Masyarakat Sembalun Musyawarahkan Awiq-awiq Kearifan Lokal

Kepedulian masyarakat Sembalun menghidupkan nilai kearifan lokal di lingkar Rinjani, untuk mengatur transisi menuju Quality Tourism

LOTIM.lombokjournal.com ~ Sangkep Beleq Awig-awig Kepaeran Sembalun dihadiri oleh 48 peserta dari enam desa yang mewakili seluruh elemen masyarakat dan Pentahelix pariwisata termasuk tokoh perempuan dan pelaku UMKM, berlangsung di Hotel Nusantara Desa Sembalun, Kamis ((22/07/21).

Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi mengapresiasi usaha dan kepedulian masyarakat Sembalun, yang membantu Pemerintah menghidupkan kembali nilai budaya dan kearifan lokal di lingkar Rinjani.

“Sembalun sebagai salah satu Paer di lingkar Rinjani, harus bisa menghidupkan kembali budaya lokal untuk meningkatkan dampak ekonomi pariwisata,” Rumaksi (22/07/21)

Acara ini juga dihadiri oleh stakeholder kunci dalam Tata Kelola Pariwisata Sembalun, di antaranya KPH Rinjani Timur, Geopark Rinjani-Lombok, Sembalun 7 Summits, Kepolisian Sektor Sembalun, Danramil dan lain lain.

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari tiga lembaga, yaitu Pemerintah Kecamatan Sembalun, DMO Sembalun dan Majelis Adat Pemangkuan Khusus Sembalun yang merasa bahwa kebutuhan akan regulasi di destinasi sudah tidak bisa menunggu lagi.

Camat Sembalun, Martawi, S.Pd. mengemukakan, harus ada pranata atau awig-awig sebagai pedoman yang mengatur hubungan masyarakat dengan wisatawan dan pelaku industrI, dan antara ketiganya dengan lingkungannya.

Awig-awig ini diharapkan menjadi bentuk kristalisasi dari ajaran agama.

Tokoh budaya Sembalun H. Purnipa mengingatkan kembali pentingnya hubungan emosional antara masyarakat kepaeran Sembalun dengan Rinjani.

“Jika kita tidak kembali kepada kearifan lokal kita, maka generasi yang akan datang kehilangan informasi tentang identitas mereka,” kata H. Purnipa.

Pendapat ini dikuatkan  Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan,  Ketua Bale Mediasi NTB yang juga mendukung inisiasi ini.

“Jika kita gagal mempertahankan kearifan lokal lingkar Rinjani, generasi berikutnya akan menyalahkan kita atas kegagalan itu,” katanya.

Ia menyampaikan kepada forum, Awig-awig mempunyai posisi yang sangat kuat di mata hukum formal karena diakui keberadaannya oleh UUD 1945.

Antusiasme peserta sangkep mengindikasikan, masyarakat mendukung usaha para pihak di Sembalun untuk transisi menuju Quality Tourism.

Diskusi Sangkep yang berlangsung sehari ini, menghasilkan rekomendasi yang akan dikompilasi oleh Tim Penyusun draft, yang kemudian dibahas kembali pada forum terbatas terdiri dari para ahli yang mengawal penyusunan Awig-awig ini.

Dengan pendampingan dari fasilitator, peserta sangkep menginventarisir Awig-awig tidak tertulis yang pernah ada kemudian disesuaikan dengan keadaan saat ini.

Komponen dalam Awig-awig mencakup aspek lingkungan, sosial dan ekonomi yang akan mengikat seluruh elemen kepariwisataan termasuk masyarakat, wisatawan dan pelaku industri.

Untuk memastikan ditegakkannya peraturan bersama ini, Lang-lang Desa dan Lang-lang Paer akan dibentuk setelah pengesahan, termasuk mekanisme pelaporan dan penanganan pelanggaran.

Dokumen ini direncanakan akan dapat disahkan dan diundangkan dalam waktu dekat serta berlaku efektif selambat-lambatnya tahun depan.

HmsDMO




Peringatan HUT KLU Ke-13, Bupati Jadi Inspektur Upacara

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ke-13, merupakan tahun pertama pengabdian dan perkhidmatan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH bertindak sebagai Iinspektur Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ke-13, di halaman Kantor Bupati (21/07/21).

