Dengan adanya side event E-Sport Competition akan meramaikan event WSBK
LOTENG.lombokjournal.com ~ Berbagai side event digelar guna memeriahkan World Superbike (WSBK) Tahun 2022.
Salah satunya adalah kompetisi E-Sport yang bertajuk WSBK E-Sport Competition. Kompetisi ini akan mempertandingkan dua game yakni Mobile Legend: Bang Bang (MLBB) dan PUBG Mobile.
Event ini berlangsung mulai dari 30 Oktober-13 November 2022 dengan beberapa segmen peserta.
Mulai dari SMA/SMK hingga mahasiswa atau umum yang diselenggarakan di sekitar area Sirrkuit Mandalika.
Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Lapangan WSBK Mandalika, Jamaluddin Malady, ST., MT.
“Event ini untuk mendukung berlangsungnya World Superbike, nantinya secara tidak langsung juga mendukung SDM kita dibidang Esport agar ke depannya NTB memiliki SDM yang memadai dalam bidang tersebut,” ujarnya saat wawancara via telpon.
Mantan Kadis Perkim Provinsi NTB itu mengatakan, adanya event ini juga akan meramaikan event WSBK.
Ia juga mengutarakan banyaknya side event yang digelar akan banyak masyarakat yang turut datang. Bukan hanya menikmati balapan WSBK saja namun ada hal lain yang dinikmati.
“Kami harap dengan banyaknya side event ini, masyarakat akan datang bukan hanya menikmati balapan WSBK namun bisa menikmati dari mulai belanja, menikmati makanan hingga berlomba ataupun menonton kompetisi WSBK E-Sport Competition di E-Sport Arena,” ujarnya.
Sementara itu, Hamka selaku Guru Pendamping peserta dari SMK 7 Mataram, mengungkapkan senang dengan adanya event WSBK E-Sport Competition.
Ia mengunkapkan SDM yang menyukai E-Sport sudah mulai banyak di sekolahnya.
“Kami senang dengan adanya side event ini, banyak anak-anak yang mulai tertarik dengan dunia E-Sport. Kami telah kerahnkan anak-anak terbaik dari SMK 7 Mataram dalam kompetisi kali ini,” ucapnya. ***
Sesi Free Practice 2 WSBK Mandalika 2022, Tim Ducati Dominan
Tim Ducati yang pada sesi Free Practice pertama mengakui keunggulan tim Yamaha, di sesi kedua Alvaro Bautista tampil dominan
LOTENG.lombokjournal.com ~ Dalam sesi Free Practice 2 (FP2) balap motor internasional World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika Provinsi NTB di hari pertama, Jumat (11/11/22), Alvaro Bautista dari Tim Ducati berhasil tampil apik menjegal langkah Toprak Razgatlioglu.
Di bawah cuaca Mandalika yang cukup terik, pabrikan Pata Yamaha with Brixx WorldSBK, Toprak Razgatlioglu yang pada FP 1 berhasil menjadi yang tercepat, pada sesi selanjutnya. pada FP2, Alvaro Bautista dari Tim Ducati giliran jadi yang tercepat.
Pada FP1, Toprak jadi tercepat, pada FP2 Alvaro Bautista tampil dominan menjadi yang tercepat dengan torehan waktu 1 menit 33,626 detik, disusul pembalap Yamaha Toprak Razgatlioglu (+0,462), kemudian Michael Ruben Rinaldi dari Tim Ducati (+0,964).
Dengan hasil tersebut, dua pembalap Ducati, yaitu Alvaro Bautista dan Michael Ruben Rinaldi sukses mendominasi FP2 WorldSBK Mandalika 2022 di hari pertama.
Hari kedua pada Sabtu (12/11) dijadwalkan akan berlangsung sesi Free Practice 3 dan Race 1 dari WSBK, kemudian ditutup dengan Race 2 (Final Race) pada hari Minggu (13/11).
Untuk diketahui, tahun 2022 ini merupakan tahun kedua ajang WSBK diselenggarakan di NTB setelah sukses digelar pertama kali pada tahun 2021 lalu. ***
Hasil Free Practice 1 WSBK Sirkuit Mandalika
Toprak Razgatlioglu memuncaki hasil sesi Free Practice 1 membukukan laptime 1 menit 36,938 detik
LOTENG.lombokjournal.com ~ Setelah sukses diselenggarakan pertama kali tahun lalu, kini World Superbike (WSBK) 2022 kembali digelar di Sirkuit Mandalika.
