Penyelesaian Aset Gili Trawangan, NTB Jadi Role Mode

Keberhasilan Pemprov NTB dalam Penyelesaian kasus tersebut tak lepas berkat pendampingan KPK dan Satgas Investasi Nasional

BALI.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai role mode terkait masalah penyelesaian Aset bagi daerah lainnya di Indonesia. 

Penyelesaian kasus aset di Gili Trawangan dinilai sukses, dan mengantarkan Pemerintah Provinsi NTB meraih gelar praktik terbaik (best practice) yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA: Aset Masyarakat Gili Trawangan ada Titik Terang

NTB jadi role mode penyelesaian kasus aset khususnya di Gili Trawangan

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat diundang sebagai pembicara dalam rangkaian acara Road To Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 Wilayah Direktorat V Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK RI, di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem, Badung Bali, Jumat (25/11/22). 

“Alhamdulillah NTB terpilih sebagai provinsi yang mampu menyelamatkan aset negara Trilyunan di Gili Trawangan,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur NTB. 

Bang Zul menjelaskan, keberhasilan Pemprov NTB dalam menyelesaikan kasus tersebut tak lepas berkat pendampingan yang dilakukan oleh KPK dan Satgas Investasi Nasional. 

“Terima Kasih atas pendampingan dari KPK dan Satgas Investasi Nasional sehingga benang kusut tersebut bisa terurai,” ucap Bang Zul. 

Gili Trawangan sendiri merupakan salah satu objek wisata unggulan yang berada di Lombok Utara dengan luas 3.400.000 m2. 

BACA JUGA: KPK Meninjau Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan

Di atas lahan tersebut Pemprov NTB memiliki hak pengelolaan lahan nomor: 1 tahun 1993, seluas 750.000 m2. ***

 

 




NTB Siap Jalin Kerjasama Pendidikan dengan UNS

Sekda NTB terima kunjungan MWA Universitas Sebelas Maret, dan siap menjalin kerjasama pendidikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Upaya peningkatan Sumber Daya Manusia, sebagai salah satu program unggulan Gubernur NTB, dilakukan dengan memberikan beasiswa pendidikan kepada putra putri daerah baik dalam maupun luar negeri.

Hal diungkapkan Sekda NTB, H Lalu Gita Ariadi saat menerima silahturahmi rombongan Majelis Wali Amanat Universitas Sebelas Maret (UNS), di Ruang Rapat Sekda, Jumat (25/11/22).

BACA JUGA: Hari Guru Nasional, Kewsejahteraan Guru Diperhatikan

UNS berharap ke depan ada kerjasama dengan Pemprov NTB
Prof. Sajidan dan Lalu Gita Ariadi

Dalam silaturahmi itu juga terungkap rencana kerjasama pendidikan. 

Majelis Wali Amanat (MWA) UNS merupakan badan tertinggi universitas yang mewakili kepentingan pemerintah, masyarakat dan universitas itu sendiri. 

MWA merupakan organ UNS yang menyusun, merumuskan dan menetapkan kebijakan serta memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum dan pengawasan di bidang non akademik.

“Ini merupakan orientasi untuk peningkatan SDM jadi mudah-mudahan kerjasama baik informal maupun formal di masa yang akan datang akan terus berlanjut,” tuturnya.

Dijelaskan, NTB memiliki Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai bagian integral dari Pemerintah untuk menyongsong industrialisasi di NTB sehingga semua berproses dan berawal dari BRIDA.

Kepala BRIDA NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si.mengatakan, kerjasama yang masuk ke NTB akan melewati Biro Pemerintahan secara substansi dan secara teknis melalui pendidikan, pelatihan dan pengembangan di BRIDA.

Sementara itu, Warek IV Bidang Perencanaan Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS, Prof. Sajidan, memberikan apresiasi luar biasa terhadap Pemprov NTB serta berhadap ke depannya akan ada MoU antara kedua belah pihak.

“Memang banyak sekali alumni kami yang di NTB kemudian potensi-potensi yang ada termasuk peternakannya bisa meningkatkan pendapatan daerah termasuk yang utama kesehatan, pertanian, dan peternakan,” ungkap.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional, Guru Kunci Sukses Kejayaan Bangsa

Mantan Ketua APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Dr. Soeprayitno, M.M., menambahkan, NTB memiliki keunggulan di bidang Peternakan yang nantinya UNS dapat menjadi kapasitor untuk menghubungkan Pemprov NTB dengan pengusaha dan pihak perguruan tinggi. ***

 




Hari Guru Nasional, Memuliakan Para Guru di Bumi Gora

Terlahir dari Keluarga Guru, saat peringatan Hari Guru Nasional Rachmat Hidayat Beri Apresiasi Tinggi untuk Seluruh Guru di Bumi Gora

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih tiada henti untuk seluruh guru di Bumi Gora. 

