LSM Gempar Nagih Pembayaran Proyek ke DPRD NTB

Perwakilan GEMPAR beberapa kali memukul meja, juga mengancam akan melempar Sekwan dengan  gelas air mineral

MATARAM.lombokjournal.com

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran (Gempar) NTB datangi Kantor DPRD NTB.

Sekitar 50 orang massa Gempar menagih atau menuntut dicairkannya pembayaran beberapa proyek pemerintah yang dikerjasamakan dengan rekanan di Kabupaten Lombok Tengah.

Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad

Dalam paparannya, perwakilan Gempar NTB Hamzan Halilintar bersama 20 orang perwakilan yang diterima di ruang rapat Sekretariat Dewan untuk menyampaikan aspirasinya, minta Pemprov tidak main retorika dan memastikan pembayaran segera terealisasi.

Jika tuntunannya tidak dipenuhi hari ini, pihaknya mengancam melakukan aksi masa besar-besaran mendatangi Kantor Gubernur NTB beberapa hari mendatang.

Lebih jauh dikatakan, anggaran seharusnya dicairkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, setelah terbitnya Surat Perintah Pembayaran (SPM) agar tidak muncul dugaan kecurangan pemerintah.

Hal lain yang menjadi keberatan Gempar NTB adalah fakta di lapangan beberapa rekanan lain justru sudah menerima pembayaran.

“Ini ada lingkaran setan,” tegasnya.

Menurut Gempar NTB, beberapa oknum pemerintah dan anggota DPRD NTB sengaja ‘bermain’ dengan mengintervensi persoalan pembayaran tersebut.

“Kalau sudah ada SPM uangnya sudah cair, lalu kemana?” Tanya Hamzan.

Dibayar tahun ini

Mewakili BPKAD NTB, Sekretaris BPKAD H. Zainul Islam menyampaikan, tidak benar ada kesengajaan Pemprov tak menunaikan kewajiban membayar proyek yang sudah selesai dikerjakan.

Hal tersebut murni keterbatasan anggaran akibat refokusing anggaran akibat pandemi Covid-19.

Terkait pembayaran, Zainul menyatakan secara regulasi, pemerintah akan membayar pada tahun ini dengan menjadikan tunggakan tersebut sebagai hutang tahun sebelumnya.

“Aturan Permendagri 64, tentang penyusunan APBD 2020. Terhadap pekerjaan yang tidak terbayarkan 2020 dapat dibayarkan 2021. Yang jelas aturan yang kita pegang,” katanya.

Sekretaris Dewan (Sekwan), Mahdi Muhammad menyampaikan, pimpinan DPRD NTB sedang tidak masuk kantor karena Sekretariat DPRD NTB di-lock down karena ada anggota dewan terpapar Covid-19.

“Melanjutkan lock down kantor DPRD (NTB) sehingga hari ini tidak bisa,” jelas Mahdi.

 

Pertemuan sendiri berlangsung tegang dipantik perwakilan Gempar NTB yang berbicara dengan nada tinggi, sembari beberapa kali memukul meja hingga mengancam akan melempar Sekwan dengan  gelas air mineral.

BACA JUGA;

Buntut Tiga Anggota Dewan Terpapar Corona, Lock Down Gedung DPRD NTB Diperpanjang

Hal yang dijawab Sekwan dengan meminta wakil Gempar lebih sopan saat diskusi dengan pejabat Pemprov yang hadir.

“Tolong lebih beretika. Di depan ini pejabat yang hadir,” pintanya.

Ast




Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Siap Melakukan Vaksin Perdana

Masyarakat diharap tidak paranoid dan menganggap vaksin ini berbahaya

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. mengungkapkan, Pemprov akan menjadi garda terdepan dan akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat mengenai vaksin Covid-19.

“Apa yang kita lakukan adalah wujud negara hadir sebagai garda terdepan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat kita mengambil peran perdana untuk melakukan vaksin covid-19 ini,” tutur Sekdan yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB.

Lalu Gita AryadI

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Forkopimda, Pejabat Teknis yang menangani Kesehatan dan Tokoh Agama atau Tokoh masyarakat akan divaksin Covid-19.

Rencananya vaksinasi ini akan dilakukan di Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB pada Rabu, 14 Januari 2020, sambil menunggu BPOM menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) yang sesuai kaidah akademis dan standar WHO.

Komitmen keseriusan ini dinyatakan (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam rapat persiapan pelaksanaan pemberian vaksin perdana yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Provinsi NTB, Senin (11/01/21).

Miq Gita sapaan akrabnya berharap, agar masyarakat tidak paranoid dan menganggap vaksin ini berbahaya. Terlebih dengan telah dikeluarkannya fatwa MUI tentang kehalalan dan kesuciannya, sambil menunggu izin penggunaan dari BPOM.

Menurutnya, melalui vaksinasi perdana ini diharapkan masyarakat dapat percaya tentang keamanan vaksin Sinovac serta yakin tentang pentingnya vaksinasi mengingat pandemi Covid-19 sudah memasuki gelombang kedua.

Sehingga ia menghimbau agar berbagai informasi hoax dan tidak benar dapat diminimalisir agar tidak menimbulkan ketakutan.