WSBK Mandalika 2022 berlangsung selama tiga hari dan akan dimulai hari ini, Jumat (11/11/22) hingga Minggu (13/11/2022).
Pertamina Mandalika International Street Circuit menjadi tuan rumah ke-11 untuk gelaran WSBK 2022. Rangkaian jadwal WSBK 2022 di Mandalika dimulai dari sesi latihan bebas atau free practice 1 dan 2 pada Jumat (11/11/22).
Pada free practice 1 Toprak Razgatlioglu memuncaki sesi Free Practice 1 membukukan laptime 1 menit 36,938 detik untuk memimpin sesi Jumat pagi.
Posisi kedua ditempati oleh Iker Lecuona, terpaut 0,189 detik dari Toprak.
Sementara pimpinan klasemen Alvaro Bautista bertengger di posisi ketiga, meski ia tertinggal 0,571 detik pada sesi pertamanya diikuti Michael Van Der Mark (BMW) dan rekan setim Lecuona Xavi Vierge melengkapi lima besar.
Perlu diketahui, dengan gelaran ini, Pertamina Mandalika International Street Circuit bakal menjadi saksi lahirnya juara dunia WSBK Tahun 2022.***
Upaya Gaungkan Informasi Event WSBK di Sirkuit Mandalika
Ini salah satu upaya gaungkan event WSBK yang dilakukan Tim Media Center Kominfotik Prov NTB, melakukan desimasi informasi melalui Mobile Calling
LOTENG.lombokjournal.com ~Berbagai upaya dilakukan Pemprov NTB menggaungkan kejuaraan World Super Bike (WSBK) 2022 di Pertamina Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah kepada masyarakat
Kejuaraan yang menurunkan para pembalap-pembalap dunia berkelas ini dimulai tanggal 11-12 Nopember 2022.
Salah satu media informasi yang digunakan yakni desiminasi informasi melalui publikasi luar ruang (mobile Calling) milik DIskominfotik Prov NTB.
Tim Media Center Kominfotik Prov NTB melakukan desimasi informasi WSBK melalui Mobile Calling mulai dari Desa Keru perbatasan Lombok Barat dengan Lombok Tengah, Desa Pemepek, Aikmual, Aik Darek, Mantang, Selebung-Kopang pulang-pergi, Rabu (09/11/22).
Dalam siaran keliling itu, masyarakat di kawasan Lombok Barat, Lombok Tengah dan sekitarnya diinformasikan untuk berpartisipasi menyukseskan dan menonton pelaksanaan kejuaraan internasional WSBK tersebut.
Salah satu bentuk partisipasi dimaksud yakni dengan mengajak keluarga, sanak family, teman, kerabat dan masyarakat di lingkungan masing-masing menyempatkan menyaksikan WSBK, sebagai bentuk kebanggaan menjadi warga NTB yang kembali dipercayakan sebagai tuan rumah penyelenggaraan event internasional.
Masyarakat juga dihimbau untuk membeli dan menukarkan tiketnya di sejumlah titik-titik yang sudah ditentukan. Seperti di eks bandara Selaparang, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) atau di Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.
Kecuali itu masyarakat yang hendak menonton WSBK dihimbau untuk menggunakan sepeda motor (roda dua).
Hal ini dimaksudkan sebagai upaya Pemprov NTB dalam merekayasa Lalulintasdan meniadakan terjadinya kemacetan.
Kecuali itu bagi penonton yang datang ke NTB melalui jalur udara, Pemprov NTB telah menyiapkan 8 Bus Hiace di BIZAM. 5 unit melewati Bay Pas dan 3 unit lainnya melewati Sengkol. ***
Rakor P3PD, Merumuskan Kebijakan Pembangunan Desa
Kegiatan rakor Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) mengevaluasi otonomi penggunaan dana desa
SENGGIGI.lombokjournal.com ~ Pengelolaan Dana Desa oleh Pemerintah Desa dari anggaran Pemerintah Pusat adalah salah satu pembahasan menarik untuk merumuskan kebijakan baru pembangunan desa, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat, HL Gita Ariadi saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Hotel Merumatta, Senggigi, Lobar, Rabu (09/11/22),
“Kegiatan ini harus dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa dan Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi otonomi penggunaan Dana Desa bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Miq Gita.
