Konsultasi Pemprov Ke Banyak Pihak, Addendum Sudah Tepat

Pemprov mengambil langkah melakukan addendum, sudah konsultasi ke banyak pihak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah, HL Gita Ariady menegaskan upaya melakukan Addendum atau perjanjian ulang terkait kontrak produksi PT Gili Trawangan Indah di lahan milik Pemprov seluas 75 Ha di Gili Trawangan sudah tepat.

Konsultasi ke berbagai pihak sudah dilakukan pemprov

“Kita ingin memperbaiki pengelolaan aset kita disana, karena PT GTI masih memiliki hak mengelola sampai dengan 2026. Kalau hal ini dibawa ke pengadilan akan berlarut larut dan status lahan akan status quo,” jelas Lalu Gita Ariady.

Itu dikatakannya, saat menghadiri diskusi publik daring tentang permasalahan Addendum PT GTI dan Pemprov NTB yang digelar Sirra Prayuna Syandicate, Rabu (14/07/21).

Ditambahkannya, jika pun PT GTI dinilai melakukan tindakan wanprestasi atas kewajibannya mengelola lahan maka hal itu harus didasarkan pada putusan pengadilan.

BACA JUGA: Metode Sri dan Jarwo, Meningkatkan Produksi Petani Padi

Pemprov mengambil langkah dengan melakukan konsultasi ke banyak pihak. di antaranya Kemendagri, BPK, KPK dan lain lain untuk melakukan langkah tepat sesuai aturan hukum yang berlaku.

Serta melihat aspek lain di luar hukum termasuk keberadaan masyarakat yang menempati sebagian lahan yang dikelola PT GTI.

Adapun terkait Addendum, Pemprov baru dalam tahap melakukan pemetaan dan inventarisasi, serta mengumpulkan data terkait keberadaan PT GTI selama 25 tahun ini, dan keberadaan masyarakat yang melakukan usaha di sebagian lahan tersebut.

“Yang pasti masyarakat, PT GTI dan pemerintah provinsi sebagai pemilik aset tidak boleh dirugikan,” tambah Sekda.

Langkah yang saat ini sedang bergulir akan menjadi rancangan pokok pokok dalam surat keputusan (SK) Addendum yang dapat diterima oleh semua pihak.

Miq Gita mengatakan pula Adendum itu, semangatnya ingin membuat kolaborasi yang baik antara Pemprov berupa peningkatan nilai sewa lahan yang signifikan dari penerimaan saat ini sebesar 22,5 juta pertahun.

Miq Gite menegaskan pilihan adendum yang diambil Pemprov NTB sesuai dengan hasil formula yang direkomendasikan Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejati NTB, yang ditunjuk Pemprov selaku kuasa hukum Pemda.

Meski demikian, adendum kontrak kerja sama tersebut memiliki syarat. Yakni harus ada jaminan PT GTI kepada JPN Kejati NTB dan Pemprov NTB, bahwa mereka punya modal untuk diinventasikan di Gili Trawangan.

Miq Gite menyebutkan Addendum yang dipilih berjalan dengan tahapan yang sudah dilakukan.

Di antaranya, Pemprov melalui Kejati NTB telah melakukan berbagai konfirmasi dan validasi pada semua obyek di atas areal PT GTI.

Hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa investor tidak bisa bekerja di lahan tersebut, karena masyarakat sudah lama menempati lahan itu.

BACA JUGA:

Peresmian UTD, Kini RSUD KLU Siap Melayani Kebutuhan Darah

“Tapi, kami ingin masyarakat tidak dirugikan dengan memedomani ketentuan hukum yang berlaku. Salah satunya, putusan Mendagri tanggal 4 Juni tahun 1997 sebagai konstruksi Hukum untuk bisa mereduksi klausul perjanjian yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah,” tandas Sekda.

nov/jm




Peringkat NTB Naik Terus dalam Ajang IGA 2021

Dalam Lomba Inovasi Daerah dan Pemberian Penghargaan IGA 2021, peringkat NTB naik posisi ke-3, yang sebelumnya pada peringkat 15.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Peringkat NTB naik posisi ke-3 dalam Lomba Inovasi Daerah dan Pemberian Penghargaan IGA 2021 Kementerian Dalam Negeri, setelah bulan lalu masih terbawah kemudian peringkat 15 dan melesat ke posisi 3 nasional.