“Agar kita perangi hoax-hoax ini agar tidak diterima begitu saja oleh masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., memaparkan kesiapan teknis vaksinasi perdana.

Menurutnya, sebelum dilakukan vaksinasi akan dilakukan proses skreening terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik, karena sebagaimana penjelasan Kadis Kesehatan, ada 15 penyakit yang jika seseorang memilikinya, maka ia tidak dapat diberikan vaksin Covid-19.

“Kita betul – betul akan melakukan cek up awal agar tidak terjadi mis” jelas dr. Eka.

Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa  diberikan vaksin covid-19, yakni Pernah terkonfirmasi menderita covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka Panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun, penderita penyakit saluran pencerna kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes melitus, penderita HIV dan penderita penyakit turberkulosis.

Eka juga menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan 400 vaksinator dari tenaga kesehatan yang berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD , RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram.

“Persiapan vaksinator yang dilatih, hari ini sudah masuk ke pelatihan ke – 2 sampai tanggal 13 sudah selesai pelatihannya,” jelas dr. Eka.

Sher@Diskominfotikntb




Doa Bersama untuk Keselamatan Penumpang Sriwijaya Air SJ-282

MATARAM.lombokjournal.com

Acara do’a Bersama untuk Keselamatan Penumpang Sriwijaya Air SJ-282 digelar di Taman Sangkareang Kota Mataram, dihadiri oleh semua OKP dan Jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, minggu malam (10/01/2021).

Doa bersama dimulai dengan yasinan dipimpin oleh Wasekjend PB HMI, Saeful Hadi dan dilanjutkan dengan do’a. Usai berdoa untuk keselamatan dilanjutkan dengan testimoni untuk Ketua PB HMI 2016-2018, Mulyadi P. Tafsir.

Moderator yang juga Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM mengatakan, Mulyadin P. Tamsir orang baik dan terakhir pertemuannya sekitar bulan Desember.

“Saat mendengar ada pesawat jatuh dan ada sahabat saya Mulyadi disana, saya pun menangis, beliau orang baik, malam ini kita berdoa untuk keselamatan semua penumpang dan sahabat kita Mulyadi P. Tamsir,”  kata Karman.

Sekjend Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Manimbang Kahariyadi mengungkapkan, sosok Mulyadi merupakan sosok yang cendekiawan dan bertanggungjawab.

“Adinda Mulyadi P. Tamsir merupakan sosok cendekiawan yang cerdas dan bertanggungjawab, kalau masalah kaderisasi jangan ragukan lagi, saya sering bertemu di acara LK 2, LK 3 dan acara HMI lainnya, Sangat komit,” ulas Manimbang.

Kapolda NTB, Irjen. Pol. H.M. Iqbal

Kapolda NTB, Irjen. Pol. H.M. Iqbal, S.I.K., M.H  juga mengatakan, Mulyadi P. Tamsir merupakan sahabat dekatnya, Mulyadi pernah meminta restu kepadanya untuk maju DPR.

“Saya kenal dekat sama beliau, ia pernah minta restu untuk maju melalui Hanura dan saya restui, saya support. Beliau orang baik,” terang pria yang akrab dipanggil Kanda HMI (Haji Muhammad Ikbal) dikalangan Aktivis.

Sementara itu, Ketua Panitia Do’a keselamatan, Aziz Muslim mengatakan, duka yang dialami bukan duka Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saja tetapi duka semua aktivis Cipayung Plus.

“Kalaupun saya bukan kader HMI, tapi solidaritas Cipayung Plus harus tetap. Bukan hanya duka terhadap keluarga besar HMI tapi duka bagi Cipayung plus. Ia adalah generasi aset bangsa yang disayang Tuhan,” kata  Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra.

Hadir juga dalam acara tersebut,  Dirintelkam Polda NTB Kombes Pol Sutrisno, Kabid Propam Polda NTB Kombes Awan Hariono, Kapolres Kota Mataram Kombes Heri, Seku. KAHMI NTB Zaky Mubarok, Miftahul Khair Ketua DPD IMM NTB, dan beberapa perwakilan Cipayung Plus lainnya.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 11 Januari 2021, Bertambah 58 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 38 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Masyarakat diminta terus waspada terhadap penyebaran Covid-19, yakni dengan patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram dan Laboratorium PCR RSUD Dr. R Soedjono Selong mengkonfirmasi ada tambahan 58 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita AryadI

