E-Kinerja Dilengkapi Pengisian Program Unggulan, Kinerja Lebih Terukur

Dengan mengisi formulir A.3 pada e-Kinerja, dapat mempererat komunikasi dalam internal perangkat daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi E-Kinerja dengan Metode Balance Scorecard (BSC).

Metode ini dapat meningkatkan dan mempercepat tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Sebagai penyempurnaan, kini aplikasi E-Kinerja dilengkapi dengan pilihan pengisian program unggulan dengan formulir A.3.

Dengan mengisi formulir A.3 ini, program strategis dan unggulan setiap OPD beserta kinerja pimpinan dan turunannya bisa lebih mudah dievaluasi secara terukur dan objektif.

“Mengisi formulir A.3 ini seperti kita menjalankan program JPS Gemilang. Awalnya ini ribet tapi lama-lama karna biasa jadi mudah,” jelas Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, saat memimpin rapat evaluasi umum formulir A.3 Program Strategis dan Unggulan NTB, Selasa (28/7/ 2020) di Kantor Bappeda NTB.

Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalilah, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. SI, para asisten dan seluruh Kepala perangkat daerah Provinsi NTB.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur, memberikan semangat kepada seluruh perangkat daerah dalam mengisi formulir A.3. Meski dirasa sulit, namun Bang Zul berharap agar seluruh OPD tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri.

“Saya ingin OPD ini menjadi learning organizations. Organisasi yang terus belajar. Diisi oleh manusia yg punya kesadaran dan kerendahan hati untuk belajar,” harapnya.

Lebih jauh, Bang Zul menjelaskan, dengan mengisi formulir A.3 pada e-Kinerja, dapat mempererat komunikasi dalam internal perangkat daerah.

Dengan adanya komunikasi yang baik dari Pimpinan dan Kepala Bidang serta Kepala Seksi dan Staf yang bertugas akan semakin memperkuat suatu organisasi.

Sehingga target kerja yang sudah ditetapkan bisa diselesaikan dengan baik dengan indicator capaian yang terukur.

“Tidak mungkin akan ada learning tanpa komunikasi. Tidak mungkin ada komunikasi tanpa ada alat. A3 ini alatnya,” pungkasnya.

Memahami materi dari formulir A.3

Wagub NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, meminta kepada setiap perangkat daerah untuk benar-benar memahami materi dari formulir A.3 yang diisi.

Hal tersebut agar saat evaluasi program strategis dan unggulan dihadapan Gubernur bisa lebih mudah dan terukur. Ummi Rohmi juga meminta agar formulir A.3 setelah ditandatangani oleh Gubernur dapat dikawal dengan ketat.

“Setelah ditandatangani dokumen A.3 ini harus dikawal betul-betul agar evaluasinya bisa terkontrol dengan baik,” pinta mantan General Foreman di PT Newmont NTB tersebut.

Penandatangan perdana dokumen A.3 ini direncanakan dilakukan pada Senin  3 Agustus 2020 mendatang. Bertempat di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, penandatangan tersebut akan dihadiri oleh seluruh OPD lingkup Provinsi NTB.

novita, @diskominfotikntb




ICSB Dan Pemprov Jalin Sinergi Bangun UMKM NTB

Gubernur minta, ICSB NTB menentukan fokus utama dari berbagai program yang dicanangkan. Agar  kinerja dari ICSB NTB dapat segera terlihat progres dan hasilnya

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi pengurus International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB di Pendopo Gubernur, Selasa (28/07/20).

ICSB merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta penyebaran semangat kewirausahaan.

Hj Niken bersama Gubernur Zul

Sedang ICSB Indonesia merupakan bagian dari ICSB yang berdiri sejak tahun 1955, dan merupakan organisasi global pertama yang memiliki perhatian terhadap pengembangan dan edukasi untuk usaha kecil di seluruh dunia.

