Menyongsong Munas IKA Unram, Ini Kata Alumni

MATARAM.lombokjournal.com

Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) direncanakan akan digelar secara hybrid pada 29-30 Mei 2021.

Berbagai persiapan telah dilakukan panitia mengyongsong Munas yang digelar empat tahun tersebut.

Ketua Panitia Munas IKA Unram, Lalu Athari Fathullah menjelaskan kegiatan Munas akan dilaksanakan secara offline sesuai protokol kesehatan  mengingat masih Pandemi Covid-19.

Menurutnya, selain evaluasi dan perencanaan program ke depan, dalam Munas juga akan dilaksanakan pemilihan Ketua Umum dan jajaran kepengurusan IKA Unram untuk periode 2020-2024.

Athar mengatakan pendaftaran ketua umum saat ini belum dibuka. Panitia katanya masih melakukan persiapan.

“Kita berharap banyak alumni yang ikut ambil bagian untuk ramaikan Munas nanti, sebagai wujud kepedulian alumni terhadap almamater,” ujarnya, selasa ( 21/4 ).

Dijelaskan, nantinya panitia SC dan OC akan membuka pendaftaran calon ketua umum sesuai AD/ART dan PO organisasi.

“Organisasi ini adalah organisasi guyup, jadi membutuhkan figur yang sukarela untuk melakukan pengabdian sesuai tridharma perguruan tinggi,” jelasnya.

Sementara itu Alumni Fakultas Hukum Unram yang juga masuk dalam IKA Unram Jabodetabek, Didi Aulia Harahap, mengatakan IKA Unram ke depannya harus dapat mandiri untuk setiap kegiatan. Dia berharap dapat melakukan crowdfunding atau urunan dana yang mampu sukseskan setiap kegiatan.

“Kerjakan sesuai kemampuan dan libatkan sebanyak banyaknya alumni yang bisa membantu. Mulailah dengan crowdfunding yg akuntabel karena IKA ini harus punya uang buat jalan,” ujarnya, Senin, 19 April 2021.

Dia juga berharap IKA Unram memiliki banyak cabang yang dapat diakses alumni. Juga memiliki big data yang mudah diakses.

“(Berharap) punya sekretariat di Unram dan di kota-kota cabang yang bisa diakses. Kembangkan sistem digitalisasi dan buatlah big data yang aksestable untuk pengembangan potensi alumni,” katanya.

D.A Malik, Alumni Unram yang kini menjadi pengacara sukses mengucapkan terimakasih terhadap kepemimpinan IKA Unram Sirra Prayuna. Dia mengatakan, di kepemimpinan Sirra, IKA Unram dapat melejit di tingkat nasional.

“Yang pertama atas nama pengurus kami ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada pengurus dan semua pihak yang telah membantu proses dinamika IKA Unram,” ucapnya.

“Terimakasih pada kepemimpinan Ketum IKA Bapak Sirra Prayuna. IKA sudah bisa dibawa ke tingkat nasional dan telah disejajarkan dengan alumni-alumni di seluruh perguruan tinggi negeri se-Indonesia,” katanya.

Dia berharap pemilihan Ketum dalam Munas IKA Unram bisa menjadi regenerasi yang melahirkan profesional dan progresif yang dapat membawa IKA memiliki jaringan luas.

“Tentu untuk proses pemilihan IKA nantinya perlu regenerasi kepimpinan IKA Unram dengan melibatkan rekan-rekan muda yang profesional dan progresif serta memiliki jejaring luas,” ujarnya.

Dia berharap semua pihak dapat bersinergi dalam mengelola IKA Unram dan menyukseskan Munas tahun ini.

Panitia Harus Terbuka

Berbeda dengan yang lain, alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram, M. Fihirudin, meminta Panitia Munas IKA Unram, meminta agar panitia lebih terbuka mengumumkan pendaftaran bakal calon dan mekanisme lainnya.

