMI ke Malaysia ini merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh PT. Kijang Lombok Raya. 

Sebelumnya 30 PMI telah diberangkatkan ke Malaysia untuk bekeja di ladang kelapa sawit. “Kita ingin yang semuanya procedural sehingga perlindungannya jelas,” tutur Gede. 

Komisioner PT. Kijang Lombok Datuk Rajo Nan Sati Fetra Ezimon menyampaikan, sesuai dengan isi MoU antara negara Indonesia dan Malaysia telah disepakati gaji minimal yang diterima oleh PMI di sektor ladang sawit sebesar 1,500 ringgit atau Rp 5,5 juta.

Dan seluruh biaya yang ditimbulkan selama proses rekrutmen hingga sampai ke negara penempatan, akan ditanggung oleh perusahaan (user).

“Sebelumnya PMI ada mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta untuk pembiayaan paspor, MCU dan lainnya. Hari ini biaya tersebut akan dikembalikan melalui Bank BNI. Bapak-bapak sudah dibuatkan rekening yang terisi saldo Rp. 2,5 juta. Bahkan keluarga sudah kami buatkan rekening juga, agar mudah untuk transfer gaji, tidak perlu titip transfer dari rekening orang lain,” jelas Ezimon.

BACA JUGA: TPKAD se NTB Harus Bersinergi dengan Pemprov dan OJK

Sementara itu, salah seorang wali PMI asal Labuapi Lombok Barat, Zainudin, mengaku sangat bersyukur dengan dengan program pemberangkatan PMI tanpa biaya untuk pertama kalinya. 

Sehingga ada perasaan tenang dan nyaman melepas keluarganya mencari nafkah di negeri seberang. 

“Harapannya bisa begini terus, karena lebih tenang dan lebih nyaman,” tandasnya. ***

 

 




Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Membangun NTB bukan semata berkompetisi di dunia global tapi juga bisa menyelami cara berpikir generasi sekarang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pembangunan daerah saat ini membutuhkan ide segar dan terobosan pemimpin yang menguasai situasi. 

Penegasan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah  di Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Senin (29/08/22).

BACA JUGA: Temu Mahasiswa NTT, ‘Melihat NTT dari Luar NTT’ 

iKata Gubernur, membangun NTB butuh de yang kompatibel dengan kekinian sangat dibutuhkan

“Siapa saja yang memiliki pemikiran dan ide yang kompatibel dengan kekinian sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah

Dikatakan, situasi dunia yang berubah seperti digitalisasi dan industrialisasi harus dapat dikerjakan di NTB. Tak hanya ikut berkompetisi dalam dunia global namun juga bisa menyelami cara berpikir generasi sekarang yang jauh berbeda. 

Hal ini menurut Gubernur menjadi salah satu cara untuk menggerakkan program pembangunan, bahkan yang telah ada agar mampu menyesuaikan dengan dinamika baru. 

Salah satu peluang meningkatkan ekonomi secara signifikan adalah dengan event internasional yang menjadi perhatian masyarakat dunia. 

Dengan begitu, NTB akan membuka banyak kesempatan lain karena langsung beradaptasi dengan perkembangan. 

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, TGH Muammar Arafat mengatakan, sosok pemimpin cerdas, rendah hati dan milenial masih akan dibutuhkan menjelang tahun pergantian kepemimpinan daerah

Ia menilai, kepemimpinan Zul Rohmi akan sedikit mendapatkan tantangan, karena jika pun  maju dalam pemilu 2024 kedua sosok ini telah dikenal masyarakat. 

Namun demikian, Muammar yang juga mengasuh kanal podcast  Jalan Tengah sejak beberapa tahun belakangan, mengakui dinamika politik NTB masih sangat cair. 

BACA JUGA: Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

“Seperti dikatakan Pak Gub, bukan soal personalnya tapi tentang kualitas pemimpin yang dibutuhkan masyarakat NTB,” ujarnya. ***

 

 




Wagub NTB Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

Dalam Rapat Kordinasi yang dihadiri Wagub NTB, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, inflasi secara nasional terkendali, tapi tak boleh lengah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. 

Rakor berlangsung secara virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (30/08/22).

Wagub NTB mendengar penjelasan Mendagri Tito pentingnya tidak boleh lengah

Wagub NTB didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, M.Si dan Pimpinan Organisasi Daerah lingkup Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Pada rapat tersebut turut hadir Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistika (BPS) dan jajarannya.

Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.D mengatakan, perkembangan inflasi di Indonesiasi masih relatif terkendali, per bulan Juli mencapai 4,94 persen. 

Komponen penting yang perlu diperhatikan pada inflasi adalah terkait bahan makanan yang mencapai 10,88 persen dan inflasi energi mencapai 5,02 persen. 

“Inflasi kita masih 4,94 persen secara nasional, relatif terkendali tetapi kita tidak boleh lengah,” tuturnya saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (30/08/22).

Disamping itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada seluruh Gubernur, Bupati, Walikota untuk berkoordinasi dengan Kementerian Lembaga Terkait mengalokasikan anggaran bantuan kepada masyarakat.  

