Personil Khusus diterjunkan Guna Mengawasi Hewan Kurban

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerjunkan 825 personil khusus untuk melakukan pengawasan dan pengendalian pada pelaksanaan kurban Hari Raya Idul Adha 1442 H.

KSB.lombokjournal.com ~ Tim pengawasan tersebut merupakan gabungan dari para dokter hewan dan tim dari berbagai stakeholder terkait yang akan memeriksa dan mengawasi, baik sebelum hewan dipotong atau sesudah kurban dipotong di seluruh kabupaten/kota se-NTB. Hal itu, untuk memastikan bahwa daging kurban yang disalurkan aman dan higienis serta steril untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kita akan terus memastikan bahwa hewan kurban yang dinikmati oleh masyarakat benar-benar aman dan sehat,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan KesehatanHewan (Disnakeswan) NTB, dr. Khairil Akbar, saat mewakili gubernur meninjau pemotongan hewan kurban di Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (20/7).

dr. Khairil, mengatakan, tim pengawasan dari provinsi akan bekerjasama dengan tim pengawasan dari pemerintah Kabupaten/Kota. Selanjutnya mereka melakukan pemantauan daging kurban hingga H+1 perayaan Hari Raya Kurban.

“Setiap tahun, Disnakeswan tetap membentuk tim untuk pengawasan dan pengendalian terhadap kesehatan hewan kurban sehingga daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat benar-benar aman dan sehat,” tandasnya.

BACA JUGAPresiden Jokowi Sumbang Sapi Simental Untuk Kurban di NTB

manikp@kominfo




Mahasiswa Unram Latih Wirausaha Ibu-ibu di Santong

Mahasiswa yang melakukan KKN tematik, menorong semangat masyarakat Santong untuk mengolah kopinya menjadi produk olahan

SANTONG, KLU.lombokjournal.com Masyarakat desa Santong yang masih butuh perhatian di sektor UMKM atau kewirausahan, mendapat angin segar hadirnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Mataram tahun 2021.

Mahasiswa Unram KKN Tematik

Dalam KKN tematik itu, para mahasiswa Universitas Mataram yang KKN mengadakan berbagai pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berhubungan dengan kewirausahaan.

Menurut Abdul Khaliq, ketua kelompok KKN Universitas Mataram 2021, pelatihan yang dilakukan merupakan hasil dari observasi yang dilakukan sebelumnya.

“Pelatihan yang kami lakukan merupakan hasil observasi dan wawancara dengan beberapa tokoh di desa Santong. Pelatihan ini juga sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang kami dapatkan dibangku kuliah sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.” jelas Khaliq.

BACA JUGA: Nakes NTB, Insentifnya Sudah Dibayar Hingga Bulan Juni

Salah satu pelatihan yang dilakukan ialah pelatihan pembuatan cookies kopi yang dilaksanakan di aula Kantor Desa Santong.

Pesertanya terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Santong, pelaku UMKM dan tokoh pemuda desa Santong, diberikan pelatihan cara membuat cookies basah dan cookies kering.

KKN Universitas Mataram 2021 mendatangkan tutor yang merupakan tokoh UMKM dari Lombok Timur, Nani Mulyana, pemilik UKM Balen Jaja di Wanasaba. Nani merupakan penemu atau pembuat cookies kopi pertama kali.

Menurut Ni Luh Nindi, salah satu anggota KKN Universitas Mataram 2021 menjelaskan, pelatihan pembuatan cookies kopi merupakan inovasi terbaru bagi para pelaku UMKM di Desa Santong.

Selain bisa menambah ragam jenis jajanan khas desa Santong, pelatihan tersebut juga bisa menjadi langkah baru bagi pemuda yang ingin memulai wirausaha dengan bahan dasar kopi.

BACA JUGA: Bupati Djohan Ajak Kuatkan Komitmen Majukan Lombok Utara

“Pelatihan ini didasari hasil observasi kami terkait hasil bumi di desa santong ini ternyata banyak didapatkan kopi. Tapi masih hanya sebatas dijual dalam bentuk serbuk atau biji, belum ada inovasi pengolahan kopi yang dilakukan.” kata Nindi

Pelatihan yang dilakukan KKN Universitas Mataram 2021 diharapkan mengurangi pengangguran yang ada di desa Santong, terutama di saat pandemi.

