Gubernur NTB Bawa Air Narmada dan Tanah Tambora untuk Jokowi

Memenuhi undangan Presiden Jokowi ke Ibukota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim, Gubernur NTB bawa Air Narmada dan Tanah Tambora Dibawa 

KALTIM.lombokjournal.com ~ Bersama seluruh gubernur dari semua provinsi se Indonesia, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengunjungi ibukota negara (IKN) Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin (14/03/22).

Dalam kunjungan memenuhi undangan Presiden Jokowi itu, Bang Zul membawa Air Narmada dan Tanah Tambora sesuai pesan Presiden Joko Widodo. 

Presiden Jokowi mengundang para Gubernur se-Indonesia dan berpesan untuk membawa tanah serta air dari masing-masing wilayah. Tanah dan air yang dibawa harus diambil dari lokasi yang tentunya sesuai dengan kearifan lokal dan budaya provinsi tersebut.

BACA JUGA: Gubernur NTB Banyak Ditanya soal MotoGP di Kaltim

Gubernur ke IKN Nusantara
Gubernur Zul menyerahkan air dan tanah

“Kami membawa tanah dari Tambora yang punya sejarah besar, sedangkan air yang kami bawa dari Narmada akan membuat awet muda,” jelas Bang Zul, Minggu, 13 Maret 2022.

Bang Zul sebelumnya tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan pada hari Minggu siang. Gubernur datang bersama dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat. 

Tanah dan air yang dibawa para Gubernur akan digabung di dalam sebuah wadah kendi. Para Gubernur kemudian akan menyerahkan kepada Presiden.

Presiden Jokowi yang akan menuangkan ke dalam kendi yang sudah disiapkan.

 Digabungkannya tanah dan air dari seluruh Indonesia memiliki makna tanah dan air berkaitan dengan Nusantara, yang mana dari ujung Aceh sampai Papua memiliki kearifan lokal berbeda-beda.

Gubernur menyerahkan tanah dan air dari NTB
Menuangkan air se Indonesia di satu kendi

Kedatangan Presiden Jokowi sendiri ke IKN Nusantara direncanakan  berkemah di kawasan tersebut. Ia akan kemah bersama Gubernur Kaltim, Isran Noor; Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji; Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor; Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran; dan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang.***

 

BACA JUGA: Patung ‘Speed’ Jokowi akan Jadi Spot Foto Favorit 




Gubernur NTB Banyak Ditanya Tentang MotoGP di Kaltim

Perhelatan MotoGP banyak ditanyakan banyak orang kepada Gubernur Zul yang tengah berkunjung di Kaltim

KALTIM.lombokjournal.com ~ Perhelatan MotoGP rupanya sudah jadi pembicaraan masyarakat di banyak tempat, termasuk di Kalimantan Timur [Kaltim], khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang akan menjadi lokasi Ibukota Negara (IKN) yang baru, Nusantara.

BACA JUGA: Patung “Speed” Jokowi Akan Menjadi Spot Foto Favorit

Guber Zul melakukan kunjungan ke Kaltim

Terbukti saat kedatangan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersamaan dengan kedatangan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Senin (14/03/22] di Bandara Sultan Aji muhammad Sulaiman, Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu 13 Maret 2022. 

Kedua gubernur itu disambut sejumlah pejabat Pemprov. Kalimantan Timur.

Gubernur Zul mengaku senang, karena setiap bertemu orang di Kaltim banyak yang menanyakan tentang even MotoGP yang dalam beberapa hari ini akan digelar di Sirkuit Mandalika.

Gubernur Zul ke Kalimantan Timur untuk menghadiri undangan Presiden RI Joko Widodo yang akan menggelar acara bersama Gubernur se-Indonesia, di Titik Nol Ibukota Negara (IKN) Nusantara,  di Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin [14/03/22]. ***

BACA JUGA: Menteri BUMN Didampingi Gubernur NTB Tinjau Sirkuit Mandalika




Patung “Speed” Jokowi Akan Jadi  Spot Foto Favorit

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, pemasangan Patung “Speed” Jokowi nantinya akan banyak dikunjungi masyarakat untuk berfoto

LOTENG,lombokjournal.com ~ Patung “Speed” Jokowi telah terpasang di area depan Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit, Lombok Tengah. 

Patung “Speed” Presiden  Jokowi menjadi ornamen yang akan banyak dikunjungi masyarakat untuk berfoto. 

Gubernur menyaksikan pemasangan Patung Presiden Jokowi

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu saat menghadiri pemasangan Patung “Speed” Jokowi, Minggu (13/03/22).

“Ketika Pak Jokowi pakai motor saja banyak yang foto-foto, saya kira ini akan lebih rame lagi dan kalau menurut saya ini akan menjadi spot yang sangat favorit sebagai tempat foto masyarakat nantinya,” tutur Bang Zul.

Ia menyaksikan pemasangan patung itu didampingi Kepala Dinas PUPR, Ir. H. Ridwan Syah Patung “Speed” Jokowi tersebut merupakan karya seniman patung ternama, Nyoman Nuarta.

 Bang Zul juga mengungkapkan, ornamen Patung “Speed” Pak Jokowi menggambarkan suatu inspirasi. 