Dalam amanatnya Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan, peringatan HUT KLU ke-13 tahun memiliki makna khusus bagi dirinya dan Wakil Bupati Danny Karter FR.

Tahun 2021 merupakan tahun pertama pengabdian dan perkhidmatan mereka untuk Lombok Utara.

BACA JUGA: PPKM Basis Desa, Cegah Tumpukan Masalah di Kabupaten/Kota

Visi-misi yang dituangkan dalam program 100 hari kerja merupakan tonggak awal dari perwujudan pengabdian untuk Lombok Utara yang inovatif, sejahtera, dan religius.

Menurut bupati, tema HUT ke-13 KLU adalah “bersama berkarya bangun Lombok Utara,” diperingati secara sederhana namun tetap dalam suasana khidmat.

“Saya mengajak kita memperteguh komitmen bersama seraya berkarya dilandasi oleh pemikiran yang inovatif, produktif, dan kerja nyata. Mari kita bangun konsolidasi dan koordinasi sesama aparatur pemerintah daerah, dunia usaha/industri, dan mitra pemerintah,” tuturnya.

Disampaikan bupati, kemiskinan yang masih tinggi menjadi isu strategis sekaligus tugas berat yang harus dituntaskan secara simultan.

“Pada awal pembentukan KLU, angka kemiskinan sebesar 43,14 persen. Alhamdulillah, setelah 13 tahun berotonomi, berdasarkan data BPS 2020, angka kemiskinan KLU masih 26,99 persen,” jelas Bupati Djohan.

Disampaikan pula, akumulasi pendapatan daerah masih didominasi oleh kontribusi pariwisata dan pertanian.

Oleh karena itu, kata bupati, program untuk kedua aspek tersebut perlu terus dibangkitkan dan ditingkatkan secara terus menerus, dengan memberikan stimulan dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Bupati/Walikota Beli Beras Petani Lokal

“Kita masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, tapi kita yakin dapat memutus rantai penyebarannya, dengan menjaga kesehatan melalui kebiasaan mengikuti prokes Covid-19 dan mematuhi seluruh peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Kami juga meminta maaf kepada pak gubernur dan para Kepala Daerah lain di NTB, karena tidak mengundang dalam perayaan HUT KLU kali ini disebabkan kondisi Covid-19 masih meningkat,” kata orang nomor satu di KLU itu.

Sejumlah kegiatan prioritas sebagai tonggak awal kepemimpinan bupati dan wakil bupati tercantum dalam realisasi visi-misi terumuskan pada program 100 hari kerja, yaitu program memaraq, merikeq, pelayanan prima dan pariwisata KLU bangkit.

“Program 100 hari kerja ini telah kita laksanakan dengan baik. Harapan saya di usia 13 tahun Lombok Utara, banyak hal yang harus kita kerjakan secara kolektif, baik oleh pemerintah daerah maupun seluruh masyarakat Lombok Utara demi suksesnya program pembangunan daerah,” harapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah pemenang lomba di antaranya Lomba Festival Drum Band, Mendongeng untuk Guru PAUD dan Video Vlog.

Selain dihadiri Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Pimpinan dan Anggota DPRD KLU, Anggota Forkopimda KLU, Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Ketua PKK Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, Ketua GOW Yunita Aprilina Danny FR, Para Camat serta tokoh masyarakat.

Para peserta upacara terdiri dari TNI-Polri dan Penjabat Eselon III. Sementara para Pejabat Eselon IV beserta Staf Lingkup Pemda KLU mengikuti upacara melalui virtual zoom. Bertindak selaku pemimpin upacara Ipda Bambang Tedy SH.

rar




Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Diutamakan di Masa PPKM

Presiden Jokowi sudah mengingatkan untuk memprioritaskan kesehatan dan menjaga ekonomi masyarakat di masa PPKM darurat saat ini.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk menyeimbangkan kedua sektor ini di masa PPKM darurat bukanlah hal mudah, maka dibutuhkan sinergi dari semua pemerintah kabupaten dan kota.