“Dengan adanya pelatihan inovasi produk ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat Santong untuk mengolah kopinya menjadi produk olahan, sehingga bisa mengurangi pengangguran.” kata Nindi

Pada kesempatan lain, ketua KKN Universitas Mataram 2021, Abdul Khaliq menyampaikan, keluhan dari pelaku UMKM di desa Santong terkait wirausaha yang dilakukan saat menghadapi pandemi.

Banyak dari para pelaku UMKM yang terpaksa mengurangi pembuatan produk karena sulitnya beberapa akses saat pandemi.

Menghadapi pandemi Covid-19 saat ini rata2 UMKM banyak mengeluh, menurut pengakuan dari beberapa perwakilan UMKM banyak yang berhenti bermitra maupun pesanan juga berkurang,” tutur Khaliq.

Han




Bupati Djohan Ajak Kuatkan Komitmen Majukan Lombok Utara

Dalam menata pembangunan Lombok Utara, bupati mengajak semua pihak kompak dan bersatu

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH mengajak, melalui HUT ke-13 tahun 2021, semua pihak merajut dan menguatkan komitmen menata kembali berbagai aspek pembangunan untuk kemajuan Lombok Utara pada masa mendatang.

Bupati Djohan Sjamsu Ajak menata KLU

Hal itu dikatakan saat Bupati Djohan Sjamsu berama Wakil Bupati Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng mengikuti Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-13 di Ruang Paripurna DPRD (19/07/2021).

“Selain itu, komitmen menyelesaikan RTG sehingga masyarakat penerima manfaat, dapat menerima sesuai dengan peruntukannya,” tutur bupati.

Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Nasrudin SHI itu, juga diikuti Wakil Ketua I Burhan M Nur SH dan Wakil Ketua II Mariadi SAg.

Tampak hadir, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Para Anggota DPRD, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD serta tamu undangan lainnya. Sidang Paripurna dipimpin Ketua DPRD.

Bupati Djohan menyampaikan, peringatan Hari ulang tahun (HUT) ke-13 tahun ini memiliki makna khusus bagi Bupati dan Wakil Bupati, tahun pertama perkhidmatan untuk Lombok Utara.

Visi-misi yang telah dituangkan dalam program 100 hari kerja merupakan tonggak awal dari perwujudan pengabdian menuju Lombok Utara yang inovatif, sejahtera, dan religius.

Sejalan dengan tema HUT Lombok Utara ke-13, bersama berkarya bangun Lombok Utara.

“Saya mengajak kita semua memperteguh komitmen bersama seraya terus berkarya dilandasi pemikiran yang inovatif, produktif, dan kerja nyata,” kata bupati.

Ditegaskan Bupati Djohan, persoalan tingginya angka kemiskinan masih menjadi domain daerah sekaligus tugas berat yang harus dituntaskan.

“Saya yakin dan percaya, kita bisa melewatinya dan bangkit bersama dengan cara kompak bersatu,” kata Bupati Djohan Sjamsu.

rar




Nakes NTB, Insentifnya sudah Dibayarkan hingga Bulan Juni

Insentif nakes yang sudah dibayarkan hingga Bulan Juni mencapai 21,303 miliar rupiah atau 43,1 persen.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Selain itu, informasi yang disampaikan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan, untuk insentif vaksinator sampai bulan Juni juga sudah dibayarkan sebesar Rp 747 juta rupiah.

Asisten III Sekretariat Provinsi, Nurhandini Ekadewi, mengatakan, insentif bagi nakes (tenaga kesehatan) di bawah lingkup pemprov sudah dibayarkan sejak Januari sampai Juni 2021.

“Sebelum refocusing, insentif itu dibayarkan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kepada tenaga kesehatan”, jelas Eka.

Terkait Surat Perintah Membayar (SPM) oleh pemerintah daerah, Eka menegaskan berbeda dengan daerah lain, sebelum refocusing pembayaran insentif nakes dilakukan melalui BLUD sebelum pembayaran oleh pemprov dicairkan.

“Saat SPM diperiksa, pembayaran bulan Juni sedang berproses untuk mengganti dana yang dikeluarkan oleh BLUD”, tambahnya.

BACA JUGATanda Tangan Digital Solusi bagi Maraknya Pemalsuan Dokumen

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri menambahkan, insentif nakes tahun ini realisasinya cukup bagus.

