MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ Event Internasional

Event MotoGP Mandalika telah usai dan berlangsung sukses, tapi di balik kesuksesan itu ada juga hal-hal yang menimbulkan cerita yang menarik perhatian

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok mengukir sejarah baru, setelah bertahun-tahun Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pihak swasta sibuk menyiapkan pembangunan Sirkuit kelas dunia, akhirnya  event internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia yang digelar 18-20 Maret 2022, usai sudah dalam suasana gegap gempita.

Kecelakaan Marquez di MottoGP Mandalika
Kecelakaan Marqez

Banyak penonton mengaku kecewa, karena Marc Marquez absen di MotoGP 2022. Pasalnya, Marc Marquez, pembalap tim Repsol Honda cedera usai mengalami kecelakaan horor di sesi pemanasan pada pagi hari, Minggu (20/03/22).

Setelah Valentino Rossi resmi menyatakan tidak tampil lagi pada ajang MotoGP, akhir tahun lalu, maka Marquez merupakan idola baru, setidaknya bagi publik Indonesia. 

Tapi apa boleh buat, pada sesi pemanasan pembalap asal Spanyol itu mengalami kecelakaan fatal pada tikungan ke-7 yang membuat dirinya terlempar sekaligus membuat motornya hancur. 

Absennya Marquez dalam MotoGP Mandalika 2022 mengecewakan publik Indonesia, seolah-olah ajang MotoGP tidak lengkap. Bahkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, yang sempat berfoto bersama Marquez, mengaku sangat menanti performa Marquez dalam ajang MotoGP Mandalika 2022 ini.

Tidak turunnya Marquez, salah satu yang digadang-gadang menjadi juara adalah Miguel Olivier. Benar juga, Miguel Oliveira menjuarai MotoGP Mandalika 2022 yang mencapai finish dengan dengan catatan waktu tercepat 33 menit 27,223 detik, gelar pertama yang diraihnya setelah menjuarai GP Catalunya pada Juni 2021. 

Juara MotoGP Mandalika 2022
Miguel Oliveira

Memang Miguel Oliveira patut dapat acungan jempol. Aksinya cukup mencengangkan mengingat memulai balapan di posisi start kelima, tapi saat lampu hijau menyala, Oliveira menyalip ke kiri untuk melewati empat pembalap lainnya hingga menempati posisi pertama sampai akhir balapan.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2022, Catatan Event Internasional di Lombok (1)

Dan andalan Yamaha, Fabio Quartararo naik podium menjadi juara kedua. Disusul J. Zarzo dari Ducati yang menempati posisi ketiga.

SERBA SERBI

Di tengah gegap gempita perhelatan MotoGP Mandalika 2022, banyak hal menarik untuk menjadi cerita dan catatan usai event balapan motor kelas dunia itu. Ini kutipan dari yang dialami netizen, penonton, wartawan, dan beberapa pihak yang dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan kabar MotoGP.

Kegesitan Para Marshall

Peran para Marshal di Sirkuit Mandalika sempat jadi perhatian, Sebelum perhelatan berlangsung, para Marshal lokal yakni petugas yang membantu di area lintasan saat terjadi insiden dalam balapan, dinilai tidak becus alias tidak profesional bekerja.

Marshal di MotoGP Mandalika
Marshal sedang bertugas

Tapi saat perhelatan MotoGP berlangsung, kegesitan para marshal mendapat pujian. Pujian itu datangnya dari Race Director MotoGP Mike Webb, mengaku puas kecakapan dan kecepatan marshal.

Para marshal sangat cakap dan cekatan dalam membersihkan permukaan lintasan. Dikutip dari D katadata.co.id terdapat 360 marshal yang disiapkan dalam balapan MotoGP Mandalika 2022 di Lombok. Mereka terdiri dari unsur Karang Taruna Kecamatan Pujut, Brimob Polda NTB, rescuer Basarnas, dan pendamping beberapa marshal dari Malaysia.

Mereka menunjukkan peningkatan kemampuan pesat sejak pertama dipekerjakan dalam ajang MotoGP di Indonesia.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/03) mencontohkan, salah satu insiden besar, ketika bagian bawah motor Alex Rins (Suzuki Ecstar) mengeluarkan api setelah Tikungan 12. Alex kemudian meninggalkan motornya di Tikungan 13. Insiden tersebut meninggalkan cukup banyak oli di lintasan, dan para marshal yang sebagian sudah bertugas di Mandalika sejak World Superbike (WSBK) pada 19 – 21 November 2021 lalu, bergerak cepat.

