Penderita Kanker, Masihkah Bisa Sembuh Total?

Dalam bahasa medis, tidak ada istilah kanker bisa disembuhkan, tapi memungkinkan untuk dikontrol

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hingga kini kanker merupakan penyakit yang masih menjadi momok yang menakutkan. Bisakah kanker disembuhkan?

Kanker ak bisa sembuh total, tapi bisa dapat remisi

Dalam bahasa medis, tidak ada istilah kanker bisa sembuh. Kanker hanya bisa dikendalikan atau dikontrol. 

Dr dr Andhika Rachman, SpPD, yang pernah sebagai dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais pernah mengatakan, Jika sudah berada dalam stadium lanjut, hampir semua kanker tidak dapat disembuhkan, kecuali limfoma hodgkin

“Namun pada stadium 1, kanker masih relatif bisa disembuhkan lewat pengangkatan atau penyinaran,” katanya beberapa waktu lalu.

Yang disebut Limfoma merupakan kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. 

Ada 2 jenis limpfoma, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma Non Hodgkin. 

BACA JUGA: Pasien Kanker Butuh Dukungan Moril Semua Pihak

Pada limfoma Hodgkin, limfosit yang terkena adalah sel sel Reed-Sternberg atau limfosit B. Jika yang terkena sel limfosit lain, maka disebut limfoma Non Hodgkin.

Limfoma Non Hodgkin lebih agresif, dan jumlah penderitanya lebih banyak dibandingkan limfoma Hodgkin.

Sekitar 55 persen dari Limfoma Non Hodgkin bertipe agresif dan tumbuh cepat. Kanker ini merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru.

Saat ini ada berbagai macam pengobatan untuk kanker, yaitu pembedahan, kemoterapi, radioterapi, hormonal, serta imunoterapi. 

Efektifitas terapi ini sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahan kanker. Banyak kasus pasien kanker yang sembuh dengan terapi, asal penyakitnya masih dalam stadium awal.

Karena itu, perlunya deteksi dini pada pasien kanker. Semakin dini kanker didiagnosis dan mendapat pengobatan, maka semakin besar peluangnya untuk sembuh. 

Namun memang ada beberapa jenis kanker yang gejala awalnya amat sulit dikenali.

BACA JUGA: Pabrik Bata dari Sampah Plastik di NTB, Ini Pertama di Asia

“Ada beberapa jenis kanker yang baru ketahuan gejalanya setelah memasuki stadium 4, misalnya kanker hati dan kanker paru-paru. Pada kanker hati, gejala baru nampak setelah hati mengalami kerusakan parah. Biasanya pasien tidak dapat bertahan hidup 3 bulan setelah didagnosis. Pada kanker paru, rata-rata bisa bertahan hidup 20 bulan setelah didiagnosis dan jika mendapat pengobatan. Jika tanpa pengobatan, bisa lebih pendek lagi,” jelas dr Andhika.

Bisa Dikendalikan

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel tak terkendali.

Pertumbuhan sel yang tidak normal ini jamak diawali dari satu bagian tubuh, menyebar ke berbagai jaringan tubuh, lantas menimbulkan gangguan kesehatan. 

Melansir laman resmi American Cancer Society, kanker terkadang tidak muncul sekali. Di beberapa kasus, penderita kanker yang penyakitnya sudah terkendali, bisa terkena kanker lagi.

Beberapa jenis kanker yang penyakitnya kerap menyerang lagi antara lain kanker ovarium, kanker darah, dan kanker kelenjar getah bening.

 Ada juga kanker yang sudah berhasil dikontrol namun kerap tumbuh kembali di bagian lain. Seperti kanker dari payudara atau prostat, dan menyebar ke bagian tubuh lain (bermetastasis) menjadi kanker kronis. 

Kanker dapat dikendalikan Walaupun sekilas terkesan berbahaya, kanker dapat dikontrol lewat berbagai perawatan. 

Dengan kata lain, kanker bisa saja tidak muncul lagi atau tidak menyebar. Tetapi, ada juga beberapa kasus yang membuat kanker yang sudah diobati tetap ada.

Melansir Medical News Today, hingga kini belum ada obat atau terapi khusus yang dapat menjamin kanker dapat sembuh total dan tidak kambuh lagi. 

Kendati demikian, deteksi dini dan perawatan tepat dapat mengontrol kanker. 