”Koordinasi dengan Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), pembayarannya sudah bagus,” ujar Lalu Hamzi.

Ia menegaskan, insentif nakes tetap menjadi prioritas pemprov di masa pandemi covid dan menjadi atensi pemerintah kabupaten/kota agar hak-hak nakes yang berjuang selama pandemi covid bisa terbayarkan.

jm




Tanda Tangan Digital Solusi bagi Maraknya Pemalsuan Dokumen

Tanda tangan digital diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna meminimalisir terjadi pemalsuan dokumen dengan mengatasnamakan identitas pejabat.

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Kejahatan tersebut berupa pemalsuan tanda tangan, bahkan hingga cap stempel yang dengan mudah diduplikat.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, mengatakan, penerapan tanda tangan digital bertujuan untuk meningkatkan keabsahan dokumen yang mengatasnamakan identitas pejabat melalui tanda tangan digital, sehingga tingkat validasi sebuah dokumen dapat dipertanggung jawabkan.

“Sekarang ini masyarakat dengan mudah melakukan pemalsuan tanda tangan dengan cara menscan, baik itu tanda tangan bahkan cap stempel juga bisa dengan mudah dibuat, sehingga pentingnya adanya tanda digital ini agar keabsahan dokumen dapat terus terjamin,” tutur Najamuddin, dalam sambutannya pada acara Peluncuran Aplikasi Bank Data dan Tanda Tangan Digital Kabupaten Lombok Utara yang berlangsung di aula kantor bupati, Senin (19/7).

Adanya tanda tangan digital mencakup beberapa data dari identitas pemilik, seperti halnya sidik jari dan berbagai dokumen yang memastikan keabsahan dokumen tersebut.

Tanda Tangan Digital
Najamuddin Amy

“Tanda tangan biasa sangat mudah untuk ditiru saat ini, tetapi tanda tangan elektronik memiliki keakuratan yang sangat kuat. Seluruh identitas dari pejabat benar–benar terlihat, seperti ada analisa forensik seperti sidik jari orang yang tidak memiliki kesamaan oleh siapapun,” tutur Najamuddin.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Lombok Utara, H. Muhammad, juga menjelaskan betapa pentingnya tanda tangan digital guna menghindari dari berbagai kecurangan.

Selain itu, tanda tangan digital sebelum dilakukannya peluncuran sudah melalui berbagai tahap pengkajian dan verifikasi.

“Proses tanda tangan digital sudah melalui proses pengkajian dan verifikasi oleh Balai Sertifikasi Elektronik yang berada di bawah naungan Badan Siber Dan Sandi Negara RI,” ungkapnya.

BACA JUGA:




Paket Sembako Untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  membagikan 1300 paket sembako kepada masyarakat terdampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Paket sembako yang dibagikan kepada ojol (ojek online), pedagang asongan, kaki lima dan masyarakat miskin lainnya, tersebut, berupa beras dan kebutuhan harian lain.

“Hari ini di seputaran Pondok Prasi, Ampenan bagi keluarga nelayan”, ujar Asisten III, Nurhandini Ekadewi, di Mataram, Senin (19/7).

Nurhandini mengatakan, kegiatan ini inisiatif spontan dari para kepala OPD yang peduli dengan cara mengumpulkan dana. Selama masa PPKM banyak sektor ekonomi yang terdampak terutama bagi mereka yang harus mencari nafkah harian.

Paket SembakoAsisten II, Ridwansyah didampingi beberapa kepala OPD saat menyerahkan bantuan mengatakan agar bantuan dapat dimanfaatkan sebaik baiknya.

“Semoga bermanfaat. Tetap jaga kesehatan dengan protokol kesehatan”, ucap Ridwansyah.

Sementara itu, Hamdan, juru parkir Pasar Kebon Roek, mengaku senang dengan bantuan yang diterimanya. Sedangkan, ibu Nafiah, pedagang ikan di Pondok Prasi, menghimbau agar bantuan bisa merata diperoleh warga lain.

“Masih banyak yang belum dapat. Mudah mudahan besok bisa dikunjungi lagi”, ujarnya.

BACA JUGAPenanganan Covid-19; Melihat dengan Mata Lebah Atau Lalat

jm




Pembangunan Desa Samba Prioritaskan Dusun Hasil Musdes

Dusun yang akan mendapatkan jatah pembangunan berdasarkan kebutuhan utama (prioritas) yang lebih dulu disepakati melalui musyawarah dusun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pola pembangunan terutama pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Sambik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga, Lombok Utara mulai tahun 2022, mengalami perubahan.

