Festival Bau Nyale ‘Spirit’ Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

Gubernur Zul menyebut Festival Nyale merupakan spirit kebahagiaan seluruh warga NTB, termasuk mereka yang termajinalkan

LOTENG.lombokjournal.com ~Festival Bau Nyale merupakan simbol dan ‘Spirit’ atau semangat kebahagiaan bagi seluruh warga NTB, termasuk bagi warga yang selama ini termarginalkan. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada Puncak Festival Bau Nyale 2022 di Pantai Seger, KEK Mandalika, Minggu (20/02/22).

Menyampaikan sambutan Festival
Gubernur Zulkieflimansyah

“Mandalika adalah spirit, Bau Nyale menawarkan kegembiraan merayakan festival,” ucap Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB saat membuka festival. 

Dikatakan, Mandalika telah bermetamorfosis bukan hanya sebagai lokasi biasa. Layaknya kisah Putri Mandaika, kini lokasi Mandalika menjadi lokasi yang menarik bahkan populer di dunia. 

“Sehingga juga menjadi rebutan, layaknya kisah putri Mandalika yang diperebutkan para pangeran dan memilih terjun ke laut agar bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat,” ujar Bang Zul sapaan gubernur. 

Menurutnya, Mandalika kini menjadi one of the best street circuit in the world. Mandalika dikejar dengan aroma kekuasaan yang sangat kental.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale, Event Budaya Pra MotoGP

“Namun sprit Mandalika dengan berbagai event internasional, memberikan semangat buat seluruh masyarakat, termasuk yang mungkin selama ini termarginalkan, bisa merasakan festival dengan penuh kebahagiaan,” jelas Bang Zul. 

Ia berharap, Festival Bau Nyale bisa terus konsisten dilakukan tiap tahun. 

“Mudah-mudahan festival nyale ini bisa jadi spirit bersama untuk memberikan kebahagiaan bagi kita semua” kaanya.

Festival Bau Nyale Tahun 2022  digelar sebagai side event jelang MotoGP 2022, berbagai kegiatan budaya digelar mulai dari sangkep wariga atau penentuan acara kegiatan kemudian pemilihan Putri Mandalika dan Bebaosan yang disiarkan secara streaming. 

BACA JUGA: Event Sport Tourism, Lombok Incara Para Pemacu Adrenalin

Festival Nyale dengan Pemilihan Puteri Mandalika
Pemilihan Puteri Mandalika

Kegiatan lainnya seperti Peresean, Belancaran, Wayang dan Mandalika Fashion Carnaval tetap dilaksanakan secara offline dengan titik lokasi yang terpisah demi menghindari kerumunan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Menteri Parekraf RI, pimpinan DPRD Provinsi NTB, Sekda NTB, serta Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah ***

 




Festival Bau Nyale Sukses Digelar, Event Budaya Pra MotoGP

Menjelang event MotoGP di Mandalika, Loteng, sukses digelar Festival Bau Nyale yang berkisah tentang Puteri Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com ~ Festival Pesona Bau Nyale sukses digelar di Pantai Seger KEK Mandalika, menjelang event MotoGP buan Maret. 

Suksesnya penyelenggaraan Festival Nyale itu mendapat apresiasi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Khususnya kepada Bupati Lombok Tengah dan stakeholder lainnya yang dinilai sukses dalam penyelenggaraan Festival Nyale tahun ini.

Dalam festival Nyale, selalu ada acara mencari cacing laut

Menurutnya, Festival Bau Nyale telah berskala nasional, sehingga akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tapi juga daerah lainnya dengan tetap menguatkan nilai-nilai budaya. 

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Spirit Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

Karena itu, berbagai rangkaian kegiatan mulai dari “sangkep warige” atau penentuan acara kegiatan Bau Nyale tetap melibatkan tokoh agama dan masyarakat adat.

Selain itu, beberapa kegiatan yang sudah  diselenggarakan secara streaming, seperti pemilihan Puteri Mandalika dan Bepaosan. 

Kegiatan lainnya seperti Peresean, Belancaran, dan Mandalika Fashion Carnaval tetap dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Spirit Mandalika

Menurut Bang Zul, Mandalika adalah spirit yang diceritakan oleh para orang tua agar sela penat berkelahi dengan kehidupan.

“Mandalika juga menawarkan kegembiraan dan keceriaan buat orang-orang kecil, orang-orang miskin, orang-orang termarjinalkan, orang terpinggirkan untuk sesekali dalam hidupnya  bergembira merayakan sebuah festival,” jelas Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Ia memberikan sambutan pada kegiatan festival Bau Nyale di halaman belakang hotel Novotel Lombok Tengah, Minggu (20/02/22).