Dikatakannya, semangat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa harus menjembatani kesenjangan pemahaman antara pusat dan desa dalam hal keleluasaan menentukan peruntukan Dana Desa bagi pembangunan tiap desa.
Pemerintah Provinsi mendorong dan mengapresiasi kegiatan ini agar masyarakat desa dapat membangun lebih agresif, sesuai pula dengan kebutuhan dan keinginan masyarakatnya.
Rakor P3PD dihadiri Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial, Mustikori Indrijatiningrum Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI.
Ia mengatakan, sejak delapan tahun lalu pelaksanaan UU 6/ 2014, Pemerintah Pusat telah menggelontorkan anggaran 468 triliun bagi 74.940 desa hingga tahun ini.
“Manajemen pemerintah desa secara substansi diserahkan penuh dan mandiri kepada desa,” ujarnya.
Namun demikian, rapat koordinasi kali ini yang dilaksanakan selama tiga hari melibatkan 80 orang peserta se NTB yang terdiri dari Camat, Kepala Desa dan Pendamping Desa diharapkan dapat menghasilkan masukan dan evaluasibagi kebijakan baru tentang desa sebagai rekomendasi dalam RPJMN.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut stakeholder lintas sektor diantaranya, pemerintah kabupaten, dinas dan lembaga terkait serta akademisi untuk merumuskan rekomendasi.***
Pancasila Jangan Hanya Dihafal, Harus Diimplementasikan
Rachmat Hidayat Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kantor DPD PDIP NTB, Ingatkan arti luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat kembali melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Lombok.
Kali ini, kegiatan untuk menumbuhkembangkan pemahaman perihak empat pilar berbangsa dan bernegara tersebut, diadakan oleh Sekretariat MPR RI di Kantor DPD PDIP NTB pada Rabu, (09/11/22).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga, Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, Sekretariat Jenderal MPR RI Endang Lestari, S.Sos.
Hadir pula Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata, seluruh Ketua DPC PDIP se-Pulau Lombok.
Di antaranya Ketua DPC PDIP Kota Mataram Made Slamet, Ketua DPC PDIP KLU Raden Raden Milling, Ketua DPC PDIP Lombok Barat H. Lalu Muhammad Ismail, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah Suhaimi, Ketua DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Sukro.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Di hadapan ratusan kader DPD PDIP NTB, Haji Rachmat Hidayat menegaskan, implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu akan menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.
Politisi kharismatik NTB itu menegaskan agar Pancasila tidak hanya dihafal, melainkan juga diimplementasikan.
“Yang paling penting itu dilaksanakan. Tidak hanya sekadar diucapkan dan dihafal. Pancasila hanya ada di Indonesia, itu hebatnya. Jangan hanya debat-debat, tinggal laksanakan. Tolong dicamkan baik, diperhatikan baik-baik, kemudian diimplementasikan,” ucapnya.
Kader-kader PDIP harus menjadikan Pancasila sebagai bintang perjuangan dalam bertindak dan bersikap.
“Implementasi itu, menjadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita,” tegas Rachmat.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mendaku, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Dengan begitu siapa pun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.
“Yang pasti, prinsip di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya, disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan,” jelas Rachmat.
Dalam sosialisasi yang dihadiri pengurus dan ratusan kader PDI Perjuangan NTB itu, menghadirkan narasumber yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo dan dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.
Dalam pemaparannya Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo menyampaikan pentingnya “Internaliasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”.
Kaprodi S3 Fakultas Hukum Unram itu melihat ada hubungan yang tidak terpisahkan antara Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.
Pancasila adalah landasan ideologi bangsa, alat pemersatu bangsa, sekaligus sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia.
“Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa,” tegas dia.
Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Kata dia, dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat.
Untuk itu, sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik. Tentunya, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu.
“Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila,” ujarnya.
Ia mengajak kader PDI Perjuangan serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila.
Sebab, NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya.
Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan.
“Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar. Maka, jangan sampai ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng,” papar Prof Gatot.
Ia berharap para kader PDIP NTB di bawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia.
“Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asa nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya,” jelas Prof Gatot.
Terakhir, ia memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini.(*)
State of Green vs NTB Net Zero Emissions 2050
Saat mengunjungi kantor State of Green di Kopenhagen, Denmark, delegasi NTB mengungkapkan bahwa NTB punya ambisi netral karbon di tahun 2050
lombokjournal.com ~ Ikhtiar Denmark dalam melakukan transisi energi hijau sudah dimulai sejak 50 tahun yag lalu. Saat itu, terjadi krisis energi yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah yang mengakibatkan harga minyak dunia melambung tinggi.
Momen tersebut adalah wake up call bagi Pemerintah Denmark untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan memperkuat ketahanan energi lokal.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Denmark memastikan komitmen penuh dari parlemen dimana diperoleh dukungan mayoritas dari 175 anggota parlemen.
Selanjutnya, disusun kebijakan energi yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah, konservasi air dan ekonomi sirkular.
Namun jika ditinjau dari jumlah penduduk dan emisi yang dihasilkan, Denmark hanya merepresentasikan sekitar 0,1 persen dari populasi dunia. Untuk itu, Denmark memiiki ambisi global untuk menularkan semangat ini ke seluruh dunia.
Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta dan pertumbuhan ekonomi yang positif menjadi salah satu prioritasnya.
Pertimbangan tersebut melatarbelakangi didirikannya State of Green. State of Green adalah Lembaga yang didanai operasional oleh Pemerintah dan pelaku industri beberapa dekade lalu.
Lembaga ini aktif mempromosikan dan menghubungkan ambisi Denmark untuk mengurangi emisi global, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, manajemen air dan sampah ke suluruh dunia.
Menjalin kemitraan dengan Pemerintah dan pihak swasta megubah tantangan menjadi kesempatan di 4 (empat) area fokus yaitu transisi energi, manajemen air bersih, green cities dan ekonomi sirkular.
NTB Net Zero Emissions 2050
Dalam kunjungan kerja ke kantor State of Green, Kopenhagen pada tanggal 2 November 2022, ketua tim delegasi Provinsi Nusa Tengga Barat, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga memiliki ambisi netral karbon di tahun 2050, yang dikenal dengan NTB Net Zero Emissions 2050.
Dengan mendeklarasikan kondisi netral karbon di tahun 2050, berarti jumlah emisi yang dihasilkan pada tahun 2050 akan sama dengan jumlah karbon yang diserap melalui aktifitas seperti pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan kendaraan listrik, mengurangi volume sampah dan penghijauan.
Sampai dengan bulan Juni tahun 2022, capaian bauran energi Provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar 19 persen.
Hal ini dipandang cukup baik, karena ikhtiar transisi energi hijau baru dimulai di pertengahan tahun 2019, dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED-P) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ikhtiar ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, namun harus dilakukan Bersama-sama dengan Pemerintah Pusat dan PT. PLN (Persero) sebagai pemegang hak monopoli di sektor ketenagalistrikan di Indonesia.
Transisi energi hijau ala Denmark vs NTB
Belajar dari kasus Denmark juga dapat dibuktikan, pertumbuhan ekonomi tidak harus mengorbankan kesejahteraan ekosistem atau lingkungan hidup sekitar.
Berdasarkan data yang dirilis oleh State of Green, sejak tahun 1990 sampai dengan 2020, Pemerintah Denmark telah berhasil meningkatkan pertumbuhan GDP/PDRB hingga 62 persen, namun di sisi lain bisa mengurangi pemakaian energi atau melakukan konservasi energi hingga 14 persen dan memangkas sekitar 43 persen emisi gas rumah kacanya.
Jika dibandingkan dengan NTB, peluang untuk mengurangan emisi gas rumah kaca sama besarnya terutama di sektor pertanian, sektor pertambangan dan sektor pariwisata.
Di sektor pertanian, pemanfaatan kotoran hewan, jerami, sekam padi dan tongkol jagung untuk biogas dan pembangkitan listrik dapat mengurangi emisi gas metana yang jauh lebih berbahaya daripada karbondioksida.
Industrialisasi di sektor pertanian juga tidak harus bersifat mass production, namun harus memperhatikan keseimbangan lingkungan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lokal.