“Jangan sampai roda perekonomian masyarakat mati selama masa PPKM, terutama ekonomi masyarakat kecil agar tidak terganggu. Untuk itu, mudah-mudahan prokes Covid-19 dapat ditingkatkan lagi,” tegas Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memimpin Rakor Penanganan Covid-19 di Gedung Graha Bhakti Praja, Kamis (22/07).

Menurut Zulkieflimansyah, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi selama masa PPKM darurat adalah memberikan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bukan hanya uang tunai, tapi juga dalam bentuk beras yang diambil dari petani lokal. Dengan harapan, harga yang tak diserap oleh Bulog dapat diserap oleh pedagang-pedagang kecil dan disalurkan kepada seluruh ASN lingkup Provinsi NTB.

“Dengan langkah itu, semoga kita dapat menyelamatkan ekonomi masyarakat terutama para petani lokal. Tunjangan beras bagi ASN direncanakan akan mulai 1 Agustus 2021 mendatang,” ujarnya.

Dalam rakor, ini, Zulkiefkimansyah juga mengajak seluruh bupati dan walikota se-NTB untuk menyerap gabah petani melalui pemberdayaan UMKM lokal, dengan membeli beras kemasan untuk tunjangan beras bagi ASN.

BACA JUGAGubernur NTB Ajak Bupati Walikota Serap Beras Petani Lokal

manikp@kominfo




Gubernur NTB Ajak Bupati/Walikota Serap Beras Petani Lokal

Gubernur NTB mengajak seluruh bupati dan walikota untuk menyerap beras petani melalui pemberdayaan UMKM lokal selama masa PPKM darurat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Langkah ini, menurut Gubernur NTB, H. Zulkiefkimansyah, sebagai upaya bersama untuk melindungi perekonomian masyarakat terutama ekonomi masyarakat kecil yang berprofesi sebagai petani.

Gubernur NTB“Alhamdulillah kami di provinsi sudah mulai menyusun kebijakan untuk memberikan tunjangan beras kepada ASN. Dan mudah-mudahan kebijakan ini dapat diikuti oleh seluruh kabupaten kota dalam mengoptimalisasi penyerapan gabah petani lokal,” ajak gubernur saat memimpin Rakor Penanganan Covid-19 di Gedung Graha Bhakti Praja, Kamis (22/7).

Dihadapan seluruh bupati walikota yang hadir, Zulkieflimansyah menegaskan, selama masa PPKM mulai diberlakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, prioritas utama pemerintah adalah menjaga kesehatan dan jiwa masyarakat dari bahaya Virus Corona.

BACA JUGAKesehatan dan Ekonomi Masyarakat Diutamakan di masa PPKM

Tapi di sisi lain, pemerintah juga harus menjamin ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik meski diberlakukan pembatasan aktivitas, sehingga menjaga keseimbangan kedua sektor ini menjadi tanggung jawab semua.

“Untuk itu, mari kita bahu membahu untuk melindungi UMKM melalui penyerapan beras lokal untuk diberikan kepada para ASN melalui tunjangannya. Insyaallah pemerintah provinsi akan menerapkan mulai awal Agustus mendatang” tutur gubernur.

BACA JUGAPPKM Basis Desa, Cegah Tumpukan Masalah di Kabupaten/Kota

manikp@kominfo




PPKM Basis Desa, Cegah Tumpukan Masalah di Kabupaten/Kota

Pemerintah NTB menerapkan PPKM berbasis desa, mulai 21 Juli 2021, sebagai upaya menanggulangi penyebaran Covid–19 yang kini sudah mencapai 18.147 kasus.

MATARAM.lombokjournal.com ~

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Desa harus benar–benar disukseskan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan permasalahan di kabupaten dan kota.

“Jika dimulai dari desa, maka semua sudah mulai difilter, disediakannya posko PPKM, Rumah Isolasi Mandiri di setiap desa yang ditangani oleh pemerintah desa, Babinsa, Babinkantibmas, yang kemudian tertangani dengan baik, maka insya Allah terus menerus memberikan edukasi protokol covid–19 kepada masyarakat,” jelas Sitti Rohmi, dalam laporannya saat Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, di Gedung Graha Bakti Praja, Kamis (22/7).