“Kita meminta panitia secara terbuka membuka pandaftaran bakal calon, persyaratannya seperti apa dan mekanisme pemilihannya. Siapa saja yang memiliki hak suara penuh,” tegas Fihir.

Direktur Lombok Global Institut (Logis) ini mengatakan suksesnya Munas IKA Unram ada pada keterbukaan dan transparansi panitia. Dia berharap panitia tidak menjadikan Munas ini sebagai ajang yang disebut “jual karcis”.

“Jangan sampai kesannya panitia Munas menjual karcis ke bakal calon seperti Munas IKA sebelumnya,” cetusnya.

Kendati demikian, Fihir berharap Munas IKA Unram pada 20-30 Mei mendatang dapat melahirkan sosok yang mampu membawa IKA Unram lebih maju dan progresif. Dia berharap IKA tidak hanya dijadikan kekuatan politik semata, namun bisa menjadi wadah untuk pengabdian kepada masyarakat.

Setali tiga uang dengannya, mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unram periode 1993 – 1994 dan 1994 – 1995, Muhammad Ihwan alias Iwan Slenk, berharap Munas tahun ini berjalan lancar sesuai mekanisme.

“Sebagai alumni kami hanya berdoa dan berharap agar perhelatan tersebut berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang telah diatur dalam AD/ART dan PO organisasi,” katanya.

Dia berharap pemimpin baru dapat menjalankan estafet kepemimpinan sebelumnya.

“Tentu berharap juga lahir pemimpin baru yang bisa menjalankan estafet kepemimpinan selanjutnya,” katanya.

Pengacara PBNW ini mengaku tidak tahu banyak tentang IKA Unram. Namun dia berharap IKA dapat bermanfaat di khalayak.

“Saya tidak banyak paham tentang IKA Unram ini, karena setelah tamat lalu bayar uang alumni terus selesai, gak ada kontak atau komunikasi dengan IKA walaupun sampai hari ini masih mengantongi KTA IKA,” katanya.

“Mudahan saja ke depan IKA Unram ini bisa memiliki manfaat guna bagi alumni sendiri, juga bagi Unram dan bagi masyarakat secara luas,” ujarnya.

Iwan menambahkan, “Jangan seperti yang sudah-sudah, alumni saja gak tahu apa saja kegiatan, program yang sudah dibuat dan dilaksanakan oleh IKA Unram ini. Yang kami kenang hanya ada nama IKA Unram, kemudian kami juga tahu bahwa kami juga bagian dari anggotanya, selain itu tidak ada,” ujarnya.

Basri Mulyani, alumni Unram yang kini menjadi Dekan Fakultas Hukum UGR ini, mengatakan momentum Munas nanti dapat digunakan kampus untuk tiga hal:

(1) Mengetahui stakeholder satisfaction, dalam hal ini lulusan, terkait dengan learning experiences yang mereka alami, untuk dijadikan alat evaluator kinerja institusi;

(2) Mendapatkan masukan yang relevan sebagai dasar pijakan pengembangan institusi, terkait dengan kemampuan bersaing, kualitas, dan working experiences lulusan yang bisa digunakan untuk menangkap kesempatan dan menanggulangi ancaman ke depan;

(3) Meningkatkan hubungan lulusan dan almamater, karena apabila dilihat dari pengalaman institusi-institusi pendidikan terkenal, ikatan lulusan dan almamater yang kuat akan banyak membawa banyak manfaat kepada almamater seiring dengan diakuinya kiprah lulusan di masyarakat.

“Jadi tidak boleh sembunyi-sembunyi harus terbuka dan calon Ketum harus jelas visi misinya dan yang penting harus paham apa visi misi Unram jangan sampai bertolak belakang,” ujarnya.




Masuk DPO, Jozeph Paul Zhang Tetap Santai

lombokjournal.com

Kini status Jozeph  Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono sudah buron, Polri bakal segera menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). DPO ini akan diserahkan ke interpol.