Dalam siaran pers, Senin (11/01/21), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 299 (dua ratus Sembilan puluh sembilan) sampel dengan hasil 234 (dua ratus tiga puluh empat) sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 58 (lima puluh delapan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 49 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 58 (lima puluh delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 38 (tiga puluh delapan) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari ini (11/01/2021) sebanyak 6.235 (enam ribu dua ratus tiga puluh lima) orang, dengan perincian 5.108 (lima ribu seratus delapan) orang sudah sembuh, 302 (tiga ratus dua) meninggal dunia, serta 825 (delapan ratus dua puluh lima) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Bertambah 58 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 38 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 6178, an. SY, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  2. Pasien nomor 6179, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Kara, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sondosia Bima;
  3. Pasien nomor 6180, an. WS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Tanjung Kabupaten Lombok Utara;
  4. Pasien nomor 6181, an. BHS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Tanjung Kabupaten Lombok Utara;
  5. Pasien nomor 6182, an. MDA, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
  6. Pasien nomor 6183, an. AS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  7. Pasien nomor 6184, an. IS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  8. Pasien nomor 6185, an. N, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  9. Pasien nomor 6186, an. MH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  10. Pasien nomor 6187, an. DK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  11. Pasien nomor 6188, an. DA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 6189, an. K, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  13. Pasien nomor 6190, an. MLS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  14. Pasien nomor 6191, an. SS, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  15. Pasien nomor 6192, an. EW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  16. Pasien nomor 6193, an. IBA, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kota Dumai, Provinsi Riau. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  17. Pasien nomor 6194, an. NAA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kota Surabaya, Provinsi JawaTimur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  18. Pasien nomor 6195, an. BN, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  19. Pasien nomor 6196, an. FH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  20. Pasien nomor 6197, an. AAM, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  21. Pasien nomor 6198, an. RR, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6067. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  22. Pasien nomor 6199, an. NNADS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  23. Pasien nomor 6200, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas,Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas; Pasien nomor 6201, an. SU, laki-
  24. laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Gapit, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  25. Pasien nomor 6202, an. MS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Maronge, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  26. Pasien nomor 6203, an. AS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  27. Pasien nomor 6204, an. YI, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  28. Pasien nomor 6205, an. AK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  29. Pasien nomor 6206, an. EG, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  30. Pasien nomor 6207, an. LMAM, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  31. Pasien nomor 6208, an. YL, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5920. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  32. Pasien nomor 6209, an. RM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  33. Pasien nomor 6210, an. MRA, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  34. Pasien nomor 6211, an. D, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  35. Pasien nomor 6212, an. SN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas Barat;
  36. Pasien nomor 6213, an. LASP, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5993. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  37. Pasien nomor 6214, an. F, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5993. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  38. Pasien nomor 6215, an. ODN, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5993. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  39. Pasien nomor 6216, an. LR, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  40. Pasien nomor 6217, an. HK, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  41. Pasien nomor 6218, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  42. Pasien nomor 6219, an. AMAN, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R.Soedjono Selong;
  43. Pasien nomor 6220, an. CRL, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  44. Pasien nomor 6221, an. UAS, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6219 dan 6220. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  45. Pasien nomor 6222, an. MAS, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  46. Pasien nomor 6223, an. L, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  47. Pasien nomor 6224, an. H, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  48. Pasien nomor 6225, an. R, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Bandok, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  49. Pasien nomor 6226, an. ARR, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  50. Pasien nomor 6227, an. AA, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5847. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  51. Pasien nomor 6228, an. N, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6109. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  52. Pasien nomor 6229, an. ZERD, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6031. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  53. Pasien nomor 6230, an. KSKD, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6031. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  1. Pasien nomor 6231, an. MA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinai, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  2. Pasien nomor 6232, an. SH, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5682. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  3. Pasien nomor 6233, an. MAA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  4. Pasien nomor 6234, an. RK, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  5. Pasien nomor 6235, an. S, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada.

Hari Senin terdapat 38 (tiga puluh delapan) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4275, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4424, an. FH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan MoyoUtara, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4551, an. R, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4620, an. SB, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4661, an. SVR, perempuan, usia 6 bulan, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4733, an. H, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4803, an. II, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4875, an. M, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 4932, an. DS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Sabedo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 5175, an. MY, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 5203, an. MIHH, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 5255, an. S, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 5307, an. D, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 5326, an. WJ, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 5328, an. AA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5346, an. DH, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 5347, an. B, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  18. Pasien nomor 5380, an. J, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 5436, an. I, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  20. Pasien nomor 5445, an. RLOT, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 5468, an. IM, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 5490, an. Y, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5496, an. AR, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  24. Pasien nomor 5534, an. RN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  25. Pasien nomor 5693, an. LMS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Pandan Duri, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  26. Pasien nomor 5695, an. MF, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  27. Pasien nomor 5792, an. N, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Berora, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  28. Pasien nomor 5799, an. IS, perempuan, usia 49 tahun, Kelurahan Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  29. Pasien nomor 5800, an. W, perempuan, usia 67 tahun, Kelurahan Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  30. Pasien nomor 5801, an. RAHK, laki-laki, usia 10 tahun, Kelurahan Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  31. Pasien nomor 5802, an. AAF, laki-laki, usia 2 tahun, Kelurahan Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  32. Pasien nomor 5805, an. IA, perempuan, usia 47 tahun, Kelurahan Mantun, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  33. Pasien nomor 5808, an. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  34. Pasien nomor 5824, an. NS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  35. Pasien nomor 5825, an. AA, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  36. Pasien nomor 5836, an. S, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  37. Pasien nomor 5837, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  38. Pasien nomor 5976, an. AW, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Hari Senin ini juga terdapat 2 (dua) penambahan kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 5665, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 6218, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengajak terus waspada terhadap penyebaran Covid-19, yakni dengan patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat diminta selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Kepada pengelola  fasilitas publik, perkantoran dan pengelola tempat kegiatan usaha agar menyiapkan fasilitas pencegahan Covid-19 serta secara berkala menghimbau untuk mematuhi protokol Kesehatan,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 09 Januari 2021, Bertambah 68 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 49 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, masyarakat diingatkan agar menjaga kekompakan dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 68 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Sabtu (09/01/21), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 274 (dua ratus tujuh puluh empat) sampel dengan hasil 189 (seratus delapan puluh sembilan) sampel negatif, 17 (tujuh belas) sampel positif ulangan, dan 68 (enam puluh delapan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 49 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 68 (enam puluh delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 49 (empat puluh sembilan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (09/01/2021) sebanyak 6.136 (enam ribu seratus tiga puluh enam) orang, dengan perincian 5.033 (lima ribu tiga puluh tiga) orang sudah sembuh, 297 (dua ratus sembilan puluh tujuh) meninggal dunia, serta 806 (delapan ratus enam) orang masih positif.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