Bang Zul juga mengajak Bupati Lombok Tengah dan Forkompinda, agar Festival Bau Nyale terus dirayakan.  Karena Mandalika saat ini sudah bermetamorfosis bukan hanya tempat biasa, tapi menjelma sebagai one best street circuit in the World

“Mandalika ini diburu oleh para banyak pangeran-pangeran besar dari seluruh dunia, tapi bukan hanya itu melainkan spirit Mandalika untuk memberikan kegembiraan senyuman, pesta bagi orang-orang kecil, orang-orang termarjinalkan yang sesekali  mencicipi kebahagiaan dan kegembiraan itu,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri menyampaikan, sudah 3 tahun terakhir ini Festival Bau Nyale tidak pernah diadakan karena pandemi Covid-19 melanda Nusa Tenggara barat. Bahkan secara nasional maupun internasional.

BACA JUGA: Start L’etape Indonesia 2022, di Mandalika Lombok

Disebutkan Bupati Loteng, berkat kerjasama dan melalui rapat bersama Forkompinda Lombok Tengah beserta tokoh agama dan budaya sepakat untuk melaksanakan Festival Bau Nyale di kawasan ekonomi khusus Mandalika di ujung pantai selatan.

Masyarakat meramaikan festival Nyale

“Kami merasa bersalah jika acara tahunan seperti ini tidak dilaksanakan, ini semua untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam festival pesona Bau Nyale tersebut, Menteri Pariwisata RI, Sekretaris Daerah NTB, Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, Danlanud, Ketua DPRD NTB beserta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya, dan tamu-tamu undangan lainnya.***

 




Event Sport Tourism, Lombok Incaran Para Pemacu Adrenalin

Lombok menjadi salah satu empat di Indonesia yang menjadi ajang event sport tourism incaran  para pemacu adrenalin dunia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pulau Lombok  merupakan salah satu tempat di Indonesia yang eksotik untuk penyelenggaraan event sport tourism. 

Adanya Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, maka Pulau Lombok menjadi makin kerap menjadi ajang para gowes mengembangkan olahraga kegemarannya sambil menjelajahi lokasi-lokasi eksotis.

event Tour de Singkarak

Setelah kerap menjadi ajang olahraga bersepeda kelas dunia, hadirnya Sirkuit Mandalika makin memperkuat Lombok dengan superbike, bulan Maret ada MotoGP, dan baru-baru ini dimulai dengan penyelenggaraan event L’etape Indonesia by Tour de France.

Olahraga tidak hanya dilakukan di rumah saja, namun bisa sekaligus sambil menjelajahi berbagai destinasi wisata. Tren olahraga sambil berwisata inilah yang kemudian melahirkan istilah, sport tourism. Ini menjadi  sebagai salah satu tren pariwisata yang populer akhir-akhir  ini.

Popularitas sport tourism menjadi awal yang baik bagi pariwisata Indonesia, termasuk di Lombok. Pasalnya, sport tourism menjadi atraksi wisata dengan pertumbuhannya yang pesat, dan memiliki pasar yang cukup besar. Karena banyak wisatawan mancanegara yang tertarik pada aktivitas olahraga di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pernah mengatakan dalam satu kesempatan webinar dalam Pelatihan Pengembangan Pariwisata Olahraga Untuk Pemuda; diperkirakan pertumbuhan sport tourism di Indonesia bisa mencapai Rp 18,790 triliun pada 2024 mendatang. 

BACA JUGA: Start L’etape Indonesia 2022 di Mandalika Lombok

Angin segar ini menjadi langkah awal dalam membangkitkan pariwisata dan ekonomi di Indonesia, sekaligus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Saat ini, ada dua jenis sport tourism yang cukup umum. Pertama adalah hard tourism, sebagai acara perlombaan bersifat regular, seperti Asian Games, Sea Games, atau World Cup. 

Kemudian, ada juga soft sport tourism, yang dikenal dengan pariwisata olahraga dan berkaitan dengan gaya hidup (lifestyle), seperti bersepeda, berlari, hingga berselancar.

Menariknya, ini bukan hal baru, mengingat di Indonesia memiliki banyak event sport tourism yang banyak menarik wisatawan mancanegara untuk mengikutinya. 

Apa saja itu? Berikut 7 event sport tourism di Indonesia incaran para pemacu adrenalin dunia:

Tour de Singkarak

Bersepeda sambil keliling kota atau desa tentu adalah hal yang menyenangkan. Sangat masuk akal jika bersepeda menjadi salah satu aktivitas sport tourism yang banyak diminati, contohnya Tour de Singkarak.