“Bareskrim Polri akan segera mengeluarkan daftar pencarian orang yang tentunya DPO ini akan diserahkan ke interpol,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/04/21).

Polri menerima banyak laporan polisi yang memprotes konten dugaan penodaan agama yang diunggah Jozeph Paul Zhang di YouTube.

Salah satunya laporan polisi yang didaftarkan ke Bareskrim Polri dengan nomor 0253/IV/2021/Bareskrim. Laporan itu didaftarkan pada tanggal 17 April 2021.

Namun, meski mengetahui dirinya dilaporkan ke Bareskrim, dan segera jadi buruan interpol, ia justru seolah menanggapinya dengan santai. Seolah tak masaah dilaporkan ke polisi.

Dalam video terbaru yang diungah di akun YouTube-nya, Senin (19/04/21), terlihat Jozeph Paul Zhang menggelar pertemuan bersama komunitasnya secara daring.

Pertemuan tersebut dilakukan melalui aplikasi Zoom dan diunggah melalui akun YouTube-nya.

Dalam perbincangan, salah satu peserta tampak menyemangati Jozeph Paul Zhang yang tengah viral dan dicari keberadaannya oleh pihak Bareskrim Polri.

“Jangan gentar ya Pak Paul ya, jangan gentar,” kata seseorang dalam pertemuan virtual tersebut.

Mendapat dukungan itu, Paul Zhang meresponsnya dengan tertawa. Ia menjelaskan, dirinya sudah melepas status kewarganegaraan Indonesia.

“Oh iya, ini supaya temen-temen jangan membahas, gini, Saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia, ya. Jadi saya ini ditentukan oleh hukum Eropa,” ujarnya.

BACA JUGA:

“Jadi teman-teman, udah, jangan membahas lagi mengenai masalah itu. Justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya,” katanya.

Jozeph Paul Zhang mengungkapkan dirinya tak ingin melibatkan orang lain. Oleh karenanya, dia berusaha sebisa mungkin untuk menghindar.

Rr

 

 




Kalau Ngaku Nabi, Kenapa Jozeph Paul Zhang Menghindar

lombokjournal.com

Pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah turut bereaksi terhadap ulah Jozeph Paul Zhang penghina Nabi Muhammad.

Gus Miftah menantang Jozeph Paul Zhang untuk menunjukkan diri seusai membuat geger. Jozeph Paul Zhang mengaku nabi ke-26 dan menghina Nabi Muhammad.

Atas celotehan bernada penistaan agama itu, Gus Miftah menantang Jozeph Paul Zhang untuk bersua lewat video yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya.

Pendiri Ponpes Ora Aji Sleman itu meminta Jozeph Paul Zhang penghina Nabi keluar dari tempat persembunyiannya. Sebab, diketahui berada di luar negeri.

“Hey Paul Zhang, keluar dong! Ngaku nabi kok sembunyi, sampaikan risalahmu! Nabi kok main petak umpet,” kata Gus Miftah.

BACA JUGA:

Karena itu, Gus Miftah mengundang orang mengaku nabi itu ke pesantrennya.

“Ke Ora Aji (Pesantren milik Gus Miftah) yuk, kita ngopi!” kaa Gus Miftah.

Rr




TGB Bicara Kasus Jozeph Paul Zhang

MATARAM.lombokjournal.com

Dugaan penistaan agama melalui video Jozeph Paul Zhang yang viral menuai kecaman dari para tokoh agama.

Tak terkecuali dari Muhammad Zainul Majdi atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengecam Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26, dalam video berdurasi sekitar 3 jam.

“Saya mengecam keras dan mengutuk video serta perilaku saudara Jozeph, yang nyata-nyata merupakan provokasi terhadap kita semua,” kata TGB seperti dikutip TribunLombok.com, Selasa (20/04/21).

Dugaan penistaan agama itu, karena saat Paul bicara dengan komunitasnya, bicara yang melukai hati umat saat menyinggung soal puasa umat Islam.