Bagi Rachmat, Guru adalah ujung tombak pendidikan bangsa. Karena itu, guru tak akan pernah berhenti menjadi pelita untuk anak bangsa.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional 2022, Guru Kunci Kejayaan Bangsa

Pada peringatan Hari Guru Nasional, Rachmat Hidayat mengajat memuliakan guru

Bersama para guru di seluruh NTB, Rachmat ikut bersuka cita atas perayaan Hari Guru yang diperingati di seluruh Indonesia hari ini, 25 November 2022. Seluruh guru kata Rachmat, layak mendapat apresasi dari semua pihak pada hari ini.

Rachmat terlahir dari keluarga guru. Ayahandanya, Guru Ramiah, adalah tokoh dan tenaga pendidik yang memiliki nama sangat masyhur di Lombok Timur. Karena itu, Rachmat tahu persis, bagaimana mereka yang menempuh jalan hidup untuk mengajar, akan belajar dua kali lipat lebih keras daripada anak didiknya.

“Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Pintu tersebut tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci, yakni seorang sosok guru,” katanya, Jumat (25/11/22)

Menurut Rachmat, suka cita dan momentum perayaan Hari Guru harusnya dimaknai dalam dua sudut pandang. Bagi ibu dan bapak guru, mereka harus menyadari bahwa dirinya adalah inspirator dan teladan bagi murid dalam bersikap dan berperilaku. 

Sebab, guru adalah semangat bagi murid tidak saja dalam mempelajari dan menekuni ilmu, tapi juga sebagai contoh dalam berakhlak.

“Karena kedudukan yang mulia tersebut, seorang guru adalah cermin jernih tanpa noda bagi murid, bukan sebaiknya. Dengan demikian, guru harus tetap menjaga akal budinya,” katanya..

Sementara bagi murid, momentum Hari Guru ini, harus menjadikan mereka semakin memahami bahwa tanpa guru, mereka tidak akan mengerti diri dan lingkungannya. 

Para murid harus menyadari bahwa kehidupannya sekarang adalah hasil jerih payah dan keikhlasan guru-gurunya dalam mendidik. 

Keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan murid tidak bisa dipungkiri adalah berkat peran dari guru yang telah mengisi akal budinya sehingga tangguh mengadapi bahtera kehidupan.

“Karena itu, tidak pantas bagi siapa pun untuk melupakan jasa guru,” tandas tokoh kharismatik Bumi Gora ini.

Musabab itu, selayaknyalah, para guru dimuliakan. Mereka adalah sosok terhormat dan penuh dedikasi yang memberikan segala jerih payahnya bagi calon generasi bangsa. 

Apalagi, tak hanya sebagai pengajar, mereka juga bertindak sebagai pendidik. Di lain sisi, sosok guru juga menjadi panutan bagi setiap muridnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bernilai.

Rachmat menegaskan, guru memang adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan lantaran mereka tidak memiliki jasa. 

Justru sebaliknya, lantaran jasa mereka yang sangat besar dan tidak terbilang, sehingga akan menjadi teramat sulit bagi siapa pun untuk membalasnya.

Tempat Istimewa

Atas jasanya yang begitu besar itulah, sudah selayaknya guru mendapatkan apresiasi yang tinggi. Rachmat mencontohkan, bagaimana Bung Karno menempatkan guru sebagai figur yang sangat istimewa. 

Politisi senior PDI Perjuangan ini menceritakan bahwa Bung Karno memandang guru sebagai kelompok masyarakat spesial yang berperan membentuk akal dan jiwa anak-anak penerus bangsa.

Bung Karno kata Rachmat pernah menyebutkan dengan tegas, bahwa satu bangsa akan kehilangan rasa perikemanusiaan jika guru-guru di semua perguruan hanya tahu mengajar, menulis, dan menghitung saja. 

Namun, guru yang memiliki jiwa kebangunan akan berhasil membentuk akal dan jiwa anak-anak didik mereka.

Itu sebabnya, Bung Karno menganggap, selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur. Sehingga posisi guru menjadi sangat penting untuk membangun peradaban manusia.

”Melihat peran para guru seperti itu, tidak berlebihan jika saya katakan para guru adalah penjaga masa depan bangsa sekaligus kompas yang mengarahkan masa depan anak-anak bangsa,” tandas tokoh yang disebut “Datu Lombok” ini.

