Empat Tahun Kepemimpinan Zul Rohmi Mewujudkan NTB GEMILANG (satu)

Selama empat tahun memimpin Provinsi NTB, pasangan Zul-Rohmi mampu melewati masa sulit menghadapi bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com ~ Periode kepemimpinan Zul Rohmi genap memasuki tahun ke empat, pada September 2022. 

Mengusung visi misi NTBGEMILANG, pasangan yg dikenal ‘duo doktor’ ini, berhasil mengubah wajah NTB cukup signifikan. 

Mengajak masyarakat menapak langkah pertama untuk perjalanan panjang bagi NTB di masa depan.

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Pasangan Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hajjah Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur pada September 2018, setelah memenangkan Pilkada Gubernur NTB di tahun yang sama.

Sebagai pasangan pemimpin NTB periode 2018-2023, Zul Rohmi memulai kepemimpinannya di NTB dengan tantangan dan ujian. Rentetan gempa bumi Lombok sepanjang Juli hingga akhir tahun 2018, menimbulkan dampak yang sulit. 

Ratusan ribu rumah penduduk rusak, demikian juga infrastruktur sarana pendidikan, kesehatan dan perkantoran. Kantong-kantong pengungsian dan sejumlah masalah sosial bermunculan. 

NTB yang kesohor sebagai destinasi wisata unggulan, praktis tersungkur saat itu.

Proses recovery pasca bencana gempa didanai Pemerintah Pusat. Toh, percepatan realisasi harus didorong di daerah. 

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Zul Rohmi di tengah fokus pada visi misi pembangunannya, tetap berhasil mengawal proses recovery dengan kolaborasi yang baik bersama unsur Forkompinda, TNI dan Polri. 

Tahapan recovery pasca gempa, rehabilitasi dan rekonstruksi akhirnya tuntas tepat dua tahun pasca gempa. 

Pasca gempa bumi  2018, tantangan dan ujian kembali datang, ketika pandemi covid19 melanda hampir seluruh belahan dunia. NTB merasakan dampak sulitnya sejak awal 2020. Namun, dampak ekonomi bisa di minimalisir. 

Zul Rohmi dengan kebijakannya menyalurkan JPS Gemilang, program bantuan yang menyokong masyarakat ekonomi bawah dan menengah, untuk meringankan beban melewati masa pandemi

Bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19 adalah tantangan dan ujian, yang justru menguatkan karakter NTB sebagai buah daerah kecil di timur Nusantara.

Dan keberhasilan Zul Rohmi menangani tantangan itu semacam dengan visi revolusioner yang penuh terobosan dan inovasi. 

Duet kepemimpinan ini mengubah orientasi pembangunan, di saat yang sama bergulat dengan perubahan global dengan segenap dinamika masyarakatnya.*** (Bersambung)




MTQ IPQQH Lotim Dihadiri Gubernur NTB

Penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang dilaksanakan oleh Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah (IPQQH) Lotim diikuti 450 peserta

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah menghadiri Musabaqoh Tilawatil Quran di Desa Lenting, Sakra Timur, Lombok Timur yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah Lombok Timur, Jumat (17/09/22). 

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Penyelenggaraan MTQ IPQQH Lotim diikuti 450 peserta

“Salut pada semangat dan dedikasi Ustadz Abdurrahman, Qori Internasional kita dan Ustadzah Dr Hj Nurlalela sehingga acara yang luar biasa ini bisa terlaksana,” ujar Gubernur. 

Pelaksaan MTQ IPQQH tingkat Kabupaten Lombok Timur dilaksanakan oleh Ikatan persaudaraan Qori Qoriah Lombok Timur diikuti 450 orang peserta dalam 12 cabang.

Pelaksanaan MTQ IPQQH yang digelar di Ponpes Tahfidz Al-Furqon, Dasan Cermen. Lenting, kecamatan Sakra Timur, dibuka Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Minggu (11/09/22).

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Dalam pembukaan MTQ tersebut, Sukiman Azmy mengapresiasi penyelenggaraan MTQ IPQOH pertama dan berharap kecintaan pada Al Quran dan agama makin tumbuh dalam masyarakat terutama warga Lombok Timur. ***

 

 




Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara 

Penyelenggaraan Senaru Festival 2022 diharapkan membangkitkan ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Senaru Festival  yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Utara, resmi dibuka Bupati Lombok Utara H.Djohan Sjamsu di Terminal Parkir Senaru, Lombok Utara, Sabtu (17/09/22). 

Bupati berharap Senaru Festival 2022 diharapkan membangkitkan pariwisata Lombok Utara

Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R.,ST..M.Eng, Wakapolres Lotara Kompol Samnurdin SH, Para Kepala PD,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Senaru Raden Akria Buana, serta undangan lainnya.

BACA JUGA: Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Jangan Panik

Bupati Djohan mengatakan, sejak gempa bumi tahun 2018 kemudian berlanjut wavah Covid-19 dan sekarang adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) binatang ternak yang melanda Lombok Utara, membuat aktivitas pariwisata  lumpuh sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Dengan kegiatan Senaru Festival ini salah satu cara membangkitkan kembali ekonomi masyarakat. Sehingga saya menaruh apresiasi kepada penyelenggara kegiatan ini, semoga mampu membangkitkan semangat dalam rangka membangkitkan pariwisata dan ekonomi,” ucapnya.