“Melalui bantuan sosial (bansos) atau subsidi terhadap sektor transportasi dan UMKM, Saya minta dipastikan bantuan dialokasikan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan, yang berperan tinggi dalam inflasi daerah per Juli 2022 (y-on-y) yaitu pada komoditas cabai merah mencapai  0,49 persen, bawang merah mencapai 0,26 persen, tarif angkutan udara mecapai 0,43 persen, minyak goreng mencapai 0,29 persen dan bahan bakar rumah tangga mecapai 0,24 persen, dan bensin mencapai 0,18 persen.

BACA JUGA: 240 PMI Asal NTB Prosedural. Berangkat Tanpa Biaya

“Kalau kita mau ngerem inflasi, maka lima komoditas yang selalu memberikan andil besar dapat dikendalikan oleh kita, dua komoditas musiman seperti cabai merah dan bawang merah yang perlu dipantau pertumbuhan harganya supaya di bulan bulan berikutnya tidak memberikan dorongan pada inflasi,” jelasnya.***

 




Seminar Internasional ACECCEP, Partisipan Diminta Berbagi Pengalaman

Dalam seminar Internasional ACECCEP. Gubernur NTB minta narasumber dan peserta sebaiknya berdiskusi dan berbagi pengalaman

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah minta narasumber menyampaikan pengalamannya, bagaimana  mendidik anak-anak usia dini dan berkomunikasi dalam proses pembelajaran.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan sambutan Forum Internasional Conference atau Seminar Internasional Annual Conference On Early Childhood Care Education and Parenting (ACECCEP)” yang digelar FKIP Universitas Mataram, di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Selasa (30/08/22).

BACA JUGA: Puan Maharani Ajak Kolaborasi Bangun Dunia yang Lebih Baik

Gubernur minta pwserta seminar saling berbagi pengalaman

“Semua partisipan, para profesor, yang datang dari New Zealand, Singapura, Kamboja, dan negara lainnya sebaiknya berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait ide berkomunikasi bagaimana mengajar anak usia dini dan mendidik,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah. 

Bang Zul sapaan akrab Gubernur juga mengajak partisipan dan narasumber untuk menikmati keindahan pantai Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Dikatakan, peserta dan narasumber boleh serius mempublikasikan paper, berdebat dan berdiskusi tapi jangan lupa menyenangkan hati dan perasaan dengan banyak melihat pantai dan ombak yang berdebur di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Boleh diskusinya berlama-lama untuk membahas hal yang penting untuk kemajuan pendidikan, tetapi jangi lupa untuk menikmati keindahan alam di NTB, Pantai yang bagus, Kuliner dan lain sebagainya,” kata Bang Zul..

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram Bambang Hari Kusumo menceritakan pengalaman anaknya dengan gurunya ketika menempuh pendidikan. 

Gurunya berkata kami tidak concern pada pencapaian di Matematika, Sains dan mereka tidak khawatir dengan kemampuan bahasa Inggrisnya.

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Tapi yang dikhawatirkan adalah ketika anak-anak mulai menunjukkan sikap imorral seperti bullying dan mencuri barang-barang temannya dan lain sebagainya.

“Sikap baik menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan untuk membuat bangsa ini menjadi maju. Sehingga harus mulai menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran,” kata Bambang.***

 

 




Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

Wagub NTB mengaku senang mengunjungi Posyandu Cemara di Kota Mataram karena lingkungan sekitar yang bersih

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lingkungan yang bersih, asri dan lestari merupakan salah satu faktor yang menekan munculnya kasus stunting.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengunjungi Posyandu Cemara, Lingkungan Karang Medain Utara, Kelurahan Mataram Barat Kecamatan Selaparang, Senin (29/08/22).

BACA JUGA: Temu Mahasiswa NTT se Indonesia, ‘Melihat NTT dari Luar NTT’

Wagub NTB mengatakan, lingkungan yang bersih menekan munculnya kasus stunting

“Saya senang sekali datang ke lingkungan ini karena lingkungannya bersih, jadi cocok kalau stuntingnya rendah. Mudah-mudahan bisa di contoh lingkungan-lingkungan lain di Mataram,” tutur Wagub. 

Ummi Rohmi juga mengingatkan pentingnya menjaga anak-anak, terutama balita dari stunting, gizi buruk, kematian bayi, dan kepada ibu hamil disarankan untuk terus memeriksa kandungannya.

“Jadi, yang terpenting adalah kita yakinkan betul seluruh masyarakat yang ada dilingkungan ini sehat terutama balitanya. Tidak ada stunting, gizi buruk, kematian bayi, kematian ibu Hamil, itu yang harus kita yakinkan bersama,” ungkap Ummi Rohmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, H. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, stunting terjadi karena beberapa faktor, yakni faktor pola asuh, pola makan, kemudian ada pernikahan usia muda.

BACA JUGA: Angka Stunting di Lingkungan Kamasan Turun

“Cerminan kita, stunting ini karena ada faktor pola asuh, pola makan, kemudian ada pernikahan usia muda. Untuk hal itu upaya yang bisa dilakukan jangka pendek intervensi terutama di aspek Pemberian Makanan Tambahan (PMT) salah satu yang dilakukan terutama protein hewani,” jelasnya. ***