Saat ini ICSB berkantor pusat di Washington D.C. dan telah memiliki jaringan di 85 negara. Indonesia bergabung secara aktif dengan jaringan ICSB global sejak tahun 2015, atas prakarsa dari A.A.G.N. Puspayoga dan Hermawan Kartajaya.

Di NTB, kepengurusan ICSB periode 2020-2022 resmi dibentuk tanggal 13 Juli lalu. Dalam kesempatan itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah kemudian dilantik sebagai Ketua ICBS Provinsi NTB.

Pada pertemuan dengan Gubernur pagi ini, Ketua ICSB Provinsi NTB menyampaikan berbagai program ICSB ke depan, baik pengembangan UMKM hingga keikutsertaan generasi muda dalam berwirausaha.

Demi kesuksesan program tersebut, sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi hal yang harus dilakukan.

Gubernur Zul meminta ICSB NTB menentukan fokus utama dari berbagai program yang dicanangkan. Dengan hal ini, kinerja dari ICSB NTB dapat segera terlihat progres dan hasilnya.

Bang Zul juga mengataka, tidak setiap UKM harus menjadi besar. Menurutnya, tiap UKM memiliki karakter industri yang berbeda-beda.

Untuk itu, pemerintah dapat fokus dalam memfasilitasi UKM tersebut hingga mencapai kesejahteraan.

“Yang terpenting setiap mereka yang bergerak di UKM bisa hidup bahagia dan kita selaku pemerintah dapat memfasilitasinya,” ujar Bang Zul.

Bang Zul juga menyinggung peran Science Technology and Industrial Park (STIP). Ia kemudian mengajak STIP dapat menjadi tempat dimana UKM diberikan kemudahan dalam berkarya dan menghasilkan produk.

“Jadi STIP itu adalah dimana tempat UKM difasilitasi dan juga dikembangkan,” jelasnya.

Sinergi dengan Pemprov

Sementara itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah selaku Ketua ICSB Provinsi NTB mengharapkan adanya sinergi dari Pemerintah Provinsi NTB.

Ia juga menyatakan, momentum JPS Gemilang telah membangkitkan geliat UKM selama masa pandemi Covid-19.

Namun Bunda Niken mengharapkan, ke depan NTB mempunyai pusat data yang jelas terkait UMKM. Pusat data yang akurat dan terbaru diyakini akan membuat pergerakan ICSB lebih terarah dan tepat sasaran.

“Harapannya agar database ini bisa diakses oleh siapapun, dengan memiliki data, maka akan sangat bermanfaat bagi UMKM dan juga masyarakat,” ucap Bunda Niken.

Tak hanya itu, Ia mengajak generasi muda agar berani berwirausaha. Ke depan pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah diminta agar lebih digiatkan.

Sedangkan pada gelaran MotoGP 2021 mendatang, Bunda Niken begitu yakin para pelaku UMKM dapat memberikan kontribusi yang signifikan.

“Kita ingin MotoGP ini menjadi tempat UKM untuk tampil,” harapnya.

Pertemuan ini turut diikuti oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan Direktur STIP Banyumulek.

AYA/HmsNTB




Sekda Tegaskan, Penyembelihan Hewan Kurban Harus Terapkan Protokol Covid-19

Saat menyembelih hewan qurban tidak mendatangkan orang banyak, demikian juga saat proses pembagian daging hewan Qurban

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H.Lalu Gita Ariyadi menegaskan,  penyembelihan hewan qurban harus terapkan protokol Kesehatan Covid-19.

Penerapan protokol Covid-19 saat penyembelihan hewan qurban dimaksudkan sebagai upaya  mencegah penularan virus Corona.

Perayaan Hari Raya Iedul Adha atau Hari Raya Qurban bagi umat muslim, akan dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijjah atau hari Jum’at 31 juli 2020

Namun hari raya Iedul Adha tahun ini akan sangat berbeda jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Pasalnya, tahun ini umat muslim merayakan Hari Raya Iedul Adha di tengah Pandemi virus Corona Covid-19

“Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona saat penyembelihan hewan qurban maka panitia penyembelih hewan qurban diminta agar menerapkan protokol Kesehatan Covid-19, yakni menggunakan masker dan menjaga jarak saat proses penyembelihan Qurban dilaksanakan,” ujar Lalu Gita,  Selasa(28/07/20).