Bupati juga mengharapkan festival seperti ini tidak hanya di Senaru saja melainkan juga di desa wisata yang lain untuk memantik hadirnya para wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara di KLU.

“Festival seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan utamanya di beberapa desa wisata yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah,” harapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Datu Danu melaporkan memilih Senaru sebagai tempat diselenggarakan kegiatan festival, karena Senaru bagian dari icon destinasi wisata yang ada di Lombok Utara.

Saat ini destinasi wisata di Lombok Utara butuh partisipasi semua, baik itu Pemerintah Daerah maupun pelaku wisata. untuk kembali untuk bangkit pasca pandemi dan gempa.

BACA JUGA: Aset Masyarakat di Gili Trawangan, Ada Titik Terang

Dalam festival ini ada dua kegiatan yang diselenggarakan, pertama ada fun bike yang diikuti oleh 40 sampai 50 peserta dengan lokasi start dari Pelabuhan Carik kemudian finis di desa Senaru.

“Selain itu juga ada pasar budaya yang berlangsung di Rumah Adat Senaru,” tutur Datu Danu.***

 




Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Tidak Panik

Pelaku pariwisata di Gili membicarakan kasus catcalling yang kabarnya menimpa wisatawan domestik di Gili

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Catcalling yang kabarnya menimpa pengunjung Gili yang sempat vral dari akun tik tok inisial @ME belakangan ini, mengundang perhatian para pelaku pariwisata di tiga Gili, Lombok Utara.

Pasalnya video pengakuan dari seorang perempuan yang mengalami Catcalling itu mendapat respon nitizan dan ditonton cukup banyak. Di video part 1 yang diunggah Kamis (15/09/22) sudah ditonton 1,1 M. Sementara di part 2, sudah mencapai 105 K.

Pelaku pariwisata sepakat kasus catcalling tidak ditanggapi

Kapala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H Yusron Hadi bersama Sekdis Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Ali Zulkarnain, dan Kabid Destinasi, I Wy. Subada, pada pertemuan terbatas di Pondok Banget KLU, Sabtu (17/09/22) mengatakan, kejadian tersebut harus ditanggapi secara bijak. 

BACA JUGA: Penghargaan dari BNN RI untuk Bupati Lombok Utara

“Kejadian ini harus dilihat secara bijak agar tidak menjadi bola liar di media sosial,” ungkap Yusron. 

Pertemuan terbatas itu juga melibatkan sejumlah pelaku usaha pariwisata, BPD Desa Gili Indah dan dan tokoh masyarakat untuk menyikapi Catcalling yang viral di akun tik tok. 

Saat ini pihak yang berkentingan di Lombok Utara sedang melacak siapa pemilik akun dan dimana korban menginap serta alamat pastinya. 

Demikian juga H Yusron dan Kadispar KLU, Drs Ainal Yakin dengan cepat merespon dan melacak keberadaan oknom inisial @ME. Namun belum memperoleh kepastian siapa identitas pengunggahnya.

Namun peristiwa jangan membuat kegelisahan Pemda maupun masyarakat pelaku usaha wisata. 

“Kita tetap merespon secara bijak, positif, namun jangan larut dengan kegelisahan, ketakutan dan lain sebagainya,” kata Yusron. 

Ia berharap masyarakat tidak meresponnya, sebab identitas yang bersangkutan serta apa motivasinya belum diketahui. 

“Hingga hari ini kita masih melacaknya,” kata H Yusron. 

Pihaknya berharap masalah ini tidak membesar-besarkan. Sebab apa yang diunggah di medsos kadang belum tentu kebenarannya. 

Salah satu peserta yang mewakili pelaku usaha pariwisata, Daeng Basok asal Gili mengatakan, ia tidak mau berspekulasi terhadap akun TikTok inisial @ME yang menjadi topik berita dan diskusi kita hari ini.

“Biarkan saja dan tidak usah di tanggapi, apa motivasi nya kita tidak tau”, harapnya. 

Sevav hak seperti itu dialami destinasi wisata yang naik daun. Basok justru berharap bagaimana Pemda bersama masyarakat menata kembali tiga Gili ini pasca bencana Gempa Bumi dan Covid-19. 

“Kami sanggup bersinergi untuk  menata dan menertibkan para pelaku wisata untuk lebih baik dalam rangka menjamin kenyamanan wisatawan,” katanya. 

Di tiga Gili ini masih banyak masalah yang belum terselesaikan, di antaranya para oknum guide bodong yang berkeliaran di pantai bangsal, Teluk Nara dan di tiga Gili, ungkap Basok.

Oknum Broker dari luar yang sering malak dan mengganggu wisatawan banyak berkeliaran di Gili. 

“Broker (makelar) dari luar sana sering menimbulkan kesan tidak baik kepada tamu, Itu yang harus di tertibkan,” harapnya. 