“Saat ini kita termasuk provinsi inovatif bersama Jateng dan Sumsel dengan skor 54,3. Selisih tujuh poin dengan daerah di peringkat pertama. Sedangkan sepuluh kabupaten/ kota kita ada di peringkat 15 nasional”, jelas Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Najamuddin Amy, di Mataram, Kamis (15/7).

Hal tersebut jelas Bang Najam karena pelaporan 35 inovasi ke Litbang Kemendagri disertai input data dan dokumen pendukung yang telah komprehesif dan divalidasi. Inovasi itu diantaranya NTB Care, E Samsat, E Lestari dan Sistem Informasi Posyandu yang masih optimis digadang sebagai peringkat pertama kategori sangat inovatif bersama inovasi lainnya sebelum 18 Agustus depan.

Penghargaan IGA sendiri pada tahun lalu memberikan penghargaan kepada 195 daerah. 31 daerah dengan kategori sangat inovatif diantaranya diusulkan ke Kementerian Keuangan untuk mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID).

Dalam prosesnya, 36 indikator yang digunakan dalam Indeks pengukuran menghasilkan rangking indeks inovasi daerah di tiap klaster provinsi, kabupaten/kota, daerah tertinggal dan daerah perbatasan.

“Masih ada waktu untuk memperbaiki kelalaian pelaporan dan input data kemarin karena banyak terobosan yang sudah kita lakukan”, tandas Najamuddin.

BACA JUGAMetode SRI dan Jarwo, Meningkatkan Produksi Petani Padi

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni, data hari ini pukul 12.00 Wita peringkat NTB naik signifikan. Tahun 2020 lalu, Kemendagri menjaring 17.779 inovasi dari 484 pemerintah daerah.

“Selain berkompetisi, daerah juga perlu membina kerjasama dan mengoptimalkan kekhasan daerah sebagai inovasi”, ujar Agus.

jm




Metode SRI dan Jarwo, Meningkatkan Produksi Petani Padi

Metode tanam padi dengan kombinasi System of Rice Intensification (SRI) – Jajar Legowo (Jarwo) pada Program Integrated Farming System (IFS), dapat meningkatkan produksi petani.

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pesan tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, pada kegiatan panen padi sistem tanam SRI kombinasi Jarwo, di dusun Dasan Baru Tojong-Ojong, desa Selebung, kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Kamis (15/7).

“Cara dan inovasi ini, harus mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian petani,” kata Zulkieflimansyah, di lokasi Depot Sekolah Lapang IFS daerah Irigasi Gde Bongoh.

Metode SRI dan JarwoNamun sistem ini juga bukan hanya sementara tapi harus  mampu dikembangkan dan disosialisasikan secara masif. Menurutnya, petani sering menyepelekan himbauan, karena kebiasaan menanam padi selama 3 kali dalam setahun.

Nah, kalau tidak memahami secara ilmu pengetahuan untuk menanam selang seling padi, palawija dan padi, sulit bagi petani, karena sudah menjadi kebiasaan. Oleh sebab itu, tunjukan hasil dari pola tanam tersebut.

Biasanya petani akan mengubah kebiasaannya apabila melihat hasil yang lebih baik, sehingga terobosan dan keteladanan cara penanaman sistem ini harus diperlihatkan dengan contoh hasil yang lebih baik dari hasil produksi petani tersebut.

“Dengan sistem ini tiba-tiba produktifitasnya meningkat tajam, lebih besar dari hasil yang biasa, maka tanpa diajak pun petani akan mengikuti,” tutur gubernur.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Fathul Bahri, mengatakan, untuk mendukung hal itu, ia akan menyelesaikan bendungan mujur guna mengatasi ketersediaan air dalam sektor pertanian dan perkebunan.

Walaupun di tengah berbagai persoalan seperti terjadi pergolakan sosial dan pembebasan lahan untuk mendukung penyelesaian bendungan tersebut.

