NTB Net Zero Emission 2050 Sudah On The Track

Kadis LHK Julmansyah menjelaskan, bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen NTB dalam mewujudkan Net Zero Emission (Nol Emisi Karbon) di tahun 2050 sudah berada pada trek yang benar. 

Artinya Provinsi NTB kini telah memulai satu langkah pertama menuju perjalanan panjangnya.

BACA JUGA: Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Julmansyah bersama Wagub NTB study trip energi terbarukan di Denmark
Julmansyah bersama Wagub Ummi Rohmi di Denmark

Hal tersebut disampaikan Julmansyah, S.Hut., M.A.P, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB setelah kembali dalam perjalanan dinasnya mendampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk melakukan Study Trip Energi Terbarukan ke Denmark.

“Bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional, sementara di Samsø Denmark sudah 70 persen. Denmark sudah bekerja serius sejak 25 tahun lalu. Artinya upaya Pemprov NTB untuk mendorong Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sudah on the track. Apalagi PLN telah mulai cofiring di dua PLTU nya yakni PLTU Jeranjang dan PLTU Kertasari KSB,” katanya di Mataram, Minggu (06/11/22).

Ia pun menjelaskan, untuk mewujudkan NTB Net Zero Emission 2050 dan Indonesia Net Zero Emission 2060, perlu adanya kolaborasi, kerja keras dan konsistensi seluruh pihak. Dan tetap konsisten untuk tidak bergantung pada penggunaan energi fosil.

“NTB saat ini sudah mulai started with a single step (mulai dengan satu langkah pertama). Butuh kolaborasi dan kerja keras serta konsistensi agar kita tidak bergantung pada energi fosil, untuk NTB Net Zero Emisi 2050 dan Indonesia Net Zero Emisi 2060,” jelas Julmansyah.

BACA JUGA: Pemprov NTB Hibahkan Tanah ke Ponpes Qomarul Huda

Selain mengunjungi Kota Samsø untuk melihat dan belajar mengenai energi terbarukan, rombongan study trip dari dua Provinsi tersebut juga turut berkunjung ke Kota Bornholm. Tujuannya mempelajari energi hijau serta bagaimana pengelolahan sampah di kota tersebut.*** 

 




Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Wagub NTB melakukan study trip energi terbarukan di Pulau Samsø untuk pelajari transisi energi 

DENMARK.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa  begitu tiba di Pulau Samsø, tanda-tanda transisi energi terbarukan telah nampak dengan pemandangan 10 turbin angin lepas pantai sejajar yang memanjang ke selatan pulau.

Hal tersebut disampaikan Ummi Rohmi, sapaannya, saat memimpin delegasi Provinsi NTB mengunjungi Energy Academy di Pulau Samsø, Denmark, Kamis (03/11/22).

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Wagub NTB study trip energi terbarukan di Pulau Kamso, Denmark
Wagub Ummi Rohmi di Denmark

“Pulau Samsø memiliki karakteristik yang sama dengan Provinsi NTB, dimana masyarakatnya berbasis agraris”, tuturnya.

Lebih lanjut, Ummi Rohmi menambahkan, saat ini capaian bauran energi di NTB mencapai 19 persen, dan upaya yang dilakukan sudah on the track

Pelaksanaan transisi energi dilakukan dengan menyesuaikan potensi dan melibatkan warga setempat. 

Di sisi lain, edukasi berperan penting untuk menyamakan pemahaman dan meyakinkan semua pihak terkait manfaat energi terbarukan baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan. Pertumbuhan ekonomi dapat diraih tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan. 

“Tentunya tidak mudah untuk memulai transisi energi di Pulau Samsø,” tutur Søren Harmensen, salah satu mantan Profesor Studi Lingkungan yang menonjol karena antusiasme dan dedikasinya terhadap energi  terbarukan.

Dijelaskan, awal tahun 1970an merupakan tantangan utama untuk meyakinkan penduduk pulau yang sebagian besar enggan dan terpecah konflik kepentingan. 

Ditunjuk sebagai manajer proyek, Ia mengadakan  pertemuan informal yang dihadiri oleh sebagian besar warga dan berdasarkan argumen ekonominya, Ia berhasil meyakinkan penduduk tentang manfaat energi terbarukan.