Diadakan sejak 2009, Tour de Singkarak menjadi ajang balap sepeda incaran wisatawan dalam negeri maupun luar negeri pecinta olahraga bersepeda. Kompetisi sepeda ini diadakan di sekitar Danau Singkarak, Sumatera Barat, yang memberikan pengalaman balapan mengasyikkan.

Pasalnya, rutenya melewati pinggir pantai, danau, dan berbagai tikungan tajam. Tour de Singkarak pun menjadi ajang balap sepeda bergengsi yang selalu diikuti berbagai tim sepeda lebih dari 18 negara.

Tour de Banyuwangi Ijen

Selain di Sumatera Barat, lomba balap sepeda bergengsi kelas dunia berikutnya adalah Tour de Banyuwangi Ijen. Diadakan sejak 2012, Tour de Banyuwangi Ijen menjadi ajang balap sepeda yang menjadi favorit para pemacu adrenalin dunia.

Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan 23 negara yang ambil bagian dalam Tour de Banyuwangi Ijen 2019, di antaranya Jepang, Cina, Malaysia, Australia, Singapura, Malaysia, hingga Tiongkok. 

Peserta bersaing sambil menikmati keindahan lereng Gunung Ijen yang megah, sekaligus menjelajahi Kabupaten Banyuwangi dengan pesonanya tersendiri.

Borobudur Marathon

Lari menjadi salah satu olahraga yang sangat populer dan kerap dilakukan di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Salah satu event sport tourism yang populer di kalangan atlet lari dalam dan luar negeri adalah Borobudur Marathon.

Borobudur Marathon merupakan salah satu event lomba lari berkelas internasional yang telah diikuti ribuan pelari dari berbagai negara. Pada gelaran Borobudur Marathon 2019 lalu, lomba lari ini diikuti sekitar 11.000 peserta dan sekitar 350 di antaranya adalah pelari internasional dari 35 negara.

Tidak hanya sekedar berlari, Borobudur Marathon mengajak para pelari menjelajah, menghirup udara segar, menikmati pemandangan indah, serta mencoba kuliner khas Magelang yang nikmat. Ditambah, sebelum dan sesudah marathon para peserta juga bisa berkeliling Candi Borobudur atau mengunjungi museum dan galeri seni di sekitar candi.

BACA JUGA: L’etape Indonesia di Mandalika Dimeriahkan 1.308 Peserta

Belitong Geopark Ultra Run

Selain di Borobudur, event sport tourism lari di Indonesia yang tidak kalah seru adalah Belitong Geopark Ultra Run. Rutenya pun dibuat cukup unik, karena para pelari melewati berbagai destinasi wisata seperti Bukit Peramun, Tanjung Kelayang, hingga Danau Kaolin. Pesertanya tak hanya dari dalam negeri, tapi dari berbagai negara, seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Ironman Bintan

event pebalap sepeda di Bintan

Event sport tourism di Indonesia berikutnya yang menjadi incaran para pemacu adrenalin dunia adalah Ironman Bintan. Menjadi ajang triathlon paling menantang di Asia adalah daya tarik dari Ironman Bintan. Bayangkan, pada 2019 Ironman Bintang diikuti sekitar 1.044 peserta dari 58 negara!

Daya tarik dari Ironman Bintan adalah pemandangan yang disajikan. Mulai dari berenang di pantai dengan pasir putih dan bawah laut yang indah. Bersepeda di jalur tunggal yang berliku-liku dengan pemandangan hutan hijau yang lebat, hingga berlari sambil menikmati pemandangan indah.

World Surf League

Memiliki pantai dan pemandangan laut yang indah menjadi alasan dipilihnya Bali sebagai tuan rumah World Surf League (WSF) Champions Tour 2019. Ajang berselancar yang bertajuk “Corona Bali ProTected” ini membawa berbagai peselancar terbaik dari seluruh dunia untuk menaklukkan ombak di Bali.

Ada sekitar 56 peselancar terbaik dunia dari berbagai negara mengikuti World Surf League. Diangkatnya Bali menjadi tuan rumah lomba surfing sebenarnya menjadi awalan yang baik, sebab Indonesia memiliki ratusan pantai yang pas untuk surfing, dan 30 di antaranya sudah berlabel dunia.