Di dunia medis, tidak ada istilah kanker bisa sembuh. Melainkan, kanker bisa dikendalikan atau dikontrol. 

Kanker dikatakan terkontrol ketika perawatan yang dijalani pasien dipandang berhasil. Kondisi tersebut terjadi saat semua tanda atau gejala kanker tidak terdeteksi lagi di tubuh penderita kanker. 

Dokter menyebut kondisi ini sebagai remisi, bukan sembuh. Pasalnya, setelah remisi kanker bisa datang lagi bertahun-tahun kemudian

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pengobatan kanker. Termasuk jenisnya. Kanker dengan tingkat kelangsungan hidup relatif tinggi antara lain kanker melanoma, limfoma Hodgkin, payudara, prostat, testis, serviks, dan tiroid.

 Di luar jenis kanker di atas, penderita bisa mengontrol kanker dengan pengobatan dan menjaga pola hidup sehat. 

Untuk mengendalikan kanker, pengobatan yang direkomendasikan dokter umumnya adalah kemoterapi. 

Merujuk laman resmi Kementerian Kesehatan, kemoterapi adalah pengobatan yang sebagian besar diberikan melalui pembuluh darah, seperti diinfus. 

BACA JUGA: Perubahan Warna dan Bentuk Mata, Ini Perlu Diwaspadai

Pasien bisa melakukan kemoterapi sembari tiduran, membaca, mendengarkan musik, atau menonton televisi. Obat yang diberikan untuk kemoterapi sudah melalui serangkaian pengujian untuk memastikan keamanan bagi pasien.

 Tak perlu khawatir dengan efek kemoterapi. Dokter dapat memberikan cara atau obat untuk meminimalkan efek proses pengobatan tersebut. Selain kemoterapi, pengobatan kanker juga bisa dilakukan dengan bedah, radiasi, terapi hormonal, terapi target, atau dikombinasi. *** 

 

 




Pasien Kanker Butuh Dukungan Moril Semua Pihak

Pasien kanker bisa sembuh, asal melakukan pemeriksaaan rutin ke dokter dan berpikiran positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasien penderita kanker membutuhkan dukungan dan pendampingan psikologis yang intensif selama proses penyembuhan.  

Wagub menerima pengurus Yayasan Kanker, tentag kesembuhan pSIEN KANKER

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menerima audiensi pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang NTB, Selasa (08/02/22) di ruang kerjanya.

Menurut Ummi Rohmi sapaan Wagub, dukungan moril dari keluarga tercinta, para pekerja sosial dan seluruh masyarakat bisa menguatkan dan mempercepat proses penyembuhan.

“Memberikan pelayanan dan support serta semangat hidup, akan mampu meringankan beban yang selama ini ditanggungnya,” ujarnya. 

Termasuk edukasi bahwa kanker itu dapat disembuhkan dengan cara tetap melakukan pemeriksaaan rutin ke dokter dan terus berpikiran positif. 

Menerapkan pola hidup sehat, makanan dengan gizi berimbang, olahraga, menjaga kesehatan dan mental.

BACA JUGA: Nutrisi Ini Jangan Dilewatkan untuk Kesehatanmu

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang NTB, Yana mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wakil Gubernur NTB, atas perhatian dan keluangan waktu menerima audiensi pengurus YKI.

Menjelaskan terkait kesembuhan pasien

“Dukungan dan support dari Pemprov. NTB sangat berarti untuk kami pekerja sosial ini,” kata Yana.

Ia menyampaikan terimakasih karena Ummi Rohmi akan memfasilitasi sekretariat untuk YPI NTB.

“Insya Allah selain sebagai sekretariat, akan difungsikan sebagai rumah singgah untuk masyarakat kurang mampu,” terangnya.

BACA JUGA: Penderita Kanker, Masihkah Bisa Sembuh Total?

Saat ini pihaknya secara masif terus melakukan edukasi tentang kanker kepada masyarakat. Baik secara offline dan online di Media Sosial. ***

 




Pabrik Bata dari Sampah Plastik di NTB, Ini Pertama di Asia

Satu masalah linkungan teratasi, NTB membangun pabrik memanfaatkan sampah plastik jadi bahan baku pembuatan bata 

BANYUMULEK.lombok journal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Block Solutions di Banyumulek, Lombok Barat, dilakukan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Duta Besar Finlandia, Jari sinkari, Selasa (08/02/22)

Gubernur jelaskan pembangunan pabrik bata

Pabrik Block Solutions oleh  “Classroom of Hope (COH)” ini akan memproduksi batu bata yang bahan bakunya dari sampah plastik. 