Menurut, Søren Harmensen, pendekatan dari bawah ke atas (bottom up) sangat penting dan tidak seharusnya Pemerintah atau perusahaan memaksakan teknologi kepada warga. Pendekatan sosial jauh lebih baik daripada teknologi.

Saat ini, Pulau Samsø telah menghasilkan sekitar 140 persen listrik jauh melebihi kebutuhannya. Kelebihannya dapat diekspor ke daratan lain di Denmark. 

Sekitar 70 persen kebutuhan minyak bumi untuk kebutuhan air panas warga sudah digantikan oleh kayu (woodchips), jerami dan surya.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi di NTB

Secara internasional, Pulau Samsø juga dikenal sebagai pulau energi berkelanjutan dan pusat studi yang telah dikunjungi oleh banyak delegasi dari seluruh dunia. ***

 




Bang Zul Ingatkan, Perhatikan Kehidupan Anak Yatim Piatu 

Gubernur NTB yang disapa Bang Zul mengingatkan, jangan sampai anak-anak yang kehilangan orang tuanya tidak memperoleh pendidikan

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengingatkan agar memperhatikan pendidikan dan kehidupan anak-anak yatim yang ditinggal kedua orangtuanya.

Bang Zul mengingatkan pentingnya memperhatikan pendidikan anak yatim
Bang Zul bersama istri

“Jangan sampai, anak-anak kita karena kehilangan orang tuanya tidak memperoleh pendidikan dan kehidupan sebagimana mestinya,” pesan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Hibahkan Tanah ke Ponpes Qomarul Huda

Pesan itu disampaikan  Bang Zul saat menghadiri Haflah Hauliyah 33 tahun Almaghfurullah TGH. Muhammad Fadil Thohir. 

Sekaligus memperingati 63 tahun berdirinya Ponpes Sosial (Ponpesos) Atthohiriyah Alfadliyah, di Majelis Ponpesos Yatofa Bodak, Lombok Tengah, Senin (07/11/22).

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini menyampaikan, semua orang memiliki kesempatan yang sama seperti yang dicontohkan Pimpinan Ponpesos Atthohiriyah Alfadliyah Bodak dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. 

Melihat senyuman mereka bisa dirasakan sebagai bentuk kepedulian antar sesama.

Pada kesempatan yang sama Pimpinan Ponpesos Atthohiriyah Alfadliyah Bodaq, Lombok Tengah , TGH. Padli Fadil Tahir berpesan kepada anak yatim piatu agar santunan yang diterimanya bisa dipergunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Tidak diperkenankan menggunakan santunan itu untuk membeli Handphone.

“Tidak boleh untuk beli HP. Gunakan untuk beli beras atau yang lebih bermanfaat lagi,” pesannya. 

BACA JUGA: Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Hadir pada kesempatan itu, Karo Kesra Setda NTB, Karo Hukum, Pimpinan Baznas, Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati serta mantan Bupati Lombok Tengah Suhaili dan serta tamu undangan lainnya. ***

 




Sayembara Parade Busana Adat WHDI se Lombok

Rogoh Kocek Pribadi 5 Juta bantu WHDI,  Rachmat Hidayat Gagas Sayembara Parade Berbusana Adat WHDI se-Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota Komisi VIII DPR RI dapil Lombok,  Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat gagas sayembara parade berbusana adat Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) di Pulau Lombok. 

Menariknya, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, menyerahkan secara langsung terkait teknis hingga kriteria penilaian sayembara berbusana adat tersebut pada jajaran WHDI. 

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Rachmat Hidayat gagas sayembara parade berbusaha adat WHDI se Lombok
Rachmat Hidayat

“Nanti, semua hadiahnya, mulai dari juara satu, dua dan tiga, dari saya secara langsung. Tapi, tolong para pesertanya itu adalah seluruh Perwakilan WHDI di kecamatan di Pulau Lombok, baik itu Kota Mataram, Lombok Barat (Lobar), Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Tengah (Loteng). Mulai dari sekarang, silahkan digagas sayembara itu,” ujar H. Rachmat Hidayat saat melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama jajaran pengurus WHDI Kota Mataram di lantai II Gedung PHDI NTB di Mataram, Minggu Petang (06/11/22).