Para Marshal memadamkan api, mengangkat serpihan, dan membersihkan lintasan dari oli sehingga sesi bisa dilanjutkan. itu salah satu contoh, banyak yang lainnya membuat pengetahuan para marshal lokal dinilai jauh berkembang setelah mendapatkan masukan dari beberapa marshal Malaysia yang dibawa untuk berbagi pengalaman.

TGB nonton dari tribun

TGB nonton MotoGP Mandalika di tribun
TGB Nonton di Tribun B

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode, TGH. Zainul Majdi memilih menonton di tribun B yang tiketnya berharga murah. Penonton di tribun kalau turun hujan harus siap dengan mantel hujan, kalau tidak harus siap basah kuyup, Untung TGH. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) yang menonton bersama istrinya, mengenakan mantel hujan. Pertanyaannya, kenapa TGB menonton di tribun? Bukankah TGB punya andil besar sehingga terwujudnya Sirkuit Mandalika, dan ia patut mendapat perhatian khusus untuk duduk di ruang VIP. 

Netizen menulis di Facebook, bagaimana TGB mengatasi kesulitan dalam pengalihan lahan Mandalika yang saat itu dikuasai swasta (PTAN), lalu dipindahkan ke BUMN. TGB juga berperanan meyakinkan Dorna Sport bahwa proyek Mandalika ini adalah prospek. Belum lagi  saat itu harus meyakinkan Presiden Joko Widodo, karena saat itu Proyek Mandalika harus bersaing dengan Provinsi lain seperti Jabar, Sumatera dan Lampung. Bahkan nyaris saja sirkuit dibangun di Palembang, karena Gubernur Sumatera Selatan (saat itu) Alex Noerdin, sudah maju satu langkah, mulai pembebasan tanah.

BACA JUGA: Hari Minggu, Sirkuit Mandalika Dihadiri Penonton Istimewa

Pembuat status di FB itu duduk di samping TGB di tribun, ia tahu persis pihak Dorna Sport mendatangi TGB dan mengajaknya masuk ke ruang VVIP, demikian juga Paspampres membisiki kalau Pak Jokowi mengajaknya bersama di ruang khusus. Tapi TGB lebih memilih tetap menonton di tribun B. 

Adakah sesuatu yang membuat TGB ‘galau’ sehingga ia memilih tetap kekeh menonton dari tribun B? 

Pawang hujan impor

Seorang Netizen mencatat Raden Rara Isti Wulandari, pawang hujan asal Denpasar Bali – yang mengaku diundang para penggede di ITDC untuk menjinakkan hujan – ternyata lebih trending dari kabar kecelakaan Marc Marquez.

Ternyata Rara yang bisa blak-blakan bicara tentang dirinya itu bukan sembarang pawang hujan. Ia mengaku sebagai pawang hujan kaliber internasional, karena terbukti mampu ‘merekayasa’ cuaca di event besar, contohnya Asian Games 2018. 

Rara pawang hujan MotoGP Mandalika
Rara, pawang hujan

Rara sempat ‘didiskriminasi’, karena sebagian publik Lombok menyesalkan pihak yang ‘mengimpor’ Rara dari Bali, padahal pawang hujan lokal banyak yang tak kalah ampuhnya.

Rara sendiri mengaku, sebenarnya hujan yang mengguyur arena Sirkuit Mandalika itu memang harapan pihak penyelenggara, khususnya tim teknis dari luar negeri. Dengan turunnya hujan, suhu aspal sirkuit tidak tinggi, maksimal 50 derajat. Nah, apakah Rara juga mendapat tugas menurunkan hujan? 

Netizen menulis Rara telah menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022. Setelah hujan lebat dan petir sempat menyambar arena sirkuit, setelah itu balapan MotoGP berlanjut setelah cuaca ‘terkendali’. Apakah Rara memang bisa mengendalikan cuaca?

Yang jelas, Tuhan Maha Penyayang. Selalu mengabulkan doa baik mahlukNya.

Mana bus penjemput?

Soal transportasi bus, baik yang hendak mengangkut penonton berangkat menuju Mandalika dan sebaliknya yang balik mengantar pulang, sempat menimbulkan kericuhan. 

Penonton MotoGP Mandalika ricuh

Padahal sebelumnya, pihak Dinas Perhubungan NTB yang didukung oleh Kementerian Perhubungan Indonesia yang menyediakan bus gratis mengatakan, shuttle Bus bergerak dari masing masing simpul transportasi dengan jam operasional yang telah ditetapkan.

Dishub NTB telah merilis rute bus gratis ke Sirkuit Mandalika dan waktu penjemputan serta pengantarannya, dan sebaliknya dari Mandalika balik ke tempat semula. Selain itu, bus gratis juga akan mengantarkan penonton MotoGP Mandalika pada 7 rute dari parkir barat dan parkir timur menuju gate 1, gate 2, dan gate 3 Sirkuit Mandalika.

Bahkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi memastikan, untuk mensukseskan seri II MotoGP Mandalika, Presiden Joko Widodo memerintahkan semua harus berjalan dengan baik, sebab ini merupakan momentum bagi  Indonesia agar semakin mendunia. 

“Misi presiden membuat Indonesia makin mendunia. Kami dapat perintah untuk memastikan semua (transportasi-red) harus berjalan baik. Kami harus serius,” ungkap Budi Karya Sumadi. Sebab, transportasi bagi para penonton ini memang menjadi masalah krusial yang harus dipastikan berjalan baik. 

Tapi nyatanya, banyak penonton yang mengaku tiba di rumah sampai larut malam. Tentu banyak penyebabnya,salah satunya banyaknya kendaraan yang lalu lalang di area Mandalika itu menyebabkan kemacetan. 

Terus di event sebesar ini, yang juga dihadiri Presiden Jokowi, bagaimana pihak mengatur arus lalu lintas. Kalau penonton terlantar, baik saat berangkat maupun hendak pulang, tanggung jawab siapa ya.

Ojek di MotoGP MandalikaALIKA

Usai perhelatan MotoGP, penonton yang seharusnya  dijemput menuju ke Parkir Barat atau ke Parkir Timur, harus menunggu sampai larut malam. Sebagian beruntung bisa menumpang ojek dengan biaya Rp 50 ribu ke Parkir Barat atau Rp100 ribu ke Parkir Timur. 

Setelah sampai ke ke Parkir Barat/Timur pun bukan serta merta para penonton mendapat angkutan pulang.***

 




Menkominfo Ajak Media Beritakan Kabar Baik

Media diajak memberitakan kabar baik, sebab menurut Menkominfo akan ada daya tarik untuk aktivitas berikutnya di NTB.

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Seluruh media diminta memberitakan kabar baik kepada masyarakat, tujuannya agar aktivitas seperti pariwisata, perekonomian dan sport dapat terus berjalan di Provinsi NTB, Minggu (20/03/22).

Menkominfo dalam konferensi pers

Seruan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Johnny G Plate dalam konferensi pers 

“Saya meminta kepada seluruh media untuk dapat memberitakan kabar baik kepada masyarakat. Sehingga akan ada daya tarik untuk aktivitas berikutnya, ekonomi, sport dapat berjalan baik,” kata Jhony. 

Jhony mengatakan, untuk mendukung telekomunikasi di Mandalika, Kominfo mengambil dukungan yang berkaitan dengan menyiapkan tambahan spektrum khusus, yaitu izin penggunaan spektrum sementara.

“Kominfo telah menyiapkan tambahan spektrum, seperti 3.5 Gb maupun 26 Gb untuk yang 5G, juga operator telekomunikasi meminjamkan spektrum 2.3 GB khusus untuk Mandalika,” tuturnya.

BACA JUGA: Kualitas Jaringan di Mandalika Makin Ditingkatkan

Ia berharap kehadiran Media Center Indonesia di gelaran MotoGP dapat memberikan layanan baik kepada seluruh awak media lokal maupun internasional. 

“Media center yang telah disiapkan memberikan layanan yang baik bagi awak media dalam melaksanakan pekerjaan, pelaporan, reportase, analisa, pengiriman data dari media center,” ungkapnya.

BACA JUGA: Indonesia Raya Berkumandang di Sirkuit Mandalika

Dalam konferensi pers itu Menkominfo didampingi Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary dan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy. ***

 




Kualitas Jaringan di Mandalika Makin Ditingkatkan

Kementerian Kominfo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi, sehingga   kesiapan infrastruktur TIK di area Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) RI berkomitmen agar kualitas jaringan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin ditingkatkan.

Pernyataan tersebut diungkapkan, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo,  DR. Ir. Ismail MT dalam  konferensi pers bersama para awak media di Ruang Anggrek Kantor Gubernur, Mataram, Sabtu (19/03/22).   

Dirjen menyatakan, event  MotoGP di Mandalika merupakan momentum tepat untuk seluruh masyarakat NTB menikmati jaringan telekomunikasi/sinyal internet. 

Dengan begitu besarnya daya tarik Sirkuit Mandalika secara nasional bahkan internasional hal ini dirasa tepat sebagai ajang mengoptimalkan jaringan telekomunikasi di seluruh daerah NTB.

Dalam kesempatan ini ia juga menjelasakan, kedatangannya ke NTB ini untuk menyelesaikan dua isu yaitu penyelesaian infratruktur TIK di Mandalika dan menuntaskan sinyal lemah dan blankspot di NTB.