BACA JUGA: Bus Gratis untuk Penonton MotoGP, Ini Rute dan Jadwalnya

“Ornamen ini menggambarkan suatu inspirasi, pak Jokowi yang kerjanya cepat dapat kita jadikan inspirasi,” tuturnya.

Selain itu, Bang Zul juga menyampaikan antusias masyarakat lokal dalam menyambut perhelatan MotoGP, tiket hari ke – 3 sold out.

“Tiket hari yang ke – 3 sudah sold out, karena antusiasme masyarakat lokal yang cukup tinggi, kami Pemerintah Provinsi NTB berterimakasih diberikan kesempatan masyakarat untuk menonton disisi kiri dan di sisi lain,” ungkap Bang Zul. ***

BACA JUGA: Menteri BUMN Didampingi Gubernur NTB Tinjau Sirkuit Mandalika




Wagub NTB: Notaris Berperan Penting dalam Perekonomian 

Wagub NTB mengapresiasi Notaris yang penting dalam pembangunan dan Perekonomian Daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ikatan Notaris Indonesia (INI) Provinsi NTB diapresiasi karena memiliki peran penting dalam pembangunan dan perekonomian daerah.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah memberikan apresiasi kepada organisasi itu karena gerak ekonomi sangat tergantung dari kapasitas notaris di NTB,

Wagub di tengah peserta seminar

“Salah satunya, gerak ekonomi sangat tergantung dari kapasitas notaris yang ada di NTB dan kami sebagai pemerintah merasakan betul betapa pentingnya peran notaris di NTB,” ungkap Ummi Rohmi sapaan wagub.

Ia menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Seminar Nasional Implementasi Kewenangan Notaris dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia, serta kaitannya dengan Pertanggungjawaban dan Perlindungan Hukum bagi Notaris berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (12/03/22).

BACA JUGA: Membangun Jaringan Sehat, Kunci Sukses Jalankan Organisasi

Ummi Rohmi menuturkan, kapasitas notaris agar terus ditingkatkan, salah satunya dengan terus mengadakan berbagai Seminar untuk dapat terus menggali ilmu dan mengembangkan kemampuan diri.

“Sehingga seminar pada pagi hari ini, merupakan salah satu ikhtiar yang dilakukan untuk lebih meningkatkan kapasitas kompetensi daripada notaris,” tutur Ummi Rohmi.

Dalam kesempatan yang sama, Ummi juga menceritakan sepak terjang Provinsi NTB yang selama kurang lebih 3 tahun ini mengalami berbagai bencana besar, di antaranya gempa bumi yang terjadi pada tahun 2018 dan Pandemi Covid- 19 yang awalnya terjadi pada tahun 2020. 

Wagub mengatakan peran penting notaris
Wagub Sitti Rohmi

“Alhamdulillah NTB bangun dan bergerak maju tidak ada hal yang signifikan yang terjadi di NTB, walaupun dalam kondisi bencana, itu semua tentunya tidak terlepas dari peran tingkatan notaris,” ungkapnya. ***

BACA JUGA: Wagub Tinjau Sekolah di Bayan, Lombok Utara




Bus Gratis Penonton MotoGP,  Ini Rute dan Waktunya! 

Dinas Perhubungan NTB yang didukung oleh Kementerian Perhubungan Indonesia telah menyediakan Bus gratis untuk penonton MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok NTB, tanggal 18 hingga 20 Maret, mendatang tak perlu mengkhawatirkan transportasi yang akan digunakan. 

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan NTB yang didukung oleh Kementerian Perhubungan Indonesia telah menyediakan Bus gratis.

“Shuttle Bus bergerak dari masing masing simpul transportasi dengan jam operasional yang telah ditetapkan dan perlu diperhatikan persyaratan bagi masyarakat yang akan menggunakan shuttle bus tersebut,” tulis Dishub NTB pada akun Instagramnya. 

BACA JUGA: Menteri BUMN Didampingi Gubernur NTB Tinjau Sirkuit Mandalika

Dishub NTB sendiri telah merilis Sejumlah rute bus gratis ke Sirkuit Mandalika dan waktu penjemputan serta pengantarannya. Ini jadwalnya;

  1. Bangsal ke Mandalika pukul 06.30-12.00 WITA

          Mandalika ke Bangsal 16.00-22.00 WITA

  1. Ex Bandara Selaparang ke Mandalika 6.30-12.00 WITA

          Mandalika ke Ex Bandara Selaparang 16.00-22.00 WITA 

  1. Lembar/GT Mas ke Mandalika 16.00-22 WITA

          Mandalika ke Lembar/GT Mas 16.00-22.00 WITA

  1. Kayangan ke Mandalika 06.30-12.00 WITA

          Mandalika ke Kayangan 16.00-22.00 WITA 

  1. BIZAM ke Mandalika 06.30-12.00 WITA.

          Mandalika ke BIZAM 16.00-22.00 WITA. 

Khusus tanggal 20 Maret, Dishub menulis jadwal Bus Gratis diperpanjang sampai dengan pukul 23.00 WITA.