Digagasnya sayembara parade berbusana adat WHDI itu, karena Rachmat sangat peduli terhadap keberlangsungan adat istiadat hingga kebudayaan yang menjadi tradisi umat Hindu di Provinsi NTB. 

Selain itu, ia berkeinginan bahwa tradisi kebudayaan itu harus tertanam pada jati diri generasi muda umat Hindu. 

“Jadi, merawat keberagaman dan toleransi beragama itu, adalah semangat kita dalam merawat Kebinekaan yang terkandung dalam ajaran Pancasila,” tegas Rachmat. 

Ia meminta keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah digariskan dalam ajaran Pancasila itu, harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Utamanya, dari rumah tangga, kampung tempat tinggal hingga saat hendak melaksanakan kegiatan beragama.

Pasalnya, lanjut Rachmat, ia telah memperoleh informasi bahwa, sudah ada sebagian umat Hindu di wilayah Provinsi NTB,  yang kini mulai terpapar paham radikalisme. 

“Implementasi dari nilai Pancasila yang tadi disampaikan oleh Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo, dan Pak Dr. Alfin Syahrin, wajib diejawantahkan dalam kehidupan keseharian kita. Pokoknya saya yakin dan percaya. Bahwa jika ibu-ibu yang bergerak mengamalkan ajaran Pancasila, maka para suami yang sempat terpapar paham radikalisme itu, akan kembali pada ajaran Tri Hita Karana,” papar Haji Rachmat. 

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo mengatakan, nilai ajaran dan Pancasila yang didalamnya terdapat Ketuhanan Yang Maha Esa itu, dipastikan sudah final. 

Menurut dia, filosofi kehidupan beragama sesuai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila, adalah umat yang mayoritas harus mengayomi umat yang minoritas. 

“Kalau soal cara beragama boleh kita beda. Tapi soal Ketuhanan itu, adalah prinsip dasar yang harus dijunjung secara utuh agar enggak ada lagi, kita mengkafir-kafirkan seseorang.  Ini,  karena Pancasila itu landasan Idiologi dalam berbangsa dan bernegara,” tegas Prof Gatot. 

Ketua Program Studi Doktoral Fakultas Hukum Unram itu menegaskan, Pancasila merupakan dasar negara dan idelogi bangsa yang mampu menciptakan kedamaian. Dulu orang tidak berani menguatkan Pancasila, tetapi saat ini zaman keterbukaan dan demokrasi, sehingga Empat Pilar Kebangsaan harus terus ditanamkan dalam setiap individu. 

Dengan adanya fakta, sudah empat kali dilakukan amandemen UUD 1945, maka ada satu semangat beragama bangsa Indonesia yang hilang. Yakni nila kasih sayang. 

“Maka tugas kita bersama untuk mengembalikan bahwa konsep beragama bangsa kita sesuai dalam nilai luhur Pancasila adalah sosialis  relegius. Disitu, enggak bisa ditawar-tawar soal Idiologi itu. 

Maka, untuk mewadahi semangat Nasionalisme gotong royong. Caranya, hanya dengan kembali pada Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Serta, terus membumikan 4 Pilar Kebangsaan, seperti kali ini. 

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Sumbang  WHDI kota Mataram Rp 5 Juta

Rachmat Hidayat menyempatkan memberikan bantuan senilai Rp 5 juta dari kantong pribadinya untuk organisasi WHDI Kota Mataram.

“Silahkan dipakai uang ini baik-baik dalam rangka menjaga keberlangsungan organisasi dan kehidupan keumatan yang tetap mengamalkan semangat nilai luhur Pancasila dalam kehidupan nyata,” tandas Rachmat Hidayat. (*)

 

 

 




Pemprov NTB Hibahkan Tanah Ke Ponpes Qomarul Huda

Penyerahan hibah yang dilakukan Pemprov NTB melalui proses tidak mudah, 

sebab tanah yang dihibahkan masih jadi bagian dari PAD 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyerahkan hibah barang berupa tanah sawah irigasi seluas 2 hektar ke Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah. 