Di sisi lain, tanggung jawab guru juga sungguh besar. Di pundak mereka bahkan kini, keberhasilan literasi diletakkan. Baik literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan. 

Sebagaimana UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang memberi amanat besar kepada mereka yang didefinisikan sebagai ‘guru’ dan ‘dosen’. Undang-undang itu menyebutkan ‘guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.’

Kepada seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan di NTB, Rachmat pun menginstruksikan untuk mereka turut memuliakan para guru pada momentum peringatan Hari Guru ini. 

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, aktivitas pendidikan masih dapat terus berlangsung sepenuhnya karena adanya inovasi, kreativitas, dan dedikasi dari para guru. Dunia pendidikan melakukan penyesuaian dan para guru melakukan adaptasi.

BACA JUGA: Inovasi Unggulan NTB Dipaparkan di Kemendagri

Para guru juga terus mengambil peran vital. Mereka tak tergantikan dalam menavigasi putra-putri bangsa di tengah berbagai tantangan dunia modern dan kemajuan teknologi. Guru memegang peranan penting dalam upaya pemerintah membangun kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan Indonesia Maju.

 “Selamat Hari Guru untuk seluruh ibu dan bapak guru di NTB. Apresiasi dan terima kasih yang tinggi dari kami,” tandas Rachmat.***

 




Hari Guru Nasional, Kesejahteraan Guru NTB Diperhatikan

Sekda NTB usai peringatan hari guru tegaskan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah  bersinergi meningkatkan kualitas serta kesejahteraan guru

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kualitas guru-guru serta kesejahteraannya terus diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Hal tersebut disampaikan Sekertaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi, selepas menjadi pembina upacara dalam Peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Lapangan Sangkareang Mataram, Jum’at (25/11/22). 

BACA JUGA: Hari Guru Nasional, Guru Kunci Sukses Kejayaan Bangsa 

Sekda NTB jadi Pembina Upacara peringatan Hari Guru Nasional
Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan Sekda, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus bersinergi untuk meningkatkan kualitas serta kesejahteraan guru. 

Terlebih dengan adanya momentum Hari Guru Nasional yang tengah dirayakan hari ini. Akan ada akselerasi dalam hal tersebut, terlebih pasca pandemi Covid-19 yang sebelumnya membuat berbagai aktifitas terhambat. 

“Tugas kami memberikan dukungan kepada bapak ibu guru sebagai suluh bangsa untuk trus memberikan pencerahan untuk anak-anak kita,” tutur Miq Gite, sapaan Sekda. 

Sementara itu, dalam upacara Sekda NTB membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pesan-pesan yang ditujukan kepada para guru di Indonesia. 

Mendikbud juga mendorong para guru bersama Kemdikbud untuk terus melakukan perubahan dan kebaruan demi masa depan pendidikan.

BACA JUGA: Terima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2022

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan, kesejahteraan para guru perlu dukung dengan terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). ***

 

 




Hari Guru Nasional 2022, Guru Kunci Sukses Kejayaan Bangsa

Peringatan Hari Guru Nasional 2022 dengan tema ‘Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar’ agar anak didik lebih kreatif, mandiri dan mampu bertarung dalam pertarungan dunia global

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hari Jum’at, 25 November 2022, pada Hari Guru Nasional hampir semua orang kembali menengok jasa para guru.

Salah satu ucapan yang disampaikan pada Hari Guru; Thank you for being the guiding light and for inspiring me to do well in my studies. You are the best teacher. (Untuk guruku yang terkasih, selamat hari guru! Terima kasih telah menjadi pendukungku dalam pendidikanku dan telah menginspirasiku untuk menjadi yang terbaik! Kamu adalah guru yang terbaik!) 

BACA JUGA: Wisuda STIT Palapa Nusantara Lombok ke X

Perayaan Hari Guru Nasional sebagai momen untuk menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangan guru

Guru adalah para paglawan, meski tanpa menerima tanda jasa. Kita bersyukur saat ini sudah jauh berkurang tentang kisah menyedihkan terkait kehidupan guru termasuk keluarga guru.  Meski tak berlebihan, namun kehidupan ekonomi para guru sudah makin membaik.

Bangsa yang mengerti menghargai para pahlawan adalah bangsa yang menghargai mereka yang berperan dalam mencerdaskan bangsanya. Mereka yang berupaya memberi teladan,  seperti kisah Jenderal Sudirman seorang guru memberi inspirasi bangsanya, seorang guru yang akhirnya memilih berjuang mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.

Merdeka Belajar

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dalam momentum memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2022, memberi perhatian pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022.