Pabrik batu baa dai sampah plastik ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus di Asia. 

“Kami ingin memastikan green energy dan green tourism, adalah keharusan. Ini adalah masa depan untuk NTB,” kata gubernur. 

Gubernur Zul menjelaskan, peletakan batu pertama merupaakan tahapan pembangunan awal. 

Ke depan, sampah plastik yang kerap menjadi masalah akan menjadi berkah bagi masyarakat NTB. 

“InsyaAllah jika pabrik ini sudah jadi, maka kebutuhan bahan bakunya adalah sampah – sampah plastik sehingga masyarakat akan berburu sampah plastik,” kata Bang Zul. 

BACA JUGA: Gubernur Terpukau Saat Kunjungi Kampung Oksigen di Lombok Tengah

Diharapkan investasi senilai 2.3juta euro tersebut berjalan akan lancar. 

“Kita sangat bersahabat dengan investor, jika ada kendala, hubungi kami. Kami akan memberikan solusi terbaik,” ujar Bang Zul. 

Senada dengan Gubernur, Wagub NTB Sitti Rohmi menjelaskan, contoh pembangunan dari bata plastik yang telah dibangun di NTB yakni di SDN 04 Medas Lombok Barat. 

“Produknya itu bata plastik. Contohnya sudah ada. Sekolah dan rumah terbuat dari bata plastik,” jelasnya. 

Diegaskannya, pembangunan Block Solutions ini adalah jawaban dari berbagai masalah lingkungan di NTB. Dan bentuk nyata implementasi Program unggulan NTB Hijau dan NTB Zero Waste. 

“Jika sudah jadi pabriknya, maka plastik-plastik bisa menjadi bahan baku. Ini luar biasa. Dengan hadirnya pabrik ini juga menjawab SDGs, yakni masalah lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan yang lainnya,” kata Ummi Rohmi. 

Sementara itu, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Jari Sinkari mengaku bahagia sekaligus bangga kerjasama Finlandia dan Indonesia selama ini berjalan baik. 

BACA JUGA; Gubernur Minta Ummat Hidu di KLU Jaga Keberagaman

Gubernur dan Wakil Gubernur usai peletakan batu perama pabrik bata

Terlebih di kesempatan ini NTB akan membangun dengan tujuan mulia. 

“Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama, dan ini adalah pekerjaan bersama, bagaimana kita menjadikan dunia tempat yang lebih baik,” jelas Dubes.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Perwakilan Bupati Lombok Barat, perwakilan Kapolda, dan para Kepala Perangkat Daerah lingkup pemprov NTB.***

 




UNW Mataram Gelar Sarasehan “MBKM dan Transformasi Pendidikan”

Dalam penyelenggaraannya, UNW Mataram hadirkan Rektor Unsima dan RekTor Ummat dalam sarasehan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Universits Nadlatul Wathan (UNW) Mataram, Univeristas Islam Malang dan Ummat sepakat berkolaborasi mewujutkan MBKM

Kolaborasi itu bagian dari ihtiar menumbuh kembangkan kemajuan pendidikan di lingkungan kampus.

UNW Matraam Sseleggarakan rake

Sementara itu, Univeristas Nahdlatul Wathan juga tengah menggelar rapat kerja tahun 2022 di Hotel Aston Mataram, Senin (07/02/22)

Rektor UNW Mataram, Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin MA mengatakan, Raker ini bertujuan untuk melahirkan program jangka pendek UNW Mataram.

Dengan mentransformasi sistem program pendidikan dari yang ada ke sistem program pendidikannya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Mengharapkan hasil dari Rapat kerja ini akan mengeluarkan program-program inovatif yang realistis untuk mampu kita laksanakan,” kata Rektor UNW. 

Sebelum Raker ini terlaksana, lanjutnya masing-masing fakultas telah melaksanakan rapat tersendiri untuk disampaikan pada Raker UNW 2020.

BACA JUGA: Sidak Bupati ke SKPD, Minta Pegawai Tingkatkan Disiplin 

“Dari hasil rapat masing-masing Fakultas ini yang kemudian akan kita satukan, namun sejauh ini secara visi dari setiap Fakultas mempunyai kesamaan,” Katanya. 