BACA JUGA: Aset Mastarakat di Gili Trawangan, Ada Titik Terang

Ia berharap para pelaku pariwisata tidak larut dengan unggahan di medsos yang mengaku punya pengalaman buruk saat liburan di Gili Trawangan, sebab itu belum tentu benar dan hanya dibesar-besarkan. 

Malah diungkapkan, sepengetahuannya orang yang mengunggah pengalam di Gili itu memang saat itu berpakaian yang tidak sopan dan terkesan melebihi cara berpakaian tamu asing. 

“Sumpah serakah apapun demi apapun belum tentu benar dan karena demikian maka saya sepakat dengan apa saran Kadispar Prvinsi NTB dan Kadispar KLU, untuk tidak menyebar isi yang diragukan kebenarannya,” katanya. 

Salah satu anggota BPD Desa Gili indah dan peserta lainnya sepakat tidak menyebar berita Tik Tok akun @ME. Karena tidak jelas siapa dan dimana menginap dan sebagainya.***

 

 




Hasto Kristiyanto Resmikan Musala Tanzila Khadijah PDIP NTB

Didampingi Tuan Guru dan alim ulama, Hasto Kristiyanto resmikan Musala Tanzila Khadijah untuk memberi layanan beribadah pada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Didampingi para Tuan Guru dan alim ulama, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, meresmikan Musala Tanzila Khadijah di Kantor DPD PDIP NTB, Jumat (16/09/22). 

Kehadiran musala ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kesisiplinan dalam beribadah, tapi juga menjadi benteng moral seluruh kader dan umat Islam yang datang menunaikan salat sunah dan salat wajib.

Hasto Kristiyanto mengatakan, musala Tanzila untuk menggelorakan api Islam bung Karno
Peremian Musala Tanzila Khadijah

Peresmian diawali dengan sambutan Sekretaris Umum Bamusi sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau karib disapa Gus Falah. 

BACA JUGA: Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Putra KH Amru Al-Mu’tashim ini mengatakan, keberadaan musala Tanzila Khadijah tersebut sepenuhnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan yang juga merupakan salah seorang pengurus PBNU ini mengatakan, DPD PDIP NTB sebelumnya telah memiliki satu musala yang terdapat di area dalam kantor DPD. 

Namun, demi memudahkan masyarakat yang hendak beribadah, DPD PDIP NTB kemudian memutuskan membangun kembali satu musala yang sangat representatif dan persis berada di bagian depan kantor PDIP NTB, yang berada di Jalan Dr Soejono. 

Jalur ini merupakan salah satu jalan protokol di Kota Mataram, di mana kantor-kantor pemerintahan berdiri baik instansi Pemerintah Pusat, maupun instansi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram.

Untuk masyarakat yang datang beribadah, pengurus Musala nantinya juga menyiapkan sajian makanan dan minuman yang dapat dinikmati setiap usai menjalankan ibadah Salat Fardu.

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus Gus Falah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua DPD PDIP NTB yang juga merupakan koleganya sesama Anggota DPR RI, H Rachmat Hidayat, yang telah menginisiasi pembangunan musala hingga rampung. 

Gus Falah mengatakan, balasan untuk mereka yang membangun tempat ibadah akan datang langsung dari Allah SWT.

“Mereka yang membangun tempat ibadah di dunia, sekecil apa pun, Allah akan menggantinya dengan membangunkannya istana di surga,” kata Gus Falah.

Bung Karno dan Islam

Prasasti peresmian Musala Tanzila Khadijah sendiri, sebelumnya telah ditandatangani langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri. 

Lantaran pada saat yang sama, Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut sedang berada di Korea Selatan untuk menjadi pembicara dalam forum perdamaian yang dihadiri tokoh-tokoh dunia, Ibu Mega tidak bisa hadir secara langsung dalam peresmian, sehingga diwakili Hasto Kristiyanto.

Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan, peresmian musala ini adalah perwujudan nyata dari “Api Islamnya Bung Karno”, di mana Presiden Pertama RI tersebut menginginkan Islam menjadi agama yang maju, sehingga menjadikannya sebagai api sejarah peradaban. 

Selain menjadi tempat beribadah dan bermunajah, musala ini kata Hasto dihajatkan menjadi tempat lahir dan tumbuhnya pemikiran Islam. 

Tempat dilakukannya kajian-kajian fiqih. Tempat berdiskusi dan memperdalam ilmu agama, dan juga tempat kontemplasi.

“Kita akan menggunakan musala ini sebagai tempat memperkuat keimanan kita dan menjadi benteng moral kita. Dengan begitu, kerukunan yang menjadi prinsip Pancasila, akan dapat dijalankan umat dengan sebaik-baiknya,” kata Hasto.

Pada kesempatan yang sama, Hasto juga menyampaikan bagaimana kedekatan Bung Karno dengan Umat Islam. Tidak hanya di Indonesia namun juga umat Islam di dunia.

Dalam Konferensi Islam Asia Afrika tahun 1965, Bung Karno bahkan telah diberi gelar Pembebas Bangsa Bangsa Islam, karena andil besar Bung Karno atas kemerdekaan sejumlah negara-negara Islam seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair, dan Pakistan.