World Superbike & MotoGP

Satu lagi sport tourism yang bakal menjadi event tahun paling ditunggu pecinta balap motor tercepat di dunia. Yap, World Superbike dan MotoGP bakal segera digelar di Indonesia, tepatnya di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Ajang balap motor World Superbike telah digelar pada pertengahan November 2021 ini. Sedangkan MotoGP diagendakan digelar pada bulan Maret 2022. Ajang balap motor ini bisa dibilang paling ditunggu para pembalap dunia, pasalnya Sirkuit Mandalika termasuk salah satu sirkuit kelas dunia dengan pemandangan terindah! ***

 




Start L’Etape Indonesia 2022 di Mandalika Lombok 

Dengan start L’Etape Indonesia menjadi pra event menyambut MotoGP 2022 di Mandalika 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pelepasan 1.308 Peserta L’etape Indonesia by Tour de France di Mandalika untuk memulai racenya di lapangan masjid Nurul Bilad Kuta Mandalika pada hari Minggu (19/02/22). 

Kegiatan L’etape Indonesia by Tour de France merupakan salah satu pra event menyambut MotoGP 2022 di Mandalika sebagai destinasi wisata dunia di Nusa Tenggara Barat (NTB) 

BACA JUGA: L’etape Indonesia Dimeriahkan 1.308 Peserta dari Seluruh Indonesia

pelepasan peserta l'etape Indonesia untuk start memulai race

Kegiatan ini dilepas langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. 

“Hati-hati, jaga kesehatan jaga tentunya keselamatan kita, save the first, enjoy Mandalika,” kata Sandiaga Uno. 

Sebelumnya Kadis Pariwisata NTB juga memimpin do’a untuk kelancaran kegiatan.

Untuk rute peserta L’etape Indonesia bersepeda start di Mandalika dan finish di Mandalika. Namun untuk rute masing-masing kategori ada yang menempuh jarak 124 km dan 84 km.

Untuk kategori Long Distance melintasi wilayah Praya Barat, Praya Kota, Praya Tengah, Pujut dan Finish di Mandalika. Dan untuk Short Distance melintasi wilayah Praya Timur, Praya Tengah, Kopang, Kota Praya hingga Pujut dan selanjutnya Finish di Mandalika.

BACA JUGA: Menparekraf RI Buka Bimtek Pengeolan Homestay

Acara tersebut juga berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan dan terintegrasi aplikasi PeduliLindungi. ***

 

 




L’etape Indonesia di Mandalika Dimeriahkan 1.308 Peserta

Penyelenggaraan Event L’etape Indonesia by Tour de France yang berlangsung di Mandalika diharapkan akan berlangsung kembali tahun depan

LOTENG.lombokjournal.com ~ Event L’etape Indonesia by Tour de France akan diikuti 1.308 peserta atlet balap sepeda amatir se-Indonesia 

Para peserta akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam yang disajikan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Start L’etape Indonesia 2022 di Mandalika Lombok

Dinas Pariwisata dalam konferensi pers L'etape Indonesia

Kadis Pariwisata Pemprov NTB diwakili Kabid. Pemasaran Amjad, SH, MH pada Konferensi Pers L’ etape, Sabtu (19/02/22) di Hotel Novotel, Lombok Tengah menyatakan, Pemrov NTB, menyambut baik dan mengapresiasi setinggi tingginya atas terpilihnya Provinsi NTB sebagai tempat terselenggaranya L’etape Indonesia. 

“Kami berharap event L’etape akan terus berlangsung di tahun depan dan seterusnya,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri sangat bangga event Sport Tourism seperti L’etape Indonesia ini diselenggarakan di Lombok Tengah. Menurutnya, Sport Tourism memiliki multi effect yang luar biasa.

“Dengan 1000 peserta lebih, ekonomi masyarakat pasti bergerak dan banyak sektor yang dapat diuntungkan dan ini sangat baik bagi kami masyarakat NTB khususnya Lombok Tengah,” tuturnya.

Direktur L’etape Indonesia, Zacky Badrudin menerangkan, ajang L’etape Indonesia merupakan salah satu bagian Tour de France dengan menyongsong sport tourism, dimana pembalapnya akan merasakan experience euforia Tour de France itu sendiri. 

“L’etape Indonesia ini sudah kami rencanakan sejak tahun 2018 dengan segala macam halangan dan kondisi, besok tepat hari Minggu 20 Februari ajang ini akan berlangsung di Mandalika,” tandasnya.

Dikatakan, ajang L’etape ini digelar di 21 negara dan Indonesia merupakan yang pertama diadakan untuk season 2022. 

L’etape Indonesia ini dilaksanakan di tengah kondisi pandemi, sehingga penyelenggaraan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan sesuai standarisasi CHSE.

“Semua peserta dan panitia harus telah divaksin dua kali serta melaksanakan swab antigen,” ungkapnya.

Terdapat dua kategori yaitu Long Distance berjarak 124 km yang dimulai dari Mandalika melintasi wilayah Praya Barat, Praya Kota, Praya Tengah, Pujut dan Finish di Mandalika.