BERTAMBAH 68 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 49 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 6069, an. IGALTW, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  2. Pasien nomor 6070, an. NL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  3. Pasien nomor 6071, an. BZU, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  4. Pasien nomor 6072, an. NPDEL, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  5. Pasien nomor 6073, an. AJL, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  6. Pasien nomor 6074, an. NH, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
  7. Pasien nomor 6075, an. J, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
  8. Pasien nomor 6076, an. MS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Risa Sentra Medika Mataram;
  9. Pasien nomor 6077, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
  10. Pasien nomor 6078, an. AK, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
  11. Pasien nomor 6079, an. HP, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  12. Pasien nomor 6080, an. NM, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  13. Pasien nomor 6081, an. IBEA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  14. Pasien nomor 6082, an. IS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  15. Pasien nomor 6083, an. FHS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 6084, an. AAP, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  17. Pasien nomor 6085, an. SC, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  18. Pasien nomor 6086, an. BNDA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  19. Pasien nomor 6087, an. PA, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  20. Pasien nomor 6088, an. HIC, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  21. Pasien nomor 6089, an. MD, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  22. Pasien nomor 6090, an. HD, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  23. Pasien nomor 6091, an. IBPA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  24. Pasien nomor 6092, an. TP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  25. Pasien nomor 6093, an. DE, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  26. Pasien nomor 6094, an. MAM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  27. Pasien nomor 6095, an. NR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Kumbe;
  28. Pasien nomor 6096, an. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  29. Pasien nomor 6097, an. FDQ, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5300. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  30. Pasien nomor 6098, an. PA, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  31. Pasien nomor 6099, an. AMS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  32. Pasien nomor 6100, an. UR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  33. Pasien nomor 6101, an. N, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  34. Pasien nomor 6102, an. FA, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5558. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  35. Pasien nomor 6103, an. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Rengsing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 5743. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  36. Pasien nomor 6104, an. BIW, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5558. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  37. Pasien nomor 6105, an. S, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima danPuskesmas Penanae;
  38. Pasien nomor 6106, an. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  39. Pasien nomor 6107, an. M, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  40. Pasien nomor 6108, an. R, perempuan, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  41. Pasien nomor 6109, an. YE, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  42. Pasien nomor 6110, an. DH, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  43. Pasien nomor 6111, an. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  44. Pasien nomor 6112, an. IS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6031. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  45. Pasien nomor 6113, an. ESW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  46. Pasien nomor 6114, an. AF, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  47. Pasien nomor 6115, an. ZH, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  48. Pasien nomor 6116, an. AAZ, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  49. Pasien nomor 6117, an. V, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  50. Pasien nomor 6118, an. M, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  51. Pasien nomor 6119, an. Z, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  52. Pasien nomor 6120, an. MR, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  53. Pasien nomor 6121, an. H, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  54. Pasien nomor 6122, an. M, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  55. Pasien nomor 6123, an. IRD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  56. Pasien nomor 6124, an. HAH, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  57. Pasien nomor 6125, an. AHB, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6124. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  58. Pasien nomor 6126, an. AHH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6124. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  59. Pasien nomor 6127, an. J, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  60. Pasien nomor 6128, an. R, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  61. Pasien nomor 6129, an. SSW, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  62. Pasien nomor 6130, an. LVS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  63. Pasien nomor 6131, an. BKLM, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  64. Pasien nomor 6132, an. SLE, perempuan, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  65. Pasien nomor 6133, an. SYI, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  66. Pasien nomor 6134, an. BS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  67. Pasien nomor 6135, an. H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tebo, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  68. Pasien nomor 6136, an. E, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat.