Selain itu, UNW Mataram juga akan mengembangkan Pemahaman Digitalisasi kepada seluruh Civitas akademika UNW. 

“Soal IT merupakan keniscayaan di Era Sekarang ini, program pengembangan IT ini juga akan menjadi salah satu program yang akan kita prioritaskan kedepannya,” ujarnya.

“Nantinya kita akan menggelar kegiatan-kegiatan Workshop Digitalisasi, dan saat ini untuk sarana-prasarana di kampus sudah mulai kita pakai Digital, seperti papan informasi dan lainnya sudah memakai Display,” katanya.

Rapat Kerja 2022 UNW Mataram juga dirangakaikan dengan Saresahan penerapan Sistem pendidikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bersama Rektor Universitas Islam Malang dan Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram. 

MBKM merupakan rujukan standar penerapan sistem pendidikan yang diluncurkan tahun 2020 lalu oleh Kemendikbud.

Rangkaian kegiatan tersebut digelar untuk membagikan pengalaman penerapan sistem MBKM yang telah dilakasanakan di Universitas Islam Malang dan Universitas Muhammadiyah Mataram. 

Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. Maskuri, M.Si mengurai pengalamannya menerapkan Sistem MBKM, menurutnya dalam sistem MBKM, Kampus dituntut untuk tidak lagi merencanakan program secara normatin namun harus ada acuan kreativitas dan inovasi lebih. 

“Saat ini kita tidak lagi bisa berencana untuk berlari namun kita harus berencana untuk melompat supaya tidak tertinggal,” katanya saat mengikuti Saresahan MBKM via Virtual. 

BACA JUGA: Gubernur Zul Terpukau Saat Kunjungi Kampung Oksigen di NTB

Sarasehan UNW mendatangan Rektor Unsima dan UMMAT

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. H. Arsyad Abdul Gani, M.Pd mengatakan, penerapan sistem Pendidikan MBKM tidaklah mudah, namun menurutnya harus ada skala prioritas dari setiap program maupun Fakultas yang harus digenjot.

“Penerapan ini, tidak semudah yang kita ucapkan kita harus mempunyai program yang utama kemudian yang lainnya bisa menjadi embrio,” ujarnya.***

 




Jelang MotoGP, Jaga Kamtibmas dan Pengaruh Narkoba

Event MotoGP akan mengundang ribuan orang datang ke Lombok Tengah, Gubernur Zul minta masyarakat jaga kamtibmas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menjelang event internasional MotoGP tahun 2022 di Mandalika, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengingatkan, masyarakat di Kelurahan Tiwugalih dan Lombok Tengah, untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta pengaruh Narkoba.

“Karena ribuan orang akan datang ke Lombok Tengah, menyaksikan Event MotoGP 2022 di sirkuit Mandalika,” kata gubernur.

Masyarakat siap dukung MotoGP

Gubernur Zul menyampaikan itu saat silaturahmi dengan masyarakat kampung Bersinar di Karang Bali, Kelurahan Tiwugalih, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (07/02/22).

Balapan bergengsi dunia tersebut, akan membawa dampak positif untuk geliat ekonomi dan pariwisata di Lombok Tengah dan NTB, bahkan Indonesia pada umumnya. 

BACA JUGA: UNW Mataram Gelar  Sarasehan “MBKM dan ransformasi Pendidikan”

Berbagai sektor bergerak, hotel dan penginapan penuh, jasa transportasi ramai dan destinasi wisata mulai tumbuh.

“Mari sama-sama saling menjaga dan mengingatkan agar menjaga nama baik daerah, sehingga orang betah berlama-lama di NTB dan ingin kembali karena keramahan kita,” ajak Bang Zul.

Gubernur Zul menyampaikan, Pemprov. NTB terus mengkampanyekan Kampung bersih dari narkoba, sesuai dengan program yang ada pada 6 Misi NTB Gemilang

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan pesan agar terus menjalin silaturahmi dengan siapapun. Silaturrahmi merupakan salah satu cara untuk meraih kebahagiaan yang sangat sederhana.

“Jadi kebahagian sesederhana itu, kebahagiaan milik siapa aja, yang ingin memilihnya,” katanya. 