Lalu untuk Short Distance berjarak 84 km dimulai dari Mandalika melintasi wilayah Praya Timur, Praya Tengah, Kopang, Kota Praya hingga Pujut dan selanjutnya Finish di Mandalika.

Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf RI, Desi Ruhati sangat menantikan event-event

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana

Di acaa konferensi pers L'etape Indonesia

“Dengan event ini berhasil maka akan terbuka bagi para penyelenggara di luar sana yang berniat mengadakan eventnya di Mandalika.  Dan dapat menjadi pemicu dan pendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB bahkan Indonesia,” katanya.***

Sangat meriah! Event Event L’etape Indonesia by Tour de France selain dimeriahkan 1.308 peserta atlet balap sepeda amatir se-Indonesia, peserta juga dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam Pulau Lombok




Menparekraf RI Buka Bimtek Pengelolaan Homestay di Trawangan

Kedatangan Menparekraf ke Gili Tramena menjelang event MotoGP untuk program peningkatan kapasitas homestay bagi pelaku usaha Wisata 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno membuka bimtek peningkatan kapasitas pengelolaan Homestay di Desa Wisata Gili Tramena, Sabtu (19/02/22).

Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Lombok Utara disambut Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST M.Eng.

Saat penyambutan itu, tampak hadir Kapolres Lotara AKBP I Wayan Sudarmanta SIK, MH,Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi,dan Kadis Pariwisata KLU, Ainal Yakin.

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana

Masyarakat Gili Trawangan menyambut Menparekraf

Kedatangan Sandiaga di Gili Tramena, yang didampingi Wabup Danny, disambut antusias  masyarakat serta pelaku usaha wisata. 

Terlebih kedatangan Menparekraf menjelang event MotoGP bulan depan.

Wabup Danny menyampaikan, program peningkatan kapasitas homestay bagi pelaku usaha Wisata  yang disambut begitu antusias oleh masyarakat di Gili Tramena.

“Kawasan Pariwisata tiga gili ini menjadi sumber terbesar PAD Lombok Utara,” tuturnya.

Event MotoGP di Mandalika yang akan mendatangkan jumlah penonton yang banyak, yang memberi peluang bagi pelaku usaha pariwisata.

Lombok Utara, khususnya destinasi Gili, memiliki daya tarik bagi pengunjung yang tidak hanya menikmati balapan saja.

“Saya harapkan dengan hadirnya Moto P ini bisa menjadi trigger atau pemicu kebangkitan pariwisata terutama di wilayah Lombok Utara,” harapnya.

Sementara itu Menparekraf RI, Sandiaga Uno menuturkan, pelayanan agar lebih dioptimalkan kembali seperti peningkatan kualitas untuk masing-masing homestay.

“Semua pelayanan harus disiapkan dan ditingkatkan, gabungkan dengan Ekrafnya dalam satu paket menonton MotoGP,” katanya.

Wabup Danny beramah tamah dengan Menparekraf
Wabup Danny dan Menparekraf Sandiaga

Sebanyak 6000 kamar tersedia di Gili Tramena selama event Moto GP dimulai, dengan harga 1,5 juta untuk satu kamar dan satu tiket nonton MotoGP, yang sudah disetujui oleh pemilik homestay. 

Dengan harga paket tersebut pemerintah berharap mampu menunjang perekonomian di wilayah KLU terutama di Gili Tramena.

BACA JUGA: DLH KLU Peringati HPSN degan Gerakan Pengurangan Sampah

Usai acara Bimtek peningkatan kapasitas pengelolaan homestay Desa Wisata di Gili Trawangan, Menparekraf beserta rombongan mengunjungi Gili Meno dan Gili Air.***

 

 




Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana  

Panen perdana budidaya udang Vaname dilakukan Kelompok Wanita Budidaya di Dusun Lempenge, setelah tiga bulan memulai budidaya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kelompok wanita budidaya udang Vaname,  Dusun Lempenge, Desa Rempek Kecamatan Gangga,Kabupaten Lombok Utara, membawa kabar baik. 

Mereka sudah bisa panen perdana hari ini, Sabtu (19/02/22) setelah tiga bulan lamanya memulai usaha budidaya. 

hasil budidaya udang Vaname

Misnawati, salah satu ketua kelompok wanita budidaya udang Vaname di Dusun Lempenge menuturkan, program budidaya memang dihajatkan untuk peningkatan perekonomian keluarga. 

BACA JUGA: Menparekraf Buka Bimtek Pengelolaan Homestay di Trawangan

Pihaknya bersama 40 anggotanya yang termasuk perempuan pesisir kategori keluarga miskin. Mereka melakukan budidaya udang menggunakan 20 kolam bundar (Bioflok) pada lahan sewa seluas 40 are.