Persyaratan untuk dapat menggunakan fasilitasi bus gratis ini di antaranya, memiliki tiket MotoGP, hasil negatif tes antigen bagi yang belum divaksin dua kali dengan biaya Rp. 80.000, serta harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Tempat penyekatan MotoGP sendiri berada pada 3 titik, di antaranya Bundaran BIZAM, Bundaran Songgong, Bundaran Mong. 

Pada website resmi Kementerian Perhubungan RI, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan 188 bus dengan ukuran medium. Di antaranya 81 unit bus dari Kemenhub dan tambahan 4 unit bus VIP yang akan digunakan sesuai kebutuhan. Lalu, 103 unit bus dari ITDC Mandalika.

Penyedian bus gratis tersebut untuk antisipasi bila ada lonjakan penonton yang diprediksi/ditargetkan mencapai 63 ribu. Sebanyak 278 bus disediakan untuk melayani rute ke pusat kota dan simpul transportasi di luar kawasan sirkuit.

BACA JUGA: Kisah ‘Primadona’ Nurul Menolak Menikah Beda Agama

Dirjen Budi optimis, dengan fasilitas layanan transportasi darat gratis di semua pintu masuk di NTB akan memudahkan para penonton dari luar kota/provinsi maupun luar negeri sampai ke lokasi arena balap MotoGP.

Selain bus gratis dari Bandara dan Pelabuhan di Lombok, angkutan ini juga mengantarkan penonton MotoGP Mandalika pada 7 rute dari parkir barat dan parkir timur menuju gate 1, gate 2, dan gate 3 Sirkuit Mandalika. ***

 




Maju dalam Karir, Jangan Henti Mengupgrade Kualitas Diri

Setidaknya ada 10 tips untuk maju dalam karir, di bawah ini akan dijabarkan bagaimana memacu diri melangkah lebih cepat

lombokjournal.com ~ Kalau karir ingin terus maju, di bidang apa pun, salah satu kuncinya adalah motivasi untuk selalu meng-upgrade kualitas diri.

Hal ini berarti, meraih sukses berkarir adalah tak pernah membiarkan diri stagnan. Harus selalu ditumbuhkan motivasi dan keyakinan diri untuk maju. 

Namun, sekedar motivasi dan keyakinan diri, itu belum cukup. Dan terpenting, kunci terus maju adalah punya skill memadai. Untuk mencapai skill memadai tak bisa hanya berdiam diri. Seseorang harus bisa mengatur dan meningkatkan kemampuan secara efektif. 

Selalu meng-upgrade kemampuan atau skill membuka kesempatan lebih besar untuk , juga akan menjaga Anda tak terdepak akibat persaingan di kantor. 

Hilangkan perasaan cepat puas dan carilah cara untuk meningkatkan kualitas profesionalisme

BACA JUGA: Membangun Jaringan Sehat, Kunci Sukses Jalankan Organisasi

Maju dengan motivasi diri

Tak ada yang akan menikmati hasilnya selain diri sendiri, kok. Nah, berikut adalah beberapa trik untuk upgrade skill Anda: 

  1. Menakar kemampuan diri sendiri

Kita bisa memulai atau mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus objektif dan realistis. Jika merasa kinerja Anda belum maksimal, nilailah seperti itu. 

Siapkan catatan, tuliskan poin-poin tugas apa saja kita hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri Anda, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut. 

Konkritnya begini misalnya, jika seorang supervisor IT, tanyakan seberapa cepat mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini? Tanyakah juga apakah kita menikmati tugas-tugas tersebut. 

Daftar singkat ini akan membantu memperoleh gambaran utuh mengenai kinerja diri sendiri. Setelah diperoleh gambaran utuh, Anda bisa memutuskan aspek mana yang sudah Anda kuasai, dan aspek mana yang perlu ditingkatkan. 

  1. Jangan berhenti belajar 

Karier profesional merupakan proses di mana tiap orang memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus. 

Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan profesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang Anda ikuti, dan seterusnya. 

Dengan demikian, Anda akan mampu menjalankan semua tugas Anda dengan baik, saat ini dan di masa datang. 

  1. Merespon kesempatan

Semua orang yang berada dalam naungan sebuah perusahaan, mempunyai kesempatan menentukan karirnya sendiri. Jadi, bertanggung jawablah, dan pastikan untuk mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional Anda. 

Memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional? Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya. 

  1. Standar kinerja

Tentu sangat baik bila tiap orang menerapkan standar pribadi di dalam mengerjakan tugas profesionalnya. Standar inilah yang akan menentukan kualitas kerja. Di sisi lain, kinerja inilah yang akan menjadi dasar kenaikan jabatan atau promosi. 

Untuk mencapai kemajuan demi kemajuan, jangan segan bertanya kepada atasan bahkan rekan kerja. Bila perlu, mintalah job atau tugas baru yang menantang. Namun, jangan asal minta penugasan. Ukur kemampuan dan yakin bahwa Anda memang mampu menerima tugas. 

  1. Jaga hubungan kerja 

Meski tampaknya tak terkait langsung dengan skill, menjaga hubungan kerja dengan semua level merupakan salah satu strategi penting untuk mengembangkan kemampuan. Berusahalah agar mampu bekerja dalam tim secara efektif. 