Di sektor pertambangan, praktek green mining seperti yang dilakukan oleh PT. Amman Mineral dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang 26.000.000 Wattpeak untuk memenuhi 20 peraen kebutuhan energi smelter dapat menjadi best practice bagi perusahaan tambang lainnya.
Selain itu, untuk sektor pariwisata, green tourism dan pariwisata berbasis komunitassaat ini sedang mendapatkan momentumnya, popular di kalangan wisatawan mancanegara. Tentunya peluang-peluang kerjasama dengan pihak lain perlu dioptimalkan karena keterbatasan ruang fiskal daerah, melalui kemitraan yang diinisiasi oleh Pemerintah baik pusat maupun di daerah. ***
Lombok FC Beri Beasiswa untuk Empat Pemain
Beasiswa penuh diberikan untuk empat pemain, Lombok FC ingin agar karier pemain gemilang di dalam dan luar lapangan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Football Club (Lombok FC), klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK), patut dipuji.
Paling baru, Lombok FC memberi beasiswa S-1 untuk empat skuadnya di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma).
Seluruh biaya kuliah empat pemain tersebut ditanggung manajemen Lombok FC hingga lulus menjadi sarjana.
Rannya Agustyra Kristiono
“Manajemen Lombok FC ingin agar para pemain Lombok FC, kelak selain memiliki skil sebagai pemain bola, juga memiliki kemampuan akademik yang baik guna menujang kariernya di masa depan,” kata Chief Executive Officer Lombok FC Rannya Agustyra Kristiono, melalui sambungan telphone dari London, UK, Selasa (08/11/22).
Empat pemain Lombok FC yang mendapat beasiswa tersebut adalah Muhammad Ali, Ahmad Dani, Haris Wenno, dan Syeich Omar Albaar. Ali adalah pemain Lombok FC yang berasal dari Lombok Timur.
Sementara Dani, merupakan talenta Lombok FC dari Bima. Sedangkan Hais berasal dari Ambon, Maluku, dan Omar berasal dari Ternate, Maluku Utara.
Keempatnya sudah memulai perkuliahan di Undikma. Mereka mengambil Program Studi S-1 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat.
Rannya menegaskan, manajemen Lombok FC akan menanggung seluruh biaya pendidikan untuk empat pemain tersebut, selama mereka menempuh perkuliahan di Undikma.
Manajemen Lombok FC juga siap memberikan dispensasi saat mereka ada jadwal perkuliahan yang berbaterngan dengan jadwal latihan.
“Kami ingin empat talenta terbaik kami memiliki prestasi gemilang di lapangan dan juga prestasi terbaik dalam bidang akademik,” ucap Rannya.
Dara yang kini tengah merampungkan pendidikannya di Brunell University London, UK, ini menegaskan, manajemen Lombok FC menyadari sepenuhnya usia emas atlet sepakbola, tidaklah panjang.
Karena itu, dengan memberikan beasiswa untuk menempuh kuliah di perguruan tinggi, karier para pemain Lombok FC diharapkan tetap gemilang saat mereka sudah gantung sepatu.
“Menjadi komitmen kami di manajemen Lombok FC untuk menyelaraskan pendidikan akademik dengan prestasi pemain di industri sepakbola,” imbuh Rannya.
Sementara itu, Chairman Lombok FC yang juga pendiri klub, H. Bambang Kristiono, SE (HBK), menegaskan ingin para pemain Lombok FC memiliki pandangan bahwa pendidikan formal sama pentingnya dengan prestasi di lapangan.
Karena itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini tak ingin ada pemain Lombok FC mengenyampingkan pendidikan di perguruan tinggi, setelah menamatkan pendidikan menengah mereka.
“Pendidikan formal itu sangat penting dimiliki setiap orang dalam kehidupannya. Termasuk para pemain Lombok FC,” imbuh HBK.
Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, pendidikan formal merupakan tempat untuk mempersiapkan seseorang agar siap terjun dalam masyarakat.
Pendidikan formal pula yang akan memberi kesempatan untuk memperoleh suatu pekerjaan yang layak.
“Menamatkan sekolah di perguruan tinggi, dan meraih gelar sarjana akan menjadikan para pemain Lombok FC memiliki nilai tambah yang besar dalan perjalanan karir mereka,” kata HBK.