Hari ini terdapat 49 (empat puluh sembilan) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4421, an. IW, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4422, an. H, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4427, an. A, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4499, an. AP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4509, an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Buin Beru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4734, an. J, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4741, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4777, an. MFR, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4791, an. S, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4859, an. LP, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4894, an. MJDB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4896, an. J, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4933, an. A, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 4943, an. HA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 4945, an. I, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5066, an. U, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 5092, an. MNJI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 5185, an. E, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  19. Pasien nomor 5327, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 5336, an. HAM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  21. Pasien nomor 5376, an. DP, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 5377, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5446, an. EK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  24. Pasien nomor 5488, an. ARZ, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  25. Pasien nomor 5489, an. B, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  26. Pasien nomor 5495, an. RA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  27. Pasien nomor 5498, an. SH, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  28. Pasien nomor 5499, an. J, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  29. Pasien nomor 5501, an. F, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur;
  30. Pasien nomor 5538, an. JP, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 5556, an. SM, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  32. Pasien nomor 5559, an. BM, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  33. Pasien nomor 5563, an. SM, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  34. Pasien nomor 5652, an. INN, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  35. Pasien nomor 5677, an. DDW, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  36. Pasien nomor 5678, an. ST, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  37. Pasien nomor 5679, an. IN, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  38. Pasien nomor 5687, an. N, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Keruak, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  39. Pasien nomor 5688, an. SH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  40. Pasien nomor 5701, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  41. Pasien nomor 5704, an. SS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  42. Pasien nomor 5705, an. RSZ, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  43. Pasien nomor 5715, an. DA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  44. Pasien nomor 5717, an. LCIP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  45. Pasien nomor 5718, an. MN, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng,Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  46. Pasien nomor 5743, an. MK, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Rengsing Barat, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  47. Pasien nomor 5744, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  48. Pasien nomor 5885, an. LDPD, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  49. Pasien nomor 5930, an. M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa.

Lalu Gita Aryadi mengingatkan, meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini, agar masyarakat menjaga kekompakan dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

“Mari kita saling menjaga dan mengingatkan untuk memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial  Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Sebanyak 43.471 KK Tambahan Calon Penerima PKH untuk NTB

Pemrov telah menyurati Bupati/Walikota untuk segera melaksanakan verifikasi, validasi dan finalisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) 

MATARAM.lombokjournal.com

Kuota tambahan calon Keluarga Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi NTB. sebanyak 43.471 Kepala Keluarga.

Data Kementerian Sosial RI tersebut akan divalidasi oleh Kabupaten/Kota melalui Pendamping Sosial PKH, sesuai jadwal mulai tanggal 8 Januari sampai 5 Februari 2021.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., dalam siaran persnya menyebutkan, tambahan kuota penerima PKH ini, sesuai dengan surat Kemensos yang diterima oleh Dinas Sosial Provinsi NTB tanggal 8 Januari 2021 dengan nomor 47/3.4/DI.01/01/2021 perihal Pemberitahuan dan Dukungan Pelaksanaan Validasi calon KPM PKH.

Hal ini juga dalam rangka pelaksanaan penggenapan KPM PKH 2021.

“Khusus untuk Provinsi NTB mendapatkan tambahan sebanyak 43.471 KPM,” sebutnya, Sabtu (-(09/01/21).

Bang Zul menjelaskan, rincian tambahan calon Penerima Manfaat PKH di Kabupaten/Kota, di antaranya,

  • Bima sebanyak 6.466 KK;
  • Dompu 2.366 KK, Kota Bima 1.220 KK;
  • Kota Mataram 3.430 KK;
  • Lombok Barat 3.885 KK;
  • Lombok Tengah 5.281 KK;
  • Lombok Timur 14.707 KK;
  • Lombok Utara 767 KK;
  • Sumbawa 4.002 KK;
  • Sumbawa Barat 1.347 KK.

Validasi data calon penerima PKH dilakukan Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota melalui Pendamping Sosial PKH dan Administrasi Pangkalan Data (APD) sebagai Sumber Daya Manusia Pelaksana PKH di Daerah.

Pelaksanaan dilaksanakan mulai tanggal 8 Januari sampai tanggal 5 Februari 2021.

Validasi pertama calon KPM PKH , adalah  penerima sembako dengan mengisi informasi nomor Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), nomor rekening dan nama Bank Penyalur.

Teknisnya diisi melalui aplikasi elektoronik (e)- PKH pada block V komplementaritas Program. Selanjutnya, selanjutnya validasi calon KPM dari Non Sembako/BSP.

“Dengan ditambahkannya calon Penerima PKH ini, saya berharap Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota mendukung pelaksanaan validasi tersebut dengan memantau dan mengawasi pelaksanaannya di lapangan,” pesan Gubernur.

“Jangan lupa juga untuk diingatkan tetap memperhatikan protokol kesehatan, baik menjaga jarak (tidak berkerumunan), mencuci tangan, memakai masker,” katanya.

Gubernur menuturkan, sepanjang tahun 2020, dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kemensos RI untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Sembako (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) sepanjang tahun 2020, yang tersebar di Kabupaten Kota se NTB, sebanyak RP. 5.1 Triliun Lebih.

Bang Zul mengatakan,  per tanggal 4 Januari 2021, Kemensos telah meluncurkan bansos PKH tahap I 2021 di NTB  kepada sebanyak 330.771 KPM,  untuk termin pertama SP2D dengan nominal Rp 234.8 juta.

Selanjutnya, Provinsi/Kabupten Kota masih menunggu gelombang data sesuai termin lanjutan sebagai bentuk koreksi yang memungkinan untuk direalisasikan pada tahap I 2021.

“Kucuran dana yang banyak ini harus diatensi serius oleh kita semua. Untuk itu, diharapkan semua pihak untuk mengawasi secara bersama,” harap Bang Zul.

Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terus memperkuat komitmen untuk melakukan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara terstruktur dan terukur.