Sirjen memberi penjelasan
Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, DR. Ir. Ismail MT

“Kami datang ke sini untuk menyelesaikan dua isu yaitu penyelesaian infrastruktur di Sirkuit Mandalika dan menuntaskan sinyal blankspot di NTB” ucapnya.

BACA JUGA: MotoGP 2022, Selamat Tinggal Blankspot di Lombok

Untuk infrastruktur TIK di area Sirkuit Mandalika Dirjen SDPPI telah menyiapkan beberapa langkah-langkah kesiapan. Di antaranya ialah terdapat koridor backbone yang mendukung layanan telekomunikasi di Mandalika dan menyiapkan  kanal frekuensi yang dapat dimanfaatkan oleh Dorna selaku penanggung jawab event MotoGP.

“Kesiapan infrastuktur TIK di area Mandalika dan sekitarnya saya katakan sudah aman,”ungkap Ismail.

Selanjutnya mengenai penyelesaian masalah sinyal lemah dan blankspot yang berada di wilayah NTB, menurutnya hal ini sudah masuk kebutuhan pokok masyarakat saat ini. 

“Hal ini merupakan hal yang penting karena sudah menjadi kebutuhan pokok masayarakat saat ini. Selain itu nantinya titik lemah sinyal dan blankspot akan difollow up,”katanya.

Terkait kerjasama dengan beberapa stakeholders, Ismail mengatakan, akan ditargetkan selesai pada Juli Tahun 2022.

 “Terhadap desa sinyal lemah, akan diselesaikan oleh BAKTI dan oleh Telkomsel dengan target penyelesaian pada bulan Juli 2022,” ujarnya.

BACA JUGA: Jaringan Sekolah Islam Terpadu Diajak Bersosial Media

Ia mengungkapkan, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh  rencana pembangunan  infratruktur jaringan telekomunikasi di NTB ini dan berharap berjalan dengan lancar dan baik.

Pada saat bersamaan, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB Dr. Najamuddin Amy, S. Sos., MM mengungkapkan, adalah sebuah ikhtiar dari Dinas Kominfotik NTB dalam hal mengoptimalkan sinyal atau jaringan telekomuikasi di seluruh wilayah NTB.

Dalam hal ini ia mengungkapkan telah menjalin koloborasi dan koordinasi dengan banyak stakeholders demi menyelesaikan masalah terkait blankspot dan lemah sinyal di NTB.

“Alhamdulliah hari ini ada hasilnya di Tahun 2022 titik-titik dimaksud akan di tindaklanjuti,” terangnya. ***

 




Transportasi Tak Siap, Penonton MotoGP Gunakan Ojek

Bukan saja waktu berangkat, waktu pulang pun transportasi bus membuat penonton MotoGP kecewa

MANDALIKA.lombokjournal.com- Meski sangat menikmati tontonan balapan MotoGP, tapi banyak penonton yang kecewa soal transportasi bus yang akan membawa mereka pulang.

Psalnya, transportasi pengangkut penumpang Moto GP tak siap mengantisipasi membludaknya penonton gelaran balap MotoGP. Bukan saja waktu berangkat tapi juga saat penonton mau pulang.

Transportasi bus tak jelas, penonton gunakan Ojek

Karena sampai malam bus tang kunjung datang, penonton MotoGP itu terpaksa menggunakan jasa ojek. 

Mereka tak keberatan bayar mahal demi segera sampai tujuan. Banyak dari penumpang hendak menuju parkir bus di Parkir Barat dan Timur. 

“Kalau ke Parkir Barat 50 (ribu) ke Timur karena jauh 100 (ribu),” ungkap salah seorang tukang ojek, Mamik Kus, ditemui di depan gerbang satu kelas deluxe sirkuit Mandalika

BACA JUGA: Penonton MotoGP Ricuh, Transportasi Penyelenggara Tak Siap

Pria asli Kute tersebut mengatakan kepada calon penumpang lebih baik menggunakan jasa ojek ketimbang menunggu bus, yang tak jelas kapan datang menjemput para penonton yang hendak pulang.

Dari pantauan lombokjournal.com di lapangan, puluhan tukang ojek menawarkan jasanya dengan iming-iming tujuan para penonton cukup jauh. 

Jam yang telah menunjukkan pukul 22.00 WITA juga menjadi hal lain yang menguatkan tukang ojek dalam menawarkan jasanya. 

“Parkir Barat, Parkir Barat, Pullman, Mandalika!,” Teriaknya. 

Seorang petugas keamanan kepada lombokjournal.com mengatakan untuk sabar menunggu kedatangan bus. 

Hal tersebut dikarenakan bus-bus pengangkut penumpang Moto GP banyak yang terjebak macet. 