HBK ingin para pemin Lombok FC, bisa sukses layaknya nama-nama besar dalam industri sepak bola nasional bahkan dunia.
Seperti goal getter Barcelona FC, Robert Lewandowski yang merampungkan gelar sarjana di Universitas Polandia.
Atau Juan Mata, legenda Manchester United dan Timnas Spanyol yang mempunyai dua gelar sarjana yakni Ilmu Olahraga dan Keuangan.
Dan bila perlu seperti Giorgio Chiellini, pemain Timnas Italia dan Juventus yang belum lama menyelesaikan jenjang pendidikan Masternya di tengah-tengah prestasi gemilangnya bersama klub Juventus dan Timnas Italia.
Disambut Sujud Syukur
Para pemain Lombok FC yang mendapat beasiswa tak bisa menyembunyikan rasa syukur mereka atas perhatian besar yang diberikan oleh pendiri dan manajemen klub.
“Kami benar-benar seperti mendapat durian runtuh. Ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Terima kasih kami yang tinggi untuk Pak HBK dan manajemen Lombok FC untuk seluruh perhatian yang diberikan kepada kami para pemain,” kata Muhammad Ali.
Penjaga gawang Lombok FC ini berasal dari Kembang Kerang, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur.
Ali yang matang ditempa di Liga Antar Kampung (Tarkam) sebelum bergabung dengan Lombok FC, menamatkan pendidikan sekolah menengahnya di SMA 1 Aikmel pada tahun 2020.
Selepas itu, Ali sempat melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Namun, dirinya memilih cuti setelah memasuki semester tiga.
Ali memang bukan berasal dari keluarga berlebih. Dirinya sudah ditinggal sang ayah saat usianya masih tiga bulan. Sementara sang ibu, sudah tiga tahun ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi.
Karena itu, manakala mendapatkan beasiswa dari manajemen Lombok FC untuk melanjutkan pendidikannya di Undikma, Ali langsung sujud syukur. Dengan girang, kabar itu disampaikan Ali pada sang Ibunda di negeri rantau dan disambut penuh haru.
Pemuda 21 tahun ini pun berjanji akan menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan prestasi di akademik selama menempuh pendidikan. Apalagi kata Ali, para pemain telah mendapat dispensasi dari manajemen klub jika harus kuliah di pagi hari saat ada jadwal latihan.
Sementara di sisi lain, tak ada yang harus dirinya khawatirkan terkait seluruh biaya kuliah, mengingat sepenuhnya ditanggung oleh manajemen Lombok FC.
Sementara itu, kegembiraan yang sama juga disampaikan Syeich Omar Albaar. Seperti Ali, pemain sayap kiri Lombok FC ini menamatkan pendidikan menengahnya tahun 2020. Namun, saat itu, Omar tidak melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi.
Di daerah asalnya, Ternate, Provinsi Maluku Utara, Omar fokus memberi waktu penuh untuk karier sepakbolanya. Terlebih pada saat itu, Omar sudah dikontrak oleh Persiter, salah satu klub yang berlaga di Liga III Maluku Utara.
Namun begitu, sembari menempa karier, Omar tak pernah mengubur mimpinya untuk bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Karena itu, pemain yang baru lima bulan memperkuat Lombok FC ini girang bukan main, manakala manajemen Lombok FC memberitahukan bahwa dirinya akan menjadi salah satu dari empat pemain yang mendapat beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di Undikma.
“Orang tua di Ternate juga sangat senang. Hati kami benar-benar membuncah,” kata putra kedua dari lima bersaudara ini.
Di keluarganya, Omar adalah satu-satunya yang menempuh karier sebagai atlet. Kedua orang tuanya bekerja sebagai PNS di Pemprov Maluku Utara dan sehari-hari berdinas di Sofifi, ibu kota Prov. Maluku Utara.
Sementara sang kakak saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu lembaga pendidikan berbasis Islam di Sumatera Barat. Sedangkan adik-adiknya masih kecil.
“Menjadi pemain Lombok FC benar-benar menjadi berkah bagi saya dan keluarga. Saat ini giliran kami memberikan prestasi terbaik di lapangan dan prestasi di bangku pendidikan,” ujar pemain yang sudah membukukan dua gol untuk Lombok FC ini.