Pemdes Sambik Bangkol hanya memprioritaskan sasaran dua atau tiga dusun saja alam pembangunan fisik setiap tahun. Tujuannya agar pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Pendapat tersebut mengemuka saat Penjabat Kepala Desa Samba melakukan silaturrahmi ke Lokok Piko Dusun Jugil Barat, Jumat (16/07/2021).

BACA JUGA: Mahasiswa Unram Latih Wirausaha Ibu-ibu di Santong

Dalam kunjungan ittu hadir Kasi Pelayanan, Aridah, Kaur Keuangan, Syekh Abdullah, dan Para Staf Desa setempat. Kehadiran Pj Kades disambut langsung Perangkat Kewilayahan Jugil Barat, Efendi, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua Ikatan Mahasiswa Desa Sambik Bangkol (IMDSB), Gito Saputra, serta warga dusun setempat. Kegiatan diawali shalat Jumat bersama.

Penjabat Kepala Desa Samba, Sarjono, mengatakan, perubahan pola pembangunan akan diltetapkan setelah dibahas dengan BPD dan para stakeholder terkait melalui musyawarah desa (musdes).

“Kita cermati, kebutuhan masyarakat di setiap dusun itu berbeda-beda sesuai potensi dusun yang bersangkutan. Nantinya kita akan sepakati bahwa setiap dusun akan mendapatkan jatah pembangunan berdasarkan kebutuhan utama (prioritas) yang lebih dulu disepakati melalui musyawarah dusun,” tuturnya.

Dijelaskannya, cara yang akan ditempuh untuk menunjuk dusun mana yang akan diprioritaskan, pihaknya akan melakukan kajian dengan matang terlebih dahulu sesuai skala prioritas masyarakat.

“Penentuan dusun mana yang dapat ditetapkan seperti arisan. Ya akan kita kocok, dusun mana yang mendapat pembangunan pada tahun anggaran 2022 dan seterusnya,” terang Sarjono.

Pada anggaran perubahan tahun 2021 nantinya, Pemdes Samba akan memprioritaskan penataan muka desa setempat, seperti pantai Luk atau Pantai Jugil.

BACA JUGA: Pembagian Sembako untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

“Nanti akan kita bahas pada Musrenbangdes bersama BPD dan unsur-unsur masyarakat, bahwa yang akan ditata pada perubahan anggaran tahun 2021 adalah muka desa kita. Kita niscaya make up muka Samba agar tampak bersinar dan merona,” ucap dia.

Pria yang beken disapa bung Jono ini menilai, pemerataan pembangunan itu sebetulnya harus fokus pada dua atau tiga sasaran saja, serta tidak perlu menyasar banyak dusun setiap tahun.

Logika pemerataan pembangunan itu tidak mesti dilakukan dalam satu tahun anggaran, tetapi bisa dihitung selama satu periode kepemimpinan seorang kades.

“Jadi, jika kita patok setiap tahun itu cukup dua atau tiga dusun saja, sehingga pembangunannya juga akan bisa maksimal. Saya yakin ini konsep pemerataan pembangunan menurut regulasi. Bukan anggaran dibagi seperti bagi-bagi biji kacang,” tegasnya.

Ia mencermati permasalahan pembangunan di Samba selama ini belum mengedepankan skala prioritas sesuai dokumen RPJMDes 2018-2024.

Sebab anggaran desa yang jumlahnya milyaran itu setiap tahun hampir dibagi habis perdusun. Dampaknya, tidak pernah terlihat adanya keberhasilan dalam membangun desa. Tapi yang justru terlihat itu hanya penampakan saja.

“Jangankan kita bicara manfaat, terlihat nyata saja tidak kok. Kedepan tidak boleh kita maknai pemerataan hanya sebatas semua dapat, tapi juga harus memperhatikan keadilan. Sebab adil itu bicara manfaat bagi masyarakat,” ungkap Pj Kades ini.

Protokol keehatan

Dalam kesempatan itu, Pj Kades juga mensosialisasikan penting bagi semua warga mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Langkah bersama ini untuk membentengi diri dan semua orang dari bahaya nyata pandemi virus Corona.