Gita Ariyadi mengatakan, protokol Kesehatan Covid-19 yang dimaksud, saat menyembelih hewan qurban tidak mendatangkan orang banyak, demikian juga saat proses pembagian daging hewan Qurban.

“Kita meminta agar panitia penyembelih hewan Qurban tidak membagikan daging Qurban di lokasi penyembelihan, namun harus diantar dari rumah ke rumah. Ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan Warga serta sebagai upaya dalam mencegah terjadinya penularan virus,” kata Sekda.

AYA




Gubernur Minta Pengembangan Industri Dituntaskan

Pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.  H. Zulkieflimansyah minta kepada semua pihak,  pengembangan industri di NTB harus benar-benar dituntaskan.

Pasalnya, sejak program industrialisasi digencarkan oleh pemerintah, telah memberi semangat baru bagi para pelaku industri untuk menciptakan berbagai produk-produk lokal yang membanggakan.

Karena itu, semangat dan potensi yang mulai nampak dari anak-anak muda NTB itu harus benar-benar difasilitasi dan didukung Pemerintah Daerah.

“Industri yang kita dorong saat ini, harus benar-benar diwujudkan sampai tuntas,” harap Gubernur Zul saat menerima kunjungan pengurus organisasi International Council for Small Business (ICSB) wilayah NTB di Pendopo Gubernur, Selasa (28/07/20).

Kunjungan ICSB itu dalam rangka memperkuat dukungan serta support  bagi UKM/IKM yang ada di NTB. Juga penguatan terhadap data base  jumlah UKM/IKM yang semuanya belum tercover baik.

Gubernur Zul menegaskan, pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar.

Bukan dengan produk-produk yang hebat atau industrinya akan menjadi besar, tapi yang perlu disederhanakan adalah mindset berpikir semua pihak bahwa semua mimpi itu membutuhkan proses panjang, kerja keras serta pengalaman yang mendukung.

Apalagi semua industri memiliki karakter yang berbeda-beda

“Semuan industri berbeda. Ada industri kecil, menengah bahkan ada industri yang lebih maju dan hebat. Mudah-mudahan kita mampu membuktikan semua itu untuk daerah NTB yang kita banggakan ,” tegas Dr. Zul.

Dikatakan,  hal yang paling mendasar dalam mengembangkan UKM/IKM masyarakat adalah campur tangan pemerintah.

Baik menyediakan fasilitas pendukung, ikut mendampingi serta mencarikan peluang pasarnya yang memungkinkan mereka memiliki semangat jiwa untuk terus berkarya.

Sehingga program Industrialisasi  yang sudah mulai perlahan dibuktikan oleh tangan-tangan terampil anak muda NTB saat ini benar-benar diwujudkan.

“Kita tak perlu teori yang terlalu banyak, yang penting pelaku UKM/IKM kita bisa hidup bahagia. Dengan cara dibantu dan difasilitasi,” jelasnya.

Bahkan Dr. Zul menggandeng semua bank yang ada di NTB untuk membantu penguatan dan pengembangan para pelaku UKM/IKM baik dari segi pembianaan maupun modal yang dibutuhkan.

Agar supaya kegiatan industri di NTB benar-benar hidup yang memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Semua UKM/IKM yang kesulitan dengan modal. Kita akan terus berusaha carikan peluangnya. Kita juga akan nyambungi dengan bank-bank,” katanya.

Data base UKM/IKM

Sementara itu, Ketua ICBS Wilayah NTB Dr. Hj. Niken Saptarini Widyawati yang baru saja dilantik beberapa minggu lalu, mulai memetakan berbagai program kerja ICSB di wilayah NTB.

Terutama penguatan data base UKM/IKM kabupaten kota se-NTB.