Luapan kegembiraan ini tercermin dari semangat kerja keras bersama anggotanya dalam mengembangkan usaha budidaya.

Misnawati pada wartawan menuturkan kronologis terbentuknya Kelompok wanita tani yang dipimpinya berangkat dari dirinya membeli udang Vaname di desa Akar-Akar kala itu. 

“Kok bisa hidup dan berkembang di kolam bundar (Bioflok) seperti ini” tanyanya dalam hati, saat itu. 

Tidak bisa udang bisa hidup di tempat yang tidak pernah dilihatnya. Rasa penasaran ini pula Misnawati bertanya kepada salah seorang pendamping budidaya udang Vaname, yang kemudian dari situlah Ia langsung membentuk kelompok, pada tahun 2020.

Kelompok terbentuk 2020, rencana kerja sudah disusun dan proposal dikirim melalui Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) kala itu (sekarang Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) – DKP3 KLU.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian

Kurang lebih satu tahun lamanya menunggu, dan pada tahun 2021 yang baru lalu jawaban proposal dari Dinas bersangkutan, untuk tiga kelompok yaitu kelompok Dusun Lempenge Desa Rempek dan dua kelompok di Dusun Lokok Buak Desa Sukadana dengan total anggaran sebesar 1,1 M.

“Tahap awal adalah percontohan, memang ada kendala, sebab itu kita terus didampingi sekalian membimbing anggota saya,” jelasnya..

Tahun ini, hasil tahap pertama tiga kali panen parsial cukup bagus. 

Pada panen raya perdana hari ini dalam jumlah 20 kolam bundar (Bioflok) hasilnya jauh lebih bagus. 

Diakuinya, di tahun pertama ini tentu masih banyak kebutuhan baik sarana penunjang seperti Prizer sebagai tempat sementara untuk penyimpanan saat pengurangan kepadatan dalam satu kolam, maupun penyimpanan sebelum datang pembeli agar bisa bertahan kesehatannya. 

Sisi lain khususnya kelompok wanita budidaya Vaname di Dusun Lempenge masih menyewa lahan, dan akses masuk kurang mendukung, karena tidak bisa masuk kendaraan pengangkut ukuran bak terbuka. 

Di Dusun Lempenge satu kelompok lagi belum bisa berbuat apa apa, lantaran tidak memiliki modal awal. Belum lagi adanya satu kelompok yang belum mendapat bantuan. 

Mereka berharap ada pihak pihak yang bisa membantu kekurangan ini, karena kelompok yang sudah berjalan belum mampu untuk memodali satu kelompok yang ada di dusun Lempenge. 

Mereka sedang mencari kemitraan. 

”Karena ini potensi bagus, kalau ada pihak yang berkenan untuk modal pengembangan budi daya Vaname ini, Misnawati akan buka untuk kelompok lainnya,” katanya.

Prospek Udang Vaname

Budidaya udang Vaname memiliki prospek cerah. Hal ini dapat dilihat melalui kelompok pembudidaya di Desa Sukadana dan Desa Akar-Akar Bayan dan beberapa tempat lainnya di wilayah Kabupaten Lombok Utara. 

Kalau soal hasil, satu kolam itu bisa mencapai jumah 65 kilogram. Di sini ada 20 kolam, sekali panennya bisa mencapai 1.3 ton, kalau ditotal harganya 78 juta rupiah.

”Alhamdulillah dari apa yang kita lihat tadi memang hasil panennya lebih banyak dari sebelumnya,” katanya. 

Menunjukkan hasil budidaya udang Vaname

Berikut rincian hasil produksi panen parsial dan panen raya berdasarkan size dan harga terendah ;

Kelompok Akar Akar 1 dan 2 (dua kelompok) mengelola 40 Bioflok (Kolam Bundar).

Parsial = 319 kg, Panen total = 932,5 kg

Ander size = 53,5 kg, Total = 1.305. total harga Rp 78.300.000.

Hasil produksi Akar Akar 2

Parsial = 342, Panen total = 882,5 kg

Ander size = 70,5 kg, Total = 1.295 kg

Hasil Total 2 klp = 2.600 kg.  Rp 77.700.00

Total keseluruhan untuk dua kelompok Akar Akar 1 dan 2 mencapai Rp 156. 000.000.

inipun hitungan harga terendah, yaitu Rp60.000. Dua kelompok lain masih dalam proses survey Size.