Pada tahun ini, tema perayaan Hari Guru Nasional tahun 2022 adalah Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kebijakan dan program pembangunan nasional di bidang pendidikan sangat ditentukan oleh partisipasi dan konstribusi guru sebagai pendidik dan pengajar. 

Sehubungan hal tersebut, pemerintah dalam penyelenggaraan kebijakan dan program Merdeka Belajar memberikan ruang kepada guru untuk berpartisiasi dan berkonstribusi secara lebih. 

“‘Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar’ merupakan tema Hari Guru pada tahun 2022. Merdeka belajar memberikan ruang, kesempatan para guru untuk melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar sehingga melahirkan anak didik yang lebih kreatif, lebih mandiri, dan mampu bertarung dalam pertarungan dunia global,” ungkap Seskab Pramono Anung, seperti diunggah dalam kanal Youtube, Jum’at (25/11/22).

Posisi dan peranan guru tidak hanya menyukseskan kebijakan dan program yang sedang berjalan. 

“Partisipasi dan konstribusi guru dalam pelaksanaan kebijakan dan program pendidikan tersebut akan membawa dampak yang sangat signifikan dan menentukan di masa yang akan datang,” ungkap Seskab.

“Peran sentral guru untuk menyiapkan anak didik menjadi sangat penting karena akan mengisi ruang-ruang ketika Indonesia pada puncak kejayaannya yang diperkirakan akan dimulai pada tahun 2030,” ujarnya.

Untuk mewujudkan masa depan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang gemilang dan jaya tersebut, Pramono Anung menyampaikan ucapan dan mengajak semua guru di seluruh pelosok Tanah Air untuk terus bekerja dan berkarya menyukseskan pembangunan di bidang pendidikan.

BACA JUGA: Membangun Optimisme Masyarakat Merlalui Kesederhanaan

“Selamat Hari Guru Nasional kepada saudara-saudara guruku seluruh Indonesia! Teruslah bekerja, teruslah bekerja, teruslah berdarmabakti untuk bangsa dan negara,” tutup Seskab.***

 




Terima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2022

DinilaI berprestasi membina juara lomba Desa dan Kelurahan tingkat Regional tahun 2022, Gubernur NTB terima penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2022

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB  Zulkieflimansyah menerima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2022 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan merupakan bentuk apresiasi kepada Kepala Daerah atas yang berprestasi membina juara lomba Desa dan Kelurahan tingkat Regional tahun 2022.

Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi, dan diterima Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mewakili Gubernur NTB yang berhalangan hadir. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Paparkan Beberapa Ihtiar Ramah Disabilitas

Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2022

Penyerahan penghargaan itu berlangsung di Aula Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/22).

Kepala Daerah lainnya yang juga mendapatkan penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2022 adalah Gubernur Jambi, Gubernur Bangka Belitung, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Timur dan Gubernur Maluku.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam puncak acara Pindeskel 2022 atau ajang Pamer Inovasi Desa dan Kelurahan, yang digelar Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pindeskel 2022 digelar selama dua hari, 23-24 November 2022, memamerkan beragam hasil inovasi desa dan kelurahan. 

Dirjen Bina Pemdes Kemendagri Eko Prasetyanto mengajak agar semua pihak dari pusat sampai desa/kelurahan bergotong royong membangun desa. 

“Penyelenggaraan Pindeskel 2022 dirancang sederhana tanpa mengurangi kualitas dari Pindeskel sebagai ajang untuk saling bertukar informasi inovasi,” ujarnya.

Dalam momentum tersebut, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri juga meluncurkan e-Prodeskel atau profil desa kelurahan dan aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes) Rilis 2.0.5. 

Peluncuran dilakukan Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo di sela-sela Penganugerahan Juara Lomba Desa dan Kelurahan,.

Wamendagri mengharapkan, Pemda hingga desa dan kelurahan memberikan peran penting dalam penguatan proses transformasi digital dan ekonomi. 

“Untuk menguatkan transformasi digital dan ekonomi tersebut diperlukan ketersediaan data yang valid, sistem yang kapabel serta didukung kebijakan yang mampu menjawab masalah yang ada,” kata John Wetipo.

Dia juga mengingatkan pentingnya data dan informasi desa dan kelurahan dalam proses perencanaan, pelaksanaan evaluasi anggaran. 

BACA JUGA: Pacuan Kuda untuk Pertahankan Kearifan Lokal

“Saya imbau Pemda untuk mendorong pengelolaan data profil desa dan kelurahan (Prodeskel) serta menjadikan data Prodeskel sebagai dasar penyusunan dan perencanaan anggaran,” kata John Wetipo.

Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah atau Umi Rohmi mengapresiasi Kementerian Dalam Negeri yang telah memberikan penghargaan untuk NTB. Umi Rohmi berharap, aplikasi e-prodeskel berfungsi dan digunakan oleh seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. 

“Karena memang ke depan digitalisasi ini menjadi keniscayaan bagi kita,” tandasnya.

Umi Rohmi juga mengucapkan selamat bagi pemenang lomba desa dan kelurahan. Utamanya untuk desa dan kelurahan di NTB yang kebetulan ada yang meraih juara satu dan nomor dua.

“Ini saya mengapresiasi karena kita memang di NTB membangunnya berbasis desa. Program-program unggulan kita sebagian besar semuanya berbasis desa. Sehingga memang ini menjadi semangat untuk desa dan kelurahan bisa semakin maju ke depannya,” tutur Umi Rohmi. ***

 

 




Wisuda STIT Palapa Nusantara Lombok ke X

Hadiri wisuda ke X Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, Rachmat Hidayat inginkan wisudawan STIT Palapa Nusantara bekali diri dengan visi menjangkau masa depan

LOTIM.lombokjournal.com ~ Politisi senior PDIP NTB. H. Rachmat Hidayat menyatakan, kebangkitan kepemimpinan Indonesia bagi dunia, memerlukan penggalian spirit kepemimpinan Indonesia seperti sudah ditunjukkan oleh para pendiri bangsa.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Pulau Lombok, H Rachmat Hidayat, saat menghadiri wisuda ke X Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Palapa Nusantara Lombok – NTB, Kamis (24/11/22).

BACA JUGA: Membangun Optimisme Masyarakat Melalui Kesederhanaan

Rachmat Hidayat mengajak mereka yang ikut wisuda untuk menggali spirit kepemimpinan
Rachmat Hidayat (ketiga dari kiri)

Civitas akademika STIT Palapa Nusantara dan ratusan wisudawan/wisudawati menyambut antusias kehadiran anggota Komisi VIII DPR RI yang didampingi Ketua DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Sukro, Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Amrullah.

Dalam sambutannya, Rachmat Hidayat mengatakan, syarat pertama adalah menggali kembali keseluruhan spirit tentang kepemimpinan Indonesia yang telah ditunjukkan oleh para pendiri bangsa. 

“Belajar dari kepemimpinan Bung Karno dan Bung Hatta, ada korelasi antara ide/gagasan/imajinasi, spirit, tekad, dan tindakan strategis di dalam mencapai visi kepemimpinan Indonesia,” kata Ketua DPD PDIP NTB itu.

Di hadapan para wisudawan, Rachmat memaparkan panjang mengenai kepemimpinan Proklamator Ir Soekarno membangun Indonesia dan bagi dunia. 

Soekarno membuktikan sebuah kepemimpinan stratejik yang visioner namun membumi. Dan itu lahir melalui kepemimpinan intelektual, yang menciptakan daya imajinasi tentang masa depan. 

“Bung Karno memperkirakan pada tahun 1945, suatu saat Eropa dan Amerika Serikat akan mengalami krisis ekonomi bersamaan akibat bekerjanya kapitalisme. Kapitalisme menciptakan krisis, belum selesai krisis yang satu, muncul krisis lainnya, dengan dampak yang semakin berat dan kompleks. Pandangan ini terbukti pada tahun 2008,” urai Rachmat.

Tokoh yang dijuluki ‘Datu Lombok” lalu menjelaskan syarat kedua kebangkitan kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Yakni ideologi Pancasila dan UUD 1945 harus dipahami semangat dan konsepsinya di dalam membangun kepemimpinan Indonesia.

Syarat ketiga, adanya kepemimpinan strategis yang memadukan antara kepemimpinan ideologis yang memberikan arah, dengan kepemimpinan teknokratis yang menghadirkan kepemimpinan intelektual dalam agenda strategis guna membangun rasa percaya diri bangsa untuk percaya pada kekuatan sendiri.

Keempat, tersedia konsepsi pola pembangunan dalam perspektif jangka pendek, menengah, dan panjang. Konsep ini menjadi guideline policy dari seluruh penyelenggaran negara di dalam mewujudkan cita-cita nasionalnya.

Kelima, pendidikan dan kebudayaan ditempatkan sebagai lambang supremasi kemajuan. Di sini perguruan tinggi harus menjadi motor kemajuan.

Keenam, kata Rachmat adalah penguasaan ilmu-ilmu dasar seperti matematika, kimia, fisika, dan biologi dengan berbagai variannya. 

“Ini bersifat wajib dan harus dipacu pengembangannya secara progresif,” katanya.

Ketujuh, adanya sinergi koneksitas antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan Badan usaha miliki swasta. 

