Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara

Dengan berangsungnya panen raya madu lebah trigona itu, membuka peluang ekonomi masyarakat Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Panen Raya Madu Lebah Trigona berlangsung di Dusun Rangsot, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Selasa (13/07/21).

Kegiatan panen raya itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto R ST MEng, bersama Direktur Komunikasi PT PLN Persero NTB, Kukuh Amukti.

Panen raya madu Trigona

Panen raya madu Trigona

Di tegah kegiatan panen itu Wabup Danny mengatakan, budidaya madu trigona dapat menjadi salah satu peluang masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Wabup mengatakan, Pemda Lombok Utara siap membantu masyarakat proses pembibitan, panen, dan pemasaran Madu Trigona tersebut.

BACA JUGA: Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara

Dalam kesempatan itu Wabup Danny juga meminta masyarakat pembudidaya Madu Trigona menjaga standar mutu, supaya konsumen merasakan manfaat yang maksimal dari madu.

“Terlebih di masa pandemi ini, madu sudah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjaga ketahanan tubuh. Jangan lupa untuk menjaga kualitas Madu Trigona. Pengiriman pertama dan selanjutnya kualitas harus tetap terjaga,” harapmya.

Manager Komunikasi PT PLN Persero NTB Kukuh Amukti menceritakan awal mula komunitas petani Madu Trigona di Dusun Rangsot.

Pihaknya mengakui, pascagempa banyak menemukan hal-hal yang bisa dikembangkan, salah satunya Madu Trigona. Pihaknya melakukan pembinaan yang bersifat berkelanjutan.

Dijelaskannya, potensi Madu Trigona bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Lombok Utara.

“Progam ini diharapkan bisa membuka pintu rezeki baru bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan berjalan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan panen madu dan foto bersama.

BACA JUGA: PPKM di NTB, Ini Pedoman Kerja OPD Lingkup Pemprov

Hadir pada acara tersebut Sekban Bappeda KLU Yuni Kurniati Maesarah SPt, Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil Fadli beserta tamu undangan lainnya.

jfs




Pembinaan P3A Santong untuk Menguatkan Kelembagaan Petani Pemakai Air

Pembinaan yang menguatkan kelembagaan P3A diperlukan, karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan

Santong, KLU.lombokjournal.com ~ Masyarakat Sejongga, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, merupakan Daerah Irigasi Santong yang berpartisipasi memelihara jaringan Irigasi dengan mengedepankan budaya gotong royong.

Penyediaan air irigasi bagi tanaman padi dengan mengedepankan budaya gotong royong itu, menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan.

Pembinaan P3A Santong

Terjaminnya penyediaan air irigasi bisa diupayakan melalui peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

“P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara mandiri, terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani,” kata pengamat pegairan Kecamatan Kayangan, Djohan Asmadi dalam acara tasyukuran sekaligus musyawarah dan diskusi 3A lingkup Santong dan Sejongga, Senin (12/07/21).

BACA JUGA: Cabang Olahraga E-Sport, Diapresiasi KONI Lombok Utara

Menurut Djohan, saat ini penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai menjadi fokus dalam peningkatan produksi pangan.

“Peningatan produksi pangan itu, di antaranya melalui pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan atau pencetakan sawah baru dan penyediaan alat mesin pertanian,” kata Djohan di hadapan petani dalam yang bernaung di P3A se Kecamatan Kayangan.

Djohan menjelaskan, penyediaan sarana dan prasarana, secara kuantitas mengalami peningkatan. Termasuk dengan pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah dilaksanakan, mampu memberikan kontribusi perluasan coverage area tanaman yang terairi.

Namun, menurut Djohan, saat ini yang masih perlu ditingkatkan dalam penyediaan dan pengelolaan air irigasi adalah bagaimana pengelolaan, pemanfaatan serta pemeliharaan jaringan irigasi berjalan secara berkelanjutan.

“Sehingga bisa terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan,” ujarnya.

Peran P3A

Djohan Asmadi dalam kegiatan pembinaan petani itu menjelaskan, P3A merupakan salah satu lembaga atau kelompok petani di pedesaan yang handal dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi.