“Ini semua untuk meningkatkan hasil pertanian demi kesejahteraan petani,” ujar Fathul Bahri.

BACA JUGA: Beras Jadi Bentuk TPP PNS, Upaya Menstabilkan Harga Gabah

Kadis PUPR, H. Sahdan, menjelaskan sistem ini pada dasarnya untuk mengatur penggunaan air dalam proses penanaman padi.

“Karena sumber air di hulu ini berlimpah, bagaimana siklus pengairannya mampu sampai ke hilir,” ujarnya.

Selain persoalan air, yang harus menjadi konsentrasi petani untuk meningkatkan produktifitas padi adalah pola tanam serempak dan bersama dengan sistem selang seling padi dan palawija.

edy




Beras Jadi Bentuk TPP PNS, Upaya Menstabilkan Harga Gabah

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana mulai awal Agustus 2021, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS, bukan hanya diberikan uang, namun diberikan komoditas berupa beras 10 Kg.

LOTENG.lombokjournal.com ~ “Tujuannya agar menjaga harga gabah stabil demi kesejahteraan petani dan UMKM lokal NTB,”kata Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, saat menghadiri Kegiatan Panen Padi ”Demplot Kombinasi Metode System of Rice Intensification (SRI) – Jajar Legowo (Jarwo)” Program Integrated Farming System (IFS), di  dusun Dasan Baru Tojong-Ojong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Kamis (15/7).

Lebih lanjut jelas Zulkieflimansyah, bahwa beras yang diberikan ini berasal dari pabrik yang membeli gabah dari petani lokal, sehingga ada kesinambungan permintaan dengan harga gabah agar mendekati kestabilan.

Pegawai di pemprov ada sekitar 13.000 orang, kalau tiap bulan dengan TPP diberikan beras 10 Kg maka akan ada pabrik penggilingan yang akan terus hidup.

“Apalagi kualitas beras kita sangat baik, tidak kalah dengan daerah lain,” ucapnya.

Beras Jadi Bentuk TPP PNS

Pabrik penggilingan yang dipilih adalah yang mau membeli gabah dari para petani lokal NTB. Sehingga bila konsep ini juga diterapkan di Lombok Tengah dan kabupaten/kota lainnya, maka akan sangat membantu harga gabah petani tetap stabil dan tidak anjlok.

Gubernur berharap, Bupati Lombok Tengah mengikuti langkah ini, minimal awal bulan September untuk mengawalinya.

BACA JUGAMetode SRI dan Jarwo, Meningkatkan Produksi Petani Padi

Selain itu pemerintah daerah juga harus tegas agar tidak ada permainan dalam pembelian gabah di petani dan beras di pabrik penggilingan. Buatkan aturan dan mekanisme yang baik.

Setelah tahun ini pemberian beras, tidak menutup kemungkinan produk selanjutnya yang akan dibagikan dengan TPP adalah produk seperti kopi, teh, minyak kelapa dan produk UMKM lainnya.

“Oleh sebab itu, kita ikut membantu produk UMKM dan ada kebanggaan kita menggunakan dan mengkonsumsi karya putra-putri daerah,” tutur gubernur.

Setelah terpenuhi kebutuhan dalam daerah, dengan adanya kost of learning, produk-produk NTB dapat dijual ke luar daerah se-Indonesia bahkan dunia.

“Perjalanan panjang, selalu harus dimulai dengan keberanian memulai dengan langkah pertama,” ujar Zulkieflimansyah.

edy




Peresmian UTD, Kini RSUD KLU Siap Layani Kebutuhan Darah

Pelayanan RSUD makin meningkat setelah peresmian Unit Transfusi Darah (UTD) yang dilakukan Bupati Djohan Sjamsu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sejak dibangunnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2012, pelayanan kepada masyarakat terus berkembang dan tidak kalah dengan rumah sakit lainnya di luar KLU.

Bahkan ada beberapa layanan RSUD KLU melebihi kabupaten lain. Salah satu contohnya adalah pelayanan Hemodialisa yang ada hanya di dua rumah sakit di NTB.