Gunakan semua contoh dan teori profesional yang Anda punya untuk meningkatkan kinerja. Jika memungkinkan, jadikan diri Anda sebagai salah satu contoh bagi rekan kerja. 

  1. Membangun  jaringan

Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan membangun jaringan di luar kantor. Anda bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun tetapi bisa meningkatkan kualitas kinerja Anda. 

Contohnya, jika Anda seorang akuntan, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas bursa. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang Anda peroleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karir di kemudian hari. 

  1. Belajar dari ahlinya 

Cara terbaik menguasai sebuah bidang adalah belajar dari ahlinya. Jadi, jangan ragu untuk mencari mentor atau guru. Tentu, bukan dalam arti harfiah. 

Anda bisa, kok, misalnya “berguru” kepada penulis favorit Anda melalui buku-buku karyanya. Secara tak langsung, Anda akan menguasai ilmu Sang Ahli tersebut dan kemudian Anda terapkan dalam tugas sehari-hari.

 Tapi, bisa juga Anda langsung meminta petunjuk dari ahli yang Anda kenal. Yang penting, Anda yakin bahwa “guru” Anda ini memang ahli dan sudah memiliki pengalaman di bidangnya. 

Kalau perlu, carilah mentor sebanyak-banyaknya. Semakin banyak mentor, semakin banyak ilmu yang bisa diserap, sehingga ketika dihadapkan pada suatu persoalan kerja, Anda memiliki banyak solusinya. 

BACA JUGA: Basri, Kakek yang Pantang Menyerah Meraih Sarjana

  1. Merancang masa depan 

Ada pertanyaan-pertanyaan yang memancing motivasi, misalnya”Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana mengatasinya?” 

Salah satu ciri pemenang adalah selalu selangkah di depan lebih dulu ketimbang kompetitornya. 

Ketika kompetitor tengah asyik bergulat dengan persoalan hari ini, Anda sudah mencari solusi untuk persoalan yang muncul esok hari. Cobalah berlatih membiasakan diri untuk berada selangkah di depan. 

Dijamin, Anda akan menikmati hasilnya lebih cepat dari yang Anda perkirakan.

  1. Asah terus skill Anda

Sekarang sangat mudah bagi yang berharap meningkatkan skillnya, banyak sekali tawaran pelatihan atau kursus singkat untuk semua bidang profesi. Mulai latihan soal keuangan perusahaan, pelatihan program komputer, pelatihan leadership, dan sebagainya. 

Jangan ragu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, sekalipun tak berkait langsung dengan posisi pekerjaan. Jangan takut untuk mengikuti tes uji kemampuan. 

Biasanya ketakutan dan keraguan muncul ketika Anda belum melangkah. Begitu melangkah, Anda pasti mampu mengatasi keragu-raguan tadi dengan segera. Pengayaan skill ini sudah pasti akan menjadi poin tersendiri dalam menjalani karir Anda. 

  1. Jangan lupakan teknologi 

Dengan pesatnya teknologi informasi, banyak sekali situs atau jaringan sosial yang bisa dibuka dan membantu meningkatkan skill

 Cara paling mudah adalah mencarinya di Google. Kita juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas di Facebook atau Twitter. 

Jika tertarik untuk meningkatkan kemampuan negosiasi, kita bisa, “berteman” dengan jago marketing, jika berniat mempelajari program komputer, Anda bisa bergabung dengan komunitas programmer komputer, dan sebagainya. ***

 




Membangun Jaringan Sehat, Kunci Sukses Jalankan organisasi 

Salah satu kunci sukses jadi pemimpin sukses dalam menjalankan organisasi yaitu membangun jaringan yang sehat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun jaringan dengan berbagai kalangan, potensi bekerjasama untuk kemaslahatan masyarakat dapat dengan mudah terjalin.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menjadi Narasumber pada acara Seminar Online ‘Peningkatan Kapasitas Diri  dengan tema Optimalisasi Relasi, Kemitraan dan Jejaring Organisasi’ yang digelar Women Leadership Forum, Sabtu (12/03/22).

Namun Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengingatkan, membangun jaringan haruslah dibarengi dengan ketulusan. 

BACA JUGA: Basri, Kakek yang Pantang Menyerah Meraih Sarjana

Agar hubungan yang terjalin  dapat memberi manfaat kepada kedua belah pihak, dan tidak membuat salah satu pihak dirugikan.

Pentingnya membangun jaringan organisasi yang sehat
Gubernur Zul

“Membangun jaringan itu harus tulus. Jangan membangun relasi itu hanya ingin memanfaatkan. Kalau bisa tangan kita harus lebih sering di atas,” pesan Bang Zul 

Ditambahkan, sebelum membangun jaringan diperlukan pengenalan diri yang dalam. Jika seseorang mengenal dirinya dengan baik, maka dengan mudah orang tersebut mampu mengupgrade kemampuannya

BACA JUGA: Maju Dalam Karir, Jangan Henti Meng-upgrade Kualitas Diri

Sehingga lawan bicaranya bisa sering mendapatkan insight yang baru. 