Di Pakistan dan negara-negara Afrika Utara tersebut, Bung Karno bahkan langsung mengerahkan armada kapal selam Whiskey milik Indonesia, untuk membantu perjuangan kemerdekaan negara-negara tersebut. 

Pada saat itu, Indonesia memang merupakan negara di belahan selatan dunia yang memiliki kekuatan militer yang sangat tangguh. Indonesia bahkan memiliki 12 unit kapal selam jenis Whiskey yang merupakan kapal selam tercanggih pada masanya.

Bahkan di Aljazair, Bung Karno menyelundupkan senjata ke sana untuk membantu perjuangan kemerdekaan warga Aljazair melawan penjajah Prancis. 

Langkah Bung Karno tersebut memantik beragam kekhawatiran. Hasto menceritakan, berdasarkan penuturan Guntur Soekarnoputra, yang kala itu sudah menempuh pendidikan sekolah menengah, Bung Karno diingatkan akan tindakannya yang bisa berimplikasi dengan datangnya sanksi dari Perserikatan Bangsa Bangsa. 

BACA JUGA: Aset Masyarakat Gili Trawangan Ada Titik Terang

Namun, Bung Karno bergeming.

Kepata Guntur, putra sulungnya, Soekarno menegaskan, apa yang dilakukannya adalah prinsip membumikan Pancasila. Bung Karno tidak takut kepada PBB. 

Bung Karno hanya takut kepada Allah SWT. Karena itu, Bung Karno meminta putranya tenang-tenang saja.

“Kalau PBB macam-macam, nanti Bapak kentuti,” kata Hasto mengutip ucapan Bung Karno yang disampaikan kepada Guntur kala itu.

Kata Hasto, Bung Karno ingin Bangsa Indonesia bukan menjadi bangsa penakut. Bukan menjadi bangsa yang mudah ditekan. 

Maka setelah negara-negara tersebut merdeka, nama Bung Karno diabadikan. Di Pakistan ada Bung Karno Square Khyber Bazar di Kota Pesawat. 

Sementara di Aljazair juga ada monument Bung Karno di jantung Kota Aljir, ibu kota negara yang dijuluki “Negeri Seribu Syahid” tersebut.

Bung Karno bahkan ingin Pancasila menjadi Piagam PBB. Dalam pidatonya “Membangun Dunia Kembali” (To Build The World a New) di hadapan Sidang Umum PBB ke-15 tanggal 30 September 1960, Bung Karno telah menyampaikan usulan tersebut secara langsung. Bung Karno haqqulyakin, Pancasila mampu membangun peradaban dunia.

Sayangnya, dalam perjalanan bangsa Indonesia, kata Hasto, banyak sejarah yang kemudian ditutupi, difitnah, dan Bung Karno dijauhkan dengan Islam. 

Padahal Bung Karno adalah santri sejati. Bung Karno misalnya digembleng langsung oleh tokoh masyhur Sarikat Islam HOS Tjokroaminoto. 

Bung Karno juga belajar langsung tentang Islam bermemajuan, Islam yang membangun peradaban yang bersekutu dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada KH Ahmad Dahlan, ulama besar tanah air, pahlawan nasional, dan pendiri Muhammadiyah. Bung Karno juga belajar langsung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, ulama besar bergelar pahlawan nasional dan merupakan pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama.

“Tapi, biarlah kalau ada yang memfitnah. Kalau ada sejarah yang dibelokkan. Kita memperjuangkan politik kebenaran. PDIP ingin menjadi rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya. Rumah bagi umat Islam,” kata Hasto.

Di bagian lain, Bung Karno bahkan adalah penyelamat Universitas Al Azhar, Kairo, sebuah perguruan tinggi Islam tertua di dunia yang namanya begitu masyhur hingga kini. 

Pada 1959, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, sudah bersiap menandatangani Surat Keputusan penutupan Universitas Islam Al Azhar Kairo, dan akan diganti dengan suatu institusi pendidikan yang baru. 

Namun, dalam kunjungan untuk menemui sahabatnya, Presiden Nasser, Bung Karno menyampaikan ketidaksetujuannya. Disebutnya, penutupan Universitas Al Azhar adalah sebuah kesalahan dan kekeliruan. 

Nasihat Bung Karno sangat didengarkan Presiden Nasser, dan membuatnya membatalkan penutupan Universitas Al Azhar Kairo dan eksis sampai saat ini.

Ucapan Bung Karno saat mengunjungi Universitas Al Azhar Kairo pada 24 April 1960, kini menjadi prasasti yang diletakkan di dekat Musala Tanzila Khadijah di Kantor DPD PDIP NTB. 

Dalam prasasti tersebut tertulis ucapan asli Bung Karno dalam ejaan Bahasa Indonesia lama, “Islam boekanlah sekedar sistem agama melainkan adalah seboeah adjaran jang lengkap oentoek Peradaban Rahmatan Lil Alamin”.  

Pun juga, Bung Karno memelopori penghijauan di Padang Arafah, setelah merasakan langsung bagaimana tandusnya Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji pada 1955. Bung Karno lalu mengajukan usulan penghijauan kepada Raja Arab Saudi Saud bin Abdulaziz al Saud untuk menanam ribuan pohon yang rindang. Bung Karno kemudian mengirimkan ribuan bibit pohon mimba atau sejenis pohon mindi dari Indonesia untuk ditanam di Arafah. 