Pemprov NTB memberikan hibahlahan melalui proses yang tidak mudah
Gubernur Zul menemui TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin

Penyerahan hibbah tersebut ditandai dengan Penandatangan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Taulani di Pondok Pesantren Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Loteng, Minggu (06/11/22).

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Penandatanganan BAST disaksikan langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin, serta beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh pengurus Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, penyerahan hibah ini telah melalui proses yang tidak mudah. 

Mengingat tanah sawah irigasi merupakan lahan pertanian yang masih produktif dan menjadi bagian dari PAD Pemprov NTB. 

Tapi sisi lain, pemerintah juga harus mampu berkontribusi kepada yayasan dan masyarakat demi membangun SDM yang mumpuni dan kesehatan masyarakat yang memadai. 

“Karena lahan yang kita hibahkan, insyaallah akan dibangun rumah sakit oleh yayasan,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB saat memberi sambutan.

Dikatakan, pelajaran yang bisa diambil dari tuan guru sebagai pengasuh yakni masih tetap semangat memikirkan masa depan masyarakat. 

Terutama bagaimana mewujudkan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah hari ini, menjadi momen bersejarah bagi kita. Impian tuan guru bisa kita wujudkan dengan menghibahkan tanah kepada yayasan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan, Taulani menjelaskan, tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB akan dibangun rumah sakit Universitas Qomarul Huda 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB yang telah dengan ikhlas menghibahkan tanah kepada yayasan,” jelasnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

Dijelaskannya, jika rumah sakit Universitas Qomarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) telah dibangun, maka yayasan juga akan membangun fakultas kedokteran dan Program S3 di bidang Kesehatan masyarakat.

“Kami akan memanfaatkan tanah hibah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya fasilitas penunjang ini, insyaallah yayasan Qomarul Huda akan menjadi salah satu central pendidikan dan kesehatan di Lombok Tengah,” tegasnya. ***

 

 




Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Dalam peringatan ke 53 RSUD Provinsi NTB, menargetkan menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengatakan perkembangan RSUD Provinsi NTB sampai saat ini luar biasa, dan patut diacungi jempol. Mulai dari pelayanan dan sumber daya manusia yang sudah semakin membaik.

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-53 Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat degan tema “Bangga Menjadi Bagian RSUD Provinsi NTB” di halaman RSUD Provinsi NTB, Minggu, (06/11/22).

BACA JUGA: IMI Diminta Berikan Kontribusi untuk Daerah

Pada peringatan 53 tahun RSUD Provinsi NTB. Gubernur berharap RSUD NTB jadi yang terbaik di Indonesia

“Perkembangan RSUD Provinsi NTB luar biasa, saya berharap nantinya akan menjadi RSUD terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH., dalam sambutannya mengucapkan RSUD Provinsi NTB di hari jadinya yang ke-53, ia berharap agar  menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan di kawasan Indonesia Timur dapat segera terwujud.

“Saat ini, kami terus mempersiapkan RSUD Provinsi NTB bisa menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur. Mulai dari SDM, sarpras hingga pelayanan akan kami maksimalkan,” terangnya.

Dokter Jack panggilan akrabnya, juga menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan beberapa langkah besar untuk menjadikan RSUD Provinsi lebih baik. 

Di antaranya pada tahun ini menargetkan naik kelas menjadi kelas A Pendidikan serta menjadi yang pertama kali di bagian Indonesia Timur akan melakukan Operasi Bedah Jantung.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

“Dengan beberapa hal ini, sesuai dengan harapan bapak Gubernur  bahwa tidak akan ada lagi masyarakat NTB yang harus dirujuk, insyallah akan terwujud,” katanya.***

 




Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Prof Gatot Dwi Hendro Wibowo ingatkan, kebinekaan bangsa harus dirawat dan dijaga 

MATARAM.lombokjournal.com ~  Implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu, menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.

“Implementasi itu jadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita,” tegas Rachmat Hidayat. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru di Ponpes Lotim

Saat sosialisasi Empat Pilar Rachmat ingatkan pentingnya implementasi Pancasila

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat menyampaikan itu saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya. 

Kali ini, Kota Mataram menjadi lokasi pembekalan pemahaman kepada publik tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Minggu (06/11/22). 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Dengan begitu, siapapun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.

“Yang pasti, prinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya,  disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan,” jelas Rachmat. 