“Kalo kita tahu positif negatif kita kita tahu mana yg harus ditingkatkan dan diperbaiki,” tutur Bang Zul.*** 

BACA JUGA: Rinjani Dibuka, Saatnya Pariwisata Lombok Utara Bangkit

 




Kisah ‘Primadona’ Nurul, Menolak Menikah Beda Agama

Gadis yang masa mudanya menjadi primadona di kotanya itu, kini telah menjalani masa tuanya, Di bawah terik matahari yang membakar kulit, Nurul (67), duduk di pinggiran sawah. Ia beristirahat di bawah sebuah pohon sambil menikmati sebotol air putih yang ia bawa dari rumahnya, bersama suaminya, Rahman (70)

lombokjournal.com ~ Inilah keseharian perempuan yang di masa mudanya bagai primadona di kotanya, menjadi idola para pria karena kecantikan dan kekayaannya. Lahir dari keluarga berada, bahkan bisa dikatakan kaya raya.

Tak heran kalau masa muda Nurul menjadi Primadona di kotanya. Banyak pria berpangkat termasuk yang memangku jabatan “tergila-gila” padanya. Namun, itu masa lalu Nurul. Kisah yang menghampiri hidupnya setengah abad yang lalu. Tubuh dan kulitnya yang dahulu putih dan mulus, kini tinggalah keriput yang menghitam akibat sengatan matahari yang tiap hari membakarnya.

Karena patah hati, Nurul pulang kampung di sebuah desa terpencil di Pulau Sumbawa dan memilih menikah dengan kerabatnya yang seorang petani. Sejak itulah, puluhan tahun ia menerima nasibnya menjadi seorang petani.

Perjalanan hidup yang penuh ironi, sempat membuatnya shock ketika pertama kali menyadari bahwa ia telah memilih menikah dengan pemuda kampung yang beda dengan pria-pria kota yang parlente yang pernah ia kenal. Namun, makin lama ia berpasrah diri, makin ia bisa menerima keadaannya itu meski terkadang ia sedikit minder.

Ketika ia memutuskan mengikuti kakaknya tinggal di Bandung, Jawa Barat, sekitar 40-an tahun yang lalu, ia menikmati kehidupan kota besar yang membawanya pada pergaulan berkelas.
Keputusan kakaknya untuk membawa Nurul ke Bandung kala itu lebih karena di Pulau Sumbawa tempatnya tinggal, ia banyak disukai para pria. Ia memang dikenal sebagai seorang perempuan cantik dan menawan.

“Istilah sekarang, di kota kecil tempatnya tinggal Bibi Nurul menjadi role model. Apa yang dipakainya akan diikuti orang lain. Begitu juga dengan gaya rambut dan model pakaiannya. Jika memakai sanggul, miring seinci pun akan membuat ia berdandan berjam-jam, seolah tiada habisnya jika dandannya tidak sempurna,” ungkap Rahmi, salah seorang keponakannya.

Cantik, menawan, pintar dan dikenal membuat banyak pria menyimpan hati padanya.
Namun Nurul seperti tidak bersemangat untuk pacaran. Hingga suatu hari seorang pria dengan kedudukan jabatan yang baik nekad datang melamarnya pada kakaknya karena kala itu orang tua mereka telah meninggal dunia.

BACA JUGA: Bau Nyale, Ini Kisah Drama Cinta Puteri Mandalika

Karena ia merasa tidak menyimpan hati untuk pria tersebut ia menolak. Penolakannya itu membuat si pria nekad dan memilih melarikannya. Beruntung, pria tersebut baik hati karena terlalu mencintainya sehingga Nurul tidak mengalami pelecehan atau lainnya.

Selama dua hari dilarikan pria itu, Nurul baik-baik dan aman saja. Nurul sendiri tidak marah pada pria itu karena ia tahu pria itu mencintainya apalagi dia memperlakukannya dengan baik selama “pelarian” itu.
“Kejadian itu bikin heboh di kota kecil tempat Bibi Nurul tinggal,” kata Rahmi.

Kisah itu sempat membuat beberapa pria yang juga menyukai Nurul “patah hati”. Melihat situasi demikian, kakak Nurul akhirnya membawa Nurul tinggal bersamanya di Bandung.
Di sana, Nurul melanjutkan sekolah guru TK-nya dan dengan mudah masuk dan bergaul meski pun itu kota besar. Ia banyak memiliki kawan-kawan hingga konon ia berkawan dengan orang-orang berkelas.

“Bibi Nurul punya pacar seorang pilot, tampan dan baik,” kata Rahmi. Mereka menjalin hubungan cukup lama bahkan hingga sekolah Nurul selesai.

Suatu hari, di saat sang pilot berlibur dan mengunjunginya di Bandung, mereka pun jalan-jalan bersama. Mereka berdua sengaja naik becak berkeliling kota. Di tengah jalan, Nurul di lamar oleh kekasihnya.
Alangkah senang hati Nurul mendengarnya. Obrolan pun berlanjut hingga ke rencana pernikahan yang rupanya mereka sepakati bersama.
Kedua sejoli ini larut suka cita karena keduanya merasa bahwa cinta mereka segera bersatu. Seluruh kesepakatan mereka buat sambil meneruskan naik becak bersama. Termasuk soal waktu sang pilot yang tidak setiap waktu bisa bersamanya karena harus terbang dari satu kota ke kota lainnya.