Lembaga ini secara khusus mewadahi para petani yang terkait dengan tata kelola air irigasi di tingkat usaha tani. Sekaligus pengelolaan sumber daya air lainnya dengan tetap mengedepankan budaya gotong royong.

BACA JUGA: Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

“Jadi wajar jika kemudian kita merasakan betapa perlunya melakukan upaya penguatan atau pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air tersebut. Karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan,” kata Johan.

@ng




Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara

KONI Lombok Utara berharap, Cabang Olahraga E-Sport bisa memprsiapkan atlet-atlet yang dipersiapkan untuk PORPROV NTB tahun 2022

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Salah satu cabang olah raga (Cabor) baru yang menjadi pilihan para dan digandrungi generasi milenial untuk mempersiapkan diri sebagai atlet, Ialah E-Sport.

Di Lombok Utara, cabor ini banyak menarik minat para remaja maupun anak-anak.

H. Burhan M. Nur, S.H, Ketua KONI Kabupaten Lombok Utara mengapresiasi minat setiap generasi milenial yang ingin menekuni cabor E-Sport.

Harapannya, cabor E-Sport memberikan angin segar bagi keberlangsungan regenerasi atlet muda di kabupaten Lombok Utara.

“Sebagai Ketua KONI Kabupaten Lombok Utara, saya sangat mendukung dan mengapresiasi E-Sport ini,” katanya.

BACA JUGA: Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

Ia menuturkan, tanggal 1 sampai 3 juli 2021 sudah di laksanakan pertandinan E-Sport tingkat Kabupaten Lombok Utara, yang dimotori oleh pengurus E-Sort Kabupaten Lombok Utara, yang dilaksanakan di Kantor KONI kabupaten Lombok Utara.

“Semoga kita semua bisa melahirkan Atlet-atlet yang dipersiapkan untuk PORPROV NTB tahun 2022 nanti,” ungkap Burhan.

Namun seiring berkembangnya peminat cabor E-Sport, tidak dipungkiri banyak keluhan dari masyarakat. Keluhannya, anak-anak yang bermain terlalu lama hingga mengganggu aktivitas belajar mereka.

Terkait keluhan itu, Burhan menghimbau kepada pengurus E-Sport untuk terus mensosialisasikan, dan melakukan edukasi terkait E-Sport.

Maksudnya, agar masyarakat bisa memahami dengan baik, termasuk anak-anak yang menggeluti cabang E-Sport memahami aturan mainnya.

Burhan mengatakan, cabor ini baru saja bergabung sebagai Cabor di KONI Kabupaten Lombok Utara.

“Mengenai aturan dan tata cara pertandingan, dan berapa lama sebaiknya anak-anak bermain di E-Sport ini, tentu menjadi tanggung jawab para pengurus E sport ini. Pengurus cabor ini harus mensosialisasikannya kepada semua kalangan masyarakat termasuk para orang tua atlet atau calon atlet,” kata Burhan

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh semua pihak terkait cabor E-Sport tersebut.

Ketentuan tersebut sebagai penyeimbang antara waktu belajar dan bermain bagi anak-anak yang masih ditingkat sekolah. Ketentuan yang berlaku merupakan aturan baku bagi cabor E-Sport di kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Premium 169, Beras NTB yang diolah Cara Modern dan Industri

“Seperti yang pernah sampaikan oleh Plt Ketua E sport Lombok Utara beberapa waktu lalu, ada ketentuan bagi anak-anak atau para atlet, batasan waktu efektif bermain dan berlatih adalah 3 jam per-hari. Sehingga tidak mengganggu aktivitas yang lain termasuk belajar mengajar, jadi orang tua perlu tahu mana saja Game yang termasuk dalamm permainan E-Sport ini,” kata Burhan

Han




PPKM di NTB: Ini Pedoman Kerja bagi OPD Lingkup Pemprov

Selama PPKM diberlakukan, OPD lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk diperhatikan sejumlah hal penting.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi memastikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, 5 hingga 20 Juli, aktivitas perkantoran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemprov NTB berjalan sesuai pedoman yang ditetapkan.