Mantan Gubernur NTB dua periode itu mengatakan, apa yang dilakukan Jozeph merusak keharmonisan masyarakat beragama di Indonesia.

”Perbuatan ini (Jozeph) bisa membahayakan kehidupan keagamaan kita di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW, merupakan sesuatu yang sakral, dihormati, dimuliakan, dan diagungkan umatnya.

BACA JUGA; 

  • Kalau Ngaku Nabi, Kenapa Jozeph Paul Zhang Menghindar
  • Masuk DPO, Jozeph Paul Zhang Tetap Santai                                                                                                                                                                                    Karena itu TGB mendesak negara untuk menindak tegas, sehingga tidak ada ruang bagi penistaan agama. Siapa pun yang menistakan agama harus dikejar, diproses, dan dihukum.

Rr

 




Paul Zhang Bisa Ditangkap Meski di Luar Negeri

lombokjournal.com

Jozeph Paul Zhang yang diduga melakukan penistaan agama melalui akun videonya yang viral, telah  merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Ia  membawa nama suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di ruang digital.

Pemilik  nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono itu sudah ditetapkan Polri sebagai tersangka.

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) telah melakukan tindakan tegas terkait viralnya video dugaan penistaan agama yang diucapkan oleh Joseph Paul Zhang.

Dedy Permadi, juru bicara Kementerian Kominfo RI mengatakan,  ujaran kebencian maupun penistaan agama yang dilakukan oleh Paul Zhang tidak dapat ditoleransi oleh Kementerian Kominfo.

“Per hari ini (Selasa), 20 April 2021 telah dilakukan take down atau pemutusan akses pada 20 konten di YouTube terkait ujaran kebencian tersebut,” terang Dedy pada jumpa pers pers virtual “Langkah Kominfo Terkait Dugaan Ujaran Kebencian oleh Paul Zhang”, Selasa (20/04/21).

Kominfo juga menghapus satu konten berjudul “Puasa Lalim Islam” di akun milik Paul Zhang. Dalam hal ini, ada 7 konten diblokir Kominfo pada Senin (19/4). Kemudian, pada 13 konten telah diblokir pada Selasa siang.

Berdasarkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), tindakan Paul Zhang dapat dikategorikan perbuatan yang melanggar pasal 28 ayat 2 jo pasal 45a yang berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.”

Selain UU ITE, Kominfo juga merujuk pada PP 71 no 19 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE), khususnya Pasal 5 terkait larangan muatan konten yang melanggar aturan dan Pasal 96 terkait klarifikasi dan definisi konten yang terkait melanggar aturan.

Kemudian, juga merujuk Peraturan Menteri No 5 tahun 2020 khususnya Pasal 13 mengenai kewajiban pemutusan akses terhardap informasi elektronik dan dokumen elektronik yang dilarang, serta pasal 15 mengenai ketentuan waktu serta prosedur pemutusan akses konten yang dilarang.

Dedy menegaskan, meskipun Paul Zhang kini berada di luar negeri, bisa ditangkap. Merujuk Pasal 2 UU ITE, UU tersebut menerapkan azas ekstra territorial.

BACA JUGA: Berantas Hate Speech, 20 Konten di YouTube Paul Zhang Diblokir

Yang berlaku bagi tiap orang yang melakukan perbuatan hukum baik yang berada di wilayah hukum Indonesia, maupun di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

BACA JUGA: Masuk DPO, Jozeph Paul Zhang Tetap Santai

Paul Zhang dilaporkan sudah meninggalkan Indonesia pada 11 Januari 2018 menuju Hong Kong.

Rr

 

 




Komisi III DPRD NTB Klarifikasi Manajemen Bank NTB Syariah

Dalam dengar pendapat Komisi III lebih fokus menyoroti aspek perkembangan bisnis perbankan Bank NTB Syariah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komisi III DPRD Provinsi NTB yang membidangi keuangan dan perbankan, memanggil jajaran manajemen Bank NTB Syariah pada Senin (19/04/21).