Pohon-pohon itu kini dikenal dengan nama Pohon Sukarno, dan menjadi peneduh bagi jutaan jamaah haji saat menjalankan ibadah wukuf yang merupakan puncak rangkaian ibadah haji.

“Kalau untuk pembangunan tempat ibadah. Saya tidak bisa lagi merinci jumlah masjid, musala yang dibangun Bung Karno sebagai tempat ibadah bagi Umat Islam,” kata Hasto.

BACA JUGA: Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting

Tokoh kelahiran Jogjakarta ini kemudian mendaulat para tuan guru dan alim ulama yang hadir untuk menggunting pita sebagai tanda peresmian Musala Tanzila Khadijah. 

Diawali doa yang dipimpin TGH Subki Sasaki, musala tersebut secara resmi dibuka dan dapat dipergunakan oleh kaum Muslimin.

Senam Sicita

Sementara itu, sebelum agenda peresmian musala, Hasto mengikuti kegiatan senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di Kantor DPD PDI Perjuangan. Hasto bersama sejumlah kader yang hadir melakukan sedikit pemanasan. 

Lagu Sicita lalu diputar dan semua kader ikut bergerak mengikuti arahan instruktur. Ratusan kader yang menggunakan kaus merah begitu semangat mengikuti gerakan instruktur senam.

Senam Sicita tersebut dilaksanakan sebanyak tiga kali. Hasto memang memancing instruktur menambah repetisi senam. “Sekali lagi, sekali lagi,” kata Hasto ketika senam Sicita sesi kedua selesai.

Hasto menyampaikan senam Sicita ini mengandung semangat nasionalisme dan kekayaan Nusantara. Di dalamnya terdapat aransemen lagu nasional, daerah, dan slogan-slogan Indonesia.

Namun begitu, yang terpenting, lanjut Hasto, senam ini bisa membawa kesehatan dan semangat bagi kader PDIP.

“Menurut penelitian UNJ, satu kali senam Sicita rata-rata bisa membakar seribu kalori,” kata Hasto. Doktor Ilmu Pertahanan itu juga menyampaikan kepada para kader betapa pentingnya menjaga kesehatan. Terlebih ke depan tahapan pemilu 2024 sudah berjalan.

“Dengan senam Sicita ini kita sehat, tahapan pemilu dapat dilakukan sebaik-baiknya dengan semangat. Jadi, semangat diawali kesehatan kita,” kata Hasto sembari berharap para kader rutin melaksanakan senam Sicita ini di Kantor DPD PDIP NTB.

Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Hasto kemudian mengunjungi Desa Adat Sade di Lombok Tengah. Di sana, Hasto mengenakan pakaian adat Sasak lengkap dengan keris. Hasto juga berdiskusi banyak dengan para pelaku usaha dan jasa pariwisata di sana. Menyaksikan langsung atraksi peresean dan melihat dari dekat bagaimana rumah asli masyarakat Suku Sasak. ***

 




Masjid di NTB Serentak Serukan Pencegahan Stunting 

Khutbah Jum’at di seluruh masjid di NTB serentak menyerukan pencegahan stunting untuk meningkatkan kualitas SDM warga NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tumbuh kembang anak normal menjadi tujuan dan harapan bersama. Sebab anak yang sehat dan kuat serta berakhlak mulia menjadi impian pula sebagai penerus generasi bangsa Indonesia. 

Namun, anak yang lemah secara medis adalah anak yang kurang gizi dan sering sakit. 

Anak yang kekurangan gizi, bertubuh pendek, kecerdasannya juga “pendek” dikenal dengan nama stunting. 

BACA JUGA: Desiminasi Audit Kasus Stunting di KLU, Ini Pesan Wabup

Khutnah di masjid serentak menyerukan pentingnya mencegah stunting

Uraian itu disampaikan Dr. Subhan Abdullah Acim, MA  dalam Khutbah Jum’at bertempat di Masjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center, Mataram (16/09/22).

“Anak stunting saat ini jumlahnya sangat banyak. Angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi. Angkanya mencapai 37 persen,” katanya.

Menurutnya, angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting.

Karena itu, tugas pencegahan stunting ini sangat penting bagi umat Muslim. Sehingga menjadi tema Khutbah yang disampaikan di ribuan masjid se-NTB.

“Penanganan anak stunting ini akan menjadi amal dan ibadah yang baik bagi semuanya, sesuai dengan peran kita di masyarakat, sebagai kepala keluarga, pendidik, pelajar, pekerja, dan peran penting lainnya menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Subhan Abdullah.

Diuraikan khatib, angka anak yang mengalami stunting di Indonesia, masih cukup tinggi, angkanya mencapai 37 persen. 

Angka ini memperlihatkan, tiga atau empat dari 10 anak Indonesia dalam kondisi stunting. 