PPKM di NTB

Lalu Gita menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Edaran Gubernur, no: 180/07/Kum/Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi NTB, ada beberapa atensi yang harus diperhatikan oleh masing-masing kepala OPD lingkup pemprov, antara lain:

Pertama, seluruh kepala OPD agar memperhatikan pedoman tentang Work From Home (WFH) maupun Work From Office (WFO) dengan tetap memperhatikan tugas-tugas wajib yg harus segera diselesaikan, seperti; persiapan APBD-P, APBD 2O22, penyerapan DAU-DAK, Percepatan lelang PBJ, SAKIP, Inovasi Daerah dan hal penting lainnya.

“Komunikasikan dengan baik dan cermat dengan memperhatikan kondisi kesehatan karyawan dan kondisi keluarganya dengan tetap menerapkan protokol covid yg ketat. Membuat forum sillaturrahmi virtual internal secara rutin atau berkala untuk saling memonitor kondisi baik yg WFH maupun yg WFO,” tegas Sekda, saat meninjau aktivitas perkantoran di beberapa OPD, Senin (12/07).

Ke-2, kepala OPD agar selalu menginformasikan kondisi kesehatan diri, keluarga dan karyawannya sebagai laporan ke gubernur dan wakil gubernur, agar dapat dilakukan langkah penanganan selanjutnya.

Ke-3, kepala OPD yang harus berhadapan dan berada pada garda terdepan, agar lebih waspada, jangan lalai untuk melengkapi diri dengan alat pelindung diri yg memadai seperti, masker, sarung tangan, hand sanitizer, minyak angin dan pelindung lainnya. Perhatikan asupan gizi dengan tambahan vitamin, jangan diforsir, lakukan pergantian waktu tugas dengan baik.

Ke-4, Kepala OPD agar rutin melaporkan situasi tempat kerja kepada pihak BPBD, untuk dilakukan disinfektasi bila ada karyawan yg positif covid.

Ke-5, selama WFH dihimbau kepada karyawan untuk tetap di rumah dengan memperbanyak membaca Kitab Suci Al Qur’an (muslim) atau Kitab Suci lainnya (non muslim).

Ke-6, jika mengalami kondisi darurat segera menginformasikan dengan hot line hubungi Sekda, Asisten 1,2,3, Kadis Kesehatan, Ka BPBD dan Kasat Pol PP, supaya kondisinya lebih cepat ditangani oleh pihak terkait.

“Semoga kita semua tetap sehat, tetap semangat dan selalu bahagia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberi perlindungan dan pertolongan kepada kita semua sehingga kita tetap dalam kondisi aman dan selamat dari musibah wabah ini,” tutur Sekda.

BACA JUGAPremium 169, Beras NTB yang Diolah Cara Modern dan Industri

manikp@kominfotikntb




Premium 169, Beras NTB yang Diolah Cara Modern dan Industri

Beras premium 169 produksi Sumbawa diolah menggunakan teknologi pemisah biji beras yang Standar Nasional Indonesia (SNI) dan merambah ritel modern.

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Saat mengunjungi Pabrik Penggilingan Beras UD. Fajar Samudra, di Sumbawa, Ahad (11/07), Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, mengatakan, industrialisasi beras lokal selain memajukan produk sendiri juga akan mensejahterahkan petani.

Premium 169, Beras NTBDengan adanya pabrik penggilingan beras modern yang berkualitas bagus dengan harga bersaing seperti ini, semestinya toko, gerai bisnis, dan ritel modern, sudah bisa mengakomodir produk beras lokal.

“Kalau beras premium sudah bisa dihasilkan dan distribusi lancar ditambah intervensi pemerintah maka harga gabah bisa stabil dan tidak merugikan petani kita”, ujar Zulkieflimansyah.

BACA JUGAPenangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

Beras premium 169 memiliki kualitas baik sebab langsung diolah dengan bahan baku beras asli Sumbawa. Orex Zohran, pemilik Pabrik Penggilingan Beras UD. Fajar Samudra, mengatakan, beras ini unggul karena langsung diproses segar dari sawah dan tidak diinapkan di lumbung petani.

“Kami menggunakan teknologi terbaru pemisah biji beras dan sesuai standar nasional Indonesia. Kemasan juga dibuat modern”, jelas Zohran.

UD. Fajar Samudra yang berlokasi di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa, telah beroperasi sejak 1998 dan memproduksi dua varian beras premium dalam kemasan 2,5 dan 5 kilogram.