Yakni dengan mendorong budaya berprestasi, merit system di dalam mempercepat kemajuan menjadi bangsa yang berdikari.

Namun di atas segalanya, Rachmat mengatakan ada syarat ke delapan. Bangsa Indonesia harus berani meletakkan nasib bangsa dan nasib tanah air di tangan bangsa sendiri. 

Sebab hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendirilah yang dapat berdiri dengan kuatnya. 

“Karena itulah, marila, dari STIT Palapa Nusantara ini kita gelorakan kemajuan Indonesia raya dari kampus, dengan menggalakkan riset dan inovasi yang membumi, yang mempercepat jalan Indonesia berdikari,” tegasnya.

BACA JUGA: Pemprov NTB Paparkan Beberapa Ihtiar Ramah Disabilitas

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy, Ketua STIT Palapa Nusantara Dr. H. L. Moh. Fahri., M.H.,  Pembina STIT Palapa Nusantara, Prof.Dr Sayyid Agil Ali Idrus, M.Si, Koordinator Kopertis Wilayah 14  Mataram, Dr. H Nazar Naamy, M.Si serta sejumlah pejabat lingkup Pemda Lombok Timur dan sejumlah anggota DPRD Lombok Timur. 

Sanjungan Bupati Lombok Timur

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy dalam sambutannya secara eksplisit mengacungi jempol kiprah dan kepedulian Rachmat Hidayat terhadap pengembangan sumber daya manusia di NTB. 

Sukiman melihat, dalam kacamatanya H Rachmat Hidayat merupakan figur yang amat memberikan atensi terhadap tokoh-tokoh NTB yang telah bergerak membangun masyarakat.

Sukiman pun mengungkapkan, salah satu bentuk sumbangsih nyata Rachmat Hidayat adalah dirinya merupakan inisiator awal pemberian gelar pahlawan nasional kepada TGKH Zainuddin Abdul Madjid.

“Saya ingat Almagfurllah TGKH Zainuddin Abdul Madjid pahlawan nasional kita, yang dulu diinisiasi pengusulan pahlawan nasionalnya adalah oleh Kanda H Rachmat Hidayat,” kata Sukiman yang sontak disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang hadir.

“Jadi sampai dengan bergelar pahlawan nasional, banyak usaha, ikhtiar banyak pihak yang terlibat, untuk menjadikan beliau pahlawan nasional. Dan saya masih ingat inisitaif pertama datang dari beliau (Rachmat Hidayat, red) baru disusul yang lain. Bukan untuk memuji di hadapan beliau tetapi itu faktanya, mungkin beliau bisa bercerita lebih panjang nanti,” jelas Bupati Lotim dua periode itu.

Lebih jauh, Sukiman mengaku siap bersinergi dengan Rachmat Hidayat dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Salah satunya di STIT Palapa Nusantara Lombok.

“InsyaAllah pemda akan siap bersinergi, bersama Palapa Nusantara memajukan perguruan tinggi agar mendapat tempat di hati masyarakat.  Di akhir masa jabatan saya nanti di 2023 saya bercita-cita untuk memberikan sumbangsih kepada Palapa Nusantara berupa perluasan lahan di sisi kanan, nanti kita lihat berapa kemampuan pemda. Dan di situlah Kanda Rachmat Hidayat membangun gedung yang megah. Ssbagai bentuk kolaborasi antara pemda dengan DPR RI,” beber Sukiman.

Sukiman pun mengajak agar mendidik mahasiswa atau siswa dengan jangkauan yang jauh ke depan. Bukan dengan alam kekerasan, tetapi dengan kebijaksanaan. Dengan penuh kedewasaan dan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Rektor STIT Palapa Nusantara Dr. H. L. Moh. Fahri., M.H., dalam sambutannya berharap agar para wisudawan dan wisudawatu enantiasa diberikan taufik dan hidayah sehingga  dapat kembangkan potensi dan kemampuan yang ada pada setiap diri mereka. 

Sebab masih panjang perjuangan yang harus ditempuh sebagai sarjana. Sehingga akan dapat melaksanakan kiprahnya di tengah masyarakat dengan sebaik-baiknya. 

“Pesan kepada wisudawan dan wisudawati yang saat ini telah meraih satu langkah final di mana wisuda merupakan satu momentum dan pertanda telah menyelesaikan program strata 1. Proses ini tidak segampang membalikkan telapak tangan. Apabila maksimal apa yang digariskan dan apa yang tersirat akan mampu mengarungi bahtera kehidupan di manapun berkedudukan,” kelasnya.