Setelah semua sepakat, tibalah waktunya mereka membahas soal tempat pernikahan.
“Di sanalah Bibi Nurul baru tahu kalau calon suaminya itu beda agama,” kata Rahmi.

Nurul sesaat tersentak dan diam. Selama mereka berhubungan, karena jarang bertemu, ia memang tidak pernah bertanya soal agama. Yang ada di kepalanya laki-laki itu Muslim, seagama dengannya karena tiap kali ketemu ia selalu mengucapkan salam dan sapaan-sapaan keseharian seorang Muslim.

Nurul tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dan langsung menyampaikan keberatannya pada calon suaminya jika harus menikah di luar cara Islam. Di lain pihak, rupanya calon suaminya pun bertahan bahwa ia tetap ingin menikah memakai cara agamanya.

Sempat terjadi percekcokan hingga akhirnya Nurul pulang dalam keadaan menangis. Nurul mengurung diri di kamar beberapa hari tidak keluar. Matanya sembab dan ia murung. Hingga akhirnya kepada kakaknya ia minta pulang ke kampung.

Oleh kakaknya sebenarnya mereka telah dipertemukan untuk bisa bicara lebih jauh dalam diskusi dengan kepala dingin. Rupanya diskusi itu mentok karena masing-masing bertahan dengan agama yang dianutnya. Pembicaraan yang menemui jalan buntu itu, akhirnya membuat Nurul tetap memutuskan pulang kampung.

Lari dan bersembunyi dari calon suaminya. Ia memilih tempat yang sangat jauh dan terpencil, di sebuah kampung asal ibunya. Padahal ibunya sendiri belum pernah tinggal di kampung tersebut karena sejak kecil telah tinggal di kota.

Tanpa pikir panjang, ia tidak ingin lagi berurusan dengan banyak pria yang juga dulu “memperebutkannya” ditambah lagi ia tak ingin calon suaminya itu menemukannya, ia minta dinikahkan dengan keluarganya yang tinggal di desa itu.
Tentu saja, pemuda yang telah memberinya tiga orang anak itu, seperti ketiban bulan, rezeki yang tidak pernah diduganya. Pernikahan mereka berjalan mulus dan Nurul menyerahkan nasibnya pada suami yang seorang petani.

Saat pulang dari Bandung, Nurul tidak kembali ke kota tempat mereka tinggal bersama orangtuanya melainkan ia pulang kampung. Hal itu dilakukannya karena Nurul sudah tidak memiliki apa-apa.
Harta kekayaan orangtuanya yang banyak, tidak ditemuinya lagi. Beberapa toko, rumah dan aset-aset lain milik saudagar ini telah dikuasai oleh  saudara-saudaranya (paman-paman Nurul).

Sebelum ayah dan ibunya meninggal, toko sembako terbesar milik mereka di kota itu, terbakar habis tak meninggalkan sisa sama sekali.
Awalnya kondisi ekonomi mereka tidak terganggu dengan terbakarnya toko tersebut karena masih memiliki aset-aset lainnya. Situasi mulai berubah setelah orangtuanya meninggal.

Seperti dalam sinetron-sinetron, harta mereka “dirampas” dan diakui oleh paman-pamannya yang tinggal di kota itu. Benar-benar tidak ada sedikit pun yang tersisa untuk mereka. Kakak beradik itu pun memilih pergi dari kota tersebut tanpa membawa apa-apa.

Mereka tidak sedikit pun mendapatkan hak-hak dari harta yang ditinggalkan oleh orang tua mereka.

BACA JUGA: Basri, Kakek yang Pantang Menyerah Meraih Sarjana

“Allah kan maha tahu dan maha melihat,” ujar Nurul pelan sambil tersenyum dan menyiangi padi di sawahnya.
Nurul dan kakaknya ikhlas atas apa yang dilakukan oleh paman mereka. Kedua anak yatim piatu itu akhirnya memilih pergi mencari kehidupan sendiri di luar kota. Begitu kembali ke kota itu mereka sama sekali tidak menemukan secuil pun dari harta orangtua mereka.

Sejak itulah ia diambil kakaknya untuk tinggal di Bandung beberapa tahun hingga akhirnya Nurul memilih kembali ke kampung asal ibunya dan menikah. Segala dendam dan sakit hati atas berbagai peristiwa perjalanan hidupnya, telah hilang.

Ia menerima kehidupannya hari ini sepahit apa pun itu.

Selama obrolan, Nurul memang tidak banyak bicara, ia hanya tersenyum-senyum saja, ketika keponakannya menceritakan kisahnya. Satu hal yang selalu ia katakan pada keponakan-keponakannya, hidup ini adalah pilihan. Jalani apa yang menjadi pilihan itu dalam keikhlasan lalu nikmati dengan ketulusan.

Nurul, perempuan dengan pesona yang indah telah memilih hidup sebagai seorang petani dalam keikhlasan dan kesabaran menjalani hari-harinya. Sesekali, beberapa pria yang pernah sangat menyukainya, kerap bertanya tentang keberadaannya pada keponakannya ini.