“Agenda kami juga sosialisasi terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Upaya kita mencegah penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah kita. Sebagai warga negara yang baik, mari bersama-sama kita patuhi apapun yang menjadi instruksi pemerintah. Ini semata-mata demi kenyamanan kita semua,” kata Sarjono.

Dalam ajang silaturrahmi itu, pihaknya juga menyampaikan informasi pemilihan Kepala Desa dengan sistem pergantian antar waktu (PAW). Pihaknya mengajak warga setempat untuk kompak menyongsong PAW pemimpin Samba ke depan.

“Mari kita kedepankan persatuan dan kesatuan. Pemilihan Kades PAW ini rencananya akan kita gelar bulan Oktober atau Nopember. Mari bersama-sama kita sukseskan pemilihan nakhoda Samba yang baru. Saya yakin kebersamaan itu kuncinya. Ibaratnya berdampingan dalam keberagaman. Ini roh dari kohesi sosial kehidupan bermasyarakat,” kata Sarjono.

ang




Sembako dan Hewan Qurban untuk Anggota HBK PEDULI

Bantuan sembako dan hean korban melengkapi bantuan untuk keluarga kurang mampu yang dimuai sejak awal Juli

MATARAM.lombokjournal.com ~ Yayasan HBK PEDULI milik anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE atau yang lebih dikenal dengan sebutan HBK,  menyalurkan bantuan sembako dan hewan Qurban kepada keluarga anggotanya yang tersebar di seluruh P. Lombok.

Penyaluran bantuan sembako dan hewan korban itu, dimulai sejak hari Minggu (18/07/21).

Bantuan untuk keluarga para anggota HBK PEDULI itu merupakan bagian dari gerakan berbagi menyambut Hari Raya Idul Adha, yang akan dirayakan seluruh Umat Islam pada Selasa, 20 Juli 2021.

BACA JUGA: Penanganan Covid-19; Melihat Dengan Mata Lebah atau Lalat

“Pembagian sembako dan hewan Qurban kepada keluarga anggota HBK PEDULI ini, untuk melengkapi penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok, yang telah dimulai sejak tanggal 1 Juli yang lalu dan masih akan terus berlangsung hingga akhir bulan ini,” kata Ketua Yayasan HBK PEDULI, Hj. Dian HBK lewat sambungan telepon, Ahad (18/07/21).

Bantuan paket sembako untuk ribuan masyarakat kurang mampu di P. Lombok diketahui sedang disalurkan selama sebulan penuh di bulan Juli ini.

Sasarannya adalah mereka yang kurang mampu, khususnya para fakir miskin, para dhuafa, para orang yang sakit permanen, serta orang-orang yang hidup sendiri karena tidak memiliki keluarga lagi.

Hj. Dian HBK mengatakan, berbarengan dengan penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok, akan disalurkan juga bantuan sembako dan hewan Qurban untuk keluarga anggota HBK PEDULI berupa delapan ekor sapi untuk 8 Tim HBK PEDULI yang tersebar di P. Lombok.

Kemudian tiga ekor kambing untuk di kantor perwakilan HBK PEDULI yang berada di Jalan Kulintang, Kota Mataram.

Bantuan untuk keluarga anggota HBK PEDULI ini merupakan wujud rasa syukur dan penghormatan Yayasan HBK PEDULI. Atas seluruh sumbangsih, pengorbanan, serta dedikasi yang telah diberikan dengan sepenuh hati oleh segenap anggota HBK PEDULI dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat.

Kata Hj Dia, mereka adalah relawan-relawan kemanusiaan yang berada di garis depan dan menjadi tulang punggung pergerakan HBK PEDULI, dalam seluruh ikhtiar perjuangannya memberikan layanan kepada masyarakat Pulau Seribu Mesjid dengan semangat cinta, silaturahmi, dan kesetiaan.

BACA JUGA: Peringkat NTB Naik Terus Dalam Ajang IGA 2021

“Kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas sumbangsih, pengabdian, dan pengorbanan seluruh anggota HBK PEDULI dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat.

Tentu saja ini akan menjadi memomentum yang sangat berharga bagi kami di HBK PEDULI untuk terus memupuk semangat kebersamaan dalam berbagi kepada sesama,” kata Hj. Dian HBK.