Khusus Kelompok wanita budidaya udang Vaname di dusun Lempenge, produksiya mencapai 1’5 ton. Karena yang dibudidaya di Lempenge sizenya lebih besar, maka harganya mencapai Rp 68.000. Jadi total mencapai Rp 102.000.000.***

 




Integritas Kunci Pelayanan Prima, Ini Kata Najamuddin Amy

Dalam memberikan pelayanan prima, kunci utamanya adalah integritas sebagai abdi negara 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB,Najamuddin menegaskan, integritas adalah kunci untuk mewujudkan pelayanan yang prima.

“Integritas merupakan faktor utama dalam diri seseorang atau abdi negara dalam memberikan pelayanan,” pesan Najam, ketika menjadi narasumber pada kegiatan Forum Konsultasi Publik Sosialisasi Standar Pelayanan Kantor Bahasa Provinsi NTB Tahun 2022, Jum’at (18/02/22) di aula Ujung Landasan, Gerung Kab. Lombok Barat.

Menurutnya, ada kriteria budaya pelayan prima. Di antaranya sikap, kemampuan, perhatian, tindakan, tanggung jawab, penampilan dan sikap. 

“Ini kriteria budaya pelayan prima yang harus dimiliki,” terang Najam.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian

Pelayanan prima kuncinya adalah integritas

Kriteria-kriteria tersebut, menurut Najam dalam beberapa konteks dan beberapa teori disebut integritas dari seseorang

“Integritas sesorang dapat dilihat dari kriteria yang disebutkan itu,” tambahnya.

Selain itu, Provinsi NTB memiliki Visi NTB Gemilang, dengan Enam Misi. Untuk pelayan birokrasi, salah satu visinya pada point kedua adalah NTB Bersih dan Melayani. 

Dinas Kominfotik, menerapkan pelayanan prima pada 4 bidang dengan berbagai program kerja, untuk mencapai misi NTB Bersih dan Melayani. 

Di antaranya, bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) ada bincang gemilang, Kerjasama media, Bakohumas, kampung digital dan pelayanan PPID Utama.

Pada bidang lain, seperti Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), ada tata kelola SPBE, pengembangan SDM TIK, pembuatan inovasi untuk aplikasi seperti NTB Care, Lesstari, Sim Posyandu dan lainnya.

Lain halnya dengan Bidang Persandian dan Keamanan Informasi (Sandikami) bidang ini menangani keamanan informasi pimpinan daerah, seperti TTD Elektronik, mengelola NTB Care, CSirt dan pengaduan masyarakat.

Sedangkan di bidang Statistik, menangani dan mengeloal NTB Satu Data, yaitu data sektoral, data prioritas, data berkualitas dan terintegrasi. 

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kesempatan Kadis Kominfotik meluangkan waktu untuk berbagi dan memberikan ilmunya di forum tersebut.

BACA JUGA: Gubernur NTB Percepat Daerah yang Rendah Capaian Vaksinasinya

“Terimakasih Pak Doktor Najam, semoga apa yang disampaikan dibagikan berguna bagi peserta forum,” ujar Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB ini.

DIsampaikannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pubilk, demi mewujudkan visi NTB Bersih dan Melayani, menuju NTB Gemilang.***




Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian 

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, masjid bukan sekedar simbol identitas muslimin tapi juga jadi syiar kedamaian

LOBAR.lombokjournal.com ~ Masjid bukan hanya simbol atau identitas kaum muslimin dalam menjalankan syariat agama, dan manifestasi dari ketaqwaan dan keimanannya kepada Allah SWT semata. 

Namun Masjid menjadi syiar kebaikan dan kedamaian bagi sesama  ummat dan manusia lainnya.

Gubernur bicara tentang perlunya masjid

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu pada peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Mastono, Dusun Mavilla Rengganis, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Jumat (18/02/22) 

Disampaikan, dalam waktu dekat NTB menjadi tuan rumah perhelatan akbar dunia MotoGP dan disusul event internasional lainnya. 

“Karena  itu kepada Pengurus Masjid maupun jamaah lainnya bisa menyebarkan informasi positif  akan kedamaian, bahwa daerah kita merupakan daerah yang aman  dan siap menerima para tamu yang akan menyaksikan perhelatan event internasional termasuk MotoGP dan event lainnya du NTB,”  katanya.

BACA JUGA:  Gubernur NTB Percepat Daerah yang Rendah Capaian Vaksinasinya

Saat itu Gubernur Zul mengingatkan, pembangunan Masjid tidak perlu megah, luas, bahkan representatif. Paling utama adalah menjaga kemakmuran Masjid dengan selalu melaksanakan sholat berjamaah di Masjid.