BACA JUGA: Dekopinda KLU Diminta Jaga Kesejahteraan di Masa Pandemi

Direktur RSUD KLU, dr. H. Syamsul Hidayat menyampaikan itu saat acara peresmian Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD KLU yang dilakukan Bupati H Djohan Sjamsu bersama Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto, Kamis (15/07/21).

Terkait peresmian UTD tersebut, dr Syamsul bertutur tentang pelayanan darah. Bagaimana sebelumnya, pihak RSUD sulit mencari darah.

Bayangkan, RSUD Lombok Utara dalam satu bulan membutuhkan 300 kantong darah, dan berapa kantong darah yang dibutuhkan dalam setahun.

Selama ini kebutuhan darah disuplai oleh UTD PMI dari luar KLU, salah satunya dari UTD Karang Jangkong Lombok Barat.

“Inilah momen yang ditunggu warga Kabupaten Lombok Utara, dan dengan kehadiran UTD rumah sakit ini akan meningkatkan layanannya pada warga Lombok Utara,” kata dr Syamsul.

Dituturkan, sebelumnya bila warga Lombok Utara membutuhkan layanan darah harus lebih dulu mencari pendonornya, kemudian membawa calon pendonor darah (biasanya dari keluarga) ke Mataram dan menanyakan apakah golongan darahnya cocok atau tidak.

Ada atau tidak ada darah yang tersedia, yang jelas proses mencari pendonor darah ini  membutuhkan waktu, tenaga dan bahkan biaya, katanya.

“Pada momen hari ulang tahun Kabupaten Lombok Utara pula kami telah melaporkan kepada Ketua Panitia, bagaimana kalau UTD rumah sakit ini kita launching saja sehingga masyarakat bisa mengetahui pelayanan serta tempat mendonorkan darahnya,” kata dr Syamsul.

Menurutnya, kalau misalnya warga Lombok Utara sedang dirawat di rumah sakit Provinsi, bisa meminta darahnya di KLU. Izin operasional UTD RSUD Lombok Utara telah terbit awal tahun 2021.

Dalam kesempatan itu, dr. H. Syamsul Hidayat menyampaikan, RSUD KLU menerima bantuan satu unit Mobil Ambulan  sumbangan pendonor dari Jepang dengan nilai sekitar 1,5 Miliar rupiah.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Isnadi

Dikatakan, pihaknya diminta mempersiapkan ruangan ICU, ruangan khusus penanganan Covid-19. Selama ini kalau terjadi krisis pasien Covid-19, pihaknya masih merujuk ke RSUP Mataram.

“Mudahan dalam beberapa minggu ini sudah siap,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa hari ini ada penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, sementara di seluruh NTB sekitar 224 orang positif.

“Khusus untuk yang dari dan tinggal di Mataram agar kita ekstra hati-hati,” tutur dr Syamsul.

@ng




Dekopinda KLU Diminta Jaga Kesejahteraan di Masa Pandemi  

Saat pandemi Covid-19 melanda, anggota Dekopinda dimintam membuat terobosan atau cara baru dalam menjalankan usaha

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Anggota Dekopinda KLU diminta mempertahankan kesejahteraan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Harapan itu disampaikan Pjs  Sekda KLU, Drs H Raden Nurjati, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Dekopinda KLU mewakili Bupati Lombok Utara, di KUD Tanjung, Kamis (15/7/2021).

Dekopinda menyelenggarakan Musda
Drs. H. Raden Nurjati

Dekopinda menyelenggarakan Musda

Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 telah melanda masyarakat, tidak hanya kesehatan, melainkan pula sektor ekonomi.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Serahkan Bantuan Kursi Roda utuk Isnadi

“Pada masa pandemi ini, perlu kiranya kita untuk membuat terobosan atau cara baru dalam menjalankan usaha, agar tidak terlena dengan masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Pihaknya mengingatkan anggota Dekopinda KLU untuk turut serta membantu pemerintah dalam menyosialisasikan prokes dan vaksinasi Covid-19.

“Dengan mengurangi angka penularan Covid, ekonomi pun bisa berangsur-angsur pulih,” kata Nurjati.