Ucapan syukur, rasa bangga, dan terima kasih juga disampaikan oleh H. Bambang Kristiono, SE (HBK) kepada seluruh anggota HBK PEDULI yang tersebar di P. Lombok.

Pria yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto ini menegaskan, pembagian sembako untuk keluarga para anggota HBK PEDULI akan terus dijaga, dipertahankan untuk menjadi tradisi yang baik di internal anggota dan pengurus Yayasan.

“Kerja-kerja kemanusiaan Yayasan HBK PEDULI untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan penuh, partisipasi aktif, dan keikhlasan para anggota dan pengurus-pengurusnya,” kata pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

HBK memastikan, ke depan HBK PEDULI akan meningkatkan kontribusinya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini belum jelas kapan akan berakhir.

Dalam situasi sulit seperti saat ini, sudah seharusnya semua saling menguatkan dan saling berempati terhadap sesama.

Setelah penyaluran paket bantuan sembako ini berakhir, maka mulai bulan Agustus HBK PEDULI akan mulai menyalurkan paket bantuan telur ayam sebagai pengganti penyaluran bantuan Makanan Siap Saji (MSS) yang ditujukan kepada ibu-ibu dan anak-anak.

“In syaa Allah mulai bulan Agustus nanti, HBK PEDULI akan mulai menyalurkan paket bantuan telur ayam untuk menaikan imun serta menjaga pasokan nutrisi ibu-ibu dan anak-anak. Ribuan telur ayam akan disalurkan dan dibagikan kepada warga yang kurang mampu disetiap harinya, menyasar kelompok ibu-ibu dan anak-anak di P. Lombok,” katanya. (*)

Me




Penanganan Covid-19; Melihat dengan Mata Lebah Atau Lalat

Bencana pandemi Covid-19 sangat kompleks, pemerintah seolah-olah kehilangan akal dalam penanganan penularan virus yang berlangsung lebih setahun ini

LOTENG.lombokjournal.com ~ Penanganan bencana alam seperti gempa, banjir atau tanah longsor misalnya, bisa lebih lebih obyektif dan perencanaannya bisa lebih terukur.

“Tapi pandemi Covid-19 merupakan bencana non alam yang karakternya unik dan msiterius,” kata HL Gita Ariadi, Sekda yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada lombokjournal.com di kediamannya di Puyung, Lombok Tengah, Sabtu (17/07/21).

Saat ini tengah berlangsung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di desa dan kelurahan. Ini kelanjutan dari skenario Pemerintah menekan Covid-19, yakni dengan senjata ampuh menjalankan protokol kesehatan secara sempurna dan konsisten.

BACA JUGA: Bunda Niken: Edukasi Pneumonia Harus Ditingkatkan

Penanganan Covid-19

Tapi masih terjadi lonjakan penambahan pasien yang positif Covid-19. Di NTB, pada hari Sabtu, terdapat pasien yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh sebanyak 106 orang. Namun pasien yang dinyatakan positif bertambah 315 orang. Bahkan pasien yang meninggal hari Sabtu 7 orang.

“Bayangkan, berapa banyak penambahan pasien positif kalau pemerintah tidak menerapkan PPKM,” kata miq Gita. Diterapkannya PPKM karena ada trend lonjakan pasien positif jelasnya.

Melihat trend kenaikan itu, tak berlebihan kalau Lalu Gita memprediksi pandemi ini bisa berlangsung panjang. Harus diakui bahwa Pemerintah belum menemukan jurus efektif dalam penanganan Covid-19.

“Ada faktor ketidakpastian. Ini bencana misterius, karena itu penanganannya trial and error,” katanya.

Miq Gita menjelaskan skenario penanganan Covid-19 yang telah diupayakan pemerintah.

Di antaranya, mandat kolektif nasional untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes),  memakai masker menutup hidung dan mulut secara sempurna. Dengan menjaga jarak minimal 1 meter saat beraktivitas di luar rumah. Serta mencuci tangan sesering mungkin.

Penanganan Covid-19

Selain itu, Pemerintah juga melakukan vaksinasi secara nasional. Dalam pelaksanaan vaksinasi di NTB, sampai hari Sabtu DOSIS 1 baru mencapai 549.462 (16,27%) dan DOSIS 2 mencapai 207.497 (6,14%).