Produknya juga sudah merambah ritel modern serta melakukan kerjasama dengan daerah lain, seperti Bali dan DKI Jakarta. Namun jumlahnya masih dibatasi agar pasar lokal Sumbawa tetap terpenuhi.

“Untuk retail modern sedang berproses lagi karena dua tahun ini distribusi belum bisa terealisasi”, ungkap Zohran.

UD. Fajar Samudra memproduksi beras rata-rata tiga sampai empat ton per-hari. Namun sejak adanya Rice Mild Unit atau Unit Mesin Penggilingan Padi, perusahaan ini mampu meningkatkan kapasitas produksinya hingga 5 ton per-jam, untuk beras super dan premium.

Saat ini, pola kemitraan di wilayah NTB (Sumbawa, KSB, Lombok) sudah mencapai angka 150 gerai lebih serta penjualan via online dengan menggunakan aplikasi pemesanan yang bisa diunduh di Playstore.

jm




Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

Mendapat bantuan dari Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Muhidin akan membuat kolam baru penangkaran penyu

TANJUNG.lombokjournal.comPenangkaran penyu secara swadaya di pantai Sedayu, Lekok, Desa Gondang, Lombok Utara, sudah ditekuni Muhidin sejak tahun 2014 silam.

Upaya menyelamatkan habitat penyu itu dimulainya dengan susah payah. Sebab penangkaran penyu yang dirintisnya sejak sekitar tujuh tahun silam itu bukan untuk mengejar keuntungan.

Tapi Muhidin melakukan penangkaran penyu semata-mata karena cinta lingkungan. Pria tua yang sederhana yag juga merupakan salah satu tokoh pejuang iklim itu mulai penangkaran penyu itu dengan sarana serba terbatas.

Penangkaran Penyu dapat bantuan

Misalnya, ia kerap mengambil air laut dengan ember untuk mengairi kolam-kolam penangkaran penyunya.

“Dulu saya mengambil air laut dengan menimba pakai ember,” tutur Muhidin.

BACA JUGA: Bantuan Painel Mesin Sumur Bor untuk Dusun Baru Murmas

Karena itu, ketika ia menerima bantuan dari Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Minggu (11/07/21), mata Muhidin berkaca-kaca.

Bantuan yang diterimanya berupa seperangkat mesin pompa air laut dan uang tunai sebesar Rp 16 juta tersebut disambut Muhidin dengan mata berkaca-kaca.

“Ini bantuan besar bagi saya, karena selama ini banyak yang menjanjikan bantuan, kemudian tak ada kabar. Tapi dari kawan-kawan inilah yang langsung terealisasi,” ujar Muhidi.

Muhidin mengaku, bantuan mesin pompa air laut tersebut akan sangat membantunya. Pompa air akan mempermudah pekerjaannya.

Sebab selama ini ia kerap mengambil air laut dengan ember secara manual untuk mengairi kolam-kolam penangkaran penyunya.

“Sekarang saya tak lagi ngambil air denga ember. Kita sedot dengan mesin pompa dai laut,” katanya.

Dan tentang batuan uang tunal Rp16 juta itu untuk apa?

BACA JUGA: Lombok Sumbawa Infinite Experience, Citra Baru Wisata NTB

Tidak ada lain rencananya, uang tunai bantuan itu pun akan dipergunakan untuk membuat kolam penangkaran baru. Selebihnya untuk merenovasi kolam lama yang sudah tidak memadai.

“Saya sangat terbantu dengan batuan ini,” kata Muhidin.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Kemas Omi Andrian mengaku, telah beberapa kali mengunjungi penangkaran penyu di tempat Muhidin.

Dari kunjungan tersebut ia menggali apa yang dibutuhkan oleh Muhidin, lalu melakukan penggalangan dana.

“Sudah beberapa kali kita ke sini, lalu menyerap apa yang menjadi kebutuhan beliau (Muhidin) dengan penangkaran penyunya, setelah itu kita komunikasikan dengan pihak pihak yang peduli untuk penggalangan dana,” ujar Kemas.

Ia dan pihaknya merasa senang karena telah berhasil menggalang dana dan langsung menyalurkan bantuan tersebut.