“Tunggu di depan. Tapi harus sabar karena banyak bus yang kena macet,” terangnya. 

BACA JUGA: Sirkuit Diguyur Hujan Petir, Pawang Hujan pun Beraksi

Untuk diketahui, penulis menaiki bus milik Korps Brimob menuju Parkir Barat guna menunggu Bus yang nantinya mengantar pulang ke Mataram. ***

 

 




Penonton MotoGP Ricuh, Transportasi Penyelenggara Tak Siap

Penonton MotoGP yang hendak melanjutkan perjalanan pulang, ternyata tidak disiapkan bus

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Penonton ajang balap Moto GP Mandalika ricuh saat hendak menaiki bus yang akan mengantar mereka ke areal Parkir guna melanjutkan perjalanan pulang, Minggu (20/03/22) sore. 

Penonton MotoGP anggap panitia tidak siap

Dari pantauan di lapangan, penonton menyalahkan penyelenggara yang dinilai tak siap menyelenggarakan kegiatan sebesar MotoGP

Salah seorang penonton Eko asal Jakarta mengatakan, pihaknya kecewa karena tak satu pun panitia yang memberi arahan hendak menaiki bus yang sesuai tujuan mereka. 

BACA JUGA: Sirkuit Diguyur Hujan Petir, Pawang Hujan Pun Beraksi

“Wajar kami kecewa. Kita sudah menunggu lama. Tak satu pun saya lihat panitia memberi arahan ke kami,” ungkapnya.

Arahan justru diperoleh dari anggota Brimob yang seyogyanya bertugas mengamankan kegiatan. 

 “Nggak ada busnya. Nggak ada panitia. Polisi justru yang ada,” katanya. 

Panitia yang dikonfirmasi lombokjournal.com mengaku terjadi mis koordinasi yang menyebabkan penumpukan penumpang dan kemacetan bus penjemput terjadi di semua titik. 

“Semua koordinasi nggak jalan. Akhirnya ya, ini terjadi,” sesalnya. 

BACA JUGA: Indonesia Raya Berkumandang di Sirkuit Mandalika

Perlu diketahui, hingga berita ini ditulis, penumpang bus yang notabene penonton moto GP masih berkerumun di semua titik tempat tunggu penjemputan. Tidak jarang suara mereka bergemuruh meneriaki panitia.***

 

 




Indonesia Raya Berkumandang di Sirkuit Mandalika 

Baru kali ini lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang MotoGP

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Saat ini hujan mulai reda dan para pebalap sudah mulai bersiap2 untuk melanjutkan  balap MotoGP.  

Indonesia raya di sirkuit
Penonton ikut menggemakan Indonesia Rata

Pukul 15.50 wita, baru lagu Indonesia Raya berkumandang di Pertamina Pertamina Mandalika International Street Circuit, Minggu (20/03/22). 

Sebelumnya lagu maju tak gentar juga dinyanyikan dalam iringan Marching Band. Kedua lagu tersebut dinyanyikan dengan begitu mengharukan. 

Nasionalisme para penonton yang ikut menyanyikan lagu kebangsaan itu benar-benar  menjadikan Sirkuit Mandalika demikian membanggakan. 

BACA JUGA: Penonton MotoGP Ricuh, Transportasi Penyelenggara Tak Siap

Seremonial tersebut digelar saat Presiden RI Joko Widodo hadir untuk menonton langsung MotoGP seri II. 

Presiden Joko Widodo yang didampingi Ketua DPR RI Puan Maharani dan Bos Dorna Sport, hikmat selama lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. 

Sirkuit MotoGP Mandalika benar-benar menampilkan wajah Indonesia yang kaya dengan kebudayaannya. Tampil saat kumandang Indonesia Raya mereka yang menggunakan pakaian adat Sasak Lombok yang mencirikan kekayaan budaya daerah ini.***

BACA JUGA: Sirkuit Diguyur Hujan Petir, Pawang Hujan Pun Beraksi

 

 




Sirkuit Diguyur Hujan Petir, Pawang Hujan pun Beraksi

Menjelang race MotoGP, Pertamina Mandalika International Street Circuit diguyur hujan, pawang hujan pun turun ke sirkuit

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Di tengah meriahnya susana Sirkuit Mandalika dengan datangnya Presiden Jokowi, Minggu (20/03/22) siang, penonton di tribun berlarian karena tiba-tiba hujan lebat turun yang disertai petir

Minggu siang ini merupakan waktu yg dinanti-nantikan oleh penonton MotoGP Mandalika 2022. 