Ketika menghilang, Nurul tidak main-main. Meski ia selalu menjadi trendsetter di kota tempatnya tinggal, ia tidak segan bersembunyi di tempat yang tidak bisa dijangkau orang lain.
Ia lari dan bersembunyi dari dunia yang pernah menawarkan “keindahan hidup” tersebut demi satu pilihan yang selalu dijalaninya dengan ikhlas dan sabar.***




Menteri BUMN Didampingi Gubernur NTB Tinjau Sirkuit Mandalika

Saat melakukan peninjauan kesiapan Sirkuit Mandalika menyambut event MotoGP, MenterI BUMN yakin, perhelatan itu akan sukses

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Menteri BUMN, Erick Thohir meninjau kesiapan sirkuit Mandalika, untuk memastikan kelancaran event perhelatan MotoGP Indonesia atau Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 18-20 Maret 2022

Saat melakukan peninjauan, Menteri Erick Thohir didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Menteri BUMN meninjau pengaspalan Sirkuit

“Menemani Pak Menteri BUMN Mas Erick Thohir, melihat persiapan penyelenggaraan MotoGP,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB di sela melihat kesiapan sirkuit, Jum’at (11/03/22) di Mandalika Lombok Tengah.

Bang Zul bersyukur, pengaspalan lintasan sirkuit juga telah rampung dan siap dijajaki para pembalap MotoGP.

“Alhamdulillah perbaikan pengaspalan sudah selesai dan insya Allah siap untuk balapan MotoGP minggu depan,” ujarnya.

BACA JUGA: Rinjani Dibuka, Saatnya Pariwisata Lombok Utara Bangkit

Menteri BUMN Erick Thohir yakin, penyelenggaraan  event MotoGP Indonesia akan sukses dilaksanakan.

“Kami optimis Event MotoGP berjalan baik di sirkuit Mandalika,” kata Erick Thohir.

Apalagi pengaspalan ulang telah rampung, logistik sudah mulai berdatangan.

Selain itu, ia mengingatkan di era pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, agar tetap waspada dan mentaati protokol kesehatan, saat gelaran MotoGP.

BACA JUGA: Festival Begawe Rinjani, Wagup Berharap Disiapkan Pendakian Kelas Dunia

“Walaupun ada kelonggaran, sudah tidak berlaku PCR untuk perjalanan dalam negeri,” pesannya. ***

 




Basri, Kakek yang Pantang Menyerah Meraih Sarjana

Kerut di wajah Basri tak membuat semangatnya pudar. Gairahnya tetap menyala ketika harus memacu sepeda motornya setiap hari menelusuri jalanan hutan Pusuk yang berkelok-kelok.
lombokjournal.com ~ Tidak kurang dari 40 kilometer harus ditempuhnya demi menuntut ilmu. Bolak balik Tanjung Lombok Utara menuju Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, tidak membuat Basri, kakek berusia 61 tahun menyerah.
Sejak tahun 2015 ia menjalani masa kuliahnya di Fakultas Agama Islam jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dengan segala keterbatasannya. Dan di tahun 2020 lalu, ia lulus sebagai Sarjana tertua di kampus itu dengan predikat Mahasiswa Inspiratif Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tahun 2019/2020.
Menarik mengulik semangat kakek yang tak kenal putus asa ini. Meskipun menjadi mahasiswa tertua di kampus itu, Basri yang lulus PGA tahun 1978, senantiasa berusaha keras mengikuti perkembangan dan menyesuaikan dirinya dengan rekan-rekan kampusnya yang nota bene masih muda.
Ia tak sedikit pun malu duduk bersama dengan mahasiswa lainnya bahkan dosen yang usianya jauh lebih muda dari dirinya. Memutuskan kuliah di usia senja tersebut baginya sederhana saja, agar ia bisa lancar berbahasa arab dan harapannya kelak ia bisa menjadi seorang pendakwah.

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Sekolah di Bayan, Lombok Utara

Basri menyatakan ingin bisa berbahasa Arabb
Basri saat diwawancara Naniek I Taufan