“Di NTB yang kita cintai ini, kasus anak stunting ditargetkan turun sebesar 14 persen pada tahun 2024, sejalan dengan target Nasional. Dari 19 persen pada tahun 2022 menjadi sebesar 14 persen pada tahun 2024. Data ini menggambarkan bahwa warga NTB masih perlu bekerja keras menurunkan angka stunting ini. Semua pihak baik Pemerintah dan masyarakat perlu bergotong royong untuk mensukseskan penurunan stunting target 14 persen pada tahun 2024,” urainya. 

Islam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, sehingga umat 

Islam harus tangguh dalam berbagai bidang. 

Tak hanya dalam urusan akhirat saja, namun segala lini kehidupan, baik sosial, budaya, kesehatan, gizi maupun ilmu pengetahuan, sehingga mampu berdiri sendiri, tak bergantung pada orang lain. 

“Dunia memang sangat berarti bagi manusia, karena merupakan ladang menuju Akhirat, yaitu tempat menanam, serta tempat investasi,” katanya. 

BACA JUGA: Kunjungan UNICEF Indonesia Bahas Penurunan Sanitasi SDG’s

Tak lupa, Khatib mengajak dengan bersama-sama bergerak dan mulai melakukan aksi nyata untuk mendukung upaya penanggulangan stunting di Provinsi NTB. Kerja keras, kerja sama, dan saling tolong menolong antar sesama untuk mendukung keberhasilan penanganan kasus anak stunting. 

“Mari kita bersama-sama membangun dan mengedukasi masyarakat bahwa stunting bukanlah aib. Menjadi tugas mulia kita bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak kita, terhindar dari berbagai penyakit, hidup sehat, makan makanan bergizi, mendapat ASI yang cukup, selalu berdoa agar kita selalu dalam rahmat dan lindungan Allah SWT,” ujarnya.***

 




Aset Masyarakat Gili Trawangan Ada Titik Terang

Permasalahan aset di Gili Trawangan sudah ada titik terang, masyarakat bisa mengelola dan diberikan kepastian hukum yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan

KLU.lombokjouenal.com ~ Kunjungan Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah bersama Menteri ATR/BPN Purnawirawan TNI, Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P ke Gili Trawangan, memberi titik terang terkait aset masyarakat di Gili Trawangan. 

Dikatakan Gubernur Zulkieflimansyah, Pemerintah akan memberikan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) kepada para pemiliki aset di Gili Trawangan setelah melalui proses verifikasi data. 

BACA JUGA: Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata 

Terkait aset di Gili Trawangan, masyarakat akan diberikan Hak Guna Bangunan
Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahyanto

“Sekarang pemerintah akan memberikan HGB, sertifikatnya ada. Ini untuk menjaga kita semua. Karena kami tugasnya memastikan rakyat itu aman, nyaman, adil dan sejahtera. Intinya kita tidak akan melupakan masyarakat dan tidak mungkin mengorbankan masyarakat,” kata Gubernur di Gili Trawangan, Jumat (16/09/22).

Ia berharap setelah kunjungannya kali ini untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat Gili Trawangan, tidak ada lagi rasa kecurigaan antara Pemerintah dan masyarakat. 

“Mudah-mudahan setelah ini tidak ada lagi salah sangka, kecurigaan, dan lainnya. Bahkan nanti kami juga akan kirim tim kesini untuk mendata secara detail siapa sebenarnya yang harus diperlakukan secara adil, tentunya dengan cara yang baik dan benar,” ujar Bang Zul, sapaan akrabnya. 

Sementara itu, Menteri ATR/BPN sekaligus Purnawirawan TNI, Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., juga menegaskan, masyarakat akan segera mendapatkan haknya dalam mengelola aset di Gili Trawangan untuk berusaha dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menteri ATR/BPN datang ke Gili Trawangan bersama Wamen, Gubernur, Kapolda untuk berdialog dan juga memberikan kepastian hukum atas tanah di Gili Trawangan agar masyarakat untuk berusaha.

“Kita berikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa mengelola ini dan diberikan kepastian hukum, yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan,” jelas Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Ia menjelaskan, Sertifikat HGB tersebut dapat dimanfaatkan dan diperpanjang untuk keperluan masyarakat sendiri. 

“Sertifikat HGB itu bisa dimanfaatkan oleh Bapak Ibu sekalian dan bisa diperpanjang, Pemda juga bisa mengontrol bahwa masyarakat masih terlibat di dalamnya. Supaya masyarakat juga tidak tergeser oleh kekuatan besar yang berusaha mengelola wisata ini. Sertifikat ini juga bisa untuk usaha. Bapak Ibu silahkan berusaha disini sebaik-baiknya, kemudian manfaatkan tanah nanti yang akan diberikan oleh Pemda dengan disertifikatkan oleh BPN,” tambahnya.

Setelah melalui proses verifikasi oleh Pemerintah Daerah, sertifikat HGB akan langsung diberikan kepada masyarakat pengelola aset Gili Trawangan, sehingga masyarakat tidak perlu risau lagi akan kepastian hukum.

BACA JUGA: Kunjungan UNICEF Indonesia untuk Bahas Capaian SDG’s

“Oleh sebab itu nanti dari Bapak Gubernur, dari Pemda juga akan memverifikasi Bapak Ibu sekalian untuk mengetahui siapa yang harus mendapatkan hak tersebut dan jangan sampai keluar dari wilayah sini. Itu semua akan diatur oleh Bapak Gubernur dan diberikan satu sertifikat HGB,” kata Menteri ATR/BPN RI.