Dalam sosialisasi yang dihadiri puluhan kader dan pengurus PDI Perjuangan Kota Mataram. Dua narasumber dihadirkan. Yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo,  Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.

Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini. 

“Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa,” tegas dia. 

Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat. 

Sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya  jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu. 

“Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila,” ujar Gatot. 

Ia mengajak kader PDI Perjuangan di Kota Mataram serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila. 

Sebab,  NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya. 

Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan. 

“Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar.  Maka, jangan sampai  ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng,” papar Prof Gatot.

Ia berharap para kader PDIP NTB dibawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia. 

“Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asas nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya,” jelas Prof Gatot. 

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Kunjungi BTN Rembige, Mataram

Terpisah, Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin, menambahkan, keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa, justru konsepnya digali berdasarkan nilai luhur bangsa Indonesia. 

“Perbedaan itu bukan sumber perpecahan tapi menjadi falsafah bangsa. Kalau ingin bangsa kita terus menghormati nilai luhur bangsa, maka jadikanlah perbedaan itu sebuah khazanah untuk memperkaya dan memperkuat jati diri khazanah bangsa Indonesia,” tandas Alfin Syahrin.(*)

 

 




Gubernur NTB Buka Acara IDSECCONF 2022

Kata Gubernur NTB, kita belajar meloncat di industri Tekhnologi Informasi 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan, industrialisasi adalah keberanian untuk berpikir sedikit berbeda dari kebiasaan. 

Menurutnya, perjalanan panjang harus dimulai dengan langkah pertama, harus punya keberanian melakukan terobosan-terobosan awal.

BACA JUGA: IDSECCONDF 2022 Berlangsung di Lombok, NTB

Gubernur NTB mengatakan, talenta NTB di bidang IT lebih dari kapabel
Gubernur Zulkieflimansyah

“Kita beruntung hari ini ada yang punya keberanian mendeskripsikan tentang IT Security. Karena di antara banyak industri, salah satu yang memungkinkan kita belajar meloncat walaupun startingnya belakangan, adalah industri Information Technology,” tutur Bang Zul, sapaannya.

Ia menyampaikan itu saat menyampaikan sampaikan dalam acara Indonesia IT Security Conference (IDSECCONF) 2022, di Hotel Lombok Raya, Sabtu (05/11/22).

“Walaupun kita berada di negara berkembang, di desa-desa tertinggal, IT (Information and Technology) memungkinkan kita belajar bersama, bahkan lebih unggul dari negara-negara maju,” tambahnya.

Bang Zul juga menegaskan, anak-anak NTB more than capable. NTB punya talent yang luar biasa untuk belajar IT. 

Ia berharap panitia dapat lebih lama berinteraksi dengan masyarakat di NTB, juga dapat berkunjung ke kampus swasta, SMK, hingga ke pondok-pondok pesantren.

“orang-orang bertalenta seperti ini banyak di tempat kami, tingal dipoles, maka kita akan melihat berlian itu berjuang menghasilkan kemilau yang gemilang untuk kita semua,” katanya.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

Acara ini diselenggarakan oleh Komite IDSECCONF yang beranggotakan individu-individu independen yang terlibat di berbagai komunitas hacking dan keamanan informasi bersama Kementerian KOMINFO bekerja sama dengan organisasi Nahdlatul Wathan (NW), bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dan pelajar mengenai isu-isu keamanan teknologi informasi terbaru. ***

 




IDSECCONF 2022 Berlangsung di Lombok, NTB

Kegiatan IDSECCONF yang sudah masuk tahun kelimabelas ini diikuti 396 peserta personal maupun corporate termasuk dari luar daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Indonesia IT Security Conference atau IDSECCONF mulai digelar hari ini di Hotel Lombok Raya, Sabtu (05/11/22) dibuka Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Buka Acara IDSECCONF 2022 

Penyelenggaraan IDSECCONF 2022 kali ini bekerjasama dengan organisasi Nahdlatul Wathan

“Kegiatan yang sangat menarik. Ternyata banyak hacker senior dan mumpuni berasal dari NTB,” ujar gubernur.