Dirinya kemudian menukil empat jenis kecerdasan yang telah disampaikan Guru Besar UIN Mataram yang juga Sekjen PBNW Prof. Dr. TGH Fahrurrozi Dahlan, QH, MA.

Empat kecerdasan yang apabila maksimal dalam melaksanakan kecerdasan itu maka  tidak akan pernah mendapatkan kerugian. 

Pertama kecerdasan spiritual, yang merupakan pedoman dan langkah awal melakukan aktivitas apalagi berkaitan dengan pengkajian ilmu dan science. 

Kedua kecerdasan sosial, manusia merupakan makhluk sosial, tanpa adanya manusia yang kain tidak ada artinya tanpa ada kolaborasi dan relasi 

Kecerdasan ketiga yakni kecerdasan sosial – intelligence bahwa kehidupan manusia dalam tingkatan paripurna berempati sosial, melakukan komunikasi tidak hanya secara persoalan individual, tetapi diperlukan tingkat kebersamaan dengan individu dan manusia lainnya. 

Keempat, kecerdasan emosional. Kecerdasan ini menghendaki manusia tanpa satu proses yang dipertajam melalui akan pikiran, perasaan, maka kegiatan itu tidak akan bisa menghasilkan sesuatu yang optimal. 

BACA JUGA: Pengurus PGI NTB Diminta Masifkan Penjaringan Atlet Golf Muda 

“Oleh karena itu, kepada para wisudawan 4 hal pokok ini saya sampaikan agar terus mengambangkan dan menggali keilmuan, dengan teknologi yang begitu canggih, mencari dikuasai tentang permasalahan apapun yang anda hadapi. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing saudara,” bebernya.***

 

 




NTB Tetap Aman untuk Penyelenggaraan Event Dunia

Gubernur NTB: NTB sangat aman untuk menggelar berbagai event internasional ke depan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perhelatan WSBK tahun 2022 berjalan sukses untuk kedua kalinya digelar  di Pertamina Mandalika Internasional Cirkuit Lombok Tengah-NTB.

Tidak hanya meraih kesuksesan, event balapan internasional tersebut juga berjalan sangat aman dan tertib.

BACA JUGA: Rinjani Travel Mart di Sembalun dan Gunung Rinjani

Penyelenggaraan WSBK 2022 di NTB aman dan tertib

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan terima kasih banyak semua pihak yang menjadikan daerah NTB sebagai daerah yang aman untuk menggelar event internasional atau dunia. 

Terutama  pengamanan yang dilakukan secara intens oleh kepolisian daerah NTB, TNI dan seluruh stakeholder Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah serta seluruh masyarakat NTB.

“Ini membuktikan bahwa daerah kita sangat aman untuk menggelar berbagai event-event internasional untuk ke depannya,” ungkap Gubernur Zul

Ia menyampaikan itu saat  memberikan sambutan pada kegiatan Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Event World Super Bike Tahun 2022 di hotel Prime Park Mataram, Kamis (24/11/22).

Bang Zul sapaan akrab gubernur mengatakan, kesuksesan ini bukan hanya dirasakan oleh masyarakat NTB tapi juga seluruh masyarakat Indonesia. 

Sehingga ini kesusksesan ini menjadi modal untuk mensukseskan berbagai event dunia ke depannya.

“Acara kita sudah sukses, para menteri pun juga ikut happy, mereka semua bahagia. Mudahan-mudahan kepercayaan ini bisa kita jaga dengan baik,” jelas Bang Zul.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Purwanto mengatakan, kesuksesan event WSBK ditopang oleh beberapa faktor seperti Keberhasilan dalam pengamanan yang dilakukan oleh gabungan TNI/Polri, koordinasi semua pihak serta jaringan komunikasi yang selalu terjaga semua pihak.

“Saya sebagai Kapolda terima kasih kepada semua pihak. WSBK Berjalan dengan baik dan tuntas,” tegas saat memimpin rapat analisa dan evaluasi WSBK tahun 2022.

Djoko Purwanto menjelaskan, evaluasi pasca WSBK menjadi penting disempurnakan untuk menjaga keamana pada event selanjutnya. 

Sehingga apa saja yang kurang akan disempurnakan kembali pada gelaran event tahun berikutnya.

BACA JUGA: Pengurus PGI NTB Diminta Masifkan Penjaringan Atlet Golf Muda

Rapat Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Event World Super Bike Tahun 2022 yang diinisiasi oleh Polda NTB bekerja sama dengan Korem 162/WB serta semua stakeholder yang ikut andil dalam pengamanan WSBK tahun 2022. ***

 

 




Pemprov NTB Paparkan Beberapa Ikhtiar Ramah Disabilitas

Dalam mewujudkan NTB Ramah Disabilitas, salah satu program unggulan Pemprov NTB adalah mewujudkan NTB Ramah Disabilitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprob) NTB menerima Kunjungan dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) Indonesia. 