Sirkuit turun hujan saat Jokowi datang
Presiden Jokowi pada hari Minggu juga hadir

Namun menjelang race MotoGP, Pertamina Mandalika International Street Circuit diguyur hujan. Gerimis mulai turun sejak pukul 14.00 Wita atau setelah berakhirnya balapan Moto3.  

Tak lama setelah itu, hujan turun dengan derasnya sehingga para penonton khususnya yg ada di tribun tak beratap memilih berteduh. 

Ada pula yang asyik-asyik saja menggunakan jas hujan di bawah guyuran hujan deras disertai sesekali terdengar petir.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Lolos Homologasi FIM dengan Grade A

Hingga berita ini diturunkan hujan disertai petir masih turun dengan mengguyur sirkuit Mandalika.

Di tengah guyuran hujan, pawang hujan yang akhir-akhir ini fenomenal dan viral bernama Rara turun langsung ke sirkuit Mandalika. 

Ia memainkan “mantra” penghalau hujan. Kehadirannya mendapat sambutan riuh penonton, bahkan Para riders dan timnya tersenyum-senyum menyaksikan aksi pawang hujan perempuan ini. 

Di Media Center Indonesia Mandalika, para wartawan yang setia meliput sepanjang gelaran MotoGp ini, turut memberi tepukan bagi Sang Pawang dan juga aksi ketawa serta tersenyumnya para riders dan timnya melihat aksi pawang hujan ini. 

BACA JUGA: MotoGP, Hari Minggu Sirkuit Mandalika Dihadiri Penonton Istimewa

Sampai saat ini pawang hujan masih “bekerja”. Inilah salah satu keunikan Sirkuit Mandalika Lombok, yang jelas tidak dimiliki sirkuit lain di dunia. 

penonton akhirnya berteduh sete;ah sirkuit tutun hujan

Aksi pawang hujan ini begitu mengundang perhatian dan mendapat sambutan meriah. Harapannya, MotoGP bisa berjalan dengan sangat indah usai hujan berlalu.***

 




Jaringan Sekolah Islam Terpadu Diajak Bersosial Media 

Gubernur Zulkieflimansyah ajak Jaringan Sekolah Islam Terpadu  (JSTI) menjangkau ke seluruh dunia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Provinsi NTB diajak memanfaatkan sosial media (Sosmed). 

Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, agar sekolah dikenal seluruh dunia, tidak hanya dikenal masyarakat Lombok dan Indonesia saja.

Ajak jaringan sekolah Islam terpadu
Gubernur Zulkieflimansyah

You Can Reach Everywhere in the World (Anda Dapat Menjangkau Ke Mana Saja di Dunia, red” kata Gubernur Zul saat menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Pendidikan dengan tema”Membangun Profesionalisme Guru sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di  Nusa Tenggara Barat”, di LPMP, Sabtu,(19/03/22)

“Sekarang dengan sosial media, anda bisa menyentuh orang-orang di seluruh dunia dengan cara yang fantastis,” ungkapnya.

Bang Zul juga berpesan kepada ketua baru JSTI NTB, agar dapat menjadi seorang pemimpin yang dapat menghadirkan kebaikan dan kesejahteraan bagi seluruh anggota

BACA JUGA: Sirkuit Diguyur Hujan, Pawang Hujan pun Beraksi

“Kita diajarkan untuk tidak mengejar jabatan, tetapi hati kita diajarkan untuk penuh keikhlasan dan kerendahan hati, sehingga tugas dia Sebagai pimpinan adalah menghadirkan kebaikan dan kesejahteraan bagi anggotanya,” tuturnya.

Sementara itu, Yuvita Nurma Yuliana, S.Si selaku Ketua JSTI terpilih mengajak kepada seluruh anggota untuk sama – sama saling membantu dan harus lebih kreatif. 

BACA HUGA: Pengurus KONI NTB, Wajib Menang Bidding PON 2028

“InsyaAllah kami siap untuk melaksanakan amanah jaringan sekolah Islam terpadu Indonesia wilayah NTB sampai 2026, Kita harus lebih kreatif sehingga sekolah – sekolah NTB kita akan lebih berjaya,” ungkapnya. ***

 




MotoGP, Hari Minggu Sirkuit Mandalika Dihadiri Penonton Istimewa

Di ajang MotoGP Mandalika, hari Minggu Presiden Jokowi akan hadir di Sirkuit menyaksikan race MotoGP

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Hari kedua pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2022 di Pertamina Mandalika Circuit, The Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (19/03/22) berlangsung dengan lancar. 

Kondisi cuaca juga sangat mendukung walaupun di pagi hari Kawasan The Mandalika sempat diguyur hujan deras disertai angin. 

Sebanyak 33 ribu penonton hadir menyaksikan pembalap beraksi di atas aspal Pertamina Mandalika Circuit, dengan rangkaian sesi free practice, kualifikasi, dan race hingga sore hari.