Sebab Muhidin telah melakukan aksi konservasinya secara swadaya. Sehingga menurutnya inilah yang menjadi perhatian.

Ia berharap semoga bantuan yang disalurkannya dapat bermanfaat dan menjadi motivasi agar Muhidin lebih bersemangat lagi.

“Semoga dengan bantuan ini Muhidin semakin bersemangat melakukan aksinya, Muhidin telah melakukan semua ini dengan swadaya, sehingga kami merasa ini perlu mendapat perhatian,” paparnya.

Memang masih ada kekurangan sarana lain yang menunjang kelancaran kegiatan Muhidin dalam penangkaran Tukik, seperti kolam yang standar, Tandon berukuran besar untuk menampung air.

Saat itu dilakukan pelepasan 100 tukik (bayi penyu), sebagai simbolisasi hidupnya konservasi di Lombok Utara.

@ng




Bantuan Painel Mesin Sumur Bor untuk Dusun Baru Murmas

Masyarkat Dusun Baru Murmas menerima bantuan panel mesin sumur bor, agar mesin itu berfungsi kembali untuk menarik air dari kedalaman tanah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sebanyak 2 (dua) painel mesin sumur bor bantuan dari PT. Tiara Citra Nirwana (TCN) Denpasar diserahkan ke Dusun Baru Murmas, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok, hari Minggu (11/07/21).

Bantuan Painel mesin sumur bor senilai kurang lebih Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) itu sangat dibutuhkan, untuk mengaktipkan tenaga listrik yang bekerja memompa air dari kedalaman ratusan meter di Dusun Baru Murmas.

Bantuan painen mesin

Karena itu, saat menyambut kedatangan Tim mekanik yang berjumlah 6 orang dari PT. TCN yang menyerahkan dua painel mesin sumur bor, pihak perwakilan tokoh pemuda Dusun Baru Murmas mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih,” kata Taufik mewakili tokoh pemuda.

Senada dengan ucapan tokoh pemuda, Kepala Dusun Baru Murmas, Artawadi, yang sekaligus Ketua Pamdus Gemulung Dusun Murmas mengatakan, bantuan 2 buah painel ini sangat berharga.

BACA JUGA: Tempat Ibadah Tidak Ditutup, Tapi Optimalkan Ibadah di Rumah 

“Saya bersyukur ada pihak PT.TCN sangat peduli dengan masyarakat Dusun Baru Murmas.

Dijelaskan, sumur bor yang selama ini dikelola masyarakat memang sering bermasalah dengan painel, yang fungsinya untuk menaktipkan tenaga listrik yang bekerja memompa air dari kedalaman ratusan meter di Dusun Baru Murmas.

“Masyarakat Dusun Baru Murmas memiliki satu satunya sumur bor, dan kalau terjadi kerusakan atau gangguan mesinnya, maka dipastikan air sulit di dapatkan,” kata Astawadi.

Ia bersukur masyarakat kedatangan donatur yang peduli dengan kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat Dusun Baru Murmas, yang memang sangat kesulitan dengan air bersih yang bersumber dari sumur bor yang ada.

BACA JUGA: Penerapan PPKM Mikro, Harus Berbasis Desa/Kelurahan

Terlebih lagi dengan kondisi masyarakat sekarang ini, jelas tidak mampu membeli kebutuhan sumur bor yang ada, lanjutnya.

“Warga kami kesulitan ekonomi karena mereka hanya mengandalkan buruh musiman perkebunan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Artawadi mengucapkan terima kasih kepada PT. TCN yang telah membantu perbaikan dan meluangkan waktu dan tenaga serta painel secara suka rela.

Perwakilan PT. TCN, I Gede Agus Artha Guna mengatakan, pihaknya sampai di Dusun Baru Murmas tidak lepas dari kkomunikasi yang dilakukan Kepala UPP Sahbandar Pamenang, Heru.

Gede Agus juga menyebut Ketua OPAL KLU, Jaharudin, yang sangat aktif mengkomunikasikan masalah yang dihadapi warga Dusun Baru Murmas.

“Karena kedua teman ini pula kami sampai ke dusun ini, dan syukur kami bisa datang ke tempat ini,” kata I Gede Agus.