“Saya ingin sekali bisa berbahasa Arab dan ingin berdakwah,” ungkap Basri.
Ketika pertama kali mendaftar di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, Basri mengaku tidak minder. Ia santai saja berbaur dengan para mahasiswa baru yang seusia dengan anaknya atau bahkan usia cucunya.
Begitu juga ketika ia pertama kali masuk kelas dan menjalani kuliah untuk pertama kali, ia duduk bersama anak-anak muda meski ia mengaku awalnya tak punya bayangan tentang kuliah itu seperti apa.
Baginya, ia hanya ingin menuntut ilmu agama, tidak peduli bagaimana kesulitan-kesulitan yang akan ia hadapi saat menjalani kuliah itu hingga ia menjadi sarjana.
Ia berusaha keras menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus dengan cara alami saja. Basri bahkan mengaku tak terpikir tentang bagaimana menyesuaikan diri, ia beradaptasi dengan cepat.
Basri beruntung karena kawan-kawan kuliahnya menerima dengan sangat baik keberadaannya, menganggapknya sebagai rekan kuliah tanpa melihat usianya yang sudah sepuh. Mereka juga bersedia membantunya dalam banyak hal. Penuh semangat dan rajin kuliah, itulah ciri khasnya.
Di mata Yusron Hadi, ST., M.Pd., dosen pengajar yang juga pembimbing skripsinya, Basri adalah mahasiswa yang rajin dan bersungguh-sungguh dalam menempuh perkuliahan.
Jarak yang jauh – ia tinggal di Tanjung, Lombok Utara – yang harus ditempuhnya untuk bisa mengikuti kuliah di Mataram, membuatnya beberapa kali tertidur di kelas karena kelelahan. Dan ini dimaklumi oleh dosen dan juga rekan-rekan sesama mahasiswanya.
“Saya sering menemukannya tertidur di kelas karena kelelahan, namun kami memaklumi itu, sebab semangat kuliah Pak Basri sangat luar biasa. Ini yang harus menjadi contoh bagi kita semua,” ungkap Yusron Hadi.
Jarak yang jauh dan keterbatasan biaya untuk perjalanan menuju kampus, tidak membuat semangatnya lemah. Agar tidak absen kuliah, ia sering menginap di masjid-masjid yang ada di Mataram jika memang kuliahnya padat.
Ia tidak ingin melewatkan waktu sia-sia untuk beroleh ilmu. Kisah menginap di masjid juga bukan hanya karena padatnya jadwal kuliah melainkan ia sering tak memiliki uang untuk membeli bensin motor.
Meski ia mendapatkan keringanan dengan kuliah gratis di kampus UMMAT, Basri yang hanya seorang tukang (apa saja dikerjakanannya secara serabutan) ini harus mengeluarkan biaya untuk operasional lainnya. Ia membiayai sendiri semua itu dari hasil yang tidak seberapa sebagai tukang dan penjual bibit buah-buahan.
Basri terbilang gigih. Ia tak malu untuk bertanya pada rekan-rekannya termasuk kepada dosen jika ada yang tidak diketahuinya. Di dalam kelas, ia mahasiswa yang sangat aktif.
Nyaris tidak ada momen kuliah tanpa ia bertanya ketika dosen membuka sesi mahasiswa bertanya. Ia sangat ingin mengetahui hal-hal detil dari ilmu yang baru saja dipelajarinya.

BACA JUGA: Festival Bedawe Rinjani, Wagub Berharap Disiapkan Pendakian Kelas Dunia

“Pak Basri sosok yang sangat gigih dan tidak pernah malu untuk bertanya, baik kepada rekan-rekannya maupun kami sebagai dosen. Aktif bertanya jika ia tak pahami sesuatu,” kata Yusron.
Marbot masjid yang menjadi Ketua Forum Silaturrahmi Marbot Masjid se-Lombok Utara ini, merupakan tipe yang pantang menyerah. Meski tertinggal terutama dalam hal teknologi operasional komputer, ia beruntung memiliki banyak kawan yang bisa membantunya sehingga ia bisa menulis skripsi dengan judul “Peran Forum Silaturahmi Marbot Masjid Dalam Meningkatkan Suasana Ibadah” dan ia mampu menyelesaikannya hingga lulus ujian.
Kisah di balik perjuangannya menulis skripsi ini juga tidak mudah. Bukan hanya persoalan mengoperasionalkan komputer dan mencari materi serta konsultasi dengan dosen pembimbing, melainkan sebuah peristiwa kecelakaan pernah hampir membuatnya gagal menyelesaikan skripsinya.
Ia mengalami kecelakaan sepeda motor saat getol-getolnya menyusun skripsi. Tidak kurang dari enam hari, Basri tak sadarkan diri di rumah sakit akibat kecelakaan itu. Hal itu bahkan membuat Basri sempat kehilangan sebagian memorinya.
Ia banyak tidak mengingat apa isi skripsinya begitu juga dengan dosen-dosennya. Namun, bekal semangat pantang menyerah yang dimilikinya membuat Basri terus maju untuk menyelesaikan skripsi tersebut. Kehilangan ingatan ini membuat dosen pembimbingnya sempat kesulitan melanjutkan bimbingan skripsinya.
Akan tetapi, sekali lagi ia beruntung mendapatkan dosen pembimbing yang memahami kondisinya itu dan ingin melihat Basri bisa berdiri di podium wisuda sarjana.
“Membimbing skripsi Pak Basri setelah kecelakaan itu sangat tidak mudah, sebab Pak Basri banyak lupa dan tidak ingat pula dengan dosen-dosennya. Tapi ia tetap tak menyerah, kegigihannya mengalahkan tantangan yang dihadapi. Ini pelajaran penting untuk kita dari Pak Basri,” kata Yusron yang mengagumi kegigihan mahasiswanya itu.

Basri tak mengenal oantang menyerah untuk meraih Sarjana
Basri, S.Sos

Dan pada akhir Maret 2020 lalu, Basri benar-benar membuktikan dirinya sebagai ciptaan Allah SWT yang terlahir tanpa menyia-siakan waktu, ia sukses mengikuti prosesi wisuda sebagai wisudawan tertua Universitas Muhammadiyah Mataram.
Bagi Basri, S. Sos., Demi Masa, waktu tidaklah boleh dibuang percuma sebab itulah hal yang paling berharga dalam hidupnya. Ia pantang menyerah sebelum Sarjana. ***