PPKM dibagi menjadi 4 level, yakni level 1 (new normal), level 2 (tarnsisi 1), level 3 (transisi 2) dan level 4. Pada level 1 adalah new normal, level 2 dan 3 adalah tahap transisi untuk memastikan proses relaksasi dan pengetatan secara bertahap dan memastikan pemerintah memiliki persiapan yang cukup.

“Diharapkan seluruh Kabupaten/Kota untuk dapat mengetahui berada di level manakah daerahnya,” kata Sitti Rohmi.

Sitti Rohmi menegaskan bahwa pengetatan pada PPKM Level 4 memiliki konsekuensi yang cukup besar, di mana beberapa sektor harus mengikuti aturan–aturan yang berlaku.

“Level 4 memiliki konsekuensi yang cukup besar, dari sisi kegiatan masyarakat, WFO dan WFH nya juga yang harus dipatuhi dengan sebaik–baiknya.” ujarnya.

Level PPKM Kabupaten Kota se-NTB adalah sebagai berikut; Kota Mataram berstatus level 4, Lombok Barat berstatus level 3, Lombok Tengah berstatus level 2, Lombok Utara berstatus level 3, Lombok Timur berstatus level 2, Sumbawa Barat berstatus level 3, Sumbawa berstatus level 3, Dompu berstatus level 3, Bima berstatus level 3 dan Kota Bima berstatus level 3.

BACA JUGAGubernur NTB Ajak Bupati Walikota Serap Beras Petani Lokal

ser@diskominfotikntb




Sembako dibagikan untuk Warga Mataram yang Terdampak PPKM

Ribuan sembako berbentuk paket kembali dibagikan oleh Pemerintah Provinsi NTB kepada warga kota Mataram yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Adapun sembako yang dibagikan kepada masyarakat oleh Satpol PP dan Dinas Sosial NTB, tersebut, sebanyak 500 paket dengan lokasi pembagian, di Pasar Sindu dan Pasar Sayang-Sayang, kecamatan Cakranegara.

SembakoSedangkan, Dinas Perhubungan NTB menyerahkan sebanyak 200 paket sembako di Pasar Kebon Roek, Kecamatan Ampenan. Dan Asisten II Setdaprov NTB bersama OPD lainnya menyerahkan sebanyak 500 paket sembako di kecamatan Sekarbela dan Pasar Mandalika, kecamatan Sandubaya.

Asisten II Ekonomi Pembangunan Setdaprov NTB, H. Ridwansyah, mengatakan, hari ini, Rabu (21/7), pemprov kembali menyerahkan 1.200 paket sembako kepada warga Kota Mataram. Sebelumnya, Senin (19/7) lalu, pemprov juga menyerahkan sebanyak 1.300 paket sembako. Dengan demikian jumlah keseluruhan sembako yang sudah diserahkan sebanyak 2.500 paket.

“Dalam pembagian paket sembako ini kami sasar masyarakat di sekitar kota Mataram seperti; Ojek Online (Ojol), kusir cidomo, seperti yang ada di Terminal Mandalika dan masyarakat pinggiran yang terdampak oleh PPKM. Mudah-mudahan apa yang kita berikan ini sebagai bentuk kepedulian dari Pemprov NTB kepada masyarakat yang tidak mampu,” ujar Ridwansyah.

BACA JUGAAPBD 2021, Pemprov NTB Optimis Pendapatan Bisa Optimal

diskominfotik




APBD 2021, Pemprov NTB Optimis Pendapatan Bisa Optimal

Realisasi Pendapatan APBD NTB berada pada nomor urut 11, yaitu berada di atas rata-rata realisasi dari 34 provinsi se-Indonesia.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB mengaku optimis, target pendapatan daerah yang sudah direncanakan dalam APBD 2021 bisa dicapai secara maksimal hingga akhir tahun.

“Sehingga kebutuhan belanja daerah yang sudah direncanakan bisa direalisasikan secara sempurna,” jelas Kepala Bappenda NTB, Amry Rakhman, di Mataram, Selasa (20/7).