Memperoleh kebahagiaan tidak perlu dengan kaya raya, berpenghasilan miliaran rupiah sebulan dan bukan diukur dengan uang semata.

Percuma harta berlimpah dan uang banyak, kalau tidak dapat menikmati kehidupan, bersilaturahmi dengan sahabat dan teman yang banyak.

“Banyak orang berpenghasilan miliaran per bulan, tapi oleh dokter dilarang banyak makan nasi, gorengan, yang manis-manis, hanya banyak minum obat,” katanya. 

Namun, hidup sederhana dengan harta benda dan uang yang berkecukupan, dapat sering bersilaturahmi, berkumpul dengan keluarga dan tetangga, sehingga kesehatan tidak terganggu akibat banyak pikiran.

Karena itu, lanjut gubernur, sebelum menjabat Gubernur dari ujung timur Sape hingga ujung barat Lembar,  mengunjungi desa-desa se NTB, banyak yang berpesan kepada dirinya agar tetap pertahankan tradisi mengunjungi masyarakat.

BACA JUGA: Gubernur Zul Terpukau Saat Kunjugi Kampung Oksigen di Lombok Tengah

“Ini terus kami lakukan, demi menjaga silaturahmi dan kebahagiaan,” tandas mantan ketua BEM UI tersebut.

Sementara Kepala Lingkungan Karang Bali, Maskur mengapresiasi kunjungan dan silaturahmi Gubernur NTB ke lingkungannya.

“Mewakili masyarakat kami merasakan senang dan bahagia karena baru kali ini gubernur mengunjungi kelurahan kami,” kata Maskur.

Ia berharap kunjungan Gubernur dan sejumlah pejabat eselon 2 Pemprov. NTB membawa berkah dan rahmat untuk masyarakat Karang Bali.

Tokoh masyarakat dkung MotoGP dan event internasional lainya

Disampaikannya, masyarakat Karang Bali siap mendukung agenda pemerintah. Termasuk perhelatan MotoGP dan event internasional lainnya di NTB. 

Di akhir silaturahmi, Gubernur sempat berdialog dengan masyarakat Karang Bali. Menjaring aspirasi masyarakat. 

Turut mendampingi Gubernur NTB, Kaban kesbangpol, BPKAD, Kadis DLHK, Kasat Pol PP dan Karo Kesra. Hadir pula pada kegiatan tersebut, Kabag Kesra Lombok Tengah, Camat Praya, Lurah Tiwugalih, tokoh agama, masyarat, pemuda dan masyarakat Karang Bali.***

 




Tugu Persatuan di Kendari, Sasaran Wisata Peserta HPN 

Tugu Persatuan salah satu ikon landmark Kendari seperti melambangkan lima suku yang hidup berdampingan di Kendari

KENDARI.lombokjournal.com ~ Saat berkunjung ke suatu daerah, tidak lengkap jika belum berkunjung ke ikon landmark dari daerah setempat.

Salah satu yang menarik dari Tugu ini memiliki tinggi 99 meter atau melambangkan Asma’ul Husna, 99 nama Allah.

Di atas tiang penyangga terdapat bundaran  besar menyerupai mutiara dan dikelilingi tiang kecil menghadap ke atas, seolah-olah lima jari tangan sedang berdoa dan melambangkan lima suku di Sulawesi Tenggara, yakni ini suku Tolaki, Muna, Buton, Moronene dan Bugis.

BACA JUGA: Masjid Al Imam, Ikon Kendari Jadi Tempat Acara Puncak HPN 2022

Selepas melaksanakan aktivitas pada HPN 2022, saya berkunjung ke tugu ini, dan dengan tanda pengenal sebagai peserta HPN 2022 kami bertiga tidak dikenakan biaya, kecuali parkir. 

Landmark sebagai ikonik di kota Kendari yang patut dikunjungi adalah Tugu ex MTQ atau dikenal juga sebagai Tugu Persatuan.

Tugu ini dibangun saat Kendari menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an tingkat nasional yang diselenggarakan pada tanggal 10 Juli 2006.

Di lokasi Tugu ex MTQ ini pula selain sebagai tempat wisata, juga tersedia lapak lapak tempat jual pakaian murah dan koliner dan sebagainya saat malam hari.

BACA JUGA: Pembalap MotoGP Berdatangan, Termasuk Marc Marquez

Lahan seluas 5 hektar yang menjadi tempat berdirinya tugu ini berlokasi tepat di jantung Kota Kendari dan berada tepat di depan Kantor Walikota. 