Menurutnya, masyarakat tak seharusnya takut, melainkan waspada dengan menerapkan protokol Covid 19 dan mau untuk melakukan vaksinasi.

Dalam pada itu, Ketua Dekopinwil NTB Mahmud Razzak MM, memaparkan ekonomi digital yang menjadi trend di tengah masyarakat. Budaya ekonomi dewasa ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Masyarakat kini dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin hari semakin canggih, sehingga bisa lebih maju,” urainya.

Selain Ketua Dekopinwil NTB Mahmud Razzak MM, hadir dalam kegiatan itu Ketua Dekopinda KLU Abdullah Abdul Gani, Plt Kadis Koperindag KLU H Yeq Bakar SIP beserta tamu undangan lainnya.

BACA JUGA: Bupati Bersama abup Launching UTD RSUD KLU

Acara berjalan lancar, khidmat dengan tetap menerapkan Protokol Covid-19.

jfs




Bupati Lombok Utara Serahkan Bantuan Kursi Roda Untuk Isnadi

Penyandang disabilitas, Isnadi, menerima satu set kursi roda dari Bupati Djohan, agar produksi sandal yang ditekuninya meningkat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Isnadi (30 tahun) penyandang disabilitas asal Kayangan yang sehari-hari sebagai pengrajin sandal, menerima bantuan satu set kursi roda dari Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH.

Bupati Lombok Utara serahkan kursi roda

Penyerahan kursi roda itu berlangsung di Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (15/07/21).

Dengan bantuan tersebut, Bupati Djohan berharap meringankan beban Isnadi yang seorang pengrajin sandal. Diharapkan produksi sandal yang ditekuninya meningkat.

 

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Bersama Wabup Launching Unit Transfusi Darah 

Bupati Djohan menuturkan, bantuan sosial dari program rutin Pemda KLU memberikan bantuan tiap satu kali dalam tiga bulan, bagi para penyandang disabilitas di KLU.

Pihaknya telah menyiapkan anggaran khusus, agar penyandang difabel di KLU bisa dibantu, bersama masyarakat lansia dan anak-anak terlantar fakir miskin.

BACA JUGA: Lombok Utara Berpotensi untuk Pengembangan Tembakau

Penyandang disabiitas yang menerima bantuan kursi roda, Isnadi, merasa senang dan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Djohan. Ia berharap pada ulang tahun ke -13, Pemda KLU bisa lebih maju.

jfs




Bupati Bersama Wabup Launching UTD RSUD KLU

Dengan dilaunchingnya Unit Transfusi Darah RSUD di KLU satu per satu permasalahan peayanan kesehatan teratasi, dan bupati berharap ke depan peayanan lebih baik

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mempunyai Unit Transfussi Darah (UTD).

Dengan adanya UTD akan mempermudah pelayanan serta kebutuhan darah yang bermanfaat bagi kepentingan pelayanan kesehatan di KLU..

.Bupati bersama Wabup Bupati bersama Wabup

“Jika kali ini, RSUD KLU masih tipe C, bagaimana ke depannya kita tingkatkan RSUD bisa naik kelas menjadi tipe B, supaya pelayanan rumah sakit lebih baik. Guna memberikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terlebih dengan adanya delapan puskesmas dan beberapa klinik swasta, sehingga apa yang kita inginkan bisa terwujud,” kata Bupati Lombok Uara, H. Djohan Sjamsu, SH.

BACA JUGA: Pengurus GOW Lombok Utara Periode 2021-2026 Dilantik Bupati 

Itu dikatakannya saat Bupati Djohan Sjamsu didampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng melaunching Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah KLU yang bertempat di Tanjung, Kamis (15/07/21).

Saat launching UTD  itu dihadiri Wakapolres Lombok Utara, Kompol Setia Wijatono SH, Danramil Gangga Lettu Muhadi, Direktur RSUD dr H Syamsul Hidayat, unsur Pimpinan OPD, para Kepala Puskesmas serta tamu undangan lainnya.

Bupati Djohan menyampaikan, dengan dilaunchingnya Unit Transfusi Darah RSUD di KLU satu per satu permasalahan bisa tuntas. Ke depan, akan ditingkatkan lagi fungsi dan perannya.