Selanjutnya menurut Amry Rakhman, realisasi pendapatan daerah dan belanja daerah yang telah dicapai tersebut karena adanya perencanaan dan penggunaan pendapatan belanja daerah yang sudah cukup baik.

“Hal tersebut karena adanya perencanaan dan penggunaan pendapatan belanja daerah yang sudah cukup baik oleh perangkat Daerah yang dikoordinir oleh TAPD Provinsi NTB,” ungkapnya.

Capaian ini dilakukan berdasarkan potensi yang realistis dan mungkin untuk dicapai seiring dengan masih terjadinya pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi wilayah yang belum normal, sehingga realisasi pendapatan masih relatif baik.

BACA JUGASembako dibagikan untuk Warga Mataram yang Terdampak PPKM

diskominfotikntb




Tim Catur Mi6 Ingin Uji Kekuatan Atlet Catur PON NTB

Menjelang keberangkatan Atlet Catur PON NTB ke Papua, tim Catur Mi6 menjajal kekuatan duta olahraga Catur NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), squad Tim Catur Mi6 ingin berlatih tanding dengan Atlet Catur PON NTB, agar terjadi alih pengetahuan tentang taktik dan strategi bermain catur yang benar.

Selain menimba ilmu dari Atlet Catur PON NTB, Tim Catur Mi6 menambah jam terbang pengalaman bermain Catur dengan duta-duta Catur NTB yang akan berlaga di PON XX Papua.

Tim Catur MI6 brsiap menguji kekuatan atlet Catur NTB

“Suatu kehormatan yang tak ternilai, jika Squad Tim Catur Mi6 diberikan kesempatan Latih tanding dengan Atlet Catur PON NTB,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH kepada Media, Rabu (21/07/21).

Didu, yang akrab Bambang MF, mengatakan momentum kedatangan Ketua Kontingen PON NTB, Mori Hanafi dan Atlet Catur Putri, Yeyen Rarabafah maupun Master Nasional Miftahul Rahman ke Turnamen Catur Mi6 minggu lalu, menjadi spirit sekaligus ajang pembelajaran yang baik.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simental untuk Korban di NTB

Kedatagan tim Catur PON NTB tebtu akan menambah tehnik dan skil dalam strategi Catur.

Latih tanding Squad Tim Catur Mi6 paling tidak untuk membuka tradisi baru agar masyarakat makin friendly dengan olah raga Catur sekaligus sebagai bentuk support moral agar di PON XX Papua Kontingen Catur menorehkan catatan sejarah kemenangan.

“Kami ingin menimba ilmu main catur indah dari atlet catur PON NTB,” imbuh Agus Marta Hariyadi, salah satu Pecatur Andalan Mi6.

Agus menambahkan, Latih tanding bersama atlet catur PON NTB sebagai bentuk apresiasi agar dalam PON XX di Papua, kontingen PON NTB yang dipimpin Mori Hanafi sukses meraih medali, termasuk Cabor Catur.

“Dengan performance tim Catur PON NTB yang bagus, Mi6 yakin cabor Catur akan mendapat medali di Papua,” sambung Husni Ansori

Sementara itu Lahmudin Blank menambahkan, saat ini ada indikasi kuat olah raga catur mulai populer dikalangan masyarakat NTB.

Apalagi seiring dengan adanya kebijakan PPKM untuk mencegah pandemi, Catur menjadi pilihan mengusir kebosanan sekaligus wadah silaturahmi terbatas Antar Kita sesuai Prokes.

“Kesan yang umum Catur itu olah raga murah meriah dan identik dengan Pos Ronda, saat ini ada coffee Shop di Mataram sudah menyediakan papan catur. Ini tradisi yang bagus,” papar Lahmudin .

Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah mengatakan ke depan, apabila olah raga Catur sering dibuatkan event di era pandemi Covid, dipublikasi secara berkala serta dientertain dengan apik, tidak tertutup kemungkinan Catur akan menjadi bagian gaya hidup yang populer.

BACA JUGA: Nakes NTB, Insentifnya Sudah Dibayar Hingga Bulan Juni

Khususnya di tempat tongkrongan seperti coffee shop.