Agenda balapan yang sudah terlaksana di hari kedua ini, adalah final free practice balap Moto3, Moto2, dan MotoGP serta kualifikasi Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), Moto3, Moto2 dan MotoGP. Sesi kualifikasi ini kemudian dilanjutkan dengan Race 1 IATC yang diisi dengan 16 putaran (lap).

Kecepatan tertinggi di Pertamina Mandalika Circuit hari ini diraih oleh Marco Bezzecchi dari Mooney VR46 Racing Team yaitu 315,7 km/jam pada saat menjalani kualifikasi. 

Sedangkan hasil kualifikasi MotoGP dengan waktu tercepat dicapai oleh Fabio Quartararo, Jorge Martin dan Johann Zarco.

Tuan rumah Indonesia sendiri mencatat prestasi melalui Mario Aji yang berhasil meraih start pada posisi ketiga dan masuk pada barisan 5 pembalap tercepat, pada sesi kualifikasi ajang Moto3 yang berlangsung pagi hari.

Serta Reykat Yusuf Fadillah yang berada pada posisi ketiga pada race 1 IATC.

“Penyelenggaraan event balap internasional pada hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Para pembalap menyampaikan, mereka senang dapat berlaga kembali di Pertamina Mandalika Circuit, setelah sebelumnya sempat mencoba Sirkuit ini pada Tes Pramusim pada Februari lalu.  Hari ini, banyak pembalap yang meningkatkan performanya dengan mencapai kecepatan lebih tinggi dari kemarin,” ujar Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.

Ajang MotoGP dimarakkan dengan aerobatic show TNI AU
Aerobatic Show TNI AU

Event hari ke 2 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Aerobatic Show yang melibatkan 6 pesawat dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) melintas di langit Mandalika. 

Penonton juga dihibur oleh penampilan Feel Koplo, RAN, Maliq & D’Essentials dan Padi Reborn di panggung BNI Mandalika Music Vibes yang digelar di area inner circuit, setelah balapan selesai.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Lolos Homologasi FIM dengan Grade A

Agenda balapan hari terakhir besok (Minggu, 20 Maret) akan dimulai dengan sesi pemanasan untuk kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP di pagi hari, sebelum digelarnya race Moto3 sebanyak 23 laps, Moto2 sebanyak 25 laps, dan MotoGP sebanyak 27 laps siang hari.  

Dan di puncak perhelatan MotoGP Mandalika 2022, Sirkuit yang disebut sebagai yang tercantik di dunia ini rencananya akan dihadiri penonton istimewa, eksekutor Mandalika, Presiden RI Joko Widodo yang akan menyaksikan langsung race MotoGP. 

“Presiden Joko Widodo direncanakan hadir di Sirkuit untuk menyaksikan race MotoGP,” tambah Abdulbar.  

Agenda lain usai gelar MotoGP berakhir yang akan berlangsung besok adalah panggung hiburan dengan  penampilan DJ Ninda Felina, Pamungkas, Band Samsons dan Band Slank di panggung BNI Mandalika Music Vibes.  

Sirkuit ajang MotoGP dari kejahuan

Selain balapan dan berbagai side event di inner circuit, penonton juga dapat menikmati sejumlah event lain yang digelar di dalam kawasan The Mandalika, diantaranya Mandalika Tropical Festival pada tanggal 19-20 Maret 2022 di Tanjung Aan, Festival Jajajan Bango tanggal 18-20 Maret 2022 di Kuta Beach Park, Konser Mandalika Weekender pada tanggal 20 Maret 2022 di Pantai Kuta, Food Truck Festival pada tanggal 18-20 Maret 2022 serta, tidak ketinggalan Pameran UMKM Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah di Parkir Timur 1 Mandalika.

BACA JUGA: Nonton MotoGP, Begini Alur Masuk Menuju Lokasi Sirkuit

“Dengan berbagai event pendukung baik di dalam Sirkuit maupun di sejumlah titik dalam kawasan The Mandalika, kami harapkan dapat memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi penonton yang hadir secara langsung di Mandalika untuk menonton balapan MotoGP 2022,” kata Abdulbar, ***

 




Pemilu 2024 Mengadopsi Kecanggihan Teknologi, Analisis Mi6 

Pemilu 2024 diwarnai fenomena menarik, yakni kuatnya partisipasi politik milenial dengan platform Teknologi 4.0

MATARAM.lombokjournal.com ~ Maraknya berdirinya Partai Partai Baru ditanah air patutlah di apresiasi sebagai salah satu pilar dalam  memperkuat demokratisasi. 

