Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2023 Ditandatangani

 Dalam penandatangan nota kesepakatan itu, Gubernur NTB menekankan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong investasi dan pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023, Rabu (16/11/22). 

Penandatanganan itu berlangsung pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2022. 

BACA JUGA: KUA PPAS Memang Tak Memuat Rincian Belanja

Gubernur NTB dan Ketua DPRD NTB usai menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023ulkieflimansyah menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023
Usai penandatanganan KUA dan PPAS

Gubernur Zul mengapresiasi seluruh pihak atas sinergi dan partisipasinya dalam mendukung penyelenggaraan jalannya pemerintahan di Provinsi NTB, sehingga dapat melaksanakan pembangunan yang maksimal hingga saat ini.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya pada pimpinan dan anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri dan segenap masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan sehingga sampai saat ini kita dapat melaksanakan aktifitas pembangunan dengan maksimal. Terima kasih atas sinerginya yang luar biasa,” katanya di Ruang Rapat Paripurna DPRD NTB.

Berbagai gejolak yang ditimbulkan akibat inflasi menyebabkan pemerintah terus berupaya menumbuhkan ekonomi di daerah dengan lebih giat mendorong investasi dan pariwisata. 

Salah satu contohnya adalah dengan menjadi tuan rumah dari berbagai event-event internasional. Tidak luput juga usaha yang optimal untuk mengatasi dan menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

“Beberapa saat yang lalu, kembali NTB mendapatkan kehormatan dari Pemerintah Pusat menjadi tuan rumah event berskala internasional Iron Man dan WSBK,” kata Bang Zul sapaan gubernur. 

Ia berharap kegiatan itu langsung maupun tidak langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB

“Dan menghadirkan kesejahteraan masyarakat di daerah Bumi Gora yang kita cintai,” ujar Bang Zul,” sapaannya.

Memperhatikan kondisi tersebut, akhirnya nota kesepakatan KUA dan PPAS disusun sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mengelola sumber keuangan daerah untuk kepentingan seluruh masyarakat NTB. 

Dan tertuang dalam struktur kesepakatan bersama yang terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Setelah melalui dinamika yang cukup panjang dan terdapat beberapa perbedaan pendapat serta cara pandang terhadap kebijakan yang diajukan, kini KUA dan PPAS NTB akhirnya telah sampai pada tahap pengesahan. 

RIncian dari Nota Kesepakatan tersebut yaitu:

Pertama, pendapatan daerah 

Pendapatan daerah pada tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 5,96 triliun lebih, terjadi peningkatan sebesar 5,48 persen dibandingkan dengan APBD pada tahun 2022 sebesar Rp 5,655 triliun.

Kedua, belanja daerah 

Belanja daerah pada tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 5,9 triliun lebih, berkurang sebesar Rp 309 milyar dari anggaran pada APBD 2022 sejumlah Rp 6,3 triliun.

Ketiga, pembiayaan daerah

Dalam rancangan tahun ini terdapat defisit anggaran sebesar Rp 27 milyar. Defisit ini ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp 27 milyar dan pembiayaan netto bersumber dari penerimaan pembiayaan dan SiLPA sebesar Rp 50 milyar. Dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan berupa pembayaran pokok hutang sebesar Rp 23 milyar rupiah.

BACA JUGA: Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Turut hadir pada Rapat Paripurna tersebut yaitu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, beberapa kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan para stakeholders terkait. ***

 




Kedekatan Bung Karno dengan Tokoh Islam, Ini Ceritanya

Bung Karno telah menujukkan kedekatan yang mesra dan kontruktif dengan tokoh-tokoh islam di masanya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat kembali menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI.

Kali ini, kegiatan sosialisasi menyasar milenial di Pondok Pesantrean Ar Rahmah Nahdatul Wathan (NW) Pringgarata, Lombok Tengah pada Selasa, (15/11/22).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri (milenial) Ponpes Arrahmah bersama dengan pengurus yayasan.

BACA JUGA: Pancasila Jangan Hanya Dihafal tapi Diimplementasikan

Dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan terungkap kedekatan Bung Karno dengan tokoh Islam

H Rachmat Hidayat menyampaikan pentingnya sosialisasi 4 pilar kebangsaan untuk kaum milenial, agar kelompok yang berjumlah hampir 68.662.815 jiwa itu tidak lupa akan jati diri bangsa. 

Milenial, kata Rachmat perlu pemahaman yang benar tentang nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan.