Tim mekanik dari PT. TCN beberapa waktu lalu telah melakukan survey kerusakan mesin sumur bor yang dimaksud.

Terkait painel mesin yang rusak, Gede Agus menjelaskan kesulitan mendapatkan skema painelnya dan cukup lama menunggu, tak juga didapatkan.

Karena itu, pengerjaan mulai dari skema dan merakitnya pun dilakukan dengan penuh kehati hatian. Sebab posisi mesin sumur bor ada di dalam tanah.

Kendati demikian, pihak PT. TCN berusaha merangkai sendiri, sehingga merlukan waktu yang cukup lama. Penyebabnya, tim mekanik kesulitan mendapatkan sekema painel yang lama.

Selain butuh waktu yang cukup, juga pengerjaannya tidak bisa dilakukan sembarang orang. Tapi secara kebetulan pihak PT. TCN memang konsen pada perusahaan instalasi painel, jelas I Gede Agus.

“Kami hanya mampu membatu seadanya,” tutur Agus.

Pada saat yang sama PT TCN juga sedang membantu pembangunan gedung sekolah di Gili Terawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pamenang, KLU.

“Pihak perusahaan tidak maksud apa apa, selain membantu sesama kita tanpa melihat suku, ras maupun agama,” ungkap Gede Agus kepada warga Dusun Baru Murmas.

@ng




70 UMKM di Lombok Utara Disiapkan untuk Go Online

Pemerintah Daerah Lombok Utara mendorong 70 UMKM segeran go online melalui pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 hampir merubah seluruh tatanan hidup masyarakat, tak terkecuali dalam proses transaksi jual-beli.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah daerah mendorong masyarakat banyak berbelanja secara daring/online.

70 UMKM di Lombok Utara ikuti pelatihan DEA
H. Muhammad (kiri)

Potensi itu harus bisa direbut UMKM. Karena itu, Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo), Badan Litbang SDM Kementrian Kominfo, melalui Dinas Kominfo Lombok Utara, mendorong para pelaku UMKM di Lombok Utara segera Go-Online.

Caranya, dengan menggelar Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bertempat di Lesehan Sasak Narmada Tanjung, Sabtu (10/07/21).

BACA JUGA: Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air 

Pelatihan peningkatan keterampilan dan daya saing SDM UMKM di bidang teknologi informasi dan komunikasi ini, dibuka secara resmi Kepala Dinas Kominfo Lombok Utara H. Muhammad, S.Pd.

H. Muhammad dalam sambutannya menyambut baik program yang ditawarkan oleh BPSDMP Kominfo untuk mempersiapkan SDM yang unggul, dalam mendukung era revolusi industri 4.0.

Terlebih saat ini Kabupaten Lombok Utara telah dipilih sebagai 100 kabupaten di Indonesia menuju Smart city dari Kementerian Kominfo Republik Indonesia.

“Kami dari Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Kominfo Pusat lewat BPSDMP,” ucap Kadis Kominfo Lombok Utara.

Sebelum dimulainya kegiatan DEA dari BPSDMP Kominfo tersebut, H. Muhammad berpesan kepada 70 peserta yang lolos seleksi, agar mengikuti kegiatan dengan serius.

Muammad berharap para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya.

“Saya mengucapkan selamat mengikuti kegiatan Digital Entrepreneurship Academy ini, Mudah-mudahan bapak-ibu mendapatkan ilmu yang berkah dan nanti dimanfaatkan untuk kebaikan dan kelancaran usahanya,” ucapnya.

BACA JUGA: Premium 169, Beras NTB Diolah Cara Modern dan Industri

Potensi pasar e-Commerce

Sementara itu, dalam sambutan Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya, Eka Handayani, SE., MM yang dibacakan oleh staf BPSDM Surabaya memaparkan, potensi pasar e-Commerce di Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai sekitar 1.850 triliun rupiah.

Jumlah itu naik sekitar 9 kali lipat dari transaksi yang terjadi di tahun 2015. Menurutnya, hal tersebut adalah peluang untuk para UMKM agar bisa segera Go-Online.

Eka Handayani mengungkapkan, ada beberapa alasan UMKM harus beralih ke perdagangan secara online. Di antaranya bisa menjangkau pasar yang luas, memangkas biaya operasional, tidak harus ada lokasi dan potensi pendapatan tidak terbatas.