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk melakukan klarifikasi terkait berbagai persoalan yang membelit Bank NTB Syariah belakangan ini.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sembirang Ahmadi di sela-sela Rapat dengar pendapat bersama Bank NTB Syariah menjelaskan, Komisi III lebih fokus menyoroti aspek perkembangan bisnis perbankan Bank NTB Syariah.

Ia melihat pertumbuhan pengajuan kredit di Bank NTB Syariah belum bergerak dengan progresif, dengan menyasar prospek nasabah dari berbagai kalangan lapisan masyarakat. Sejauh ini nasabah Bank NTB Syariah masih didominasi kalangan ASN.

BACA JUGA: Ramadhan, Umat Islam Diingatkan Jaga Prokes 

“Kita dorong dari sekarang agar kredit agar lebih progresif, dengan memperlebar jangkauan pasarnya. Selama ini kredit di bank NTB didominasi oleh kredit produktif, nah kita dorong agar merambah ke sektor-sektor rill,” ujarnya.

Sektor rill yang dimaksud Sembirang yakni seperti sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Dimana pekerja yang dominan di sektor-sektor tersebut adalah masyarakat NTB.

Sehingga bank NTB bisa ikut berkontribusi mengungkit masyarakat NTB di sektor-sektor tersebut.

“Kenapa ke petani peternak agar mereka tumbuh juga dengan baik, lebih banyak disentuh oleh bank NTB, jangan sampai Bank NTB kalah eksis dari Bank Bali yang juga ada di sini,” katanya.

Politisi PKS itu mendorong agar Bank NTB Syariah bisa hadir ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memberikan pelayanan kredit mudah dan cepat kepada masyarakat berpengaruh rendah.

BACA JUGA: Cerita Wastra NTB, Siap Bertarung Dari Rumah

“Intinya Bank NTB harus dapat memberikan fasilitas dan kemudahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kredit di bank NTB, harus lebih banyak lagi di sentuh,” katanya.

“Kemudian catatan yang kita sampaikan juga agar bagaimana Bank NTB bisa lebih kompetitif lagi, jangan terlalu manja dengan market ASN yang ada sekarang ini, cari pengusaha yang mau ambil kredit, korporasilah,” sambungnya.

Ast

 




Presiden RI Tinjau Vaksinasi Seniman dan Budayawan 

lombokjournal.com

JAKARTA : 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyaksikan pemberian vaksin Covid-19 kepada 500 orang seniman. Mereka terdiri dari unsur budayawan, sastrawan, pelaku perfilman, pelaku bidang tari, teater, musisi, dan fesyen.

Vaksinasi bagi seniman dan budayawan itu berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Senin (19/04/21) pagi.

Pesiden Jokowi

“Pagi ini alhamdulillah kita sama-sama dengan seniman, budayawan, artis, musisi, dari teater seni tradisi. Semua kumpul di sini untuk vaksinasi. Semoga beliau-beliau bisa terlindungi dan tidak terpapar oleh Covid-19 agar bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa,” kata  Presiden Joko Widodo sesaat setelah meninjau pemberian vaksin.

Kata presiden, pandemi Covid-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu kita tetap harus ingat dan waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid-19.

Vaksinasi pada seniman merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk menggeliatkan kembali sektor seni dan budaya Indonesia agar segera bangkit dan pulih dari pandemi.

“Vaksinasi bagi seniman dan budayawan adalah bentuk kepedulian Bapak Presiden RI yang ingin sektor seni dan budaya segera bangkit dan pulih dari pandemi,” ucap Mendikbud dikutip dari laman kemendikbud.go.id.

Lebih lanjut dikatakannya, Kemendikbud hadir melindungi para penggiat dan pelaku kebudayaan di masa pandemi.