Tokoh kharismatik itu mendorong agar milenial terlibat aktif dalam mendistribusikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Saya ingin kalangan milinel paham jati diri bangsa. Dan bisa membantu melakukan sosialisasi lewat platform media sosial pribadi masing-masing. Anak muda harus lebih kreatif, supaya 4 pilar kebangsaan ini tidak dipahami secara kaku (leterlek). Bisa membuat konten sosialisasi sekaligus edukasi melalui medsos seperti facebook, instagram, atau tiktok,” jelas Rachmat.

Adapun hadir sebagai pemateri Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta Hakam Ali Niazi. Diskusi dipandu oleh M Khairil, pengajar Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata.

Kandidat Doktor itu menyampaikan hubungan erat antar Sang Proklamator Bung Karno dengan sejumlah tokoh islam. 

Dalam perjalanannya, Bapak Kandung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu telah menujukkan relasi mesra dan kontruktif dengan tokoh-tokoh islam di masanya. 

Sebagai contoh, pada saat Bung Karno masih berusia remaja, beliau pernah berguru ke sejumlah tokoh islam seperti Haji Umar Said (HOS) Tjokroaminoto. 

Bahkan, Bung Karno juga pernah menjadi santri pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Tak hanya itu, Bung Karno juga pernah mendapat bintang kehormatan Muhammadiyah pada 10 April 1965.

Bintang yang dibuat dari bahan emas murni itu diberikan dalam rangka menghargai jasa Bung Karno kepada Muhammadiyah.

Tak hanya dengan tokoh islam di Nusantara, Bung Karno pun menunjukkan kemesraannya dengan tokoh besar islam dunia.

Akademisi Hakam Ali Niazi bercerita, nama Presiden Pertama Repubik Indonesia itu begitu sangat legendaris bagi masyarakat Uzbekistan, sebuah negara di Asia Tengah pecahan Uni Soviet yang penduduknya mayoritas beragama Islam. 

Kepopuleran nama Presiden Soekarno berkaitan dengan kisah ditemukannya makam Imam Bukhari, seorang perawi nabi yang sangat termasyur di kalangan umat Islam.

Tidak banyak yang tahu, Soekarno lah orang yang meminta pemerintah komunis Soviet agar menemukan makam tersebut. 

Berkat jasa Soekarno, saat ini kompleks makam Imam Bukhari yang terletak di Desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand, telah menjadi salah satu wisata umat Islam seluruh dunia.

Kebesaran nama Soekarno tidak hanya dikenal di seluruh penjuru Indonesia, namun menggema di seluruh dunia. Dia dikenal sebagai sosok pemimpin berani, tegas, kharismatik, dan tidak mudah diatur oleh bangsa mana pun. 

Tidak hanya bagi bangsa Indonesia, kisah kepahlawanan Bung Karno juga dirasakan bagi umat Islam di dunia. Salah satunya di Uzbekistan.

Kisah tersebut bukan hanya cerita fiksi. Sejarah Soekarno dengan bangsa Uzbekistan dimulai setelah Konferensi Asia Afrika tahun 1955. 

Pemerintah Soviet mengundang Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. 

Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Presiden Sukarno berkunjung ke negaranya. Atas undangan itu, Sukarno tak serta merta setuju. 

Kala itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang berebut pengaruh. Sukarno merasa perlu berhati-hati. Sebagai penganut garis politik nonblok, ia tak ingin dicap berbelok ke kiri.

Sukarno membuat strategi dengan mengajukan syarat kepada Khrushchev: ia hanya akan memenuhi undangan jika pemimpin Soviet itu bisa “menemukan” kembali makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. Khrushchev enggan, tapi Sukarno bersikeras.

Akhirnya, lokasi makam Imam Bukhari berhasil ditemukan lagi meski dalam keadaan terlantar. Untuk menyambut dan menyenangkan hati Sukarno, makam perawi hadis terkemuka itu direnovasi. 

Ketika akhirnya Sukarno memenuhi undangan Khrushchev, ia menyempatkan diri berziarah ke makam tersebut.

BACA JUGA: Pemda NTB Didorong Siapkan Museum Sejarah Peradaban

Situasi itu yang oleh Soekarno disiasati dengan sangat cerdas dengan mengajukan syarat atas rencananya memenuhi undangan Pemerintah Soviet, dengan meminta dicarikan/ditemukan makam Imam Bukhari seorang perawi hadis Nabi Muhammad SAW yang amat termasyhur itu. 

Kata Soekarno kepada Presiden Soviet, “Aku sangat ingin menziarahinya”.