Pada tugu ini berdiri tegak lima tiang penyangga yang melambangkan sila-sila Pancasila.***

 




Masjid Al Alam, Ikon Kendari Tempat Acara Puncak HPN 2022 

Masjid ini menjadi landmark religi dan dianggap representasi dari masyarakat Sultra, yang mampu menampung kapasitas hingga 10 ribu orang.

KEMDARI.lombokjournal.com ~ Masjid Al Alam adalah masjid di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dijuluki dengan nama masjid terapung.

Digagas idenya dan mulai dibangun sejak tahun 2010 di masa kepemimpinan Gubernur Sultra Nur Alam. Diresmikan penggunaannya tahun 2018.

usai mengunjungi Masjid Al Alam
Kiri ke kanan Ketua PWI NTB, H Nasrudin Zeni, Indra Alfian, Produser TV RI Jakarta, Jaharudin dari Lombok Journal sekaligus pengrus PWI KLU dan peninjau, dari Bappeda KLU, Wildan Hafiz

Acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Puncak acara HPN 2022 bakal digelar di Masjid Terapung Al-Alam Kendari.

Pantauan wartawan media ini, Selasa (08/02/22), berasama Ketua PWI NTB, H Nasrudin Zein dan perwakilan (Peninjau) dari Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Wildan Hafiz sedang bersama Ketua TV RI Pusat sedang berada di lokasi seputaran halaman Masjid Terapung Al-Alam Kendari. 

Seperti namanya, Masjid Terapung Al-Alam Kendari ini memang berada di tengah Teluk Kendari, tepatnya di Jalan Masjid Al Alam, Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Bangunan masjid tersebut terlihat megah.

Ryan, salah satu petugas jaga di Masjid Terapung Al-Alam Kendari, mengaku tiap sore banyak wisatawan yang datang ke lokasi untuk berfoto. 

Umumnya, mereka menunggu momen sunset atau matahari terbenam sambil mengabadikan momen di dekat Masjid Terapung Al-Alam Kendari

BACA JUGA: Gubernur  Zul Terpukau Saat Kunjungi Kampung Oksigen di NTB

Masjid Al Alam menjadi ikon Kota Kendari yang banyak dikunjungi warga sekitar dan para pendatang. Empat buah menara masjid ini dirancang arsitek asal Sulawesi Selatan, Mursyid Mustafa dan dibuat menyerupai Burj al Arab di Dubai.[1]

Letak Masjid Al Alam di Teluk Kendari. Untuk menuju ke masjid ini, para pengunjung melewati hutan bakau. Pemerintah setempat telah mereklamasi dan membuat jalan masuk maupun keluar. 

Masjid ini menjadi ikon wisata religi di Sulawesi Tenggara

Masjid Al-Alam berdiri dengan luas 12.692 meter. Masjid Terapung ini, terbagi menjadi bangunan utama masjid, plaza tertutup dan plaza terbuka.

Selain untuk beribadah, keindahan arsitektur masjid dijadikan lokasi foto para pengunjung. 

Sebagai spot wisata religi Sultra, masjid ini telah menggelar beberapa event nasional, salah satunya lokasi pembukaan Munas Kadin VIII pada pertengahan 2021.

Di depan Masjid Al Alam
Jaharudin

Usai memantau lokasi tempat acara puncak HPN 2022 Kendari, kami kemudian bertemu 

BACA JUGA: Tugu Persatuan di Kendari, Jadi Sasaran Wisata Peserta HPN

Produser dan Crew TV RI, Indra Alfian di Hotel Inpeeum, seraya menyiapkan sarana dan prasarana siaran langsung dari lokasi HPN 2022.***

 




Pembalap MotoGP Berdatangan, Termasuk Marc Marquez

Marc Marquez salah satu pembalap yang akan berlaga di MotoGP di Sirkuit Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sejumlah pembalap MotoGP dan krunya mulai berdatangan di Bandara International Zainul Abdul Madjid (BIZAM) NTB. 

Para pembalap yang tersohor tersebut direncanakan akan melakukan free season (tes pramusim) MotoGP di sirkuit Mandalika, pada 11-13 Februari 2022.