“Karena itu mari kita bangun Masjid dengan niat untuk memakmurkannya,” kata Gubernur Zul yang saat itu didampingi Kadis PUPR NTB, Ir. Ridwansyah, MT sebagai sesepuh masyarakat Mavila Rengganis, Kadis Kesehatan NTB, perwakilan Forkompinda Lombok Barat, 

“Karena dengan  membangun Masjid, kita akan dibangunkan rumah kelak dui Surga. Saya berharap Masjid ini nanti juga diisi oleh orang-orang berhati ihlas, penuh kehangatan, irama kebersamaan. Dan tentu kita bisa bayangkan kedamaian, motivasi tinggi masyarakatnya untuk menuntaskan pembangunannya,” pesannya. 

Saat itu Ridwansyah mengungkapkan, pembangunan masjid ini awalnya merupakan sumbangan tanah wakaf dari seorang pengusaha Mastono untuk pembangunan Musholla. 

Namun dalam perjalanannya ditingkatkan menjadi Masjid untuk bisa digunakan juga sholat Jum’at.

 “Kami berharap kehadiran Gubernur NTB bisa menjadi motivasi kami dalam menuntaskan oembangunan masjid ini,” kata Ridwansyah.

Taqmir Masjid Al-Ihlas Mastoeno, H. Rahman Hakim melaporkan, pembangunan Masjid Mavila Rengganis ini akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama akan dibangun lantai dasar dengan RAB kurang lebih Rp. 900 juta. Dan tahap berikutnya diteruskan lantai dua.

BACA JUGA: Wagub NTB: LP Harus Memberikan Siaran yang Sehat dan Berkualitas

“Pembangunan Masjid ini dilatarbelakangi daya tampung jamaah yang terbatas, seiring dengan makin bertambahnya warga yang mendiami Perumahan Mavila. Karena itu kami mohon dukungan Pemprov NTB dan jamaah lainnya untuk mewujudkan pembangunan ini,” kata H. Rachman Hakim yang juga Sekretaris PWI NTB ini. ***




Gubernur NTB Percepat Daerah Rendah Capaian Vaksinasinya

Merespon arahan Presiden terkait percepatan vaksinasi, Gubernur targetkan  capaian vaksinasi sebelum Maret untuk dosis 2 sekitar 60 persen seluruh NTB

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau kegiatan vaksinasi serentak di seluruh Indonesia.

Acara pennjauann vaksinasi yang diikuti Gubernnur dan Wagubb

Kegiatan yang berlangsung virtual itu bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, berlangsung di Kampus Poltekpar Lombok Tengah, Jumat (18/02/22).

Menanggapi arahan Presiden RI,  Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, menyebutkan, menjelang penyelenggaraan MotoGP bulan Maret mendatang, capaian vaksinasi untuk dosis 2 sekitar 60 persen untuk seluruh NTB. 

Namun khusus wilayah Lombok lebih dari 70 persen.

“Makanya kita akan menyerbu Kabupaten Bima karena cakupan vaksinasinya masih rendah, jauh tertinggal dengan kabupaten kota yang lain,” jelas Bang Zul pada konferensi pers usai meninjau kegiatan vaksinasi.

Saat yang sama, Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub menyampaikan terkait varian Omicron yang dinilai katEgori yang cepat penyebarannya. 

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 di KSB, Gubernur NTB: Luar Biasa!

Tetapi ia mengingatkan, saat ini pemerintah tidak fokus pada jumlah kasusnya melainkan fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya.

“Yang jelas kami tidak fokus pada jumlah kasusnya, melainkan kita fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya sesuai arahan presiden,” jelas Ummi Rohmi.

Selain itu, kata Umi Rohmi pasien Omicron lebih banyak melakukan isolasi mandiri, dan tidak banyak dirawat di rumah sakit dan secara angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih 19 persen, artinya masih tercukupi.

Arahan Presiden

dalam arahannya, Presiden RI terus mendorong kabupaten kota di seluruh daerah provinsi di Indonesia  untuk melakukan percepatan vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 atau booster bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. 

Sehingga mencapai target yang lebih tinggi.

“Ini harus segera dan terus dilakukan bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. Karena 60 persen meninggal dunia dari lansia yang belum divaksin serta memiliki riwayat komorbid,” jelas presiden.

BACA JUGA: Event MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

Presiden Jokowi mengatakan, Covid-19 varian Omicron ini bisa dikendalikan dengan dua cara, yaitu melakukan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan.

penjelasan pada pers terkait vaksinasi yang disampaikan Gubernur dan Wagub

Terutama selalu menggunakan masker di tempat keramaian yang memungkinkan terjadi interaksi tinggi, seperti di pasar, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 162 Wira Bhakti, Polda NTB, Direktur Poltekpar Lombok Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, Bupati Lombok Tengah dan masyarakat yang mengikuti program vaksinasi.***