Pada tahun 2020 berhasil melakukan validasi yang hasilnya telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial pada bulan Oktober 2020 berdasarkan Kepmensos No. 19 Tahun 2020.

Untuk merawat komitmen dan mengantisipasi data eror, Pemrov telah menyurati Bupati/Walikota untuk segera melaksanakan verifikasi, validasi dan finalisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagaimana ketetapan Periode Maret 2021.

DiskominfotikNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 08 Januari 2021, Bertambah 70 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 44 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono  Selong, Laboratorium PCR RSAD Wira Bhakti, Laboratorium TCM RSUD Bima dan Laboratorium TCM RSUD Kota Bima mengkonfirmasi ada tambahan 70 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Jum’a7 (08/01/21), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 250 (dua ratus lima puluh) sampel dengan hasil 154 (seratus lima puluh empat) sampel negatif, 26 (dua puluh enam) sampel positif ulangan, dan 70 (tujuh puluh) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 44 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dengan adanya tambahan 70 (tujuh puluh) kasus baru terkonfirmasi positif, 44 (empat puluh empat) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (08/01/2021) ini sebanyak 6.068 (enam ribu enam puluh delapan) orang, dengan perincian 4.984 (empat ribu sembilan ratus delapan puluh empat) orang sudah sembuh, 297 (dua ratus sembilan puluh tujuh) meninggal dunia, serta 787 (tujuh ratus delapan puluh tujuh) orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

BERTAMBAH 70 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 44 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (dua) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5999, an. HW, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  2. Pasien nomor 6000, an. RT, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
  3. Pasien nomor 6001, an. MZ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga Mataram;
  4. Pasien nomor 6002, an. IGADC, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga Mataram;
  5. Pasien nomor 6003, an. MAA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga Mataram;
  6. Pasien nomor 6004, an. R, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 6005, an. PDF, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 6006, an. H, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 6007, an. RWA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 6008, an. FB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 6009, an. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 6010, an. MKA, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 6011, an. AAPPW, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 6012, an. NNW, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
  15. Pasien nomor 6013, an. NNS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  16. Pasien nomor 6014, an. AAA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  17. Pasien nomor 6015, an. IS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  18. Pasien nomor 6016, an. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  19. Pasien nomor 6017, an. FH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 6018, an. FHS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 6019, an. IGAMDM, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 6020, an. KASY, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  23. Pasien nomor 6021, an. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  24. Pasien nomor 6022, an. AS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  25. Pasien nomor 6023, an. MHA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Sukamulia, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  26. Pasien nomor 6024, an. AF, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  27. Pasien nomor 6025, an. RFA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  28. Pasien nomor 6026, an. WS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  29. Pasien nomor 6027, an. DBY, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  30. Pasien nomor 6028, an. ABR, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  31. Pasien nomor 6029, an. IR, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  32. Pasien nomor 6030, an. ENM, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Kumbe;
  33. Pasien nomor 6031, an. ADP, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  34. Pasien nomor 6032, an. MS, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  35. Pasien nomor 6033, an. MR, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5847. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  36. Pasien nomor 6034, an. N, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5682. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  37. Pasien nomor 6035, an. RA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5646 dan 5681. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  38. Pasien nomor 6036, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5682. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  39. Pasien nomor 6037, an. SM, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  40. Pasien nomor 6038, an. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5300. Saat ini menjalani solasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  41. Pasien nomor 6039, an. M, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  42. Pasien nomor 6040, an. NA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Nangadoro, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  43. Pasien nomor 6041, an. K, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  44. Pasien nomor 6042, an. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  45. Pasien nomor 6043, an. By. WP, perempuan, usia 0 tahun, penduduk Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5909. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  46. Pasien nomor 6044, an. By. A, laki-laki, usia 0 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  47. Pasien nomor 6045, an. R, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  48. Pasien nomor 6046, an. RA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  49. Pasien nomor 6047, an. SF, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  50. Pasien nomor 6048, an. M, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  51. Pasien nomor 6049, an. N, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  52. Pasien nomor 6050, an. A, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  53. Pasien nomor 6051, an. ASSA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5743. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  54. Pasien nomor 6052, an. MGA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5743. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  55. Pasien nomor 6053, an. ARM, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5743. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  56. Pasien nomor 6054, an. IR, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  57. Pasien nomor 6055, an. F, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5665. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  58. Pasien nomor 6056, an. ACA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  59. Pasien nomor 6057, an. RS, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  60. Pasien nomor 6058, an. MKJ, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat; \
  61. Pasien nomor 6059, an. Z, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  62. Pasien nomor 6060, an. AD, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5863. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  63. Pasien nomor 6061, an. TM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5831. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  64. Pasien nomor 6062, an. VH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  65. Pasien nomor 6063, an. AYF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5865. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  66. Pasien nomor 6064, an. S, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS H.L Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unter Iwes;
  67. Pasien nomor 6065, an. YKR, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  68. Pasien nomor 6066, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  69. Pasien nomor 6067, an. DAF, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  70. Pasien nomor 6068, an. ES, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes.