Kebutuhan masyarakat untuk transfusi darah cukup tinggi, mencapai 300 kantong per bulan. Selain itu, kata bupati, berkat komunikasi yang baik Pemda KLU menerima satu unit mobil Ambulance bantuan Jepang yang lengkap dengan fasilitasnya.

Tentu penambahan sarana ini akan mempermudah pelayanan pada masyarakat.

“Kepada seluruh tenaga kesehatan, agar melakukan pelayanan dengan baik, ramah dan humanis serta meningkatkan pelayanan, seiring dengan kualitas alat yang dimiliki,” pesan bupati.

BACA JUGA: Akun Medsos Sering Dibajak, Masyarakat Harus Hati-hati

Acara dilanjutkan dengan peresmian, ditandai dengan pemotongan pita. Dilanjutkan dengan Donor Darah pertama yang dilakukan oleh Wabup Danny serta tamu undangan lainnya.

rar




Pengurus GOW Lombok Utara Periode 2021-2026 DiLantik Bupati

Pelantikan ketua dan pengurus Gabungan Organisasi Wanita diharapkan memajukan organisasi wanita di Lombok Utara

TABJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH melantik Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) KLU periode 2021-2026, berlangsung di Aula Kantor Bupati setempat (14/7/2021).

Sesuai dengan SK Bupati Lombok Utara No 270/34/Dinsos PPPA/2021 menetapkan Yunita Aprilina Danny Karter FR Sebagai Ketua GOW KLU periode 2021-2026.

Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Ketua PKK Hj Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, Ketua GOW Yunita Aprilina Danny Karter FR, unsur Pimpinan OPD serta tamu undangan lainnya.

Pengurus GOW KLU dilantik bupati

Ketua GOW NTB Dr Hj Siti Rohmi Djalillah MPd lewat virtual zoom menyampaikan GOW memiliki fungsi yang strategis dalam bersinergi, karena GOW terdiri dari organisasi-organisasi wanita yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

Terlebih pada masa pandemi Covid-19. GOW mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penerapan prokes, serta program pembangunan lainnya.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona Hingga Kawasan Wisata Desa di KLU

Sementara itu, Bupati Djohan menyampaikan Selamat kepada Ketua dan Pengurus GOW yang dilantik. Wujud amanah yang diberikan tentu ada keinginan dan kemauan semua untuk memajukan organisasi wanita di Lombok Utara.

“GOW memiliki tujuan sejalan dengan pembangunan, menyejahterakan masyarakat lebih khusus kaum perempuan. Karena peran ibu dalam keluarga penting, terlebih dalam mendidik anak di tengah era modern,” tuturnya.

Selain itu, Bupati Djohan mengajak bersama menjaga diri dan tetap menerapkan protokol kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Ketua GOW KLU Yunita Aprilina menyatakan GOW merupakan mitra kerja pemerintah sesuai tingkatan. Momentum pelantikan, sebagai pengakuan eksistensi kepengurusan GOW lima tahun ke depan.

Dengan harapan dapat memberikan semangat dan spirit dalam rangka mewujudkan Kabupaten Lombok Utara lebih baik dan berdaya saing.

BACA JUGA: Akun Medsos Kini Kerap Dibajak, Masyarakat Harus Hati-hati

Pihaknya mengharapkan adanya kerja sama antarorganisasi wanita dan kepengurusan GOW KLU sehingga bisa menjadi kartini-kartini milenial yang menjadi contoh teladan masyarakat.

rar




Budidaya Madu Trigona Hingga Kawasan Wisata Desa di KLU

Masyarakat Dusun Rangsot Barat baru melakukan panen budidaya madu trigona, dan desa itu telah dinisiasi menjadi kawasan Wisata Desa

TANJUNG.lombokjournal.com ~ 25 Kepala Keluarga (KK)Warga Dusun Rangsot Barat, Desa Sigar Penjalin, Kecamaan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, telah melakukan panen raya Madu Trigona hari Selasa (13/07/21).