Turut hadir pada acara tersebut yaitu, Wamen ATR/BPN RI, Kapolda NTB, para Pejabat Kementerian ATR/BPN, serta segenap Pimpinan OPD ruang lingkup Pemprov NTB.***

 




World Cleanup Day di Empat Dusun Lekok Desa Gondang

Aksi sosial World Cleanup Day digelar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara yang difokudkan di empat dusun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara gelar WCDI (World Cleanup Day Indonesia) di empat dusun dan pantai Sedayu Lekok desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan mengatakan, aksi world cleaningup Day untuk meningkatkan kepedulian mengelola sampah

“Aksi sosial ini dinaungi dan digagas oleh organisasi independen Let’s Do It World yang berbasis di Estonia pada 2014 silam,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Drs Rusdianto, M. Si, Sabtu (17/09/22). 

BACA JUGA: Senaru Festival 2022 Dibuka Bupati Lombok Utara

Sejak tergabungnya Indonesia dalam WCD yakni tahun 2018-2021, WCD Indonesia terus memimpin di posisi puncak berdasarkan jumlah keterlibatan relawan secara global.

Berkaitan dengan hal  di atas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara mengadakan kegiatan WCDI yang di pusatkan di empat (4) dusun yaitu, Dusun Lekok Selatan, Utara, Tenggara dan Dusun  Lekok Timur sampai ke Pantai Sedayu Desa Gondang Kecamatan Gangga. 

Kegiatan yang di fasilitasi KLH KLU ini melibatkan Kades, Kadus,Kecamatan, Kader Posyandu Puskesmas Gangga, Organisasi OPAL KLU, Pokdarwis dan para siswa siswi Madrasah dan masyarakat umum.

Tak ketinggalan pula Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, turut hadir memberikan saran dan motivasi kepada ratusan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Rusdianto menghimbau, agar masyarakat bersama-sama membersihkan sampah, mulai dari halaman rumah masing-masing. Kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian dan kolaborasi semua elemen masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. 

Dikatakan Bupati Djohan, WCD Indonesia tahun ini diharapkan menjadi tempat untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah. 

Ini menjadi pendorong untuk mengendalikan perubahan iklim dari sektor sampah di tingkat yang paling rendah. 

Selain itu WCDI 2022 diharapkan menjadi langkah untuk bergerak, bekerja, produktif, berkolaborasi dengan masyarakat membangun pengelolaan sampah yang lebih baik melalui berbagai upaya.

Ia menambahkan, aksi Cleanup dan pilah sampah di lingkungan masing-masing ini sebagai tindaklanjut surat dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, tanggal 22 Agustus 2022, Nomor: .518/PSLB3/PUS/PLB.2/8/2022 tentang dukungan pelaksanaan kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2022.

Menurut Bupati Djohan, WCD Indonesia 2022 adalah gerakan sosial yang bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk memiliki kesadaran membersihkan, menjaga dan memelihara lingkungan mulai dari diri sendiri, rumah dan masyarakat.

Tahun ini, WCDI Indonesia mengusung tema “Kami 13 Juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”. 

Diharapkan sebanyak 13 juta relawan atau lima persen dari populasi masyarakat Indonesia dapat turut serta pada aksi tahun ini. 

Dan menjadi salah satu bagian dari sejarah aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia, yang akan dilaksanakan serentak mulai tanggal 10 hingga 25 September 2022.

Dengan difasilitasi kantong plastik sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup KLU, peserta jalan santai diminta untuk dapat memungut sampah.

Pemungutan sampah plastik atau kaleng. mulai yang mereka temui di halaman rumah masyarakat dan di perjalanan, sampai menuju finish di pantai Sedayu Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga.

BACA JUGA: Catcalling di Gili, Kadis Pariwisata NTB: Harus Bijak dan Tidak Panik

Bupati Djohan hadir memberikan saran dan motivasi dalam kegiatan world cleaningup day

Pada kesempatan ini juga Dinas Lingkungan Hidup KLU merangkai kan kegiatan Bersih Pantai dengan penanaman puluhan pohon pelindung berupa Ketapang Kencana dan Palm Ekor Tupai berukuran tinggi, kurang lebih 2 meter dengan jarak tanam 5 sampai dengan 7 meter di sepa jang jalan Pantai Sedayu dan kisaran kali secara sampai pinggiran Pantai Sedayu. 

Puluhan kantong Planterbak dibagikan gratis sebagai tempat sampah sementara di angkut dengan mobil Dumptruk ke TPA Jugil. 

Usai kegiatan, Bupati Djohan melanjutkan perjalanan ke Senaru Bayan menghadiri kegiatan Festival dan Funbike. ***

 




Penghargaan dari BNN RI untuk Bupati Lombok Utara 

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyampaikan penghargaan pada Bupati yang berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dianugerahkan untuk Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, atas partisipasi pada peran aktif fasilitasi implementasi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB.