Kunjungan kali ini dalam rangka pemantauan terhadap implementasi Perda Provinsi NTB No. 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas, penyerapan aspirasi dan informasi dari NGO  dan para disabilitas.

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri

Serta penyerapan praktik baik yang dilakukan Pemprov NTB dalam pemenuhan hak-hak disabilitas.

Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik menyatakan, untuk mewujudkan NTB Gemilang, salah satu program unggulan Pemprov NTB adalah mewujudkan NTB Ramah Disabilitas. Ini terus diikhtiarkan dengan berbagai program pembangunan di NTB.

“Terimah kasih kepada teman KND yang sudah berkunjung di NTB. Semoga ini langkah baik untuk meningkatkan pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas,” ungkap Ahsanul Khalik saat menerima KND di ruang rapat Anggrek kantor Gubernur NTB, Rabu (23/11/22).

Ia menjelaskan, beberapa ikhtiar yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam mendorong layanan yang ramah disabilitas. Seperti MOU dengan beberapa pihak utk mempermudah kebutuhan layanan bagi disablitas, dan bantuan aksesibilitas layanan publik seperti kendaraan Bus Disabilitas dari Dinas Perhubungan NTB.

Selain itu mendorong dan memfasilitasi terbentuknya LKSPD (Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disablitas), memberikan  alat bantu seperti kursi roda untuk dewasa dan anak anak, tongkat ketiak, tongkat netra dan walker.

Dan mendorong OPD terkait dan tempat layanan publik agar akses untuk para disabilitas seperti taman kota, Membuka formasi penerimaan ASN dari kalangan disabilitas. Serta  memfasilitasi tiket gratis bagi rekan-rekan disabilitas untuk bisa menikmati event World Superbike di Sirkuit Mandalika tgl 12 Nopember lalu.

“Saat ini kami sedang melakukan perbaikan rancangan Keputusan Gubernur untuk pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Disabilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KND, Dr. Dante Rigmalia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB sangat ramah dengan penyandang disabilitas

Apalagi kebijakan itu diperkuat dengan Perda No 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

BACA JUGA: Jangan Ada Kekerasan Fisik dan Verbal kepada Anak

“Alhamdulillah NTB sangat memperhatikan hak perlindungan dan pemenuhan teman-teman disabilitas,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala OPD lingkup NTB juga ikut hadir seperti Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Ridwansyah serta sejumlah yayasan disabilitas yang ada di pulau Lombok.***

 

 




Membangun Optimisme Masyarakat melalui Kesederhanaan

Gubernur NTB menghadiri peletakan batu pertama membangun Ponpes Darunnadwa Al-Majidiyah NWDI di Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~ Meski dengan berbagai keterbatasan dan kesederhanaan, jika memiliki rasa optimisme yang tinggi maka segala sesuatu pasti akan tercapai.

Itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menghadiri acara pengajian umum sekaligus peletakan batu pertama Pondok Pesantren Darunnadwa Al-Majidiyah NWDI di Aikmel Utara, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (23/11/22).

BACA JUGA: Eksternalitas dalam Penyelenggaraan Event Internasional 

“Saya selalu membangun optimisme, cahaya di ujung terowongan itu selalu ada. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini sebagai bentuk optimisme kita, walaupun dengan berbagai keterbatasan dan kesederhanaan, Allah Swt.akan tuntaskan perjuangan kita dengan menghadirkan banyak kebaikan di kemudian hari,” katanya. 

Gubernur juga mengingatkan masyarakat, sebuah perjalanan panjang memang harus selalu dimulai dengan keberanian untuk mengayunkan langkah pertama.

“Perjalanan panjang selalu harus dimulai dengan keberanian mengayunkan langkah pertama. Jalan tidak akan selesai kalau tidak ada yang punya keberanian mengayunkan langkah pertama. Hari ini kita jadi saksi sejarah, pondok kita mulai meletakkan batu pertama. Mudah-mudahan dengan doa dan kerja keras bersama, insyaAllah akan selesai sesuai harapan,” tutur Bang Zul, sapaan Gubernur NTB. 

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri

Hadir pula pada acara tersebut, Ketua Umum PB-NWDI, Kepala Dinas Dikbud Prov. NTB, Kepala Dinas Sosial Prov. NTB, Pimpinan Baznas, Pimpinan NWDI, Kepala Biro Kesra Setda Prov. NTB, Kepala Biro Organisasi Setda Prov. NTB dan lainnya. ***