Kemudian upaya berikutnya, karena adanya trend peningkatan penyebaran Covid-19, akhirnya Pemerintah menerapkan PPKM Darurat. Semula hanya berlaku di Jawa-Bali, kemudian melebar ke kota dan daerah lain di luar Jawa-Bali.

Untuk di NTB, beberapa kriteria yang ditetapkan akhirnya Kota Mataram termasuk salah satu daerah di luar Jawa-Bali yang juga menerapkan PPKM. Tapi saatnya ini penerapan PPKM di NTB berlangsung ke semua kabupaten/kota.

Penerapan PPKM  harus diikuti penanganan maksimal di tingkatan desa/kelurahan oleh Satgas atau Posko Desa/Kelurahan. Posko di tingkatan desa/kelurahan akan membantu warga suspek COVID-19 dan keluarganya

Pemerintah daerah diminta benar-benar memahami urgensi posko di tingkat desa/kelurahan, karena posko berfungsi memastikan di wilayah kerjanya mendata dan memantau warganya melakukan isolasi mandiri.

“Semua itu ihtiar yang dilakukan pemerintah untuk menangani Covid-19. Tapi selalu ada orang yang melihat dengan mata lebah, atau di pihak lain ada melihat dengan mata Lalat. Selalu ada orang yang menanggapi positif atau sebaliknya menanggapi negatif,” kata Lalu Gita.

BACA JUGA: Konsultasi Pemprov ke Banyak Pihak, Addendum Sudah Tepat

Ibarat itu disampaikannya menanggapi pihak yang pro dan kontra semua ihtiar yang dilakukan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Tentang ibarat itu dijelaskan, orang yang melihat dengan mata lebah terbiasa dengan yang baik, misalnya bunga. Orang jenis ini selalu melihat dari sisi baiknya.

Sebaliknya, mata lalat selalu menyukai sampah atau barang yang busuk. Maka orang yang memandang dengan mata lalat, selalu berkomentar buruk tiap ihtiar yang dilakukan

Misalnya, vaksinasi secara nasional baru mencapai sekitar 90 juta padahal penduduk Indonesia jumlahnya 200 juta lebih.

“Negara kemampuannya seperti itu. Tapi yang jelas, ada ihtiar sungguh-sungguh untuk menangani Covid-19,” kata miq Gita.

Rr

 




Bunda Niken: Edukasi Pneumonia Harus Ditingkatkan

Masyarakat belum memahami apa itu pneumonia, Bunda Niken menjelaskan beberaa hal mengatasinya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tingginya angka pneumonia di Indonesia mengharuskan seluruh stakeholder bergerak, salah satunya dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

“Banyak masyarakat yang belum memahami apa itu pneumonia dan bagaimana cara mengatasinya,” kata Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Bunda Niken menjelaskan pneumonia
Hj Niken Saptarini Widiawati

Bunda Niken mengatakannya saat memberikan testimoni dalam acara Kampanye Stop Pneumonia yang diadakan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang berlangsung secara daring, Jum’at (16/07/21).

BACA JUGA: Peringkat NTB Naik Terus dalam Ajang IGA 2021 

Seperti ketahui, pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Pneumonia bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga berat.

“Sudah saatnya kita gesa dan masifkan edukasi mengenai pneumonia,” jelas Bunda Niken.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit pneumonia.  Di antaranya memberikan ASI eksklusif, tuntaskan imunisasi, serta pastikan anak-anak kita menerima gizi yang baik.

“Mendapatkan perkembangan yang bagus dan juga hidup secara sehat. Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan di era pandemi ini, seperti cuci tangan dengan sabun dan tidak menyentuh muka, serta menerapkan 5 M,” tutur Bunda Niken.

Di bagian lain, Deputi pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Agustina Erni menjelaskan, pneumonia menjadi penyebab kematian kedua terhadap anak-anak di tingkat global.

Ia berharap, pnemonia dapat menjadi tanggung jawab bersama.

BACA JUGA: Peresmian UTD, Kini RSUD KLU Siap Melayani Kebutuhan Darah 

“Sekarang kita juga diajarkan, bagaimana perlu memahami apa itu pneumonia yang saat ini menjadi persoalan di negara kita. Pencegahan pneumonia harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Dalam acara Kampanye Stop Pneumonia tersebut, juga dilakukan peluncuran lagu ‘stop pneumonia’ yang dipersembahkan oleh Save the Children.

ser