Panen raya itu merupakan hasil pendampingan kolaborasi, antara Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN NTB bersama Lombok Eco International Connection (LEIC), selama empat bulan.

Budidaya madu trigona

Kolaborasi dalam kemitraan itu dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat dengan produk unggulan budidaya lebah trigona “Cahaya Asri”, serta optimalisasi pengolahan sumber daya lokal jambu mete.

Pendampingan dalam program budidaya lebah madu trigona dimulai sejak Maret 2021. Kepada masyarakat diserahkan 250 stup/kotak lebah madu trigona ke 25 Kepala Keluarga (KK). Tiap KK hanya menerima 5 stup untuk dibudidayakan, selebihnya dibudidayakan di pondok lebah madu “Cahaya Asri”.

Setelah pendampingan empat bulan dan tiga bulan budidaya lebah madu, akhirnya program ini berhasil melakukan panen raya madu trigona, hari Selasa.

BACA JUGA: Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara 

Ketua Ketua Kelompok Trigona Cahaya, Saonah mengaku, masyarakat diuntungkan  dengan budidaya lebah madu ini. Selain untuk mengisi kegiatan sehari hari, tentu saja menambah penghasilan tiap bulan.

“Dalam sebulan, dari 5 stup yang di budidaya, bisa memperoleh uang ratusan ribu rupiah, dan itu belum termasuk penambahan penghasilan dari kelompok,” kata Saonah, Selasa (13/07).

“Kegiatan yang sangat membantu di tengah kondisi seperti daerah sedang dilanda bencana Covid 19 sekarang ini,” ujar Saonah, selaku Ketua KUC Cahaya Asri.

Satu kali panen, komunitas ini bisa menghasilkan 12.5 liter madu dari 125 koloni trigona, dan panen bisa dilakukan setelah 2-3 bulan pemeliharan budidaya lebah madu.

Hasil panen madu trigona telah dipasarkan hingga ke luar NTB, seperti ke Jakarta.

Kawasan wisata

Dusun Rangsot Barat, selain dikembangkan budidaya lebah trigona, juga diinisiasi menjadi kawasan wisata yang menawarkan pemandangan alam pedesaan yang menawan.

Dilengkapi dengan homestay, camping ground dan tentunya spot foto yang unik dan menarik bagi pengunjung.

Terkait program budidaya lebah madu trigona dan pengembangan kawasan wisata, Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan mengapresiasi YBM PLN NTB.

Ia mengatakan, sinergi semua pihak sangat diperlukan untuk memutar perekonomian masyarakat.

BACA JUGA: Akun Medsos Kini Sering Dibajak, Masyarakat Harus Hati-hati

“Madu trigona dan kawasan wisata ini akan bisa memutar dan menggerakkan perekonomian, khususnya di Dusun Rangsot Barat,” tutur Danny.

Danny juga menyampaikan akan membantu di tengah keterbatasan, mulai dari proses pendampingan, pembibitan, perawatan, panen hingga kepada pemasarannya.

Budidaya madu trigona Budidaya madu trigona

General Manager PLN UIW NTB, Lasiran menjelaskan,  dua program ini merupakan salah satu bentuk komitmen YBM PLN NTB untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat, khususnya di NTB.

“YBM merupakan yayasan pengelola zakat dari penghasilan pegawai PLN. Kami sangat berharap, seluruh program yang telah kami laksanakan dapat bermanfaat dan juga memberikan keberkahan untuk masyarakat”, tutur Lasiran.

Sebelumnya, YBM PLN juga telah melakukan pendampingan untuk program serupa di Dusun Rangsot Timur. Jadi, total stup yang diserahkan adalah sebanyak 500 stup yang dibagikan untuk 50 KK selama dua tahun program ini berjalan.

Mereka menyampaikan ucapan rasa terimakasih kepada Pemda KLU saat kehadiran Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto, baik dari Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, Ketua LEIC, Aisyah Odist selaku mitra Ds. Cahaya YBM PLN, Bang Slesh Apis selaku teknisi perlebahan yang mendampingi proses budidaya, serta Pokdarwis Gumi Rangsot selaku penyelenggara agenda Panen Raya.

@ng