UMKM yang lebih banyak menggunakan teknologi digital menjadi lebih kompetitif secara internasional.

Dikatakan Eka, tahun ini, program Digital Talent Scholarship (DTS) menargetkan pelatihan peningkatan kompetensi bagi 100.000 peserta.

Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi, sebagai bagian dari program pembangunan prioritas nasional.

“Salah satu skema program DTS adalah Program Digital Entrepreneurship Academy yang merupakan program beasiswa untuk mencetak Digital Entrepreneur baru dengan target sejumlah 22.000 orang,” jelasnya.

Melihat pentingnya kegiatan DEA tersebut, salah seorang peserta asal Kecamatan Bayan, Denda Suria Sari  mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan untuk belajar bersama dengan pelaku UMKM yang lain.

Ia mengaku, kegiatan DEA sangatlah positif terutama dalam pengoptimalan pemanfaatan jaringan online sebagai salah satu media pemasaran yang efektif.

“Ini bukan seremonial tapi nyata bisa saya aplikasikan langsung dalam penjualan online. Memang waktu dua hari tidak cukup tetapi dengan penyampaian yang baik oleh narasumber, maka saya dan semua peserta bisa membuat konten-konten yang baik, bagaimana membuat foto yang menarik bisa dilakukan,” tutur Suria Sari.

Usai mengikuti kegiatan DEA, mewakili teman-teman UMKM Denda berharap, agar kegiatan semacam ini rutin diagendakan oleh pemerintah.

Baik Pemerintah Pusat, Provinsi ataupun Kabupaten dengan turut menggandeng BUMN yang nantinya bisa membantu dalam hal permodalan.

“Ke depan mewakili kawan-kawan yang lain, kegiatan seperti ini bukan hanya sekali, tapi UKM didampingi sampai bisa mandiri dalam dunia digital dan jangan lupa mengandeng BUMN yang bisa membantu permodalan untuk UMKM,” harapnya.

@ng




Lombok Sumbawa Infinite Experiences, Citra Baru Wisata NTB

Lombok Sumbawa Infinite Experiences, adalah rebranding pariwisata, hasil terobosan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, sebagai upaya meningkatkan promosi destinasi wisata.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mewakili Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Gita Ariadi, berharap, dengan adanya terobosan baru yang dilakukan oleh BPPD NTB, baik melalui karya foto dan video terbaik, sebagai media promosi visual dan digital yang sangat ampuh untuk meningkatkan minat wisatawan berkunjung kembali ke Lombok-Sumbawa.

Lombok Sumbawa Infinite Experiences“Tentu dengan kegiatan ini diharapkan promosi pariwisata akan semakin luas. Sehingga akan semakin banyak orang yang berkunjung ke NTB,” ujar Sekda, usai meresmikan brand baru Pariwisata NTB “Lombok-Sumbawa Infinite Experiences” di Hotel Jayakarta, Senggigi, Jumat (9/7).

Ketua BPPD NTB, Ari Garmono, mengatakan, sebagai salah satu tugas pokoknya adalah meningkatkan kegiatan promosi pariwisata Lombok-Sumbawa, sehingga brand baru perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan citra pariwisata NTB ke depannya.

“Brand baru ini, kami menyatukan dua destinasi (Lombok-Sumbawa) merupakan upaya untuk meningkatkan citra tidak hanya pariwisata Lombok juga pariwisata Sumbawa sebagai salah satu tujuan roadmap promosi BPPD NTB periode 2021-2024 mendatang,” jelasnya.

Upaya rebranding ini telah dilakukan kajian oleh BPPD NTB secara teoritis dan konsultasi kepada tim ahli baik di dalam dan luar negeri serta stakeholder pariwisata termasuk Dinas Pariwisata NTB.

Kajian brand ini dilihat dari keunggulan (value propositions) pariwisata NTB serta keunikan baik dari segi alam, budaya dan masyarakatnya. Brand Infinite Experiences Lombok-Sumbawa memiliki keunggulan yang secara alam, budaya dan buatan yang tidak terbatas serta dapat bersaing tidak hanya di level nasional bahkan internasional.