Menjelang kedatangan Bung Karno pada tahun 1956, Presiden Uni Soviet kala itu kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, hingga akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut kedatangan Soekarno. 

Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukannya dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak dari pintu depan menuju makam ketika turun dari mobil yang mengantarnya.

“Itu sebagian bukti kedekatan Bung Karno dengan tokoh islam. Ini penting kita sampaikan sebab selama ini Bung Karno dicap sebagai tokoh yang dicap terlibat komunis dan jauh dengan islam. Itu semua tidak benar,” paparnya yang didengar khidmat oleh ratusan peserta yang hadir. 

Anasir keterlibatan Soekarno dengan PKI dijelaskan sebagai siasat politik penggulingan kekuasaan Orde Lama oleh Orde Baru.

Milenial Diminta Tak Lupakan Sejarah dan Sebarkan Nilai Luhur Pancasila Melalui Medsos

Pemahaman komprehensif terkait 4 pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Khusus bagi para santri (milenial), di tengah arus gempuran disrupsi informasi dan arus modernisasi, internasilasi pemahaman 4 pilar kebangsaan menjadi makin penting. 

Sebab, jika tidak secara konsisten dinarasikan, maka milenial akan menjadi eskponen yang rentan disusupi pemahaman radikalisme yang bisa merongrong disintegrasi bangsa.

Oleh karenanya, milenial diminta memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Menggunakan teknologi saat ini untuk lebih memperkuat kecintaan dan pemahaman terhadap identitas bangsa. 

“Milenial perlu terlibat aktif menyebarkan nilai-nilai luhur pancasila, tidak boleh pasif. Sosialisasi ini dilakukan sebagai ikhtiar mengokohkan pondasi tentang nilai luhur tersebut,” katanya.

Dalam penyampaiannya, Hakam juga memberikan apresiasi kepada peserta yang terlibat aktif dalam diskusi panel. 

Ia memberikan sejumlah uang kepada peserta (baik santri maupun pengajar) yang aktif memberikan tanggapan maupun pertanyaans saat diskusi berlangsung.

Sementara itu,  turut menjadi pembicara dalam sosialisasi ini, Dr Alfisahrin, yang merupakan Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang juga Dosen Fisipol dan Ilmu Komunikasi Universitas 45 Mataram.

Dalam paparannya, Dr Alfisahrin menyampaikan sejumlah urgensi dari sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Saat ini masyarakat Indonesia tengah berhadapan dengan kondisi atau tantangan global. Sosialisasi empat pilar kebangsaan, merupakan perintah dari Undang Undang No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Setidaknya terdapat sejumlah alasan mengapa sosialisasi 4 pilar penting dilakukan.

Pertama karena masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. 

“Seperti munculnya radikalisme yang melahirkan terorisme. Ini harus diantisipasi agar jangan sampai ada anggota masyarakat yang terpapar radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

Kedua masih adanya pengabaian terhadap kepentingan daerah dan timbulnya fanatisme kedaerahan. Masih terjadi disparitas pembangunan pusat dan daerah. 

“Ini menimbulkan fanatisme kedaerahan. Sehingga sempat muncul daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI,” ujarnya.

Ketiga kurang berkembangnya penghargaan terhadap kebhinnekaan dan kemajemukan yang melahirkan politik SARA. Oleh karena itu, perlu menghindari politik SARA.

Tetap harus waspada, mungkin saja yang melakukan hoax, fitnah, dan adu domba bukan dari calon presiden. Bisa jadi ada pihak ketiga yang mengadu domba sesama anak bangsa,” jelasnya.

Alasan keempat karena kurangnya keteladanan sebagian pemimpin sebagai tokoh bangsa. Hala tersebut juga selaras dengan ancaman disitegrasi bangsa.

“Seperti pengaruh internet dan gadget. Ini bisa mempengaruhi jati diri bangsa. Dulu kita punya nilai gotong royong tapi sekarang sudah mulai individualistik,” ucapnya.

Oleh karenanya, ia mengajak para santri untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila melalui perilaku-perilaku sederhana. Seperti menghindari tawuran antar pelajar, bolos sekolah, tetap menghormati dan menghargai guru dan sebagainya.

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Program Desa Berdaya

Rachmat Dianugerahi Gelar Datu Lombok 

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata Lalu Minhajjurrahman dalam sambutan menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada tokoh kharismatik NTB. H Rachmat Hidayat.