ISBC merupakan organisasi nonprofit yang fokus pada pemberdayaan UKM serta membangun semangat kewirausahaan di Indonesia.

Dibentuknya ICBS wilayah NTB  menguatkan kapabilitas pelaku usaha kecil menengah maupun insustri kecil menengah.

“Kami pengurus ICSB sebagai organisasi yang mewadahi UKM/IKM masyarakat siap memberi support dan semangat kewirausahaan bagi masyarakat. Agar memiliki mental kuat untuk membangun usaha ke depan,” jelas Bunda Niken.

Sebagai organisasi perdana yang dibentuk di NTB, ICSB memiliki hambatan terkait data base maupun jumlah UKM/IKM yang belum maksimal.

Begitupun penataan data UKM yang sudah ada belum terlalu rapi. Karena itu, Bunda Niken mengusulkan jalur penataan data UKM di NTB dapat melaui Dinas Perindustrian agar bisa diupayakan dalam mendukung program industrialisasi saat ini.

“Kami akan terus kerja sama dengam dinas terkait dalam upayan penataab data UKM/IKM. Agar semua datanya bisa diaskes oleh siapapun,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan pendampingan kepada UKM saat ini menjadi program prioritaskan oleh pengurus ICSB.

Begitu pun dengan masalah legalitas pelaku UKM di NTB sehingga memiliki harapan untuk berkembang dari yang kecil ke usaha menengah.

Kalau itu mampu dilakukan, katanya, langkah selanjutnya adalah mencarikan pasar bagi UKM agar dapat bersaing dengan pasar nasional maupun internasional.

“Banyak UKM/IKM kita yang ingin maju. Tentu dibutuhkan kerja sama yang semua pihak. Sebab, menjadi Wirausaha bukan sesuatu yg muda. Namun perlu konsisten yang sangat kuat,” ujar bunda Niken yang sekaligus sebagai ketua Dekranasda NTB.

Dalam kunjungan tersebut, juga dihadiri oleh kepala OPD terkait lingkup pemprov NTB, perwakilan dari beberapa Bank negeri maupun swasta di NTB, pelaku UKM/IKM serta beberapa pengurus organisasi wanita yang bergerak pada bidang penguatan UKM-UKM di NTB.

man@kominfo




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 27 Juli 2020, Bertambah 20 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam) Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Kasus-kasus kematian yang disebabkan oleh Covid-19 tidak hanya disertai oleh penyakit komorbid, sehingga kita semua perlu senantiasa waspada dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSDU R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 6 (enam) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Senin (25/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 179 sampel dengan hasil 151 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 6 (enam) orang, kasus kematian baru 1 (satu) orang..

Dijelaskan, adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin  (27/07/20) sebanyak 1.946 orang, dengan perincian 1.224 orang sudah sembuh, 110 meninggal dunia, serta 612 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 20 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 6 (ENAM) ORANG, KEMATIAN BARU 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1927, an. Tn. M, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 1928, an. Ny. SK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1929, an. Tn. IDA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1930, an. Tn. LH, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1931, an. Tn. SHS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1932, an. Ny. DUS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1933, an. Tn. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1934, an. Ny. DVH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1935, an. Ny. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1936, an. Ny. M, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1937, an. Ny. ERA, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1938, an. Tn. SP, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1939, an. Ny. EDS, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1940, an. Tn. HH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1941, an. Tn. LW, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya , Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1942, an. Ny. M, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sukarema, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1943, an. An. SRA, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1944, an. Ny. YN, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1945, an. Ny. R, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1946, an. Tn. INK, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1908 yang semula diumumkan penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, bahwa pasien sesungguhnya penduduk di Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari Senin terdapat penambahan 6 (enam) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1385, an. Ny. YKM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1594, an. Ny. LNP, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1602, an. Tn. JA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Gapura, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 1641, an. Ny. F, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 1642, an. Tn. IM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 1643, an. Ny. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1927, an.Tn. M, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB mengingatkan masyarakat bahwa Covid-19 adalah penyakit yang berbahaya.