Dalam acara peresmian yang bertepatan dengan malam puncak acara pengumuman juara National Photography and Videography Contest 2021 dengan tema “Lombok Sumbawa Emerging Destination” sebagai event promosi perdana BPPD NTB yang didanai oleh Bank NTB Syariah.

Peserta Lomba fotografi diikuti oleh 203 orang yang berasal dari 25 kota se-Indonesia
dengan total 824 foto, dalam tiga kategori (culture atau heritage, landscape dan UMKM) serta lomba videografi dengan total 54 video.

Daftar Pemenang Lomba

Lomba Video:

  • Juara 1: RESTU SINGGIH, hadiah 12,5 juta
  • Juara 2: MUHAMAD HARIADI MAHSYAR, hadiah 10 juta
  • Juara 3: AHMAD NIPARI DARWIS, hadiah 7,5 juta
  • Juara favorit; M. AZIZAN, hadiah 2 juta

Kategori UMKM:

  • Juara 1: MUHAMMAD ZUHRI ISNAENI, hadiah 10 juta
  • Juara 2: GEDE SUDIKA PRATAMA, hadiah 7,5 juta
  • Juara 3: I KETUT SULENDRA hadiah 5 juta
  • Juara favorit; ANIS MUJAHID AKBAR, hadiah 1,5 juta

Kategori Landscape:

  • Juara 1: IMRAN ISWANDI, hadiah 10 juta
  • Juara 2: SURYA SRIYAMA, hadiah 7,5 juta
  • Juara 3: ENDAH RUM UTARI, hadiah 5 juta
  • Juara Favorit: KHAERUL ANAM, hadiah 1,5 juta.

Kategori Culture:

  • Juara 1: RAIYANI MUHARRAMAH, hadiah 10 juta
  • Juara 2: ZAM ANWAR ANNAS, hadiah 7,5 juta
  • Juara 3: RANAR PRADIPTO, hadiah 5 juta
  • Juara Favorit: AGUS KURNIAWAN, hadiah 1,5 juta

 




Tempat Ibadah Tidak Ditutup, Tapi Optimalkan Ibadah di Rumah

Secara khusus terdapat revisi terkait Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 yang berkaitan dengan penutupan tempat ibadah dan pelaksanaan dan resepsi pernikahan

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Ada revisi aturan terkait Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kementerian Dalam Negeri mengubah aturan tempat ibadah semua agama yang semula ditutup selama  masa PPKM Darurat Jawa Bali berlangsung, menjadi hanya meniadakan kegiatan keagamaan.

Memang secara khusus, revisi itu yang berkaitan dengan penutupan tempat ibadah dan pelaksanaan resepsi pernikahan.

BACA JUGA: Penerapan PPKM Darurat Harus Berbasis Desa/Kelurahan

Dalam revisi aturan PPKM Darurat itu, tempat ibadah tidak lagi ditutup dan resepsi sepenuhnya ditiadakan.

Perubahan itu tertuang dalam instruksi Mendagri Tito Karnavian Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Bunyi revisi instruksi Mendagri 19/2021 sebagi berikut:

“Dalam rangka tertib pelaksanaan PPKM darurat COVID-19 di Jawa dan Bali, perlu dilakukan perubahan, khususnya pada diktum ketiga huruf g dan huruf k instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19.”

BACA JUGA: PPKM di NTB, Ketentuan yang Ditetapkan dan Harus Dipatuhi

Bunyi huruf g dan k pada instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 semula seperti ini:

g. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara;

k. resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang

Kemudian direvisi menjadi seperti ini:

I. Huruf g, tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM darurat, dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah

II. Huruf k, pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat.

Instruksi Mendagri 19/2021 itu tertulis aturan baru ini berlaku mulai 10 Juli sampai 20 Juli 2021. Instruksi baru ini sudah diteken oleh Mendagri Tito Karnavian.

Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi, membenarkan instruksi Mendagri itu.

Pada intinya, menurut Jodi, revisi aturan terkait auran rumah ibadah adalah meminta warga mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

“Tetap mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah. Karena imbauan ini untuk kebaikan kita sendiri, keluarga dan masyarakat secara luas,” kata Jodi seperti dikutip detiknews, Sabtu (10/7/2021).

Rr

detiknews