Salah satu pembalap MotoGP yang sangat dinanti dan telah terlihat tiba, Senin (07/02/2022) sore adalah juara dunia delapan kali Marc Marquez.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Mandalika Siap Pre Seson MotoGP 2022

“Marquez sudah tiba di Lombok Alhamdulillah.. Jumat Sabtu dan Minggu sudah bisa melihatnya langsung di Mandalika!” ujar Bang Zul, sapaan akrabnya, Senin (07/02) di Mataram. 

Sementara itu jagad sosial media telah viral dan ramai usai Pembalap asal Spanyol tersebut turun dari pesawat dan menyapa langsung warga NTB. 

“Hallo Lombok, Hallo Indonesia,” sapa pembalap yang dikenal dengan The Baby Alien didunia MotoGP, sambil melambaikan tangannya dikamera.

BACA JUGA: Media Diajak Sebarkan Informasi Positif Jelang Event MotoGP

Pembalap yang mengenakan nomor 93 ini, mengatakan senang bisa sampai di Lombok dan siap mencoba lintasan sirkuit Mandalika.

Tes pramusim MotoGP Mandalika akan di ikuti oleh 24 pembalap dari 12 tim MotoGP.  Terdiri dari sesi tes dan latihan selama tiga hari. ***

 




Gubernur Zul Terpukau saat Kunjungi Kampung Oksigen di NTB

Kelurahan Leneng di Lombok Tengah disebut ‘kampung oksigen’ karena bersih dan asri, membuat Gubernur Zul puji kebersihannya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah terpukau dengan keberhasilan Kelurahan Leneng yang mampu mengembangkan destinasi wisata bersih dan asri. 

Gubernur singgah di Kampung Oksigen

Saking asrinya, Leneng disebut sebagai “Kampung Oksigen”. 

Dinamakan ‘kampung oksigen’ karena benar-benar bersih dan asri. Kalau ada kemauan dan keteladanan bersih dan asri itu bukan hal mustahil.

“Luar biasa Leneng!” puji Bang Zul saat kunjungan kerja di Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (07/02/22).

Menurutnya, Leneng dan Kecamatan Praya pada umumnya kini mulai hijau dan asri. Banyak perubahan, tampak terlihat indah dan sejuk. 

Ia berharap kepada lurah dan camat dapat mengembangkan wilayahnya di Lombok Tengah sehingga kampung oksigen dapat dikenal wisatawan lokal dan mancanegara. 

BACA JUGA: Gubernur Minta Umat Hindu di KLU Jaga Keberagaman

Sehingga saat MotoGP di Mandalika, akan menjadi titik khusus untuk berkunjung dan berwisata di Kabupaten Lombok Tengah.

Senada dengan Gubernur NTB, Kadis DLHK Provinsi Ir. Madani Mukarom mendukung pengembangan kampung oksigen di Leneng. 

“Untuk itu jangan putus berkomunikasi dan berkoordinasi, agar yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat kami fasilitasi, untuk mendorong percepatan zero waste,” jelas Madani.

Sementara itu, Camat Praya, Baiq Murniati menyatakan kesiapan wilayahnya terus mengembangkan kampung oksigen.

“Insya Allah kami akan dorong pembentukan kampung oksigen. Karena berawal dari persoalan sampah di Leneng, sehingga berbagai kegiatan berbasis lingkungan terus kami dukung, termasuk bersinergi dengan Pemprov. NTB,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Pokdarwis Kampung Oksigen, Lalu Muh. Isnaini menjelaskan, kegiatan kampung oksigen ini berbasis lingkungan.

Merubah perilaku masyarakat seperti mengelolah sampah, dengan memilah dan memilih sampah organik dan non organik. Sehingga perilaku membuang sampah mulai berkurang.

“Kami awali penanganan sampah berbasis rumah tangga, ibu-ibu di edukasi agar memilah sampah organik dan menjualnya ke bank sampah,” jelas mantan Lurah Leneng ini.

Begitupun peran masyarakat terhadap kegiatan di lingkungan terus didorong. Karena persoalan sampah ini bukan masalah tugas, tapi masalah kesadaran. 

Selain itu, menurutnya kelurahan Leneng juga melakukan siaga bersih dan siaga lestari. 

Tidak hanya mengelola sampah tapi membuat biopori dengan Program 1.000 biopori.

Sehingga sekarang masalah banjir akibat sampah dan drainase tersumbat berkurang. Gerakan menanam pohon untuk penghijauan juga secara masif semakin banyak di Leneng.