Menurutnya, kasus-kasus kematian yang disebabkan oleh Covid-19 tidak hanya disertai oleh penyakit komorbid, sehingga kita semua perlu senantiasa waspada dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi, terutama di tempat-tempat  keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan social,“ kata Lalu Gita Aryadi.

Ditegaskan, hal terpenting bagi kita untuk dapat beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Agar kita semua dapat tetap beraktifitas, produktif, sehat dan aman di tengah pandemi ini.

“Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan,” katanya.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119.




Klaim Covid-19, BPJS Kesehatan Cabang Mataram Terima Klaim 44,9 miliar Dari 12 Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Cabang Mataram mendapat tugas khusus dari Menko PMK hanya melakukan verifikasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr. Putu Gede Wawan Swandayana, Senin, (27/07/20) di Mataram mengatakan, Menko PMK memberikan tugas khusus kepada BPJS Kesehatan untuk melakukan verifikasi klaim Covid-19.

Tugas khusus tertuang dalam Surat Keputusan nomor 5.22/Menko/PMK/3/2020 tentang penugasan khusus verifikasi klaim Covid 19.

Dan pelaksanaan tugas khusus tersebut dilakukan pada pihak rumah sakit yang selama ini sudah menjadi mitra BPJS Kesehatan.

“Jadi kami dari BPJS Kesehatan diberikan tugas verifikasi klaim Covid-19. Ingat, hanya sebatas veifikasi saja,” ujar Wawan Swandayana kepada sejumlah wartawan.

Dijelaskan, saat ini angka kasus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan update data Gugus Tugas Covid 19 Provinsi NTB tanggal 26 Juli 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di NTB sebanyak 1.926 kasus.

Dari kasus sebanyak itu, 599 di antaranya Positif Dalam Pengawasan (PDP), 1.218 orang dinyatakan sembuh,  109 orang meninggal dunia,  451 Orang Dalam Pengawasan (ODP)  dan 246 orang Dalam Pemantauan.

Dari jumlah pasien Covid-19 tersebut, tidak sedikit yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Hasil verifikasi klaim Covid-19 ini, nantinya akan dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk selanjutnya melakukan pembayaran klaim.

Menurut Wawan Swandayana, jumlah rumah sakit di bawah wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang mengajukan klaim sebanyak 12 rumah sakit.

Klaim yang diajukan ke BPJS Kesehatan Mataram sebesar 44,9 miliar rupiah dengan total kasus sebanyak 682 kasus.

“Dari sekian Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Mataram baru 12 yang mengajukan klaim Covid 19,” terangnya.

Wawan Swandayana menambahkan dari 12 rumah sakit yang mengajukan klaim Covid-19 tersebut nilainya berbeda-beda.

“Proporsi terbesar untuk jumlah klaimnya sementara berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah  NTB, yakni mencapai 19 hingga 20 miliar dari 44,9 miliar rupiah,” jelasnya.

AYA




Media Sosial Berperan Penting Promosikan Pariwisata Saat Pandemi

Pelibatan masyarakat lokal juga menjadi salah satu tindakan penting dalam promosi

LOTENG.lombokjournal.com — Membangkitkan sektor pariwisata di era kenormalan baru (new normal), ada sejumlah cara yang bisa dilakukan.

Dari segi penyebarluasan informasi atau promosi, peran media sosial dinilai  strategis di masa sekarang.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM menyampaikan itu dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Poltekpar Lombok, Senin (27/07/20).

Acara tersebut mengusung tema “Penanganan Tur Wisatawan dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru di NTB,”.

Najamuddin mengatakan, pentingnya promosi di media sosial karena dalam situasi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan pemerintah maupun pelaku pariwisata melakukan kontak secara aktif dengan masyarakat.

Hal ini untuk menghindari penyebaran pandemi yang sedang melanda dunia ini.

“Promosi kita ini yang sedikit harus kita ubah, penguatan media-media sosial sangat penting sekali,” ujarnya.