“Ini pertama kali ada yang melakukan sosialisai 4 pilar di tempat kami. Kegiatan ini penting dalam rangka kita menumbuhkembangkan pemahaman tentang bangsa Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan takzim atas bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) yang akan disalurkan oleh H Rachmat Hidayat untuk Ponpes Arrahmah NW Pringgarata.

Ia pun menobatkan H Rachmat Hidayat sebagai Datu Lombok. Pasalnya, kiprah politisi senior PDIP itu untuk Pulau Lombok tidak dapat diragukan lagi.

“Kita doakan semoga beliau (Rachmat Hidayat) senantiasa dianugerahi kesehatan sebagai pembela aspirasi wong cilik, dan pembela aspirasi masyarakat NTB. Kami akan nobatkan sebagai Datu Lombok,” katanya.

“Kami nanti harus membalas jasa beliau. Tentu kami akan membahas mekanismenya,” sambungnya.

Adapun Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ponpes Arrahmah NW Pringgarata telah berdiri sejak 1963 silam. Madrasah Tsanawiah berdiri tahun 1984 dan Madrasah Aliyah (MA) berdiri tahun 1989.***

 

 




Wagub NTB Launching Desa Berdaya 

Menurut Wagub NTB, hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat mendukung peningkatan SDM di desa

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Program ZIS Indosat bersama Rumah Zakat di Rumah Gizi Mualan Desa Telaga Waru, Pringgabaya, Lombok Timur. 

Ia menyampaikan itu dalam acara Launching Desa Berdaya di Kec. Pringgabaya Kab. Lombok Timur, Senin (14/11/22).

BACA JUGA: Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

“Program Desa Berdaya sangat sejalan dengan Program Pemprov NTB yaitu membangun dari desa, karena pembangunan dari desa akan memberikan hasil yang signifikan dan tepat sasaran,” tuturnya. 

Pemprov NTB dalam program unggulannya yakni  Desa Wisata secara tidak langsung menuntut warga setempat untuk meningkatkan SDM dan memanfaatkan Potensi SDA yang ada di Desa tersebut. 

Selain itu, fasilitas Teknologi Informasi dan kesehatan lingkungan juga harus diperhatikan. Karena memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. 

Menurutnya, dengan hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat sangat membantu dalam mendukung tercapainya tujuan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, CEO ZIS Indosat, Wakhid Efendi menyebutkan, Desa Telaga Waru merupakan Desa yang ke – 37 dalam Program Desa Berdaya di NTB yang nantinya akan tetap mendapatkan dukungan bertahap selama 2 tahun. 

Selanjutnya, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi turut memaparkan Program Desa Berdaya di Desa Telaga Waru nantinya akan meliputi Program Pengolahan dan Pemberdayaan Ternak kambing secara Modern, Taman Rumah Gizi, dan Program Capacity Building.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Sebagai penutup, Wagub NTB melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian program tersebut. ***

 

 




Industrialisasi Mensejahterakan Para Pelakunya

Dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus, Gubernur NTB tegaskan industrialisasi menghadirkan kesejahteraan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Industrialisasi menjadi kunci untuk menjadikan sebuah daerah, bahkan sebuah bangsa, menjadi maju. 

Karena dengan Industrialisasi yang sederhana saja, seperti membuat produk tusuk gigi sendiri dan tidak mendatangkan dari luar daerah, maka produk tersebut dapat mensejahterakan para pelakunya. 

Karena itu, tanpa Industrialisasi masyarakat bisa terjebak kubangan kemiskinan dalam jangka waktu yang lama. 

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Mahasiswa aktif dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menjadi Narasumber pada Talkshow Industrialisasi Goes To Campus yang  bertajuk “Menggali Potensi dan Peran Mahasiswa Dalam menyongsong Industrialisasi di NTB Untuk Indonesia”, di Universitas Mataram, Selasa (15/11/22). 

“Industrialisasi adalah kebutuhan agar masyarakat bisa menghadirkan kesejahteraan. Tanpa Industrialisasi kita akan miskin selamanya,” ucap Bang Zul, di hadapan ratusan mahasiswa dan mahasiswi Unram. 

Menurutnya, untuk menopang industrialisasi tersebut, perlu adanya rasa mencintai dan bangga menggunakan produk lokal. Sehingga perlu mengamalkan Bela dan Beli Produk Lokal. 

Hal tersebut ditekankan pada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB yang ikut jadi peserta. 

“Ketika kita mampu mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai, insyaallah kesejahteraan akan mengikuti kita,” seru Bang Zul. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME mengajak para IKM besutan Mahasiswa untuk masuk ke dalam Komunitas Industri 4.0. 