Hari Jum’at terdapat 44 (empat puluh empat) tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4037, an. WTD, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4207, an. TP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4389, an. MA, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 4511, an. SA, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Labuan Sangoro, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4749, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4889, an. RK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Simu, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4891, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Maronge, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4940, an. RK, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4941, an. A, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4942, an. DRM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4944, an. F, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4989, an. Y, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 4990, an. SH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 5016, an. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Simu, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 5017, an. S, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Pemasar, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;P
  16. Pasien nomor 5030, an. AA, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Maronge, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 5105, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  18. Pasien nomor 5125, an. ES, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Pamanto, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 5128, an. MQ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 5130, an. Y, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Suka Damai, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 5131, an. U, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Sekokat, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 5381, an. SA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5415, an. IWM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  24. Pasien nomor 5442, an. H, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 5447, an. ESW, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa
  26. Pasien nomor 5478, an. PCS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  27. Pasien nomor 5479, an. SD, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  28. Pasien nomor 5533, an. ATB, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  29. Pasien nomor 5562, an. BLAZP, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  30. Pasien nomor 5572, an. EP, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  31. Pasien nomor 5641, an. IFP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  32. Pasien nomor 5798, an. DWA, perempuan, usia 29 tahun, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  33. Pasien nomor 5806, an. L, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  34. Pasien nomor 5807, an. FR, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  35. Pasien nomor 5809, an. YS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  36. Pasien nomor 5810, an. IA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  37. Pasien nomor 5811, an. SS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  38. Pasien nomor 5812, an. LF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  39. Pasien nomor 5813, an. FYN, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  40. Pasien nomor 5814, an. PKN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  41. Pasien nomor 5816, an. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  42. Pasien nomor 5817, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  43. Pasien nomor 5823, an. DIB, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  44. Pasien nomor 5860, an. FSP, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa.

Hari Lum’at ini juga terdapat 2 (dua) penambahan kasus kematian baru, yaitu:

  1. Pasien nomor 5903, an. D, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 6050, an. A, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Anggota Komisi IV DPR RI; Kenaikan HET Pupuk Subsidi, Beratkan Petani

Kenaikan yang rata – rata di atas 30 pesen itu semakin tidak terjangkau petani

MATARAM.lombokjournal.com

Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET)  beberapa jenis pupuk bersubsidi tahun 2021 dinilai memberatkan petani.

Kenaikan itu berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 49 tahun 2020 tertanggal 30 Desember 2020.

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil NTB 1, H Johan Rosihan mengungkapkan, kebijakan ittu merupakan  langkah keliru dan menjadi kado pahit bagi petani di tahun baru 2021.

Pemerintah dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan dan beban petani pada masa pandemii.

“Semestinya pemerintah fokus membantu petani agar semakin produktif melakukan kegiatan usaha tani dengan cara menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi di lapangan agar tidak langka dan mudah didapat,” ujar Johan.

Tak hanya itu, juga mengantisipasi berbagai permainan pupuk yang merugikan petani dan memperbaiki pola distribusi pupuk serta pengawasan di lapangan.

“Harusnya pemerintah segera bertindak mengatasi fenomena hilangnya pupuk bersubsidi di lapangan, apalagi ketika waktu musim tanam tiba serta mengantisipasi berbagai kesulitan yang dihadapi petani,” tuturnya.

Permentan 49/2020 merinci; HET Urea yang semula Rp. 1800,- per kilogram telah dinaikan Rp. 450,- sehingga jadi Rp. 2250,- per kilogram. SP-36, yang semula HET nya. 2000,- per kilogram, kini naik Rp. 400,- sehingga menjadi Rp. 2400,- pet kiligram.

ZA yang asal nya Rp. 1400,- naik Rp. 300,- sehingga menjadi Rp. 1700,- per kilogram. Organik granul naik sebesar Rp. 300,- per kilogram, yang semula Rp. 500,- menjadi Rp. 800,-. Sedangkan NPK tidak mengalami kenaikan HET. HET nya tetap Rp. 2300,- per kilogram.

Kenaikan yang rata – rata di atas 30 pesen itu semakin tidak terjangkau petani.

Johan minta, pemerintah perlu meninjau ulang kebijakan menaikkan HET beberapa jenis pupuk bersubsidi.

“Persoalan pupuk bersubsidi ini yang bisa dilakukan pemerintah yakni harus mampu bersinergi dengan semua stakeholders pertanian da instansi lainnya merumuskan kebijakan tersebut,” tegasnya.

Pemda mengawasi

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, H Husnul Fauzi mengatakan, kebijkan kenaikan HET pupuk subsidi yakni agar tidak ada lagi alasan transportasi dan lainnya yang menimbulkan kenaikan cukup tinggi.

“Tidak pernah ada kenaikan lagi antar petani, supaya tidak ada lagi yang bermain antar distribussi atau pengecer. Karena selama ini praktiknya di lapangan banyak yang tidak sesuai,” ujarnya.

Dalam mengatasi hal tersebut, pemda akan melakukan pengawasan lebih diperketaat sehingga tidak ada lagi kenaikan di tingkat petani. Rata-rata naiknya sekitar 5-10 persen.

Aya (*)




Gubernur Lepas Satgas Zeni TNI yang Tangani Rekon Pasca Gempa

Tugas ke depan, meminimalisir penyebaran Covid-19

LOBAR.lombokjournal.com

Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI yang telah melaksanakan proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Provinsi NTB, dilepas kembali ke satuannya masing-masing.