RangkAian kegiatan yang memanfaatkan sektor pertanian sebagai objek utama, dengan melibatkan paRtisipasi masyarakat aktif yang berada di tengah kota Praya.

BACA JUGA: Hari Pers Nasional (HPB) 2022 Mengangkat Isu Lingkungan

“Dari situlah mulai terbangun agrowisata di tempat kami. Memanfaatkan lahan untuk penghijauan di sekitar IPDN,sehingga tercipta tempat yang sejuk dan indah,” tambanya.

Warga Leneng berdialog dengan gbernur

Ada banyak destinasi wisata di Leneng, satu di antaranya ada “Mini Forest” Portir Indonesia. 

Mini forest dibangun untuk menjaga ekosistem yang dicirikan oleh pohon-pohon yang cukup rapat yang berhubungan dengan masyarakat, dan tumbuhan dari berbagai ukuran untuk menghasilkan siklus air dan oksigen yang baik.

Turut mendampingi Gubernur NTB, Kaban Kesbangpol, BPKAD, Kadis LHK, Kasat Pol PP dan Karo Kesra. Hadir pula pada kegiatan tersebut, Sekcam Praya, Lurah Leneng dan penggiat lingkungan. ***

 

 

 

 




Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Mengangkat Isu Lingkungan

Isu lingkungan diangkat dalam penyelenggaraan HPN 2022

KENDARI.lombokjournal.com ~ Peringatan Hari Pers Nasional 2022 yang dipusatkan di Kendari,  mengangkat isu lingkungan, yaitu progrram hutan mangrove dan pelepasan hewan endemik.

Seluruh kegiatan sebagian besar akan dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Khusus untuk agenda kegiatan yang berlangsung tertutup di dalam ruangan Hotel, akan menggunakan format hybrid yakni kombinasi antara luring (offline) dan daring (online).

BACA JUGA: Bappeda Kordinasi Susun RKA Tahun 2023

Pada kegiatan seminar maupun acara puncak HPN, akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti mewajibkan untuk swab PCR atau swab antigen.

“Peserta juga wajib mengenakan masker dan hand sanitizer, serta megatur jarak antar peserta. Sehingga seluruh peserta dan narasumber yang hadir akan merasa aman dan nyaman untuk mengikuti seluruh acara yang sudah disiapkan,” kata Auri Jaya, Ketua Panitia HPN 2022.

Pada acara konvensi media massa Senin 7 Februari 2022 semua insan pers bisa mengikuti seluruh rangkaian acara HPN.

Terutama di acara puncak, imbuh Auri Jaya, panitia akan menyiapkan siaran langsung melalui streaming di Youtube berbagai kanal.

“Kami harap, bagi rekan-rekan pers yang ingin menonton acara puncak, tak perlu kuatir memaksakan diri ke Kendari, karena kami sudah menyiapkan sejumlah kanal streaming agar bisa dinikmati dari lokasi masing-masing,” lanjutnya .

Berikutnya, hari Selasa 8 Februari 2022 berlangsung seminar pariwisata bangkit, seminar energi dan pertambangan, seminar moneter dan fiskal, workshop pendidikan jurnalistik, Diskusi Anugerah Jurnalistik Adinegoro, Klinik Penulisan Kebudayaan, bakti sosial, dan lain-lain. 

Isu terkait lingkungan hidup menjadi salah satu tema peringatan HPN 2022, selain masalah masa depan wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media.

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta Umat Hindu di KLU Jaga Keberagaman

Sementara Ketua umum PWI Pusat yang juga Penanggung jawab HPN, Atal S Depari mengatakan, konsep acara menekankan pada tiga tujuan penyelenggaraan HPN yaitu berkontribusi kepada pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, dan membahas isu-isu strategis terkait kehidupan pers nasional.

Isu strategis nasional antara lain diisi kegiatan pelepasliaran Anoa dan gerakan penanaman mangrove yang menjadi bagian komitmen Indonesia dalam G20. 

“Terkait kepentingan daerah, kami sampaikan harapan agar daerah tetap diberi kewenangan perizinan pertambangan. Isu pers dibahas di acara konvensi 2 hari, yaitu keberlanjutan media, publisher right, dan kedaulatan digital yang juga isu nasional,” jelas Atal S Depari.***