BACA JUGA: Pemprov NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

Ia menyampaikan itu saat menerima panitia lokal IDSECCONF 2022 di Pendopo Gubernur, Jumat (04/11/22). 

Kegiatan ini telah diselengarakan sejak tahun 2008 yang bertujuan memberikan pencerahan ke khalayak umum, pelajar, mahasiswa, maupun kalangan IT Security professional, khususnya mengenai berbagai isu-isu keamanan teknologi informasi terbaru.

“Keamanan teknologi ini sangat penting namun di NTB masih sangat kurang peminatnya,” jelas Jon Fitriyadi, penyelenggara lokal Lombok. 

IDSECCONF tahun kelimabelas ini diikuti 396 peserta personal maupun corporate juga dari luar daerah. 

Pada tahun ini, IDSECCONF yang bekerjasama dengan organisasi Nahdlatul Wathan akan dilaksanakan secara offline dan bertempat di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 5-6 November 2022 dengan tema Blockchain dan Cloud Security

Kegiatan IDSECCONF yang berfokus pada masalah Teknologi Informasi, khususnya Keamanan Teknologi Informasi dan temu komunitas ini diisi dengan seminar selama 2 hari, dengan 1 orang Keynote Speaker dan 8 orang pembicara. 

Selain itu, terdapat 2 buah Diskusi Panel dan kompetisi hacking: Capture The Flag (CTF) yang berjalan offline secara bersamaan dengan seminar.

BACA JUGA: IMI Diminta Berikan Kontribusi bagi Daerah

IDSECCONF adalah kegiatan tahunan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008 atas kerjasama Komite IDSECCONF dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (KEMKOMINFO), kemudian pernah bekerjasama dengan APJII, LSN, BSSN serta berbagai pihak terkait, yang bertujuan untuk memberikan pencerahan ke khalayak umum, pelajar, mahasiswa, maupun kalangan penggiat IT security dan profesional, khususnya mengenai berbagai isu-isu keamanan teknologi informasi terbaru. ***

 




Gubernur NTB Akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

Menurut Gubernur NTB, banyak event nasional dan Internasional menjadi daya tarik berinvestasi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akan mendukung investor yang berinvestasi di Provinsi NTB. 

Salah satunya gili atau pulau kecil di timur Pulau Lombok di antaranya Gili Kondo, Gili Lampu, Gili Pasir serta Gili Petangan.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dengan jajaran PT. Putella Amanah Resort di Pendopo Gubernur Mataram, Jumat (04/11/22).

Bang Zul panggilan akrabnya mengatakan, akan selalu terbuka dan membantu para investor agar nyaman berinvestasi di NTB. 

BACA JUGA: Potensi NTB Perlu Digagas Jadi Event Berkelas 

Gubernur NTB mengatakan, akan membantu investor nyaman berinvestasi di NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Kalau ada investasi yang masuk diusahakan dan jangan dibikin ribet agar para investor tidak kabur. Tentu kami dukung dan bantu,” ujarnya.

Dikatakan, Provinsi NTB saat ini telah memiliki banyak event-event menarik baik secara nasional dan Internasional. 

Ia meyakini hal ini menjadi daya tarik investor terhadap daerah ini.

Karena itu, Bang Zul berharap segala investasi yang diajukan oleh para investor nantinya terus dikawal oleh stakeholders terkait. 

Dan untuk para investor diimbau agar berinvestasi dengan cara yang baik.

“Intinya berinvestasi yang benar tidak merugikan masayarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Putella Amanah Resort, Ir. Junaidi Elvis, mengatakan terimakasih atas waktunya dan menerima jajarannya dengan baik. 

Ia juga meminta bantuan dan arahan agar apa yang direncanakan pihaknya berjalan dengan baik.

“Tahap demi tahap akan kami jalani tentunya dengan prosedur yang benar, maka dari itu kami mohon arahan dan bantuannya. Jika berjalan dengan baik, akan saya dalami supaya investasi ini benar-benar terwujud,” terangnya.

BACA JUGA: Scoot Airline Buka Penerbangan Langsung Lombok-Singapura

Hadir dalam pertemuan kali ini, Kadis DPMPTSP Provinsi NTB, Kadis Pariwisata Provinsi NTB, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis PUPR serta Kepala BPN NTB. ***