Saat ini, manakala banyak klub menghentikan kegiatannya dengan memulangkan banyak pemainnya karena belum jelasnya jadwal bergulirnya Liga akibat tragedi Kanjuruhan, Lombok FC tetap beraktifitas dengan menjalankan latihan-latihan maupun pertandingan-pertandingan persahabatan sambil terus memperbaiki ekurangan-kekurangan.
Ini adalah tekad, realita, dan komitmenkami dalam mendorong kebangkitan sepakbola NTB. Menyelesaikan gelaran Liga 3 NTB dengan sungguh-sungguh, sekaligus bersiap diri dalam menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.
Lombok FC juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemprov NTB, yang dalam hal ini, Bapak Gubernur NTB, yang telah memberikan dukungannya, dengan diizinkannya Lombok FC berlatih dan bertanding di GOR TURIDE, Mataram,” tutup HBK penuh optimisme.(*)
NTB Gelar Operasi Mandalika III Rinjani – 2022
Untuk pengamankan event WSBK, NTB Gelar Operasi Mandalika yang akan dilaksanakan dari tanggal 9-15 November 2022
MATARAM.lombokjournal.com ~ Demi menjamin keamanan saat event World Superbike (WSBK) yang terselenggara pada tanggal 11 – 13 November 2022, Provinsi NTB melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mandalika III Rinjani-2022 yang berlangsung di Lapangan Bharadaksa Polda NTB, Selasa (08/11/22).
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, persiapan keamanan menjadi etalase Provinsi NTB dan Indonesia.
Karena adanya event berskala Internasional, faktor keamanan sangat harus diperhatikan.
“Semoga kita bisa kompak menjaga supaya aman dan nyaman,” tutur Bang Zul.
Pengamanan WSBK 2022 akan dilaksanakan dari tanggal 9 – 15 November 2022. Sebanyak lebih dari 2.769 pasukan dikerahkan untuk menjaga keamanan dari berbagai sisi.
Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto selaku Inspektur Upacara berharap seluruh pasukan dapat mampu menjaga dan mengamankan penyelenggaraan event WSBK 2022.
“Jadikan kerjasama, solidaritas, sinergitas kita semua menjadikan bukti ,bahwa pengamanan WSBK merupakan bagian dari pembuktian kita untuk NTB Gemilang,” tuturnya.
Terdapat tiga hal penting dalam pelaksanaan Operasi Mandalika III Rinjani-2022, yaitu tau berbuat apa, siapa berbuat apa dan bertanggungjawab.
“Tiga hal tersebut harus berlandaskan nilai, yaitu Bangga dengan NTB, Suksesnya pengamanan WSBK adalah sukses dari race WSBKnya dan sukses pengamanan” tegasnya.
Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Sahli sosmas, Dir RSU, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, Kadis PU, Kadis Kominfo, Kadis kesehatan, Kadis Koprasi. ***
Ekonomi NTB Tangguh Hadapi Inflasi
Tumbuhnya ekonomi NTB Triwulan III secara tahunan, karena pertumbuhan terjadi pada 16 lapangan usaha
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mengungkapkan pertumbuhan ekonomi daerah ini pada Triwulan III tahun 2022 dibanding Triwulan III tahun sebelumnya tumbuh sebesar 7,10 persen.
Petani Tembakau
Meski sempat mengalami inflasi sebesar 5,37 persen pada Triwulan II-2022 secara tahunan (year on year), perekonomian NTB tumbuh semakin baik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH., berdasarkan catatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB.
Dikatakan tumbuhnya ekonomi NTB Triwulan III secara tahunan, karena pertumbuhan terjadi pada 16 lapangan usaha. Satu di antaranya mengalami kontraksi.
Lapangan usaha mengalami pertumbuhan signifikan dari sisi produksi. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 38,79 persen. Sedangkan, dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 34,54 persen.
Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi di NTB pada Triwulan III-2022 dibanding triwulan sebelumnya, mencapai 1,59 persen (q-to-q).
Dimana dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahanmengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 45,59 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebsar 6,01 persen,” tambah Wirajaya.
Kemudian pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang bijih logam pada Triwulan III-2022: tumbuh 1,85 persen (q-to-q), tumbuh 3,55 persen (y-to-y), dan tumbuh 3,63 persen (c-to-c).***