Nantinya, Dinas Perindustrian akan memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, sejak dari mengembangkan ide hingga memasarkan produk dan mendaftarkan merek produknya. 

“Saya berharap dua hari kedepan kita bisa hadir mengajak yang lain juga masuk dalam Komunitas Industri 4.0. Masuk ke inkubasi bisnis di NTB,” jelasnya. 

Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah NTB, yakni melakukan penambahan nilai dalam sebuah produk. 

Sehingga masyarakat NTB tidak lagi menggunakan atau menjual produk mentah keluar daerah, namun memberikan nilai tambah didalamnya. 

Ini diharapkan mampu menyerap lapangan tenaga kerja dan menjadikan ekonomi daerah semakin baik.

BACA JUGA: Roadshow Industrialisasi di Kabupaten Dompu

Pemprov NTB sendiri secara rutin menggelar Roadshow dan Talkshow Industrialisasi di setiap Kabupaten dan kota se-NTB hingga ke institusi pendidikan. ***

 




Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

Dalam kunjungan tempat Pendidikan Kecakapan Wira usaha (PKW) tenun, Bunda Niken motivasi peserta PKW di Batujai dan Sukarare

LOTENG,lombokjournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah kalangan anak muda bersemangat melestarikan budaya, sekaligus berwirausaha dengan memanfaatkan platform digital 

Bunda Niken mengunjungi tempat Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tenun di Desa Batujai
Bunda Niken (kiri)

“Mari kita semua bersemangat melestarikan budaya  dan melahirkan generasi muda yang cakap dan memahami tenun untuk berwirausaha dengan memanfaatkan platform digital,” ajak Bunda Niken bersemangat.

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Ajakan itu disampaikan Bunda Niken saat mengunjungi Bale Tenun Alam “Tenar”, Desa Batujai, Lombok Tengah, yang kemudian berlanjut ke Desa Sukarare, Selasa (15/11/22).

Bunda Niken mengunjungi tempat Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tenun di Desa Batujai

Kegiatan PKW di Desa Batujai ini diikuti 20 Peserta dari kalangan muda usia, anak putus sekolah, mulai dari usia 16 tahun yang merupakan penduduk asli Kabupaten Lombok Tengah. 

Dalam kunjungan itu Bunda Niken didampingi Wakil Ketua Dekranasda, Hj. Lale Prayatni Gita Ariyadi dan Sekertaris Dekranasda NTB.

Giat  PKW ini sangat menarik dan berkesan bagi kaum muda terutama untuk perempuan muda Desa Batujai. Khususnya untuk  meningkatkan semangat melestarikan budaya  dan melahirkan generasi muda yang cakap serta memahami tenun untuk berwirausaha.

Pelatihan yang terbagi menjadi dua kelompok ini, ditargetkan  akan eksis dan bisa mandiri  usai pelatihan ini.

Kelompok pertama di Dusun Batujai dengan coach Afriadi dan Diana yang sangat tekun mendampingi para peserta PKW. 

Sedangkan kelompok kedua di Sukarare dengan Coach Bapak Satriadi juga sangat bersemangat mau membantu.

Mereka akan dibantu dari awal proses penemuan hingga pemasaran serta diberikan projek  tenun yang sangat menarik.

Dengan menargetkan 200 jam pelajaran, para peserta dari kaum muda semuanya perempuan ini sudah menyelesaikan materi. 

Materinya yaitu latar belakang dan sejarah tenun pulau lombok, pengantar ilmu tekstil, dan klasifikasi serat- serat tekstil sehingga 2 pekan lagi bisa tuntas dan sukses.

Para coach mengharapkan semua peserta memiliki rasa kecintaan terhadap bahan dasar  lokal. 

Para PKW tersebut berusaha semaksimal mungkin untuk menggunakan bahan-bahan dari kapas lokal yang berkualitas, agar tidak mengandalkan produk luar semata.

“Kita harus berdikari dalam sandang  dengan contoh  berupa kancing baju terbuat dari batok kelapa,  ini 100 persen lokal heritage dan membanggakan,” ujar Dina Faisal, coach di PKW Batujai.

Tak hanya di Batujai, tapi di desa Sukarara pun Bunda Niken selama bersahaja memberi motivasi dan semangat bagi para PKW.

BACA JUGA: IKM Terus Dibina agar Naik Kelas

Bunda Niken menerangkan, memiliki kesibukan menjadi seorang ibu bukanlah halangan untuk mau  belajar menenun.