“Catur itu identik dengan olah raga temannya orang nongkrong sembari ngopi. Apalagi saat ini sedang pandemi. Catur itu sesungguhnya memenuhi standart prokes yang paling aman dan nyaman,” katanya.

Me




Sholat Idul Adha di Masjid Darul Istiqomah Gangga, Bupati Serahkan Hewan Qurban

Usai sholat Idul Adha bupati serahkan hewan qurban kepada Masjid Darul Istiqomah

GANGGA.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melaksanakan Sholat Idul Adha 1442 Hijriah di Masjid Darul Istiqomah Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga (20/7/2021).

Bertindak sebagai Khatib Ustadz Taqiudin, sedangkan Imam Ustadz Sodiqin, diikuti jamaah masjid setempat.

Sholat di masjid Darul Istiqomah

Bupati Djohan menyampaikan suasana Idul Adha kali ini dalam suasana prihatin, lantaran daerah dan seluruh dunia masih dirundung Covid-19. Termasuk dalam dua tahun terakhir, jamaah haji belum bisa berangkat ke tanah suci.

“Kita harus sabar, inilah ujian dari Allah SWT,” tutur bupati.

Selain itu, Lombok Utara juga terkena dampak dari Covid-19, berakibat anggaran pendapatan dan belanja daerah menurun drastis. Hal itu, menyebabkan belum terselesaikannya pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG).

Saat ini RTG yang belum dituntaskan masih berkisar 18 ribu rumah.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simentak untuk Kurban di NTB 

Bupati Djohan berharap keadaan kembali normal seperti sediakala, agar bisa melanjutkan apa yang kita cita-citakan, pembangunan yang berkelanjutan.

Pesannya, semua masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan sebagainya.

“Sebagai pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, hadir membersamai Bupati Lombok Utara, Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH beserta jajaran, berkomunikasi sejenak, setelah rangkaian pelaksanaan Sholat Idul Adha.

BACA JUGA: Mahasiswa Unram Latih Wirausaha Ibu-ibu di Santong

Pemda KLU menyerahkan pula hewan qurban kepada Masjid Darul Istiqomah berupa seekor sapi untuk dibagikan kepada warga sekitar.

sjn




Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simental Untuk Kurban di NTB

Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simental berbobot 1,25 ton, untuk perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 H di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sapi untuk kurban tersebut dibeli langsung dari peternak lokal.

KSB.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, dr. Khairil Akbar, mengatakan, tahun ini NTB kembali mendapat sumbangan sapi kurban dari Presiden Jokowi yang dibeli di salah satu peternak asal Lombok Timur.

Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simental

Sapi Simental, ini, kata peternaknya, dirawat selama empat tahun dan khusus disiapkan untuk Presiden Jokowi sebagai sapi kurban. Untuk pemberian makanan selalu menggunakan pakan alami sehingga kondisi sapi tetap sehat dan memiliki bobot 1 ton lebih.

“Alhamdulillah pembelian langsung dari peternak lokal dan tahun ini disembelih di Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya usai meninjau langsung proses pemotongan hewan kurban sumbangan dari Presiden Jokowi tersebut di halaman Kantor Bupati, Selasa (20/7).

BACA JUGAPersonil Khusus diterjunkan Guna Mengawasi Hewan Kurban

dr. Khairil, mengatakan, daging sapi kurban itu diikhtiarkan untuk diberikan kepada masyarakat Sumbawa Barat pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah, tahun ini. Ke depannya, hewan kurban sumbangan presiden di tahun-tahun berikutnya akan disalurkan juga ke seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Sehingga diharapkan sumbangan presiden itu dapat memenuhi nutrisi dan meningkatkan imun masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

“Karena sapi ini merupakan sapi yang diternak khusus dengan pengawasan dan pemeriksaan dari para dokter hewan. Sehingga keamanan dan kesehatan sapi jenis Simental ini benar-benar dijaga,” tegasnya.

Selain itu, meski di tengah masa pandemi dan PPKM, sebanyak 15.000 ekor lebih hewan kurban berhasil terjual ke luar NTB, khususnya pulau Jawa. Hal ini tentu berdampak positif khususnya untuk meningkatkan swasembada daging dan kesejahteraan masyarakat peternak di momen Idul Adha.

manikp@kominfo