Selain itu muncul Partai Baru harus dimaknai pula sebagai ajang untuk membentuk karakter kepemimpinan yg tangguh melalui ideologi politik yang dianut. 

Seperti diketahui, jelang Pemilu 2024 setidaknya muncul partai baru yg diinisiasi oleh Tokoh Nasional, misalnya  Fahri Hamzah menggagas Pembentukan Partai Gelora. 

BACA JUGA: Pengurus KONI NTB, Harus Menang Bidding PON 2028

Pemilu 2024 diwarnai milenial
Bambang Mei Finarwanto (belakang)

Kemudian Amien Rais dengan Partai Ummat. Kemudian ada pula Partai Rakyat Adil Makmur disingkat PRIMA.

Selain itu ada juga Partai-Partai yang pernah ikut kontestasi seperti Perindo, PSI , dan lain-lain terlihat mulai ‘serius’ menata organisasi dan struktur partai,  agar perolehan kursi elektoralnya di Pemilu 2024 bertambah secara signifikatan. 

Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 melihat Pesta Demokrasi Rakyat (baca : Pileg/Pilpres) akan diwarnai fenomena yang menarik, menjadi ciri pembeda dari Pemilu periode sebelumnya,  yakni kuatnya partisipasi politik rakyat/milenial dengan membawa platform Teknologi 4.0 dalam menyemarakan kontestasi Pemilu 2024. 

“Mi6 menduga pada gelaran Pemilu 2024,  keterlibatan Anak Muda Milenial dengan menggunakan platform  teknologi modern akan mewarnai isu Pemilu 2024 dengan konten branding media agar Pemilu terlihat lebih friendly, ringan dan menghibur,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH didampingi Kepala Litbang Mi6, drs Zainul Pahmi, M.Pd. melalui Siaran Pers , Sabtu (19/03/22). 

Didu sapaan Bambang Mei menggarisbawahi, Pemilu 2024 adalah Epilog Pertarungan Politik  yang menyertakan kemajuan IT, sebagai cara mempengaruhi persepsi pemilih yang secara politik belum menentukan pilihan maupun afiliasi politiknya. 

“Selain melakukan aksi kampanye turun ke bawah, Pemilu 2024 akan diwarnai oleh sengitnya Perang Udara kaum milenial yang mengadopsi kecanggihan teknologi lewat berbagai platform media untuk menggaet pemilih pemula ,” ujar Didu. 

Isu Ikonik dan Modernisasi Teknologi 

Didu menilai modernisasi  teknologi baru pada gelaran  pemilu 2024 harus pula dicermati secara serius oleh kontestan peserta pemilu  karena berdampak pada perubahan perilaku dan persepsi politik konstituen. 

“Revolusi kecanggihan teknologi masa depan  harus dimaknai untuk mempermudah/ meringkas kerja politik yang manual di tingkat basis. Sehingga konstituen pada tingkatan paling grassroots memiliki up date informasi yang sama,” tandasnya. 

Terkait keberadaan Partai Baru ataupun Partai Gurem di NTB agar eksistensinya tetap ada dalam persepsi publik, perlu melakukan terobosan-terobosan ataupun mengkreasi isu sosial yang nyata, agar publik dapat merasakan langsung keberadaannya. 

“Tantangan besar Partai Baru ataupun Partai Gurem di Pemilu 2024 di mata votters, khususnya pada PemilihTerdidik adalah bagaimana menyakinkan persepsi dan pilihan politiknya tidak ke lain hati parpol lain,” ulas Didu.

BACA JUGA: MotoGP, Hari Minggu Sirkuit Mandalika Dihadiri Penonton Istimewa

Iai menambahkan, perlu ada desain dan strategi politik agar partai baru / partai gurem  perlu mensetup  ikonik  yang menjadi ‘perekat persepsi pemilih.

Sementara itu Kepala Litbang Mi6 , Zainul Pahmi menambahkan secara umum pemilih atau votters terbagi dua yakni Pemilih ideologi yang  telah menentukan afiliasi politiknya. 

Kedua, Floating Mass atau Massa Mengambang yang secara ideologi tidak memiliki keterikatan dengan afiliasi politik manapun. 

Dan Ceruk kategori Floating Mass bisa dilihat dari ketidakpedulian mereka terhadap Pemilu. 

“Jika Pemilih ideologi sudah jelas kantong dan pilihan politiknya, maka untuk meraih simpati pemilih yang kategori floating mass ini perlu treatment khusus , salah satunya menggunakan platform tehnologi karena mayoritas pemillih massa mengambang kebanyakan friendly dengan Gadget.  Maka cara pendekatannya harus melalui dunia yang digelutinya  agar lebih mudah diakses dan dipahami secara simple,” kata Zainul Pahmi.***