“Harapan saya, semoga peserta disini menjadi Perempuan-perempuan yang mampu memberikan sumber penghasilan untuk keluarga,” kata Bunda Niken 

Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan alat tenun oleh Ketua dan Wakil  Dekranasda  NTB bersama Ketua Dekranasda Lombok Tengah Baiq Nurul Aini Fathul Bahri di PKW Sukarare Lombok Tengah. ***

 




Kerjasama Pemprov NTB dan PT. Artha Begawan Nusantara

Dengan kerjasama ini ke depan muncul pabrik-pabrik olahan dan ini mewujudkan terciptanya Industrialisasi di bidang peternakan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menjalin kerjasama dengan investor terkait Sewa Aset Daerah berupa Rumah Potong Hewan Banyumulek. 

Dengan kerjasama ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, berharap seluruh stakeholders terkait dapat memaksimalkan momentum ini dengan baik.

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Hal tersebut disampaikannya pada saat menghadiri acara Penandatanganan Kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan PT. Artha Begawan Nusantara, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, di Mataram pada Senin (14/11/22).

“Ini merupakan langkah awal, dan tidak mudah untuk mendapatkan investor di Rumah Potong Hewan Banyumulek ini. Harapannya ke depan harus dimaksimalkan sebaik mungkin potensi yang ada,” ucapnya.

Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB menjelaskan, industri turunan dari hewan sapi terbilang banyak sehingga hal ini dapat dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya. 

Jika hal ini bisa dimanfaatkan nantinya NTB bisa memproduksi olahan-olahan dari turunan tersebut.

“Jika semua ini berjalan dengan baik, ke depannya muncul pabrik-pabrik olahan dan ini mewujudkan terciptanya Industrialisasi di bidang peternakan akan semakin terlihat,” terangnya.

Gubernur juga berharap agar uji coba pemotongan sapi bisa dilakukan sebelum hari jadi Provinsi NTB dengan maksud sebagai hadiah bagi Provinsi NTB yang ke 64 pada bulan Desember.

Komisaris Utama PT. Artha Begawan Nusantara, Arrie Triyono berterimakasih atas fasilitas yang diberikan Pemprov NTB selama pihaknya melakukan kunjungan lapangan. 

Ia mengaku setelah melakukan lima kali kunjungan, pihaknya setuju dan tertarik dengan potensi yang dimiliki NTB.

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tangguh Hadapi Inflasi

“Mudah-mudahan perusahan kami bisa berkembang dengan baik, dan kami berharap Provinsi NTB dapat menjadi sentra ternak nasional,” harapnya.

Arrie juga mengajak Pemprov NTB untuk membuat kebijakan/regulasi mengenai kontrol pemotongan sapi. Tujuannya menciptakan kemandirian ketersediaan daging sapi serta memperbaiki fasilitas RPH.

Sehingga tujuan menjadikan Pemprov NTB sebagai sentra ternak nasional dalam 5 tahun mendatang akan terwujud. ***

 




NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan 

Pemprov NTB melalui program Beasiswa NTB mengirim putera puteri NTB belajar teknologi di bidang perikanan dan kelautan

BALI.lombokjournal.com ~ Dalam rangka mendukung Pemerintah Indonesia mewujudkan pembangunan laut yang berkelanjutan, Provinsi NTB menggesa program industrialisasi pada sektor Perikanan dan Kelautan. 

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber pada rangkaian acara G-20 di Bali mengenai the National Blue Agenda Actions Partnership, Senin (14/11/22).

“Bagi kami, bukan bagaimana kita berbicara tentang strategi laut biru yang berkelanjutan, namun yang sangat kami butuhkan di area kami adalah kemampuan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produk tradisional menjadi komoditas dengan nilai yang lebih tinggi sehingga industrialisasi itu sangatlah penting,” kata Gubernur Zul dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA: IKM NTB Terus Dibina untuk Naik Kelas

Pengetahuan mengenai ilmu sains dan teknologi sangatlah penting untuk mensukseskan program industrialisasi. 

Mengirim putera/i NTB melalui program Beasiswa NTB untuk menuntut ilmu ke luar negeri dan belajar mengenai teknologi di bidang perikanan dan kelautan pun menjadi salah satu strategi Pemprov NTB

“Untuk mendukung program industrialisasi kami di komoditas tradisional, kita bisa mengirim lebih banyak siswa lagi ke berbagai negara di Eropa Timur, khususnya pada area yang ada teknologi kelautannya,” tambah Bang Zul, sapaannya.

Tidak hanya untuk belajar dan menjadi ahli pada bidang sains dan teknologi, para awardee beasiswa juga diharapkan dapat menarik para investor dari negara tempat mereka belajar untuk datang berinvestasi di NTB. 