Ia mengatakan, penguatan media sosial bukan hanya untuk mempromosikan pariwisata, namun juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka secara aktif terlibat dalam penyebaran berita baik.

“Oleh karena itu, kita berikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan media sosial. Banyak dari masyarakat kita yang belum mengenal kepariwisataan, menyebar ketakutan di media sosial yang memberikan dampak negatif bagi pariwisata,” tuturnya.

Selain penguatan media sosial, pelibatan masyarakat lokal juga menjadi salah satu tindakan penting dalam promosi, karena masyarakat lokal sangat paham dengan daerahnya masing-masing.

“Masyarakat lokal ingin dilibatkan, ingin dianggap, sehingga saat diikutsertakan dalam kegiatan pariwisata di daerahnya masing-masing, mereka sangat bersemangat,” terangnya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengapresiasi kegiatan FGD yang diadakan oleh Poltekpar Lombok. Ia berharap ada banyak solusi yang dihadirkan oleh Poltekpar untuk pariwisata NTB ke depan.

Solusi menjalankan pariwisata

Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Hamsu Hanafi dalam sambutannya menyampaikan, FGD ini bertujuan untuk mencari solusi bagaimana menjalankan pariwisata di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal ini sebagai kontribusi Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Poltekpar Lombok dalam menyusun protokol kebersihan, kesehatan dan keselamatan Penanganan Tur Wisatawan dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Provinsi NTB sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

Protokol yang disusun ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran mahasiswa dan kegiatan kepariwisataan di Provinsi NTB khususnya.

Hasil dari FGD ini kata Hamsu  juga akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyempurnakan buku panduan dan menjadi bagian dari peraturan gubernur terkait protokol kesehatan Covid-19.

FGD ini berlangsung dua hari yakni diskusi satu hari membahas tentang solusi untuk tur perjalanan wisatawan dan satu hari untuk melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

Perlu diketahui, Poltekpar Lombok ini telah berdiri selama empat tahun dan saat ini memiliki empat program studi yakni Usaha Perjalanan Wisata, Divisi Kamar, Tata Hidang dan Seni Kuliner. Dalam waktu dekat, Hamsu Hanafi menyampaikan Poltekpar akan mengadakan wisuda angkatan pertama.

AYA/HmsNTB




Bang Zul Dorong Lahirnya Inovasi Baru untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Kehadiran inovasi dibutuhkan, sehingga daerah mampu memiliki daya saing di berbagai sektor

MATARAM.lombokjournal.com —  Munculnya inovasi demi inovasi merupakan salah satu syarat dari terwujudnya bangsa yang maju. Ide dan terobosan baru dibutuhkan dalam menghadapi tantangan di tengah masyarakat.

Namun, inovasi merupakan suatu proses dan perjalanan panjang yang tentunya butuh pengorbanan. Inovasi juga suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat menjadi pembicara pada Webinar Nasional Manajemen Inovasi (SEMAI) Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa, Senin (27/07/20).

Mengangkat tema “Peran Inovasi Berbasis Riset dalam Pembangunan Daerah Yang Inklusif dan Berkelanjutan”, Bang Zul memberikan arahan dan juga nasihatnya dalam webinar kali ini.

“Inovasi ini kata yang gampang diucapkan, gampang disampaikan, tapi sebenarnya tidak banyak yang memahami dengan benar,” ucap Bang Zul.

Kehadiran inovasi dibutuhkan, sehingga daerah mampu memiliki daya saing di berbagai sektor. Menurut Bang Zul, ada tiga hal yang dapat mewakili daya saing yakni, Cheaper (lebih murah), Faster (lebih cepat) dan Better (lebih baik).

“Kita harus punya produk yang lebih baik (better), yang lebih murah (cheaper) dan pelayanannya lebih cepat (faster),” sambungnya.

Keterlibatan teknologi kemudian menjadi hal yang disoroti Bang Zul. Inovasi dinilai begitu identik dengan hadirnya teknologi.

Teknologi ini tentunya akan memudahkan berbagai proses bisnis dan produksi, terutama di era moderen seperti sekarang.