Saat meninjau vaksinasi seniman itu Pesiden  didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Hadir beberapa budayawan, pelaku musik dan komedian yang diberikan vaksin pada kesempatan ini di antaranya adalah aktor senior Slamet Rahardjo Jarot, komedian Barata Nugraha atau Polo Srimulat dan Lies Hartono atau Cak Lontong, musisi Bimbim Slank, penyanyi Widi Mulia AB3 dan Edo Kondologit, penulis Ayu Utami, perupa Hanafi, koreografer Hartati serta perwakilan kelompok budaya Wayang Orang Bharata dan perwakilan kelompok pertunjukan Miss Tjitjih.

BACA JUGA:

Slamet Rahardjo Jarot mengungkapkan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah melindungi rakyatnya dari pandemi Covid-19.

“Kita harus menjadi pelaku seni yang pandai berterima kasih dan pemimpin kita memberi maka kita terima kasih Bapak Presiden karena kami akan berkreasi lebih baik,” kata Slamet Rahardjo.

Musisi Bimbim Slank juga sangat antusias menunggu giliran untuk diberikan vaksin Covid-19.

BACA JUGA: “Semua Kelahiran Selamat, Semua Bayi dan Anak Sehat”

Cc




Joseph Paul Zhang Dicari Polri, Pernah Sebut PKI Orang Jujur

lombokjournal.com

Sosok Jozeph Paul Zhang menjadi sorotan publik Indonesia. Pasalnya pria ini mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan sebagai nabi ke-26 ini disampaikan Joseph Paul Zhang dalam sebuah forum diskusi daring bertema “Puasa Lalim Islam”.

Sontak saja pernyataan Joseph Paul Zhang memantik emosi umat Islam di Indonesia. Beberapa ormas Islam meminta polisi menangkap Joseph Paul Zhang.

Bukan kali ini saja Joseph Paul Zhang membuat video dan berkomentar kontroversial. Jauh sebelum mencuat pengakuannya sebagai nabi ke-26, pria yang disebut sebagai pendeta ini juga pernah membela PKI yang merupakan partai terlarang di Indonesia.

Ungkapan tersebut seperti dalam video yang diunggah channel YouTube Cahaya Islam Channel Desember akhir tahun 2020 lalu.

Dalam video tersebut tampak sosok Jozeph Paul Zhang tengah melakukan diskusi perihal PKI.

Jozeph menyebut bahwa PKI ini sebetulnya orang yang jujur. Gerakannya yang menculik 7 jendral merupakan bentuk kritik. Ia menyebut bahwa di era Soekarno banyak jenderal yang bergaya hidup hedon.

BACA JUGA

Diduga Hina Nabi Muhammad,  Jezeph Paul Zhang Ngaku Nabi ke 26

“PKI ini orang-orang jujur yang mengkritik jendral jamannya Soekarno yang hidupnya mewah, istrinya 4. Jangan bilang Jendral A Yani dan jendral lainnya itu jujur ya, hidupnya dalam hedonisme,” ucapnya.

“Pada kenyataannya PKI itu mengkritik Soekarno karena jendral-jendralnya itu hedonisme hidupnya. Jadi PKI itu justru yang mengajarkan rakyat itu hidup bener,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia mempertanyakan seberapa jahat PKI itu. Menurutnya justru PKI punya andil besar dalam perjuangan kemerdekaan, contohnya saat pemberontakan tahun 1926 dan pemberontakan 1948.

“Apakah PKI jahat? sejahat apa? jahatnya dimana? justru di zamannya PKI itu yang memimpin pemberontakan PKI tahun 1926 dan 1948. Nah NU ini jadi korban berapa banyak yang jadi korban ngga nyampe 500 total dari tahun 26 sampai 45,” katanya.

BACA JUGA : Sejak 2018 Jozeph Paul Zhang Tinggalkan Indonesia

“Tapi berapa yang dibantai orang yang dianggap pki sama orang NU? 3 juta oleh orang NU ya kan, kan dulu musuhnya sama NU,” tambahnya.