“Mereka kita kirim ke luar negeri bukan hanya bertujuan untuk menjadi ahli, tapi diharapkan dapat membawa para investor dari tempat mereka belajar. Kami akan sangat senang menyambut mereka (para investor),” ujarnya.

Hal tersebut di atas bertujuan untuk memastikan, NTB adalah provinsi yang ramah terhadap investasi dan komunitas bisnis, termasuk pada sektor teknologi perikanan dan kelautan.

Hadirnya para investor dan berbagai event internasional juga mengharuskan NTB untuk terus memperbaiki kualitas produk-produk lokal buatan UMKM, agar mendapat standarisasi yang baik. 

“Kami sangat beruntung menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Pihak penyelenggara punya standar yang baik untuk komoditas kami. Ini tentunya mengakselerasi learning juga buat UMKM kami untuk meningkatkan kualitas dari produk lokalnya. Akhirnya kini kami telah mampu mempersembahkan produk-produk dengan standar yang baik untuk para global audiens,” tutur Gubernur Zul

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dalam kerangka Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional untuk mendukung RI dalam percepatan pelaksanaan Agenda Pembangunan Biru (Blue Agenda Development).

BACA JUGA: Penonton WSBK di NTB Lampaui Target

Serta membangun pertumbuhan ekonomi kelautan yang lebih berkelanjutan.

Kemitraan ini akan berfokus pada sektor kelautan dan maritim, memastikan lingkungan yang sehat dan berkontribusi pada kemakmuran di bawah empat pilar: kesehatan biru, makanan biru, inovasi biru dan keuangan biru. ***

 

 




WSBK 2022 di Sirkuit Mandalika Berjalan Aman dan Tertib

Penonton ajang balap motor WSBK sangat tertib mengikuti setiap arahan panitia, sejak bundaran BIZAM hingga memasuki tribun penonton

LOTENG.lombokjournal.com ~ Perhelatan World Superbike (WSBK) tahun 2022 yang kedua kalinya digelar  di Pertamina Mandalika Internasional Cirkuit Lombok Tengah, NTB, berjalan sukses. 

Tidak sekedar meraih kesuksesan, event balapan internasional tersebut juga berjalan sangat aman dan tertib.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Para pebalap menikmati ajang WSBK di Sirkuit Mandalika
Para pemenang WSBK seri Indonesia 2022

Kesuksesan event yang mengharumkan nama NTB itu tidak terlepas dari pengamanan yang dilakukan secara intens oleh kepolisian daerah NTB, TNI dan seluruh stakeholder Pemerintah Provinsi NTB serta Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda NTB Kombes Pol. Abubakar Tertusi mengatakan, event WSBK sangat terpantau aman. 

Penonton WSBK pun juga sangat tertib mengikuti setiap arahan panitia sejak dari bundaran BIZAM hingga mereka memasuki tribun penonton.

“Alhamdulillah semua berjalan aman. Tidak ada yang kita lihat keributan dan hal-hal yang mengganggu, penonton juga semuanya tertib,” ungkapnya saat diwawancarai saat sedang memantau penonton di dalam area Sirkuit Mandalika, Minggu (13/11/22).

Menurutnya, kesuksesan ini juga didukung oleh kesadaran masyarakat itu sendiri untuk bersama-sama menjaga kondusifitas selama event berlangsung. 

Kesadaran masyarakat akan menjadi penguat anggota dalam menjalankan tugas dan menjaga nama baik daerah NTB.

BACA JUGA: Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

“Kita telah menerjunkan sebanyak 2.148 anggota TNI Polri di seluruh pos penyekatan untuk mengamankan perhelatan WSBK. Alhamdulillah semuanya aman terkendali,” jelasnya.***

 

 




NTB Salah Satu Terdepan Dalam Pembangunan Kesehatan 

Dengan aktifnya 7600 lebih Posyandu Keluarga, NTB dapat menuntaskan angka stunting dengan cepat

MATARAM,lombokjournal.com ~ Keberhasilan NTB dalam pembangunan kesehatan tak terlepas dari kinerja insan kesehatan.

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja seluruh insan kesehatan di Provinsi NTB. 

Hal itu disampaikannya saat menjadi Pemimpin Upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-58 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Mataram pada Senin (14/11/22).