“Oleh karena itu, salah satu syarat untuk mencicipi kesejahteraan dan sukses dalam ekonomi yang terbuka adalah menghadirkan teknologi sebagai aktor utama dalam pembangunan,” jelasnya.

Inovasi di tiap sektor juga berbeda-beda. Untuk itu, Ia menekankan bahwa manajemen inovasi di masing-masing sektor haruslah dikelola dan direncanakan dengan sebaik-baiknya.

Terakhir, Bang Zul menuturkan bahwa inovasi memang selalu diawali dengan ketidakpuasan, kegaduhan bahkan kegagalan.

Namun, dari kesalahan-kesalahan tersebut ada proses pembelajaran di dalamnya atau yang biasa disebut “learning by doing“.

“Saya sering mengatakan, bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Inovasi itu adalah sebuah perjalanan panjang dan oleh karena itu, untuk melakukan inovasi dibutuhkan suatu keberanian ekstra untuk berani melangkahkan kaki atau langkah yang pertama itu,” kata Bang Zul.

Paa kesempatan sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI ) Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa yang juga ditunjuk sebagai pembicara memberikan motivasi, khususnya kepada Perguruan Tinggi di NTB.

Menurutya, inovasi di lingkungan kerja Civitas Akademika berbasis manajemen harus ditumbuhkan mulai dari sekarang, sehingga inovasi demi inovasi dapat terus dihadirkan.

“Kita harus melakukan inovasi tiada henti, sekecil apa pun, sesederhana apa pun, inovasi itu yang penting ada nilai gunanya,” tuturnya.

Anak-anak muda pun diminta agar terus inovatif, progresif dan tentunya produktif. Terutama di zaman sekarang, anak muda diwajibkan mampu mengikuti arus perkembangan zaman.

“Jadi kalau anak muda tidak inovatif, kreatif dan produktif nanti digilas oleh zaman,” tambah Dasi Astawa.

Ia kemudian mengajak setiap Perguruan tinggi agar dapat menjadi inovator, inisiator, fasilitator, mediator, komunikator, motivator dan juga promotor. Perguruan tinggi juga diharapkan dapat menjadi kiblat dari masyarakat dalam berinovasi.

Webinar iakan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 27 dan 28 Juli 2020. Berbagai tokoh dan dosen turut pula dihadirkan sebagai pembicara.

AYA/HmsNTB




Pelaksanaan Sholat Iedul Adha di Tengah Covid-19

Pihak pengelola Islamic Center memang tidak membatasi, namun dihimbau masyarakat tidak semuanya sholat di masjid Hubbul Wathan, maksimal 30 persen dari kapasitas yang diperbolehkan

MATARAM.lombokjournal.com – Masjid Hubbul Wathan Islamic Center tetap akan dibuka untuk pelaksanaan Sholat Idul Adha, pada Jumat mendatang, dengan tetap menerapkan protokol Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala UPTD pengelola destinasi wisata unggulan Islamic Center, Muhammad Ilham,  memaparkan akan tetap membuka, Senin (27/07/20).

“Shalat ied kita tetap melaksanakannya sesuai protokol Kesehatan, bawa sajadah sendiri, peralatan salat sendiri, jaga jarak, cuci tangan dan sebagainya pinynya sama seperti sholat jumat, ” ujarnya.

Ilham menjelaskan, meskipun protokol Covid-19 tetap dilaksanakan, namun pada saat melaksanakan sholat Ied nanti ada pembagian tempat untuk jamaah pria dan wanita.

“Kita sudah buat lay out-nya salat Ied itu seperti ini, di Masjid lantai atas satu dan dua untuk jamaah Pria, sedangkan untuk jamaah Wanita ada di atas bagian kanan,” terangnya.

Dalam penjagaan  protokol Covid pihaknya menurunkan petugas dari Dinas Kesehatan.

“Kita juga akan minta bantuan Dinas Kesehatan juga nanti untuk termogannya termasuk di pintu masuk nanti kita pasang,” katanya.