Rr

 

 

 

 

 




Sejak 2018 Jozeph Paul Zhang Tinggalkan Indonesia

lombokjournal.com

Keberadaan Jozeph Paul Zhang sudah dilacak dan diketahui Bareskrim Polri. Jozeph Paul Zhang penghina Nabi Muhammad cabul dicari-cari polisi.

Ini kabar terbaru tentang kasus Jozeph Paul Zhang. Polisi mendalami berkas penyelidikan terlapor Jozeph Paul Zhang. Berdasarkan data perlintasan Imigrasi, ternyata yang bersangkutan telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018.

Saat ini, Jozeph dikabarkan berdomisili di Bremen, Jerman.

Hal itu sejak awal sudah diperkirakan Bareskrim Polri. Namun  penyelidikan Jozeph Paul Zhang terkait dugaan penistaan agama tidak akan terhalang.

“Kami berkoordinasi dengan Imigrasi dengan baik. Data yang bersangkutan (Jozeph Paul Zhang) meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 dan tercatat belum kembali,” kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Agus Andrianto ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Jozeph Paul Zhang mengetahui banyak warga Indonesia yang gampang marah sehingga membuat konten video yang memancing emosi masyarakat.

BACA JUGA:  Joseph Paul Zhang Dicari Polri, Pernah Sebut PKI Orang Jujur

“Dia tahu akhir-akhir ini banyak warga Indonesia gampang sekali marah. Ngomong-lah seperti di video yang viral. Semoga hari kemarin enggak banyak yang batal puasanya,” kata Agus.

BACA JUGA: Diduga Hina Nabi Muhammad, Jozeph Paul Zhang Ngaku Nabi ke 26

Terkait dengan video tersebut, Agus memastikan kepolisian akan turun tangan menjalankan tugas pokok kepolisian.

Rr




Menag: Aparat Proaktif Proses Penistaan Agama

lombokjournal.com

Dua peristiwa dugaan penistaan agama kembali terjadi dan menjadi perbincangan publik pekan ini.

Pertama, video Jozeph Paul Zhang yang diduga menghina Islam, sedangkan Desak Made Darmawati yang diduga melakukan penistaan agama Hindu.

Desak Made sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Hindu, meski proses hukum yang berjalan tetap harus dihormati. Aparat juga sudah menindaklanjuti laporan terkait Joseph Paul Zhang.

“Saya mengapresiasi langkah proaktif aparat dalam menindaklanjuti dan mengambil tindakan atas laporan ujaran yang mengandung penistaan dan menimbulkan keresahan,” kata Menag, Yaqut Cholil Qoumas melalui keterangan pers Kemenag RI di Jakarta, Minggu (18/04/2021).

Ia usai bertemu beberapa tokoh agama Kalimantan Utara. Menag minta masyarakat tetap tenang.

“Saya minta masyarakat untuk tetap tenang, mengedepankan kebersamaan dan toleransi di tengah upaya berbagai pihak mengadu dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Ditegaskannya, indakan menistakan agama memang tidak dibenarkan atas alasan apapun. Karenanya, menjadi tugas aparat untuk melakukan tindakan tegas pada setiap bentuk penistaan agama, siapapun pelakunya.

BACA JUGA

Menag mendesak aparat menindak tiap pelaku ujaran atau pun perbuatan yang mengarah pada penistaan agama.

“Tidak hanya terkait kasus Joseph Paul Zhang dan Desak Made, tapi siapapun pelakunya,” tegas Menag.

Tiap umat beragama harus meyakini kebenaran keyakinan agamanya. Namun, tidak boleh diikuti dengan sikap merendahkan atau menyalah-nyalahkan ajaran atau keyakinan agama lainnya.

Masyarakat diminta kedepankan toleransi.

“Mari yakini kebenaran agama masing-masing dengan tetap menghormati dan menghargai saudara sebangsa yang berbeda keyakinan,” tandasnya.

Cc