BACA JUGA: Tim Medis All Out Tangani Kesehatan Selama WSBK di Mandalika

Wagub NTB memberikan penghargaan bidang kesehatan yang dinilai berjasa dalam mendorong kesehatan masyarakat NTB
Wagub NTB menyampaikan penghargaan

“Terimakasih karena kekompakan, sinergritas, kerja keras serta komitmen teman-teman insan kesehatan di NTB, sehingga Provinsi NTB menjadi salah satu provinsi terdepan dalam hal pembangunan kesehatan di Indonesia,” ucapnya.

Ia bangga atas beberapa prestasi yang diraih oleh kinerja Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama dengan stakeholders terkait. Di antaranya Posyandu Keluarga dan menjadi Provinsi Pertama yang mendeklarasikan 3 Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

“Apresiasi diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk program Posyandu Keluarga di NTB. Dengan aktifnya 7600 lebih posyandu keluarga, kita dapat menuntaskan angka stunting dengan cepat karena kita punya data stunting by name by address,” kata wagub.

Dengan berhasilnya Provinsi NTB menjadi yang pertama mendeklarasikan 3 Pilar STBM, ia berharap di tahun selanjutnya akan optimis mendeklarasikan 5 Pilar STBM.

Hari Kesehatan Nasional ke-58 mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”.

Tema ini dipilih untuk menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat lndonesia. 

Secara bersama bahu membahu dan bergotong royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi COVID-19. Sehingga masyarakat lndonesia dapat kembali beraktivitas dan produktif agar lndonesia kembali bangkit dan kembali sehat.

BACA JUGA: Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Di akhir kegiatan ini, Wagub NTB berkesempatan memberikan penghargaan bidang kesehatan kepada daerah, instansi, dan individu yang dinilai berjasa dalam mendorong kesehatan masyarakat di NTB. ***

 




PKL Jalur Penyangga Ikut Ketiban Rezeki WSBK

Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) rezekinya meningkat dua kali lipat

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gelaran event World Superbike (WSBK) 2022 di Pertamina Mandalika Internasional Cirkuit Lombok Tengah membawa berkah tersendiri bagi peningkatan ekonomi masyarakat. 

Terutama berkah ekonomi bagi UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan bypass Mandalika.

Salah satu yang ketiban rezeki dari event balapan internasional tersebut, adalah warung Ibu Awina yang berlokasi di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Lombok Barat. 

BACA JUGA: IKM NTB Terus Dibina Agar Naik Kelas

“Alhamdulillah banyak orang yang mampir minum kopi dan makan di warung saya,” kata Ibu Awina saat ditemui tim Diskominfotik NTB yang juga menikmati kopi dan makan di warungnya, Minggu (13/11/22).

Ibu Empat Anak itu mengakui, hasil penjualan bahan makanan dan minum selama even WSBK yang dimulai sejak Jumat meningkat jika dibanding pada hari-hari biasa. 

Dalam sehari ia bisa mendapat 350 ribu hingga 500 ribu, bertambah jika dibanding hari biasa yang hanya 150-200 ribu.

“Kami benar-benar merasakan berkah dari event balapan motor di sirkuit Mandalika. Banyak orang yang mampir makan dan minum kopi di warung sederhana kami,” ungkapnya yang juga ditemani oleh dua orang putrinya.

Selama delapan tahun ibu (45) berjualan di sepanjang jalan bypass. Berdagang di sepanjang jalan menuju sirkuit Mandalika menjadi mata pencahariannya bersama keluarga. Dari hasilnya jualannya, ia dapat memenuhi kebutuhan keluarga juga disisihkan untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya dari SD hingga SMA.

“Hanya jualan ini kami bisa memenuhi kebutuhan kami, meski sederhana tapi Alhamdulillah masih dapat membantu kebutuhan kami,” imbuhnya.

Meski begitu, di balik wajahnya yang mulai menua terselip cerita sedih dari usaha jualan yang ia rintis. Bagaimana tidak, suami tercinta yang menjadi tulang punggung keluarga harus terbaring lemas di rumah selama delapan tahun. 

Sembari berjualan,  ia juga harus merawat suaminya.

“Suami saya sakit lumpuh, tidak bisa jalan lagi,” katanya dengan mata mulai berkaca-kaca.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Agar Investor Nyaman Berinvestasi

Namun, semangat pemilik warung sederhana itu tak pernah pudar oleh keadaan dan ujian yang menimpa. Awina tetap tersenyum menyuguhkan kopi hitam manis kepada tim Dinas Kominfotik NTB yang singgah menikmati jualannya. 

Suguhan Kopi hitamnya mengajarkan kita untuk tetap bersyukur menjalani kehidupan ini.***