Adapun suhu yang saat dicek termogen yang boleh masuk sekitar 37.5.

“Kalau di atas itu kita minta nunggu sebentar baru di cek lagi 5 menit kemudian, kalau masih ya enggak boleh lah, dipermaklumankan aja kalau lebih dari angka itu,” ujarnya.

Ilham sendiri tidak membatasi jumlah jamaah yang ingin sholat di Islmic Center.

Pihak pengelola Islamic Center memang tidak membatasi, namun dihimbau masyarakat tidak semuanya sholat di masjid Hubbul Wathan. Karena maksimal 30 persen dari kapasitas yang diperbolehkan.

Seperti diketahui kapasitas jamaah yang ditampung di masjud Hubbul Wathan Islamic Center mencapai 4 ribu orang.

AYA

 




Gubernur Zul Tegaskan, Teknologi Merupakan Aktor Utama Dalam Inovasi

Jalan untuk mewujudkan sebuah inovasi itu panjang dan berliku

MATARAM.lombokjournal.com — Inovasi menjadi kunci pembangunan daerah dan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk menghadirkan inovasi diperlukan kemajuan teknologi di dalamnya. Teknologi menjadi aktor utama dalam proses inovasi pembangunan.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menyampaikan itu saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Manajemen Inovasi (SEMAI) 2020 di Ruang Kerja Gubernur, Senin (27/07/20).

Seminar itu diselenggarakan secara daring oleh  Prodi Magister Manajemen Inovasi Universitas Teknologi Sumbawa, bertajuk “Peran Inovasi Berbasis Riset Dalam Pembangunan Daerah Yang Inklusif Dan Berkelanjutan”.

“Tidak mungkin ada inovasi tanpa keterlibatan teknologi. Teknologi ini aktor utama dalam inovasi,” jelas Bang Zul.

Gubernur kelahiran Sumbawa Besar tersebut menjelaskan, bangsa Indonesia menerapkan sistem ekonomi terbuka.

Dalam artian, perekonomian yang melibatkan diri dalam perdagangan internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa serta modal dengan negara-negara lain.

Karena sitemnya terbuka ini, daerah dan bangsa harus memiliki daya saing dan inovasi yang tinggi untuk mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Bang Zul melanjutkan, diperlukan tiga kata kunci dalam menghasilkan sebuah inovasi. Kata kunci tersebut adalah menciptakan produk dengan kualitas yang lebih baik, harga lebih murah, dan memberikan layanan yang lebih cepat.

Be better, be cheaper, be faster!” seru Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Lebih jauh Bang Zul mengatakan, Universitas atau Perguruan Tinggi memiliki peran yang besar sebagai wadah riset dalam mengembangkan teknologi dan inovasi.

Universitas harus memberikan kontribusinya sebagai lembaga dalam penyelesaian masalah mendasar pembangunan Nasional. Karena di dalam Universitas memiliki berbagai bidang riset, maka inovasi yang bisa disumbangkan juga akan beragam sehingga dapat memperkaya warna pembangunan.

Di akhir materi, alumni Universitas Strathclyde Skotlandia tersebut menyampaikan, jalan untuk mewujudkan sebuah inovasi itu panjang dan berliku.

Namun, sepanjang apapun jalan tersebut dibutuhkan langkah pertama untuk memulainya. Dan untuk memulai langkah pertama dibutuhkan pengorbanan yang besar.

“Keberanian ekstra dibutuhkan untuk menjalankan langkah pertama. Inovasi hadir dengan kegaduhan messy at the beginning, tapi jika sudah dilalui pasti akan sukses,” tutup Gubernur.

Selain Gubernur NTB, webinar tersebut juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu, Prof.Dr.I Nengah Dasi Astawa selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, dan Chairul Hudaya, Ph.D selaku Rektor Universitas Teknologi Sumbawa.

Webinar yang dibuka untuk umum ini turut diikuti oleh mahasiswa pasca sarjana ITS.

Novita, diskominfotikntb