“Mewakili masyarakat NTB, saya ucapkan terimakasih atas dedikasi serta pengorbanan seluruh pasukan ZENI TNI,” tegas Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat acara pelepasan Satgas Zeni TNI, Jumat (08/01/20).

 

Dikatakan, di lapangan pasukan Zeni sangat dekat dengan masyarakat.

Selain bertugas membantu proses pembangunan rehap rekon, pasukan Zeni menunjukkan bahwa, dengan kebersamaan serta kekompakan, sesuatu yang berat aka terasa ringan.

“Kami do’akan, seluruh pengabdian prajurit Zeni TNI menjadi ladang ibadah, sekali lagi, kami ucapkan terimakasih,” kata Gubernur yang populer disapa Bang Zul.

Koordinator Staf Ahli BNPB RI, Mayjen TNI(Purn) Komaruddin Simandjuntak dalam amanatnya menyampaikan, pengabdian satgas Zeni TNI merupakan tugas mulia yang harus diapresiasi.

“Jadikan tugas di Lombok ini sebagai pelajaran untuk menyongsong tugas mulia lainnya, seorang prajurit tidak boleh patah semangat, prajurit harus tetap menyatu dengan masyarakat,” tegas alumnus akademik militer tersebut.

Tugas ke depan, meminimalisir penyebaran Covid-19. Ia minta seluruh pasukan untuk menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada.

“Sekarang ini, tugas kita memutus penyebaran covid-19, protokol kesehatan harus kita laku akan dimanapun berada,” katanya.

Salah seorang masyarakat Kabupaten Lombok Utara, Eka Putri, mengaku haru dengan pelepaan pasukan Zeni TNI tersebut

.Ia mengaku, selama berada di Lombok, seluruh pasukan sudah dianggap sebagai keluarga.

“Sangat sedih, rasanya seperti keluarga sendiri, pagi hingga malam membantu kami,” ungkap perempuan berusia 29 tahun tersebut dengan suara terbata-bata.

Dari awal, pasukan TNI sudah banyak membantu masyarakat, terutama keluarganya.

“Sudah sangat banyak membantu, terlalu banyak kenangan bersama pasukan Zeni,” tutupnya sambil berharap pasukan Zeni bisa balik lagi ke Lombok.

Rr/BiroAdpim

 




Target Kunjungan Wistawan Terganggu, Akibat Pelarangan Masuk WNA

Diyakinkan, NTB sudah bisa dikunjungi oleh WNA baik untuk berlibur atau hanya sekedar urusana bisnis

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah indonesia menutup akses masuk bagi seluruh Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia hingga periode 14 Januari 2021.

Ada sejumlah kriteria pengecualian, dengan tetap mewajibkan melakukan proses karantina selama 5 hari.

Kebijakan pelarangan masuk bagi WNA itu, untuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat berpangaruh terhadap target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman).

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata provinsi NTB, Lalu Hasbulwadi di Mataram, Jum’at (08/01/21).

Dikatakan, jika penutupan akses masuk bagi WNA tersebut diperpanjang akan mempengaruhi target kunjungan wisman.

“Jelas berpengaruh, apalagi target kunjungan wisatawan domestik maupun wisman mencapai 4,4 juta wisatawan. Pasalnya, ditengah kondisi saat ini pariwisata menjadi harapan mendongkrak perekonomian daerah,” ujarnya.

Adanya kebijakan tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan tingkat kunjungan wisatawan, terutama sekali dengan meningkatkan angka kunjungan yang terus mengikuti prosedur Covid-19  dan melakukan sosialisasi-sosialisasi.

Artinya dengan adanya CHSES akan terus ditingkatkan untuk memberikan kenyakinan, NTB ini khususnya Lombok ini di industri pariwisata siap untuk dikunjungin.

“Mungkin itu yang bisa kita lakukan, khususnya untuk kunjungan wisatawan domestik,” ungkapnya.

Jika kebijakan larangan masuknya WNA ke Indonesia itu hanya sampai di Januari, tentunya di Febuari kemungkinan WNA bisa masuk dengan segala persyaratan dari pemerintah.

Untuk saat ini, WNA yang boleh masuk adalah pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas; pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, pemegang KITAS dan KITAP.

“Kita lihat kebijakannya  artinya kalau kebijakannya itu sampai pada akhir Januari, ya insyallah dengan memberikan keyakinan bahwa kondisi NTB ini katakanlah ada penurunan angka covid kita mereka akan datang,” jelasnya.

Sementara itu, diyakinkan bahwa NTB sudah bisa di kunjungi oleh WNA baik untuk berlibur atau hanya sekedar urusana bisnis.

Terlebih dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) nomer 7 tahun 2020 tentang penanggulan penyakit menular disertai dengan penenggakannya. Kemudian adanya sertifikasi industri pariwisata dan destinasi wisata.

“Sebenarnya tidak masalah. Kita siap menerima dengan kesadaran covid yang ketat. Kita ingin menigkatan angka kunjungan wisman, tapi disisi lain harus menerapkan kesehatan, jangan sampai lengah,” katanya.

Aya