BACA JUGA: Strategi Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Ini Kata Kepala BNN

Saat menyerahkan penghargaan, Kepala BNN menyambut baik entusias Pemda

Kepala BNN RI Komjen POL Dr. Petrus Reinhard Golose menyerahkan penghargaan itu pada acara Strategi War On Drugs atau pendidikan berkarakter anti narkoba bagi mahasiswa, di Universitas Mataram, Jum’at (16/09/22). 

Hadir dalam penyerahan penghargaan itu Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, Para Bupati/Walikota, Rektor Unram, dan para Mahasiswa Unram.

Petrus Reinhard Golose menyambut baik atas antusiasme melalui acara War On Drugs. Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mengambil andil dalam membuat gerakan stop narkoba

“Mahasiswa jangan pernah tergiur oleh narkoba, narkoba memang terkesan menggiurkan tapi dampak buruk yang diberikan sangat besar,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menyampaikan, para mahasiswa yang hadir agar lebih menjaga diri sendiri, serta waspada bahaya narkoba.

“Kehancuran bangsa dimulai dari rusaknya kehidupan generasi muda, kita pahami dampak buruk narkoba dan cara penanganannya sehingga mampu menjadi generasi muda yang jauh dari narkoba,” kata Bambang.

“Harapan saya  para mahasiswa lebih menjaga diri, mampu menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan dimasa yang akan datang,” katanya.

BACA JUGA: Acara Gala Dinner BNN, Gubernur NTB Ajak Kunjungi Obyek Wisata

Pada kegiatan ini, BNN RI menyerahkan penghargaan War On Drugs untuk para bupati dan walikota serta lainnya.***

 




Kunjungan UNICEF Indonesia Bahas Capaian Sanitasi SDG’s

Wagub NTB terima kunjungan UNICEF Indonesia yang akan melihat progres pencapaian, dan pelaksanaan pengelolaan sanitasi aman yang dilakukan Pemerintahan Daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kunjungan UNICEF Kantor Perwakilan NTT/NTB dan UNICEF Indonesia di Provinsi NTB, mendapat sambutan baik dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Maksud kunjungan itu untuk melihat progres pencapaian, tantangan, dan gap pelaksanaan pengelolaan sanitasi aman yang dilakukan oleh Pemerintahan Daerah. 

BACA JUGA: Mahasiswa Diajak Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

Wagub NTB menerima kunjungan UNIXEF Indonesia

“Terimakasih atas kunjungannya, terimakasih atas apresiasi baiknya untuk NTB dan komitmennya dalam pembangunan kesehatan”, sambut Ummi Rohmi, di Aula Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (15/09/22). 

Seperti yang kita ketahui UNICEF sejak lama mendukung Pemprov NTB untuk pemenuhan hak anak. NTB sudah memiliki banyak dukungan di bidang sanitasi air bersih untuk kesehatan, gizi dan perlindungan anak. 

Kerjasama ini selalu berkoordinasi dengan Bappeda dan dinas-dinas terkait lainnya.

“Tentu kami terus membutuhkan bantuan dari UNICEF untuk memastikan kami bisa menyelesaikannya. Tentu ini tidak mudah, tetapi dengan bekerja bersama-sama maka tidak ada yang tidak mungkin. Terima kasih kepada UNICEF atas kerja kerasnya dalam membantu NTB, khususnya dalam pembangunan kesehatan”, ungkap Wagub.

Yudistira Yuwangu, selaku Kepala Perwakilan UNICEF untuk wilayah NTB dan NTT menyampaikan, sebelumnya UNICEF Indonesia berkunjung ke daerah Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan NTB provinsi ke-4 yang dikunjungi. Pemda juga menerima dan menjelaskan bagaimana kondisi dan kemudian kita juga turun langsung ke lapangan, Lotim dan KSB”, jelasnya.

Di Kabupaten Sumbawa Barat peninjauan lapangan cukup lama dan melihat semua program bagaimana desa STBM, sekolah yang mengikuti pola STBM, juga penanganan sanitasi yang aman, dan itu semua menjadi catatan bagi Pak Kanan dan UNICEF yang juga merupakan bagian dari masukan untuk bagaimana terus mendukung NTB agar bisa menjadi Provinsi ke-2 di Indonesia yang mencapai status Open Defacation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Kuliah Umum mantan Sejawatnya, di Unram

Untuk NTB sendiri tinggal sedikit lagi, dari 10 kabupaten/kota, 1 kabupaten lagi yang perlu dideklarasi, maka dengan begitu NTB akan menjadi provinsi ke-2 di Indonesia yang memiliki status ODF.

Akan tetapi pencapaian status ODF tidak berhenti sampai disitu, ada tahapan-tahapan penanganan lebih lanjut yang harus diperhatikan. Inilah yang akan terus didorong dan didukung sehingga pada akhirnya menuju penanganan sanitasi yang aman. 

“Terus semangat walaupun kita sudah mencapai status ODF nantinya. Tapi kita tetap memperhatikan supaya mencapai penanganan sanitasi yang aman, dan pada akhirnya kita mencapai dengan apa yang disebut dengan pemenuhan pencapaian SDG’s khususnya yang ke-6,” tutup Yudistira.***